0
0
1
Opening Hours
Mon.-Sun. 10:00-22:00
Payment Method
Cash / Tunai
Other Info
Parking Area
Signature Dishes
Nasi Tutug Oncom
Review (1)
Level4 2013-02-08
66 views
Tanggal 16 Desember 2012, saya diajak makan keluar sama kakak cowo saya sebutlah namanya Ajuy. Karena penasaran yang amat tinggi *lebay*, saya request makan di Nasi TO Mr. Rahmat dan untunglah doi setuju.Nasi TO Mr. Rahmat ini lokasinya di Jl. BKR menuju Dadaha, Tasikmalaya. Dengan konsep saung sunda yang mulai menjamur di Tasik ini, Nasi TO Mr. Rahmat ini cukup populer di luar kota Tasik. Nah itulah, ceritanya saya malah tau tempat makan ini dari temen non Tasik, saya yang orang Tasik jadi harus menjajalnya jugalah hehehe.Tempatnya cukup luas, dengan konsep lesehan dan interior bambu layaknya saung sunda. Karena konsep lesehan, sebelum masuk kita harus membuka alas kaki kita. Dibangun di atas kolam dan dengan pemandangan sawah di sekeliling bikin makan disini berasa adem. Nasi TO Mr. Rahmat ada cabangnya juga, namanya Nasi TO Mr. Rahmat 2. Lokasinya nggak jauh dari yang no 1, sayang tempatnya lebih kecil dan area parkir pun tidak seluas seperti no. 1 *apaan ini pake no 1, no 2 hahaha*. Oh iya, Nasi TO Mr. Rahmat ini buka 24 jam loh, hebat!Konon walaupun namanya Nasi TO Mr. Rahmat, nama ownernya bukan Pak Rahmat melainkan Pak Agus. Katanya lagi nih, owner tanah dimana saung ini berdirilah namanya Pak Rahmat, oalaaah -________-Menu di Mr. Rahmat standar masakan sunda dengan mengutamakan nasi TO. Ada yang nggak tahu nasi TO? TO itu singkatan dari tutug oncom, artinya oncom (fermentasi tempe) yang dihancurkan. Jadi si nasi putih dicampur dengan oncom, bawang-bawangan, kencur, dan bumbu lainnya. Jangan salah, nasi TO ini udah jadi trademark kota Tasikmalaya. Kalo dulu Tasik terkenal basonya, sekarang terkenal sama nasi TOnya.Back to menu, untuk minumannya disediakan minuman botol dan jus. Oh iya, setiap makan disini free teh tawar hangat.Karena ditraktir, saya ngikut aja yang traktir. Ajuy order 3 nasi TO, 3 dada ayam bakar, dan 6 cipe. Pelayannya mencatat orderan kami dan nggak nyampe 10 menit orderan kami sudah ada di atas meja~ Nasi TO: nasi putih yang dicampur dengan tutug oncom (oncom, bawang, kencur, dll), porsinya nggak terlalu banyak, nasinya nggak panas, nggak pedes, dan rasanya biasa aja (rate: 1/5). Ayam Bakar : ayamnya lumayan besar, disajikan masih panas, enak walaupun masih kurang dibakarnya menurut saya (rate: 4/5). Cipe : kepanjangannya aci dan tempe, yah dikenal dengan nama mendoan juga. Disajikan hangat, tempenya kecil, tebel acinya (rate: 1/5).Oh iya, di setiap meja sudah disediakan sambal terasi, sambal goang, dan lalapan. Makan tanpa sambal berasa hambar yeee~ Sambal Terasi : sambalnya lumayan pedes walaupun asin (rate: 3/5). Sambal Goang : sambal goang tuh sambal yang diracik dari cabe rawit hijau dan garam saja. Sambalnya nggak pedes dan asin banget (rate: 2/5). Teh Hangat : standar teh (no rate: standar).Kelar makan, teteh menuju kasir. Total makan kami nggak sampai Rp 35k, saya lupa tepatnya berapa. Murah banget kan, padahal porsi makan bertiga itu. Kalo di Bandung, harga segitu mah buat makan sendiri Kesan pertama kali makan disini mengecewakan. Persepsi saya sih Nasi TO Mr. Rahmat ini bisa terkenal mungkin karena buka 24 jam dan harga yang ditawarkan pun murah. Nah yang belum nyoba kesini boleh dicoba, mungkin tidak akan mengecewakan seperti pengalaman saya. Btw, selamat berwisata kuliner di Tasik~Overall, Nasi TO Mr. Rahmat+) Nasi TO dengan harga murah(+) Buka 24 jam(+) Pelayanan bagus(+) Tempat cukup besar(-) Rasanya biasa saja(-) Tidak ada daftar harga di menu*CONCLUSION: Come again? No. continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)