6
1
0
Level4
2013-06-02 26 views
Kafe betawi ini salah satu restoran indonesia favorit saya. Saya waktu itu makan di Kafe Betawi Gandaria City. Suasana yang di bangun di restoran ini betawi banget. Tradisional jika dibandingkan dengan restoran disekelilingnya. Dekorasi luarnya mirip teras ala betawi, dengan lampu lampu jadul yang tergantung di langit-langitnya, dan batas antara ruang luar dan dalam di hiasi dengan pintu dan jendela jadul, yang menjadi ciri khaw betawi. Pelayanan yang diberikan disini juga memuaskan, tanggap den
Read full review
Kafe betawi ini salah satu restoran indonesia favorit saya. Saya waktu itu makan di Kafe Betawi Gandaria City. Suasana yang di bangun di restoran ini betawi banget. Tradisional jika dibandingkan dengan restoran disekelilingnya. Dekorasi luarnya mirip teras ala betawi, dengan lampu lampu jadul yang tergantung di langit-langitnya, dan batas antara ruang luar dan dalam di hiasi dengan pintu dan jendela jadul, yang menjadi ciri khaw betawi. Pelayanan yang diberikan disini juga memuaskan, tanggap dengan apa yang pelanggan minta, namun tidak termasuk didalam daftar yang kita pesan misalnya sambal tambahan, atau kerupuk tambahan. Biasanya karenan suasana yang sangat hectic, pelayan suka lupa dengan pesanan kecil seperti itu. Namun pelayanan di kafe betawi, sangat cepat dan pelayannya pun ramah. Namun, berhubung tempat yang ada cukup kecil dan pengunjungnya banyak, mereka menggunakan lorong di depan restorang mereka untuk meja tambahan, sehingga jika kita mendapat tempat di lorong tersebut, agak sedikit kurang nyaman. Kebersihan restoran ini juga baik. Untuk harga, masih rata rata. Tidak murah, namun tidak mahal juga. Worth it dengan apa yang disajikan.

Saya sangat suka makanan indonesia, namun soto betawi di sini enak banget. Maka saya pesanlah soto betawi ketika saya berkunjung ke restoran ini. Isi soto betawi yang disajikan disini tidak jauh berbeda dengan restoran lain. Disajikan dengan emping, jeruk nipis, berisi tomat, telur, kentang dan daging. Satu hal yang membedakan adalah, untuk kuahnya, mereka tidak menggunakan 100% santan, namun dicampur dengan susu. Sehingga rasanya lebih smooth dan lebih gurih dibandingkan soto betawi lain. Warnanya pun cenderung putih, tidak kuning seperti soto betawi lain. Rasa yang di tonjolkan cenderung manis-gurih, sehingga untuk menyeimbangkannya kita bisa mencampurka sambal, atau acar yang memang disajikan di tiap meja pengunjung. Acar disini juga berbeda dengan tempat lain. Isinya ada potongan ketimun dan wortel, namun sangat terasa segar dan tidak terlalu asam. Jika dicampurkan ke soto, rasanya tidak akan terlalu menonjol, namun blended-well ke dalam sotonya. Saya merekomendasikan jika anda memakan soto betawi disini, makanlah dengan acarnya.
Isian dari soto betawi ini sendiri, sangat enak. Daging yang diberikan melimpah, sangat empuk dan saya hampir tidak menemukan lemak yang menempel di dagingnya. Kemungkinan mereka menggunakan daging has dalam untuk isiannya. Telur yang disajikan, adalah telur rebus yang dibelah menjadi dua. Potongan tomat didalamnya tidak terlalu matang. Mereka menggunakan tomat merah matang yang masih mengkal, jadi ketika dimakan sangat segar rasanya. Sedangkan kentangnya diiris tipis kemudian digoreng sebentar hingga agak garing pinggirannya, baru kemudian dimasukkan ke dalam soto.
Untuk orang-orang yang menyukai soto betawi, atau makanan indonesia, menu ini patut dicoba.
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value