3
0
0
Good For
Family Gathering
Opening Hours
Mon.-Sun. 10:00-22:00
Payment Methods
Cash / Tunai
Other Info
Parking Area
Review (3)
Level4 2015-08-07
82 views
Malam-malam plus hujan rintik memang paling enak kalau makan bakso, apalagi sama pacar. Pas banget waktu itu keadaan hujan rintik-rintik, daripada perjalanan dilanjutkan dan nantinya sakit, alhasil saya dan pacar saya mampirlah beli bakso di Bakso Solo Rindu Malam namanya, yang bertempat di Jalan Ciliwung No. 123 Surabaya, arah jalan mau ke Surabaya Town Square. Dan Bakso Solo Rindu Malam ini memiliki slogan "YANG ASLI HANYA DISINI (TIDAK BUKA CABANG). Memang yang saya tahu dan yang pernah saya lihat, disebelah depot Bakso Solo Rindu Malam ini juga terdapat depot-depot bakso solo rindu malam, jadinya saya kira satu grup atau bagaimana, dan ternyata yang asli ya yang paling pojok sendiri. Depot bakso solo ini selalu ramai pengunjung, rata-rata berkendaraan sepeda motor, tapi ada juga yang bermobil.Setelah memarkirkan sepeda motor, langsung saja kita disambut oleh alunan musik dan nyanyian keroncong khas solo. Yang memainkan musik dan yang menyanyi lelaki semua dan rata-rata sudah tua. Nyaman banget ngedengerinnya, serasa di Solo beneran kalau dengar alunan musiknya. Menu di Bakso Solo Rindu Malam ini ada bakso campur, bakso halus, bakso kasar, bakso puyuh, dan ada juga bakso kejunya. Serta ada gorengannya. Langsung saja saya memesan semangkok bakso campur. Pelayanannya cukup cepat, begitu ada pengunjung datang langsung saja pegawainya menanyakan ingin memesan bakso apa. Meskipun suasana ramai, pegawai-pegawainya bisa mengatasi. Bakso campurnya berisi 2 bakso kasar, 2 bakso halus, dan 1 tahu goreng, ditambah mie kuning dan mie putih. Kita tidak kedapetan gorengannya dikarenakan habis. Dan kita pengen nyobain bakso kejunya dan ternyata kita kehabisan juga. Kuah baksonya bening dan rasanya gurih. Daging sapi baksonya terasa sekali di setiap gigitan. Kuahnya tidak ada gajihnya, enak banget. Lebih enak makannya ditambah dengan sambal, saus, kecap, dan cuka plus kerupuk yang digantung di samping meja. Kerupuknya enak banget kalo dicocolin ke kuahnya, hehehe. Semangkuk bakso campor ini dihargai Rp 10.000,- continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2013-07-14
38 views
baksooo..meurpakan menu kuliner yang digemari oleh seantero jagat baik dari anak - anak sampai orang tua. selain karena harganya yang terjangkau untuk semua kalangan, menu kuliner ini juga sangat gampang untuk di jumpai di berbagai kota..bakso biasanya di jajakan dnegan gerobak secara berkeliling atau ada juga dengan menetap permanen, tidak hanya di warung kaki lima aja, sekarang bakso juga banyak di temui di mall - mall..ngomongin bakso, review saya kali ini juga tentang bakso.. namanya Bakso Solo Rindu Malam, mungkin bakso ini tidka pernah buka sampai malam..atau sampai sore aja sudah ludes jadi namanya rindu malam, hehehe.. *soktau. Bakso Solo Rindu Malam ini beralamat di jalan Ciliwung No. 123, Dukuh Pakis. untuk tempatnya memang cukup sederhana dan standart warung bakso lainnya, tapi lumayan besar dan kebersihannya cukup teraga, tidak seperti warung bakso pada umumnya yang didepan warung disertakan gerobak..pada warung bakso ini justru tempat meracik baksonya berada di dalem..cukup ramai pembelinya padahal bukan jam makan siang..menggunakan meja panjang yang di padu denganbangku kayu panjang..pesanan saya jatuh pada bakso campur..semangkuk bakso ini terdiri dari bihun, mie kuning, 2 bakso telur puyuh, 1 bakso urat, 1 bakso halus dan tahu goreng lalu taburan porongan seledri dan bawang goreng..kuahnya memang tidak terllau bening dan agak berlemak..tapi rasanya sangat sedao dan gurih walau tanpa bumbu pelengkap (kecap dan saos). baksonya kenyal tapi tidak terlalu, jadi pas digigit juga ga terlalu susah, enak..rasa dagingnya juga cukup kuat..saya belah yang isinya telor, emm..enak..apalagi disantap ketika masih hangat..jadi tambah nikmat.. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)