1
0
0
Opening Hours
Mon.-Sun. 10:00-22:00
Payment Methods
Cash / Tunai
Other Info
Parking Area
Review (1)
Level2 2015-12-12
429 views
Nasi Minyak H. AbukRumah Makan H.Abuk teletak di kawasan Pasar Kuto Palembang, tepatnya di Jl. Doktor Muhammad Isa No 823. Nasi Minyak H.Abuk terletak di pinggir jalan namun karena memiliki papan nama dan pintu masuk yang kecil dan sedikit tersembunyi, setelah masuk ke dalam maka akan terlihat ruang beberapa ruangan makan yang cukup lengang dengan kapasitas pengunjung sekitar 50 orang. RM. Nasi Minyak H. Abuk yang berusia lebih dar 40 tahun ini sekarang dikelola anak H. Abuk yaitu H. Muhammad, buka setiap hari sejak pagi sampai dengan jam 5 sore, namun karena sering kehabisan stok nasi minyak pada saat makan siang jam 2-3 sore sehingga dapat tutup lebih awal, jadi pastikan anda datang tidak terlalu sore.Nasi Minyak adalah makanan peranakan Arab dan Palembang; beras dimasak menggunakan minyak samin dan rempah-rempah. Berbeda dengan nasi kebuli, nasi minyak dimasak terpisah dengan protein atau dagingnya. Nasi minyak H. Abuk berwarna kekuningan, gurih dan beraroma buttery serta rempah-rempah yang sangat menggugah selera makan. Nasi minyak Palembang disajikan sama seperti nasi putih, jadi anda perlu membayar ekstra untuk lauk-pauk pendampingnya.Satu porsi nasi minyak H Abuk hanya dibanderol Rp.10.000, sudah termasuk sambal nenas, sambal kecap manis-cabe rawit dan acar ketimun yang masing-masing disajikan diatas piring terpisah. Sambal nenas di restoran ini rasanya asam segar dan sedikit manis, cocok mengimbangi rasa nasi minyak yang berbumbu. Acar ketimun disajikan dengan campuran wortel dan cabe rawit hijau utuh, jadi behati-hati saat memakannya jika tidak mau kepedasan. Rasa acar ketimunnya asam, asin dan manis, selain itu ada aftertaste sedikit pahit yang semakin menambah nafsu makan.Pilihan Lauk pendamping Nasi Minyak di Warung Nasi Minyak H.Abuk bernuansa Timur Tengah seperti kari tunjang dan kari kambing. Selain itu tersedia ayam dan burung puyuh goreng serta lauk-pauk khas Palembang seperti sate ikan dan malbi daging sapi.Malbi Daging Sapi (20k)adalah lauk utama yang paling sering dipadukan dengan nasi minyak, malbi adalah kari ini kental dan terasa manis karena ditambahkan kecap manis ke dalam bumbunya, tidak salah jika malbi disebut sebagai hasil perkawinan antara rendang dan semur daging sapi. Malbi di RM H. Abuk ini berwarna hitam, kuahnya kental dan sedikit berminyak seperti rendang dengan rasa manis  dan aroma kayu manis yang pas.Burung Puyuh Goreng (20k)di Restoran Nasi Minyak H. Abuk adalah menu recomended. Burung puyuh tanpa kulit ini dibumbui dengan rempah-rempah, dimasak lama dan digoreng sesaat setelah pengunjung datang. Jangan lupa memesan burung puyuh goreng panas dagingnya banyak, empuk dan bumbunya meresap sampai ke dalam, satu porsi tidak akan cukup!Kari Kambing (35k) di RM. Nasi Minyak Haji Abuk ini bumbunya begitu kaya rempah, santan yang digunakan encer dan tidak membuat eneg. Bpk. Muhammad menuturkan bahwa kari kambing di restorannya menggunakan kambing muda berukuran sedang (7-9kg) jadi masih empuk dan tidak bau prengus. Daging kari kambing H. Abuk rasanya enak, namun penggunaan bumbu dan rempah yang banyak sedikit overpowering daging kambingnya.Kari Tunjang atau Gulai Kikil Kaki Sapi (35k) di restoran ini berukuran sangat besar, dimasak dengan santan kental dan bumbu rempah yang banyak. Kari tunjang ini kenyal-kenyil dan lembut karena dimasak beberapa jam sehingga bumbunya meresap sampai ke dalam, gelatin yang larut di dalam kuah karinya membuat semakin lezat.Untuk makanan penutup, RM. Nasi Minyak H.Abuk selalu menyediakan pisang putri yang berukuran keci-kecil. Tidak perlu membayar karena pisang puteri di restoran ini disediakan gratis, salah satu ciri keramahtamahan masyarakat Palembang. Saya sangat mengapresiasi usaha Bapak H. Muhammad mempertahankan tradisi Bumi Sriwijaya ala Wong Kito Galo ini. Overall, RM.Nasi Minyak H.Abuk patut anda kunjungi saat berkunjung ke Kota Palembang, makananya enak, terjangkau dan pelayanannya sangat baik.  continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)