6
0
0
Telephone
(0274) 415550
Opening Hours
Mon.-Sun. 10:00-22:00
Payment Methods
Cash / Tunai
Other Info
Parking Area
Signature Dishes
Soup Timlo Suwir Suwir Duck
Review (6)
Level4 2013-09-16
424 views
Di hari Minggu yang cerah, saya dan teman-teman mengunjungi Keraton dan Taman Sari. Setelah mengunjungi kedua tempat tersebut, tibalah waktu makan siang, dan meluncurlah kami ke Bale Raos yang letaknya tak jauh dari Keraton.Keunikan Bale Raos adalah, tempat ini menyajikan makanan-makanan kesukaan para Sultan Yogyakarta di tempat dengan arsitektur yang sangat Jawa. Ruangan di Bale Raos bersifat terbuka, jadi tidak menggunakan pendingin ruangan. Saat saya datang, tempat ini masih sepi, namun tak lama datanglah rombongan yang langsung memenuhi hampir separuh tempat ini. Bale Raos merupakan tempat yang banyak dikunjungi turis di Yogyakarta, jadi ada baiknya untuk datang lebih awal untuk makan siang atau makan malam.Di meja kami sudah tersedia gelas-gelas berisikan air putih, dan tak lama disajikan juga sepiring kerupuk jagung yang ternyata enak juga kalau dicampur dengan nasi. Masing-masing dari kamipun memilih makanan yang beberapa di antaranya diberi keterangan bahwa makanan tersebut merupakan favorit dari Sultan, mulai dari Sultan ke VII sampai dengan ke X, juga GKR Hemas.Dan inilah makanan dan minuman ala Sultan kami siang itu :Es Sapaitu merupakan minuman sarsaparila yang dicampur dengan susu kental dan es. Sarsaparilanya yang dipakai di sini berasal dari Yogyakarta. Rasanya kurang lebih seperti root bear float.Hidangan ini konon biasa dihidangkan pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono VIII sekitar tahun 1920-1930an. Sudah keren yah makanan jaman itu, saya aja jarang makan salad. Salad dengan isi sayur-sayuran dengan topping mayonaise, keju, dan telor ini porsinya cukup besar, sehingga cocok untuk sharing.Roti Jok merupakan roti yang terbuat dari tepung beras dan tepung terigu dan disajikan dengan semur ayam. Hidangan ini konon merupakan favorit dari Sultan Hamengku Buwono VIII.Lombok Kethok merupakan hidangan favorit SUltan Hamengku Buwono mulai dari VI sampai IX yang terbuat dari daging sapi yang dimasak seperti semur dengan potongan cabai besar dan irisan tomat hijau.Lidah sapi yang empuk dengan bumbu yang enak ini disajikan dengan 'kentang ongklok' dan serces (setup sayuran favorit Sri Sultan Hamengku Buwono IX).Menu yang konon juga kesenangan Sri Sultan Hamengku Buwono IX ini terbuat daging sapi giling dengan kuah semur manis, dan disajikan dengan puree kentang dan sayuran.Nasi Tradisional Set ini merupakan perpaduan nasi merah dari Wonosari dengan beberapa makanan favorit kesultanan, di antaranya Gecok Ganem (bakso yang disajikan dengan santan, kesukaan Sultan Hamengku Buwono IX), Oseng Daun Pepaya (kesukaan GKR Hemas), Tempe & Tahu Bacem, serta Lombok Kethok.Pecal ayam berupa ayam panggang yang berbumbukan berbagai rempah-rempah dan kemangi.Dessert berupa setup nanas dipadu dengan whipped cream ini merupakan salah satu kegemaran Sultan Hamengku Buwono VIII. Kalau hanya dimakan bagian atasnya saja, rasanya akan tawar, oleh karena itu harus diaduk sampai ke bagian bawahnya.Kudapan dengan penampilan unik yang juga favorit Sultan Hamengku Buwono VIII ini (banyak yah favoritnya) berupa pisang kepok yang dibelah dua yang diikat dengan daun pandan, dijepitkan ke bambu dan dibakar.Manuk Nom merupakan dessert berupa pudding yang berbentuk seperti burung (dengan sayap emping?) terbuat dari tape ketan hijau dan telor. Di jaman Sri Sultan Hamengku Buwono VII, hidangan ini biasa dinikmati sebagai dessert, sedangkan di era Sri Sultan Hamengku Buwono VIII disajikan sebagai appetizer.Bagaimana kesan saya setelah mencoba makanan kesukaan para Sultan? Ternyata selera saya dan Sultan agak berbeda. Dari rasa menurut saya belum ada yang mengesankan saya, tapi cukup memuaskan. Harga yang dipasangpun tergolong affordable. Walaupun begitu, menurut saya Bale Raos tetap patut dikunjungi dalam agenda perjalanan ke Yogyakarta. Di mana lagi bisa mencicipi makanan-makanan kesukaan para Sultan selain di sini? Sugeng dahar. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2013-01-11
168 views
Kesan etnik dan klasik sudah terasa sejak melihat bangunan Bale Raos dan semakin kental ketika memasuki ruangan di dalamnya. Petugas menyambut dengan mengenakan kebaya yang anggun dan mengucapkan salam.Tempat dan SuasanaJawa klasik, begitu kesan saya pada restoran ini. Meja dan kursi dari kayu jati dengan taplak batik nan cantik. Di sini pengunjung dihibur musik dari gamelan yang memberikan nuansa tenang, syahdu, dan menenangkan perasaan.MenuNah, menunya ini yang agak membingungkan. Beragam dan namanya tidak umum. Ada bir jawa, semur piyik, tapak kucing, prawan kenes, semur ayam panji, dan dendeng ragi, serta menu lainnya dengan nama yang lebih unik. Tapi jangan kuatir, petugasnya dengan sabar akan membantu kita mengetahui masakan di balik nama yang unik tersebut yang konon merupakan masakan-masakan favorit para raja. RasaSaya memesan daging lombok kethok dan bir jawa. Rupanya daging lombok kethok itu adalah daging sapi yang dipotong-potong diberi kecap dan bumbu lainnya,kemudian dihidangkan dengan irisan cabe merah dan cabe hijau. Penampilannya cantik. Rasanya itu unik, tidak seperti semur, juga tidak seperti bistik. Yang penting enak hehehe. Untuk bir jawa, tidak ada alkoholnya sama sekali. Minuman ini mengandung rempah-rempah seperti serai, kayu manis, jeruk nipis, jahe, dan rempah-rempah lain yang saya tidak tahu namanya. Harganya cukup mahal sih. Rasanya lumayan sih, tapi yang penting menghangatkan tubuh.Makan di sini memang cukup mahal, tapi kualitasnya sebanding kok. Jadi sehabis wisata keraton, sempatkan makan siang atau malam di sini. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2012-08-01
132 views
hemm... kali ini jatahnya keliling jogja, , yang gak cuma cantik panoramanya aja, tetapi ada bebrapa resto unik yang wajib dicicipi,, kali ini sasarannya ke BALE RAOS . yang konon ini menu-menu ke sultanan lhooo...Menu: menu disini sangat bervariasi ada bebek suwir, garang asem, perkedel, bebek suwir, bistik lidah, kimlo, perkedel jagung, gecak genem, trancam dan masakan khas jawa lainnya, yang di kemas sederhana, tapi rasanyaa antik,, maksutya rasa tempo dulu yang eeennaaakk banget, kali ini aku pesen menu bebek-bebekan, alias bebek suwir yang rasanya hemmm....uueennaaakk tenan. bebeknya lain dari yang lain, biasanya kan kalo beli bebek ya persis penyajian seperti beli ayam goreng/opor, tapi ini beda, dengan piring yang cantik dan penataan yang cantik, jadi menambah selera makan, rasa rempahnya khas banget, kental sekali jawanya. ditemani sekul golong dan enaknya bebek suwir jadi betah disini...rasanyaaa Guuriihh banget. apalagi nasinya nasi liwet...enaakke poll deh.bebek suwirnya tu kecil-kecil potongannya tapi lembut banget. enak pokokmya.suasana:tempatnya yang dekat dengan keraton, jadi resto ini bernuansa jawa klasik, dominasi warna cokelat dengan meja kursi kayu, dan untuk pelayanan makanan pun tempatna dalam wadah berbentuk seperti kendil besar...unik dan antik sekali, pelayanan ok punya, great servise deh, oya ada live music jawanya lho.....asik asik asik...harga:untuk harga memang agak standar ke atas, mulai dari 20.000/porsi sampe 100.000/porsitapi untuk rasa, gak bakal kecewa... continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2012-05-05
97 views
lokasinya di jalan magangan kulon no.1, tempat luas termasuk parkirannya juga..rapi dan bersih dengan bangunan jawa,pelayannya ramah ramah banget,...meja dan kursi yg dipakai pun unik seperti kursi kursi kerajaan. kata temen temn sih ini rumah makan untuk raja raja....menu menu yg ditawarkan ada urip-urip gulung, bistik jawa, bistik lidah,garang asem,Bebek Suwir Suwir,sanggar dll...untuk minumannya ada teh poci,beras kencur,dan minuman ramuan....==>bistik jawa, daging Sapi giling dengan kuah semur manis trs ada pure kentang sama sauted sayuran, rasanya nampoooll nih....==> sanggar, untuk sanggar sama dari daging sapi tapi daging sapinya dibakar dengan bumbu rempah, yg di jepit trs dilumuri santan kental...yummy juga nih perlu di coba lagi klo datneg kesini...==> es asam, esnya segerrr slurrppp..ada sedikit manis dan asem.... continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2012-02-29
74 views
bale raos ini katanya adalah resto yang menyajikan makanan kesukaan sultan keraton. lokasinya terletak di komplek keraton jogja. suasana dalamnya jawa abis. ada alunan musik gamelan. lalu ada aneka burung yang disangkarkan. pokoknya tempat ini asik dan suasananya nyaman banget deh.kali ini saya mencicipi beberapa menu seperti :1. Prawan Kenes: sejenis pisang yang dikukus lalu dibakar pake santan yang kental, rasanya enak, manis, dan gurih.2. roti jok : sejenis roti yang dibuat dari tepung beras dan tepung terigu yang dikasi semur ayam. rasanya cukup enak tetapi lebih enak dinikmati dengan nasi hehehehe3. bistik jawa : bistiknya enak, dagingnya empuk dan berbumbu. saus bistiknya juga gurih. nga kalah enak dari steak barat.pelayanannya baik dan ramah banget. pelayannya murah senyum, dan tutur bahasanya lemah lembut banget. hehehehe penyajian makanannya sedikit membuat kita menunggu. tetapi masih dalam batas wajar. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)