OpenRice Index
  
missnl
This is missnl living in Cilandak. I am a graphic designer, work in Lebak Bulus. I like to hang out in Tanjung Duren, Pondok Indah, Senayan. Bali, Chinese, Itali, India are my favorite cuisines. I also love Street Foods, Kafe, Restaurant, lounge and Siomay / Batagor, Pizza & Pasta, sate lilit bali.
Member 10 First(s)
No. of Review67 Review(s)
編輯推介數目33 Editor's Choice
Recommended8 Recommended
Popularity3694 View(s)
Replies in Forum1 Comment(s)
Upload Photos1237 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant42 My Restaurant(s)
Follow58 Following
粉絲391 Follower(s)
missnl  Level 3
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 51 to 55 of 67 Reviews in Indonesia
Lunch Escape at Delicato Smile May 28, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Itali | Kafe | Pizza & Pasta | Kencan / Berpasangan

Pas si bos tugas ke luar kota, pas ada undangan lunch gathering dari Openrice nih… lucky me! Jarang sekali saya bisa ikutan gathering siang karena jamnya terlalu lama melewati standard lunch hour, makanya kesempatan langka ini takkan saya sia-siakan.
Delicato, sebuah resto cozy yang berlokasi strategis di Tarogong, Jakarta Selatan. Kebetulan lokasi ini memang sudah familiar buat saya karena tidak jauh dari kantor maupun rumah. Bagi yang kurang familiar dengan area ini, sebagai patokannya tinggal cari Hero Supermarket atau Starbucks Tarogong yang mengapit Delicato, di seberangnya juga ada pom bensin, dan dekat dengan Hotel Kristal.

Inside The Restaurant
Kapasitas Delicato tidak terlalu besar hanya sekitar 30-35 orang dengan area indoor & outdoor. Jika datang di siang hari saat matahari sedang bersinar terik, duduk di dalam resto ini jadi terasa sangat nyaman karena suasananya yang cozy, homey, dan tentunya sejuk dengan bantuan AC. Interiornya dibuat seperti trattoria di italia dengan taplak kotak-kotak merah-putih, meja dan kursi kayu, hiasan vintage poster di dinding, dan lighting yang temaram. Di salah satu dinding bagian samping ada papan tulis besar tempat menuliskan menu-menu "Special Chef" yang berganti setiap bulannya. Sisi dinding satunya dipasang cermin besar sehingga memberi kesan lebih luas pada ruangan. Tak ketinggalan ada musik ala Italia yang menambah nyaman suasana di dalam resto.
Interiors

Interiors

 
The Foods
Special Chef's Menu

Special Chef's Menu

 
Setelah menunggu (para Openricers yang telat) cukup lama, dimulai juga gathering ini dengan dikeluarkannya makanan-makanan lezat nan menggugah selera. Berikut liputannya:
Pastas

Pastas

 
Tortelloni (45k) - Fresh pasta stuffed with minced beef
Sebagai hidangan yang keluar nomor satu, ternyata rasanya nomor satu juga loh! Konsepnya mirip dengan ravioli yaitu pasta yang di dalamnya ada isinya, tapi bentuk dan isinya berbeda. Pastanya sudah tentu home made, dengan ketebalan yang pas sehingga rasanya balance dengan isi dan saus cream-nya. Isian daging sapi cincangnya empuk, dibumbui dengan pas.. dan akhirnya.. saus cream bersama keju mozarella serta taburan parmesan yang menyatukan hidangan ini menjadi enak, creamy dan gurih. This is my favorite one!

Penne Gamberi (48k) - Penne with shrimp in tomato sauce
Penne dengan udang yang dimasak dengan saus marinara. Menurut sang chef, herbs yang digunakan adalah basil dan oregano, dengan home made tomato sauce yang rasanya pas tidak terlalu asam. Topping udangnya cukup besar, lumayan banyak jumlahnya, dan kualitas udangnya baik. Pastanya sendiri dimasak dengan pas, meskipun tidak bisa dibilang al dente karena terasa cukup empuk, melebihi al dente tapi tidak sampai overcooked. Not bad, tapi secara keseluruhan rasanya tidak terlalu istimewa untuk saya, just a penne dish with shrimp in tomato sauce, that's all.
Italian Pizza

Italian Pizza

 
Deluxe Pizza (regular 65k, large 85k)
Thin crispy pizza has Italia yang berisi beef pepperoni, beef sausage, sliced black olive, mushroom, red & green paprika, onion, tomato sauce, and mozzarella. Pizza dough-nya benar-benar tipis dan crispy, ketika dimakan bagian pinggirannya sampai bunyi kriuk-kriuk gitu.. Untuk keseluruhan rasanya enak, khas home made Italian pizza. Semua pizza disini tersedia dalam 2 ukuran yaitu regular dan large, jadi bisa disesuaikan dengan jumlah orang. Pastinya untuk Openricers dihidangkan yang ukuran large (8 slices)… baik hati yah Delicato ini, mungkin ownernya tau kalau Openricers memang jagonya makan semua yah.. hehehe...
Chix n Fish

Chix n Fish

 
Pollo ala Diavolla (85k) - Half chicken with roast potato and vegetables
Setengah ekor ayam yang dipanggang dengan bumbu chilli flakes di bagian luarnya, dimakan dengan mushroom gravy sauce. Side dish berupa roast potato dengan taburan herbs dan mix salad dengan dressing thousand island. Kata salah satu Openricers yang pernah tinggal di Italia, 'diavolla' artinya setan, maksudnya hidangan ini pedas/panas. Setelah dicoba, ternyata ga pedas tuh.. hahaha.. ternyata beda standar pedasnya lidah eropa dengan Indonesia yah. Ayamnya cukup besar, empuk, matang sempurna, hanya sayang kalau menurut saya marinasi dasar (salt & pepper) kurang meresap sehingga daging bagian dalam tidak ada rasanya. Mungkin kurang lama marinasinya, apalagi ayamnya cukup besar dan tebal dagingnya. Roast potato dan salad tidak ada masalah, tapi mushroom gravy-nya asin parah! Saya yang sudah terbiasa mengurangi garam sungguh tersiksa kalau harus makan dengan saus ini.

Petto Valdostana (50k) - Chicken breast stuffed with smoked beef
Satu lagi hidangan ayam, berupa dada ayam utuh yang di-stuffed dengan smoked beef dan mozarella. Konsepnya sama dengan cordon blue, hanya finishingnya berbeda. Jika cordon blue dilapisi breadcrumbs, yang ini hanya di-pan seared lalu disiram mushroom sauce. Side dish hanya berupa mashed potato dengan taburan herbs. Tidak ada masalah dengan stuffed chicken, standar seperti cordon blue, tapiiii mushroom sauce sama asinnya dengan hidangan sebelumnya. Lebih parah lagi, yang ini mashed potatonya juga asin! Sebenarnya saya suka tekstur mashed potatonya yang masih agak sedikit kasar tapi tetap lembut dimakan, hanya ga kuat dengan asinnya. Semua Openricers pun berpendapat sama soal asinnya.

Grilled Fish - Grilled dory with mix salad
Fillet ikan dory di-grill dengan garlic lemon butter, disajikan bersama mix salad dengan balsamic vinaigrette dan olive oil. Sebenarnya ikan dory merupakan kesukaan saya, namun sayang di menu ini ikannya terlalu asin, mungkin karena ikan dory sendiri sudah agak asin dengan garlic butter yang mungkin asin juga, jadinya berlipat ganda asinnya. Sangat disayangkan karena saya jadi tidak bisa menikmati fillet ikannya, justru mixed saladnya yang enak karena saya suka balsamic vinaigrette yang segar dan kaya rasa.
The Beef

The Beef

 
Tagliatta Dimanzo (115k) - Sliced sirloin steak with butter rice
Sirloin steak yang di-sliced dengan topping sauted sliced mushroom dihidangkan bersama butter rice bercampur potongan-potongan kecil sayuran. Sirloin steak dimasak dalam tingkat medium, namun karena hidangan ini sudah cukup lama keluar baru akhirnya kami makan, dagingnya sudah seperti medium-well. Daging yang digunakan juga daging lokal, jadi memang agak sedikit keras/alot. Tidak ada yang spesial untuk butter rice, hanya nasi ditumis dengan sayuran sampai agak kecoklatan, tanpa bumbu tertentu hanya salt & pepper saja. Waitress yang mengantarkan hidangan ini mengatakan, seharusnya ada mushroom sauce untuk makan steaknya, yang akan menyusul keluar. Tapi sampai akhirnya menu ini habis dikeroyok Opernricers, ga datang juga tuh sausnya.

Filleto Con Gamberi (78k) - Grilled tenderloin and shrimp
Grilled tenderloin yang disajikan dengan udang, menurut sang head chef memang hidangan ini sengaja memadukan daging (red meat) yang bersaus creamy dengan seafood sehingga menjadi variasi baru. Daging dihidangkan pada tingkat kematangan well done (meskipun kata chef-nya medium well) tetapi masih cukup empuk dan tidak sampai jadi kering/keras meskipun sama-sama daging lokal juga. Saus zingara yang diletakkan dibawah tenderloin terasa enak dan bagusnya tidak keasinan seperti mushroom sauce di dua hidangan sebelumnya. Side dish berupa mashed potato yang lembut (untungnya yang ini tidak keasinan, leganya!) dan sauted vegetables yang kematangannya pas. Semua komponen hidangan ini menurut saya yang paling pas perpaduannya, juga pas rasanya. Kalau mau dicari kekurangannya cuma satu, yaitu udangnya yang pelit karena cuma seekor saja jadi seperti garnish belaka.

The Drinks
Drinks

Drinks

 
Italian Soda: Mojito & Cherry Cola
Italian soda basically soda water dengan sirup yah.. untuk cherry cola saya kurang suka karena rasa sirup cherry-nya agak aneh, seperti airnya manisan cherry dalam botol gitu x(. Kalau mojito memang sudah banyak dikenal ya, dengan campuran mint dan lemon. Ketika mengantarkan mojito, waitress nya berpesan, mojito ini lebih enak kalau ditambahkan beberapa tetes Tabasco. Kami semua terheran-heran dengarnya. Tabasco, beneran nih? Ga kebayang kayak apa jadinya ya… Awalnya kami semua mencicipi versi aslinya sebagaimana dihidangkan, agak asam dan sedikit wangi aroma mint dan bersoda. Baru ketika di akhir setelah selesai makan, karena masih banyak mojitonya, kami coba juga dituangi beberapa tetes Tabasco. Tak disangka, enak lho! IMO yah.. kalo saya sih suka karena rasanya jadi unik banget, ada sedikit asin, pedas, bahkan jadi ada sebersit rasa manisnya. Meskipun enak, tapi mesti hati-hati meminumnya karena agak pedas, kalo sampai tersedak bahaya nih hehe.. Beberapa Openricers yang lain ga suka sih, apalagi yang ga suka pedas dan mungkin terlalu aneh buat mereka.

Oreo Strawberry Ice
Terbuat dari strawberry ice cream di-blend dengan susu dan biskuit oreo, jadinya seperti milkshake sih sebenarnya. Meskipun ice cream yang digunakan bukan home made Delicato sendiri, tapi katanya es krim impor lho.. makanya rasanya enak, tidak eneg karena ada aroma ice cream strawberry dan tekstur dari biskuit oreo. Manisnya pas, dan tidak terlalu kental. Garnish-nya simple berupa biskuit oreo yang mengambang di bagian atas. Minuman ini yang paling laris dan habis duluan, soalnya memang paling enak diantara yang lain.

Lychee & Peach Ice Tea
Ice tea yang diberi sirup lychee dan peach. Tidak terlalu istimewa sih, apalagi basically saya bukan penggemar teh. Ketika diminum di awal pas baru disajikan masih lumayan berasa aroma sirup lychee & peach, namun ketika sudah selesai makan, si teh ini rasanya sudah benar-benar jadi hambar bahkan aroma teh pun sudah memudar, mirip air putih saja…
Chocoate Cake

Chocoate Cake

 
Chocolate Melt (30k)
Chocolate cake yang terbuat dari terigu, coklat, butter, dan telur. Topping ice cream bisa dipilih antara coklat, strawberry, atau vanilla. Cake coklatnya lembut, empuk dan hangat dengan bagian tengah yang melted (seperti lava cake kurang lebih), jadi perpaduan panas-dingin jika dimakan bersamaan dengan ice cream vanilla yang manis. Sayang ketika dihidangkan es krimnya sudah meleleh, difoto pun tampaknya tidak bagus lagi.. rupanya dessert ini sudah disiapkan agak lama sebelum dihidangkan. Garnishnya simple banget hanya sebatang pocky coklat dan daun mint, se-simple kuenya. Dessert ini enak, terasa cukup kuat coklatnya, tapi untuk saya pribadi terlalu manis meskipun warnanya gelap seperti dark chocolate. Dan.. si hitam manis ini pun menjadi penutup yang manis buat kami para Openricers yang hadir siang itu.

Delicato Crew & Service
Dalam hal service tentunya kami dilayani dengan baik karena memang ada acara khusus yaitu gathering dari Openrice, dan setiap makanan yang keluar dijelaskan ingredient/cara memasaknya. Terlebih lagi siang itu memang resto cukup sepi, selain kami yang 'menguasai' satu meja panjang, hanya ada 3 meja lain yang terisi. Dari yang saya lihat di meja customer lain, waitress dan waiternya sigap dan ramah. Hidangan pun tidak terlalu lama keluar. Untuk kami para Openricers, berkesempatan berbincang dan sedikit tanya jawab dengan sang head chef di akhir acara. Head chef Mulyadi memang piawai meracik hidangan bercita rasa Italia karena sebelumnya berpengalaman bekerja di kapal pesiar Italia. Untuk di Delicato ini, beliau memadukan taste asli Italia dengan citarasa yang disesuaikan untuk lidah orang Indonesia, menghasilkan makanan Italia yang lebih kaya rasa dan pastinya mammamia lezato.

Summary
Delicato sungguh terasa nuansa Italia-nya, baik dari makanan maupun suasana restonya. Berhubung saya belum pernah ke Italia langsung, mungkin ini bisa jadi gambaran seperti apa suasana disana yah.. Satu hal lagi, harga makanannya affordable, ga menguras kantong dan sesuai dengan jenis/kualitas makanan yang kita dapatkan.. jadi jangan ragu datang ke Delicato yah! Saya pribadi puas banget dengan acara gathering Openrice kali ini, it's a real 'escape' for me.
 
Recommended Dish(es):  Tortelloni,Filleto Con Gamberi,Mojito with Tabasco
 
Spending per head: Approximately Rp75000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Bali | Restaurant | Kumpul Keluarga

 
Warung Satria termasuk salah satu warung tersohor di Bali yang telah beroperasi lebih dari 35 tahun lamanya. Warung Satria kini sudah buka di 3 tempat, dimana 2 cabangnya yang dibuka lebih belakangan tempatnya lebih bagus dari yang aslinya. Saya pun menyempatkan mampir untuk mencoba nasi campurnya yang terkenal itu ketika sedang keliling2 denpasar. Sang driver, teman saya yang asli orang Bali pun mengantar kami ke Warung Satria yang aslinya, terletak di jalan kecil yang sulit berpapasan 2 mobil.. alhasil mobil kami pun mesti parkir di tempat yang agak jauh.

 
Warung ini tempatnya sederhana, terlihat jelas semula merupakan rumah tinggal sang pemilik yang sekarang sudah digunakan seluruhnya untuk warung makan. Meja kursi di dalamnya pun sedernaha saja dan tidak terlalu banyak, tentunya ruangan tanpa AC yang hanya mengandalkan AC alam. Ketika kami datang siang itu, warung tidak terlalu ramai karena kami datang agak lebih awal dari jam makan.

 
Ketika datang, kami langsung memesan lauk pauk yang diinginkan di etalase makanan, bawa sendiri piringnya, baru kemudian duduk. Kami pilih meja di dekat jendela meskipun tidak membantu juga alias tetap kegerahan, apalagi setelah mulai makan dan mendapati beberapa lauk yang kami pilih ternyata cukup pedas. Lauk wajib yang pasti saya coba adalah sate lilitnya, cukup enak, bumbu rempahnya terasa, tapi masih kalah enak dengan sate lilit kaki lima di denpasar yang pernah masuk kompas itu (saya lupa namanya). Lawar pun wajib buat saya untuk mencobanya, ternyata cukup enak dan tidak pedas. Ayam suwip pilihan saya lah yang ternyata pedas, sesuai dengan warnanya yang merah. Sebagai pelengkap saya juga memilih urap agar tetap ada sayurnya. Urapnya not bad, tapi bumbu kelapanya tidak terlalu berasa.

Secara keseluruhan makanannya enak, tapi ketika membayar, saya pun teringat referensi2 di internet yang mengatakan bahwa warung ini tergolong mahal untuk "kelas" warung. Yah, tak apalah kalau hanya sekali2 demi menjajal warung legendaris yang tersohor ini. tongue
 
Recommended Dish(es):  nasi campur bali
 
Spending per head: Approximately Rp35000

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 2  |  
Sesuai dengan harga
 2

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Ternyata Tak Sesuai Harapan Cry Apr 09, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kopitiam | Halal | Kumpul Keluarga

Jujur saya berharap banyak dengan resto ini, terutama karena nama besar sang empunya resto yang sudah malang melintang di dunia kuliner. Berkali2 pula saya sudah melewati resto di jalan sabang ini, akhirnya baru kesampaian mampir bersama sekelompok teman2 cewe. Siang itu kami datang untuk late lunch, karena kira2 sudah pk. 13.30. Kami pun sudah lapar berat sehabis ikut tour jalan2 keliling kota tua dari pagi hari.

Resto ini menempati satu kapling kecil yang berderet2 di jalan Sabang, sebuah kawasan pertokoan tua yang memang ramai dan sekarang terkenal sebagai salah satu pusat kuliner top di jakarta. Kopitiam Oey tampil menarik diantara toko2 di sebelahnya dengan cat bagian depan berwarna pink dan tulisan "Kopitiam Oey" menjadi nameplate yang sederhana dan terlihat old style. Pintu masuknya dan keseluruhan bagian depan resto bergaya kawasan chinatown di batavia kuno, sungguh menarik! Agak disayangkan bagian depan ini terhalang gerobak sate yang memang sengaja diletakkan di situ. Mungkin maksudnya agar benar2 seperti suasana resto tempo dulu yg di depannya sering ada penjual makanan kaki lima numpang mangkal, atau mungkin sekaligus sebagai "perluasan" dapur juga yah? mengingat kecilnya area resto ini.smile

Masuk ke dalam ruangan, terasa sejuknya AC, tentu melegakan bagi kami yang habis kepanasan di luar, pas siang2 begini...mad Interior dalam ruangan pun tak kalah cantik, kursi2 bergaya antik dari kayu, meja kayu dengan marmer di atasnya, dinding dipenuhi hiasan iklan2 kuno yang dipigura, dan beberapa pernak pernik old style lainnya.

Siang itu resto cukup penuh, beruntung kami bisa mendapat tempat yang cukup untuk kami berlima (beberapa meja kosong yg ada hanya untuk 2-3 orang saja). Segera kami memilih2 menu yang akan dipesan. Dua teman saya memilih sate ayam, satu memilih gado2, saya sendiri memilih Roti Cane dengan Kari Ayam. Satu teman saya tidak jadi pesan makanan, karena menu yang dia mau ternyata hanya ada saat breakfast time saja , jadilah dia hanya pesan minuman yang mengenyangkan saja seperti milkshake.. Tak terlalu lama makanan datang, kelihatannya menarik dari tampilan awalnya, berikut reviewnya:

 
Roti Cane dengan Kari Ayam
Tak salah saya pesan ini, karena kari ayamnya enak, gurih & creamy, hanya sayang kuahnya pelittttt banget. Hanya semangkuk mini kira2 seukuran cangkir teh, itu pun penuh karena potongan ayam di dalamnya. Jadi kuahnya sendiri benar2 sedikit, mesti saya hemat2 agar cukup untuk mencocol 2 lembar roti cane-nya. Roti canenya biasa saja, standar, dan lumayan berminyak.

Sate Ayam dgn lontong
Saya sempat mencicipi sedikit dari piring teman saya.. Lontongnya besar dan pulenny pas. Satenya sih lumayan besar2 dan berdaging, tidak banyak jerohan, tapiii... sayang sekali bumbunya tidak enak, rasanya terlalu manis dan terasa kacangnya seperti belum terlalu matang & tidak menyatu dengan minyak bumbunya. Dua teman saya yg memesan sate tentu saja kecewa berat, dan harganya pun tidak semurah sate2 gerobakan biasa. Gado2nya pun menurut teman saya biasa aja, dengan harga yang tentunya lebih mahal dari penjua gado2 kaki lima.

Overall kami agak kecewa makan di sini. Tempat oke, pelayanan standar resto/cafe, tampilan makanan oke, sayang justru rasanya yang tidak oke... Ternyata nama besar pemiliknya saja tidak cukup menjamin kami suka dengan makanannya. Meskipun tempatnya bagus, jujur, kami malas untuk kembali kedua kalinya.
 
Recommended Dish(es):  -
 
Spending per head: Approximately Rp50000

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Makan Sate di Pasar Sate Samarra OK Apr 08, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Sate | Wine | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

Saya lebih dahulu mencoba resto di sebelahnya yang notabene satu management yaitu Warung Shanghai Blue, dan waktu itu sudah sempat melihat2 venue Samarra, sungguh menarik dengan dekor timur tengahnya. Akhirnya sekarang saya pun jadi menjajal makanan di sini berbekal voucher dari Dealkeren. Asyik juga nih bisa berpetualang kuliner tapi tetap hemat. Saya datang siang hari bersama nyokap, karena nyokap yang paling fleksibel diajak makan 'genre' apa saja tongue

Interior Samarra tidak berubah dari yang pernah saya lihat dulu... ada ruangan2 bersekat ala lesehan timur tengah, ada pula yang mejanya ada di punggung unta yang sedang duduk, sungguh unik.. tapi akhirnya kami memilih ruangan bersekat lainnya yang berjendela di ujungnya sehingga tempat ini cukup terang. Meja dan kursinya panjang, dari kayu, dilengkapi bantal2 berhias khas timteng. Area ini bisa jadi semi private room (tanpa pintu, jadi tidak benar2 private) yang bisa muat 8-10 orang sebenarnya. Karena siang itu sepi, maka tak masalah kami pun menempati area itu.

 
Casablanca Crab Salad, 50k
Appetizer yang memiliki nama menarik, salad kepiting ini disajikan dingin dengan es batu di bawah selada yang mengalasi daging kepiting bercampur mayonnaise. Sebenarnya isinya merupakan bahan2 caesar salad, hanya topping nya kepiting yang tidak biasa dijumpai sebagai topping caesar salad. Ternyata daging kepiting dingin pun enak smile

 
Sate Moko Gendrang, 68k
Menu ini yang saya dapat dari voucher diskon Dealkeren, berupa set menu vegetarian yang berisi sate tempe bacem, nasi putih, tumis bayam & chickpeas, opor ayam, dan taburan serundeng, serta kerupuk beras sebagai pelengkap. Penyajiannya sangat menarik di mangkuk tanah liat berlapis daun pisang. Meskipun sebenarnya dari ingredients yang biasa saja, tapii perpaduan semuanya jika dimakan bersamaan jadi enak karena ada perpaduan rasa & tekstur.

 
Fish Green Curry, 65k
Kari hijau ini membuat kami penasaran hingga memutuskan untuk mencobanya. Berbeda dengan kari kuning atau merah yang biasa, kari hijau ini memakai daun kaffir lime, daun mint, belimbing wuluh, tomat hijau & cabe hijau. Daging ikannya pun sudah lebih dahulu digoreng sebentar sehingga tidak lembek dan rasanya enak. Rasanya asam, sedikit pedas, gurih, spicy, dan pastinya.. mak nyusss!

Sebenarnya masih banyak menu lain yang menarik dicoba, sayangnya kami hanya datang berdua jadi tak sanggup makan lebih banyak lagi. Secara keseluruhan makanannya enak, tempat unik, tapi siang itu pelayanan agak kurang cekatan & makanan cukup lama keluarnya padahal resto sedang sepi. Jika suka sate, sesuai namanya "pasar sate" disini tersedia berbagai macam sate khas berbagai daerah di indoneia yang dapat dicoba, dan tentunya koleksi wine bagi yang suka...
 
Recommended Dish(es):  casablanca crab salad
 
Date of Visit: Feb 04, 2012 

Spending per head: Approximately Rp80000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Menu Baru Dill Gourmet Cafe Smile Mar 20, 2015   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Eropa | Kafe | Burger | Dessert | Pancakes / Waffle / Crepes | Kencan / Berpasangan | Hang Out

 
Setelah membaca banyak referensi tentang cafe ini, senang sekali saya berkesempatan berkunjung langsung ke Dill Gourmet Cafe yang berada di Plaza Indonesia. Lokasi tepatnya di Lower Basement, cukup strategis karena dekat dengan eskalator dan deretan ATM. Restoran ini terbuka di dua sisi, tanpa ada pintu pembatas, sehingga berkesan seperti mini foodcourt dimana pengunjung lebih bebas datang dan pergi. Penataan ini rupanya sesuai dengan konsep awal Dill Gourmet Cafe yang lebih ke arah grab-and go outlet. Ya, semula Dill Gourmet Cafe memang hanya menyediakan makanan dan minuman siap saji untuk menyasar konsumen pegawai kantoran yang sering kali memilih membeli take away menu karena tidak punya banyak waktu.

 
Kini Dill Gourmet Cafe mengubah konsepnya menjadi sebuah cafe atau restoran yang menyediakan menu-menu makanan a la minute. Konsep baru ini didukung dengan suasana restoran yang nyaman dan homey sehingga cocok untuk menikmati makanan bersama teman atau keluarga. Area cafe tidak terlalu besar, hanya memuat sekitar 30-35 orang, dengan interior didominasi material kayu yang berkesan hangat. Pernak-pernik cantik di berbagai sudut menjadikan suasana lebih "hidup" dan membuat kita betah di tempat itu. Selain itu keramahan dan sikap responsif dari kru restoran juga menjadi salah satu aspek penting yang saya nilai baik dari Dill Gourmet Cafe.
Berikut menu yang saya coba:

Dill's Chef Salad with Gochujang Dressing (IDR 55k)
Mixed greens with button mushrooms, boiled egg, chickpeas, kidney beans, and topped with creamy gochujang dressing

 
Saladnya enak, menggunakan bahan-bahan segar dan bermutu baik, namun tidak terasa istimewa di lidah saya. Mengapa?
Saya menggemari salad, terutama jika dressing-nya unik dan enak. Jujur saya berharap banyak melihat embel-embel "Gochujang dressing" pada menu. Saya bayangkan dressing yang benar-benar terasa ala Korea sehingga salad ini menjadi hidangan fusion western-Korea yang unik. Ternyata... dressing-nya justru hanya seperti spicy mayo biasa, dengan seberkas rasa Gochujang yang sangat malu-malu, hampir tidak terasa. Jika boleh memberi saran, sebaiknya di-improve lagi Gochujang dressing yang seharusnya menjadi "kekuatan" dari hidangan ini agar rasanya lebih mantap. Rasa yang mantap disini bukan berarti hanya ditambah pedas saja, namun citarasa Gochujang itu sendiri harus benar-benar terasa.

Nasi Goreng Maranggi (IDR 60k)
Indonesian fried rice paired with omelette, maranggi satay, ikan teri medan, rempeyek kacang, and pickles

 
Sebagai penggemar nasi goreng, saya cukup menyukai nasi goreng maranggi versi Dill Gourmet Cafe. Khusus nasi gorengnya ya, bukan pendampingnya. Bumbu nasi gorengnya enak, pas, dan nasinya sendiri tidak terlalu keras/kering. Justru telur dadarnya yang terlalu kering (dan tipis!), rempeyeknya agak hambar dak kurang renyah karena sesedikit terlalu tebal. Tiga tusuk sate maranggi cukup enak karena masih juicy dan tidak sampai kering karena saya lihat bagian tengahnya masih sedikit pink, sekitar tingkat kematangan medium-well. Secara keseluruhan nasi goreng ini terasa "Indonesia sekali" namun sebaiknya diperhatikan komponen pendampingnya agar semuanya terasa enak dan benar-benar melengkapi rasa nasi gorengnya yang sudah enak.

Three Treasure Noodle Soup (IDR 65k)
Taiwanese style noodle soup with beef shank, beef tendon, beef tripe and vegetables

 
Bagi saya pribadi, kuah mie terasa seperti bumbu soto, tetapi saya tidak ingat jenis soto apa atau pernah saya makan dimana. Rasa kuahnya sendiri enak dan pas, sedikit unik, meskipun belum dapat dikategorikan istimewa. Tingkat kematangan mie pas dengan selera saya, yaitu sedikit empuk tidak kenyal. Agar rasanya lebih mantap memang harus ditambahkan sambal yang menyertainya, -tentunya sesuai selera masing-masing, dan yang terpenting harus disantap selagi hangat.

Chicken Confit Penne with Soto Cream (IDR 54k)
Penne pasta tossed with the traditional soto ayam cream, eggs, and baby spinach

 
Menu perpaduan Italia-Indonesia yang menarik, dengan rasa bumbu soto yang cukup kuat terasa. Penne dimasak pada tingkat kematangan al dente, namun secara keseluruhan rasanya sedikit hambar. Jika ditambahkan sedikit garam dan perasan jeruk nipis baru terasa pas untuk selera saya, dan bagi yang suka pedas jangan lupa ditambahkan sambal soto yang menyertainya.

Miso Gindara with Potato Puree (IDR 95k)
Baked gindara paired with potato puree, grilled asparagus, grilled mushrooms, buttered peas, slow roast tomatoes, and pesto sauce
Highly recommended

Highly recommended

 
Dari kelima makanan yang saya cicipi hari ini, menu miso gindara menjadi juaranya! Semua komponen yang ada dalam hidangan terasa enak dan saling melengkapi, juga dimasak pada tingkat kematangan tepat. Dari segi presentasi, kombinasi warnanya terlihat menarik, namun tampilan asparagusnya memang agak mengganggu karena terlihat tidak segar lagi (walaupun ketika dimakan teksturnya masih terasa pas menurut saya pribadi). Potongan ikan gindara cukup besar, masih moist, tidak terlalu amis, dan dibumbui secukupnya. Mashed potatoes terasa lembut tetapi tidak sampai creamy sehingga tidak akan membuat machtig.

Cold Pressed Juice (IDR 35k)
Healthy & fresh!

Healthy & fresh!

 
Minuman segar yang menyehatkan karena dibuat dari buah segar, tanpa pengawet, dan tanpa tambahan gula. Cocok untuk segala usiaTersedia empat varian yang dapat dipilih:
- Happy Go Lucky (passsion fruit, strawberry, red apple)
- Power Booster (green apple, arugula, lime)
- Energy Charger (orange, carrot, pineapple)
- Forever Young (beetroot, green apple, pear)
Semua varian terasa menyegarkan dan terutama enak diminum dalam keadaan dingin.

Mango Island Cake (IDR 50k)

 
Potongan kue yang cukup besar, dan warnanya yang cerah ceria menarik perhatian saat pertama melihatnya. Ketika dicicipi, saya kecewa karena rasa mango yang diharapkan terasa segar dan harum justru tidak saya dapatkan. Penasaran, saya cicipi hanya krim di tengah cake saja dan baru terasa samar-samar aroma mangganya. Yah, tidak mengherankan jika dimakan keseluruhan jadi tidak terasa sama sekali. Cake-nya sendiri menurut saya kurang moist, agak terasa kering dan kurang lembut dari segi tekstur.

Coffee Pistachio (IDR 50k)

 
Cake terasa agak dry, kurang moist, dan teksturnya tidak tidak terlalu lembut. Manisnya pas, aroma kopi cukup jelas terasa meskipun tidak terlalu kuat, namun sayangnya rasa pistachio justru tidak keluar. Saya pribadi kurang menyukai cake ini, tapi bagi penggemar kopi mungkin akan memilihnya sebagai teman minum kopi.

Banana Nutella Cake (IDR 50k)

 
Nutella memang jarang mengecewakan, dan cake ini salah satunya. Perpaduan rasa nutella dan aroma pisang terasa balance. Tekstur cake yang ini lebih lembut dan lebih moist dari dua cake lainnya, sehingga rasanya lebih enak di lidah saya.

Black Diamond Waffle (IDR 48k)
Black inked waffle served with caramelized bananas and dark chocolate ice cream topped with caramel sauce and crushed peanuts

 
Dessert ini adalah bintangnya! Biasanya saya tidak begitu antusias dengan aneka waffle, tapi kali ini saya tak menyesal mencoba waffle buatan Dill Gourmet Cafe. Sekali suap, rasanya tak mau berhenti sebelum habis.. yup, it's incredibly delicious! Waffle yang masih hangat ketika disajikan terasa renyah di bagian luar dan empuk di dalam, cocok dipadukan dengan es krim coklat yang dingin. Bagusnya keseluruhan hidangan ini tidak terlalu manis dan memiliki beragam tekstur ketika dimakan semua komponennya dalam satu suapan. Highly recommended!

Kesan kunjungan pertama saya ke cukup memuaskan. Suasana restoran yang homey dan bersih, makanan tidak mengecewakan dan keluar cukup cepat, serta pelayanan yang baik menjadikan saya tidak kapok untuk datang lagi.
Supplementary Information:
Harus coba cold pressed juice, dan jika di-take away sebaiknya juice segera dihabiskan pada hari yang sama karena rasanya akan berubah jika sudah terlalu lama (keesokan harinya)
 
Recommended Dish(es):  Black Diamond Waffle,Miso Gindara with Potato Puree,Cold Pressed Juice
 
Table Wait Time: 10 minute(s)


Spending per head: Approximately Rp100000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0