1
0
0
Level4
117
6
2013-09-16 33 views
Mudik musim lebaran kemarin, saya dan pasangan menuju Kota Bandung dari Solo dengan menggunakan lajur Selatan. Dan pastinya akan melewati daerah Tasik dan Garut. Setelah berjam-jam di perjalanan dengan menggunakan mobil pribadi, kami berdua pun memutuskan untuk beristirahat sambil makan siang. Dan kebetulan saat itu telah sampai di Daerah Garut, kami pun terus mencari tempat makan yang cukup nyaman.Pada awalnya kami akan makan ditempat lain, namun karena nasi putihnya kehabisan, akhirnya kami me
Read full review

Mudik musim lebaran kemarin, saya dan pasangan menuju Kota Bandung dari Solo dengan menggunakan lajur Selatan. Dan pastinya akan melewati daerah Tasik dan Garut. Setelah berjam-jam di perjalanan dengan menggunakan mobil pribadi, kami berdua pun memutuskan untuk beristirahat sambil makan siang. Dan kebetulan saat itu telah sampai di Daerah Garut, kami pun terus mencari tempat makan yang cukup nyaman.

Pada awalnya kami akan makan ditempat lain, namun karena nasi putihnya kehabisan, akhirnya kami mendapat saran dari seorang tukang parkir untuk menuju ke Dhapur Desa. Kami pun mengikuti arahan dari tukang parkir itu dan benar saja, kami cukup suka dengan tempat ini.

Nampak depan rumah makan sudah khas menunjuk pada restoran khas masakan Sunda. Bangunan yang hampir sebagian besarnya terbuat dari bambu ini sungguh indah. Kita bisa makan di saung-saung lesehan, yang mana kita harus melewati jembatan kayu terlebih dahulu yang dibawahnya langsung kolam penangkaran ikan. Ataupun kita bisa memilih tempat duduk kursi yang ada di teras rumah bagian bawah.
7 views
1 likes
0 comments
8 views
1 likes
0 comments
11 views
1 likes
0 comments
Suasana yang sejuk, angin semilir, suara gemericik air, dan pemandangan sawah dan berlatar gunung benar-benar sangat indah dan menyamankan hati. Seperti sedang berada di desa. Apalagi ikan-ikan yang dipelihara dikolamnya sangat terawat dan bersih. Kita dapat melihat secara langsung dan jelas ikan bawal, gurame dan patin yang berukuran besar-besar.
Saya dan pasangan memilih untuk duduk lesehan di sebuah saung lesehan. Sebuah saung lesehan ini ukurannya cukup luas, bisa memuat hingga 8 orang. Namun karena kami hanya berdua, maka kami pun bisa leyeh-leyeh dan tiduran sambil menunggu pesanan datang, hihi. Di setiap saungnya pun sudah tersedia keran air da sabun cair yang pembuangannya langsung ke kolam untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Jadi kita tidak harus repot lagi mencari wastafel.

Pelayanan disini bisa dibilang standar saja, jumlah pelayan tidak terlalu banyak sehingga mereka pun cukup kewalahan melayani pengunjung. Mungkin karena sedang suasana lebaran juga sehingga banyak yang meliburkan diri. Namun, untungnya mereka tetap berusaha cepat membantu melayani semua pengunjung.

Sistem pemesanan disini adalah semi-prasmanan. Saat masuk kedalam resto, kita langsung memilih menu mana yang menjadi pilihan, karena menu tersebut sudah dideretkan di sebuah meja panjang. Lalu pelayan akan memasakkan/ menghangatkannya dan mengantarnya langsung ke tempat duduk kita. Setelah memesan pun, kita harus langsung membayar pesanan kita. Namun sayangnya saat itu pilihan menunya tidak terlalu banyak, mungkin sang koki pun banyak yang meliburkan diri, hehe.
8 views
1 likes
0 comments
Saya memesan Nasi Timbel (Rp. 5.000), Ayam Bakar (Rp. 12.500), Tempe Mendoan (Rp. 2.000) dan Karedok (Rp. 7.900). Nasi timbel sangat pulen dan harum karena terbungkus daun pisang. Ayam bakarnya pun enak, bumbunya meresap ke dalam daging dan kemanisannya pas. Karedoknya sangat segar karena terdiri dari beberapa sayuran mentah seperti kol, mentimun, kacang panjang dan tauge. Namun sayang porsinya sedikit, hihi. Nah, untuk tempe mendoannya saya agak kurang puas, karena potongan tempenya yang kecil namun terigunya yang banyak. Makan disini harus irit-irit cocol sambal, karena sambal dan lalapan tetap harus dikenakan charge yaitu Rp. 5.000/ porsinya, hehe.
5 views
1 likes
0 comments
8 views
1 likes
0 comments
10 views
1 likes
0 comments
Overall, saya cukup puas makan disini. Rasa makanan yang cukup enak ditambah suasana dan pemandangan yang sangat indah dan sangat bersih, bisa menghilangkan rasa cape akibat perjalanan cukup panjang. Bagi kalian yang seringkali melewati jalur Selatan, resto ini bisa dicoba loh...


(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value
Date of Visit
2013-08-09
Spending Per Head
Rp40000 (Lunch)
Recommended Dishes
  • Nasi Timbel
  • Ayam Bakar
  • Karedok