6
2
0
Opening Hours
Mon.-Sun. 10:00-22:00
Payment Methods
Cash / Tunai
Other Info
Parking Area
Review (8)
Level4 2013-12-25
98 views
Belum lengkap kayaknya kalauke Cirebon belum menikmati makanan yang bernama Nasi Jamblang ini. Penjualnya sangat banyak tetapi ada beberapa yang cukup ramai, misalnya adalah si Ibad Otoy ini. Tempatnya di pinggiran jalan besar, langsung terlihat karena ramainya kendaraan yang parkir di depannya. Memang agak kurang nyaman karena lokasinya hanya menggunakan sebuah tenda, ditambah dengan keramaian yang luar biasa. Tersedia sebuah meja panjang untuk memajang aneka lauknya dan bisa kita lihat-liat dulu, tapi tidak boleh mencicipi lho. Makanan: Nasi Jamblang, Rp 10-15k anUntuk yang belum mengenal nasi jamblang, sebenarnya sih makanan yang satu ini nggak terlalu beda jauh dengan makanan yang biasa kita temui di Warteg, yaitu berupa nasi putih dengan berbagai macam lauk yang bedanya kalau di sini bisa diambil sendiri. Nasi putihnya dibungkus dengan daun jati yang memang cukup mudah didapatkan di sini. Rasa nasinya tidak ada yang spesial, tapi yang enak adalah lauknya di sini sangat beraneka ragam. Favorit saya adalah perkedel kentang yang dibalur dengan semacam tepung sagu gitu sehingga menghasilkan rasa yang agak kenyal di bagian luarnya dan lembut di bagian dalamnya. Untuk ukurannya kecil dan cocok dimakan baik sebagai snack maupun sebagai lauk. Nah untuk pilihan lauk lainnya yang ada di sini misalnya adalah telur dadar, sate telur puyuh, sate usus, tahu goreng dan yang tidak boleh dilewatkan adalah tahu bumbu kecapnya. Tahu yang digunakan rasanya itu mirip dengan rasa tahu pong, namun dimasak kuah sehingga menjadi lebih lembut. Kuah kecapnya yang terasa asam manis menyerap sampai ke dalam dan memang menambah rasa dari si nasi jamblang ini. Harga makanan ditempat ini sangat murah, sepiring nasi jamblang dengan aneka lauknya hanya menghabiskan sekitar Rp.10k saja dan itu sudah memakai daging lho.Tentunya memang Ibad Otoy ini adalah sebuah restoran kaki lima seperti kebanyakan penjual nasi jamblang lainnya, jadi untuk kebersihan saya akui agak kurang, karena lokasinya yang benar-benar berupa tenda di pinggiran jalan besar dan ditambah dengan makanan yang semuanya dibiarkan terbuka begitu saja. Nasi sendiri hanya dibungkus dengan daun jati saja, namun tampaknya sih cukup bersih deh. Kalau untuk pelayanan di sini serba self-service karena kita hanya akan diberikan sebuah nampan kayu dengan nasi di atasnya, kemudian kita tinggal ambil sendiri lauk yang kita inginkan dan setelah selesai tinggal bayar di kasirnya deh. Untuk minuman bisa dipesan juga di sini dan nanti akan dibawakan ke tempat kita. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2013-12-06
80 views
Pengalaman kerja dicirebon selama sekitar satu tahun membuat saya mengenal cukup banyak makanan khas jawa, salah satunya bernama nasi jamblang. Dicirebon ada beberapa penjual nasi jamblang yang terkenal salah satunya nasi jamblang ibad otoy. Lokasinya berada di area foodcourt deket dengan pelabuhan.Tempatnya tergolong nyaman dan besar, sebab berada di foodcourt. Semua makanan dan minumannya tersaji di meja panjang, sehingga kita bisa mengambil sendiri lauk pauk yang hendak kita santap. Pelayannya baik dan gesit mengambilkan nasi ataupun sambal.Makanan yang disediakan sangat banyak mulai dari telor, ati ampela, perkedel, sambal, ayam, jeroan, babat, tahu, tempe dan lain-lain. Saya mengambil nasi putih, sate telor puyuh, sate usus ayam, perkedel dan sambal cabai merah. Usus ayamnya digoreng dahulu sehingga terasa renyah dan gurih. Perkedelnya adalah perkedel kentang, lembut dan asin. Yang wajib ada adalah sambal cabai merah, rasanya tidak pedas tetapi bikin nagih. Harga puas ini cuman dibawah 20 K. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2012-08-23
30 views
Food Nasi Jamblang Otoy Nah jadi rasa nasi jamblang otoy itu enak banget, seperti yang kita tau nasi jamblang itu sebenernya sama aja kaya makanan rumahan cuma disini tuh bumbunya beda, sedep banget deh pokoknya, kalau saya sih biasanya beli nasi itu 2 terus pake dendeng sapi gitu sama pake sambel goreng yang enaakk banget banget terus pake perkedel jagung dan gorengan tempe yang garing banget tapi ga gitu berminyak dan juga pake sate telur puyuh yang enak banget, bumbunya tuh meresap sampe ke telurnya, dan yang paling saya suka disini tuh kentang aci nya jadi kentang aci itu bentuknya bulet seperti perkedel tapi beda gitu, kalo kentang aci bulatnya kayak bola pingpong gitu deh gedenya jg kira2 segitu, dan itu enak banget, kentangnya bener2 berasa dan gurih2 asinnya udah pas banget, pokoknya mantep deh, terus juga suasana disini tuh ramai banget apalagi kalau jam 7 malem itu pasti rame banget orang yg mau makan disini, yg pulang kantor lah atau semua lah dari mana pada ngantri mau makan disini, jadi ada meja besar banget isinya lauk pauk nasi jamblang dan di samping mejanya ada kursi yang panjang jadi kita duduk disitu, terus kalau udah duduk nanti ada pelayannya yang nanyain mau minum apa, terus langsung deh diantarkan minuman yang kita pesan.Kesimpulan Taste (5/5) Environment (4/5) Service (5/5) Clean (4/5) Price (5/5) continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2012-04-10
23 views
Ketika maen rame-rame ke Cirebon kami meminta Pak Agus yang menjadi pengemudi untuk mengantar kami ke penjual sega jamblang. Karena ia sudah sering mengantar tamu ke Cirebon, ia dengan mudah menunjukkan sederetan warung pinggir jalan yang menyajikan menu sega jamblang.Saat itu sekitar pukul 16.00 dan sebenarnya kami sudah makan siang, namun karena seharian kami berkeliling museum dan pasar, kami jadi lapar. Di sini bangkunya sederhana, kursi panjang tanpa sandaran. Di hadapan kami adalah meja yang penuh dengan lauk pauk, sambal, dan sayuran. Saya yang baru kali pertama ke sini merasa kebingungan, kok seperti warteg, mana nasi jamblangnya ya? Rupanya si pemilik warung paham kalau kami wisatawan maka bertanya dengan sopan, mau makan di sini Nak? kami mengangguk. Lalu ia mengalasi piring dengan daun jati, menanyakan ukuran nasi, lalu meminta kami menyebutkan lauk yang ingin kami nikmati. Saya meminta nasi satu porsi, satu cumi-cumi hitam manis berukuran besar dan sambal goreng ati. Nasinya kalau menurut saya seperti nasi putih biasa, penyajian dengan daun jati itulah yang unik. Cumi-cuminya dalamnya berisi telur. Meski bumbunya hanya bawang putih tapi rasanya enak banget. Tintanya yang berwarna hitam gurih dan bercita rasa manis meskipun sedikit amis. Tidak terasa satu porsi nasi pun habis dalam beberapa saat. Enak banget. Satu porsi nasi jamblang dan teh manis hangat saya hanya menghabiskan Rp 9 ribu. Murah dan enak. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
berkunjung ke Cirebon belum langkap rasanya kalo belum mencicipi nasi jamblang yang memang makanan khas Cirebon. nasi jamblang ini dijual di area foodcourt pinggiran jalan. dimana disini berkumpul penjual-penjual yang menjual aneka jenis makanan. di nasi jamblang ini, kita mengambil sendiri seluruh makan yang tersedia sesuai dengan selera kita. setelah makan baru kita membayar ke kasirnya. kali ini saya mengambil nasi dengan dadar, tempe, telur puyuh, dan sambel. secara keseluruhannya nasi jamblang ini cukup enak dibanding nasi jamblangyang sebelumnya pernah saya cicipi. disini walaupun disajikan dalam porsi banyak, kebersihannya tetap terjaga.tempatnya sederhana dan disediakan cukup banyak meja dan kursi yang bisa digunakan untuk duduk makan. pengunjungnya rame luar biasa. udah berasa makan di kondangan.hehehehehdisini pelayanannya sih biasa aja. kita mengambil sendiri makanan sesuai dengan keinginan kita. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)