14
2
0
Level4
Hari baru menjelang sore ketika saya tiba di Jogja, perut belum terlalu lapar, tapi mulut ingin mengunyah, akhirnya saya dan teman-teman memutuskan untuk ngemil di satu tempat bernama House of Raminten.Setiba di House of Raminten, kami disambut dengan banyak gambar 'Raminten' berupa sosok ibu paruh baya bermake up tebal, dan berbaju tradisional kebaya. Uniknya adalah, si Raminten itu sebenarnya adalah seorang pria, rupanya Raminten merupakan salah satu tokoh sitcom yang diperankan si pemilik, ya
Read full review
Hari baru menjelang sore ketika saya tiba di Jogja, perut belum terlalu lapar, tapi mulut ingin mengunyah, akhirnya saya dan teman-teman memutuskan untuk ngemil di satu tempat bernama House of Raminten.
114 views
1 likes
0 comments
Setiba di House of Raminten, kami disambut dengan banyak gambar 'Raminten' berupa sosok ibu paruh baya bermake up tebal, dan berbaju tradisional kebaya. Uniknya adalah, si Raminten itu sebenarnya adalah seorang pria, rupanya Raminten merupakan salah satu tokoh sitcom yang diperankan si pemilik, yang juga merupakan pemilik dari Mirota batik.
111 views
1 likes
0 comments
House of Raminten di Kotabaru ini nuansanya sangat Jawa, sebagian besar berupa lesehan yang didominasi warna coklat, dengan unsur kayu-kayuan dan bambu.
109 views
1 likes
0 comments
116 views
1 likes
0 comments
Melengkapi suasana yang ada, para pelayan di sinipun mengenakan baju tradisional.
127 views
1 likes
0 comments
Menu yang ditawarkan House of Raminten cukup bervariasi, mulai dari makanan berat seperti sego-segoan (nasi-nasian), bubur, bakso, juga cemilan seperti risoles, lumpia, tahu, pisang bakar yang beberapa dinamai dengan nama-nama yang nyeleneh.

Berikut beberapa hasil ngemil kami sore itu:
195 views
1 likes
0 comments
Kelamud Tamanan Jumbo merupakan es kelapa muda dengan sirup yang tersaji di dalam gelas berukuran jumbo. Ukurannya benar-benar besar loh, bisa untuk sharing bertiga atau berempat. Sedangkan Gajah Ndekem merupakan teh yang di dalamnya diberi sebuah apel, benar-benar 1 buah apel yang sudah dikupas. Sejujurnya teman saya bingung cara minumnya, akhirnya hanya diminum sebagai teh biasa.
129 views
1 likes
0 comments
Carica merupakan sejenis pepaya yang tumbuh di dataran tinggi, rasanya sendiri manis, sedikit asam, sehingga cocok sekali disajikan dengan sirup dan es. Rasanya segar.
143 views
1 likes
0 comments
Judulnya mau ngemil, tapi memang pesanan saya ini agak aneh untuk ngemil, Tempe Telor Penyet. Sebenarnya menu ini cocoknya sebagai lauk makan nasi, tapi karena saya belum ingin makan nasi, tapi tergoda menu ini, akhirnya lauk ini saya pesan untuk digado saja. Terlihat pada gambar bahwa tempe telornya masih terpisah dengan sambal, jadi harus dipenyet sendiri, makanya disediakan ulekan. Suprisingly rasanya enak, tempenya cukup besar, sambalnya juga mantap, sesungguhnya memang ditambah nasi putih hangat akan lebih nikmat lagi,
148 views
1 likes
0 comments
Selain itu saya juga memesan Tahu Pong Pung yang berupa 3 buah tahu isi. Ukurannya lumayan besar dan rasanya juga enak. Sesungguhnya dengan ngemil Tempe Telor Penyet dan Tahu ini saya sudah kenyang (padahal tahunya saya hanya makan satu setengah).
193 views
1 likes
0 comments
Es Krim Bakar ini merupakan roti bakar yang diberi es krim serta parutan keju di atasnya. Lumayan untuk cuci mulut di sore hari walau tidak terlalu istimewa.

Apa yang membuat saya senang makan di House of Raminten ini? Murah! Selain murah, rasa makanan yang disajikan-pun cukup memuaskan, dan tempat ini buka 24 jam. House of Raminten dapat dijadikan option untuk ngemil ataupun makan siang dan malam di Yogyakarta. Sebaiknya jangan datang ke sini dalam keadaan lapar, karena penyajian makanannya memakan waktu yang lama, seperti sudah diperingatkan dengan tulisan di bagian depan restoran semi angkringan ini.
(The above review is the personal opinion of an user which does not represent OpenRice's point of view.)
Post
DETAILED RATING
Taste
Decor
Service
Hygiene
Value
Spending Per Head
Rp20000 (Night Snack)
Recommended Dishes
  • Tempe Telor Penyet
  • Tahu Pong Pung