OpenRice Index
  
missnl
This is missnl living in Cilandak. I am a graphic designer, work in Lebak Bulus. I like to hang out in Tanjung Duren, Pondok Indah, Senayan. Bali, Chinese, Itali, India are my favorite cuisines. I also love Street Foods, Kafe, Restaurant, lounge and Siomay / Batagor, Pizza & Pasta, sate lilit bali.
Member 10 First(s)
No. of Review67 Review(s)
編輯推介數目33 Editor's Choice
Recommended8 Recommended
Popularity3694 View(s)
Replies in Forum1 Comment(s)
Upload Photos1237 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant42 My Restaurant(s)
Follow58 Following
粉絲391 Follower(s)
missnl  Level 3
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 41 to 45 of 67 Reviews in Indonesia
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Stand / Kios | Bakmi/Kwetiau

Ketika berkesempatan ke daerah Kota, sengaja saya mampir ke Bakmi Kemurnian yang sudah terkenal ini. Lokasinya terletak di Jalan Kemurnian IV, tepatnya di Gang Mangga, maka  warung bakmi ini dulunya lebih terkenal dengan sebutan Bakmi Gang Mangga.
Welcome!

Welcome!

 
Bagi yang menggunakan moda transportasi umum atau tidak mau direpotkan dengan parkir kendaraan, bisa menggunakan bus trasjakarta koridor 1 (Blok M-Kota) dan turun di halte Olimo. Dari halte ini kita bisa berjalan kaki tidak terlalu jauh menuju ke Jalan Kemurnian seperti yang waktu itu saya lakukan. Menurut saya cara ini lebih praktis karena di sekitar restonya sendiri cukup sulit parkir kendaraan mengingat jalan yang sempit dan padat rumah penduduk.
Resto dua generasi

Resto dua generasi

 
Inside

Inside

 
Inside

Inside

 
Bangunan restonya sendiri tidak besar, tidak bertingkat, terlihat sebuah bangunan lama yang sudah direnovasi sedikit-sedikit. Bagian pintu masuknya jelas sudah diganti dengan pintu kaca rayban ala toko/kantor untuk menghadang teriknya sinar matahari. Memasuki resto, nuansa "old style" semakin terlihat dari meja-meja kayu panjang dan bangku plastik sederhana yang mengisi ruangan. Di belakang ruang makan terletak dapur yang berkonsep open kitchen dengan jendela kaca besar. Melalui jendela ini pengunjung dapat melihat seluruh bagian dapur dan menyaksikan sang pemilik meracik menu bakmi. Meskipun resto ini terkesan "jadul" tetapi tidak demikian dengan dapurnya. Menurut saya dapurnya jauh dari kesan "seadanya" dan tergolong modern, serta yang penting bersih dan teratur. Kondisi keseluruhan restonya pun bersih dan nyaman karena sudah dilengkapi pendingin ruangan -sesuatu yang sangat penting ada di daerah utara Jakarta yang terkenal panas, apalagi di siang hari!
Open kitchen

Open kitchen

 
Kitchen

Kitchen

 
Menurut Bapak Alex sang pemilik, warung bakmi ini sudah beroperasi lebih dari 60 tahun dan beliau merupakan pemilik generasi kedua yang menjalankannya. Menu yang tersedia memang hanya bakmi saja, dengan dua pilihan topping yaitu daging ayam dan babi. Bagi teman-teman yang muslim tidak perlu khawatir karena Bapak Alex sangat concern akan hal ini. Jika ada pesanan bakmi ayam dan bakmi babi pada saat bersamaan, maka yang akan diracik lebih dahulu adalah bakmi ayamnya, setelah selesai baru meracik bakmi babi. Dengan cara ini, sangat minim kemungkinan bakmi ayam terkena topping daging babi dari sendok atau sumpit yang digunakan saat meracik. Bagi yang memesan bakmi babi harus sedikit bersabar menunggu, apalagi jika pesanan bakmi ayamnya lebih banyak seperti yang saya alami saat itu.

 
Bakmi Ayam (IDR 24k)
Bakminya sudah pasti home made dan dimasak dengan tingkat kematangan yang pas. Bentuk mie tidak terlalu tipis/halus, keriting, dengan tekstur agak kenyal tetapi enak. Bakmi disajikan kering tidak berkuah dengan topping daging ayam cincang dan sawi hijau rebus, sedangkan kuah kaldu disajikan terpisah dalam mangkuk kecil. Daging ayam yang dicincang kasar sudah dimasak sehingga warnanya sedikit kecoklatan dan tentu tidak hambar. Kuah kaldunya gurih namun dibuat tidak terlalu asin sehingga light dan pas jika dicampurkan dengan mie. 

 

 
Bakmi Babi (IDR 24k)
Sama seperti bakmi ayam, disajikan kering di mangkuk dengan topping daging babi dan sawi hijau, plus kuah kaldu di mangkuk kecil terpisah. Topping daging babi cukup banyak, dimasak dengan sedikit bumbu sehingga dagingnya sudah ada rasanya tidak hambar. Cincangan cukup halus (atau mungkin digiling?), bumbunya meresap ke daging, dan bagusnya tidak banyak daging yang berlemak sehingga saya bisa menikmatinya. Kalau boleh jujur, bakmi babi ini lebih harum dan yummy dari bakmi ayamnya... 
superb!

superb!

 

 
Pelayanan di sini tergolong baik dan cepat. Staff-nya cukup sigap dan terlihat sudah terbiasa menangani banyak pembeli saat resto sedang ramai. Rombongan kami tidak perlu menunggu terlalu lama hingga makanan tersaji. Peralatan makan beserta bumbu pelengkap sudah tersedia di meja sehingga dapat kita tambahkan sendiri sesuai selera. Teman-teman yang menyukai rasa pedas umumnya menambahkan sambal supaya rasanya lebih "nendang", tetapi saya sengaja ingin menikmatinya tanpa tambahan bumbu apa pun sehingga dapat mengetahui cita rasa aslinya. Terbukti Bakmi Kemurnian ini rasanya sudah pas mantap tanpa tambahan apa pun.

Harga makanan tergolong wajar dan sesuai untuk seporsi bakmi dengan topping daging yang cukup banyak, dan yang penting rasanya enak. Tak heran jika Bakmi Kemurnian bisa terus bertahan hingga dua generasi dan selalu ramai pengunjung. Recommended!
Supplementary Information:
Bagi pengunjung muslim tidak perlu khawatir bakminya tercampur topping babi karena sang pemilik sangat berhati-hati dalam memisahkan topping bakminya, dan proses meraciknya bisa disaksikan langsung oleh pengunjung.
 
Recommended Dish(es):  Bakmi Ayam,Bakmi Babi
 
Table Wait Time: 10 minute(s)


Spending per head: Approximately Rp30000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Bali | Restaurant | Halal | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

Dulu sekali, Mykonos Taverna ada di Cilandak Town Square. Sayangnya saya belum kesampaian mencoba sudah keburu tutup & hingga sekarang hanya ada di Bali. Tentunya, ketika berkesempatan ke Bali saya sempatkan mencoba, apalagi lokasinya pun di daerah ramai yg strategis yaitu Oberoi. Restorannya sendiri sederhana, dan agak panas (gerah) padahal sy datang utk dinner, gimana kalo siang hari yah? Meskipun ruangannya tidak terlalu besar, tapi penuh dengan meja dan kursi sehingga dapat menampung banyak orang juga, namun malam itu sedang tidak ramai. Dekornya cenderung sederhana bernuansa homey, mungkin dibuat agar seperti rumah di yunani. Lampunya pun pakai bohlam kuning yang tak terlalu terang sehingga makin menyerupai suasana di rumah.
Karena lumayan 'buta' dgn makanan yunani, cukup lama kami membolak balik buku menu yang (untungnya) ada fotonya. Berikut pilihan kami:

 
Mykonos gyros, 55k
pocket pita bread berisi pork, dibungkus bersama lettuce, onion, tomat, dengan dressing tzatziki sauce, dihidangkan bersama french fries. Enak dan mengenyangkan! Porsinya besar, kalau sendirian saya tak akan sanggup menghabiskannya.

 
Sahanaki, 30k
melted feta cheese with tomato, oregano, garlic, dill, olive oil. Rasanya asin, gurih, creamy, juga harum rempah2. Penampilannya memang terlihat berantakan seperti bubur yang tak cantik, tapi ternyata rasanya enak.

 
Mixpikilia, 35k
mixed appetizer yang terdiri dari humus, melitzanes, tzatziki, dolmathes, feta cheese, greek olive & mix salad. Cocok sekali buat kami yang memang mau coba2 berbagai jenis makanan yunani ini. Dalam satu piring ada 7 macam appetizer khas yunani yang hampir semuanya enak. Berikut detail dari beberapa nama appetizer tsb sebagai informasi yang mungkin berguna:
- dolmathes: grape leaves w/ rice, dill, yoghurt&olive oil
- tzatziki: yoghurt w/cucumber, garlic, dill, olive oil
- humus: chick beans w/ tahini, lemon, dill, garlic, olive oil
- melitzanes: eggplant w/feta cheese, lemon, dill, garlic, olive oil

Overall, I love greek food! Enak dan cocok di lidah saya karena bahan2nya pun basically saya suka, misalnya feta cheese, olive, dan olive. Soal harga, very worth the price! Kalau dibandingkan dgn pasaran harga di jakarta, ini sungguh tidak mahal & sesuai dgn yg kita dapatkan. Pelayanannya memang masih perlu ditingkatkan, karena masih seperti kafe rumahan yang belum profesional.
 
Recommended Dish(es):  Mykonos gyros
 
Spending per head: Approximately Rp50000

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 2  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   1 Vote(s)   View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Timur Tengah | Kafe | Restaurant | Kumpul Keluarga

Sebuah email masuk ke inbox saya, dari Foodpanda, berisi voucher diskon untuk pemesanan makanan. Nominalnya memang tidak besar, tetapi cukup membuat saya tertarik melihatnya lebih lanjut. Saya memang berlangganan newsletter dan terdaftar menjadi member Foodpanda, entah sejak kapan saya pun lupa, dan belakangan memang agak sering mendapat email promo-promonya. Biasanya hanya saya baca sekilas bahkan hanya membaca subject emailnya saja lalu menekan tombol delete. Kali ini saya teringat, nanti sore akan lembur di kantor yang artinya harus sedia makan malam agar tidak kelaparan. Sebuah ide pun terbersit... pesan makanan online!

 
Di kota besar dengan level kemacetan parah seperti Jakarta, delivery service makanan sangat membantu, bahkan menjadi solusi di saat lapar, sibuk, dan malas... (malas masak, malas naik-turun lift di kantor, malas berjalan atau berkendara ke restoran, dan terutama malas bermacet ria hanya untuk membeli makanan). Kebetulan saya sedang memenuhi ketiga "kriteria" tersebut, maka tak ada salahnya mencoba pesan makanan menggunakan Foodpanda.

Bagi Anda yang belum tahu, Foodpanda adalah penyedia jasa pemesanan makanan secara online yang telah beroperasi sejak tahun 2012 di lebih dari 40 negara di dunia. Di Indonesia sendiri, luas cakupan Foodpanda meliputi Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Bali, Medan, dan Makasar. Melalui Foodpanda, kita bisa memesan makanan dari berbagai restoran pilihan secara online atau melalui aplikasi mobile yang dapat diunduh dari Apple AppStore, Google Play, dan Microsoft Phone Store. Dengan berlangganan newsletter, keuntungannya kita akan selalu update dengan berbagai penawaran yang ada, misalnya diskon atau voucher pada hari-hari tertentu. Saat akan memesan makanan pertama kali, barulah diharuskan
untuk register karena Foodpanda memerlukan data-data untuk validasi pesanan kita.

Berikut langkah-langkah MUDAH memesan makanan di Foodpanda:

1. Tak perlu bingung jika Anda belum memiliki pilihan restoran yang akan dipesan, cukup mengakses www.foodpanda.co.id dari browser atau langsung dari email blast dengan klik button hijau "Pesan Sekarang". Pilih kota, masukkan nama area atau kode pos tempat Anda berada saat itu, dan pilih dari scroll down list yang paling tepat/mendekati. Klik button hijau "Find restaurants".

 
2. Di halaman selanjutnya akan tampil nama-nama restoran yang melayani delivery ke daerah Anda. Pilihan bisa di-filter berdasarkan jenis makanan atau kategori lain yang diinginkan, misalnya restoran yang gratis biaya delivery, menerima online payment, atau yang menerima voucher (seperti yang saya pilih). Klik "Go to menu" pada restoran yang Anda inginkan.

ATAU
Bagi Anda pengguna OpenRice bisa memilih restoran seperti biasa dari website atau mobile app OpenRice. Temukan dan klik button merah dengan logo Foodpanda di sebelah kiri agak bawah, maka Anda akan langsung terhubung dengan laman restoran tersebut di Foodpanda. Anda belum tahu OpenRice? Aww, you're soo yesterday!!. OpenRice adalah situs informasi restoran dan panduan kuliner terdepan di indonesia. Berbagai informasi restoran tersedia di OpenRice, lengkap dengan review pengalaman pengunjung mengenai suatu restoran. Sangat berguna agar Anda tidak salah pilih restoran.

 
3. Pilih menu makanan yang ingin dipesan dengan menekan button hijau "+" di samping harga, kemudian otomatis akan masuk pada daftar pesanan di kanan atas, lengkap dengan perincian harga, biaya delivery, pajak, dan service (jika ada). Setelah selesai memilih, klik button "Proceed to checkout".

 
4. Teliti sekali lagi pesanan Anda, pastikan tidak ada yang kurang atau salah. Jika masih ada yang belum sesuai, bisa kembali ke halaman sebelumnya dengan tombol back pada browser dan perbaiki pesanan Anda. Jika semua pilihan sudah benar, pilih tanggal dan jam pengiriman yang dikehendaki. Bagi yang memiliki voucher diskon/promo, masukkan kode voucher dan tekan button "+" agar nilai voucher masuk (mengurangi) ke perhitungan harga total. Jangan lupa perhatikan masa berlaku dan syarat ketentuan untuk setiap promo agar tidak ada masalah ketika menggunakannya. Klik "Checkout" untuk melanjutkan proses pemesanan.

5. Selanjutnya, masukkan data-data Anda seperti nama, nomor telepon, email, dan alamat pengiriman. Jika sudah mempunyai account Foodpanda sebelumnya, cukup Log In dengan username dan password Anda, namun jika belum, bisa langsung register melalui link di bagian ini. Pilih cara pembayaran dan jumlah uang kembalian yang diinginkan jika Anda membayar tidak dengan uang pas. Pastikan semua data sudah akurat dan sesuai keinginan Anda, lalu klik button hijau "Place order now" untuk men-submit pesanan Anda.

 
6. Pemesanan selesai! Tibalah pada bagian akhir yaitu halaman konfirmasi. Jika proses berhasil maka akan tampil review pesanan Anda beserta Nomor Order. Sebaiknya catat nomor ini sebagai antisipasi jika dibutuhkan untuk konfirmasi atau seandainya ada masalah pada pesanan Anda.

Sekitar satu jam sebelum waktu pengiriman yang dikehendaki, saya ditelepon oleh Customer Service Foodpanda yang mengkonfirmasi pesanan. CS tersebut juga akan menginformasikan seandainya ada keterlambatan pengiriman karena situasi jalan atau alasan lainnya. Untuk pesanan saya dikonfirmasi dapat tiba tepat waktu (karena lokasi restoran memang tidak terlalu jauh dan tidak melewati daerah macet). Secara hampir bersamaan, masuk email konfirmasi ke inbox saya yang sekali lagi merangkum daftar pesanan dan alamat pengiriman. Ok, semua beres, saya tinggal menunggu makanan diantar.

Mendekati waktu pengiriman, kurir Foodpanda sudah datang membawakan pesanan saya. Kurirnya ramah dan sopan, berseragam rapi, lengkap dengan delivery box beridentitas Foodpanda. Makanan terbungkus rapi dan masih hangat saat dikeluarkan dari delivery box. Setelah pesanan saya terima dengan lengkap, kurir menyerahkan bon (nota) dan saya membayarnya. Simple, cepat, dan makanan siap disantap. Saya salut dengan ketepatan waktu pengantaran yang justru lebih cepat dari seharusnya. Sangat berbeda dengan layanan delivery langsung dari restoran yang pernah mengecewakan saya karena super telat.
Kurir & bon Foodpanda

Kurir & bon Foodpanda

 
Tanpa menunggu lama, saya membongkar paket makanan dari Istanbul Turkey Restaurant & Cafe. Agak heran dengan restoran pilihan saya? Hahaha.. selera saya kadang memang agak nyeleneh bagi sebagian orang. Kebetulan restoran ini masuk dalam area pengantaran plus berlaku voucher Foodpanda, dan saya belum pernah mencoba hidangan khas Turki atau makan di restoran Turki sebelumnya. Lokasi restoran di daerah Ampera yang terkenal sering macet pun membuat saya agak malas datang langsung untuk dine in atau take away. Nah, disinilah "kegunaan" Foodpanda, bukan? 
Food packaging

Food packaging

 
Semua menu pesanan saya dikemas rapi dan terpisah. Tak ketinggalan disertakan sendok garpu plastik, tissue, dan tissue basah. Benar-benar lengkap dan well prepared.
Baiklah, saya sudah cukup lapar, saatnya mencicipi!

Sambosa Cheese (IDR 30k)
Baked pastry with savory fillings, spiced potatoes, onions, peas, and cheese
Cheese all the way

Cheese all the way

 
Lima buah sambosa ditempatkan dalam kotak styrofoam dengan taburan parsley yang dicincang halus. Bagian luarnya berwarna golden brown cantik, terlihat menggiurkan untuk segera dimakan. Pada gigitan pertama, terasa bagian kulitnya masih crunchy dan tidak terlalu berminyak, serta langsung terasa isian kejunya. Saya mengharapkan menemukan isian lainnya pada gigitan berikut, tetapi hanya keju dan keju saja yang saya rasakan sampai habis. Ok, fine, saya suka keju dan rasanya memang enak, namun saya mengharapkan sambosa yang lebih kaya rasa dan spicy seperti tertulis pada menu.

Lentil Soup (IDR 35k)
Creamy soup made of lentils
Served with bread and tastes ok

Served with bread and tastes ok

 
Saya sampai harus googling dahulu karena penasaran apa itu lentil. Setelah mengetahui bahwa itu sejenis biji-bijian, tertariklah saya mencoba sup lentil. Sup dikemas rapi dalam wadah plastik transparan tahan panas, lalu dibungkus lagi dengan plastic wrap bersama sepotong jeruk nipis (lime) sebagai pelengkap sup. Di kantung kertas terpisah terdapat empat potong roti (dari satu roti bundar yang dibelah menjadi 4) untuk dimakan dengan sup. Lentil soup creamy dan agak kental dengan warna kuning yang tampak lezat. Ketika saya mencicip supnya saja (belum dengan roti), cita rasanya sedikit gurih namun agak kurang asin. Akhirnya saya menambahkan garam, jeruk nipis, dan sedikit bubuk cabai sehingga rasanya menjadi mantap di lidah saya. Roti yang menyertainya adalah sejenis roti pita khas Turki yang disebut roti pide. Termasuk jenis flatbread namun masih menggunakan sedikit ragi (yeast) sehingga teksturnya sedikit empuk meskipun lebih dominan alot/keras. Roti ini enak dimakan dengan dicelupkan ke dalam sup yang masih hangat sehingga lebih lunak lagi dan mudah dikunyah.

Olive Salad (IDR 45k)
Green olives, black olives, olive oil, celery, cauliflower, carrots, sweet peppers, onions, capers, parsley, pepperoncini, oregano, garilc, vinegar, herbs and spices
Only green olives with tomatoes

Only green olives with tomatoes

 
Saya langsung memilih menu ini karena sangat tertarik dengan komposisi yang tertera di menu. Ketika membuka kotak styrofoam, saya kecewa karena tampak hanya ada green olives dipotong tipis dengan campuran potongan kecil tomat dan herbs. Duh, jauh sekali bedanya dengan yang dijanjikan di menu, ya? Ketika saya cicipi, rasa asin dan aroma olive agak mendominasi, dengan sedikit rasa asam dan pahit sebagai after taste. Sebenarnya saya tidak ada masalah dengan rasa seperti ini karena memang menyukai olive, namun saya keburu kecewa karena tidak mendapatkan salad dengan isi seperti yang "dijanjikan" di deskripsi menu. Sungguh sangat disayangkan!

Shawarma Chicken Sandwich (IDR 30k)
Chicken meat grilled and shaved then wrapped with bread
Yummooo!!

Yummooo!!

 
Dari semua pesanan saya, inilah highlight-nya! Terbungkus rapi dalam aluminium foil untuk menjaga suhunya, menjadikan saya bisa menikmati chicken wrap ini masih dalam keadaan hangat. Meskipun nama menunya "sandwich", menurut saya lebih tepat disebut "wrap" karena semua isinya dibungkus dalam gulungan flatbread. Aroma grilled chicken-nya enak, dagingnya empuk dan matang dengan baik, serta di-shaved dalam ukuran yang tepat. Isian lainnya enak namun saya tidak dapat mengenali masing-masing bahan karena semuanya telah dicampur semacam bumbu atau saus, namun yang pasti ada french fries di dalamnya! Agak aneh, unik, namun tidak sampai mengganggu keseluruhan rasa.

Overall untuk rasa makanan dari Istanbul Turkey Restaurant & Cafe saya suka. Hampir semuanya enak dan rasanya sesuai selera, kekurangannya hanya pada salad dan sambosa yang mengecewakan karena yang didapat tidak sesuai deskripsi di menu. Semoga pihak restoran lebih teliti lagi dengan komposisi bahan masakan, dan kalau memang ada perubahan harap deskripsi menunya segera di-update. Jika boleh memberi saran, kemasan makanan yang berupa styrofoam baiknya diganti dengan kotak dari bahan foodgrade paper yang saat ini sudah banyak dipakai. Selain lebih praktis jika perlu menghangatkan makanan (bisa langsung masuk microwave), juga lebih aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. Tentunya ini bisa meningkatkan value dari restoran yaitu lebih concern pada kesehatan dan lingkungan hidup.

Keesokan harinya ada email dari Foodpanda lagi di inbox saya, isinya survei kepuasan pelanggan. Di email itu kita diminta klik rate dari skala 1-5, kemudian akan langsung terhubung ke survei yang lebih lengkap lagi mengenai pengalaman memesan makanan di Foodpanda. Saya senang dengan adanya survei semacam ini karena berguna untuk meningkatkan kualitas pelayanan ke depannya, oleh karena itu pelanggan diharapkan mengisinya dengan jujur dan apa adanya, ya...

 
Saya sangat puas menggunakan jasa Foodpanda. Sebagai first timer saya tidak mendapat kesulitan dari mulai memesan hingga menerima makanan, semuanya lancar dan sesuai harapan. Penggunaan website simple dan mudah, layanan customer care yang ramah, delivery tepat waktu, dan kondisi makanan masih hangat/fresh saat diterima. Biaya delivery sebesar rata-rata IDR 15k (ada yang kurang atau lebih) terbilang wajar dan sesuai dengan kualitas pelayanan yang saya dapatkan. Rasa dan mutu makanan dari restoran pun tergolong baik, karena saya percaya Foodpanda tidak sembarangan memilih restoran yang berafiliasi dengannya.

Sedikit masukan untuk Foodpanda, mungkin akan menarik jika diadakan loyalty programme bagi pengguna setia Foodpanda. Misalnya setiap transaksi akan mendapat loyalty points yang otomatis tercatat di account pelanggan, kemudian setelah terkumpul sejumlah poin bisa ditukarkan free voucher Foodpanda. It's something simple but will attract customer to order from Foodpanda again and again.

As a conclusion, I
#xperiencebig with Foodpanda, and would definitely use it again in the future. It's really good value for money, you should try it!

Nomor order: i8np-t9tg/1
Supplementary Information:
Waktu delivery minimal 60 menit, namun sebaiknya diantisipasi memesan lebih awal agar nantinya makanan bisa dikirim tepat pada jam yang kita inginkan (apalagi jika memesan di jam sibuk seperti saat makan siang/malam). Jika membayar tidak dengan uang pas, jangan lupa cantumkan uang kembalian yang diperlukan saat pesan online agar tidak menyulitkan kurir yang mengantar makanan.
 
Recommended Dish(es):  Shawarma Chicken Sandwich
 
Delivery Wait Time: 50 minute(s)


Date of Visit: Dec 15, 2014 

Spending per head: Approximately Rp120000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Mencicipi Galette ala Kitchenette Smile Oct 23, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Barat | Restaurant | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

Kembali berkunjung ke Central Park Mall, sekali lagi saya mengikuti "arahan" teman tercinta untuk pilihan tempat makan malam. Melintasi Tribeca Park, akhirnya kaki pun melangkah menuju Kitchenette yang berada di area tersebut, tepatnya di ujung kolam ikan. Neon sign Kitchenette menyala terang bersebelahan dengan Pizza E Birra, karena kedua restoran besutan Ismaya Group ini memang berbagi tempat di area yang sama.
Welcome

Welcome

 
Untuk memasuki resto kita harus melewati semacam jembatan berlantai kayu yang agak menanjak. Di ujung jembatan itu kita langsung disambut crew restoran yang berfungsi sebagai usher. Mereka akan menanyakan apakah akan ke Kitchenette atau Pizza E Birra, untuk berapa orang, dan apakah ingin duduk di area smoking atau non smoking. Jika tempat tersedia, maka kita akan diantar ke tempat duduk sesuai permintaan. Jika sedang penuh, mereka akan menyusun waiting list dan menginformasikan masih harus menunggu berapa tamu lagi. Sistem seperti ini memang menjadikan restoran berkesan eksklusif dimana tamu tidak bisa bebas masuk, namun sisi baiknya tamu tidak akan kecewa karena tidak mendapat tempat duduk saat sudah memasuki restoran. Jika memang harus menunggu waiting list juga sudah diberitahukan di awal, jadi tamu bisa memutuskan apakah mau menunggu atau cancel.

 
Dari pintu masuk, Kitchenette terletak di sebelah kanan, sedangkan Pizza E Birra di sebelah kiri. Kami pun ke bagian kanan karena memang bertujuan makan di Kitchenette, meskipun katanya dari tempat Kitchenette kita pun bisa memesan menu dari Pizza E Birra dan sebaliknya. Memasuki resto, saya lihat tampilan interior dari resto-resto Ismaya Group memang tidak pernah mengecewakan, semuanya di-design dengan apik dan berkonsep. Kitchenette rupanya menerapkan konsep seperti sebuah dapur besar dimana tamu bisa memilih menu dengan memesan langsung di booth makanan. Di bagian atas terpampang nama-nama menu andalan, dan ada pula satu bagian salad bar dimana tamu bisa langsung memilih isi salad yang diinginkannya. Meja dan kursi makan bergaya simple seperti suasana sebuah food court, namun terlihat hangat dan nyaman karena penggunaan material kayu.
Nice corner

Nice corner

 
Cute frames

Cute frames

 
Attractive floor

Attractive floor

 
Pernak-pernik cantik tampak menghiasi beberapa bagian resto, seperti salah satu sudut ruangan di dekat meja yang saya tempati dihiasi susunan perabot sederhana namun berkesan homey seperti di rumah sendiri. Bagian tiang pun tak lepas dimanfaatkan dengan dihiasi susunan frame yang tampak cute dan menarik. Satu lagi yang saya suka adalah lantainya yang berkesan vintage, dibuat seperti tegel kuno dengan perpaduan warna hitam-putih-hijau yang terlihat modern-klasik, plus tegel khusus berlogo Kitchenette. Tak lupa lighting dibuat sedikit temaram dengan cahaya kekuningan, menambah kesan bersahabat dan homey.

Dari awal disodorkan menu, saya pribadi sudah tertarik dengan menu Galette yang ada di "papan menu" dua sisi tersebut. Galette sebenarnya hampir sama dengan crepe, namun bercita rasa gurih-asin. Satu sisi berisi aneka menu crepe (manis) dengan nama-nama perempuan, dan satu sisi lagi menu galette (savory) dengan nama-nama laki-laki. Unik!
Logo

Logo

 
Menu

Menu

 
Untuk pilihan tempat makan memang teman saya yang menentukan, tetapi untuk menu giliran dia yang mengikuti saya. Kami pun sama-sama memilih galette dengan varian yang berbeda.

Michel (IDR 65k)
Traditional galette with chicken/pork ham, egg, and mozarella cheese
Like it so much

Like it so much

 

 
Galette pilihan saya isinya memang sederhana dan klasik ala Eropa. Sengaja saya pilih ini karena ingin rasa yang basic saja, dan ternyata memang tidak salah. Keju mozarella dan ham sudah tercampur menjadi satu di dalam lipatan galette, sedangkan telur mata sapinya ditambahkan di atas sebagai topping. Keseluruhan rasanya pas, tidak terlalu asin, dan kuning telurnya masih sedikit meleleh ketika dipotong. Galette ini kelihatannya tipis berkesan tidak mengenyangkan, tepi kenyataannya perut terasa full setelah saya menghabiskan suapan terakhir. Yummy and I like it!

Raul (IDR 75k)
Sauteed dory aglio olio with mozarella, black olives, chilli peppers, and fresh greens
Yummy

Yummy

 

 
Saya mencicipi sedikit menu pesanan teman saya ini, karena kami memang biasa bertukar menu saat makan bersama. Dory aglio olio terasa dominan bawang putih, mengalahkan rasa komponen lain yang hanya seperti sedikit topping tambahan saja. Menu ini memang lebih kaya rasa dan komponen, tetapi entah mengapa bagi saya rasa gurihnya cenderung berlebihan. 

Freshly Squeezed Strawberry Juice (IDR 35k)
Fresh

Fresh

 
Untuk minuman, kami sedang kompak memilih fresh strawberry juice. Kekentalannya pas, demikian pula penambahan gulanya sehingga masih terasa asam segarnya buah strawberry yang kami sukai. Jus buah segar memang tidak pernah mengecewakan, dan pastinya sehat. Good choice, 'rite?

Pelayanan tergolong cepat untuk kondisi resto yang cukup ramai. Setidaknya kami tidak sulit memanggil waiter/waitress saat memerlukannya. Makanan yang kami pesan memang keluar agak lama, mungkin karena galette harus dibuat dari awal. Dari segi harga kelihatannya sedikit overprice, namun jika sudah sering makan di restoran-restoran di bawah naungan Ismaya Group, harga tersebut tergolong "standar". Terkadang kita membayar suatu makanan tidak melulu karena rasanya saja, namun untuk kenyamanan, suasana restoran, pelayanan, dan penyajian makanannya yang menarik. Untuk semua aspek tersebut, kami menilai harga yang dibayarkan masih affordable.

Kami cukup puas mencicipi makanan tradisional asal Brittany, Perancis di Kitchenette ini, dan sepertinya ingin segera kembali untuk mencoba crepe manisnya di lain waktu. See U!
Supplementary Information:
Seluruh area restoran akan menjadi smoking room di atas pk. 21.00, jadi jika Anda ingin benar-benar bebas dari asap rokok bisa menghindari jam tersebut.
 
Recommended Dish(es):  Michel Galette,Raul Galette,Freshly Squeezed Strawberry Juice
 
Table Wait Time: 15 minute(s)


Spending per head: Approximately Rp100000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Green Tea Cake from Delika OK Oct 16, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Roti & Kue

Lelah berjalan-jalan keliling Central Park sambil menunggu mulainya sebuah acara, saya memutuskan mampir ke Delika setelah melihat jajaran kuenya yang tampak menggiurkan di di display. Setelah mengamati kue-kuenya sambil bertanya ke waitress, akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada kue green tea.

Waitress mempersilakan saya masuk dan duduk sambil menunggu kue pilihan saya dihidangkan. Awalnya saya memilih duduk di kursi makan biasa, kemudian saya bertanya ke salah satu waitress apakah ada stop kontak untuk men-charge handphone. Waitress itu mengatakan hanya ada di dalam area service di dekat meja bar, tetapi ia mempersilakan saya memakainya jika mau. Akhirnya saya pun pindah duduk di depan meja bar sehingga bisa makan sambil menunggui HP yang sedang di-charge.
HKC Entrance look

HKC Entrance look

 
Sambil menikmati kue saya mengamati suasana sekitar. Delika terletak di area yang sama dengan Hongkong Cafe (HKC), tepatnya di bagian depan HKC. Saat saya datang resto sedang tidak ramai, khususnya di area Delika sendiri memang sangat sepi karena kebanyakan pengunjung memilih duduk di dalam HKC. 
Mirror mirror on the wall

Mirror mirror on the wall

 
Nice details

Nice details

 
Pencahayaan di ruangan memang dibuat temaram di seluruh bagian resto, tetapi Delika sedikit lebih terang karena di bagian terluar yang masih mendapat cahaya tambahan dari lampu mall di luar area resto. Kursi tinggi di area bar tempat saya duduk sedikit memberi keleluasaan untuk mengamati beberapa detail cantik yang terdapat di area ini.
Menu

Menu

 
Untuk menunya, Deilka memang mengkhususkan pada bakery dan dessert seperti ice cream, crepes, dan cake. Berikut adalah cake yang saya coba:

Green Tea Slice Cake (IDR 17k)

 

 
Cake yang terdiri dari tiga layer berwarna hijau muda, dengan lapisan cream tipis di antaranya. Di paling atas ditaburi bubuk green tea yang cukup tebal sehingga terasa kuat aroma green tea-nya dan sedikit pahit. Di salah satu ujungnya ditaburkan gula halus yang beraroma vanila dan terlihat seperti salju di atas hamparan rumput hijau. Cake-nya sendiri empuk, bertekstur lembut tetapi tidak spongy, dan rasanya tidak terlalu manis dengan aroma green tea yang pas. Kue ini terasa enak dan balance jika dimakan sekaligus semua komponennya dalam satu suapan. Ketika rasa manis, pahit green tea, dan seberkas asin disatukan dengan tekstur yang lembut dan creamy, maka perpaduan rasa semuanya akan terasa balance dan pastinya enak. Dari segi harga, menurut saya sangat sesuai dan tergolong tidak mahal.

Pelayanan yang saya dapatkan ketika itu sangat memuaskan. Waitress-nya ramah dan mereka membiarkan saya duduk berlama-lama -sendirian- di meja bar tanpa banyak mengganggu saya (misalnya dengan menawarkan tambahan menu atau minuman untuk dipesan). Meskipun hanya memesan satu slice kue saja, saya tetap dilayani dengan baik dan ramah. Excellent!
 
Recommended Dish(es):  Green Tea Slice Cake
 
Table Wait Time: 5 minute(s)


Spending per head: Approximately Rp20000(Other)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0