8
0
0
Telephone
(0341) 332110
(0341) 7061820
Good For
Family Gathering
Opening Hours
Mon - Sun 10:00 - 22:00
Payment Methods
Cash / Tunai
Other Info
Parking Area
Review (8)
Makan malam kali ini saya bersama teman teman saya yang sedang kuliah di Malang makan bersama di restoran yang namanya Rumah Makan Inggil yang terletak di Jl. Gajah Mada. Rumah makan ini cukup dikenal oleh masyarakat dan rasanya itu juga enak. Kami makan malam disini sambil melepas rindu.Malam itu cukup ramai juga suasana disini dan juga banyak keluarga yang makan malam bersama juga disini. Suasananya sendiri cukup asik kok disini. Pelayanannya sendiri rapi dan juga ramah orangnya. Kebersihan disini juga cukup terjaga dengan baik.Banyak banget ya yang kita pesan malem itu tapi saya mencoba 2 menu aja karena dekat dengan posisi tempat duduk saya, hehe. Saya ambil ikan gurame goreng sambal pencit dan juga udang asam manisnya. Untuk guramenya sendiri rasanya enak. Digorengnya pas dan minyaknya gak berlebihan. Daging ikannya lembut. Dicolek sambel pencit jadi makin mantab dah soalnya sambel pencit ini rasanya asem pedes menyegarkan sekaligus menambah nafsu makan. Untuk udang asam manisnya juga lezat. Udangnya langsung dimakan aja dan bumbunya itu cukup meresap dengan baik. Saus asam manisnya juga enak dan coock sama udangnya. 2 menu ini cocok banget dimakan dengan nasi dan jadi makin komplit dah rasanya dan otomatis bikin kenyang.Kenyang dan puas deh makan disini. Suasananya dapet karena bisa ngumpul ngumpul lagi dan juga masakan disini juga enak. Harga yang dipatokpun disini juga cukup terjangkau dan pas. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2013-04-04
168 views
Hi Open Ricers!!!Sebelum gala dinner after graduation, dulu sempet pengen masuk ke rumah makan ini, ada aja halangannya, yang kebetulan lupa ga bawa dompetlah, yang udah fool booked lah Tapi akhirnya bulan juni 2012 setelah graduation saya berhasil masuk ke Rumah Makan Inggil ini.Konsep dari resto ini adalah museum resto, dimana restaurant dengan museum. Jadi disini peralatan makannya nuansanya tradisional gitu OpenRicers, kendi kendinya, ada makanan yang disajikan diatas "tempeh". Kenapa museum? ya disini juga banyak di display barang antik jaman doeloe ada sepeda kumbang, lukisan lukisan, meja kursi jaman dulu Jadi kesana makan apa?Nah ceritanya pas saya makan ini, di ful booked sama acara kita Rumah makan ini keliatannya sempit dari luar, tapi di dalem llumayan luas kokkita sampe bisa nari nari gak jelas karna ada orkes musiknya gitu hehe ini orkes musiknyaWaah waktu itu ada banyak banget, ada udang asam manis, ada daging sapi yang semacam dibumbu kecap, ada ikan bakar, ikan goreng, sate sayur2nya mulai dari cap cay, tumis kangkung >.< dllpokoknya komplit plit plit Udang asam manis : Ni udangnya udah dikulitin gitu, jadinya tinggal kunyah dan telen enak bangetSapi kecap : Dagingnya dipotong dadu dan empuk banget, bumbunya merasuk merata enaak bangetIkan Goreng : Ikannya di goreng cenderung garing, kriuk kriuk deh Capcay : Capcay nya bervariasi, banyak variasi sayur dan banyak juga variasi daging, ayam, udang, baso nya Karna waktu itu acaranya sudah ditanggung oleh suatu lembaga jadi saya tinggal makan, dan saya gak ambil nasi, karna saya sudah ambil cukup banyak sayur dan lauk Udangnya enak!! Besar besar, dan kulitnya udah di kupas, cocok yang ada alergi sama kulit udang Satenya juga bukan sate kurus yang cuma lidi doang Satenya gemuk gemuk dan gak over cooked, pas banget, bumbu kacangnya gak enek Saya makan fillet, tapi ambil yang dikit bumbunya :3 karna waktu itu perutnya lagi agak eror, tapi meski gak pake bumbu, fillet ikannya itu sendiri udah sedep mantepp MinumannyaWaktu itu saya minum kelapa muda yang dicampur sama sirup khas restonya plus agar2/nata de coco, seger, dan gak kemanisan Yah walaupun acara ini dibayarin, tapi saya cukup punya info berapa harga disini karna saya sempet ngintip harga di menunya , kira2 abis 30 - 50 ribu lah tiap orang Buat yang mau makan unik, sambil liat2 museum dan liat liat bule, boleh di coba nih Rumah Makan Inggil Rasa gak perlu diragukan, sudah sering dikunjungi orang orang terkenal!! continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2013-03-04
59 views
rumah makan inggil atau yang banyak orang menyebutnya dengan resto museum berada di jalan galah mada no. 4 mlang, lokasinya cukup strategis ya karena berada di wilayah alun-alun bunder atau Tugu Malang. tepatnya persis di belakang Balai Kota Malang sebrangnya Hotel Aloha. Tempatnya cukup besar, ada area lesehan dan duduk di kursi kayu yang sandarannya agak tinggi di padu meja kayu yang terawat dan bagus. ada ruangan VIP juga di sini.. gak salah kalau banyak yang nyebut resto museum karena memang interiornya banyak banget benda benda seni, terutama di dinding banyak banget tempelan tempelan..nuansa jadulnya cukup kental.menu yang di tawaran rumah makan ini cukup beragam ya, mulai dari ayam goreng, ikan goreng, pecel, sate khas malang, dsb. saya suka pecelnya, dipadu dengan lele goreng sambal pencit..pecelnya dengan rebusan sayuran yang segar dan krius krius . untuk lelenya kayak lele penyet, lele goreng yang di sajikan dengan sambal pencit mangga muda atau bisa juga dengan smabal biasa.. irisan mangga muda yang kecil kecil memanjang menumpuk diatas sambal..ah..segerrr, asem pedas..apalagi lelenya di goreng garing dan gurih... continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level2 2012-12-24
65 views
Ingin makan dengan suasana museum ? Ini lah jawabannya, Rumah Makan Inggil. Suasana di rumah makan ini cukup menyenangkan, karena di rumah makan ini memiliki design interior layaknya sebuah museum, banyak memorabilia bersejarah yang dipajang lengkap dengan keterangannya. Rumah makan yang berdiri sejak tahun 1996 ini menyuguhkan suasana tempo dulu kota Malang sebagai desain interiornya. Rumah makan ini buka selama 12 jam yaitu mulai pukul 10.00 sampai dengan pukul 22.00. Ruangan rumah makan Inggil cukup luas dan nyaman, ada juga beberapa ruang VIP yang bisa digunakan dan ruang yang disediakan untuk lesehan agar lebih santai saat menikmati sajiannya. Rumah makan Inggil Museum ini memang belum begitu lama didirikan, namun resto ini adalah rujukan utama para turis asing dan domestik yang ingin menikmati suasana Malang Tempo Dulu yang sangat populer dengan keindahan arsitektur perpaduan Jawa dan Belanda. Untuk menu andalan di rumah makan ini adalah sate khas malang yang biasa di sebut dengan sate komoh. sate ini dibuat dari daging sapi yang di balut dengan bumbu kecap manis lalu dibakar.tuk pilihan sambalnya, ada sambal muda atau pencit, sambal bawang dan sambal terasi yang ditaruh dalam cobek. Dalam seporsi sate komoh berisi 5 tusuk sate yang dibuat sepanjang 15 cm dan ukurannya cukup besar disajikan di atas daun pisang. Ada juga sajian pecel terong yang disajikan di atas cobek batu. Berisi potongan terong besar yang sudah diambil bagian dalamnya lalu dibakar dan disiram dengan sambal kacang. Terong bakar ini disandingkan dengan tempe kukus dan telur rebus serta daun kemangi dan mentimun. Ada juga rawon buntut dan nasi jagung komplit.untuk pecel terong di patok dengan harga Rp. 12.000sedangkan rawon buntut di hargai Rp. 32.000 dan untuk nasi jagungnya di hargai dengan Rp. 8.000, untuk makanan yang lainnya harganya juga cukup terjangkau mulai dari 10.000 - 40.000.cukup terjangkau bukan ? Sembari menikmati makanan, penggunjung akan di manja kan dengan foto - foto kota malang tempo dulu yang terpasang rapi di dinding ruang makan tersebut. Bukan hanya foto - foto Malang tempo dulu, tetapi disini juga ada galeri kesenian yang memamerkan topeng Malangan dan kerajinan tangan daerah yang unik dan bisa dibeli oleh para pengunjung. Jangan khawatir mengenai rasa dari masakan di sini, lidah anda akan di manjakan oleh rasa masakan yang ada di sini. Terbukti , rumah makan ini menjadi salah satu tujuan yang wajib di kunjungi oleh turis. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Kota Malang...kangen banget klu ksini inget sm bude q, keliling bareng makan bareng..waktu inget banget mampir ke resto yg ada di jl. Gajah mada 4, Malang namanya Resto Inggil.SuasanaDiruang depan resto ini sudah mulai terasa kesan kuno, sederet meja makan serta foto2 yg menggambarkan masa perjuangan.Barang kuno lainnya adalah mesin pengeriting rambut jaman belanda, telepon kuno, radio, uang kertas, dan masih bnyak lagi. Suasana diruang dalam yg luas dibentuk sperti panggung gedung wayang orang.Pelayanan&menuPelayan disini ramah&murah senyum, memakai kebaya/baju khas pekerja jawa untuk yg priadan ereka mnyuguhkan kepada kita sederet menu.Salah satu menu favorit di resto ini adalah gurami goreng/bakar dengan sambal pencit. Saus yg disiram diatas jadi menimbulkan rs gurih bercampur asam yg begitu nikmat. Sambal pencit di sajikan di cobek tanah ini adalah smbel dari irisan mangga bercampur pedasnya cabai. Ada jg kakap merah, udang, cumi, lele, ayam goreng, sup, rawon buntut, cah kangkung, dan masih banyak lagiMinuman ada aneka jus, es buah, es kopyor, wedang ronde, dan masih banyak macam lainnya. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)