OpenRice Index
  
missnl
This is missnl living in Cilandak. I am a graphic designer, work in Lebak Bulus. I like to hang out in Tanjung Duren, Pondok Indah, Senayan. Bali, Chinese, Itali, India are my favorite cuisines. I also love Street Foods, Kafe, Restaurant, lounge and Siomay / Batagor, Pizza & Pasta, sate lilit bali.
Member 10 First(s)
No. of Review67 Review(s)
編輯推介數目33 Editor's Choice
Recommended8 Recommended
Popularity3683 View(s)
Replies in Forum1 Comment(s)
Upload Photos1237 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant42 My Restaurant(s)
Follow58 Following
粉絲391 Follower(s)
missnl  Level 3
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 11 to 15 of 67 Reviews in Indonesia
Makan Sehat di Heavenly Blush Smile Apr 10, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Es Krim/Yogurt

Biasanya saya ke Heavenly Blush hanya mampir untuk beli frozen yogurt secara take away, namun kali ini ada yang berbeda. Berbekal voucher diskon dari salah satu portal voucher online yang kini kian marak.

Saya mampir sepulang kantor ke Heavenly Blush PIM yang berlokasi di Restaurant Row. Karena ini weekdays, sore2 begini HB sepi banget, sangat berbeda dengan saat weekend yang pasti penuh. Counter HB tidak terlalu besar standar satu kapling di Restaurant Row, bernuansa cerah dengan dominan warna putih dikombinasi magenta dan hijau. Meja dan kursinya pun putih. Saya memilih tempat di pojok belakang yang nyaman. Waitress segera menghampiri dengan list menu, sambil menawarkan tester yogurt drink. Meskipun sudah pernah minum yogurt drink tsb, saya tak menolaknya lol Karena dari awal sudah ingin mencoba salad buahnya, maka tak perlu lama menentukan pilihan. Ketika saya bertanya tentang pilihan dressingnya, saya malah ditawari untuk mencoba dulu masing2 dressing tsb. Asyik, pastinya tak saya lewatkan.

 
Yo Salad - Fruit
Sebenarnya ada 2 pilihan salad yaitu buah atau sayuran dengan grilled chicken. Saya sudah pernah mencoba salad sayurnya, biasa saja sayuran standar salad dengan lettuce yang banyak, sedikit tomat, dan sedikit grilled chicken. Kali ini giliran mencoba salad buahnya. Ternyata memang lebih memuaskan. isinya terdiri dari melon, rock melon, nanas, anggur red globe, lettuce, strawberry, dan taburan kacang mete sangrai. Dressingnya berbahan dasar yogurt dan saya memilih asian dressing yang ada sedikit rasa pedas. Setelah dicampurkan dengan saladnya, ternyata rasanya enak & berbeda dari dresing mayonnaise untuk salad pada umumnya. Porsi saladnya pas, cukup mengenyangkan, cocok sebagai makanan sehat untuk yang sedang diet.smile

Pelayanannya kali ini di HB sangat memuaskan, two thumbs up! Sudah ditawari tester yogurt drink, tester dressing, plus dapat free air putih. Waiter & waitress nya semua helpful dan menguasai menu. Saya juga membeli 2 botol yogurt drink untuk dibawa pulang, maka lengkap sudah makan sehat di HB kali ini. Pastinya saya akan ke HB lagi lain waktu.
 
Recommended Dish(es):  Yo Salad (fruit)
 
Spending per head: Approximately Rp40000

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 5  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   2 Vote(s)   View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Barat | Restaurant | Pizza & Pasta | Halal | Kumpul Keluarga

Banyak pengunjung yang heran bahkan meragukan, "Ini Pizza Hut atau bukan, ya?"

Yup! The Kitchen by Pizza Hut is the same Pizza Hut outlet with totally NEW concept. Jadi, jangan bimbang dan ragu, ini masih tetap Pizza Hut yang sudah kita kenal lama namun kini "naik kelas".

 
Menempati lokasi lama di Pondok Indah Mall 2 lantai 3, outlet The Kitchen terlihat benar-benar berbeda layaknya restoran baru. Area resto terlihat lebih luas, modern, dan nyaman. Konsepnya kini ala restoran siap saji dimana customer langsung memilih makanan dan minuman yang tersaji di display, membayar di kasir, kemudian duduk untuk makan. Hmm, kalau saya pribadi merasa seperti sedang berada di sebuah kantin yang nyaman, di luar negeri *wink*. Perubahan ini sengaja dibuat untuk menyasar konsumen yang tidak punya banyak waktu untuk makan, misalnya para karyawan yang jam makan siangnya terbatas.

 

 

 
Konsep open kitchen menjadi salah satu daya tarik dimana pengunjung bisa melihat proses pembuatan makanan beserta bahan baku yang digunakan. Dengan cara ini The Kitchen hendak membuktikan kualitas premium yang ditawarkannya bukan sekedar ucapan belaka. Bahan baku yang digunakan amat terjaga mutunya, dan langsung dimasak atau diracik untuk segera dihidangkan.

 

 
Tak hanya berbeda tampilan resto, perubahan paling signifikan tentu pada makanan. Ada 3 "lebih" pada hidangan The Kitchen dibandingkan konsep lama: lebih premium, lebih cepat, dan lebih enak. Premium terutama pada bahan baku yang digunakan, semisal bratwurst dan jalapeno. Lebih cepat karena kita bisa langsung tunjuk atau ambil sendiri menu yang diinginkan. Tak perlu lagi tunggu 15-17 menit untuk seporsi pizza. Lebih enak, sudah tentu, mengingat bahan premium yang digunakan. Tidak percaya? Silakan baca terus ulasan di bawah, ya!

 
Pizza

Makan di Pizza Hut, adalah “keharusan” makan pizza-nya. Apalagi dengan konsep baru The Kitchen, pizza kini bisa dipesan per slice sesuai selera. Hal yang pertama terlihat bedanya adalah ukuran. Di bagian terdepan saat kita masuk sudah terlihat jajaran pizza BESAR yang siap disantap. Iya, besar, dengan diameter 18 inci (bandingkan dengan large pizza yang hanya 14 inci) dan hanya terbagi menjadi enam slice saja. Karena bertujuan untuk pelayanan cepat ala resto siap saji, jenis pizza yang tersedia kini hanya lima macam. Pizza base kini lebih tipis, dan semuanya tanpa variasi pinggiran pizza. Say goodbye to cheesy bites, cheese crust, etc.

Margherita Pizza (whole IDR 165k, slice IDR 28k)

The simple, the better. Pizza "basic" ini rasanya selalu ada di tiap resto pizza ala Italia. Perpaduan pasta tomat, keju, dan daun basil menghasilkan rasa yang nikmat dan tidak neko-neko. Pizza Margherita di The Kitchen ditambah topping tomat cherry yang manis dan crunchy, serta saus pesto yang menjadikannya lebih beraroma.

 
Hawaii Aloha Pizza (whole IDR 182k, slice IDR 30k)

Sedang ingin makan pizza yang terasa segar ga bikin eneg, harus coba varian Hawaii Aloha yang totally new kreasi The Kitchen. Alih-alih dipotong kecil-kecil, di sini potongan nanasnya bulat besar namun cukup tipis sehingga setelah dipanggang bersama seluruh topping pizza justru terasa lebih enak. Secara tampilan juga menarik dengan potongan nanas yang seolah seperti bunga kuning segar. Yum!

 

 
Bratwurst Pizza (whole IDR 198k, slice IDR 33k)

Agak mirip dengan Meat Lovers di versi lama, sesuai namanya Pizza Bratwurst menggunakan sosis jenis bratwurst yang pasti lebih nampol lezatnya. Benar saja, varian satu ini segera menjadi favorit saya yang memang menggemari aneka sosis.

 

 
Salami Jalapeno Pizza (whole IDR 198k, slice IDR 33k)

I love jalapeño! Pastinya saya suka varian pizza ini. Salami yang gurih dipadukan dengan jalapeno yang asam pedas sudah pasti maknyus. Sesuai harapan, salaminya memang terasa lebih enak daripada salami yang ada di Pizza Hut biasa, berarti memang benar lebih premium, ya. Jalapeno di sini tidak terlalu pedas sehingga cukup bersahabat bagi yang tidak suka pedas sekali pun.

 
La Gourmet Pizza (whole IDR 198k, slice IDR 33k)

Bagi yang sudah mengenal Super Supreme dari Pizza Hut, ini adalah versi naik kelas-nya. Topping sekilas hampir sama, terlihat potongan paprika merah hijau bersama potongan nanas kuning yang jadinya seperti lampu lalu lintas *kidding*.. yang benar terlihat segar dan menggugah selera. Ketika dicoba, benar ‘sih agak mirip Super Supreme secara garis besar, namun La Gourmet lebih lezat dan harum aromanya.

 
Pasta

Khusus menu pasta di sini dibuat a la minute atau baru dibuat saat ada pesanan demi menjaga cita rasanya. Bagaimana pun, pasta paling enak jika dihidangkan segera setelah dimasak. Pilihan menu pasta tidak sebanyak dulu, kini lebih ke basic Italian pasta saja.

 

 
Kiri: Spaghetti Aglio Olio (IDR 27k), Kanan: Beef Lasagna (IDR 55k)

Fettuccine Pesto Bratwurst (IDR 33k)

Sekali lagi, bratwurst-nya enak! Pastanya sendiri al dente, pestonya harum, namun di lidah saya terasa sedikit kurang garam. Tak apa, cukup tambahkan sejumput garam dan lada hitam agar rasa lebih mantap.

 

 
Appetizer

Jajaran pot merah kecil berisi aneka gorengan berderet rapi di display, sungguh menggoda untuk dicoba satu-persatu. Aneka appetizer itu bisa langsung kita ambil sendiri, bayar, dan siap disantap. Self service salad bar ala Pizza Hut lama memang dihilangkan, namun kita tetap bisa melihat saat salad pesanan diracik di open kitchen.

 

 
Dari kiri ke kanan: Sausage In A Blanket (IDR 36k), Chicken Wings (IDR 33k), Shrimp Balls (IDR 35k)

 

 

 
Dari atas: Green Salad (IDR 25k), Potato Salad (IDR 20k), Caesar Salad (IDR 35k), Fruit Salad (IDR 25k)

Caesar Salad (IDR 35k)

Saya suka sekali varian salad baru dari The Kitchen ini, terutama Caesar dressing-nya. Sayuran segar ditambah topping potongan ham dan parutan keju menambah rasa dan aroma salad menjadi lebih mantap. Penggemar salad harus coba, nih!

 
Beverage

Tersedia hot and cold drinks. Untuk minuman hangat ada Americano, Cafe Latte, dan Cappucino, sedangkan minuman dingin semuanya berupa minuman kemasan. Air mineral, juice, atau minuman bersoda, tinggal pilih yang tersedia di display, cepat dan praktis.

 
Dessert

Sama halnya dengan minuman, beberapa jenis makanan penutup bisa langsung dipilih dari display, siap santap!

Berhubung masih banyak menu yang belum dicoba, pastinya saya penasaran ingin segera kembali lagi ke The Kitchen by Pizza Hut. Kebetulan lokasi pertamanya di PIM dekat dengan rumah dan kantor saya. Untuk area lain jangan khawatir karena ke depannya outlet Pizza Hut akan diubah menjadi The Kitchen by Pizza Hut, terutama yang berada di dalam mall. Jika sudah tak sabar ingin mencoba, langsung saja datang ke PIM, yuk!

The Kitchen by Pizza Hut

Pondok Indah Mall 2, 3rd Floor, unit 317-319

Jl. Metro Pondok Indah Blok 3B, Pondok Indah, Jakarta

Tel. +62 21 7592 0582

Facebook: PizzaHut Kitchen Twitter: @mykitchenph Instagram: mykitchenph

 
Recommended Dish(es):  Hawaii Aloha Pizza,Margherita Pizza,Bratwurst Pizza
 
Date of Visit: Oct 15, 2015 

Spending per head: Approximately Rp100000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Lin Es Krim Nitrogen Yang enak Smile Dec 31, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Es Krim/Yogurt

Mungkin saya termasuk terlambat mencoba nitrogen ice cream yang tengah menjadi trend hingga kini, namun tak apa... lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali 'kan? Meskipun saat ini telah banyak gerai nitrogen ice cream yang tersebar di penjuru kota, beruntung saya bisa mencoba dari pelopornya alias yang pertama memperkenalkan nitrogen ice cream di Indonesia yaitu Lin Artisan Ice Cream.
View at night

View at night

 

 
Outlet Lin Artisan Ice Cream berlokasi di daerah Kemang yang ramai, tepatnya di jalan Taman Kemang I yang tidak jauh di seberang Kem Chicks Kemang. Bagian depan outlet berpenampilan modern minimalis dengan kombinasi panel kaca dan aluminium hitam yang salah satunya bertulliskan tagline "I Scream Ice Cream!".Tampilan di dalam tak kalah menarik dengan detail-detail menarik yang berpadu dengan lantai finishing plesteran semen dan dinding bata ekspos yang dicat putih. Keseluruhan luas outlet memang tidak terlalu besar, sepertiganya merupakan dapur terbuka tempat membuat es krim dan sisanya diisi meja-kursi makan serta sebuah sofa panjang di dekat sudut. Di bagian belakang terdapat pintu penghubung ke area makan outdoor -semacam halaman kecil- yang bersambungan dengan restoran Stacks Burger di sebelahnya. Yup, Astrid Hadiwibowo sang pemilik Lin Artisan Ice Cream juga merupakan pemiilk restoran Stacks Burger dan Papabubble candy store. Tak mengherankan jika di setiap outletnya terpajang display permen-permen menarik produksi Papabubble (dan tentu saja dijual).

 

 
lil detail

lil detail

 
Di sini es krim baru dibuat saat ada pesanan, sehingga benar-benar fresh dan sehat tanpa bahan pengawet. Pembuatan es krim dapat disaksikan langsung dan menjadi suatu "tontonan wajib" bagi pengunjung, terutama bagi yang baru pertama kali datang seperti saya. Cara pembuatannya terlihat mudah, dan mungkin memang benar-benar mudah, hanya diperlukan pengetahuan dan pengalaman mengenai penggunaan alat dan takaran setiap bahan untuk membuat es krim yang enak. Pertama-tama bahan es krim seperti susu, cream, dan bahan lain (sesuai rasa yang dipilih) diaduk dengan mixer. Setelah tercampur baru ditambahkan liquid nitrogen lalu diaduk lagi dengan mixer dan.. voila! Es krim pun siap disantap! Penggunaan liquid nitrogen memang menjadikan proses pebuatan es krim menjadi lebih mudah dan cepat, juga tidak berbahaya bagi kesehatan karena mudah menguap di udara sehingga tidak masuk ke tubuh kita saat es krim dimakan.
the ''kitchen''

the ''kitchen''

 
liquid nitrogen

liquid nitrogen

 
Proses pembuatan es krim

Proses pembuatan es krim

 
Hasil es krim

Hasil es krim

 
Cheesy Cheese
 (IDR 41k)
yumyumyum

yumyumyum

 
Dalam daftar menu, varian Cheesy Cheese diberi tanda favorit, dan menurut waitress pun katanya memang paling sering dipesan. Ok, saya pun harus mencobanya! Sempat sedikit khawatir jika rasanya menjadi machtig seperti cheese cake, ternyata dugaan saya tak terbukti. Es krimnya masih terasa light dan segar dengan adanya potongan strawberry segar yang membeku dan bercampur dengan adonan es krim. Manisnya pas, teksturnya lembut dan creamy, serta seberkas rasa asam dan gurih dari cream cheese.

The Ultimate Dark Chocolate (IDR 39k)
choco lovers must try

choco lovers must try

 
If you're a chocolate lover, then you MUST try this one! Sebagai penggemar berat coklat, saya hampir selalu tergoda untuk mencicipi es krim coklat, meskipun kadang rasa es krim coklat tidak jauh berbeda dimana-mana. Ternyata, varian Choco Chips di Lin Artisan Ice Cream melebihi dugaan saya. Saya suka tampilan warnanya yang coklat gelap, membuat saya membayangkan rasa dark chocolate yang agak pahit namun enak. Rasa coklatnya pekat dan bagusnya tidak terlalu manis, justru lebih cenderung ke rasa dark chocolate Di dalam es krim terdapat serpihan dark chocolate yang sudah hancur dan menyatu dalam adonan sehingga menambah mantap keseluruhan rasa es krimnya.

Merry Strawberry (IDR 39k)
fresh

fresh

 
Saya sengaja memesan satu varian dari kategori sorbet sebagai "penyegar". Sorbet strawberry saya bayangkan asam manisnya cukup kuat dan tidak creamy, sehingga bisa menetralisir rasa susu dari kedua jenis es krim lainnya. Tepat seperti harapan saya, es krim yang dibuat tanpa susu dan cream ini rasa asam manisnya memang segar dan balance. Dari tampilan pun Merry Strawberry terlihat menarik dengan warna merah agak muda yang memberi kesan fresh.

Akhirnya kesampaian juga saya mencoba nitrogen ice cream yang sedang ngetrend ini. Puas rasanya karena bisa mencoba di pelopornya dan rasanya sungguh tidak mengecewakan. Harga es krim terbilang wajar, besar porsinya sesuai, serta pelayanan yang ramah dan komunikatif menjadikan customer tidak kapok untuk kembali lagi dan lagi ke outlet Lin Artisan Ice Cream yang nyaman dan menyenangkan untuk segala usia.

P.S. Saya masih penasaran dengan menu alcoholic ice cream-nya, jadi saya pasti akan kembali ke sini. C U!
Supplementary Information:
Harus menyaksikan pembuatan es krim menggunakan liquid nitrogen yang simple namun menarik.
 
Recommended Dish(es):  Cheesy Cheese,The Ultimate Dark Chocolate
 
Table Wait Time: 5 minute(s)


Spending per head: Approximately Rp40000(Night Snack)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Lunch di Tengah Kandang Singa Smile Apr 08, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Multinasional | Restaurant | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga | Hang Out

Restoran ini punya daya tarik lebih dibanding resto lainnya dalam area Taman Safari Bali karena terletak di dalam area kandang singa! Sungguh privillege yang tak akan saya lewatkan untuk bisa memotret singa2 itu dalam jarak dekat, meskipun di balik kaca. Ya, satu sisi besar resto ini berdinding kaca tebal yang di luarnya merupakan wilayah kekuasaan sang raja hutan. Siang hari begini gerombolan singa2 sedang enak2an bersantai di bawah pohon. Jika beruntung datang saat feeding time, tamu resto bisa menyaksikan singa2 dalam jarak lebih dekat lagi yaitu persis di balik kaca.
Resto ini mengambil bentuk rumah tradisional berbentuk bundar beratap kerucut tinggi. Interior di dalam juga masih ada sentuhan natural dengan dinding berlapis batu alam gelap di area dekat dapur hingga toilet. Ada yang unik pula dengan toiletnya. Ada satu jendela kaca di sebelah tempat cuci tangan yang dibaliknya terdapat singa. Rupanya ada kandang terpisah di situ, tapi singa yang saya lihat dari situ kelihatannya sedang tidak sehat atau mungkin memang area karantina. Meskipun singanya lemas tak bersemangat, tetap jadi hal menarik. Rupanya jendela ini merupakan "atraksi" tambahan, karena para waiter mengingatkan tamu yang menanyakan letak toilet dgn berkata "jangan kaget pak/bu, kalau ketemu singa di toilet" wow!
Untuk makanannya, tsavo lion kebanyakan menyediakan international menu. Berikut menu yang kami coba:

 
Paella Potjie, 150k
Spanish paella yang terkenal itu, dengan isi pork chorizo, udang, ayam, ikan. Tampilannya tidak sekuning paella umumnya, tapi rasanya enak. Porsinya sama sekali tidak besar, tapi isiannya cukup banyak.

 
Balinese Spicy Chicken Salad, 60k
Isinya smoked chicken, lettuce, toge, dan kacang panjang. Sebuah menu "cross culture" chicken salad ala western digabung dengan urap bali dan sambal matah sebagai dressing-nya, hasilnya jempolan, enak & unik.

Kesimpulan akhirnya... makanan di sini tergolong mahal, tapi sebanding dengan privillege yang didapatkan. Memang singa2 itu jadi nilai jual tersendiri yg membuat resto ini selalu ramai pengunjung, terutama bule2. Pelayanannya cukup baik dan cekatan, untuk ukuran resto yg cukup ramai, it was OK. Bagi saya pribadi, tak menyesal datang ke sini karena bisa dapat foto2 singa yang cantik!
 
Recommended Dish(es):  Balinese Spicy Chicken Salad
 
Spending per head: Approximately Rp120000

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   1 Vote(s)   View Results
Recommend
0

Brunch at The House of Porridge OK Apr 05, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Chinese | Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga

Minggu siang habis beperahu ria di Ancol, kami sekeluarga + tante mampir ke Mall of Indonesia. Niatnya mau makan siang, tapi karena kami datang awal sekitar jam 11 dan sudah agak lapar jadilah memilih Ta wan untuk brunch, yaitu makan bubur yang menjadi speciality-nya, plus ngemil tahu dan jamur crispy nya yang jadi favorit tante saya, katanya paling enak daripada menu2 Ta Wan yang lainnya.

Suasana mall masih belum terlalu ramai, tapi ternyata di Ta Wan sudah cukup banyak yang makan, termasuk ramai lah.. Karena tidak dapat meja di area "balkon", jadilah kami duduk di area depan yang menghadap ke area mall dimana orang lalu lalang, dan persis di depan outlet Planet Surf. Seru juga jadinya Ta Wan yang satu ini makanannya lebih ke chinese cuisine, tapi musiknya up beat banget karena speaker Planet Surf memang mengarah ke luar. Saya sih tidak masalah, asik2 saja makannya.. tapi kalau orang2 tua yang ingin makan dengan tenang mungkin agak merasa terganggu tongue.

 
Interior Ta Wan cukup menarik, bernuansa chinese modern dengan lantai kayu, meja & bangku juga kayu bercat hitam, plus ornamen dari mangkuk2 yang dipajang di semacam lemari pajangan bersusun. Area resto tidak terlalu luas, tapi cukup banyak menampung meja2. Pelayanannya pun cukup baik dan cepat.

Untuk makanannya, karena memang niatnya bukan makan berat, kami hanya pesan 3 macam menu untuk di-share bersama.

 
Bubur Ayam, 13,5k
Sebenarnya bubur ayam standar, dilengkapi irisan cakwe goreng dan daun bawang yang dirajang halus. Enak disantap segera waktu masih panas, karena lama kelamaan akan makin encer jika sudah dingin. Bubur ini tersedia dalam 2 size yaitu regular & large, tapi antara 2 size itu harganya hanya terpaut Rp 500.. so pasti kami pilih yang large dan ternyata cukup pas dibagi ber4, masing2 mendapat satu mangkuk kecil penuh, bahkan masih ada sisa sedikit. Harga yang cukup murah untuk bubur sebanyak itu di kelas restoran.

Enoki Goreng Spesial, 23,5k
Soo yummy! Jamur enoki berbalut tepung crispy tebal, sangat renyah. Bisa dimakan sebagai cemilan atau ditaburkan ke bubur ayamnya juga enak, jadi buburnya punya tambahan tekstur crispy. Satu porsinya pun cukup banyak untuk di-share ber-4.

 
Tahu Lima Rasa, 26k
Perpaduan rasa asin, manis, gurih, pedas, dan tekstur crispy semuanya ada di menu ini. Tahu jepang digoreng hingga luarnya cukup kering (tapi dalamnya masih empuk), dibumbui dan diberi potongan kecil2 paprika serta oatmeal.. mka jadilah Tahu Lima Rasa. Ternyata benar kata tante saya bahwa menu yang satu ini memang layak jadi favorit.

Untuk minumannya biasa saja, kami hanya pesan ice tea & juice melon yang menyegarkan. Secara keseluruhan resto ini memuaskan, harganya sesuai dengan makanan yang disajikan, tempatnya bagus & pelayanannya ok. Tak menyesal deh makan di sini... smile
 
Date of Visit: Apr 01, 2012 

Spending per head: Approximately Rp50000(Breakfast)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   2 Vote(s)   View Results
Recommend