OpenRice Index
  
missnl
This is missnl living in Cilandak. I am a graphic designer, work in Lebak Bulus. I like to hang out in Tanjung Duren, Pondok Indah, Senayan. Bali, Chinese, Itali, India are my favorite cuisines. I also love Street Foods, Kafe, Restaurant, lounge and Siomay / Batagor, Pizza & Pasta, sate lilit bali.
Member 10 First(s)
No. of Review67 Review(s)
編輯推介數目33 Editor's Choice
Recommended8 Recommended
Popularity3694 View(s)
Replies in Forum1 Comment(s)
Upload Photos1237 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant42 My Restaurant(s)
Follow58 Following
粉絲391 Follower(s)
missnl  Level 3
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 6 to 10 of 67 Reviews in Indonesia
Tahun Baru di Rakuzen Smile Apr 08, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Restaurant | Sushi | Wine | Fine Dining | Kencan / Berpasangan

Ini kunjungan kedua saya di Rakuzen, kali ini tujuannya lunch bersama ortu & tante untuk menyambut tahun 2012. Tante saya yang penyuka makanan Jepang yg memilih resto ini untuk tahun baru-an, tapi karena saya pun sudah pernah mencoba sebelumnya (dan memuaskan) maka kami setuju saja.

 
Dekor khas Rakuzen berupa kayu2 melengkung di bagian atas memang sungguh menarik perhatian, dalam imajinasi saya bentuknya seperti rangka tulang ikan besar.. kebetulan tema area makan di Pacific Place ini memang lautan dgn berbagai pernak perniknya. Karena masih suasana Natal & Tahun Baru, ada tambahan detail2 dekor yang berbeda di dalamnya, yaitu bunga2 kering untuk memberi tema White Christmas. Memang tidak banyak hiasannya, tapi justru berkesan mewah, berkelas, dan cukup memberi nuansa Natal.

Untuk makanannya, tante saya yang dominan memilih karena beliau memang sudah lebih sering makan makanan Jepang, juga paham ragam makanan Jepang karena pernah studi di Jepang. Berikut pilihan makanan kami siang itu:

 
Wakame & tofu salad with wafu & mayonnaise dressing
Wakame salad menjadi pilihan karena wafu dressing nya yang segar ada sedikit rasa asam, cocok sebagai appetizer yang ringan. Selain wafu, kami juga minta mayonnaise dressing, dan ternyata ketika dicampurkan rasanya enak & pas. Isi sayurannya (selain wakame) sebenarnya standar dari selada, kyuri, tomat, & tofu, namun segar dan berkualitas baik.

 
Happy Crabby Roll, 65k
Merupakan menu seasonal khusus Xmas 2011, hanya tersedia hingga bulan januari saja.. tentunya sayang jika tidak dicoba, apalagi semua isinya matang alias bebas bahan mentah. Sushi ini memanjakan penyuka kepiting karena di dalamnya berisi crab stick, lalu di luar pun terdapat deep fried crab patties sebagai topping atas-nya. Soooo yummy!

 
Beef Teriyaki Zen, 110k
Set menu yang sungguh lengkap! Selain Beef teriyaki sebagai bintang utamanya, menu ini berisi salad, nasi, buah potong, chawan mushi, miso shiru, acar jepang, dan beef black pepper. Beef teriyakinya empuk dan bebas lemak, jelas dagingnya merupakan daging bermutu bagus. Saya pun sangat suka chawan mushi nya yang gurih dan lembut, apalagi dalam porsi kecil yang pas sehingga tidak jadi eneg. Untuk set menu yang sedemikian lengkap dan bermutu baik, harga 110rb sangat worth-it.

 
Ebi Tempura Zen, 105k
Set menu yang sama dengan beef teriyaki, hanya bintang utamanya diganti ebi tempura. Udangnya besar2 dan segar, digoreng dengan kematangan yang pas, bisa terasa dari dagingnya yang masih kenyal tapi tidak keras dan warnanya merah orange cantik.

 
Untuk minumannya saya pesan juice strawberry-kiwi yang pastinya segar abiz. Tujuann saya adalah untuk menetralisir eneg (meskipun tidak terjadi, karena makannya enak bgt), selain itu sehat pula karena dari fresh juice menurut waiternya.

Kesimpulannya.. kunjungan kedua ini pun tetap memuaskan! Porsinya cukup besar bagi kami yang memang tidak bisa makan terlalu banyak, semua menu tersebut juga kami share rame2 dan hasilnya: kenyang! Pelayanannya baik dengan waitress2 yang sigap datang jika dipanggil. Kunjungan berikutnya harus coba menu yang lain lagi karena variasi menu Rakuzen pun cukup banyak.
 
Recommended Dish(es):  Wakame salad,ebi tempura zen,happy crabby roll
 
Date of Visit: Jan 01, 2012 

Spending per head: Approximately Rp100000

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Restaurant | Ramen


Ippudo Indonesia, merupakan cabang dari Ippudo yang pertama dibuka pada tahun 1985 di Hakata, Jepang oleh Shigemi Kawahara. Beliau mendapat gelar sebagai Raja Ramen setelah tiga kali berturut-turut menjuarai “TV Champion Ramen Chef” yang diproduksi oleh TV Tokyo. Keberhasilan beliau mengubah ramen gaya Hakata klasik menjadi lebih creamy sebagai ciri khas Ippudo, membuat Ippudo diakui secara nasional di Jepang. Kini Ippudo telah mempunyai 80 restoran di Jepang, dan lebih dari 40 restoran tersebar di kota-kota besar dunia, termasuk Indonesia.

 
Jakarta menjadi pilihan pertama Ippudo memperluas usahanya di Indonesia. Berlokasi di kawasan bisnis strategis dan bergengsi yaitu SCBD, tepatnya di Pacific Place. Outlet Ippudo berada di lantai 5, akses termudah melalui lift dan hanya perlu berbelok sedikit ke arah kanan setelah keluar lift. Neon sign besar bertuliskan Ippudo terpampang di atas pintu masuk, dan para usher ramah siap menyambut pengunjung untuk kemudian mengarahkannya ke tempat duduk. Tak jarang terlihat antrian pengunjung di depan restoran, terutama pada jam-jam makan siang atau malam, tentunya karena banyak orang menggemari ramen khas Jepang yang terkenal ini.

 

 

 

 
Memasuki area restoran, suasana khas Jepang sangat terasa. Meskipun interiornya lebih ke arah modern minimalis, namun pengaturan tempat duduk, seragam crew restoran, dan beberapa detil hiasan ruangan mampu menghadirkan suasana Jepang dengan baik. Ippudo menerapkan pengaturan tempat duduk yang smart sehingga dapat menampung cukup banyak customer di area yang tidak terlalu luas. Tersedia beberapa seating arrangement sesuai jumlah customer yang datang, misalnya untuk berdua, berempat, 6-10 orang, bahkan seorang diri. Layaknya ramen house di Jepang yang memiliki lahan terbatas, di sini terdapat single seat menyerupai area bar yang menghadap langsung ke open kitchen. Tak perlu khawatir bengong karena datang sendirian, karena kita bisa asyik menyaksikan proses pembuatan semangkuk ramen yang akan dihidangkan. Bagi rombongan yang berjumlah 8-10 orang tersedia juga semi private room yang agak terpisah di sebelah kanan pintu masuk. Lengkap, bukan?

 

 

 

 
“Terus berinovasi untuk tetap teguh” merupakan motto Ippudo, dan secara nyata terus diterapkan. Salah satunya dengan meluncurkan menu-menu baru disamping menu standar yang menjadi “pakem” Ippudo. Menu baru yang hanya tersedia untuk waktu tertentu (seasonal) menjadi daya tarik agar konsumen tetap loyal dengan Ippudo karena tidak akan bosan dengan menu yang itu-itu saja. Beruntung, atas undangan Ippudo Indonesia dan OpenRice Indonesia, saya mendapat kesempatan mencoba variasi seasonal menu baru, bahkan sebelum menu tersebut resmi diluncurkan untuk masyarakat umum. Menu apa sajakah itu? Mari kita coba…

 
Deep-Fried Squid with Nori

Makanan yang di-deep fried memang tak pernah gagal, terutama bagi orang Indonesia yang suka aneka gorengan. Saya salah satunya! Potongan cumi yang tetap empuk (tidak kenyal), dibalut tempura batter yang agak tebal dan renyah. Warna kehijauan berasal dari campuran nori yang memberi aroma tersendiri, terasa berbeda dari tempura biasa. Untuk saya pribadi lebih enak lagi setelah diberi perasan lemon kemudian dicocol dengan mayonnaise yang tersedia. Perfect!

 
Hot Potato Salad

Tampilan luarnya sangat menggiurkan, lihat saja lapisan melted cheese di bagian atasnya! Meskipun presentasinya sederhana, aromanya begitu harum membuat kita tak sabar ingin segera mengambil sendok untuk mencicip. Sebagai penggemar salad, saya menyukai potato salad ini, meskipun sebenarnya sedikit kurang asin. Kentang, brokoli, wortel, dan bawang bombay yang terdapat pada salad memiliki tingkat kematangan tepat sehingga tekstur masing-masing masih terjaga dengan baik. Sejumput tobiko sebagai topping akhir cukup berhasil memberi sentuhan khas Jepang pada salad ini. Besar porsi tergolong pas untuk satu orang, sehingga tidak membuat machtig meskipun terasa creamy.

 

 
Kushi Katsu

Kushi dalam bahasa Jepang berarti skewer atau tusuk sate, maka demikianlah menu ini sesuai namanya. Pork belly dipotong tipis memanjang, berbalut panko, digoreng, dan ditusuk seperti sate. Tampilannya sangat cantik dengan warna golden brown sempurna, besar potongannya pas, dan cara penyajian yang ditata serasi bersama komponen pelengkapnya. Ketika digigit, terasa crispy di bagian luar, namun bagian dalamnya justru terasa kenyal dan alot, cukup sulit dikunyah. Rasanya seperti mengunyah permen karet yang tidak kunjung habis, agak disayangkan! Semoga ke depannya Ippudo bisa memperbaiki ini, mungkin dengan lebih memperhatikan arah/cara memotong pork belly yang tepat agar mudah digigit. Saus cocolan berwarna coklat kehitaman pekat rasanya agak sedikit asam, namun terasa menyegarkan dan cocok dengan katsu yang gurih. Disediakan sepotong lemon jika ingin rasa lebih segar, tapi buat saya sudah cukup rasa asam dari sausnya saja. Malah akan lebih unik jika dicampur dengan sedikit saus berwarna kuning di tepi piring yang ternyata bercita rasa wasabi. Dare to try?

 

 
Khusus untuk acara pre-launching, Ippudo telah menyiapkan sampler plate yang berisi ketiga appetizer baru, masing-masing dibuat personal size. Meskipun hanya sebagai preview untuk undangan, menurut saya sampler menu adalah sebuah opsi yang bagus untuk dijual ke customer. Mengingat appetizer ini menu baru, pasti banyak yang ingin mencoba ketiganya sekaligus. Customer yang datang sendirian bisa mencoba ketiganya tanpa menjadi terlalu kenyang, pun yang datang beramai-ramai masing-masing bisa memesan sampler menu agar tidak perlu berebutan mencomot dari porsi ala carte. Barangkali ide ini bisa menjadi bahan pertimbangan untuk Ippudo.

 
Puas mencicip menu appetizer baru, saatnya masuk ke main course yang ditunggu-tunggu. Menu ramen baru yang dirilis Ippudo pada bulan April 2015 adalah Kakuni Special. Merupakan suatu kebanggan bagi Ippudo Indonesia karena tidak semua cabang Ippudo dapat menyajikan menu spesial, dan tentu saja menjadi privilege bagi customer Ippudo Indonesia karena dapat menikmati menu khusus yang hanya tersaji di cabang Ippudo terpilih.

Kakuni sendiri merupakan produk unggulan dari daerah Nagasaki, terbuat dari pork belly yang dimasak dalam waktu lama bersama dashi, soy sauce, mirin, gula, dan sake (informasi mengenai kakuni bisa dilihat disini). Kakuni versi Ippudo dimasak menggunakan pressure cooker selama beberapa jam dengan bumbu racikan Ippudo, sehingga menghasilkan tekstur yang lembut dan masih juicy, dengan rasa dan aroma yang tidak terlalu spesifik atau mendominasi, namun tidak hambar sama sekali. Demikian penjelasan dari Miyazaki Hideki, R&D Manager of Ippudo Asia. Semakin penasaran?

 

 
Miyazaki Hideki dan Ibu Amanda

Menu Kakuni Special tersedia untuk ketiga jenis ramen khas Ippudo yaitu Shiromaru, Akamaru, dan Karaka. Selain topping kakuni, komposisinya masih sama dengan ketiga jenis ramen yang biasa. Tingkat kematangan ramen juga dapat dipilih mulai dari soft-normal-hard-very hard. Sebelum mulai makan, Ibu Amanda perwakilan Ippudo Indonesia membagikan brosur mini berisi step-by-step makan ramen sebenar-benarnya sesuai tradisi Jepang. Wah, ternyata makan ramen saja ada caranya, ya...

Sip, yaitu menyeruput kuah ramen yang merupakan perpaduan rasa dari seluruh ingredient dan proses masak yang cukup lama.
Slurp. Yes, Slurp it! Makan ramen hingga berbunyi slurp (dalam bahasa Jepang, "zuzutto") melambangkan kenikmatan maksimum yang dirasakan seseorang ketika menikmati ramen.
Top, yaitu makan topping lainnya yang terdapat dalam ramen, tentunya bersama kuah dan ramen noodle-nya.

 
Sederhana bukan, hanya 3 langkah mudah. Yuk, ikuti cara makan yang benar!

Shiromaru Kakuni

Disajikan dalam mangkuk putih, karena shiro berarti putih dalam bahasa Jepang. Warna mangkuk merupakan satu lagi konsep unik yang ditawarkan Ippudo, menyesuaikan dengan warna broth (kuah) dari ramennya. Ramen bergaya Hakata klasik ini menggunakan kaldu tonkotsu original yang terasa mild, simple, dan gurihnya tidak berlebihan. Selain potongan besar kakuni, topping lainnya berupa irisan tipis kikurage (jenis jamur) dan daun bawang. Bagi yang baru pertama kali mencoba atau memang menyukai ramen klasik, disarankan memilih menu shiromaru.

 
Akamaru Kakuni

Sesuai namanya, aka yang dalam bahasa Jepang berarti merah, mangkuk sajinya juga berwarna merah sepenuhnya. Kaldu tonkotsu ditambah campuran miso dan garlic oil spesial memberikan rasa dan aroma yang khas, lebih spicy dari shiromaru. Selain kakuni, terdapat irisan tipis kikurage dan daun bawang di dalamnya, sama seperti shiromaru. Tingkat kepedasannya tergolong mild, tidak akan membuat kepedasan, dan bagusnya lagi tidak membuat kita lekas eneg mengingat porsinya yang besar itu.

 

 
Saya pribadi suka menambahkan sedikit crushed garlic yang memang disediakan sebagai condiment, meskipun di kuahnya sendiri sudah terdapat garlic oil. Jika Anda ada keturunan vampir, jangan coba-coba kreasi saya ini, ya! *grin*

 
Karaka Kakuni

Disajikan dalam mangkuk berwarna hitam di bagian luar dan merah-orange di bagian dalam, serta bentuk mangkuk yang berbeda dari shiro maupun akamaru. Kuah menggunakan kaldu tonkotsu dengan spicy miso. Warna kuah ramen tidak terlalu jauh berbeda dengan akamaru, hanya sedikit lebih merah, dan rasanya sedikit lebih spicy. Pada menu ini terdapat tambahan topping ground pork yaitu potongan kecil daging babi berbumbu kecoklatan. Jangan khawatir kepedasan, karena meskipun disebut “spicy” tetapi rasa pedasnya tidak sampai “menggigit”. Bagi orang Indonesia yang suka makanan pedas, Ippudo telah menyediakan racikan cabai yang dapat ditambahkan sesuai selera.

 
Khusus untuk teman kami yang tidak makan daging babi, Ippudo menyajikan salah satu dari beberapa menu halal-nya.

Beef Teppan Rice (IDR 65k)

Hot steamy rice/tonkotsu rice served on sizzling hot plate, topped with beef, egg, and cheese

 
Dari rincian komposisi yang disebutkan di menu, saya dapat membayangkan rasa gurih dan sedikit creamy dari keju. Tak meleset perkiraan saya, karena rasanya memang lezat, gurihnya pas, dan daging sapinya empuk. Menu disajikan di atas piring hot plate dengan telur yang masih mentah (cair) saat tiba di depan customer. Disarankan untuk segera mengaduk seluruh isinya, sehingga telur akan menjadi matang setelah bercampur dengan nasi dan potongan daging. Penampilannya memang menjadi messy setelah diaduk, tapi di sisi lain gurihnya telur akan “membalut” nasi dan seluruh isian lainnya. Taburan ramen yang di-deep fried memberi tambahan tekstur "krenyes" yang melengkapi kenikmatan hidangan. Jangan lupa untuk menyantapnya segera selagi masih hangat karena rasanya akan lebih enak.

Jika ingin rasa yang lebih rich bisa memilih tonkotsu rice, namun hati-hati bagi teman-teman Muslim karena tonkotsu berarti kaldu babi, maka hidangan ini tidak halal. Teman saya pernah “terjebak” dengan tonkotsu rice karena saat memesan sang waitress hanya menyebutkan “mau nasi putih atau nasi ramen?” tanpa penjelasan bahwa nasi ramen berarti tidak halal, sehingga ia tidak menyadarinya. Perhatikan baik-baik atau bertanyalah dengan detil saat memesan, ya!

Sedikit masukan untuk Ippudo, sebaiknya waiter/waitress lebih berinisiatif memberi penjelasan menu yang halal dan non halal, sehingga insiden seperti ini dapat dihindari.

Kabarnya Ippudo pun berencana meluncurkan Chicken Ramen yang halal, semoga dapat segera direalisasikan.

Hot/Cold Ocha (refillable, IDR 15k)

Pilihan minuman paling tepat pastinya ocha. Ippudo menyediakan ocha dingin atau panas, dan tentunya bisa di-refill. Ocha di sini rasanya pas di lidah saya, tidak terlalu pekat dan tidak terlalu pahit.

 
Sebelum acara usai, Ippudo mengeluarkan lagi seporsi Shiromaru Kakuni yang super spesial bagi para blogger. See?

 
Mengapa super spesial?

Porsi ini secara khusus disiapkan untuk difoto, tentunya dengan presentasi lebih rapi, dan potongan kakuni yang sengaja dipilih dengan bentuk terbaik. Belum cukup sampai disitu, Miyazaki Hideki dengan sukarela (tanpa kami minta, lho!) menjadi “model” untuk pose hands in frame yang sedang “hits” di kalangan Instagram-ers. Jarang-jarang ‘kan mendapat model tangan asli dari Jepang?

 
Domo arigato gozaimasu, Miyazaki Hideki-san, for understanding food blogger’s need.

Overall conclusion, Kakuni Special is a MUST TRY one! Bagi yang sudah pernah mencoba ramen Ippudo dan merasakan kelezatannya, harus coba menu baru ini karena rasanya sangat spesial. Bagi yang belum pernah mencoba sama sekali, sudah tentu harus segera mencobanya. Tempat yang nyaman dengan suasana ala Jepang, pelayanan yang ramah dan cepat, makanan berkualitas dan enak, serta harga yang sepadan, menjadikan Ippudo menyenangkan dan memberi kepuasan terutama dalam menyantap ramen. Tidak ada alasan untuk tidak mencoba, dan jangan ditunda-tunda, karena Kakuni termasuk Seasonal Chef’s Menu yang artinya hanya ada untuk waktu terbatas. Jangan sampai menyesal jika suatu saat menu ini tidak tersedia lagi.

Hey Oink lovers, what are you waiting for? *wink*

Ippudo Indonesia

Pacific Place 5th Floor, Unit 5.37

SCBD Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53

Jakarta

Tel: +62 21 5797 3339

Facebook: Ippudo Indonesia Twitter: @ippudoIDN Website: www.ippudo.co.id

Supplementary Information:
Harus coba menu-menu Kakuni Special, dijamin tidak menyesal. Bagi teman-teman Muslim harap lebih selektif & aktif bertanya ke waiter/waitress untuk pilihan menu yang halal.
 
Recommended Dish(es):  akamaru kakuni,shiromaru kakuni,karaka kakuni
 
Date of Visit: Mar 29, 2015 

Spending per head: Approximately Rp120000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Es Krim/Yogurt | Halal

Häagen-Dazs, sebuah merek es krim premium yang telah mendunia dengan rasa dan kualitas bahan baku bermutu tinggi. Dengan reputasinya yang begitu baik, Häagen-Dazs pastinya selalu diminati oleh para penggemar es krim. Tak cukup hanya memanjakan ice cream lovers, kini menyasar para penggemar kopi dengan menggandeng Illy Coffee.
Ya, Illy dengan finest blended Arabica Coffee andalannya merupakan pilihan tepat untuk berkolaborasi dengan Häagen-Dazs. Keduanya sama-sama mengutamakan kualitas bahan baku, sejalan dengan filosofi Häagen-Dazs, "made like no other".
Sebagai penggemar Häagen-Dazs, saya cukup sering menikmati es krimnya baik dine-in di berbagai gerainya maupun take away untuk di-stock di rumah. Kini saya sangat tertarik mencoba penggabungan kedua brand ternama ini, sekalipun tidak terlalu menyukai kopi. Beruntung, saya berkesempatan mencoba beberapa menu baru kreasi Häagen-Dazs dengan Illy yang disajikan langsung oleh professional barista andalan Illy yaitu Pak Arief yang telah memiliki pengalaman lebih dari 14 tahun.
Mr. Arief & Mr. Angga

Mr. Arief & Mr. Angga

 
Acara bertempat di outlet Häagen-Dazs Senayan City Lantai 5 yang kini lebih luas dengan area cafe yang nyaman, dengan sofa panjang di bagian belakang. Nuansa elegan dan cozy terlihat dari interior cafe, cocok untuk ngobrol santai sambil menikmati es krim premium yang enak. Pak Arief selaku perwakilan dari Illy membuka acara dengan membagikan pengetahuan singkat mengenai asal usul dan manfaat minum kopi yang berguna sebagai tambahan wawasan.
Anda sudah pernah mencoba hasil kolaborasi Häagen-Dazs dengan Illy? Atau masih penasaran seperti saya? Yuk, mari kita coba!
Cookies and Cream Espresso (IDR 60k)

 

 
Perpaduan dari es krim Cookies and Cream dari Häagen-Dazs, double espresso, dan susu cair yang di-blend menjadi satu. Penyajiannya cukup sederhana dengan whip cream dan garnish choco chip cookies, menghasilkan warna dan tampilan yang terlihat elegan. Minuman ini disajikan hangat, namun sebenarnya dapat juga dibuat versi dingin. Rasa kopinya tidak terlalu kuat dan tidak terasa pahit, pas untuk orang yang tidak terlalu menyukai pahitnya kopi seperti saya. Dari segi tekstur terasa agak creamy, tetapi tingkat kemanisannya pas sehingga tidak membuat eneg.
Pak Arief mengatakan, seorang barista dikatakan berhasil jika bisa membuat customer yang minum kopi buatannya menjadi tersenyum bahkan tertawa senang. Well done, Mr. Barista! Saya bisa tersenyum setelah mencoba Cookies and Cream Espresso, meskipun sebenarnya senyum saya akan lebih lebar jika disajikan dalam keadaan dingin, pasti lebih enak!

Tiramisu Coffee
With latte art

With latte art

 
Sampler cup

Sampler cup

 
Dibuat dari es krim Tiramisu dari Häagen-Dazs, Illy Coffee, frothy milk, dan crumble cake menjadikan rasanya benar-benar seperti tiramisu, hanya saja berbentuk minuman. Di sini rasa dan aroma kopi lebih samar lagi, berpadu dengan baik bersama rasa manis dan tester crumble cake di dalamnya, serta yang terpenting disajikan dingin. Pak Arief juga berkesempatan menunjukkan kepiawaiannya membuat latte art pada minuman ini. Once again, you did it Mr. Barista! Can you see me gave my best smile for this creation?
Special demo

Special demo

 
Sungguh sayang, minuman ini khusus disajikan saat acara launching saja, tidak ada dalam daftar menu untuk customer. Padahal, hampir semua teman -termasuk saya, menjagokan varian satu ini. Semoga saja Häagen-Dazs dan Illy berubah pikiran ke depannya dan memasukkan menu Tiramisu Coffee ke daftar menu.

Iced Cafe Latte (IDR 26k)
For coffee lovers

For coffee lovers

 
Kopi espresso dan frothy milk yang disajikan dingin, se-simple itu. Memang demikianlah latte, apalagi disajikan tanpa tambahan gula sehingga rasa kopinya benar-benar mendominasi. Terasa pahit dan creamy, penggemar kopi pasti akan menikmatinya. Saya? Maaf ya, Mr. Barista, kali ini saya tak bisa tersenyum.
Latte Art Competition

Latte Art Competition

 
Untuk menambah keseruan acara, diadakan pula lomba kreasi latte art dengan 3 orang peserta yang sudah dipilih sebelumnya. Terlihat ketiga peserta antusias mencoba kreasinya masing-masing. Duh, saya pun sebenarnya penasaran sekali ingin mencobanya!

Mocha Dreamland (IDR 60k)

 

 
Satu lagi kolaborasi Häagen-Dazs dan Illy yang menarik, baik dari segi rasa maupun penampilan. Coffee jelly, campuran espresso dan es krim Coffee, serta whip cream di bagian atas. Garnish-nya tak kalah cantik dengan dua mini scoop es krim Belgian Chocolate dan Coffee, hiasan coklat, dan potongan coffee jelly. Rasa kopi di minuman ini tidak terlalu kuat, ada seberkas rasa pahit, namun manisnya pas. Topping berupa mini scoop es krim bisa langsung dimakan atau dicampurkan ke dalam minuman, terserah Anda. Yeayy, kali ini saya bisa tersenyum lagi. Thanks, Mr. Barista!

Brownies with Ice Cream
Not for sale

Not for sale

 
Not for sale

Not for sale

 
HIdangan terakhir pastinya menyenangkan dan disukai semua orang, terutama yang kurang menyukai kopi. Treat terakhir dari Häagen-Dazs ini memang tidak menggunakan kopi sama sekali. Sepotong brownies dengan rasa coklat yang pekat dan sedikit pahit amatlah cocok dipadukan dengan es krim yang manis lembut. Perpaduan hangatnya brownies dengan es krim yang dingin juga memberikan sensasi tersendiri. Untuk pilihan rasa es krim sebenarnya bisa dengan berbagai varian Häagen-Dazs, namun pada kesempatan ini tersedia rasa caramel, strawberry cheese cake, dan chocolate. Semuanya enak! Oh, ya.. menu ini belum tersedia di daftar menu, jadi jangan iri ya...

Bagaimana, apakah Anda jadi semakin penasaran dengan kolaborasi Häagen-Dazs dan Illy? Tak perlu berlama-lama membayangkan atau menebak-nebak rasanya. Segera kunjungi outlet Häagen-Dazs untuk mencobanya langsung, apalagi kini sedang berlaku promo-promo berikut:
- Buy 1 get 1 free setiap hari Selasa-Jumat, khusus menu kopi.
- Buy 1 get 1 free setiap hari Senin, untuk semua menu, dengan kartu kredit BCA (hingga 14 April 2015)
- Diskon 20% setiap hari Selasa-Minggu, untuk semua menu, dengan kartu kredit BCA (hingga 14 April 2015)
Tak perlu ragu untuk ke Häagen-Dazs karena es krim enak dan kopi pilihan siap memanjakan Anda, ditambah pelayanan yang ramah dan tempat yang nyaman.
Supplementary Information:
Harus coba Mocha Dreamland, dan jangan lupa manfaatkan promo but 1 get 1 (bukan promo kartu kredit, jadi bisa dinikmati semua orang)
 
Recommended Dish(es):  Mocha Dreamland
 
Date of Visit: Mar 21, 2015 

Spending per head: Approximately Rp80000(Night Snack)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Tempura Tendon Tenya Smile Oct 15, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga

Tempura merupakan jenis makanan Jepang yang cukup populer di Indonesia. Bagaimana di negara asalnya sendiri? Ternyata di Jepang sana tempura tergolong makanan mahal dengan harga ¥1500-2000 per porsinya. Mengapa bisa sedemikian mahal? Rupanya selain menggunakan bahan bermutu baik, pembuatan tempura membutuhkan keahlian tinggi untuk menghasilkan tempura yang crispy dengan tingkat kematangan sempurna. 

Tenya dapat menjual menu tempura berkualitas baik dengan harga hanya ¥500 sehingga dapat dinikmati lebih banyak kalangan. Bagaimana bisa menurunkan harga secara signifikan tanpa menurunkan kualitasnya? Jawabannya karena Tenya berhasil menciptakan mesin Auto-Fryer yang dapat menggoreng tempura dengan tingkat kematangan tepat dalam waktu relatif singkat. Mesin ini mengendalikan stabilitas temperatur dan waktu menggoreng secara otomatis yang menjaga konsistensi mutu tempura setiap kali menggoreng. Dengan adanya mesin Auto-Fryer, tempura baru akan digoreng saat ada pesanan sehingga tidak akan ada bahan terbuang (waste) namun customer tidak perlu menunggu lama karena hanya membutuhkan waktu sekitar 2 menit untuk setiap proses menggoreng.

Setelah 25 tahun beroperasi dan menjadi pelopor restoran tempura cepat saji yang sukses, Tenya telah memiliki lebih dari 140 outlet di Jepang dan kini memulai ekspansi secara internasional. Indonesia menjadi negara kedua setelah Thailand yang dipilih Tenya untuk perluasan bisnisnya. Cabang pertama Tenya di Indonesia memilih tempat di Cilandak Town Square (Citos), sebuah pusat perbelanjaan ternama di Jakarta Selatan. Bagi penduduk Jakarta wilayah lainnya jangan berkecil hati karena Tenya baru membuka cabang keduanya di Mall Grand Indonesia dan akan segera menyusul di Mall Taman Anggrek.
Tenya Ojisan

Tenya Ojisan

 
Outlet Tenya di Citos bergaya khas restoran cepat saji ala Jepang. Di bagian pintu masuk terkesan terang benderang dengan neon box besar berisi foto menu dan papan nama resto. Seperti umumnya restoran Jepang, di bagian depan dipajang dummy makanan yang selalu menarik minat saya untuk mengamatinya -terutama bukan untuk melihat menunya, melainkan seberapa detail pembuatan dummy itu sendiri. Dia atas dummy menu terdapat patung keramik Jepang, dialah Tenya Ojisan (uncle Tenya) sang maskot restoran. Patung ini harus selalu ada di setiap outlet Tenya, dan di Jepang sana juga dijadikan merchandise untuk promosi ~wah, kalau di Indonesia ada saya pun mau, soalnya patungnya lucuuu...
Tenya Citos

Tenya Citos

 
Area resto Tenya tidak terlalu luas, namun penataan interior yang baik menjadikannya tidak nampak "penuh" meskipun terdapat cukup banyak meja dan kursi makan bergaya food court di dalamnya. Material kayu dan lampu bercahaya kuning memberikan nuansa klasik khas Jepang, dipadukan dengan sedikit aksen bergaya modern kontemporer berupa garis-garis kuning terang di bagian atas hingga ke dinding belakang. Pada dinding tersebut terpampang poster-poster menu berdesain modern yang berfungsi sebagai elemen estetik sekaligus informatif.

Menu andalan Tenya adalah tempura dan tendon. Tempura pasti hampir semua orang sudah mengetahuinya, tetapi apa itu tendon?
Tendon terdiri dari tempura yang diletakkan di atas semangkuk nasi putih, kemudian disiram dengan don tare (saus tare). Saus tare ini berwarna coklat, sedikit kental, dan biasanya bercita rasa gurih agak manis karena terbuat dari campuran kecap asin Jepang dan saus manis unagi (belut panggang). Khusus di Tenya, saus tare lebih dominan rasa gurih ke arah asin dengan seberkas rasa manis yang minim, tetapi justru ini lebih cocok untuk lidah saya. Saus yang langsung didatangkan dari Jepang ini dapat kita tambahkan sesuka hati karena sudah tersedia di setiap meja. Bagi yang menyukai rasa spicy-pedas, Tenya akan segera meluncurkan don tare spicy, yang di-develop khusus oleh Tenya di Jepang untuk cabang di Indonesia. Rasa pedasnya pas menurut pendapat saya, tergolong medium, agak “menyengat” di awal, namun cepat hilang setelah makanan ditelan. Penasaran? Silakan cicipi langsung ke Tenya saja ya..

Selain tingkat kematangan dan warna golden brown yang perfect, satu lagi yang patut diacungi jempol dari Tenya adalah tempuranya tidak terlalu berminyak. Saya perhatikan, ketiga aspek ini konsisten/sama pada sekian banyak porsi tempura yang dihidangkan ketika itu. Thanks to Auto-Fryer!
Di bulan Oktober 2014 Tenya meluncurkan menu baru yang lebih lengkap untuk memanjakan selera konsumennya. Berbagai variasi tendon dan tempura set dapat dipilih sehingga tidak akan membuat bosan meskipun kita berkunjung ke Tenya untuk kedua, ketiga kali, dan seterusnya. Pada dasarnya terdapat sembilan macam menu tendon dengan variasi tempura yang dapat dipilih, yaitu:
Tendon (IDR 45k)
Terdiri dari udang (prawn), cumi (squid), ikan kisu (kisu fish), ubi (sweet potato), dan buncis (green beans). Variasi tempura yang tergolong standar tetapi khas Jepang. Jika sedang menginginkan tendon klasik maka menu ini akan jadi pilihan tepat.
Jo Tendon (IDR 50k)
Penggemar udang silakan pilih menu ini, karena Jo Tendon berisi dua buah tempura udang yang didampingi terong (eggplant), ubi, dan buncis. Udang yang menjadi primadona di sini memang enak sekali. Selain berukuran besar, rasanya gurih, dan kematangannya pas. Terasa jelas bahwa ebi tempura ini menggunakan bahan baku udang berkualitas dan pasti segar. 
For ebi lovers

For ebi lovers

 
All Star Tendon (IDR 65k)
Salah satu menu tendon favorit di Tenya karena memiliki variasi tempura yang cukup lengkap mulai dari udang, cumi, salmon, crab stick, paprika (bell pepper), dan buncis. Tidak mengherankan juga jika menu ini dibanderol dengan harga termahal diantara menu tendon lainnya, namun konsumen pun akan mendapatkan kepuasan yang sesuai dengan harganya.
Most Favorite

Most Favorite

 
Chicken Tendon (IDR 45k)
Berisi tempura daging dada ayam (chicken breast fillet) berbalut tepung tempura, ubi, dan buncis. Kebetulan daging dada ayam adalah satu-satunya bagian dari ayam yang saya suka, jadi saya sudah terbiasa dengan karakteristiknya yang cenderung hambar dan kesat. Memang akan lebih enak jika dada ayam dibumbui lebih banyak atau di-marinade lebih lama sehingga lebih kaya rasa, mengingat tepung tempuranya sendiri plain. Bagusnya chicken tempura ini tidak sampai terasa kering atau keras karena digoreng pada tingkat kematangan yang tepat.
Chicken & Chorizo Mayo Tendon (IDR 50k)
Chorizo bahasa Jepang berarti sosis (sausage). Berisi tempura daging dada ayam dan sosis, plus sweet corn dan potongan tipis kyuri dihidangkan dengan mayonnaise. Jika menginginkan tendon dengan sedikit western twist, menu ini sangat cocok dicoba.
Chicken Kakiage Tendon
Kakiage adalah tempura yang berisi potongan sayur atau daging digoreng dengan bentuk bundar. Konsepnya hampir seperti bakwan pada makanan Indonesia, hanya kakiage menggunakan tepung tempura. Chicken kakiage berisi potongan daging dada ayam dengan bawang bombay (onion) dan potongan cabai hijau besar (sliced green chilies).
Chicken Kakiage (above) & Shrimp Kakiage Tendon

Chicken Kakiage (above) & Shrimp Kakiage Tendon

 
Shrimp Kakiage Tendon (IDR 60k)
Masih kakiage yang sama dengan chicken kakiage, hanya yang ini menggunakan udang kupas sebagai isiannya yang terasa gurih dan masih juicy.
Fish Tendon
Penggemar ikan harus coba menu spesial yang menggabungkan tiga jenis ikan berbeda yaitu salmon, dory, dan gurame. Jenis ikan yang terakhir memang jarang digunakan dalam makanan Jepang, namun ketika saya coba ternyata cocok saja dijadikan tempura. 
Yasai Tendon (IDR 35k)
Sesuai namanya "yasai" yang dalam bahasa Jepang berarti sayuran, tendon ini terdiri dari ubi, terong, paprika, kakiage kecil, dan buncis.
Fried Veggies

Fried Veggies

 
Selain disajikan sebagai tendon, kesembilan variasi tempura tersebut kini tersedia sebagai Tempura Set dimana tempuranya disajikan terpisah dan tidak disiram saus. Sembilan variasi tersebut dapat dinikmati dengan lima macam pilihan karbohidrat, yaitu:
Tempura Set with rice/udon/soba

Tempura Set with rice/udon/soba

 
Tempura Rice Set

Terdiri dari tempura dan saus tentsuyu, nasi putih, miso soup, dan spicy tofu. Parutan lobak dan jahe tersedia sebagai pelengkap untuk tempura.

Tempura Udon Cold Set
Terdiri dari tempura, saus tentsuyu, lobak dan jahe, serta cold udon dan saus celupnya (mentsuyu) beserta parutan jahe dan irisan daun bawang. Tersedia juga chili oil pada cawan kecil untuk menambah rasa pedas pada udon.
Bagi yang baru pertama kali dan belum mengetahui cara makan cold udon, berikut caranya: Campurkan parutan jahe dan irisan daun bawang ke saus celup, lalu aduk hingga tercampur merata. Ambil udon dengan sumpit sebatas satu suapan dan celupkan sebentar ke dalam saus lalu segera dimakan. Jika masih ragu bertanyalah pada waiter/waitress, ya...

Udon di sini agak berbeda dengan yang biasa kita temukan di tempat lain. Bentuknya sedikit lebih kecil/tipis, dan teksturnya tidak terlalu kenyal seperti karet. Selain mudah dikunyah, juga terasa balance dengan saus celupnya. Cold udon sebaiknya segera disantap hingga habis agar sensasi rasa dinginnya tidak berkurang, karena disitulah keunikan menu ini.

Tempura Udon Hot Set
Tempura, saus tentsuyu, lobak dan jahe, serta chili oil masih sama seperti cold set, hanya udon di sini tersaji dalam kuah hangat dengan bersama wakame di dalamnya. Tak ketinggalan irisan daun bawang untuk ditambahkan ke dalam kuah sehingga aromanya lebih harum dan sedap. Kuahnya bening kecoklatan, terasa pas dan light.

Tempura Soba Cold Set
Berbeda dengan udon yang terbuat dari tepung terigu, soba terbuat dari tepung gandum. Isi set menunya hampir semua sama dengan cold udon, hanya ada berbeda pada komponen yang ditambahkan ke dalam saus celup. Jika pada udon menggunakan parutan jahe, pada cold soba diganti dengan wasabi. Saya pribadi lebih suka wasabi karena tidak suka jahe.

Tempura Soba Hot Set
Komposisi yang sama persis dengan hot udon, hanya menggunakan soba.

Ingin makan tendon sekaligus udon/soba tapi takut kekenyangan jika memesan 2 porsi sekaligus? Tenya punya solusinya!
One of Tenya's favourite menu

One of Tenya's favourite menu

 
Tenya Set (IDR 68k)
Tendon berisi udang, cumi, crab stick, terong, dan buncis, serta pendampingnya bisa dipilih udon/soba hot/cold. Meskipun kelihatannya double carbo, tetapi porsinya telah disesuaikan yaitu nasi dan udon/soba lebih sedikit dari porsi satuan. Tenya Set termasuk salah satu best seller di Tenya Jepang, dan di Indonesia pun ternyata cukup digemari.

Bagi yang ingin cemilan ringan untuk menemani ngobrol santai bersama teman atau kerabat, Tenya menghadirkan menu appetizer baru yaitu moriawase. Dalam bahasa Jepang, moriawase diartikan sebagai combination platter, yang biasanya merupakan menu untuk dinikmati bersama-sama. Ada tiga jenis moriawase yang dapat dipilih, masing-masing disajikan bersama saus tentsuyu dan parutan lobak:
L-R: Japanese Moriawase, Yasai Moriawase, Jakarta Moriawase

L-R: Japanese Moriawase, Yasai Moriawase, Jakarta Moriawase

 
Classic Japanese Moriawase
Berisi udang, cumi, ikan kisu, ubi, terong, dan buncis. Rasa dan kualitas tempuranya sama dengan yang terdapat pada tendon atau tempura set.
Yasai Moriawase
Selain ubi, kakiage kecil, dan buncis, ada jagung muda (baby corn) yang tampak menarik dan tidak biasa. Sayangnya rasa tempura jagung muda ini sama sekali hambar. Akan lebih enak jika jagung mudanya dibumbui atau di-marinade sebelum digoreng.

Jakarta Moriawase (IDR 45k)
Jenis combination platter ini hanya ada di Tendon Indonesia saja, lho! Isinya terdiri dari tempura tempe, tahu (tofu), cheddar cheese, dan ubi. Tempe dan tahu bagi orang Indonesia memang jadi terasa biasa saja, tidak jauh berbeda dengan gorengan tempe-tahu di penjual kaki lima, bahkan di sini tepung tempuranya plain tidak berbumbu. Tempura ubi di menu moriawase sedikit lebih baik karena ubinya dipotong kecil-kecil sehingga lebih crispy dan tidak keras seperti yang terdapat di menu tendon. Satu jenis tempura unik yang saya suka adalah cheddar cheese berbalut nori yang kemudian digoreng dengan tepung tempura. Meskipun keju cheddar terasa terlalu asin di lidah saya, namun tetap enak berpadu dengan aroma khas nori. Mungkin akan lebih netral jika jenis kejunya menggunakan mozarella yang tidak terlalu asin dan teksturnya akan menjadi lebih lunak/chewy setelah digoreng.

Ingin ngemil makanan yang tidak digoreng? Masih ada pilihan side dish yang disediakan Tenya, masing-masing dibanderol hanya IDR 10k saja:
Agedashi Tofu, Green Salad, Edamame, Wakame Cucumber with Kani salad

Agedashi Tofu, Green Salad, Edamame, Wakame Cucumber with Kani salad

 
Green Salad with Mayo Dressing
Salad ala western yang menyegarkan dengan sayuran segar dan mayonnaise.

Edamame (Salty)
Menurut pihak Tenya, edamame diimpor langsung dari Jepang untuk menjaga kualitas dan rasa. Setelah saya cicipi memang edamame-nya bermutu baik, namun menurut saya pribadi edamame yang ditaman di dalan negeri juga tidak kalah asalkan benar-benar dipilih yang berkualitas terbaik. Di menu disebutkan bahwa edamame ini asin, tetapi saat saya makan justru tidak terasa asin sama sekali.

Spicy Tofu

Tahu sutra dengan crab stick dan irisan cabai hijau. Menurut saya potongan tahunya terlalu besar untuk sekali suap sehingga rasa tahu sangat mendominasi, seperti makan tahu tanpa bumbu. Saya lebih suka menyantapnya dalam potongan kecil sehingga sausnya lebih terasa. Rasa pedas hanya berasal dari cabai hijaunya saja, maka masih aman bagi yang tidak suka pedas sekali pun.
Agedashi Tofu
The famous Japanese side dish, namun sayang tahu berbalut tepung tipis ini terlihat pucat seperti kurang lama waktu menggorengnya dan sama hambarnya dengan spicy tofu.

Wakame Cucumber Salad
Jika biasanya wakame salad memakai wafu dressing yang terasa asam segar, di Tenya dressingnya hanya terasa asin saja. Untuk saya pribadi asinnya tergolong over powering, dan sejujurnya saya tetap lebih suka wakame salad dengan wafu dressing.

Wakame Cucumber with Kani Salad
Isi dan dressing sama dengan wakame cucumber salad, hanya ditambah crab stick yang dipotong tipis memanjang. Rasa keseluruhan pun masih sama yaitu asiiinnn!

Puas makan tempura, kini saatnya menutup acara makan dengan dessert manis. Jika di resto Italia ada dessert pizza, Tenya pun punya menu dessert tempura!
Dingin & manis segar

Dingin & manis segar

 
Banana Tempura with Ice Cream
Agaknya menu baru ini terinspirasi dari pisang goreng ala Indonesia, hanya tepungnya memakai tempura batter. Berbeda dari beberapa teman yang mengeluhkan tebalnya lapisan tepung, saya justru suka -seperti ketika makan pisang goreng gerobakan pasti saya mencari yang lapisan tepungnya tebal. Meskipun pisangnya tidak terlalu manis, ketika dimakan dengan es krim vanilla dan saus coklat justru manisnya menjadi pas, tidak berlebihan, dan tidak membuat eneg. Jika tidak ingin saus coklat tersedia juga yang menggunakan saus karamel.

Jenis minuman yang tersedia di Tenya tergolong standar, pilihannya tidak banyak, dan tidak menjual minuman beralkohol. Berikut dua diantaranya yang saya coba:
Ocha (above) and Ice Lemon Tea

Ocha (above) and Ice Lemon Tea

 
Cold Ocha (IDR 10k, refillable)
Minuman andalan di resto Jepang pastinya adalah Ocha, dan seperti biasa pilihan saya adalah Ocha Dingin. Disajikan dalam gelas keramik hitam bermotif bunga sakura yang terlihat cantik dan stylish. Rasa ochanya pas, tidak terlalu pekat dan tidak terlalu pahit untuk saya, serta yang penting bisa refill sepuas hati.

Ice Lemon Tea
Kepekatan teh dan rasa lemonnya pas tidak terlalu asam, terasa dingin menyegarkan tenggorokan.

Puas sekali menikmati hidangan Jepang di Tenya. Selain rasa makanan yang enak dan porsi yang tidak pelit, harga makanan dan minuman di Tenya tidaklah menguras kantong. Kepuasan customer semakin lengkap dengan suasana resto yang nyaman dan bersih, serta tak kalah penting kualitas pelayanan yang prima. Memang demikianlah salah satu strategi bisnis Tenya yaitu menghadirkan makanan bermutu tinggi dengan harga terjangkau, plus pelayanan yang ramah dan profesional untuk menjamin kepuasan pelanggan. Tidak berlebihan jika Tenya menjadi "No. 1 Tempura Tendon in Japan".
Supplementary Information:
Sedikit banyaknya nasi pada menu tendon bisa di-adjust sesuai keinginan pelanggan dengan penyesuaian harga (nasi sedikit dikurangi 5000, nasi lebih banyak tambah 10000)
 
Recommended Dish(es):  All Star Tendon,Jo Tendon,Moriawase
 
Table Wait Time: 5 minute(s)


Spending per head: Approximately Rp100000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Restaurant | Kumpul Keluarga

Sukses dengan outletnya di Mall Taman Anggrek, Marugame Udon kini membuka cabang keduanya di Gandaria City. Berlokasi di lantai UG, Mainstreet Dining Area, Marugame Udon cukup mudah ditemukan dengan outletnya yang sangat strategis dan bergaya khas Jepang.

Saya bersama sahabat baik saya berkunjung di hari Minggu, 4 Agustus 2013 pukul 5 sore. Mengingat masih dalam bulan Ramadhan, ini sekaligus jadi acara buka puasa bersama dengan teman-teman. Saya dan beberapa teman datang lumayan 'kepagian', tapi bagusnya kami bisa melihat suasana resto saat masih cukup sepi dan puas mengamati interiornya. Marugame Udon menempati area yang cukup luas, terdiri dari dapur dan area makan yang agak 'menyebar'. Dapurnya terletak di bagian hoek sehingga strategis terlihat dari beberapa arah. Letak dapur dan konsep open kitchen menjadi daya tarik bagi konsumen, bahkan mungkin yang semula hanya sekedar lewat bisa jadi tertarik makan disini setelah melihat proses masak di dapur yang sibuk ini. Selain memperlihatkan proses pembuatan udon from scratch sampai akhirnya siap disantap, dapur yang serba terbuka ini juga memperlihatkan betapa faktor kebersihan sangat dijaga. Dapur harus selalu bersih, teratur, dan semua karyawan harus memakai seragam lengkap dengan topi dan sarung tangan.

Area makannya dapat dikatakan terbagi menjadi 3 bagian, masing-masing dengan suasana yang berbeda. Satu area terletak di bagian bridge dari mainstreet area, agak terpisah di seberang dapur, dengan lantai kayu dan beberapa partisi kayu sebagai 'pagar' area ini. Satu area yang cukup menarik adalah area outdoor/balkon yang memanjang tepi jalan tempat orang lalu lalang, dengan beberapa meja kecil di tepi balkon dan satu meja panjang seperti meja bar yang menghadap ke balkon. Satu area lagi (yang kami tempati) berada di sebelah dapur dengan dinding berlapis batu alam gelap dan sebuah lukisan Gunung Fuji yang cukup besar. Meja-kursinya dari kayu coklat gelap dan pernak-pernik simple bernuansa Jepang tersebar di seluruh area, menjadikan suasana benar-benar seperti sebuah kedai di Jepang.

 

 
Hadir menemani kami saat itu, Edwin Ray (Digital PR Executive) dan Eka Sri Utami (PR Manager) yang menceritakan secara singkat tentang Marugame Udon. Food chain yang berasal dari Jepang ini sudah tersebar di berbagai negara, dan awal 2013 membuka outlet pertamanya di Mall Taman Anggrek. Seperti konsep aslinya di Jepang, sistem self service juga diterapkan di sini. Self service yang dimaksud yaitu customer mendatangi counter untuk memesan udon, pilih dan ambil sendiri tempura yang diinginkan, langsung membayar di kasir, nikmati makanannya, kemudian setelah selesai makan bereskan peralatan makan dari meja untuk diletakkan di tempat yang tersedia. Sayangnya untuk langkah terakhir ini baru tersedia di outlet Mall Taman Anggrek saja. Semoga ke depannya bisa diterapkan juga di outlet Gandaria City, karena konsep ini bagus untuk melatih customer agar tidak 'manja' dan selalu minta dilayani.

 
Mengusung tagline "Freshly Cooked Udon & Tempura", Marugame sangat serius menjaga kesegaran makanan mereka. Udon yang sudah dimasak dan tempura yang sudah digoreng jika tidak terjual dalam waktu 15-20 menit maka akan langsung dibuang dan diganti baru. Jadi bisa dipastikan setiap konsumen akan selalu mendapat udon dan tempura yang baru dimasak. Terdapat supervisor asli orang Jepang yang terlihat mengawasi dan mengatur 'flow' di dapur maupun di resto. Jika seluruh tempat duduk sudah terisi, maka order akan di-stop untuk sementara sampai ada tempat kosong lagi. Jadi customer tidak perlu khawatir tidak mendapat tempat duduk setelah memesan makanan. Saat resto sedang ramai, customer yang sudah selesai makan pun dihimbau untuk tidak berlama-lama duduk karena harus bergantian dengan customer lainnya.

Tak perlu menunggu lama, acara segera dimulai karena resto semakin bertambah ramai mendekati jam berbuka puasa. Selagi kami mengantri untuk memesan makanan, Edwin menjelaskan menu-menu andalan Marugame Udon dan keistimewaannya. Terdapat 8 menu udon dan 10 jenis tempura, serta beberapa menu yang menggunakan nasi (donburi). Menu nasi ini menyesuaikan dengan selera konsumen Indonesia, terutama yang berprinsip "belum berasa makan kalau belum makan nasi". Satu lagi bentuk adaptasi Marugame terhadap selera orang Indonesia adalah dengan disediakannya irisan cabai rawit merah. Buat para penggemar pedas, silakan tambah cabai sesukanya, bebas ambil sendiri… tapi kalau sampai sakit perut, resiko ditanggung sendiri yaa…
Mentai Kamatama+Chix Chilli Tempura+Beef Croquette

Mentai Kamatama+Chix Chilli Tempura+Beef Croquette

 
Mentai Kamatama Udon (IDR 50k)
Menu pesanan teman saya ini terlihat menarik dan 'berwarna' karena toppingnya cukup ramai. Udon ini tidak berkuah, tetapi menggunakan saus special dan toppingnya berupa telur ikan mentaiko, telur ayam setengah matang, serta sejumput nori diiris tipis. Sebelum dimakan, semua topping itu harus diaduk sampai merata dengan udonnya. Ketika saya cicipi.. ternyata enak, saya suka! Udonnya sendiri pas, tidak terlalu kenyal/keras, juga tidak terlalu empuk/lembek.. bisa disamakan dengan al dente pada pasta. Setelah dicampur saus, udonnya jadi terasa gurih, asin, dan sedikit ada rasa manis juga. Sama sekali tidak ada rasa amis dari telur setengah matang yang awalnya saya khawatirkan. Kalau sedang ingin makan udon yang tidak berkuah, maka Mentai Kamatama Udon ini pasti jadi pilihan tepat. Saya sebenarnya ingin mencomot lagi dan lagi, tapi kasihan nanti temanku berkurang jatahnya jadi tidak kenyang hihihi...

Chicken Chilli Tempura (IDR 7k/pc)
Menu tempura yang unik dan hanya dibuat di Marugame Indonesia saja, yaitu cabai hijau besar yang diisi daging ayam cincang. Tidak perlu takut dengan 'image' cabai yang pedas, karena tempura satu ini malah sama sekali tidak pedas. Saya suka dengan aroma cabai hijaunya yang masih cukup terasa walaupun tanpa rasa pedas. Daging ayam isiannya mirip dengan bola-bola baso ayam yang ada dalam menu tori baitang, mungkin memang bahan dan bumbunya sama.

Beef Croquette (IDR 12k/pc)
Kroket dengan campuran daging sapi di dalamnya. Kroket kentangnya lembut dan enak, tapi sedikit sulit mengambilnya dengan sumpit karena mudah hancur. Untuk lidah orang Indonesia, beef croquette ini mirip dengan perkedel kentang dengan bumbu yang berbeda.

 
Tori Baitang Udon (IDR 45k)
Setelah incaran saya keburu dipesan teman yang lain, akhirnya Tori Baitang menjadi pilihan saya karena tertarik dengan bola-bola baso ayam dan kuah kaldu putihnya yang terlihat lezat. Pertama kali pasti saya seruput kuahnya selagi masih hangat. Hmm.. kuahnya memang gurih, asinnya pas, cukup pekat tetapi tidak kental. Saya pun suka dengan baso ayamnya karena dagingnya lembut, gurih, serta rasanya asin dan sedikit manis berpadu pas. Kuah dan basonya memang sesuai dengan ekspektasi saya ketika melihat dummy atau fotonya di daftar menu, tapi.. saya agak menyesal karena memilih menu ini untuk dimakan sendirian. Mungkin menu ini sebaiknya di-share berdua atau bertiga agar bisa segera habis selagi masih hangat, karena kuah kaldunya lama-kelamaan terasa terlalu gurih apalagi saat sudah dingin. Porsi udon yang memang sudah besar untuk ukuran saya, ditambah gurihnya kuah yang terasa "berat" membuat saya lebih cepat merasa kenyang. Dengan sangat menyesal saya pun tidak bisa menghabiskan seporsi udon ini (tinggal udonnya saja yang tersisa).. maaf ya udon, nyerah!!

 
Broccoli Tempura (IDR 10k/pc)
Inilah pilihan tempura saya yang pertama. Sebenarnya saya tertarik pada tempura yang satu ini karena bentuknya yang paling besar dan menarik dengan warna hijau menyembul di antara tepung tempura yang melapisi bagian luarnya. Kebetulan yang saya ambil ini bentuknya rapi dan bisa berdiri dengan indah di piring, sehingga bagus untuk difoto. Ketika dimakan, tepung tempura di bagian luarnya renyah dan broccolinya cukup empuk tapi tidak sampai mudah hancur karena overcooked.

Kisu Tempura (IDR 10k/pc)
Tempura berisi ikan kisu di dalamnya. Saya pilih tempura ini karena penasaran seperti apa rasa ikan kisunya. Setelah dicoba, ternyata tidak ada yang terlalu istimewa dengan ikan tersebut. Daginghya putih, cukup lembut dan tidak kesat, serta tidak ada bau amis ikan.

 
Kake Udon (IDR 33k)
Udon pesanan teman saya ini simple banget, hanya udon dengan kake dashi soup plus topping tepung tempura yang menambah tekstur crunchy. Saya sempat mencicipi kuah kake dashi-nya yang bening kecoklatan… hmm, enak dan light! Sungguh tepat pilihan teman saya ini, karena kuah yang light memang menjadi kesukaannya.

 
Niku Udon (IDR 45k)
Menu ini basically hampir sama dengan Kake Udon, perbedaannya hanya pada lembaran daging sukiyaki yang terdapat di dalamnya. Kuahnya masih sama menggunakan kake dashi soup, tetapi saat saya cicipi rasanya sedikit lebih gurih dari yang di kake udon meskipun warnanya sama-sama bening kecoklatan. Daging sukiyakinya juga empuk dan teksturnya lembut, para penggemar daging pasti akan suka dengan menu ini.

Egg (Tamago) Tempura (IDR 8k/pc)
Tempura telur juga termasuk unik dan jarang ada di tempat lain, karena pembuatannya cukup sulit. Menurut standar dan dummy yang terpajang di depan, telurnya harus masih setengah matang dengan kuning telur yang meleleh ketika dibelah. Sayangnya egg tempura yang diambil oleh teman saya ini sudah lewat dari setengah matang. Kuning telurnya tidak melt lagi meskipun belum sampai mengeras semuanya juga.

Menikmati tempura tentunya tidak lengkap tanpa sausnya, dan Marugame Udon punya saus spesial yang enak. Tak seperti saus tempura umumnya yang encer, saus disini agak kental dan ada sedikit rasa manis. The best tempura sauce ever deh pokoknya… saya suka banget, dan yang penting saus ini bisa dinikmati sepuasnya karena sudah tersedia sebotol di masing-masing meja.

Untuk minumannya, makanan Jepang tentu paling pas dengan ocha. Seperti biasa saya pilih cold ocha karena saya kurang suka minuman panas. Ochanya enak, tidak terlalu pekat, tidak pahit, dan yang penting free refill.

Overall, saya puas dengan Marugame Udon. Pelayanannya cepat, makanannya enak dan harganya sesuai dengan porsinya yang mengenyangkan itu. Memang benar kata Edwin, bahwa disini tempatnya makan enak dan kenyang, bukan 'makan cantik' hehehe... Oh ya, makanan di sini semuanya no pork & no lard, tetapi memang belum mendapat sertifikat halal karena ada penggunaan mirin.

Kami memang tidak bisa duduk-duduk ngobrol berlama-lama seusai makan karena resto sedang ramai sekali malam itu sehingga harus segera memberikan tempat bagi customer lain yang masih mengantri panjang. Pastinya saya akan kembali lagi di lain waktu bersama keluarga untuk mencoba beberapa menu incaran yang tadi belum sempat saya coba.
Thanks 4 the experience tonite, Marugame Udon!

Marugame Udon
Gandaria City Mall, Level UG Mainstreet Dining Area
Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
Facebook: Marugame Udon Indonesia Twitter: @MarugameUdonID
 
Recommended Dish(es):  Mentai Kamatama Udon,Niku Udon
 
Date of Visit: Aug 04, 2013 

Spending per head: Approximately Rp70000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   1 Vote(s)   View Results
Recommend
0