1
2
1
Level3
60
0
2016-02-24 33 views
Gaungnya sudah terdengar jauh sebelum saya kembali ke Jakarta, dan tentu saja semakin membuat saya penasaran untuk mencobanya. Begitu ada kesempatan, saya pun menggunakannya untuk ke St. Ali. Sebuah ekspektasi sudah tertanam di benak saya karena melihat dan mendengar kabar burung tentang cikal bakal kesuksesan tempat ini.Sesampainya di sana, dekorasi St. Ali memang nampak menjanjikan. Banyak biji kopi yang dibawa dari Colombia dan negara-negara tersohor. Tempatnya juga terasa bernuansa luar nege
Read full review
Gaungnya sudah terdengar jauh sebelum saya kembali ke Jakarta, dan tentu saja semakin membuat saya penasaran untuk mencobanya. Begitu ada kesempatan, saya pun menggunakannya untuk ke St. Ali. Sebuah ekspektasi sudah tertanam di benak saya karena melihat dan mendengar kabar burung tentang cikal bakal kesuksesan tempat ini.

Sesampainya di sana, dekorasi St. Ali memang nampak menjanjikan. Banyak biji kopi yang dibawa dari Colombia dan negara-negara tersohor. Tempatnya juga terasa bernuansa luar negeri dengan furniture yang simple dan bikin cakep untuk feed Instagram.

Saya memesan Picollo Latte, seharga 45,000. Dari berbagai jenis coffee shop yang saya coba, St. Ali adalah yang berani memasang harga lumayan tinggi untuk variasi kopinya. Tentu saja ekspektasi saya semakin naik, wah apakah rasanya benar-benar worth the price?

Namun, begitu mencobanya, saya terpaksa harus kecewa. Rasa kopinya tidak sesuai bayangan saya, ada rasa pahit after-taste yang saya rasakan di dalam mulut, dan membuat saya ingin cepat-cepat minum air putih. 

Mungkin saya kurang cocok dengan buatan kopi di St. Ali. Saya masih akan mencoba kopi-kopi di tempat lainnya. 
14 views
0 likes
0 comments
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value
Dining Method
Dine In
Spending Per Head
Rp45000 (Other)