2
1
0
Opening Hours
Mon.-Sun. 10:00-22:00
Payment Methods
Cash / Tunai
Other Info
Parking Area
Review (3)
Level2 2016-05-15
637 views
Akhirnya, rasa penasaranku akan Depot Slamet yang fenomenal itu terwujud juga. Sabtu sore kemarin (14/5), aku beserta keluargaku pergi ke Depot Slamet di daerah Dharmawangsa untuk pertama kalinya. Kali ini, aku yang mentraktir, karena baru dapat rezeki, hehe.Kami memesan pada pukul 16:35. Makanan yang kami pesan adalah nasi goreng udang (Rp. 30.000), kwetiaw goreng (Rp. 36.000) dan ayam goreng tepung (Rp. 38.000). Minumannya, kami pesan 3 gelas es teh manis jumbo (Rp. 8000/gelas, jadinya Rp. 24.000), es jeruk manis (Rp. 10.000) dan es kelengkeng (Rp. 14.000). Ditambah 2 kerupuk ikan seharga 6000/bungkus (jadi Rp. 12.000). Harga-harga itu ku hitung berdasarkan apa yang ada di buku menu. Totalnya semua habis Rp. 164.000Jam 16:45, minuman baru datang. Dan setelah 30 menit menunggu, barulah makanan datang ke meja kami (jam 17:05). Cukup lama juga, tapi tak heran bila melihat orang yang datang banyak (walau tak semua meja penuh) ditambah pula pesanan orang yang dibawa pulang. Kami langsung menyerbu satu persatu makanan. Yang pertama dicoba adalah ayam goreng tepung. Ayamnya dipotong kecil-kecil, diselimuti dengan tepung. Tepungnya empuk, daging ayamnya gurih. Jumlah ayamnya sekitar 13-14 potong. Ada saus taoco sebagai pelengkap, dan rasanya pun cocok sebagai cocolan pada ayam goreng tepung ini. Nasi goreng udangnya enak, gurih, manis. Ada potongan telur orak-arik bercampur dalam nasi gorengnya, tapi potongan udangnya cukup sedikit. Sementara, kwetiaw gorengnya enak. Porsi mienya besar, begitu pula potongan daging, potongan udang dan telur orak-ariknya. Ada sayur sawi dan kecambah pula. Rasanya gurih. Es teh jumbonya tak terlalu manis, sementara es kelengkengnya agak asam. Es jeruknya manis, asli perasan buah jeruk. Kami pulang jam 17:30 dengan perasaan puas dan kenyang. Bahkan, saking kenyangnya, kwetiaw dan ayam goreng tepungnya sampai dibungkus, padahal kami datang berlima, hehe. Lain kali bakal kesini lagi ah, mungkin saat traktiran ulang tahunku nanti, hehe. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level2 2014-10-04
261 views
Waktu itu teman saya berulang tahun. Dia mengadakan traktiran di depot slamet. Dia memesan fuyunghai dan nasi goreng. Saya kaget kok cuma pesan itu saja padahal kami datang berempat.Sekitar 1 jam baru makanan datang. Fiuh... capeknya menunggu. Tapi saya lihat semua pengunjung di sana sabar menunggu. Ya mungkin lama baru datang karena pengunjung depot satu ini banyak banget.Saya kaget banget waktu melihat porsi makanannya. Banyak banget menurut saya. Pantas aja teman saya hanya pesan nasi goreng dan fuyunghai.Setelah mencicipi saya puas. Rasa nasi goreng dan fuyunghai nya lumayan enak. Cuma kalau fuyunghainya agak kurang isiannya. Jadi cuma kerasa telur doang. Hehehe.Untuk harga menurut saya gak mahal apalagi dengan porsi banyak kayak gitu. Harga nya berkisar 20 ribuan. Hemat banget kalau dibuat traktiran continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2012-09-21
326 views
Halo Openricer...Pada kesempatan ini, saya mau memberi sedikit review tentang Depot Slamet. Dari namanya mungkin terlihat seperti depot yang hanya menyajikan masakan khas Indonesia, namun ternyata depot ini tidak hanya menyajikan menu Indonesia loh. Di depot ini juga menyajikan menu Tionghoa seperti I Fu Mie, Koloke Kolobak, Capcay dan sebagainya.Saya biasanya makan di depot ini sekitar jam 8 malam ke atas, dan depot ini selalu ramai dengan pelanggan yang memadati seluruh meja dan kursi di depot ini. Walaupun terdiri atas 2 lantai, namun tetap saja tidak cukup untuk menampung pelanggan yang terus berdatangan. Ruangan depot di lantai 1 ini dilengkapi dengan fasilitas AC dan TV. Namun dari kebersihan masih sangat kurang karena banyak tisu-tisu dan makanan yang jatuh ke lantai penuh berserakan dan tidak dibersihkan sedikitpun. Pelayanan di depot ini juga sangat lama, pelanggan harus menunggu sampai setengah jam lebih baru makanan dihidangkan. Itupun tidak komplit, karena belum membawa peralatan makan, seperti piring, sendok, dan garpu. Jika pelanggan meminta sesuatu, ya harus menunggu lagi. Mungkin soal kebersihan dan pelayanan masih sangat kurang, namun makanan yang disajikan depot ini sangat terjamin baik dari kualitas bahan, rasa, dan juga porsi. Jangan kaget yah, porsi makanan di depot ini memang berukuran besar. Jadi sebaiknya kalau makan di depot ini, minimal berdua yah. Jika hanya sendiri, maka makanannya pasti tidak habis karena porsinya rata-rata untuk 2-3 orang lebih. Setiap kali makan di depot ini, saya selalu memesan I Fu Mie dan Cah Kangkung. Tapi, terakhir kali saya makan di depot ini, rasa sayur Cah Kangkungnya agak berbeda dari biasanya, yaitu sedikit asin. Tapi I Fu Mienya tetap enak seperti biasanya, saya paling suka menu ini karena ada telur puyuhnya juga. Harga menu makanan disini berkisar Rp 20.000,- lebih namun sesuai dengan ukuran porsinya yang besar. Saya pernah melihat ada sekelompok cowok yang terdiri atas 4 orang, memesan 1 porsi nasi goreng untuk dimakan berempat. So sweet yah. Beberapa kali makan di depot ini, saya merasa heran mengapa depot ini menyajikan masakan Tionghoa padahal nama depot ini jelas-jelas adalah nama orang Indonesia. Namun terakhir kali saya makan di depot ini, terjawab juga pertanyaan saya. Pemilik depot ini adalah sepasang suami istri dimana sang suaminya adalah orang Jawa alias orang Indonesia asli, yang menikah dengan seorang wanita Tionghoa. Jadi tidak heran lagi kan kalau depot ini juga menyediakan masakan Tionghoa? continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)