OpenRice Index
  
missnl
This is missnl living in Cilandak. I am a graphic designer, work in Lebak Bulus. I like to hang out in Tanjung Duren, Pondok Indah, Senayan. Bali, Chinese, Itali, India are my favorite cuisines. I also love Street Foods, Kafe, Restaurant, lounge and Siomay / Batagor, Pizza & Pasta, sate lilit bali.
Member 10 First(s)
No. of Review67 Review(s)
編輯推介數目33 Editor's Choice
Recommended8 Recommended
Popularity3683 View(s)
Replies in Forum1 Comment(s)
Upload Photos1237 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant42 My Restaurant(s)
Follow58 Following
粉絲391 Follower(s)
missnl  Level 3
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 21 to 25 of 67 Reviews in Indonesia
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Palembang | Pempek | Kumpul Keluarga

Berkat bantuan seorang teman, akhirnya saya bisa mencicipi Pempek Candy dari Palembang yang katanya terkenal itu. Teman kantor saya yang sering tugas ke luar kota tidak selalu bisa dititipi, kadang saya terlambat mengetahui kalau dia sedang tugas ke Palembang (karena kami beda divisi, jadi saya tidak tahu jadwal kerjanya), atau terkadang kuota bagasinya sudah penuh karena banyak yang nitip juga. Memang rupanya baru kali ini giliran saya, tak apa!

Menurut teman saya, Pempek Candy sudah menyediakan paket-paket pempek dengan isi yang bisa dipilih. Untuk mempermudah karena banyak yang nitip, teman saya hanya memesankan satu macam paket saja tetapi tetap bisa request pilihan isinya. Saya khusus request hanya 2 jenis pempek yang menjadi favorit keluarga yaitu pempek kapal selam dan pempek adaan.

 
Singkat cerita, Pempek Candy dari Palembang sampai di tangan saya. Dikemas rapi dalam sebuah kotak kardus yang khusus dibuat untuk paket pesanan. Rupanya merk pempek ini memang sudah biasa melayani pesanan untuk dibawa hingga ke luar kota atau dikirim sebagai oleh-oleh.

Paket Pempek Rp 75.000,-

Isi 4 pempek telor (kapal selam) besar dan 8 pempek adaan

 

 

 
Untuk pempek yang akan dibawa ke luar kota sudah dilumuri tepung kanji (aci) agar tidak mudah basi. Ini memang sudah menjadi "standar pengemasan" pempek agar bisa bertahan lebih lama tanpa disimpan dalam pendingin. Pempek dan kuah cuko masing-masing dibungkus dalam plastik dua lapis tertutup rapat, terbukti tidak ada yang bocor saat sampai di tujuan. Di dalam dus terdapat pula sepotong kertas berisi informasi mengenai tepung aci yang melumuri pempek dan cara penyimpanan jika tidak langsung dikonsumsi yaitu harus disimpan dalam freezer. Bagaimana dengan rasanya? Mari kita telusuri lebih lanjut:

Pempek Telor Besar
Dikenal juga sebagai pempek Kapal Selam, dan biasanya terdapat dua ukuran yaitu yang besar dan kecil. Biasanya saya lebih memilih makan satu pempek kapal selam besar daripada beberapa pempek kapal selam kecil. Apa pasal? Kapal selam besar lebih mantap dengan isi kuning telur di dalamnya yang juga besar. Ketika memesan, saya tidak request yang besar maupun kecil agar tidak merepotkan teman yang membelikan, ternyata… di paket isinya pempek kapal selam besar, tepat seperti keinginan saya.

 

 
Pempek Adaan
Si pempek berbentuk bola ini merupakan favorit saya dan keluarga karena paling kuat terasa ikannya dan bertekstur lebih lembut dari yang lain. Setiap mencoba pempek di mana pun pasti saya mencari jenis adaan jika tersedia. Sesuai harapan, adaan dari Pempek Candy ternyata memang enak rasanya. Aroma ikan tenggiri nyata terasa, teksturnya kenyal empuk, dan lebih enak lagi setelah digoreng sebentar sehingga bagian luarnya agak kering kecoklatan.

 
Cuko
Pempek dan cuko adalah satu kesatuan. Oleh karena itu tidak bisa disepelekan pula rasa cuko pempek yang menyertainya. Saya sering harap-harap cemas dengan rasa cuko setiap mencoba pempek baru. Untuk Pempek Candy ini ternyata cuko-nya tidak mengecewakan. Aroma bawang putih dari cuko sangat kuat, bahkan sudah tercium sejak kardus packaging-nya belum dibuka. Sebagai penggemar bawang putih tentu saya suka, apalagi perpaduan rasanya secara keseluruhan balance antara asam, manis, pedas, dan bawang putihnya.

 
Pempek ini dapat bertahan cukup lama jika disimpan di dalam freezer dan masih dilumuri aci. Saya membuktikannya sendiri, kira-kira sehari semalam sejak teman saya membawanya dari Palembang hingga sampai ke tangan saya plus 4 hari di freezer di rumah. Ketika dikeluarkan dari freezer, langsung saya cuci bersih untuk menghilangkan tepung aci, dikukus sebentar, kemudian digoreng dalam minyak panas. Hasilnya… pempek tetap empuk, teksturnya lembut, dan yang terpenting rasanya tetap enak. Kuah cuko pun cukup dipanaskan hingga mencair dan rasanya tetap mantap.

 
Di dalam dus paket memang tidak terdapat pelengkap lain seperti potongan ketimun, bubuk ebi, mie, ataupun tambahan sambal. Bisa dimengerti, karena paket ini lebih diutamakan untuk dibawa keluar kota, jadi bahan-bahan yang mudah basi/rusak tidak mungkin disertakan. Jadi, jika ingin makan pempek dengan lengkap harus menambahkan sendiri pelengkapnya. Untuk saya pribadi minimal harus ada potongan ketimun yang memberikan rasa segar. Jika ingin lebih kenyang bisa ditambahkan pula mie kuning rebus. Kuah cuko yang diberikan cukup pekat sehingga masih mencukupi jika kita menambahkan sedikit bahan pelengkap tersebut.

 

 
Selesai menikmati sepiring pempek hingga tuntas, saya berkesimpulan bahwa Pempek Candy ini memang enak. Rasa ikan tenggiri dan perpaduan bumbunya pas, tidak berlebihan, dan tidak banyak menggunakan penyedap rasa. Dari segi harga menurut saya sesuai dengan kualitas pempek, bahkan tergolong lebih murah dibandingkan pasaran harga pempek di Jakarta dengan kualitas yang setara. Harga Rp 75.000,- untuk 4 buah pempek kapal selam besar dan 8 buah pempek adaan, that's really a good deal! Tak mengherankan jika Pempek Candy sudah dikenal luas dan menjadi salah satu oleh-oleh "incaran" dari Palembang.

Iseng, saya coba browsing mengenai merk pempek ini dan menemukan sebuah web page pemesanan Pempek Candy langsung dari toko pusatnya di Palembang. Web page ini resmi dari Pempek Candy dan menjamin harga jualnya sama dengan di Palembang. Harga dan rincian isi setiap paket tertera dengan jelas, lengkap dengan cara order, ongkos kirim dengan JNE ke setiap kota, serta nomor resi setiap paket yang telah dikirim. Ketika saya cocokkan dengan paket yang dibelikan teman saya, ternyata harganya memang sesuai. Bagi Anda yang ingin menikmati pempek asli Palembang tanpa harus ke kota asalnya, pemesanan online ini sangat praktis dan membantu. Penasaran? Silakan dicoba saja...

Meskipun sudah ada fasilitas pemesanan online, suatu saat bila berkesempatan mengunjungi Palembang saya tetap ingin menyambangi salah satu cabangnya untuk menikmati seporsi pempek lezat, langsung di tempat asalnya!

Pempek Candy
Online order: http://pesan.pempekcandyonline.com

Supplementary Information:
Tersedia fasilitas pesan online dan dapat dikirim ke seluruh Indonesia yang sangat memudahkan siapa saja mencicipi Pempek Candy.
 
Recommended Dish(es):  Pempek Kapal Selam,Pempek Adaan
 
Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend

Kembali ke Din Tai Fung Smile Aug 29, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Chinese | Restaurant | Bakmi/Kwetiau | Kumpul Keluarga

Dulu saya bersama keluarga cukup sering makan di Din Tai Fung, terutama di cabang PIM 2 ini. Setelah lama sekali tidak pernah ke sini lagi, akhirnya saya berkesempatan "kembali" ke sini untuk menikmati hidangan-hidangannya yang menjadi kesukaan sekeluarga.
Din Tai Fung welcomes you!

Din Tai Fung welcomes you!

 
Modern Chinese style

Modern Chinese style

 
Outlet Din Tai Fung di PIM 2 masih belum berubah sejak dulu dengan style modern chinese-nya. Untuk penataan interiornya terlihat modern dan clean dengan warna dominan hitam dan coklat serta permainan lighting yang ditata apik mendukung konsep keseluruhan. Perpaduan lampu putih dan kuning menjadikan ruangan tetap terang tetapi masih ada kesan hangat dan sedikit klasik dengan adanya cahaya kekuningan di beberapa bagian. Nuansa chinese restaurant terlihat dari beberapa ornamen khas yang paling banyak terdapat di area kasir.

 
Di bagian depan sebelah kiri terdapat bagian dapur khusus dim sum dimana customer bisa menyaksikan langsung pembuatan dim sum yang menjadi hidangan andalan Din Tai Fung. Dapur yang dibatasi dinding kaca itu terlihat teratur dan bersih, dengan beberapa personel yang selalu tampak sibuk dengan tugas masing-masing. Open kitchen ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi customer yang ingin mengetahui bagaimana sebuah Xiao Long Bao dibuat. 

Apa itu Xiao Long Bao? 
Mari dicoba saja!

Xiao Long Bao Ayam & Kepiting (4 pcs IDR 52k, 6 pcs IDR 75k, 10 pcs IDR 105k)
Steamed Crab Meat and Chicken Dumpling
A must try!

A must try!

 
Very delicious broth

Very delicious broth

 
Look inside my fav Xiao Long Bao!

Look inside my fav Xiao Long Bao!

 
Menjawab pertanyaan di atas, singkatnya Xiao Long Bao adalah jenis steamed dim sum dengan kuah kaldu di dalamnya. Isinya bisa bermacam-macam, dari yang klasik seperti daging ayam atau babi yang dibumbui, atau bisa juga dikreasikan menjadi aneka rupa isi seperti ayam dengan kepiting, keju, foie gras, beef, dan sebagainya. Din Tai Fung yang memang "menjagokan" menu Xiao Long Bao ini mempunyai beberapa kreasi isi yang dapat dipilih, dan semuanya halal. Di setiap meja terdapat petunjuk step by step cara makan Xiao Long Bao yang benar. Beberapa komponen pelengkap untuk makan Xiao Long Bao ini adalah irisan tipis jahe, cuka hitam, dan kecap asin. Adapun cara makannya yang benar sebagai berikut:
1. Tuangkan cuka hitam dan kecap asin di atas jahe dengan perbandingan 3:1 (cuka 3 bagian dan kecap 1 bagian)
2. Ambil Xiao Long Bao dengan sumpit dan letakkan di atas sendok, sobek sedikit kulitnya dengan sumpit hingga kuah di dalamnya keluar ke sendok, lalu minum kuahnya
3. Ambil sedikit jahe yang sudah dicampur cuka dan kecap asin, letakkan di atas Xiao Long Bao
4. Xiao Long Bao siap dinikmati kelezatannya

Meskipun ada standar dan tata caranya, saya pribadi tidak mengikuti semuanya. Saya tidak suka dengan cuka hitam dan jahe, maka saya hilangkan komponen itu. Cara makannya tetap saya ikuti, tetapi hanya menambahkan kecap asin dan sambal untuk memberi sedikit sensai rasa pedas. Kadang kala saya memilih menikmati rasa asli Xiao Long Bao dengan memakannya tanpa tambahan apa-apa, dan ternyata tetap enak. Sedapat mungkin Xiao Long Bao segera dimakan sesaat setelah dihidangkan, karena lebih enak dimakan saat masih hangat. Untuk variannya, favorit kami sekeluarga yang berisi ayam dan kepiting karena perpaduan rasanya klasik dan paling pas. Kami biasa memilih ukuran medium yang berisi 6 pcs karena saya suka sekali Xiao Long Bao ini. Untuk saya sendiri saja tidak akan pernah cukup hanya makan 1 buah Xiao Long Bao, minimal 2 buah atau lebih kalau bisa.. hehehe...

Ceker Ayam (IDR 23k)
Phoenix Claw

 
Saya pribadi tidak suka ceker ayam, tetapi saya sempat mencicip sedikit bumbunya yang agak berkuah dan ternyata rasanya enak. Tak heran jika anggota keluarga saya yang lain menyukainya dan selalu memesan menu ini setiap makan di Din Tai Fung. Menurut mereka, ceker ayamnya empuk, mudah memakannya, dan bumbunya meresap.

Tahu, Jamur Hioko dan Sayur Bayam Dengan Saus Spesial (IDR 66k)
Braised Home Made Tofu with Hioko Mushroom and Spinach Served with Special Sauce
My family's favorite menu!

My family's favorite menu!

 
Saya ingat dulu setiap kali makan di Din Tai Fung pasti pesan menu tahu spesial ini. Sejak pertama kali mencobanya memang kami sekeluarga jatuh cinta dengan rasanya yang lezat. Tahu home made dengan lapisan bayam di atasnya, dimasak dengan saus spesial ala Din Tai Fung dan jamur. Pada menu hanya disebutkan jamur hioko, tetapi di masakannya kami dapatkan ada pula sedikit jamur enoki. Tahunya lembut dan gurih, sausnya berwarna coklat gelap, dominan rasa saus tiram yang lezat dan agak kental. Satu porsi yang berisi empat potongan tahu pun kami habiskan dengan cepat dan rasanya masih ingin tambah lagi...

Kailan Dengan Saus Tiram (small IDR 52k, large IDR 65k)
Kailan with Oyster Sauce
Healthy and yummy

Healthy and yummy

 
Makan siang belum lengkap tanpa menu sayur. Kailan dengan saus tiram menjadi pilihan kami karena disukai semua anggota keluarga. Kailan dimasak dengan tingkat kematangan yang pas, tidak ada rasa pahit sama sekali, masih crunchy, dan warnanya hijau segar karena tidak overcooked. Kuah saus tiramnya kecoklatan dengan aroma bawang putih yang harum tapi tak berlebihan dan tidak sekental saus tahu jamur. Di atas kailan ditaburi bawang merah goreng yang cukup banyak sehingga menambah tekstur pada keseluruhan masakan. Menu ini enak dimakan dengan atau tanpa nasi, tergantung selera saja, tapi pastinya ingin tambah lagi dan lagi.

Nasi Goreng Udang (IDR 75k)
Fried Rice with Shrimp

 
Kami sekeluarga suka nasi goreng, terutama saya. Sekilas pandang, tampilan luarnya menarik menurut saya, berwarna kuning kecoklatan dengan udang berukuran sedang yang cukup banyak. Sayangnya nasi goreng udang ini rasanya kurang memenuhi ekspektasi kami dari sebuah restoran sekelas Din Tai Fung. Nasi gorengnya sebenarnya tidak terlalu berminyak, udangnya cukup banyak dan masih tergolong segar, hanya sayangnya tasteless. Bahkan bagi kami sekeluarga yang terbiasa mengurangi konsumsi garam, nasi goreng ini terasa kurang asin dan kurang tasty seperti kurang bumbu. Kami pun mengakalinya dengan menambahkan kecap asin dan sambal sehingga lebih kaya rasa.

Nasi Putih (IDR 10k)
Bukan menu yang istimewa tetapi harus ada, dan tidak boleh disepelekan juga karena nasi putih yang enak harus dimasak dengan benar. Saya pribadi kurang suka dengan nasi putih yang pera (dimasak dengan sedikit air sehingga agak keras) karena akan mengurangi kenikmatan makan, seenak apa pun lauknya. Nasi putih di sini dimasak dengan kadar air yang pas sehingga pulen dan rasanya enak. Apalagi dimakan saat masih hangat dengan tahu 3 jamur atau kailan saus tiram, rasanya nikmat dan pas sekali.

Lychee Mint Freeze (IDR 45k)
Lychee, peppermint leaf, and lime

 
Meskipun keluarga yang lain beranggapan rasanya aneh, tapi saya suka! Saya ingat ini bukan pertama kali saya memesannya, dulu sudah pernah coba dan rasanya asam manis segar. Ternyata tak salah ingatan saya, rasa minuman ini masih sama. Aroma dari daun peppermint segar yang diblender dengan es dan jeruk nipis terasa paling dominan, memberikan sensasi rasa asam yang dijamin mengusir kantuk. Sedikit rasa manis dari lychee kalengan menjadikan keseluruhan rasanya balance dan enak di lidah saya. Tampilan minuman ini juga tak kalah segar dengan warna dominan hijau plus garnish daun mint dan sebutir lychee di atasnya. Dingin dan segar!

Apple Juice (IDR 32k)

 
Dari beberapa pilihan juice yang terbuat dari buah segar (bukan dari juice botolan), hanya apple juice yang akhirnya ada. Secara keseluruhan tampak kurang menarik menurut saya pribadi, hanya di-garnish sangat sederhana dengan irisan apel di tepi gelas dan warnanya kuning tidak seperti apple juice pada umumnya yang biasa kehijauan atau coklat. Untunglah rasanya enak dan tetap terasa apel. Entah jenis apel apa yang digunakan, yang jelas fresh juice baik untuk kesehatan. Setuju?

Sungguh menyenangkan kembali ke restoran favorit keluarga yang satu ini! Kami sekeluarga tetap puas dengan rasa makanannya yang tidak berubah, hampir semuanya enak, dan menggunakan bahan-bahan berkualitas baik. Pelayanan para waitress-nya juga kami nilai masih sama seperti dulu, ramah dan cekatan dalam melayani permintaan kami. Satu hal kecil yang menyenangkan melihat waitress berinisiatif menawarkan tempat meletakkan tas wanita kepada tante saya tanpa harus diminta.

Soal harga... mungkin sebagian orang akan beranggapan mahal karena porsi makanannya termasuk kecil. Bagi keluarga kami, harga di Din Tai Fung masih sesuai dengan kualitas dan rasa makanan yang didapatkan. Ditambah dengan suasana yang nyaman dan pelayanan yang baik membuat kami tak hanya melihat dari harga tapi rasa puas secara menyeluruh yang dialami di sini. Jika menilik lebih dalam lagi, harga sedemikian tergolong wajar untuk sebuah restoran sekelas Din Tai Fung yang mempunyai tagline "Delicacy bestowed with MICHELIN star". Yup, it's a Michelin star resto... anyone?
Supplementary Information:
Bagi yang pertama kali makan di sini harus coba Xiao Long Bao ala Din Tai Fung yang menjadi andalan mereka. Ikuti cara makan Xiao Long Bao yang benar dan paling enak dimakan selagi masih hangat.
 
Recommended Dish(es):  Xiao Long Bao Ayam Kepiting,Tofu with Hioko Mushroom and Spinach,Kailan Saus Tiram
 
Table Wait Time: 10 minute(s)


Date of Visit: Aug 01, 2014 

Spending per head: Approximately Rp125000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Chinese | Restaurant | Seafood | Halal | Kumpul Keluarga

Menempati lokasi baru di level 3A, satu lantai di bawah tempat lamanya di West Mall Grand Indonesia, Jun Njan yang baru lebih luas dan mempunyai beberapa private room. Ketika kami datang siang itu, antrian waiting list cukup ramai. Saya jadi agak menyesal karena tidak reservasi sebelumnya. Antrian panjang itu sempat membuat 'gentar', tapi saya mendaftar juga ke reception, dan katanya… tempat untuk 4 orang masih waiting list ke-5. Hadeuhh.. berapa lama nunggunya nih? Ya sudah, kami tunggu saja.. eh, tak berapa lama kami pun dipanggil! Ha, what a lucky moment! Rupanya memang meja untuk 4 orang sudah ada yg kosong lebih dahulu. Leganya kami bisa mendapat tempat, mengingat sudah lumayan laperrr.. hehe. Ketika awal duduk, meja kami masih kosong tanpa peralatan makan, rupanya memang baru saja dibersihkan, tapi tak lama beberapa waitress yang sigap telah menata meja kami. Tak membutuhkan waktu lama untuk memilih menu, karena kami sudah beberapa kali ke Jun Njan.

 
Sup Asparagus Telur Kepiting (IDR 32k)
Appetizer ini salah satu menu favorit kami di Jun Njan. Disajikan dalam porsi personal tapi cukup banyak jika dihabiskan sendirian, maka kami hanya pesan 2 porsi untuk berempat. Supnya kental dengan campuran putih telur dan warnanya orange kecoklatan yang larut dari telur kepiting, dan di dalamnya ada potongan-potongan asparagus kalengan. Sup harus dimakan saat masih hangat karena akan lebih enak rasanya, hangat di perut, dan gurih di lidah. Yummy!

 
Udang Rebus (Small = IDR 68k, Medium = IDR 98k, Large = IDR 138k) 
Merupakan 'menu wajib' kami kalau makan di sini, karena memang merupakan signature dish Jun Njan yang paling populer, bahkan sejak masa kecil saya. Menu ini tersedia dalam 3 ukuran yaitu S, M, L jadi bisa disesuaikan porsinya dengan jumlah orang. Kami pilih size M supaya bisa makan sepuasnya hehe.. Udangnya fresh seperti biasa, ditandai dengan teksturnya masih kenyal, warnanya orange cantik dan mudah dikupas. Udang rebus ini dimakan dengan cocolan sambal garlic racikan khas Jun Njan yang tidak terlalu pedas. Rasa manis alami dari udang segar berpadu dengan aroma garlic dari sambalnya terasa pas dan enak, jadi tak mau berhenti makan nih, kupas lagi, lagi, dan lagi... Satu kebiasaan pribadi yang mungkin berbeda dari orang lain, saya selalu mengupas udang di awal sampai terkumpul agak banyak, baru kemudian memakannya sekaligus. Buat saya jadi lebih fokus dalam menikmati rasa udangnya.

 
Tahu Spesial Jun Njan (IDR 46k)
Tahu sutra dimasak dengan saus tiram racikan spesial Jun Njan, rasanya hampir seperti sapo tahu. Tahunya lembut dan sedikit gurih, sedangkan kuah saus tiramnya kecoklatan agak kental dan pastinya enak.

 
Kailan Saus Tiram (IDR 48k)
Menu sayur harus ada untuk menyeimbangkan menu, maka kami pilih kailan yang dimasak dengan saus tiram. Meskipun sederhana, menu ini enak. Kami suka kailannya yang masih berwarna hijau segar tetapi renyah dan tingkat kematangannya pas, berarti nutrisinya tidak hilang atau rusak karena terlalu lama dimasak. Bumbu saus tiram yang disiramkan di atas kailan berwarna coklat gelap, kentalnya pas, dengan rasa asin, sedikit manis, dan pastinya gurih.. enak sekali. Rasanya sayang kalau bumbunya sampai bersisa… hehe..

 
Udang Telur Asin (IDR 88k)
Kami tahu menu ini berkolesterol tinggi, tapi rasanya yang enak sungguh menggoda, jadi guilty pleasure deh.. Udang yang cukup besar digoreng dengan tepung tipis sampai kulitnya crispy, lalu disiram saus yang terbuat dari kuning telur asin. Awalnya saya makan dengan mengupas kulit udangnya, tapi kata nyokap justru akan lebih enak jika dimakan sekaligus dengan kulitnya. Baiklah, saya coba makan dengan kulitnya (don't worry, setelah saya amati ternyata kaki udangnya sudah dibuang bersih). Benar juga… crispy-nya kulit udang, kenyalnya daging udang yang bercampur gurih saus telur asin menjadi perpaduan rasa dan tekstur yang top abiz, plus tidak perlu repot mengupas!

 
Gurame Goreng Garing (IDR 72k)
Ikan gurame digoreng kering dengan cara 'butterfly' sehingga mudah mengambil dagingnya. Sirip dan ekor ikannya crispy sekali sehingga enak dimakan juga. Saus asam manisnya berisi cukup banyak serutan wortel dan lobak yang sudah dibuat acar lebih dahulu, rasanya pas tidak terlalu asam ataupun manis. Isian wortel dan lobaknya memberikan aroma yang khas sehingga menjadikan saus asam manis ini lain dari yang lain.

 
Nasi Goreng Jun Njan (Small = IDR 35k, Medium = IDR 55k, Large = IDR 75k) 
Menu nasi goreng ini juga tersedia dalam 3 ukuran yaitu S, M, L dan kami memilih size M yang sekiranya pas untuk berempat. Sengaja kami tidak pesan nasi putih karena nasi goreng Jun Njan terkenal enak dan menjadi salah satu menu wajib kami juga. Nasi goreng chinese style berwarna kuning kecoklatan, dengan isian seafoodnya hanya udang saja, pas dengan kesukaan saya ;). Nasi goreng ini disukai oleh semua anggota keluarga karena rasanya pas dan lezat, tapi tidak sampai terlalu gurih karena kebanyakan MSG atau 'banjir' minyak.

 
Untuk minumannya kami hanya memesan Chinese Tea dan Strawberry Juice (IDR 25k) saja. Chinese tea-nya disajikan dalam poci dan refillable, sedangkan strawberry juice-nya dari fresh strawberry dan tanpa tambahan susu, tepat seperti kesukaan saya.

Makan di resto favorit keluarga pastinya menjadi "pilihan aman" karena sudah pasti semua suka, semua kenyang dan senang, termasuk saya juga. Menu yang sudah familiar, rasa makanan yang enak, serta pelayanan yang ramah dan cekatan menjadikan acara makan siang keluarga kami berakhir menyenangkan.

Jun Njan
Grand Indonesia Shopping Town
West Mall Lt. 3A Unit 8-9A (Entertainment District)
Jl. MH Thamrin No. 1 Jakarta
Phone: +62 21 23580647/48
Website: www.junnjan-seafood.com   Facebook: Jun Njan Seafood   Twitter: @JunNjan
 
Recommended Dish(es):  Udang Rebus,Nasi Goreng Jun Njan,Sup Asparagus Telur Kepiting
 
Spending per head: Approximately Rp80000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Roti & Kue

Suatu siang di bulan Februari 2013, teman kantor saya memberi info bahwa ada toko kue yang baru dibuka di area tidak jauh dari kantor, bisa dicapai dengan berjalan kaki saja dari kantor kami di Lebak Bulus. Bahkan teman saya membawakan business card toko kue tersebut yang berdesain simple tapi cukup cantik. Teman saya baru saja dari sana, dan katanya cake shop ini sedang memberikan free trial untuk semua tamu selama 2 hari. Well, sungguh menarik sebenarnya.. tapi berhubung jam istirahat sudah habis, saya pun berencana untuk mengunjunginya keesokan hari saja, toh memang free trial-nya berlangsung sampai besok.

Keesokan harinya, dengan excited saya berkunjung ke Jakarta Cake House yang dimaksud itu. Saya mengajak seorang teman kantor lainnya yang kebetulan berminat juga (bukan teman yang memberi info kemarin). Cukup berjalan kaki sekitar 5 menit saja, sampailah kami di tempat tersebut. Lokasinya sudah cukup familiar untuk kami, yaitu di bagian depan (teras) dari resto Warung Abah yang sudah cukup dikenal. Tokonya benar-benar 'minimalis' karena memang hanya menempati bagian teras dari resto, dengan satu etalase kaca, satu steamer untuk makanan hangat dan meja panjang tempat meletakkan display kue-kue kering atau makanan yang bisa dipajang di display terbuka. Meja untuk customer hanya ada dua saja, kecil, dengan dua atau tiga kursi masing-masingnya. Minimalis ya? Kalau sedang ramai, customer harus pasrah menunggu atau pesan take away saja nih...

Beruntung saat kami datang cake shop sedang benar-benar sepi. Kami disambut sapaan ramah dua orang waiter dan seorang bapak yang rupanya adalah 'chef' cake shop ini. Waiternya menjelaskan bahwa setiap customer bisa mencoba maksimal dua macam hidangan yang tersedia. Ketika kami tanyakan apakah bisa membeli jika ingin mencoba varian yang lainnya, mereka menjawab bahwa selama masa free trial ini semua makanan tidak dijual.. jadi khusus untuk icip-icip saja. Baiklah... kami datang berdua, berarti seharusnya bisa mencoba maksimal empat varian. Sambil memilih-milih makanan yang mau dicoba, saya sedikit 'melobi' bapak chef tadi. Alhasil, saya pun mendapatkan dua jenis makanan tambahan lagi... senangnya!

http://static1.id.orstatic.com/UserPhoto/photopending/0/KC/0040NQ4EC58385B3E0A2BBc.jpg
Siomay Jamur
Siomay adalah salah satu makanan favorit saya. Kapan pun di mana pun, setiap ada siomay pasti ingin saya coba. Sejak awal datang saya sudah melihat siomay ini tertata di steamer transparan, pastinya jadi pilihan pertama saya! Siomay jamur ini menjadi satu alternatif yang akan menyenangkan para vegetarian atau bahkan vegan sekalipun, karena sama sekali tanpa daging dan ikan. Siomay disajikan lengkap dengan bumbu kacang dan saus-kecap-jeruk limau dalam wadah terpisah. Saya suka dengan plating-nya yang minimalis dan cantik ala resto bintang lima ini. Tampilan sudah ok, lalu bagaimana dengan rasanya, ya? Rasa jamurnya masih cukup terasa, tekstur siomaynya lembut dan tidak terlalu banyak campuran tepungnya. Bentuknya rapi cantik dengan sebutir kacang polong sebagai pemanis di bagian atasnya. Siomay enak belum lengkap tanpa bumbu kacang yang lezat, tapi sayang bumbu kacang disini tidak bisa dibilang enak karena masih terasa aroma kacang yang diblender. Saya pernah mencoba membuat bumbu siomay sendiri di rumah dengan mengikuti resep dari majalah, dan gagal alias tidak enak... nah seperti itulah rasanya bumbu siomay di JCH ini. Mungkin buat orang lain bumbu siomay tidak masalah, tapi bagi penggemar siomay seperti saya, JCH perlu improve lebih banyak lagi untuk bumbu siomaynya.

http://static1.id.orstatic.com/UserPhoto/photopending/0/KC/0040NO439A7E4988C3C7ACc.jpg
http://static4.id.orstatic.com/UserPhoto/photopending/0/KC/0040NP6CBABD67BD194134c.jpg
Pudak Jagung
Penganan tradisional dari Manado ini baru pertama kali saya coba di JCH. Bentuknya sederhana tapi cukup menarik, tampilannya di foto ini jadi seperti mini pocong tapi berwarna kuning ya... hihihi... *imajinasi yang agak berlebihan*. Penganan ini sebenarnya sederhana baik dari bentuk, bahan-bahan, dan cara membuatnya. Bahannya hanya terdiri dari jagung pipilan, kelapa parut, dan santan.. that's all! Jika suka manis bisa ditambahkan gula pasir dan essence vanilla agar lebih harum. Semua bahan diaduk merata, kemudian dibungkus dalam klobot (kulit) jagung lalu dikukus. Sesederhana itu, tapi rasanya enak lho! Pudak jangung yang masih hangat akan terasa manis, legit, seberkas asin, dan ada unsur creamy dari santannya, tetapi keseluruhan tetap light. Tadinya saya mengira penganan ini memakai sedikit susu pada bahannya, tapi ternyata sama sekali tidak. Kulit jagung selain sebagai pembungkus juga berperan memberikan aroma khas yang tidak tergantikan.

Kroket Mini
Ini adalah pilihan teman saya, dan karena bentuknya sudah mini maka saya tidak ikutan mencicipinya.. sekali caplok juga habis, sih.. Menurut teman saya rasanya enak dan kentangnya lembut.

http://static4.id.orstatic.com/UserPhoto/photopending/0/KC/0040NN0DFA2B3167E1C74Cc.jpg
Klappertaart Mocca
Sebuah inovasi yang simple tapi berhasil. Klappertaart original untuk saya pribadi biasanya terasa agak 'berat' dan kadang bikin eneg. Disinilah peran aroma mocca untuk menetralisir rasa eneg tersebut. Klappertaartnya enak, kelapa mudanya pas (tidak terlalu muda atau terlalu tua), di bagian atas bertabur kismis dan kenari cincang yang menambah tekstur, dan yang penting tidak ada aroma cinnamon yang tidak saya sukai itu. Aroma mocca itulah yang menggantikan cinnamon.. hmm, harumnya pas, tidak terlalu kuat tapi masih jelas terasa. Porsinya memang terbilang kecil, tapi justru pas untuk saya.. kalau mau makan lebih banyak tinggal order dua buah atau lebih, fleksibel kan?

Carrot Cake
Awalnya saya ragu mencoba cake yang satu ini, karena saya tidak suka aroma wortel yang diblender atau di-juice. Antara ragu dan penasaran akan rasanya, untung saya beranikan diri juga untuk mencobanya. Ternyata enak! Manisnya pas dan aroma wortelnya masih terasa tapi tidak terlalu kuat seperti yang saya takutkan. Rupanya wortelnya diparut bukan diblender, terlihat di dalam cake masih terdapat serpihan-serpihan orange tipis. Tekstur cake terasa agak kasar, tidak terlalu moist tapi tidak sampai keras juga, mengingatkan pada old fashioned cake yang dulu saya makan di masa kecil. Rasanya jadi sedikit bernostalgia ke masa lalu ketika makan cake ini...

Demikianlah cemilan saya kali ini, cukup memuaskan dan kapan-kapan pasti mampir lagi untuk mencoba yang lain. Jakarta Cake House juga menerima pesanan untuk pesta, acara kantor, arisan, dll dengan varian sesuai request, tidak terbatas pada varian yang di-display di toko saja. Selamat mencoba...

Jakarta Cake House
Jl. Lebak Bulus Raya 1 No. 10
Phone: +62 21 7515983

 

 

 

 
 
Recommended Dish(es):  Pudak Jagung,Klapertaart Mocca
 
Spending per head: Approximately Rp20000(Night Snack)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Thailand | Restaurant | Kumpul Keluarga

Makan malam bersama my best friend ever di PIM.. kami ingin yg agak beda nih, lalu muncul ide untuk makan Thai yang & sampailah kami ke Restaurant Row. Jittlada tampaknya menarik, kami pun memutuskan makan di situ. Areanya tidak terlalu besar, standar ukuran satu kapling di Restaurant Row. Dekorasinya khas thailand dengan adanya patung2 seperti di kuil2 yang pernah saya kunjungi di bangkok, namun perabotannya bergaya modern minimalis dengan meja kursi berwarna coklat kehitaman. Nuansa gelap memang lebih dominan di sini, selain perabotannya, warna dinding pun dibuat mendukung gelapnya ruangan, kemudian di beberapa spot diberi lighting yang menciptakan suasana temaram tapi elegan.

Setelah beberapa saat membolak balik buku menu, berikut pilihan kami:

 
Pad Thai
Semacam mie khas Thailand ini biasanya memang selalu ada di resto Thai, tapi rasanya pun bisa bebeda2 di tiap resto. Maka kami pun ingin mencoba Pad Thai milik Jittlada. Satu porsi ternyata cukup banyak isinya, masih cukup kami share berdua karena kapasitas perut kami memng tidak terlalu besar juga, apalagi ini makan malam (jangan banyak2 makan malam supaya tidak ndut tonguelol). Rasa Pad Thai-nya pas, ada rasa asin, manis, dan gurih dengan taburan kacang tumbuk. Kekenyalan mie-nya pas dan menyatu dengan bumbunya. Satu hal lagi yang kami suka, tidak terlalu banyak minyak.

 
Som Tam
Salad pepaya muda khas Thailand ini juga sebuah menu yang terkenal danbiasa ada di resto2 Thai. Seharusnya som tam memang menjadi appetizer, tapi ketika itu malah datang belakangan setelah pad thai.. tak apalah, jadi kami pun memakannya selang-seling dgn pad thai. Sesuai yang diharapkan, rasanya asam manis menyegarkan dan pedasnya sedang. Pepaya muda-nya pas tidak terlalu empuk atau terlalu keras. Porsinya pun pas untuk kami share berdua.

 
Jittlada Surprise
Salah satu minuman racikan spesial Jittlada rupanya.. terdiri dari peach & orange juice plus blue curacao. Awalnya ketika datang, minuman ini masih terpisah 2 lapisan warna biru & kuning, sayang saya lupa memotretnya ketika baru datang, baru ingat setelah dicampur jadi terlihat hanya berwarna hijau seluruhnya. shocked Rasanya manis, sedikit asam menyegarkan dan bersoda.

Kami berdua puas makan malam di sini.. makanannya enak & pas porsinya untuk kami berdua. Soal harga masih termasuk affordable, sesuai dengan mutunya. Pelayanannya cukup baik, waitress nya sigap & makanan pun cepat keluar meskipun saat itu resto cukup ramai.
 
Recommended Dish(es):  som tam,pad thai
 
Spending per head: Approximately Rp80000

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0