63
2
1
Level4
2014-10-23 121 views
Berjalan jalan ke GI biasanya memang bisa nongkrong sejenak untuk sekedar ngemil yang manis-manis sambil mikirin selanjutnya mau ngapain, nonton film apa dan sebagainya. Dan Starbucks adalah tempat yang kami tuju waktu itu. Apalagi semenjak selesai di-renovasi, outlet yang satu ini jadi jauh nampak lebih asyik! Dekorasi ala hipster dengan nuansa kayu yang warm tapi sekaligus a little bit dark bikin pengunjung betah. Belum lagi dengan aroma kopi yang menguar di sekeliling ruangan. Memang tempat i
Read full review
38 views
0 likes
0 comments
Berjalan jalan ke GI biasanya memang bisa nongkrong sejenak untuk sekedar ngemil yang manis-manis sambil mikirin selanjutnya mau ngapain, nonton film apa dan sebagainya. Dan Starbucks adalah tempat yang kami tuju waktu itu. Apalagi semenjak selesai di-renovasi, outlet yang satu ini jadi jauh nampak lebih asyik! Dekorasi ala hipster dengan nuansa kayu yang warm tapi sekaligus a little bit dark bikin pengunjung betah. Belum lagi dengan aroma kopi yang menguar di sekeliling ruangan. Memang tempat ini juga seringkali dijadikan sebagai tempat meeting atau kerja.
Karena waktu itu lagi butuh cemilan manis untuk meningkatkan kadar gula *halah* nah, saya memilih si cantik Red Velvet cake. Tampilannya yang melingkar dan cantik ini nampak apik dengan taburan sprinkle kacang beraroma frapucinno. Krim nya tidak terlalu manis, dan rasa karamelnya juga pas. Terasa crunchy dalam setiap gigitannya. Sebenarnya kalau dari segi rasa sih jadinya mirip sama minuman frapucinno buatan mereka, jadi ada benang merahnya. Makan cake ini juga ga bikin ngantuk, mungkin karena ada kandungan kopinya sedikit yah.
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value
Dining Method
Dine In
Spending Per Head
Rp50.000 (Lunch)