OpenRice Index
  
missnl
This is missnl living in Cilandak. I am a graphic designer, work in Lebak Bulus. I like to hang out in Tanjung Duren, Pondok Indah, Senayan. Bali, Chinese, Itali, India are my favorite cuisines. I also love Street Foods, Kafe, Restaurant, lounge and Siomay / Batagor, Pizza & Pasta, sate lilit bali.
Member 10 First(s)
No. of Review67 Review(s)
編輯推介數目33 Editor's Choice
Recommended8 Recommended
Popularity3693 View(s)
Replies in Forum1 Comment(s)
Upload Photos1237 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant42 My Restaurant(s)
Follow58 Following
粉絲391 Follower(s)
missnl  Level 3
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 31 to 35 of 67 Reviews in Indonesia
Ten Ten, A Place of Tempura Smile Feb 17, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Restaurant | Kumpul Keluarga

Tempura Mascot

Tempura Mascot

 
Penggemar tempura pasti suka makan di Ten Ten, soalnya kita bisa bebas pilih2 menu tempura yang kita suka & yg penting harganya tidak terlalu menguras kantong. Tempura di sini dikombinasi jadi berbagai menu... bisa pakai nasi atau udon, dengan 3 varian rasa yg bisa dipilih yaitu original, pedas, atau black pepper. Tersedia juga set menu lengkap yang sudah termasuk miso soup, japanese salad, & pickles. Buat yang ga mau makan banyak juga ada mini tempura set loh, porsinya pas untuk satu orang & ga bikin terlalu kenyang sehingga masih ada 'space' untuk desert.lol

Untuk kunjungan kali ini saya pilih menu Ebi Tendon yg isinya nasi & ebi katsu, dengan saus mayonnaise plus termasuk miso soup. Kalo sedang tidak ingin makan nasi bisa diganti dgn udon kuah. Ebi katsunya enak, garing di luarnya & terasa udangnya (ga terlalu banyak campuran tepungnya). Tampilannya pun cukup menarik walau hanya menu sederhana nasi + katsu tapi sedikit di-garnish jadi cantik.
Ebi Tendon

Ebi Tendon

 
Untuk desert-nya dipilih strawberry parfait yang menyegarkan karena ada potongan buah strawberry segar di bagian bawah. Meskipun parfait itu menu yang 'biasa', namun saya suka perpaduan rasa & tekstur antara lembutnya es krim strawberry yg asam-manis dengan corn flakes renyah plus kesegaran strawberry. Ga salah deh pilih menu ini...tongue
Strawberry Parfait

Strawberry Parfait

 
Secara keseluruhan Ten Ten pilihan yg ok, harga tidak terlalu mahal untuk ukuran makanan jepang. Dekorasi tempatnya juga bagus, didominasi tema kayu2 jd ada unsur 'homey' plus maskot tempura-nya cute banget!
 
Recommended Dish(es):  Tendon,Mini Tempura Set
 
Spending per head: Approximately Rp70000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Chinese | Restaurant | Shabu Shabu | Halal | Kumpul Keluarga

Sejujurnya, saya kurang suka makan shabu-shabu. Pertama, apalah istimewanya hanya sup dengan isi sayuran dan daging, cara memasaknya pun tinggal cemplang-cemplung saja. Kedua, saya paling malas berebutan bahan isian yang dimasak dalam satu hot pot untuk seisi meja. Kesal ‘kan kalau bahan yang kita masukkan, eh.. setelah matang dengan enaknya diambil oleh orang lain yang tidak mau ikut memasak, dan biasanya dalam satu meja ada saja yang ngeselin seperti itu. Belum lagi sumpit milik seisi meja (yang sudah dipakai makan) bergantian masuk ke hot pot, rasanya kurang higienis, ya? Saya malas berbagi jika caranya demikian. Saya egois? YA, untuk urusan makan shabu-shabu.

 
Seakan “mengakomodasi” keegoisan saya tersebut, Dolar Shop Resto hadir memberi solusi dengan individual hot pot. Yup, restoran ini sengaja menyediakan hot pot berukuran personal yang pas untuk satu hingga dua orang saja. Tujuannya sejalan dengan “masalah” saya saat makan shabu-shabu, yaitu agar setiap orang bisa bebas memilih bahan dan memasak sesuai keinginan, serta agar lebih higienis. Senangnya!

 

 
Dolar Shop Resto merupakan franchise restoran hot pot favorit yang berusat di Shanghai, dengan 45 cabang tersebar di beberapa kota besar. Nama "Dolar" berasal dari "Doulau", dimana kata "Lao" dalam bahasa China berarti memancing, sehingga dapat diartikan mendatangkan uang/keuntungan yang melimpah. Demikian penjelasan dari Rosa She, sang owner yang berasal dari China.

 
Dolar Shop Resto di Jakarta resmi beroperasi pada 15 April 2015, dan menjadi cabang pertama di luar China. Dibukanya restoran di luar China ini membawa misi menghadirkan the real Chinese shabu-shabu dengan suasana yang nyaman, modern, dan elegan. Desain interior restoran dan perabotan makan dipilih menggunakan nuansa klasik natural untuk memberikan kesan nyaman namun elegan. Selain area dining berkapasitas lebih dari 100 orang, Dolar Shop Resto mempunyai VIP dan VVIP room berkapasitas 9-15 orang, serta area bar berkapasitas 20 orang yang buka hingga larut.

 
Bicara shabu-shabu, kuah (soup base) menjadi yang utama. Jika biasanya hanya ada satu, dua, ataupun tiga macam pilihan kuah, Dolar Shop Resto menyediakan sembilan macam pilihan kuah (original, tonic, tonic mushroom, curry, tomato, spicy, spicy fish, special fish, tonic fish). Lengkap dan membuat Anda tidak bosan datang ke sini berulang-ulang.

Baso menjadi bahan isian shabu-shabu yang istimewa karena dibuat sendiri (home made). Ada dua jenis baso yang tersedia di sini.

Baso Halus

Bentuknya kecil-kecil, seperti baso di luaran pada umumnya. Baso halus terdiri baso sapi, baso udang, baso ikan, dan baso cumi. Untuk baso sapi, bisa dipilih lagi baso sapi biasa, baso sapi keju, dan baso sapi Australia.

 
Baso Cincang

Bentuknya lebih besar, hampir seperti patty daging. Baso cincang juga tersedia varian sapi, udang, ikan, cumi dan ada yang dicampur dengan jamur atau kombinasi semua seafood.

 
Di samping baso yang menjadi andalan, Dolar Shop Resto mempunyai beragam pilihan menu, diantaranya:

Kaki Kambing Kecil (a la carte: IDR 78k)

Daging bagian kaki kambing diiris tipis dan masih fresh, hanya perlu dicelupkan ke dalam kuah mendidih selama 1 menit untuk membuatnya matang. Dagingnya empuk dan juicy.

 
Mix Vegetable and Mushroom (a la carte: IDR 64k)

Porsi lengkap dan pas untuk penggemar sayuran dan jamur. Berisi beberapa macam sayuran dan jamur yang dipastikan semuanya segar dan bermutu baik.

 
Makan shabu-shabu rasanya kurang lengkap tanpa tambahan saus untuk memperkaya cita rasanya. Tak tanggung-tanggung, tersedia satu meja khusus berisi aneka saus dan condiment. Konsumen bisa mengambil dan meracik sendiri saus serta condiment yang diinginkan, atau dibantu pramusaji. Dari aneka saus yang ada, saus utama adalah soy sauce yaitu semacam kecap asin racikan khas Dolar Shop Resto. Rasanya tidak terlalu asin dan sedikit gurih, sangat cocok untuk mencelup daging dan sayuran yang sudah dimasak dalam kuah.

 

 

 
Selain menu ala carte yang dapat dipilih sesuai selera, Dolar Shop Resto menyediakan tiga macam Set Lunch Menu yang sudah lengkap dan lebih hemat. Set Lunch Menu hanya berlaku pada hari Senin hingga Jumat (week days) mulai pukul 11.00 - 15.00 (lunch time). Salah satu Set Lunch Menu inilah yang sudah saya coba pada kunjungan pertama ke Dolar Shop Resto.

Set Lunch C (IDR 175k ++)

 
Isi Set Lunch Menu C

Original Soup (a la carte: IDR 22k)

Pada menu seharusnya set menu C menggunakan spicy fish soup, namun karena satu dan lain hal saya mendapatkan original soup. Tak apa, karena menurut saya saat pertama kali mencoba ada baiknya mencicipi kuah yang paling “basic”. Sengaja saya menyeruput kuahnya setelah bahan isian dimasukkan agar kaldu daging dan sayuran menambah cita rasa pada kuah. Hmm.. kaldu terasa light, gurih namun tidak berlebihan. Terasa bahwa kaldunya asli, bukan dari penyedap rasa.

 
Handmade Noodle (a la carte: IDR 24k)

Mie buatan Dolar Shop Resto ini enak. Teksturnya tidak terlalu kenyal, dan terasa berbeda karena baru dibuat, fresh dan sehat karena tanpa bahan pengawet.

 
Mixed Ball (a la carte: IDR 98k)

Berisi 4 macam baso halus (sapi, udang, ikan, cumi). Dari keempat macam baso, saya paling suka baso udang. Saat digigit (dan dikunyah) masih terasa crunchy daging udang, yang berarti baso ini tidak terlalu banyak campuran tepung dan udangnya pun segar. Semua baso overall enak, bahkan baso sapinya sekalipun, padahal biasanya saya tidak suka baso sapi, lho!

Special Mixed Beef (a la carte: IDR 98k)

Berisi dua macam daging sapi yang sudah diiris tipis. Daging bermutu baik dan masih segar, sehingga setelah dimasak dalam kuah mendidih pun rasanya empuk dan gurih. Disarankan segera memasak semua daging agar kesegarannya terjaga, dan jangan terlalu lama dicelupkan dalam kuah agar tidak over cooked.

 

 
Fish Fillet (a la carte: IDR 52k)

Ikan yang digunakan adalah ikan dory, tetapi saya mendapati sedikit aroma "bau tanah" padahal seharusnya ikan dory tidak ada aroma seperti itu. Ketika saya menanyakan pada chef, ternyata memang demikian karena menggunakan jenis ikan dory lokal. Meskipun demikian dapat dipastikan dagingnya masih segar dan tetap enak.

 
Mixed Tofu

Terdiri dari 2 macam tahu yaitu tahu Jepang (tahu sutra bertekstur halus, warna lebih putih) dan tahu Cina (warna kekuningan, tekstur agak berpori). Rasanya seperti tahu biasa saja, lebih enak jika dicocol ke aneka saus condiments sesuai selera.

Mixed Vegetable (a la carte: IDR 50k)

Berisi antara lain selada, tang O, pocay, dan sawi putih.

Oyster Mushroom (a la carte: IDR 40k)

Jamur tiram berwarna putih yang bentuknya tipis melebar. Setelah direbus dalam kuah enak dimakan dengan saus kecap asin.

Fresh Egg (a la carte: IDR 8k)

Telur ini untuk ditambahkan ke dalam kuah shabu-shabu sehingga terasa lebih gurih dan "rich". Saya lebih suka memasukkan telur sedikit demi sedikit sambil kuah diaduk sehingga telur menjadi serabut halus yang bercampur di kuah.

Ice Tea (a la carte: IDR 10k)

Menggunakan Chinese tea yang tidak terlalu pekat namun justru enak diminum setelah menyantap shabu-shabu.

Suasana restoran yang bersih dan nyaman ditemani alunan lagu Mandarin, dan pelayanan yang ramah dan sigap melengkapi kenikmatan makanan yang memang sudah enak. Sungguh pengalaman makan shabu-shabu yang menyenangkan bagi saya, terutama karena adanya individual hot pot yang tidak ditemukan di tempat lain. Kini makan shabu-shabu tak lagi saya hindari karena sudah ada Dolar Shop Resto yang siap memenuhi "keegoisan" saya.

Dolar Shop Resto

Apartemen Mediterania Gajah Mada

Jl. Gajah Mada 174 Penthouse TUD 16, Jakarta 11130

Tel. +62 21 633 6880-82

Facebook: DOLAR SHOP RESTO Shanghai Shabu Shabu Twitter: @DolarShop

Website: www.dolarshop.co.id

 
Recommended Dish(es):  Baso halus,Hand made noodle,Original soup
 
Date of Visit: Oct 10, 2015 

Spending per head: Approximately Rp175000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Roti & Kue

Kebetulan kakak sepupu berkunjung ke rumah saya untuk menengok Oma karena mereka sudah lama tidak bertemu. Nah, kakak sepupu saya ini membawa dua kotak cake dari Cheese Cake Factory sebagai oleh-oleh.
Vanilla Fruit (10 x 20 cm, IDR 120k)
Tampilan kuenya menarik dan 'fresh' karena bagian atasnya dipenuhi potongan buah warna-warni yaitu strawberry, kiwi, mandarin orange, dan anggur red globe. Sekeliling sampingnya dibalut dengan roasted almond flakes yang masih crunchy. Di dalamnya terdiri dari vanilla sponge cake yang lembut dan moist, berselang-seling dengan cheese cake. Keseluruhan rasa dari varian yang satu ini tidak terlalu manis dan tidak membuat 'eneg', apalagi jika dimakan bersamaan dengan buah-buahan segar yang menjadi toppingnya itu… yang lagi ngantuk pun langsung segar lagi deh! Varian Vanilla Fruit ini merupakan pilihan tepat bagi mereka yang tidak terlalu suka aroma keju yang kuat, sehingga bisa tetap menikmati cheese cake dengan rasa yang tergolong mild.
Fruity

Fruity

 
Fresh!

Fresh!

 
Yummy

Yummy

 
Hanya ada satu kelemahannya, cake bertopping buah ini sebaiknya dihabiskan sesegera mungkin, kalau bisa di hari yang sama setelah pembelian. Topping buah di bagian atasnya itu sangat mudah basi dan akan mempengaruhi rasa cheese cake-nya juga. Kalaupun terpaksa harus disimpan lebih dari sehari, sebaiknya dimasukkan ke freezer tanpa topping buahnya, hanya saja tekstur cheese cake-nya tentu akan berubah jadi tidak seenak semula. Choice is yours!

Rainbow Cake (10 x 20 cm, IDR 140k)
Tampilannya cukup menarik dengan tiga lapisan berbeda warna, merah-kuning-hijau, seperti lampu lalu lintas yakk.. hehehe… Bagian atasnya dihias minimalis dengan taburan gula halus, rice krispies, dan potongan cake 3 warna (bahan dan warna yang sama dengan isinya) dan sebutir strawberry utuh. Cake-nya agak padat seperti bolu, diantara tiap lapisan cake terdapat cheese cake lembut yang cukup tebal sebagai pelekatnya.
Keseluruhan rasa Rainbow Cake ini lebih manis jika dibandingkan dengan Vanilla Fruit. Ketika saya coba memakan cake-nya saja (garnish potongan cake di atas kue) ternyata memang sudah manis.. ya pantaslah kalau jadi dominan rasa manisnya, apalagi ketika dimakan sekaligus dengan lapisan cheese cake plus taburan gula halus di atasnya. Hey diabetics, beware!

 

 
Like a traffic light

Like a traffic light

 
Cake dari Cheese Cake Factory yang didirikan sejak tahun 2004 ini memang jarang yang mengecewakan. Saya sendiri sudah pernah mencicipi beberapa varian cake lainnya. Rata-rata cakenya enak, hanya memang saya pribadi tidak bisa makan banyak karena tidak terlalu menyukai cake atau kue yang terlalu manis. Satu atau dua slice cheese cake masih bisa diterima, lah.. hehehe. Kedua jenis cake yang saya cicipi kali ini merupakan alternatif lain bagi yang ingin menikmati cheese cake tetapi tidak suka full cheese cake yang kadang membuat eneg bagi sebagian orang. 
CCF

CCF

 
Sesuai dengan tagline-nya "We Are More Than Just A Cake Shop", kini Cheese Cake Factory dengan delapan gerainya yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya mempunyai produk yang lengkap selain dessert yaitu dine in restaurant dengan menu makanan, minuman, hingga wine yang beragam. Tersedia juga layanan delivery dan online order yang sangat praktis dan memudahkan konsumen memesan kue.
 
Recommended Dish(es):  Vanilla Fruit
 
Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Nostalgia Vietnam di Do An Smile Jul 14, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Vietnam | Restaurant | Bakmi/Kwetiau | Vegetarian | Kumpul Keluarga

Kali ini saya mencoba salah satu restoran khusus makanan Vietnam yang menurut rekomendasi seorang teman rasanya masih "Vietnam banget". Teman saya ini sudah sering bertualang kuliner di Vietnam, tentu bisa saya percaya rekomendasinya.
Đồ Án, sebuah restoran Vietnam yang outletnya sudah tersebar di beberapa area Jakarta, salah satunya di Area 51 Pondok Indah Mall. Outlet Do An terletak di ujung paling dalam lantai 1 Area 51, agak dekat dengan eskalator dan lift. Papan nama restoran terpampang besar dan sangat jelas di bagian atas outlet, beserta gambar seorang perempuan berbaju tradisional Ao Dai dan topi caping yang merupakan ciri khas Vietnam. Dari papan namanya saja kita sudah cukup dapat mengenali identitas Vietnam, ditambah lagi dengan tagline "Vietnamese Experience" di bawah namanya.
Do An Vietnamese Experience #myfood

Do An Vietnamese Experience #myfood

 
Warna merah terang seperti bendera negara Vietnam mendominasi tampilan outlet Do An. Bagian depan outlet tergolong sederhana dengan penataan modern minimalis, dipercantik beberapa lampion gantung. Dapur berada di bagian dalam, tertutup, dengan sebuah jendela kecil tempat mengeluarkan makanan yang siap dihidangkan. Di sebelah kiri depan terdapat papan merah besar berisi daftar menu. Seluruh nama menu masih menggunakan bahasa Vietnam dengan sedikit keterangan berbahasa Inggris di bawahnya. Bingung atau ragu? Jangan khawatir karena setiap menu dilengkapi dengan foto untuk memudahkan customer memilih menu. Jika malas membaca satu persatu menu di papan, masih ada beberapa menu andalan dan best seller yang terpampang dengan foto lebih besar pada neon box dan layar LCD di atas kasir.
Counter #myfood

Counter #myfood

 
Read menu here #myfood

Read menu here #myfood

 
Sebenarnya ada beberapa menu yang menjadi incaran untuk saya coba, namun apa daya, kebetulan saya datang sendiri dan sebelumnya sudah "ngemil" salad ketika menemani teman berbuka puasa. Jadilah saya hanya bisa memilih satu menu saja.
Bun Bo Hue (IDR 55,5k ++)
Spicy beef noodle soup "Hue" style
Malam ini saya sedang ingin makanan yang hangat, berkuah, namun sedikit spicy. Bun Bo Hue adalah pilihan tepat yang memenuhi semua kriteria tersebut. Semangkuk rice noodle berkuah kecoklatan berisi potongan daging sapi serta taburan daun bawang dan cilantro dirajang tipis. Di mangkuk terpisah disediakan pelengkap yang terdiri dari tauge (bean sprouts) mentah, selada, potongan jeruk nipis, dan sambal. Kuahnya yang masih mengepul sangat "mengundang" untuk segera dicicipi.
Main bowl and toppings #myfood

Main bowl and toppings #myfood

 
Seperti biasa saya pasti mencicip kuahnya terlebih dahulu, apa adanya sebelum ditambah pelengkap. Kuah kaldu yang tampak kecoklatan itu sebenarnya bening (clear soup), rasanya gurih tetapi masih light dan terasa tidak terlalu banyak menggunakan penyedap rasa. Saya lihat banyak potongan cabai merah halus di dalam kuah, tak heran kalau pedasnya cukup terasa sejak seruputan pertama. Selain cabai merah (jenis cabai keriting pedas atau bahkan rawit) terdapat juga potongan bawang bombay dan tentunya rajangan daun bawang dan cilantro yang seakan wajib ada dalam noodle soup Vietnam. Potongan bawang bombai sepertinya dimasukkan dalam keadaan mentah saat akan disajikan, lalu menjadi sedikit matang karena siraman kuah panas sehingga teksturnya masih agak crunchy dan terasa manis ketika dikunyah. Aroma cilantro memang sedikit over powering di lidah saya, tetapi memang demikianlah "standar" makanan di Vietnam sana.
Good quality of beef #myfood

Good quality of beef #myfood

 
Vietnamese rice noodle #myfood

Vietnamese rice noodle #myfood

 
Daging sapi yang digunakan seperti daging untuk sukiyaki. Potongannya tipis, empuk, dan tidak banyak lemak sesuai request saya ketika memesan tadi. Mie berasnya tidak lebar, agak tebal, dan berwarna putih pekat, agak berbeda dengan yang saya makan ketika di Vietnam dulu -lebih lebar, tipis, dan warnanya putih sedikit transparan. Tingkat kematangannya pas, tidak terlalu lunak ataupun kenyal.
fresh vegs, lime, and samba #myfood

fresh vegs, lime, and samba #myfood

 
Bahan pelengkap yang disajikan mentah saya masukkan semua ke dalam kuah selagi masih panas sehingga menjadi sedikit matang. Tauge yang digunakan berjenis besar, lebih crunchy dan terasa manis, menambah tekstur dan rasa pada noodle soup ini. Jangan lupa perasan jeruk nipis yang memberikan seberkas rasa asam segar harus ditambahkan agar keseluruhan rasanya menjadi mantap dan balance. Sambal dalam piring plastik kecil itu sebenarnya enak (dimasak dengan terasi atau mungkin semacam teri goreng ditumbuk halus sehingga aromanya sedap), tapi karena kuahnya sudah pedas maka tidak saya tambah sambal lagi.
Put all toppings to the bowl Main bowl and toppings #myfood

Put all toppings to the bowl Main bowl and toppings #myfood

 
Baiklah cukup berkata-kata, saatnya menghabiskan semangkuk Bub Bo Hue yang sudah lengkap dengan toppingnya!
Ready! #myfood

Ready! #myfood

 
Pelayanan di sini standar seperti umumnya food court, dimana customer harus menunggu makanannya disiapkan kemudian membawanya sendiri ke meja. Masalahnya, saya harus menunggu cukup lama untuk semangkuk noodle soup, padahal kondisi resto sedang sepi. Saya lihat customer yang baru memesan setelah saya selesai membayar di kasir justru makanannya tersaji duluan. Sedikit mengecewakan sad Dari segi harga tergolong agak mahal jika kita hanya melihat berdasarkan price list tanpa mencoba, tetapi jadi terasa worth it karena rasanya yang enak dan mirip dengan versi asli di Vietnamnya. Lebih murah jauh daripada terbang langsung ke Vietnam, lho...
Meskipun belum pernah mencoba Bun Bo Hue langsung di kota asalnya (ketika ke Vietnam saya belum sempat mengunjungi kota Hue) menurut saya pribadi rasanya enak dan mewakili cita rasa makanan khas Vietnam. Dari semua komponen yang ada, aroma cilantro pada kuahnya sangat mirip dengan semangkuk pho yang saya nikmati pertama kali di sebuah kedai kecil di kota Hanoi.
 
Recommended Dish(es):  Bun Bo Hue
 
Table Wait Time: 10 minute(s)


Date of Visit: Jul 04, 2014 

Spending per head: Approximately Rp63000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

CNY Celebration at Le Gran Café OK Jun 27, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Multinasional | Kafe

Chinese New Year a.k.a Imlek, biasa dirayakan dengan tradisi mengunjungi sanak saudara dan kumpul-kumpul makan bersama. Biasanya pula, yang usianya lebih muda selayaknya mengunjungi yang lebih tua. Saya masih ingat masa kecil dulu setiap Imlek cukup "menunggu" di rumah nenek saya karena beliau yang tertua, jadi adik-adik nenek beserta keluarganya pasti akan berkunjung kesana. Seiring berkurangnya generasi nenek saya yang satu demi satu tiada, sekarang tradisi tersebut sudah nyaris "punah" di keluarga besar kami. Kalau pun berkumpul hanya terbatas pada keluarga dari saudara kandung papa saja, sisanya cukup dengan saling telepon, SMS, Whatsapp, BBM, atau melalui social media lainnya. What a modern world!
Di tahun 2014, Imlek menyambut datangnya tahun Kuda Kayu ini dirayakan dengan makan siang bersama keluarga besar papa di Le Gran Café, Hotel Gran Mahakam.
Saya sudah pernah mendengar tentang Le Gran Café dari teman-teman food blogger dan mereka memberi testimoni yang bagus untuk makanannya, tentunya saya jadi mempunyai ekspektasi tinggi untuk restoran ini.
Welcome!

Welcome!

 
Lokasi hotel ini sangat strategis di daerah Mahakam yang ramai, sekaligus sangat familiar karena hanya beberapa langkah di belakang gereja saya. Bangunannya dari luar cukup eye catching dengan gaya Eropa klasik, terlihat berbeda dari gedung-gedung di sekitarnya. Area lobby hotel juga tidak begitu luas, namun tetap ditata dengan apik dengan permainan lighting. Lobby hotel dihiasi pernak-pernik Imlek didominasi warna merah dan kuning keemasan, termasuk tebaran coklat berbentuk kepingan uang emas yang boleh diambil oleh tamu. Ada pula satu spot khusus berupa ruangan kecil dilengkapi dua buah kursi, yang disediakan untuk para tamu berfoto-foto ria dengan nuansa Imlek.
Yellow and gold

Yellow and gold

 
Le Gran Café terletak di lantai Mezzanine yang bisa dicapai dengan tangga atau lift. Mengikuti bentuk gedung hotelnya, buffet restaurant ini memanjang seperti sebuah lorong dengan jarak ujung ke ujung yang cukup panjang. Makanan ditempatkan di sepanjang tepi-tepi ruangan tersebut, jadi untuk mengambil makanan kita perlu berjalan-jalan menjelajahi hampir seluruh penjuru ruangan jika ingin mencoba semua variannya. Di tengah ruangan ada bagian yang dijadikan semacam panggung untuk live music dan band kecil.

 
Interior restoran masih senada dengan konsep bangunan hotelnya yaitu Eropa klasik, yang terlihat dari detail-detail ruangan, perpaduan lantai parket kayu dan marmer, serta tirai tebal yang menghiasi jendela. Konsep klasik ini berpadu cantik dengan gaya modern minimalis yang terlihat dari bentuk meja-kursi makan, station makanan berwarna hitam, serta lampu gantung logam berwarna emas-hitam sebagai aksen ruangan. Cermin-cermin besar ditempatkan di beberapa bagian untuk memberi kesan lebih luas pada ruangan.

Detail-detail di meja makan juga diperhatikan dengan baik mengikuti tema Imlek. Di setiap meja terdapat ornamen kecil seperti vas bunga simple dan semangkuk kecil jeruk mini yang memang selalu ada saat Imlek. Lumayan nih, bisa untuk cemilan selagi menunggu hehehe...

 
Saat kami tiba di restoran sebenarnya sudah mendekati jam makan siang yaitu sekitar jam 12, tetapi restoran masih lengang. Hidangan di beberapa station makanan pun tampaknya ada yang belum siap. Kami sempat menunggu lebih dari 30 menit sebelum akhirnya bisa mulai acara makan siang. Agak aneh juga melihat ketidaksiapan restoran kelas hotel bintang lima ini, apalagi di hari raya besar dimana pastinya akan lebih banyak customer yang datang. Bukankah seharusnya lebih well prepared dibanding hari-hari biasa, ya?
Baiklah, mari mulai makan saja…
Chinese Tea
Free flow Chinese tea sudah termasuk dalam paket buffet disini. Tehnya tidak terlalu pekat dan tidak pahit, baik untuk menetralisir rasa di lidah sehabis makan berbagai menu aneka rasa. Disajikan dalam cawan kecil yang umum tersedia di Chinese restaurant, dan selalu diisi ulang jika sudah kosong.

Seafood Area

 
Satu tempat besar berisi tiram, kepiting, dan udang yang diletakkan di atas es sehingga tetap segar. Terdapat serangkaian buah ukir yang sangat cantik di bagian tengahnya yang justru lebih menarik minat saya untuk mengamatinya. Area seafood ini bersebelahan dengan aneka sushi dan salad terletak di antaranya.
Mixies!

Mixies!

 
Sebagai menu pembuka saya menggabungkan udang rebus dengan fruit salad dan potongan ham. Saya suka udangnya karena masih segar, tidak lembek, dan tidak berbau. Yum!

Salad in Mini Glass
Ada 3 macam salad yang tersedia, satu fruit salad dengan mayonnaise (yang tadi saya pasangkan dengan udang rebus) dan dua mixed vegetable salad dengan 1000 island dressing. Semua salad sudah disajikan lengkap bersama dressing dalam gelas kaca mini sehingga lebih praktis, tidak berantakan, juga tampil lebih menarik. Saya tidak bisa terlalu membedakan antara kedua vegetable salad itu karena isinya sudah terbalut dressing, yang penting semuanya enak.. hehe..

Assorted Sushi
Tentunya saya hanya mengambil sushi yang tidak ada isi ataupun topping ikan mentahnya. Potongan sushi cukup besar sampai memenuhi mulut ketika disantap dalam sekali suapan, tapi rasanya enak. Sebenarnya tersedia pula salmon nigiri dan sashimi, yang tentunya tidak akan menjadi pilihan saya.

Beef Tenderloin
Time for red meat, and it's yummy!

Time for red meat, and it's yummy!

 
Yeah, saatnya makan daging! Tentunya sedikit saja karena saya memang tidak terlalu menyukai red meat. Dagingnya dipotongkan langsung sesuai porsi yang kita inginkan, lalu kita bisa memilih sendiri sausnya. Tersedia tiga macam saus yaitu barbecue, peppercorn, dan mushroom. Saya memilih mushroom sauce ditambah sedikit peppercorn sauce. Dagingnya empuk dan tidak berlemak sama sekali (ini yang saya suka!), dimasak pada tingkat kematangan antara medium well-mendekati well done. Sausnya enak, kekentalannya pas, dan rasanya balance. Antara kedua sauce yang saya coba warnanya sama, tidak jauh berbeda dari segi rasa, dan sepertinya menggunakan base yang sama. Kalau harus memilih, saya paling suka mushroom sauce karena terdapat potongan-potongan jamur champignon yang cukup banyak di dalamnya.

Noodle Soup
Berisi mie keriting halus, jamur enoki, sayuran, dan potongan kepiting yang sudah digoreng dengan balutan tepung, kemudian disiram kuah kaldu. Kuahnya light dan rasanya gurih tidak terlalu asin. Mie keritingnya bertekstur lembut tidak kenyal, hanya saya agak malas makan kepitingnya karena masih bercangkang dan berbalut tepung sehingga makin sulit diambil dagingnya.

Carrot Cake
Setelah menunggu sejenak, carrot cake yang baru di-pan fried tersaji hangat dengan cocolan sambal. Terdapat tiga varian yang hanya berbeda di topping campuran carrot cake-nya, tapi overall rasanya sama saja. Saya justru suka sekali sambalnya yang menggunakan terasi dan ebi, serta tidak pedas.

Assorted Dim Sum
Tersedia dim sum rebus dan goreng, serta ceker ayam (yang tentunya tidak akan saya pilih). Tidak ada yang istimewa dengan kategori dim sum ini, variannya umum dan rasanya standar saja.

Bird Nest Dumpling Soup
A must try!

A must try!

 
Menu spesial yang hanya tersedia pada special occasion seperti sekarang ini, beruntung saya bisa mencobanya. Sarang burung walet sebenarnya tidak mempunyai rasa spesifik yang mempengaruhi keseluruhan rasa masakan, hanya diistimewakan karena katanya berkhasiat untuk kesehatan dan harganya yang selangit. Ok, supnya memang lezat dengan kuah kaldu yang agak bening dan masih terbilang light. Di dalam sup terdapat sebuah dumpling dan potongan kepiting yang sudah digoreng dengan tepung sebelumnya. Saya malah tidak menemukan wujud sarang burung waletnya, apakah sudah dihancurkan sama sekali atau masuk di dalam dumplingnya mungkin. Menu ini disaikan dalam mangkuk keramik bertutup dan selalu diletakkan di steamer sehingga tersaji dalam keadaan panas. Saya suka kuah supnya, apalagi diseruput ketika masih hangat, hanya sedikit terlalu asin untuk saya pribadi.

Cakes, Pie & Eclair

 
Karena sudah hampir kekenyangan, terpaksalah saya menyeleksi pilihan menjadi mini roll cake coklat, mini lychee pie, mini strawberry shortcake, dan sebuah eclair pink. Overall rasanya standar, tapi saya paling suka mini roll cake coklatnya bcoz I'm a chocoholic!

Es Lobi-Lobi
Favorite dessert of Le Gran Cafe

Favorite dessert of Le Gran Cafe

 
Dessert satu ini merupakan andalan Le Gran Café yang direkomendasikan oleh teman-teman food blogger saya. Sederhana saja berupa asinan lobi-lobi yang sudah dimasak dengan air gula, ditambah es serut dan butiran jelly bulat. Meskipun perut sudah hampir habis limitnya, saya coba juga satu porsi karena penasaran dengan rasanya. Ternyata… memang es lobi-lobi ini boleh jadi andalan. Asam, manis, plus sebersit rasa asin bisa kita rasakan disini, kalau lagi ngantuk dijamin segar kembali, deh!
Yellow Barongsai

Yellow Barongsai

 
Khusus pada kesempatan Hari Raya Imlek ini Le Gran Café memberikan compliment berupa Barongsai performance, Yee Shang Ceremony, Fortune Teller, dan free photo capture & printing.

Apakah itu Yee Shang Ceremony?
Ya, saya pun baru kali ini mengikutinya. Konon ini adalah tradisi dari China yang biasa dilakukan pada saat Imlek yang melambangkan pengharapan mendapatkan banyak rejeki di tahun baru.

 
Upacara ini dilakukan belakangan, pada saat para tamu umumnya sudah selesai makan, jadi semua bisa ikut serta tanpa terganggu acara makannya. Urutan upacara sudah terlampir di setiap meja, dimulai dari memasukkan komponen-komponennya dengan urutan tertentu hingga mengaduknya bersama-sama. Setiap langkah ada istilah dan maknanya tersendiri, maka sebaiknya dilakukan pas sesuai urutan. Begitulah menurut tradisinya... boleh percaya, tidak percaya pun tak apa.

Acara CNY Brunch diakhiri dengan foto bersama setiap keluarga atau per meja oleh fotografer dari Le Gran Café. Tak berapa lama foto-foto tersebut sudah di-print dan dibagikan kepada para tamu sebagai kenang-kenangan.
Overall makanan di Le Gran Café cukup memuaskan. Ragam menunya banyak (bahkan ada beberapa yang belum saya cicipi sama sekali karena sudah terlalu kenyang), rasanya rata-rata enak, dan presentasinya diperhatikan dengan baik pula. Untuk pelayanan tergolong baik dengan waiter dan waitress yang cukup banyak jumlahnya sehingga tamu bisa terlayani dengan baik, terutama dalam hal mengambil piring-piring kotor dan refill minuman. Tak heran jika resto ini sering dijadikan tempat gathering atau arisan ibu-ibu, demikian menurut tante saya yang memang sudah sering arisan di sini.

Review dan foto lebih lengkap dapat dilihat di sini: http://andrianiwiria.blogspot.com/2014/04/cny-celebration-at-le-gran-cafe.html
Supplementary Information:
Pilihan makanan banyak namun letaknya tersebar di sepanjang area restoran, jadi berkelilinglah sampai ke ujung untuk mencicipi semua jnis makanannya.
 
Recommended Dish(es):  Es Lobi-Lobi,Sushi,Bird Nest Dumpling Soup,Beef Tenderloin,Assorted cakes and pie,Es Lobi Lobi,Shrimp salad and ham,Seafood corner
 
Table Wait Time: 10 minute(s)


Date of Visit: Jan 31, 2014 

Celebration:  Chinese New Year 

Spending per head: Approximately Rp400000(Lunch)

Dining Offers: family gathering


Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0