27
6
0
Level4
2013-03-09 254 views
Hari ini, saya janjian sama teman di Kota Tua. Karena berangkat dari Bandung sama pacar pagi-pagi banget, alhasil sampai di Jakarta jam 8 pagi. Bengong total deh karena kami janjian jam 11 . Akhirnya, karena kami belum sarapan, kami putuskan untuk nyari makan pagi. Kebetulan, travel yang kami naiki turunnya dekat Sarinah Thamrin, ya udah kami putuskan untuk sarapan di daerah situ dan pilihan jatuh pada Pizza Hut Djakarta Theatre. Letaknya persis banget di pinggir jalan, menyatu dengan gedung Dja
Read full review
Hari ini, saya janjian sama teman di Kota Tua. Karena berangkat dari Bandung sama pacar pagi-pagi banget, alhasil sampai di Jakarta jam 8 pagi. Bengong total deh karena kami janjian jam 11
. Akhirnya, karena kami belum sarapan, kami putuskan untuk nyari makan pagi. Kebetulan, travel yang kami naiki turunnya dekat Sarinah Thamrin, ya udah kami putuskan untuk sarapan di daerah situ dan pilihan jatuh pada Pizza Hut Djakarta Theatre.

Letaknya persis banget di pinggir jalan, menyatu dengan gedung Djakarta Theatre. Bagian dalamnya cukup luas padahal kalau dilihat sepintas dari luar sih sempit. Ketika saya masuk, para pelayan yang sedang beberes mengingatkan bahwa menu yang dihidangkan baru menu sarapan. Maksudnya, kalau kita mau pesan menu kayak pizza atau pasta, dapurnya belum siap. Karena saya dan pacar emang agak penasaran sama menu sarapan Pizza Hut, tentu aja kami nggak masalah.

Menu sarapan Pizza Hut sendiri cukup menggiurkan karena menyajikan kreasi yang agak beda dari resto-resto fast food kebanyakan. Ada pancake, omelette, sosis, roti, dan masih banyak lagi. Harganya memang sedikit lebih mahal dari harga sarapan biasa di pinggir-pinggir jalan (ya eyalaaaaaah) dan resto fast food, tapi worth it kok karena porsinya cukup besar.

Si pacar memesan omelette yang dilengkapi dengan dua potong french baguette bertabur gula halus dan harus disiram dengan sirup maple sebelum dimakan. Sebenarnya agak aneh juga makan makanan yang manis dipadu dengan menu asin seperti omelette. Tapi, meski terasa aneh perpaduan ini ternyata menimbulkan rasa yang cukup unik di lidah. Omelette-nya sendiri di dalamnya ada isian kentang dan daging dengan diberi saus seperti saus steak.

Saya sendiri pesan semacam pastel dengan ukuran yang cukup besar. Kulitnya agak kecokelatan tanda dipanggang sedikit agak lama. Isiannya ada jagung, telur, kacang polong, wortel, daging, dan kentang. Rasanya cukup enak dan karena porsinya besar jadi cukup mengenyangkan. Yang aneh (atau unik ya?), pastel panggang ini dihidangkan dengan cocolan sambal ulek bukan saos. Hihihi...
15 views
0 likes
0 comments
14 views
0 likes
0 comments
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value
Date of Visit
2013-02-03