0
1
0
Level4
884
5
Menyantap masakan Sunda lebih asyik secara lesehan sambil menikmati pemandangan. Konsep ini rupanya mulai banyak diterapkan di rumah-rumah makan khas Sunda. Termasuk Rumah Makan Citra Rasa yang berlokasi di Jalan Raya Bogor, Cibadak. Kami singgah ke restoran ini untuk mengisi perut setelah asyik berwisata ke Situ Gunung. Tidak ada tempat makan yang layak di kawasan wisata tersebut sehingga kami pun merasa kelaparan setelah meninggalkan Situ Gunung.Ruang parkir di depan rumah makan ini cukup luas
Read full review
16 views
0 likes
0 comments
Menyantap masakan Sunda lebih asyik secara lesehan sambil menikmati pemandangan. Konsep ini rupanya mulai banyak diterapkan di rumah-rumah makan khas Sunda. Termasuk Rumah Makan Citra Rasa yang berlokasi di Jalan Raya Bogor, Cibadak.

Kami singgah ke restoran ini untuk mengisi perut setelah asyik berwisata ke Situ Gunung. Tidak ada tempat makan yang layak di kawasan wisata tersebut sehingga kami pun merasa kelaparan setelah meninggalkan Situ Gunung.

Ruang parkir di depan rumah makan ini cukup luas. Di sini, tempat makannya ada yang model meja seperti biasa, ada juga yang ditata ala lesehan. Kami memilih gaya lesehan yang menghadap ke pemandangan bebukitan, di sini kami juga dapat melihat rel kereta api dari Bogor menuju Sukabumi.

Saya memilih nasi goreng kambing dan untuk minumnya kami memilih teh poci berupa teh China dengan gula batu. Sembari menunggu masakan matang, kami disuguhi otak-otak dan teh tawar.

Karena ruangan di dekat kami kotor dan mengundang lalat, kami meminta waitress untuk membersihkannya karena selain mengganggu pemandangan juga mengundang lalat beterbangan di sekitar kami. Mungkin karena ruangannya yang semi terbuka, banyak nyamuk yang berseliweran sehingga agak mengganggu kenyamanan.

Tidak lama masakan pesanan saya pun datang. Penampilan dan baunya nampak sedap. Nasi goreng ditaburi bawang merah serta dihiasi irisan tomat, ketimun, dan emping. Cuma yang mengganggu adalah sambal sachet, terkesan ‘cheap’,mending jika diganti irisan cabe merah atau ditiadakan saja. Sambal itu saya taruh di meja tidak saya sentuh.

Nasi goreng kambing seharga Rp 16.900 ini cukup enak. Nasinya perah pas untuk nasi goreng. Sayang irisan daging kambingnya tidak banyak. Ketika separuh nasi baru habis dilahap, daging kambing telah lenyap satupun. Akhirnya sisa nasi saya habiskan dengan bantuan emping. Untuk menghilangkan rasa lemak di lidah, saya makan irisan tomat satu persatu. Segar.

Untuk teh pocinya baunya tidak enak, langu. Mungkin memang rasa dan baunya seperti itu karena saya belum pernah meminum teh China. Akhirnya saya masukkan gula batu ke teh tawar yang rasanya jauh lebih enak. Untuk poci yang diminum rame-rame dihargai Rp 6 ribu. Di sini pajaknya telah dimasukkan ke harga makanan, namun ada poin tambahan untuk biaya layanan.

Secara keseluruhan rumah makan ini cocok sebagai tempat darurat untuk makan siang atau makan malam karena tidak banyak rumah makan apik di sini. Rasa makanannya juga lumayan enak meski detil-detilnya perlu diperhatikan.
8 views
0 likes
0 comments
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value
Date of Visit
2012-02-04
Spending Per Head
Rp20000 (Dinner)
Recommended Dishes
  • nasi goreng kambing