3
0
0
Opening Hours
Mon.-Sun. 10:00-22:00
Payment Method
Cash / Tunai
Review (3)
Level2 2015-02-13
38 views
halo openricer, mampir ke tawangmangu belum lengkap kalau tidak mencicipi sop buntut bu ugi. kenapa ? karena meskipun tempatnya sederhana, namun sop buntut disana juara banget rasanya, dan begitupula harganya..sop buntut disana disajikan panas2, sangat cocok dengan udara tawangmangu yang sejuk. benar2 menghangatkan badan dan jiwa.aromanya sangat lezat dan menggoda.sop buntut ini disajikan dengan potongan kentang dan wortel yang besar. namun rasa keduanya sangatlah empuk, tapi bukan overcooked. rasa gurih kuahnya pun meresap ke seisi mangkok, daging, kentang dan wortelnya. benar2 menggoyang lidah, kelezatannya.harga semangkoknya, kalau tidak slah rp 17.000. sangat terjangkau dan murah dibanding kelezatan yang kita dapatkan. continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)
Hari kedua backpacking ke Solo kali ini saya menyempatkan main ke daerah Tawangmangu setelah dikomporin sama teman saya kalau disana ada sop buntut paling enak se-Solo. Tanpai dikomandoi lagi, saya meluncur kesana dengan berbekal mobil sewaan karena seharian hujan dan nggak bisa touring pakai motor. Singkatnya, saya terdampar di daerah pegunungannya Solo, Tawangmangu yang sejuk dan dingin banget dan keputusan nyobain makanan yang hangat seperti sup itu memang pilihan tepat. Sop Buntut dan Pecel Bu Ugi-lah pilihan saya. Rumah makan ini terletak di pinggir Jalan Raya Solo-Tawangmangu, tepatnya disebelah timur pasar Tawangmangu. Posisinya di sebelah kanan dan berada di jalur penanjakan menuju Tawangmangu. Kalau kata teman saya sih, kalaupun kita kesulitan mencari rumah makan ini, cukup bilang Bu Ugi saja semua orang Tawangmangu pasti tau. Soalnya dengar-dengar rumah makan yang awalnya terkenal dengan Nasi Pecelnya ini sudah berdiri sejak tahun 1930 dan merambah ke sop buntut pada tahun 1980-an.Rumah makannya cukup besar dan nyaman dengan kapasitas kira-kira 50 orang. Interiornya juga sederhana saja, hanya menggunakan kursi dan meja plastiok kayak di warung makan pinggir jalan, cuma karena udaranya dingin jadi ya suasananya nayaman-nyaman aja buat saya.Baru duduk saja saya sudah bisa mencium aroma sop buntut yang wangi sekali dan membuat perut saya benar-benar bergejolak. Nggak sampai 10 menit setelah order, sop buntut itu datang ke meja saya dan lagi-lagi aroma gurih dan bau daging sapinya itu lho, kok bisaaaa menggoda banget yah hihihi...Saya terkejut pas melihat seporsi sop buntut Bu Ugi ini, beda dengan sajian sop buntut yang biasa saya makan di Jakarta. Semangkuk sop buntut Bu Ugi ini disajikan dengan potongan kentang dan wortel yang besar dan taburan daun bawang. Dagingnya pun gak hanya buntut tapi ada beberapa potongan daging sapi lengkap dengan tulangnya. Plus perkedel dan gorengan tempe yang bisa jadi pelengkap sop. Jangan tanya seperti apa reaksi saya setelah menyeruput kuah sopnya. Yang bisa saya bilang hanya 'Ya Oloh rasa kuahnya mirip sama wanginya!' It's perfect! Saya bisa merasakan rasa daging sapi yang kuat dan gurih bahkan hanya menyeruput kuahnya yang kental itu. Ini jarang-jarang banget lho terjadi pada sop bening yang biasa saya makan. Biasanya cuma wanginya aja, rasanya pasti beda, tapi Bu Ugi make it right! Potongan buntut dan dagingnya pun lembut dan mudah dikunyah. Kalau suka pedas, Bu Ugi menyediakan saus kecap yang sudah ditambah irisan cabai. Kalau buat saya sebenarnya agak failed pas kuahnya diberi kecap pedas, soalnya udah nggak berasa gurih lagi. Percayalah, kuah originalnya itu lebih mantaaaap! Dijamin ketagihan!Seporsi sop buntut ini dihagai Rp17.500 saja. Harga yang sangat murah melihat harga daging sekarang sangat mahal. Nah, lagi-lagi saya nggak nyesel jauh-jauh ke Tawangmangu hanya untuk nyicipin sopnya si Bu Ugi ini, selain suasana pegunungan yang begitu lekat di sekitar saya, mencicipi lezatnya sop ini juga benar-benar memanjakan perut saya. Indahnya bisa menikmati kuliner Indonesia seperti ini. Sampai ketemu di jelajah kuliner Solo saya selanjutnya, eaters! continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2012-12-09
8 views
warung makan bu ugi berada di jalan tawangmangu solo, tepatnya di sebelah timur Pasar Tawangmangu. seperti yang saya liat pada papan nama yang terdapat di depan warung, warung makan ini terkenal dengan menu andalannya yaitu sop buntut dan nasi pecel. warung makannya cukup besar, menggunakan meja panjang dan kursi personal yang tanpa sandaran tertata rapih dengan space antara meja satu dengan yang lainnya tidak terlalu dekat jadi terasa tidak begah dan lega. kebersihan warung juga sangat terjaga.sewaktu saya datang suasana warung memang sedang ramai pembelinya, mungkin karena pas jam makan siang. tanpa buang waktu saya segera memesan sop buntut dan nasi pecel untuk teman saya. nasi pecelnya datang duluan, Sedang sop buntutnya berselang sekitar 5 menitan. tapi karena teman saya ga enak mau makan duluan jadi nunggu sop buntut pesanan saya datang .Nasi pecelnya sangat sederhana menurut saya, isinya cuman rebusan bayam dan nasi yang diguyur bumbu kacang dengan lauk tempe goreng yang cukup garing. untuk rasa saya tidak mencobanya untuk sop iganya bener bener istimewa menurut saya, dari aroma kuahnya yang sedap begitu menggoda saat di sajikan. kuahnya yang bening bercampur dengan daging serta wortel, kentang dan irisan daun bawang. masih panas kemepyar. dagingnya cukup banyak, empuk dan gurih, di tambah dengan sensasi melepas daging dari tulangnya semakin menambah selera makan. perfect! continue reading
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)