8
3
0
Level4
884
5
Saya sudah beberapa kali singgah ke restoran yang cukup beken di kota Malang ini dan pada kunjungan terakhir ke Resto Oen ini saya agak kecewa dengan pelayanannya yang sedikit menurun dibandingkan awal-awal kunjungan saya. Jika dulu, para petugasnya sangat jeli mengenali tamu sehingga tamu segera disambut dan diberikan daftar menu. Selain itu, dulu sangat mudah untuk menambah pesanan atau meminta sesuatu. Mungkin karena sekarang pengunjungnya lebih banyak sehingga petugasnya kerepotan. Pada kunj
Read full review
Saya sudah beberapa kali singgah ke restoran yang cukup beken di kota Malang ini dan pada kunjungan terakhir ke Resto Oen ini saya agak kecewa dengan pelayanannya yang sedikit menurun dibandingkan awal-awal kunjungan saya. Jika dulu, para petugasnya sangat jeli mengenali tamu sehingga tamu segera disambut dan diberikan daftar menu. Selain itu, dulu sangat mudah untuk menambah pesanan atau meminta sesuatu. Mungkin karena sekarang pengunjungnya lebih banyak sehingga petugasnya kerepotan. Pada kunjungan sebelumnya saya sampai keluar dari restoran karena sudah sekian lama tidak dilayani ataupun ditegur tapi pada kunjungan terakhir saya lebih bersabar karena kangen dengan rasa es krim dan bistiknya.

Bersantap di Toko Oen, paling asyik saat hari kerja bukan saat weekend atau musim liburan. Karena pada masa-masa inilah kita bisa merasa seperti raja dan dilayani dengan baik. Kita juga lebih nyaman menikmati suasana Oen yang ber-setting ala kolonial masa lalu. Ada sambutan selamat datang dengan bahasa Belanda. Kursinya pun tetap sama seperti dulu, ala-ala jaman Belanda. Di sini seringkali juga banyak turis asing yang bersantap di sini. Menu-menunya juga percampuran antara masakan Belanda dan Indonesia. Yang paling beken adalah nasi goreng, bistik, aneka cake, dan es krimnya.

Untunglah dari segi rasa Toko Oen tidak banyak berubah. Favorit saya di sini adalah es krim yang mereka buat sendiri tanpa bahan pengawet. Pada kunjungan terakhir saya menyantap bistik lidah dan es krim dua skop, strawberry dan cokelat.

Es krim
Di sini kita bisa membeli es krim per-skoop atau membeli menu es krim seperti banana split dan sebagainya. Kalau saya lebih suka membeli es krim per skoop karena makanannya sudah berat. Pernah, saya memesan es krim banana split dan hampir tidak habis karena kekenyangan hehehe. Es krimnya memang tidak selembut es krim bermerk, namun rasa cokelat dan strawberry-nya sangat terasa. Rasa cokelatnya tidak terlalu manis dan samar-samar terasa pahitnya.

Bistik Lidah
Nah, ini dia salah satu masakan Toko Oen yang terkenal. Bistik lidah ini semacam semur tapi dengan kuah yang kental dan sedikit. Bistik lidah dilengkapi dengan kentang goreng dan wortel seperti steak. Lidahnya empuk dengan bumbu bistik yang meresap. Satu porsi bistik lidah bisa dimakan berdua karena menurut saya porsinya cukup besar.

Bistik lidah dan es krim Toko Oen sangat pas sebagai ajang pelepas kangen saat pulang kampung ke kota Malang yang sejuk.
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value
Date of Visit
2013-08-12
Spending Per Head
Rp60000 (Dinner)
Recommended Dishes
  • bistik lidah