OpenRice Index
  
missnl
This is missnl living in Cilandak. I am a graphic designer, work in Lebak Bulus. I like to hang out in Tanjung Duren, Pondok Indah, Senayan. Bali, Chinese, Itali, India are my favorite cuisines. I also love Street Foods, Kafe, Restaurant, lounge and Siomay / Batagor, Pizza & Pasta, sate lilit bali.
Member 10 First(s)
No. of Review67 Review(s)
編輯推介數目33 Editor's Choice
Recommended8 Recommended
Popularity3693 View(s)
Replies in Forum1 Comment(s)
Upload Photos1237 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant42 My Restaurant(s)
Follow58 Following
粉絲391 Follower(s)
missnl  Level 3
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 16 to 20 of 67 Reviews in Indonesia
Kemang Steak Yang Bukan Di Kemang Smile Dec 24, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Amerika | Restaurant | Steak & Grills

Saya sempat bertanya-tanya dalam hati,
"Kemang Steak 'koq lokasinya bukan di Kemang?"
Beruntung saya segera mendapat jawaban yang pasti akurat, karena berasal dari pemiliknya langsung.
Adalah Ibu Hj. Henny, pendiri Kemang Steak, yang awalnya bereksperimen mmbuat steak bermodalkan demo masak makanan Eropa dan hobi beliau memasak. Dari tangan beliau tercipta resep steak legendaris yang khas dan sesuai selera orang Indonesia. Lokasi pertama restoran yang dibuka Ibu Hj. Henny pada tahun 1992 memang berada di daerah Kemang, maka dinamakanlah Kemang Steak.
Setahun kemudian Kemang Steak berpindah lokasi ke Jl. Haji Nawi Raya, dan sukses beroperasi selama bertahun-tahun di sini. Saya sebut sukses, karena saya ingat dulu setiap kali melewati jalan tersebut -baik pada siang, sore, maupun malam hari, restoran ini selalu ramai pengunjung. Sebuah restoran yang tampak sederhana dengan papan nama bertuliskan "Pondok Kemang Steak", namun parkirannya selalu penuh dan dapurnya terus mengepulkan asap bakaran beraroma sedap.
The owners, Ibu Hj. Henny, dua putrinya, dan Bp. David Very

The owners, Ibu Hj. Henny, dua putrinya, dan Bp. David Very

 
Sempat tutup di tahun 2009 dan vakum dari bisnis kuliner selama lima tahun, Ibu Hj. Henny membuka kembali Kemang Steak di tahun 2014 dengan konsep baru. Resep steak tetap sama, karena disitulah keistimewaannya, namun "kemasan" restoran kini "naik kelas". Bekerja sama dengan Bapak David Very Susanto sebagai managing director, Kemang Steak yang sekarang benar-benar sebuah restoran, bukan sekedar pondok makan ala rumahan. Lokasinya dipilih Pantai Indah Kapuk yang belakangan ini terkenal sebagai pusat kuliner kekinian di Jakarta.

 
Di paling depan, tamu "disambut" oleh Moo Moo, patung sapi lucu maskot Kemang Steak yang menjadi spot foto favorit. Area restoran terbagi menjadi 2 yaitu outdoor (tentunya sekaligus smoking area) dan indoor (non smoking) yang nyaman dengan pendingin ruangan. Keseluruhan desain interiornya bertema rustic dengan bata ekspos di dinding lantai bawah dan finishing semen di dinding lantai atas. Berbagai pernik menarik menghiasi ruangan restoran, termasuk koleksi testimoni para selebriti dan pejabat yang pernah menikmati kelezatan Kemang Steak sejak outlet lamanya di Kemang dan Haji Nawi. Meja dan kursi makan berbentuk simple dari bahan kayu dengan model kursi tanpa sandaran seperti di bangku di warung makan.
Kemang Steak's details

Kemang Steak's details

 
Mempertahankan konsep outlet lamanya, dapur masih terletak di bagian depan restoran. Asap bakaran steak seakan tak berhenti "ngebul" sejak restoran dibuka, dan ini bisa menjadi daya tarik bagi pengunjung yang tadinya sekedar lewat menjadi akhirnya mampir.
Untuk menjaga originalitas resep keluarga sekaligus regenerasi, dua putri Ibu Hj. Henny yaitu Asih Winarsih dan Endah Nur Pratamasari bergabung mengelola restoran. Tak tanggung-tanggung, mereka turun tangan langsung di bagian dapur, untuk memastikan semua menu dibuat sesuai resep keluarga sehingga kualitas rasa senantiasa terjaga.
Berbicara rasa, keunggulan Kemang Steak terletak pada signature BBQ sauce dari resep rahasia keluarga Ibu Hj. Henny yang tak ada duanya. Di Kemang Steak, daging tidak dimarinasi melainkan langsung dibakar di atas bara arang batok kelapa sambil diolesi bumbu BBQ. Tersedia berbagai pilihan daging steak sapi impor dan lokal, lamb chop, ikan, dan chicken filllet yang lezat dan 100% halal.
Jika saus BBQ di daging masih terasa kurang, tidak perlu repot meminta tambahan ke waiter karena di setiap meja telah tersedia sebotol saus yang bisa ditambahkan sepuasnya. Saya pribadi lebih suka mencocolkan kentang goreng ke saus ini daripada ke saus sambal botolan. Aroma rempah yang khas, perpaduan rasa asin-manis-asam yang balance, serta sedikit pedas dari black pepper menjadikan saus BBQ ini sungguh istimewa. 
Setiap porsi steak dihidangkan bersama side dish salad sayuran dan kentang goreng. Salad sayuran yang diberikan di sini ala Indonesia yaitu wortel, buncis, dan jagung pipilan yang ditumis dengan sedikit minyak. Semua sayuran fresh (bukan frozen vegetables) dan tingkat kematangan pas sehingga rasa, warna, dan teksturnya terjaga baik. Untuk kentang gorengnya, waaahh.. ini saya suka sekali! Kentang goreng home made yang rupanya juga dibuat dengan resep rahasia keluarga karena belum pernah saya temukan di tempat lain. Bagian luarnya sangat garing dengan semacam lapisan tepung berbumbu yang cukup tebal sehingga agak keras, namun ketika digigit bagian dalamnya tetap empuk dan lembut. Saya justru lebih suka kentang goreng seperti ini dibandingkan french fries biasa, tak heran jika dalam waktu singkat kentangnya habis duluan.

Beef Ribs (IDR 55k)
Empuk

Empuk

 
Sepotong tulang iga sapi berbalut daging tersaji di piring bersama kentang goreng dan salad sayuran. Besar porsinya pas untuk ukuran saya, dan sangat sesuai dengan harganya. Jika dinilai dari rasa dan kualitas daging, harga itu bahkan tergolong murah untuk seporsi steak ala restoran. Daging di sekitar tulang cukup banyak, empuk, dan masih sedikit juicy meskipun di-grill hingga tingkat kematangan well done. Baluran saus BBQ pada daging terasa nikmat membuat kita tak ingin menyisakan sedikit daging pun dari potongan tulang. Eitss.. di Kemang Steak tidak perlu jaim untuk makan menggunakan tangan. Jadi.. silakan digerigiti sepuasnya hingga bersih!

Australian T-Bone (150gr IDR 65k, regular IDR 90k)

 
Porsi yang terhitung cukup besar untuk daging impor Australia dengan mutu yang baik. Khusus ketika itu, pihak Kemang Steak hanya menyediakan tingkat kematangan well done untuk semua porsi T-Bone, meskipun demikian ketika saya cicipi dagingnya masih cukup empuk tidak sampai bertekstur dry atau keras.

Red Snapper (IDR 75k)
yummy

yummy

 
Fillet kakap merah yang tersaji di piring saya cukup besar dan tebalnya pas. Berbeda dengan teman yang katanya mendapatkan fillet ikan kurang segar, fillet di piring saya masih segar dengan aroma daging ikan kakap yang wajar. Ketika dipotong dengan pisau pun teksturnya masih baik tidak hancur, menandakan kualitas yang masih baik. Tingkat kematangan tepat dengan salah satu sisi agak kering tetapi daging masih lembut dan juicy. Beberapa teman yang mencicip fillet ikan dari piring saya juga berpendapat sama dan tidak ada komplain mengenai kualitas atau kesegaran ikan. Well, mungkin teman saya sedang bernasib kurang baik, tetapi hal ini perlu diperhatikan juga oleh Kemang Steak agar ke depannya jangan sampai terulang kembali.

Salmon (IDR 75k)
Definitely delicious

Definitely delicious

 
Potongan salmon cukup besar dan tebal, ketika dipotong dagingnya masih juicy dan tidak mudah hancur. Warna orange cantik dan tekstur daging yang masih firm menandakan kualitas daging yang baik dan segar, serta pastinya di-grill pada tingkat kematangan sempurna sehingga tidak sampai kering/keras. Sebagai pecinta salmon, saya pasti akan pesan menu ini pada kunjungan berikutnya... HARUS!

Australian Tenderloin (135gr IDR 55k, regular IDR 90k)
love it so much

love it so much

 
Satu-satunye jenis red meat yang paling saya suka adalah tenderloin, maka tak saya lewatkan kesempatan mencicipinya. Ketika dipotong, bagian tengah daging terlihat masih berwarna pink kemerahan, kira-kira pada tingkat kematangan medium. Meskipun tebal, teksturnya dagingnya empuk dan masih juicy, serta yang terpenting tidak berlemak. Daging impor berkualitas ini terasa semakin lezat dengan baluran saus BBQ istimewa dari Kemang Steak. I love it!

Mashed Potatoes (IDR 25k)
Creamy 'n yummy

Creamy 'n yummy

 
Penyajiannya cute sekali dengan tampilan seperti wajah snowman (atau potatoman? ;P) yang disusun dari potongan buncis dan wortel. Dari bahan yang sederhana namun menghasilkan tampilan yang menarik karena ide kreatif. Awalnya agak sayang "merusak" snowman lucu ini, namun sekali coba saya pun tak sabar segera menyendoknya lagi sampai habis, karenaaa... rasanya super enak! Tekstur yang lembut, creamy, dan campuran rasa kentang dengan susunya pas sesuai selera saya.

Selain aneka steak menggiurkan, Kemang Steak mempunyai beberapa minuman khas yang patut dicoba.
Fresh Lime Kemang (IDR 20k)
Segar

Segar

 
Dari awal saya sudah tertarik mencobanya, karena dari namanya saya membayangkan rasanya pasti segar dan cocok diminum setelah menyantap steak yang gurih dan "berat". Tak meleset dugaan saya, rasanya tepat seperti yang diharapkan. Asam jeruk nipisnya masih terasa segar namun tidak membuat kita sampai mengernyitkan mata karena terlalu asam. Terdapat sepotong batang serai dalam gelas sebagai alat pengaduk sekaligus memberi aroma tambahan pada minuman. Sempat agak khawatir jika aromanya terlalu kuat (karena saya tidak suka aroma serai pada minuman), ternyata justru hampir tidak ada pengaruhnya sama sekali. Syukurlah! Saya pun bisa menikmati segelas fresh lime ini hingga tuntas.

Mixed Juice
(IDR 20k)
Segar dan sehat

Segar dan sehat

 
Perpaduan dari broccoli, kiwi, dan nanas, ditambah buah kalengan sebagai topping. Warna hijaunya cantik, serasi dengan warna-warni buah kalengan sebagai aksen. Saya sempat mencicip sedikit pesanan teman, ternyata rasanya enak, semenarik tampilannya. Aroma sayur sama sekail tidak terasa, juga asam manisnya pas, dan pastinya sehat karena dibuat dari bahan-bahan segar. Jika berkesempatan ke sini lagi sudah pasti saya akan memesan mixed juice sebagai pilihan pertama.

Es Kemang Cincau
(IDR 25k)

 
Home made cincau hijau disajikan dengan sirup dan selasih (basil seeds). Irisan jeruk nipis dan daun pandan rupanya bukan sekedar menjadi hiasan (garnish), melainkan bisa dicampurkan ke dalam minuman sehingga memberikan aroma wangi dan seberkas rasa asam segar. Keseluruhan rasa memang tidak terlalu istimewa, seperti es cincau pada umumnya, namun cukup memberikan kesegaran sekaligus sebagai dessert untuk menutup acara makan.

Makan di Kemang Steak terasa menyenangkan dengan tempat yang nyaman dan suasana homey, terasa seperti di rumah. Pilihan makanan cukup beragam, rasanya enak, bermutu baik, dan semuanya bisa dinikmati dengan harga yang sangat affordable. Pelayanan yang ramah dan cekatan juga membuat kita semakin puas makan di sini. Khusus untuk area PIK tersedia layanan delivery sehingga steak lezat juga bisa dinikmati di rumah.
Supplementary Information:
Area lantai 2 lebih nyaman terutama jika datang dalam rombongan besar, bisa juga dijadikan private room untuk acara pesta, arisan, atau lunch meeting
 
Recommended Dish(es):  Australian Tenderloin Steak,Mixed Juice,Fresh Lime Kemang,Salmon Steak,Mashed Potatoes
 
Table Wait Time: 15 minute(s)


Spending per head: Approximately Rp100000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga

Sudah cukup lama saya mengenal Ten Ten, dan selalu ada cerita pada beberapa kali kunjungan saya ke restoran Jepang ini. Pertama kali mencoba saat outlet-nya yang berada di Pondok Indah Mall 1 baru dibuka. Dengan menu andalan tempura dan tendon, kala itu saya bersama beberapa sahabat menikmati menu-menu tersebut. Seorang sahabat saya yang penggemar makanan Jepang pun berpendapat bahwa tempura di Ten Ten termasuk paling enak dari yang pernah dia coba di tempat lain. Kunjungan pertama pun berakhir memuaskan dan tidak membuat kami kapok untuk kembali ke Ten Ten.
Ketika outlet di PIM 1 akhirnya tutup, saya mencoba Ten Ten lagi di outlet-nya yang berlokasi di Plaza Indonesia, dan kali ini untuk sebuah acara berbeda yaitu cooking class. Sebuah pengalaman baru yang mengasyikkan, bisa belajar membuat tempura langsung dari ahlinya. Lebih menyenangkan lagi karena saya bersama beberapa teman foodies memenangkan lomba membuat tempura karena tingkat kematangan tempura kelompok kami dinilai yang paling mendekati sempurna.
Kunjungan saya yang terakhir ke Ten Ten kali ini pun mempunyai cerita. Rupanya, Ten Ten belum lama meluncurkan deretan menu baru yang sungguh menarik. Anyway, saya suka sekali buku menu barunya yang memuat beberapa ilustrasi cute para maskot Ten Ten. Ingin rasanya saya memasukkan satu ke dalam tas, sayangnya tas saya kurang besar ketika itu *wink*.
Desain outlet restoran yang berada di bawah naungan Boga Group ini belum berubah sejak kunjungan saya sebelumnya. Interiornya masih didominasi unsur kayu yang ditata dengan nuansa modern minimalis namun tetap berkesan hangat dan nyaman. Open kitchen yang dibatasi kaca menjadi salah satu "pemandangan" menarik dimana kita bisa melihat proses pembuatan makanan, terutama tempura.

 
Jadi, menu baru apa yang saya coba pada kunjungan saya ke Ten Ten kali ini?
Ten Ten Signature Stone Rice (IDR 68k)
Japanese mixed rice with ebi sakura topped with grilled fish, ebi tempura, and squid
Menu-menu stone rice adalah salad satu jenis hidangan baru yang menjadi highlight. Konsepnya menyerupai tendon (nasi di bawah, topping lauk pauk di atasnya), namun penyajiannya menggunakan mangkuk batu yang fungsinya menyimpan panas sehingga makanan di dalamnya tetap hangat dari awal hingga akhir disantap.

 
Adanya kata "signature" di menu langsung mengingatkan pada menu andalan Ten Ten yaitu tempura, dan benar adanya di menu memang terdapat tempura. Ebi dan obha tempura dipadukan dengan grilled seafood (salmon, cumi, crabstick), serta sunny side up diletakkan di atas nasi yang sudah dibumbui. Tempuranya crispy dan matang dengan baik, rasanya masih sama seperti yang pernah saya makan di Ten Ten dulu. Demikian pula grilled seafood dan nasi dibumbui secara pas sehingga terasa enak di lidah.

Salmon Obha Pesto Stone Rice
(IDR 68k)
Salmon with obha pesto sauce on rice
Potongan salmon, jagung, wakame, dan tomat cherry dihidangkan di atas nasi, dan diberi saus pesto yang terbuat dari daun obha. Potongan tipis nori selain sebagai garnish juga melengkapi tekstur makanan. Nasinya pulen, namun tidak terlalu berbumbu seperti menu stone rice sebelumnya. Rasa secara keseluruhan enak, dengan saus pesto yang aromatik dan fresh, serta terutama saya suka salmonnya yang dimasak dengan baik.

 
Tori Momo Stone Rice (IDR 58k)
Dari segi tampilan dan nama menu, tori momo memang sangat menarik perhatian. Namanya sendiri sudah terdengar unik dan lucu, sedangkan tampilannya sangat eye catching dengan perpaduan warna komponennya yang enak dilihat. Daging ayam yang dibumbui hingga berwarna coklat kemerahan itu selain rasanya enak dan pas, warnanya pun cantik berpadu dengan butiran edamame kupas berwarna hijau. Irisan sayuran, wakame, dan bawang putih goreng turut melengkapi rasa dan tekstur tori momo.
Attractive look yet yummy taste

Attractive look yet yummy taste

 
Premium Saikoro Steak (IDR 68k)
Premium beef with sautéed vegetables
Tidak salah penggunaan nama "premium" di sini, karena daging sapi yang digunakan berkualitas tinggi. Rasanya enak sekali, empuk, juicy, dan tingkat kematangan tepat. Disajikan dengan tumis sayuran dan jamur shitake, saus pesto, serta irisan tipis bawang putih goreng yang menambah kelezatan hidangan. Satu porsi saikoro steak tidak terlalu besar sehingga tidak akan kesulitan menghabiskannya, justru tanpa terasa sudah ludesss...
A must try!

A must try!

 
Grilled Fish Obha Cream Sauce (IDR 68k)
Choice of fish: salmon/red snapper
Menu pilihan saya ternyata memiliki rasa seenak tampilannya yang menarik. Sejak awal melihat fotonya di buku menu saya langsung tertarik dengan warna hijau muda sausnya yang lembut nan cantik. Ketika dicoba, saya pun langsung suka dengan rasa saus berbahan dasar daun obha (atau ohba) yang creamy dan gurih namun tidak berlebihan. Akibat lupa mencantumkan pilihan jenis ikan ketika memesan, saya pun mendapatkan red snapper. Tingkat kematangan ikan tepat sehingga bagian luar sedikit kering mengarah ke crispy namun di dalam masih juicy. Disajikan dengan jamur shiitake dan shimeji yang dimasak sempurna menjadikan hidangan ini favorit saya dan sangat saya rekomendasikan untuk dicoba. Love it so much!
Super love it!

Super love it!

 


Beef Hamburg with Cheese (IDR 50k)
Saya belum pernah menemukan hamburg steak dengan isian mozzarella cheese di tempat lain, menjadikan hidangan ini unik dan benar-benar baru. Daging sapinya empuk dan juicy, dengan bumbu yang pas serta meresap ke dalam daging.

 
Salmon Miso Soup (IDR 68k)
Sebuah menu baru dari kategori nabemono yang ternyata enak. Sup miso Jepang ini berisi salmon, tofu, wakame, jamur shitake, irisan daun bawang, dan sedikit wortel sebagai garnish. Aroma sup misonya harum, rasanya balance dan tidak terlalu pekat, serta tingkat kematangan semua komponen isinya tepat.
Healthy soup

Healthy soup

 
Selain makanan, menu dessert baru juga diluncurkan oleh Ten Ten. 
Fruit Kakigori (IDR 32k)
Milk snow ice with assorted fruit
Tekstur snow ice yang lembut dan rasanya yang tidak terlalu manis membuat saya suka fruit kakigori di Ten Ten. Dipadukan dengan potongan buah segar semakin melengkapi kenikmatannya sehingga tanpa terasa mangkuk pun sudah kosong...
Smooth and silky

Smooth and silky

 
Hot Plate Brownies Chocolate Ice Cream (IDR 32k)
Penyajian dessert ini menjadi menarik karena menggunakan hot plate. Saus akan dituangkan langsung di hadapan customer saat dihidangkan, sehingga ada sensasi tersendiri ketika saus bergolak di atas hot plate. Customer yang membawa anak-anak harap berhati-hati, ya.. karena hot plate yang digunakan sangat panas.

 
Dari segi rasa, sebagai penggemar coklat saya suka browniesnya karena cukup nyata terasa coklat, empuk, dan tidak terlalu padat. Disajikan dengan satu scoop vanilla ice cream bertabur sejumput choco chips di bagian atas dan saus coklat, menghadirkan sensasi dingin dan panas yang kompleks dan unik di lidah. Harus coba!

Hot Plate Red Velvet Cream Cheese Ice Cream (IDR 32k)
Meskipun bukan termasuk penggemar red velvet, menurut saya rasa red velvet-nya sendiri enak meskipun masih sedikit terlalu manis. Cream cheese ice cream juga tidak ada masalah, tidak terlalu manis dengan seberkas rasa asin yang agak unik. Satu komponen yang tidak saya sukai yaitu saus putih yang agak manis dan sangat nyata berbau susu. Jika di menu sebelumnya ada matcha ice cream yang dapat "menutupi" rasa alami susu, di sini cream cheese ice cream justu membuat semakin machtig menurut selera saya. Well, it's personal.

 
Matcha Lava Cake (IDR 28k)
Japanese style lava cake with green tea ice cream
Matcha lovers MUST try this one, b'coz it's all about matcha! Cake, lava, dan ice cream semuanya green tea. Rasa dan aroma green tea sangat mendominasi (dan mantap!) namun tidak sampai berlebihan atau pun pahit. Lava green tea yang "mengalir" ketika cake dibelah selain terlihat menarik juga sangat enak dan konsistensinya pas.

 
Demikianlah cerita saya bersama menu-menu terbaru yang dihadirkan Ten Ten Tempura House. Saya akui menu baru ini sangat menarik, lebih variatif dan kreatif dibandingkan sebelumnya. Jika biasanya pilihan hanya berkisar pada tempura dan tendon, kini tak ada lagi alasan untuk bosan datang ke Ten Ten. Anda pun bisa mempunyai cerita sendiri bersama Ten Ten dan hidangannya yang semakin variatif. Selamat mencoba!
Supplementary Information:
Menu-menu barunya sangat layak dicoba
 
Recommended Dish(es):  Salmon Obha Pesto Stone Rice,Premium Saikoro Steak,Grilled Fish Obha Cream Sauce,Fruit Kakigori,Hot Plate Brownies Chocolate Ice Cream,Matcha Lava Cake
 
Table Wait Time: 20 minute(s)


Spending per head: Approximately Rp120000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Chinese | Restaurant | Kumpul Keluarga

Soup Restaurant merupakan restoran franchise yang berasal dari Singapura. Konsep mereka adalah menghadirkan nuansa khas Chinatown baik dari ambience restoran maupun rasa dan jenis makanan yang tersedia.
Wlcome to Soup Restaurant

Wlcome to Soup Restaurant

 
Soup Restaurant telah mempunyai 3 cabang di Jakarta, dan salah satunya berada di Senayan City. Terletak di lantai 4, tepat di depan eskalator, bersebelahan dengan Spageddies, dan dekat dengan Best Denki menjadikan restoran ini mudah ditemukan dan strategis karena yang pastinya banyak dilalui pengunjung mall. Di bagian paling depan selalu ada usher yang menyambut dan siap membantu para customer.
Modern-classsical Chinese look

Modern-classsical Chinese look

 

Setelah melewati pintu masuk, restoran seakan terbagi menjadi bagian depan, tengah, dan belakang seperti pembagian ruangan sebuah rumah. Bagian depan seperti sebuah ruang tamu dengan meja yang tidak terlalu banyak. Bagian tengah yang paling luas dan terbuka memuat banyak meja berkapasitas 2-4 orang yang bisa juga digabungkan menjadi meja panjang sesuai kebutuhan. Di sisi kiri dan belakang terdapat semi private room dengan meja besar yang bagian tengahnya dapat diputar, berkapasitas 10-12 orang per meja. Saya menyebutnya semi private room karena masih berpenyekat namun tidak benar-benar tertutup rapat dan terpisah dari ruangan umum. Suasana Chinatown modern begitu terasa saat memasuki restoran, mulai dari desain interior ruangan, meja kursi makan, dan beberapa pernik seperti guci dan lukisan khas China yang menghiasi ruangan. Penggunaan material dominan kayu dan pencahayaan ruangan yang sedikit temaram menghadirkan kesan klasik, nyaman dan homey, menjadikan acara makan kita tenang dan santai, apalagi jika datang bersama teman atau keluarga.

MINUMAN
Sweet Ice Tea (IDR 12k)
Tidak ada yang spesial dengan es teh manis yang disajikan dalam gelas tinggi langsing ini. Tidak refillable, gula cair tidak disediakan terpisah, dan sejak awal disajikan tidak terlalu manis sehingga setelah es mencair rasanya pun menjadi seperti es teh saja. Bagi yang suka manis mungkin harus minta tambahan gula cair lagi.
Just an ordinary tea, no special

Just an ordinary tea, no special

 
SUP
Wintermelon Soup (small-IDR 40k, medium-IDR 80k, large-IDR 120k)
Salah satu menu andalan dalam daftar menu yang menurut keterangannya berkhasiat untuk detoksifikasi, sekaligus baik bagi yang sedang berdiet. Bagaimana dengan rasanya?Kuah kaldunya memang juara, sedap dan gurih tetapi tidak membuat eneg, namun saya kurang suka dengan wintermelon alias labu hijau yang ada di dalamnya. Wintermelon yang dimasak dalam kuah sup terasa aneh, selain itu potongannya terlalu besar sehingga agak sulit memakannya. Akan lebih baik jika dipotong lebih kecil sehingga muat dalam satu suapan, tapi... mungkin saya tetap lebih memilih kuahnya juga.
Delicious broth but weird wintermelon

Delicious broth but weird wintermelon

 
Tim Tien Chee dengan Sup Ayam (IDR 38k)
Double boiled Tien Chee with Chicken Soup
Dibuat dengan rempah-rempah yang asing bagi saya, sup ini rasanya pun ajaib di lidah. Bukan tidak enak, tetapi aroma herbalnya memang sangat kuat menjadikan sup ini lebih seperti sup obat. Daging ayam yang terdapat di dalamnya dimasak hingga empuk benar dan aroma herbalnya sudah meresap. Kuahnya kekuningan bening dan gurih dari kaldu ayam asli (tanpa bumbu penyedap), dengan seberkas rasa pahit yang tidak mengganggu. Sebuah pengalaman baru bagi saya mencicipi "sup obat" yang memang berkhasiat untuk melancarkan peredaran darah dan menambah daya tahan tubuh. Jika Anda tergolong adventurous dalam hal makanan, silakan cicipi menu ini, toh tidak ada ruginya juga karena baik untuk kesehatan tubuh. Berani mencoba?
Herbal soup

Herbal soup

 
MAKANAN
Ayam Jahe ala Samsui (IDR 95k)
Samsui Ginger Chicken
Signature dish dari Soup restaurant ini banyak direkomendasikan oleh beberapa sumber yang pernah saya baca, membuat saya penasaran akan rasanya. Sebuah menu tradisional China yang menurut tradisi Samsui hanya dimakan setahun sekali pada saat Imlek, berisi daging ayam kukus yang dimakan dengan saus jahe. Cara makannya, potongan daging ayam dicelup dalam saus jahe, dibungkus dengan lettuce, baru disantap (kalau bisa) sekaligus dalan satu suapan. Daun selada segar memberi tekstur crunchy dan melengkapi keseluruhan rasa. Asin, gurih, manis bercampur di dalam mulut dan pastinya ingin tambah lagi.
A must try menu!

A must try menu!

 
Daging ayamnya matang dengan sempurna, masih juicy, empuk, dan tidak hambar meskipun dikukus tanpa banyak bumbu. Lebih istimewa lagi sausnya yang cukup kuat menguarkan aroma jahe dan sedikit bawang putih, namun tidak ada rasa pahit ketika dimakan. Saya tidak suka jahe, dan biasanya menghindari masakan yang berbau jahe, tapi baru kali ini saya justru suka menambahkan saus jahe cukup banyak ke dalam lettuce wrap. Selain enak, menu ini sehat karena jahe dan sesame oil pada sausnya dipercaya dapat menghalau masuk angin menurut tradisi China. Tak salah jika Samsui Ginger Chicken menjadi the most recommended dish di sini dan rasanya memang wajib dipesan setiap kali berkunjung kemari. Enaaaakkk...

Tahu Claypot (IDR 40k)
Claypot Tofu
I love tofu, and I like this dish! Bumbunya sendiri memang tidak terlalu istimewa atau unik, namun saya suka kelezatannya yang terasa balance dan tekstur tahunya yang pas.
Could be a fav menu

Could be a fav menu

 
Stim San Yu Fillet (IDR 75k)
Steamed Garoupa Slices
Biasanya saya tidak bersemangat dengan masakan berjenis steamed fish, terkecuali setelah mencoba Steamed San Yu Fillet milik Soup Restaurant. Ikan kerapu tanpa tulang dimasak dengan cara dikukus terasa lembut, juicy, dan tidak amis. Saus cokelat encer yang menggenanginya terasa enak dan tidak terlalu asin, sepertinya dibuat dengan kecap asin. Irisan tipis daun bawang dan cabai merah yang ditaburkan di atas ikan juga turut memperkaya rasa ketika dimakan sekaligus, dan saya suka keseluruhan rasanya.
Like it!

Like it!

 
Sio Mak Cah Ikan Tausi (IDR 45k)
Yao Mak Chye Fried with Black Beans Dace Fish
Ketika mencocokkan nama menu dengan sepiring tumis sayuran yang terhidang, saya bertanya-tanya, "Mana ikannya?" Ternyata... kata "ikan" pada nama menu hanya karena penggunaan kaldu ikan saja, tidak ada dagingnya yang dimasukkan dalam masakan. Saya tidak ada masalah dengan bumbu tausinya, terasa enak, gurihnya tidak berlebihan, dan balance. Kalau pun ada masalah, ini karena antipati saya pada jenis sawi-sawian yang ditumis. Yup, saya tidak suka sio mak yang di lidah terasa pahit sekali itu, tapi bagi yang menyukainya pasti tidak ada masalah karena rasa masakannya sendiri enak. 

Selada Saus Tiram (IDR 45k)
Fried Lettuce with Oyster Sauce
Tidak ada yang spesial dari menu sayuran ini. Sepiring selada yang ditumis dengan bumbu saus tiram, terasa light dan cukup enak di lidah saya, namun tidak ada rasa atau aroma tertentu yang menonjol. Tekstur selada masih sedikit crunchy -dan itu bagus, saya suka- karena dimasak pada tingkat kematangan yang tepat.


Mie Goreng Dengan Fillet Ikan
(IDR 48k)
Fried Noodle with Fish Slices
Mie goreng yang dimaksud di sini ternyata seperti ifumie. Mie kuning digoreng kering hingga crispy, disajikan dengan sayuran dan fillet ikan yang dimasak dengan saus tiram (seperti cap cay). Dari segi rasa tidak terlalu "wow" dan saya lebih suka menyantapnya segera ketika mie masih crunchy dibandingkan ketika mie sudah lunak terkena kuah kecoklatan di bawahnya. That's all I can say about this dish.
Noodle just noodle

Noodle just noodle

 


Nasi Olive ala Teo Chew (IDR 48k)
Teo Chew Olive Rice
Nasi olive ini memiliki cita rasa unik menurut saya, tidak bisa dibilang enak sekali, tetapi bukan berarti saya tidak suka. Warna nasinya menjadi hijau gelap karena dibuat dengan campuran teochew preserved black olives. Menurut saya pribadi, nasi olive ini kurang "greget" karena sedikit hambar meskipun aromanya kuat. Untuk menyiasatinya saya menambahkan sambal yang tersedia di meja (bukan saus sambal botolan) dan benar saja rasanya menjadi lebih mantap. Bagi yang tidak suka pedas mungkin cukup menambahkan sedikit garam atau kecap asin untuk memperkaya rasa.
Unique taste yet healthy

Unique taste yet healthy

 
DESSERT
Kui Ling Kau (IDR 25k)
Herbal Jelly
Tampilannya menyerupai cincau hitam, dengan tekstur lebih kenyal, disajikan dengan madu cair terpisah di pot kecil. Awalnya saya hanya menambahkan sedikit madu, tapi ternyata herbal jelly ini rasanya pahit sekali! Jadilah saya tambahkan madunya banyak-banyak agar menutupi pahitnya.
Bitter jelly!

Bitter jelly!

 
Pir Dengan Jamur Putih dan Almond (IDR 25k)
Double Boiled Pear with Snow Fungus & Almonds
Dilihat dari warnanya tampak kurang menarik karena cenderung pucat dan tidak atraktif, namun ketika dicicipi ternyata enak. Jamu putihnya masih terasa crunchy, rasanya pas ketika dimakan bersama kuah bening yang sepertinya hanya merupakan simple syrup. Double boiled pear yang sudah dipotong kecil tingkat kematangannya pas tidak sampai terlalu lunak atau hancur. Saya suka karena keseluruhan rasanya tidak terlalu manis dan terasa light, cocok sebagai penutup setelah menyantap hidangan yang bercita rasa asin dan gurih.
I like the fungus' texture

I like the fungus' texture

 
Dari sekian banyak Chinese restaurant yang pernah saya coba, Soup Restaurant paling berbeda diantara yang lain karena mengutamakan kesehatan disamping rasa yang lezat. Chinese food yang disajikan di sini banyak menggunakan rempah herbal tradisional China yang baik bagi kesehatan dan cita rasanya unik/berbeda, serta tidak terlalu banyak memasukkan minyak ke dalam masakan. Bagi saya yang terbiasa mengurangi garam, rasa makanan justru pas karena rata-rata dibuat tidak terlalu asin. Salah satu nilai plus lain, makan di Soup Restaurant tidak perlu khawatir pada Chinese Restaurant Syndrome karena masakan tidak menggunakan MSG. Untuk semua keunggulan tersebut, harga yang harus dibayarkan sangat sesuai dengan kualitas bahan dan besarnya porsi yang kita dapatkan. Ditambah dengan pelayanan crew restoran yang baik dan ramah serta tempat yang nyaman, Soup Restaurant layak menjadi restoran favorit keluarga.
So, what are you waiting for?
Supplementary Information:
Harus coba Ayam Jahe ala Samsui yang menjadi favorit di sini, dan coba bertualang rasa dengan menu-menu herbal yang unik rasanya namun berkhasiat untuk kesehatan.
 
Recommended Dish(es):  Ayam Jahe ala Samsui,Tahu Claypot,Stim San Yu Fillet
 
Date of Visit: Nov 28, 2014 

Spending per head: Approximately Rp150000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant | Vegetarian | Halal | Kumpul Keluarga

Apa yang muncul di benak Anda tentang restoran vegetarian? Terbayang masakan yang hanya terdiri dari sayuran, rasa yang hambar, tidak enak, atau membosankan? Paradigma itu akan berubah ketika mengenal VMAD Vegetarian Madness yang menyediakan aneka menu vegetarian kaya rasa.
Saya pribadi sudah pernah mencicipi hidangan vegetarian dari salah satu restoran khusus vegetarian yang ada di Jakarta, dan tidak pernah punya pengalaman buruk dengan makanannya. Ketika mengetahui bahwa VMAD didominasi menu masakan India, saya lebih tertarik lagi karena memang menyukai cita rasa masakan India yang kaya rempah.

Beruntungnya saya berkesempatan untuk menyaksikan cooking class dari VMAD yang menampilkan dua hidangan andalan yang paling direkomendasikan bagi para customer yang baru pertama kali mencoba hidangan ala VMAD. Melalui acara ini customer bisa melihat langsung bahan-bahan yang digunakan semua segar dan cara memasaknya pun higienis. Tak sabar untuk segera mencoba?
Hakka Bakka Noodle (IDR 49k)
Yellow noodle mixed with sauteed vegetarian chicken, fresh vegetables, then gently mixed with black pepper sauce, vegetarian oyster sauce, and sesame oil
Hakka Bakka Ingredients

Hakka Bakka Ingredients

 
Cook the noodles

Cook the noodles

 
spicy and yummy

spicy and yummy

 
Rasa black pepper sangat mendominasi sehingga terasa pedas di mulut namun tidak membuat sakit perut. Tingkat kematangan mie tepat, termasuk juga paprika hijau dan wortel diiris tipis yang masih terasa crunchy namun tidak mentah. Bagi yang heran dengan vegetarian chicken, ini adalah bahan masakan dari kedelai yang diproses sedemikian rupa hingga teksturnya menyerupai daging ayam. Penggunaan minyak wijen memberikan aroma khas pada masakan sekaligus baik untuk kesehatan. Keseluruhan rasa hidangan masih tergolong netral, maka tepat dipesan oleh para "pemula" yang belum terbiasa dengan aroma rempah masakan India.

Murtabak Ceylon (IDR 29k)
Thin crust stuffed pancake carefully fried to get crunchiest layer and minced chicken filling, served with crispy potato fries, spicy curry, and fresh pickles
Murtabak's crust

Murtabak's crust

 
Ada yang menarik dari demo pembuatan martabak, karena saya berkesempatan belajar membuat martabak... langsung pada bagian yang paling menantang yaitu melebarkan adonan kulit martabak. Ternyata memang sulit! Meskipun telah diajarkan tekniknya, pelaksanaannya tidak semudah itu. Teknik "melempar" adonan kulit martabak yang tampak menarik (dan seolah mudah) nyatanya perlu latihan intensif agar dapat menghasilkan kulit martabak yang tipis merata, lebar, dan tidak bolong/sobek. Meskipun hasilnya tidak rapi dan belum menguasai teknik melempar, saya tidak menyesal telah mencoba.
Murtabak on progress

Murtabak on progress

 
I love spicy curry!

I love spicy curry!

 
Kembali ke masakannya, keistimewaan hidangan ini ada pada isinya. Jika martabak umumnya menggunakan daging sapi, di sini menggunakan vegetarian chicken dan bumbu kari. Cara pembuatannya sama dengan martabak biasa, namun bagusnya di sini saat menggoreng tidak menggunakan terlalu banyak minyak. Saya suka kulit martabak yang tipis renyah (meskipun mudah hancur), dan lebih suka lagi dengan rasa isiannya yang sangat didominasi bumbu kari. Martabak Ceylon dimakan dengan semacam saus kari merah yang agak kental dan kaya rempah di dalamnya. Awalnya saya coba makan martabak tanpa saus dan terasa agak terlalu asin. Ketika dimakan dengan saus kari justru menjadi balance karena rupanya saus itu sendiri tidak asin, hanya menambah rasa rempah saja. Well, bagi sebagian orang aroma rempahnya mungkin terasa over powering, tapi bagi saya ini super enak. Nomnom!

Selain makanan, VMAD menyajikan dua macam minuman yang disajikan dalam cup kertas mini untuk semua peserta. Salah satu minuman didemokan langsung pembuatannya yang ternyata mudah dan bisa dibuat sendiri di rumah.
Tester size

Tester size

 
Green Fantasy (IDR 35k)
Green Healthy!

Green Healthy!

 
Dari warna hijaunya kita dapat menebak bahwa ini adalah jus sayuran. Yup, Green Fantasy terbuat dari green mountain chicory, nanas, jeruk nipis (lime), dan simple syrup. Meskipun hanya di-garnish sederhana, warna hijaunya yang segar sangat menggugah selera dan rasanya pun tidak mengecewakan. Sebersit rasa sayuran masih dapat saya rasakan, namun sama sekali tidak mengganggu karena lebih didominasi paduan nanas dan jeruk nipis yang asam segar.

Jamaican Cooler (IDR 36k)
Cold and sweet

Cold and sweet

 
Terbuat dari mocha syrup, ice cream vanilla, susu, dan kacang mete (cashew) sangrai yang diblender bersama es batu. Saya suka perpaduan aroma mocha syrup dengan ice cream vanilla yang terasa enak, sedikit tekstur creamy dari kacang mete, dan yang terpenting rasa manisnya yang tidak berlebihan.

Two thumbs up VMAD fot its yummy-flavourful foods and decent drinks! Ditambah dengan para crew yang ramah dan helpful membuat customer akan berkunjung lagi dan lagi ke restoran vegetarian ini.
 
Recommended Dish(es):  Green Fantasy,Hakka Bakka Noodle,Jamaican Cooler,Murtabak Ceylon
 
Date of Visit: Nov 16, 2014 

Spending per head: Approximately Rp100000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant | Steak & Grills | Hang Out

Hog's breath Cafe adalah sebuah restoran franchise dari Australia yang pertama kali dibuka pada bulan Juli 1989 oleh Don Algie, sang founding father yang kemudian mempunyai nama populer Boss Hog. Hog's Breath Cafe telah mempunyai lebih dari 80 outlet di negara asalnya, plus ekspansi ke Singapura, Thailand, dan kini Indonesia.
Welcome!

Welcome!

 
A chic corner

A chic corner

 
A nice corner

A nice corner

 
Outlet pertama Hog's Breath Cafe di Indonesia berlokasi di Tribeca, Central Park Mall. Terdiri dari dua lantai yang cukup luas, interiornya menggunakan banyak unsur kayu dan dihias berbagai ornamen yang unik dan menarik. Area bar tergolong luas, dengan koleksi puluhan botol minuman terpajang rapi di bagian belakang. Sebuah TV berlayar besar terpasang di area ini, pas untuk acara nobar sambil bersantai menikmati minuman.
Bar area

Bar area

 
Executive Chef of Hog's Breath Cafe

Executive Chef of Hog's Breath Cafe

 
Senang sekali saya berkesempatan menyaksikan cooking demo dari executive chef Hog's Breath Cafe yaitu Chef Anto, yang telah memiliki pengalaman di dunia hospitality sejak tahun 1991. Dengan fasih beliau menjelaskan mengenai ingredients yang digunakan, terutama jenis dan cara pengolahan Prime Rib yang merupakan ciri khas Hog's Breath Cafe. Berbeda dari restoran steak lain, Prime Rib di sini diolah dengan metode slow roast selama 8 jam. Keistimewaannya, meskipun telah diproses sekian lama, customer tetap bisa memesan steak dengan tingkat kematangan sesuai selera dari rare hingga well done.
Fresh & high quality one!

Fresh & high quality one!

 
Special made plates

Special made plates

 
Prime rib and home-made all beef patty

Prime rib and home-made all beef patty

 
Pada kesempatan itu didemokan menu burger dan sandwich yang proses pembuatannya tergolong simple dan cepat. Sebagian bahan (terutama side dish) sudah diolah terlebih dahulu karena keterbatasan waktu acara. Step-by-step pembuatan burger maupun sandwich sebenarnya sama. Burger bun dan loaf yang sudah dioles salted butter di-toast hingga salah satu permukaannya kuning kecoklatan, lalu giliran bahan-bahan isiannya yang di-pan fried. Setelah semua siap, susun di piring bersama side dish, dan hidangan pun siap disantap. Mudah, bukan?

Aussie Burger (IDR 89k)
Hog's home-made all beef patty topped with sliced cheese, lettuce, tomato, red onion rings, crispy bacon, fried egg, pineapple rings, beetroot, BBQ sauce, and served with curly fries and salad garnish
Yummy Patty

Yummy Patty

 
Tidak akan menyesal mencoba burger spesial ini, terutama karena home-made burger patty-nya yang super tebal dan juicy. Daging untuk burger patty tidak berlemak dan bumbunya khas karena diracik secara khusus ala Hog's Breath Cafe. Burger bun meskipun bukan home-made tetapi dipilih yang berkualitas tinggi sehingga rasa dan empuknya pas, apalagi jika disantap langsung selagi hangat. Komponen burger yang begitu kompleks menjadikan keseluruhan rasa dan teksturnya unik, terutama beetroot yang sangat tidak lazim untuk sebuah menu burger. Di antara tumpukan burger setinggi hampir 15 cm itu, saya suka pineapple ring dengan rasa asam manis segar yang sangat cocok berpadu dengan burger patty dan BBQ sauce. Salad garnish yang menyertai burger terasa light dengan dressing yang tidak terlalu banyak/pekat dan curly fries yang renyah turut melengkapi kenikmatan Aussie Burger.

Prime Rib Steak Sandwich (IDR 149k)
Tender Prime Rib char-grilled steak with cheese, beetroot, tomato, lettuce, onions and Hickory BBQ sauce on a toasted Vienna Loaf, served with curly fries and salad garnish
A premium sandwich

A premium sandwich

 
Pecinta steak yang sedang tidak ingin makan terlalu banyak daging, silakan pilih menu ini sebagai salah satu alternatif terbaik. Kualitas daging yang prima menjadikan rasa sandwich ini begitu istimewa. Prime Rib yang merupakan andalan Hog's Breath Cafe mempunyai tingkat kematangan sempurna sehingga masih tetap juicy di bagian dalam. Hickory BBQ sauce dengan aroma smoked yang kuat terasa agak mendominasi sejak gigitan pertama, but I like it!

Selain makanan, Hog's Breath Cafe menyajikan dua macam minuman favoritnya. Penyajian yang terlihat di sini bukan porsi sebenarnya karena hanya sebagai tester untuk acara cooking demo saja.
Classic Virgin Mojito (IDR 40k)
Perfecto!

Perfecto!

 
Senang mengetahui cocktail klasik ini tersedia versi tanpa alkohol, dan rasanya cocok di lidah saya. Komposisi jeruk nipis dan mint terasa balance, sangat menyegarkan diminum setelah menyantap steak. Jika sedang bosan dengan mojito classic, bisa dicoba varian Flavour Virgin Mojito (IDR 45k) yang tersedia rasa strawberry, peach, passion fruit, dan green apple.

Strawberry Mixed Smoothies (IDR 38k)
Fresh and healthy

Fresh and healthy

 
I love strawberry, as I like this beverage! Kekentalan dan rasa asam manisnya pas, serta benar-benar terasa smooth saat diminum. Selain menyegarkan, minuman ini sehat karena terbuat dari campuran buah dan susu segar.

Melalui acara cooking demo ini customer bisa menyaksikan langsung pembuatan makanannya, serta melihat cara kerja sang chef yang rapi dan higienis membuat kita tidak ragu menyantap hidangan dari Hog's Breath Cafe. Pelayanan dari crew restoran yang sigap dan helpful juga membuat kita semakin yakin untuk datang berkunjung ke restorannya.
Supplementary Information:
Classic Virgin Mojito adalah pilihan tepat yang sangat menyegarkan dan aman karena bebas alkohol
 
Recommended Dish(es):  Aussie Burger,Classic Virgin Mojito,Prime Rib Steak Sandwich,Strawberry Mixed Smoothies
 
Date of Visit: Nov 16, 2014 

Spending per head: Approximately Rp150000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend