14
2
0
Telephone
(0274) 547315
Good For
Family Gathering
Opening Hours
Mon.-Sun. 00:00-00:00
Payment Methods
Cash / Tunai
Other Info
Parking Area
Review (16)
Level2 2016-02-26
395 views
Foto-foto ini diambil di Cafe House Of Raminten JL.FM Noto No.7 Kotabaru. Konsepnya cafe tapi menunya banyak yang tradisional kayak jamu-jamuan minuman khas jawa dan makanan tradisional. Musik-musik yang mengalun juga musik tradisonal Jawa. Nggak heran kalo cafe ini sangat ramai didatangi orang dari berbagai usia, bahkan bule-bule juga. Harga menu yang paling murah 1000 rupiah, yaitu nasi kucing. Ada juga nasi liwet 2000-an dan nasi bakar 6000-an. Yang unik lagi tempat menghidangkannya. Gelas untuk wedhang sere itu tinggi banget. Kalau pesan es klapa muda juga ati-ati, pesen 1 aja bisa buat ramai-ramai karena gelasnya hapir segede baskom. Nah, pas saya pesen teh susu, bentuk cangkirnya seperti...........namanya.Ngga heran klo Raminten jadi salah satu tempat favorit saya di Jogja.Pokoknya letaknya strategis. Deket ma Kalicode, Mirota Bakery, dan shelter Trans Jogja. Kalau mau ke Tugu atau Malioboro juga enggak jauh lah dari situ.Bisa dibilang House Of Raminten ini unik banget. Semacam angkringan tapi bergaya ala cafe atau semi restoran. Buat nongkrong juga oke banget. Buka 24 jam dan kalau malam suasananya lebih asik daripada siang. Yang nongkrong di sini juga bervariasi mulai dari remaja, mahasiswa, orang kantoran, bule dan kalangan menengah.Waktu itu tempatnya full, jadi kami berempat nunggu dulu di tempat reservasi. Pesen tempat buat berempat. Sambil nunggu, disediain layar TV gede yang nayangin stasiun TV luar negeri (HBO). Lumayanlah dihibur dengan suasana sekitar. Ada juga kereta kuda yang dijadiin pajangan di depan pelataran HOR. Trus, HOR ini juga ber wi-fi. Jadi kalo mo bawa laptop bisa-bisa aja nih.Setengah jam kemudian, barulah kami mendapat tempat dan masuk. Kami duduk di lesehan lantai dasar. Suasana HOR begitu apik dengan lampu kelip-kelip dan temaram. Ternyata para pelayan HOR berpakaian eksotis ala Jogja banget. Menu yang tersedia macam-macam ada mie instan, nasi kucing, kentang goreng, gorengan, sate keong, ayam, aneka jenis wedangan ala Jawa, kelapa muda, dll. Harga nasi kucingnya sama dengan angkringan pinggir jalan. 1000 perak! Kalo pesen double jadinya 2000 rupiah. Aku juga pesen minumai serai seharga 9000 rupiah. Gelas buat penyajiannya tinggi banget. I’m sitting and the glass is taller than my head when it served in my table. Kebayang kan minumnya susah? Nggak ada sedotannya lagi hihihi. Temenku yang pesen es kelapa muda, gelasnya hampir segede baskom kecil. Jadi, segelas minuman bisa buat dua orang. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level1 2014-04-15
440 views
Pengalaman yang seru waktu makan di Raminten. Dari plang di depan restonya aja udah menarik perhatian. Waktu nanya ke driver, konon katanya Raminten itu yang punya sama seperti yang punya Mirota. Wah makin seru ngebayanginnya. Soalnya selalu inget foto pemiliknya yang nyetrik abis Pengalaman serunya dimulau dari entrance, etnik, unik, tapi ada kesan mistis. Makin penasaran..Saya diarahkan ke lantai 2. Duduknya lesehan dengan semilir2 angin dari tempat yang terbuka, pakaian waiter dan waitress nya juga unik. Pas liat menu, oke, harganya terjangkau sekali. Makin nggak sabar mau order. Karena saya kesana sore dan mau ke airport balik ke Jakarta, jadi saya pesan cemilan2 aja, es buah dan tempe goreng.Setelah order, nggak lama pesanannya keluar. Tempe goreng dan saya kaget waktu waiter-nya bawain gelas segede-gedenya, ternyata itu pesanan es buah saya. Mau ketawa ngakak liatnya.. Itu ukurannya bisa buat 2-3 orang kayanya.. Hahahaha.. Ok, saya mulai mau me-review, tampilan enak, rasanya enak juga nggak? Dan nggak mengecewakan.. Rasanya enak, isinya banyak So, this is one of my best experience in Jogja besides all the heritage culture and their traditional food. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2013-10-04
684 views
nama House Of Raminten di jogja sudah cukup terkenal ya, rumah makan nyentrik dan unik ini memang bukan pendatang baru di dunia kuliner jogja. alamatnya berada di jalan Faridan Muridan Noto No. 7, Kotabaru. rumah makan ini memiliki tempat yang cukup besar dengan nuansa jawa yang sangat kental, seneng deh kalau kesini..asyik tempatnya.. ada area lesehan dan juga duduk di kursi, lesehannya juga disediakan kayak semacam kursi ada sandarannya..di dalem rumah makan ini ada benda - benda kuno, terus tulis tulisan yang menurut saya cukup nyeleneh, hehehe..ga cuma tempatnya yang unik, nama - nama menu yang disediakan juga unik lho..menu yang disediakan cukup banyak dan beragam. selain menu..seragam yang dunakan oleh pelayannya juga berbeda dengan rumah makan kebanyakan, kalau yang cewek pada pakau kemben..pokoknya nuansa njawani banget deh, like...es teler house of raminten, es teler ini isinya terdiri dari buah alpukat, irisan pisang, nangka dan kelapa muda serta es batu..disajikan dengan gelas seperti mangkok yang tinggi, manis dan seger..es dawet gladri, nah kalau minuman yang ini belum pernah saya temui di resto lain ya, es dawet yang ini berbeda dengan es dawet kebanyakan..di raminten ini es dawet gladri ditawarkan dengan gelas kecil dan juga jumbo, saya memilih gelas jumbo..isi dari es dawet ini selain dicendol dan santan di campur dengan nangka dan cincau serta air gula.. porsinya emang jumbo, ukuran gelasnya aja besar.. sampe kenyang nih minum dawet.manis.. sluurrpp continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Level4 2013-09-24
473 views
Halo OpenRicers,Di Jogja ini House of Raminten emang udah terkenal banget ya, karena konsepnya yang unik dan juga harganya yang murah dibandingkan dengan makanan di daerah Malioboro. Untuk kunjungan gw kali ini, gw memesan Susu putih biasa dan juga untuk cemilan gw pesen tempe mendoan dan risol pisang. Pas dateng, gw cukup terkejut dengan gelas yang disediakan disini hehe. bisa diliat sendiri bentuknya apa ya rasanya? ga ada yang istimewa, kayak susu kentel manis hangat aja Mendoan berisi 3 potong tempe yang ukurannya bisa dibilang besar dan juga ada cabe rawit buat makannya, sebenernya untuk mendoannya terlalu berminyak gorengnya, karena pas saya peras dengan tissue pun masih banyak banget minyak yang tersisa Risol Pisangnya, memang bentuknya tidak menarik, tapi soal rasa bisa dibilang lumayan lah, dilapisan risolnya ga terlalu garing dan juga pisang didalemnya itu manis, pas banget dimakan sore hari.Selamat mencoba! continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)
Hari baru menjelang sore ketika saya tiba di Jogja, perut belum terlalu lapar, tapi mulut ingin mengunyah, akhirnya saya dan teman-teman memutuskan untuk ngemil di satu tempat bernama House of Raminten.Setiba di House of Raminten, kami disambut dengan banyak gambar 'Raminten' berupa sosok ibu paruh baya bermake up tebal, dan berbaju tradisional kebaya. Uniknya adalah, si Raminten itu sebenarnya adalah seorang pria, rupanya Raminten merupakan salah satu tokoh sitcom yang diperankan si pemilik, yang juga merupakan pemilik dari Mirota batik.House of Raminten di Kotabaru ini nuansanya sangat Jawa, sebagian besar berupa lesehan yang didominasi warna coklat, dengan unsur kayu-kayuan dan bambu.Melengkapi suasana yang ada, para pelayan di sinipun mengenakan baju tradisional.Menu yang ditawarkan House of Raminten cukup bervariasi, mulai dari makanan berat seperti sego-segoan (nasi-nasian), bubur, bakso, juga cemilan seperti risoles, lumpia, tahu, pisang bakar yang beberapa dinamai dengan nama-nama yang nyeleneh.Berikut beberapa hasil ngemil kami sore itu:Kelamud Tamanan Jumbo merupakan es kelapa muda dengan sirup yang tersaji di dalam gelas berukuran jumbo. Ukurannya benar-benar besar loh, bisa untuk sharing bertiga atau berempat. Sedangkan Gajah Ndekem merupakan teh yang di dalamnya diberi sebuah apel, benar-benar 1 buah apel yang sudah dikupas. Sejujurnya teman saya bingung cara minumnya, akhirnya hanya diminum sebagai teh biasa.Carica merupakan sejenis pepaya yang tumbuh di dataran tinggi, rasanya sendiri manis, sedikit asam, sehingga cocok sekali disajikan dengan sirup dan es. Rasanya segar.Judulnya mau ngemil, tapi memang pesanan saya ini agak aneh untuk ngemil, Tempe Telor Penyet. Sebenarnya menu ini cocoknya sebagai lauk makan nasi, tapi karena saya belum ingin makan nasi, tapi tergoda menu ini, akhirnya lauk ini saya pesan untuk digado saja. Terlihat pada gambar bahwa tempe telornya masih terpisah dengan sambal, jadi harus dipenyet sendiri, makanya disediakan ulekan. Suprisingly rasanya enak, tempenya cukup besar, sambalnya juga mantap, sesungguhnya memang ditambah nasi putih hangat akan lebih nikmat lagi,Selain itu saya juga memesan Tahu Pong Pung yang berupa 3 buah tahu isi. Ukurannya lumayan besar dan rasanya juga enak. Sesungguhnya dengan ngemil Tempe Telor Penyet dan Tahu ini saya sudah kenyang (padahal tahunya saya hanya makan satu setengah).Es Krim Bakar ini merupakan roti bakar yang diberi es krim serta parutan keju di atasnya. Lumayan untuk cuci mulut di sore hari walau tidak terlalu istimewa.Apa yang membuat saya senang makan di House of Raminten ini? Murah! Selain murah, rasa makanan yang disajikan-pun cukup memuaskan, dan tempat ini buka 24 jam. House of Raminten dapat dijadikan option untuk ngemil ataupun makan siang dan malam di Yogyakarta. Sebaiknya jangan datang ke sini dalam keadaan lapar, karena penyajian makanannya memakan waktu yang lama, seperti sudah diperingatkan dengan tulisan di bagian depan restoran semi angkringan ini. continue reading
(The above review is the personal opinion of a user which does not represent OpenRice's point of view.)