5
1
0
Good For
Family Gathering
Opening Hours
Mon.-Sun. 10:00-22:00
Payment Methods
Cash / Tunai
Other Info
Parking Area
Review (6)
Level4 2013-01-12
81 views
selain coto makassar dan pisang ijo, ada juga pallubasa yang menjadi kuliner khas kota makassar. cukup banyak kok rumah makan yang menawarkan menu ini, salah satunya pallubasa daeng udin yang berada di jalan serigala 54. walaupun tidak mewah tapi rumah makan daeng udin ini cukup besar dan bersih. tempat duduk yang disediakan cukup banyak dan tertata rapih. suasananya cukup ramai, meskipun begitu pelayannya tetap ramah dan baik. tidak mau buang waktu, begitu sampai dan memilih tempat duduk saya langsung memesan seporsi pallubasa dengan es teh. tidak memerlukan waktu lama untuk serving timenya, padahal suasana sedang ramai oleh pembeli. menurut saya pallubasa mirip sama coto makassar ya, tapi kuahnya lebih kental. semangkuk pallubasa beralas tatakan dan sepiring nasi hangat tersaji di meja depan saya. kuahnya kental dengan campuran kelapa sangrai. diantara kuah yang keruh terselip kuning telur yang belum teralu matang. isinya ada jeroan sama daging. rasanya gurih dan bumbu rempahnya cukup kuat. daging serta jeroannya juga empuk. saya sendok nasi hangatnya dan saya celupkan ke kuah, rasanya..hmmm..nikmat banget deh. satu porsi sudah kenyang banget ternyata, padahal pas pertama tersaji cukup kaget karena mangkuknya yang mungil . continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Halo Openricers!Masih di kota Makassar, mari kita lanjutkan wisata kuliner lainnya selain kuliner seafoodnya yang lebih terkenal di Jakarta.Pada suatu malam, teman yang kita daulat sebagai guide lokal membawa kami kemari dan menjanjikan pengalaman kuliner yang autentik dan tak terlupakan. Awalnya melihat tempatnya berbentuk ruko/kios sempit agak ragu juga. Apalagi tempatnya tanpa AC, panas dan meja makan hanya diberi bangku panjang kayu seadanya makin membuat kami tak nyaman. Namun melihat jumlah orang yang makan dan harumnya pallu basa yang dibawa oleh pelayan membuat kami membulatkan tekad duduk dan memesannya. Pallu Basa sendiri adalah masakan khas sini selain coto. Dengan kaldu sapi yang sangat kental, kita bisa memilih antara daging saja atau campuran dengan jeroan dan kikil. Dengan tambahan telur setengah matang dan serundeng (kelapa sangrai) yang ditaburkan ke kaldu, rasanya nendang banget!! Paduannya unik dan gurih, tak ada bandingnya, soalnya belum pernah icip yang seperti ini sebelumnya.Pelayanan sih standar rumah makan pinggir jalan deh, cepat dan praktis. Secara keseluruhan harus nyoba kalau ke Makassar !!! continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level2 2012-04-19
25 views
Sebagai orang Makassar, kayaknya payah banget saya ini karena sampai saat ini belum pernah makan Pallubasa makanan khas Makassar, tapi sekarang saya akan mencoba memakannya mendengar orang cerita bahwa Pallubasa itu enak, apalagi pallubasa yang berada di Jalan Serigala, Pallubasa Daeng Udin Rumah makan Pallubasa Daeng Udin ini cukup luas, bukanlah restorant mewah, tempatnya bersahaja namun cukup bersih, sehingga suasananya pas menurutku yang orang menengah ini Nah, pas nyampe di tempat ini, suasananya rame, memang kata orang selalu ramai oleh pelanggan,,kita tanya sama waiters nya apa ada tempat kosong dan ternyata ada (kalo gak ada, kita harus menunggu di luar ) oleh waiternya kita diantar ke tempat duduk yang kosong, benar-benar suasananya riuh dengan suara orang ngobrol, suara musik di radio, tapi suasana ini memperlihatkan wajah-wajah senang orang yang makan Setelah dapat tempat duduk, kita pesan Pallubasa isinya bisa dipilih misal hati saja, atau campur ada hati, paru, kulit, dan lainnya..Udah pesan, agak nunggu lama mungkin karena lagi ramai pengunjung, jadi harus sabar...Tarraaaaa, Pallubasa plus nasi putih plus teh manis nya jadiiiiHei yang kuning itu kuning telur loh gak tau nih apa tujuannya ada kuning tulir Kita makannnnnn, Pallubasa yang panas emang nikmat, apalagi dimakan bersama nasi putih yang juga panas, hmmmm ternyata rasanya enak, kuah bumbu rempahnya itu berasa banget, trus jeroan hati dan paru nya juga berasa bumbunya dan gak amis, nikmat pokoknya Lumayan seporsi bisa kenyang Harga seporsinya tuh sekitar 15000, plus nasi plus teh manis total sekitar 25000.Pelayanannya baik, ramah, dan penuh antusias continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2012-04-10
19 views
Waktu tugas ke Makassar, saya diajak rekan yang asli Makassar untuk mencobai masakan khas mereka, salah satunya pallubasa. Wah saya baru dengar ada masakan Makassar dengan nama itu. Dan ia mengajak saya untuk menikmatinya di rumah makan Pallubasa Daeng Udin yang cukup terkenal.Saat ia berkata saya harus makan Pallubasa Srigala, saya keheranan dan ia tertawa geli. Rupanya saya tidak memperhatikan jalan dan tidak tahu jika jalan dimana rumah makan ini berada adalah di Jalan Srigala. Sambil jalan kaki saya memperhatikan plang nama tempat makan ini yang berukuran besar. Palbas Serigala. Tempatnya sedikit remang-remang kurang cahaya dan pembelinya sangat banyak. Saya memilih isian daging saja dan tanpa kuning telur mentah. Saya agak geli jika ada kuning telur mentah mangapung-apung dalam kuah pallubasa yang mirip soto ini meski si penjual dengan ramah menjelaskan kuning telur itu tidak bakalan amis. Rasa pallubasa sedikit mirip dengan coto Makassar cuma santannya lebih terasa sehingga gurih. Isian dagingnya cukup banyak. Dan cukup enak dimakan saat hangat-hangat dengan nasi. Sebagai penutup saya meminum teh manis hangat. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level3 2011-11-13
78 views
Sejujurnya saya pertama kali mendengar kata pallu basa, saya mengira itu sejenis minuman macam es palu butung atau es pisang ijo. Tapi setelah bertanya ke berbagai nara sumber ( halah ) ternyata sejenis soto daging dengan taburan serundeng ( haw..haw…gurih ooooiii ).Yang paling tersohor di kota Makassar adalah Pallu Basa Srigala atau dengan singkatan PalBas Srigala, nama srigala diambil dari tempat bernaungnya warung makan ini, di Jl. Srigala yang tidak jauh juga dari tempat kuliner saya sebelumnya di Jl. Gagak. Tempatnya ada dua dan saling berhadapan dipisahkan oleh Jl. Srigala. Yang membuat istimewa adalah antrian pengunjung di tempat ini. Belum selesai kita habiskan seporsi makanan, sudah ada yang mengantri di belakang kita. Tapi saya kira itu hanya terjadi ketika makan siang tiba, karena saya ke lokasi masih sekitar jam 10 an, tetapi memang sudah tampak penuh namun tidak sampai terjadi antrian ( aneh…padahal waktu makan siang masih jauh ).RASA :Maknyoooooossss…..walah belum juga ada penjelasan. Jadi begini saya memesan satu porsi soto daging campur dengan ditambah telor bebek mentah. Dan memang rasa kuahnya jadi berbeda dengan di tambahkannya telor tadi. Daging yang disajikan berasal dari daging kerbau ( katanya ), memang sih rada alot sedikit, tapi tidak sampai membuat mulut kita bekerja keras untuk mengunyahnya. Sambal yang tersedia pun encer, lupa seperti apa rasanya yang pasti pedas ( yo mesti leeee…. ). Yang membuat beda dengan coto Makassar pada umumnya adalah pallu basa ini disajikan dengan seporsi nasi hangat, tapi yakinlah seporsi nasi takkan cukup, nasinya dikit hehe… SKOR : 3,6HARGA engan harga Rp. 18.500 kita sudah mendapatkan seporsi pallu basa plus telor bebek mentah dan seporsi nasi. Sebenarnya cukup mahal bila dibandingkan dengan coto Makassar, tapi sebanding lah dengan rasanya. SKOR : 3FASILITAS :Tempat duduk yang tersedia sebenarnya cukup banyak, tapi memang karena makanannya enak, berimbas pula kepada pelanggan yang berkunjung semakin banyak, membuat tempat ini terlihat kecil. Parkir mobil dan motor tersedia. SKOR : 3 continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)