OpenRice Index
  
missnl
This is missnl living in Cilandak. I am a graphic designer, work in Lebak Bulus. I like to hang out in Tanjung Duren, Pondok Indah, Senayan. Bali, Chinese, Itali, India are my favorite cuisines. I also love Street Foods, Kafe, Restaurant, lounge and Siomay / Batagor, Pizza & Pasta, sate lilit bali.
Member 10 First(s)
No. of Review67 Review(s)
編輯推介數目33 Editor's Choice
Recommended8 Recommended
Popularity3665 View(s)
Replies in Forum1 Comment(s)
Upload Photos1237 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant42 My Restaurant(s)
Follow58 Following
粉絲391 Follower(s)
missnl  Level 3
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 1 to 5 of 67 Reviews in Indonesia
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Barat | Restaurant | Pizza & Pasta | Halal | Kumpul Keluarga

Banyak pengunjung yang heran bahkan meragukan, "Ini Pizza Hut atau bukan, ya?"

Yup! The Kitchen by Pizza Hut is the same Pizza Hut outlet with totally NEW concept. Jadi, jangan bimbang dan ragu, ini masih tetap Pizza Hut yang sudah kita kenal lama namun kini "naik kelas".

 
Menempati lokasi lama di Pondok Indah Mall 2 lantai 3, outlet The Kitchen terlihat benar-benar berbeda layaknya restoran baru. Area resto terlihat lebih luas, modern, dan nyaman. Konsepnya kini ala restoran siap saji dimana customer langsung memilih makanan dan minuman yang tersaji di display, membayar di kasir, kemudian duduk untuk makan. Hmm, kalau saya pribadi merasa seperti sedang berada di sebuah kantin yang nyaman, di luar negeri *wink*. Perubahan ini sengaja dibuat untuk menyasar konsumen yang tidak punya banyak waktu untuk makan, misalnya para karyawan yang jam makan siangnya terbatas.

 

 

 
Konsep open kitchen menjadi salah satu daya tarik dimana pengunjung bisa melihat proses pembuatan makanan beserta bahan baku yang digunakan. Dengan cara ini The Kitchen hendak membuktikan kualitas premium yang ditawarkannya bukan sekedar ucapan belaka. Bahan baku yang digunakan amat terjaga mutunya, dan langsung dimasak atau diracik untuk segera dihidangkan.

 

 
Tak hanya berbeda tampilan resto, perubahan paling signifikan tentu pada makanan. Ada 3 "lebih" pada hidangan The Kitchen dibandingkan konsep lama: lebih premium, lebih cepat, dan lebih enak. Premium terutama pada bahan baku yang digunakan, semisal bratwurst dan jalapeno. Lebih cepat karena kita bisa langsung tunjuk atau ambil sendiri menu yang diinginkan. Tak perlu lagi tunggu 15-17 menit untuk seporsi pizza. Lebih enak, sudah tentu, mengingat bahan premium yang digunakan. Tidak percaya? Silakan baca terus ulasan di bawah, ya!

 
Pizza

Makan di Pizza Hut, adalah “keharusan” makan pizza-nya. Apalagi dengan konsep baru The Kitchen, pizza kini bisa dipesan per slice sesuai selera. Hal yang pertama terlihat bedanya adalah ukuran. Di bagian terdepan saat kita masuk sudah terlihat jajaran pizza BESAR yang siap disantap. Iya, besar, dengan diameter 18 inci (bandingkan dengan large pizza yang hanya 14 inci) dan hanya terbagi menjadi enam slice saja. Karena bertujuan untuk pelayanan cepat ala resto siap saji, jenis pizza yang tersedia kini hanya lima macam. Pizza base kini lebih tipis, dan semuanya tanpa variasi pinggiran pizza. Say goodbye to cheesy bites, cheese crust, etc.

Margherita Pizza (whole IDR 165k, slice IDR 28k)

The simple, the better. Pizza "basic" ini rasanya selalu ada di tiap resto pizza ala Italia. Perpaduan pasta tomat, keju, dan daun basil menghasilkan rasa yang nikmat dan tidak neko-neko. Pizza Margherita di The Kitchen ditambah topping tomat cherry yang manis dan crunchy, serta saus pesto yang menjadikannya lebih beraroma.

 
Hawaii Aloha Pizza (whole IDR 182k, slice IDR 30k)

Sedang ingin makan pizza yang terasa segar ga bikin eneg, harus coba varian Hawaii Aloha yang totally new kreasi The Kitchen. Alih-alih dipotong kecil-kecil, di sini potongan nanasnya bulat besar namun cukup tipis sehingga setelah dipanggang bersama seluruh topping pizza justru terasa lebih enak. Secara tampilan juga menarik dengan potongan nanas yang seolah seperti bunga kuning segar. Yum!

 

 
Bratwurst Pizza (whole IDR 198k, slice IDR 33k)

Agak mirip dengan Meat Lovers di versi lama, sesuai namanya Pizza Bratwurst menggunakan sosis jenis bratwurst yang pasti lebih nampol lezatnya. Benar saja, varian satu ini segera menjadi favorit saya yang memang menggemari aneka sosis.

 

 
Salami Jalapeno Pizza (whole IDR 198k, slice IDR 33k)

I love jalapeño! Pastinya saya suka varian pizza ini. Salami yang gurih dipadukan dengan jalapeno yang asam pedas sudah pasti maknyus. Sesuai harapan, salaminya memang terasa lebih enak daripada salami yang ada di Pizza Hut biasa, berarti memang benar lebih premium, ya. Jalapeno di sini tidak terlalu pedas sehingga cukup bersahabat bagi yang tidak suka pedas sekali pun.

 
La Gourmet Pizza (whole IDR 198k, slice IDR 33k)

Bagi yang sudah mengenal Super Supreme dari Pizza Hut, ini adalah versi naik kelas-nya. Topping sekilas hampir sama, terlihat potongan paprika merah hijau bersama potongan nanas kuning yang jadinya seperti lampu lalu lintas *kidding*.. yang benar terlihat segar dan menggugah selera. Ketika dicoba, benar ‘sih agak mirip Super Supreme secara garis besar, namun La Gourmet lebih lezat dan harum aromanya.

 
Pasta

Khusus menu pasta di sini dibuat a la minute atau baru dibuat saat ada pesanan demi menjaga cita rasanya. Bagaimana pun, pasta paling enak jika dihidangkan segera setelah dimasak. Pilihan menu pasta tidak sebanyak dulu, kini lebih ke basic Italian pasta saja.

 

 
Kiri: Spaghetti Aglio Olio (IDR 27k), Kanan: Beef Lasagna (IDR 55k)

Fettuccine Pesto Bratwurst (IDR 33k)

Sekali lagi, bratwurst-nya enak! Pastanya sendiri al dente, pestonya harum, namun di lidah saya terasa sedikit kurang garam. Tak apa, cukup tambahkan sejumput garam dan lada hitam agar rasa lebih mantap.

 

 
Appetizer

Jajaran pot merah kecil berisi aneka gorengan berderet rapi di display, sungguh menggoda untuk dicoba satu-persatu. Aneka appetizer itu bisa langsung kita ambil sendiri, bayar, dan siap disantap. Self service salad bar ala Pizza Hut lama memang dihilangkan, namun kita tetap bisa melihat saat salad pesanan diracik di open kitchen.

 

 
Dari kiri ke kanan: Sausage In A Blanket (IDR 36k), Chicken Wings (IDR 33k), Shrimp Balls (IDR 35k)

 

 

 
Dari atas: Green Salad (IDR 25k), Potato Salad (IDR 20k), Caesar Salad (IDR 35k), Fruit Salad (IDR 25k)

Caesar Salad (IDR 35k)

Saya suka sekali varian salad baru dari The Kitchen ini, terutama Caesar dressing-nya. Sayuran segar ditambah topping potongan ham dan parutan keju menambah rasa dan aroma salad menjadi lebih mantap. Penggemar salad harus coba, nih!

 
Beverage

Tersedia hot and cold drinks. Untuk minuman hangat ada Americano, Cafe Latte, dan Cappucino, sedangkan minuman dingin semuanya berupa minuman kemasan. Air mineral, juice, atau minuman bersoda, tinggal pilih yang tersedia di display, cepat dan praktis.

 
Dessert

Sama halnya dengan minuman, beberapa jenis makanan penutup bisa langsung dipilih dari display, siap santap!

Berhubung masih banyak menu yang belum dicoba, pastinya saya penasaran ingin segera kembali lagi ke The Kitchen by Pizza Hut. Kebetulan lokasi pertamanya di PIM dekat dengan rumah dan kantor saya. Untuk area lain jangan khawatir karena ke depannya outlet Pizza Hut akan diubah menjadi The Kitchen by Pizza Hut, terutama yang berada di dalam mall. Jika sudah tak sabar ingin mencoba, langsung saja datang ke PIM, yuk!

The Kitchen by Pizza Hut

Pondok Indah Mall 2, 3rd Floor, unit 317-319

Jl. Metro Pondok Indah Blok 3B, Pondok Indah, Jakarta

Tel. +62 21 7592 0582

Facebook: PizzaHut Kitchen Twitter: @mykitchenph Instagram: mykitchenph

 
Recommended Dish(es):  Hawaii Aloha Pizza,Margherita Pizza,Bratwurst Pizza
 
Date of Visit: Oct 15, 2015 

Spending per head: Approximately Rp100000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Chinese | Restaurant | Shabu Shabu | Halal | Kumpul Keluarga

Sejujurnya, saya kurang suka makan shabu-shabu. Pertama, apalah istimewanya hanya sup dengan isi sayuran dan daging, cara memasaknya pun tinggal cemplang-cemplung saja. Kedua, saya paling malas berebutan bahan isian yang dimasak dalam satu hot pot untuk seisi meja. Kesal ‘kan kalau bahan yang kita masukkan, eh.. setelah matang dengan enaknya diambil oleh orang lain yang tidak mau ikut memasak, dan biasanya dalam satu meja ada saja yang ngeselin seperti itu. Belum lagi sumpit milik seisi meja (yang sudah dipakai makan) bergantian masuk ke hot pot, rasanya kurang higienis, ya? Saya malas berbagi jika caranya demikian. Saya egois? YA, untuk urusan makan shabu-shabu.

 
Seakan “mengakomodasi” keegoisan saya tersebut, Dolar Shop Resto hadir memberi solusi dengan individual hot pot. Yup, restoran ini sengaja menyediakan hot pot berukuran personal yang pas untuk satu hingga dua orang saja. Tujuannya sejalan dengan “masalah” saya saat makan shabu-shabu, yaitu agar setiap orang bisa bebas memilih bahan dan memasak sesuai keinginan, serta agar lebih higienis. Senangnya!

 

 
Dolar Shop Resto merupakan franchise restoran hot pot favorit yang berusat di Shanghai, dengan 45 cabang tersebar di beberapa kota besar. Nama "Dolar" berasal dari "Doulau", dimana kata "Lao" dalam bahasa China berarti memancing, sehingga dapat diartikan mendatangkan uang/keuntungan yang melimpah. Demikian penjelasan dari Rosa She, sang owner yang berasal dari China.

 
Dolar Shop Resto di Jakarta resmi beroperasi pada 15 April 2015, dan menjadi cabang pertama di luar China. Dibukanya restoran di luar China ini membawa misi menghadirkan the real Chinese shabu-shabu dengan suasana yang nyaman, modern, dan elegan. Desain interior restoran dan perabotan makan dipilih menggunakan nuansa klasik natural untuk memberikan kesan nyaman namun elegan. Selain area dining berkapasitas lebih dari 100 orang, Dolar Shop Resto mempunyai VIP dan VVIP room berkapasitas 9-15 orang, serta area bar berkapasitas 20 orang yang buka hingga larut.

 
Bicara shabu-shabu, kuah (soup base) menjadi yang utama. Jika biasanya hanya ada satu, dua, ataupun tiga macam pilihan kuah, Dolar Shop Resto menyediakan sembilan macam pilihan kuah (original, tonic, tonic mushroom, curry, tomato, spicy, spicy fish, special fish, tonic fish). Lengkap dan membuat Anda tidak bosan datang ke sini berulang-ulang.

Baso menjadi bahan isian shabu-shabu yang istimewa karena dibuat sendiri (home made). Ada dua jenis baso yang tersedia di sini.

Baso Halus

Bentuknya kecil-kecil, seperti baso di luaran pada umumnya. Baso halus terdiri baso sapi, baso udang, baso ikan, dan baso cumi. Untuk baso sapi, bisa dipilih lagi baso sapi biasa, baso sapi keju, dan baso sapi Australia.

 
Baso Cincang

Bentuknya lebih besar, hampir seperti patty daging. Baso cincang juga tersedia varian sapi, udang, ikan, cumi dan ada yang dicampur dengan jamur atau kombinasi semua seafood.

 
Di samping baso yang menjadi andalan, Dolar Shop Resto mempunyai beragam pilihan menu, diantaranya:

Kaki Kambing Kecil (a la carte: IDR 78k)

Daging bagian kaki kambing diiris tipis dan masih fresh, hanya perlu dicelupkan ke dalam kuah mendidih selama 1 menit untuk membuatnya matang. Dagingnya empuk dan juicy.

 
Mix Vegetable and Mushroom (a la carte: IDR 64k)

Porsi lengkap dan pas untuk penggemar sayuran dan jamur. Berisi beberapa macam sayuran dan jamur yang dipastikan semuanya segar dan bermutu baik.

 
Makan shabu-shabu rasanya kurang lengkap tanpa tambahan saus untuk memperkaya cita rasanya. Tak tanggung-tanggung, tersedia satu meja khusus berisi aneka saus dan condiment. Konsumen bisa mengambil dan meracik sendiri saus serta condiment yang diinginkan, atau dibantu pramusaji. Dari aneka saus yang ada, saus utama adalah soy sauce yaitu semacam kecap asin racikan khas Dolar Shop Resto. Rasanya tidak terlalu asin dan sedikit gurih, sangat cocok untuk mencelup daging dan sayuran yang sudah dimasak dalam kuah.

 

 

 
Selain menu ala carte yang dapat dipilih sesuai selera, Dolar Shop Resto menyediakan tiga macam Set Lunch Menu yang sudah lengkap dan lebih hemat. Set Lunch Menu hanya berlaku pada hari Senin hingga Jumat (week days) mulai pukul 11.00 - 15.00 (lunch time). Salah satu Set Lunch Menu inilah yang sudah saya coba pada kunjungan pertama ke Dolar Shop Resto.

Set Lunch C (IDR 175k ++)

 
Isi Set Lunch Menu C

Original Soup (a la carte: IDR 22k)

Pada menu seharusnya set menu C menggunakan spicy fish soup, namun karena satu dan lain hal saya mendapatkan original soup. Tak apa, karena menurut saya saat pertama kali mencoba ada baiknya mencicipi kuah yang paling “basic”. Sengaja saya menyeruput kuahnya setelah bahan isian dimasukkan agar kaldu daging dan sayuran menambah cita rasa pada kuah. Hmm.. kaldu terasa light, gurih namun tidak berlebihan. Terasa bahwa kaldunya asli, bukan dari penyedap rasa.

 
Handmade Noodle (a la carte: IDR 24k)

Mie buatan Dolar Shop Resto ini enak. Teksturnya tidak terlalu kenyal, dan terasa berbeda karena baru dibuat, fresh dan sehat karena tanpa bahan pengawet.

 
Mixed Ball (a la carte: IDR 98k)

Berisi 4 macam baso halus (sapi, udang, ikan, cumi). Dari keempat macam baso, saya paling suka baso udang. Saat digigit (dan dikunyah) masih terasa crunchy daging udang, yang berarti baso ini tidak terlalu banyak campuran tepung dan udangnya pun segar. Semua baso overall enak, bahkan baso sapinya sekalipun, padahal biasanya saya tidak suka baso sapi, lho!

Special Mixed Beef (a la carte: IDR 98k)

Berisi dua macam daging sapi yang sudah diiris tipis. Daging bermutu baik dan masih segar, sehingga setelah dimasak dalam kuah mendidih pun rasanya empuk dan gurih. Disarankan segera memasak semua daging agar kesegarannya terjaga, dan jangan terlalu lama dicelupkan dalam kuah agar tidak over cooked.

 

 
Fish Fillet (a la carte: IDR 52k)

Ikan yang digunakan adalah ikan dory, tetapi saya mendapati sedikit aroma "bau tanah" padahal seharusnya ikan dory tidak ada aroma seperti itu. Ketika saya menanyakan pada chef, ternyata memang demikian karena menggunakan jenis ikan dory lokal. Meskipun demikian dapat dipastikan dagingnya masih segar dan tetap enak.

 
Mixed Tofu

Terdiri dari 2 macam tahu yaitu tahu Jepang (tahu sutra bertekstur halus, warna lebih putih) dan tahu Cina (warna kekuningan, tekstur agak berpori). Rasanya seperti tahu biasa saja, lebih enak jika dicocol ke aneka saus condiments sesuai selera.

Mixed Vegetable (a la carte: IDR 50k)

Berisi antara lain selada, tang O, pocay, dan sawi putih.

Oyster Mushroom (a la carte: IDR 40k)

Jamur tiram berwarna putih yang bentuknya tipis melebar. Setelah direbus dalam kuah enak dimakan dengan saus kecap asin.

Fresh Egg (a la carte: IDR 8k)

Telur ini untuk ditambahkan ke dalam kuah shabu-shabu sehingga terasa lebih gurih dan "rich". Saya lebih suka memasukkan telur sedikit demi sedikit sambil kuah diaduk sehingga telur menjadi serabut halus yang bercampur di kuah.

Ice Tea (a la carte: IDR 10k)

Menggunakan Chinese tea yang tidak terlalu pekat namun justru enak diminum setelah menyantap shabu-shabu.

Suasana restoran yang bersih dan nyaman ditemani alunan lagu Mandarin, dan pelayanan yang ramah dan sigap melengkapi kenikmatan makanan yang memang sudah enak. Sungguh pengalaman makan shabu-shabu yang menyenangkan bagi saya, terutama karena adanya individual hot pot yang tidak ditemukan di tempat lain. Kini makan shabu-shabu tak lagi saya hindari karena sudah ada Dolar Shop Resto yang siap memenuhi "keegoisan" saya.

Dolar Shop Resto

Apartemen Mediterania Gajah Mada

Jl. Gajah Mada 174 Penthouse TUD 16, Jakarta 11130

Tel. +62 21 633 6880-82

Facebook: DOLAR SHOP RESTO Shanghai Shabu Shabu Twitter: @DolarShop

Website: www.dolarshop.co.id

 
Recommended Dish(es):  Baso halus,Hand made noodle,Original soup
 
Date of Visit: Oct 10, 2015 

Spending per head: Approximately Rp175000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Restaurant | Ramen


Ippudo Indonesia, merupakan cabang dari Ippudo yang pertama dibuka pada tahun 1985 di Hakata, Jepang oleh Shigemi Kawahara. Beliau mendapat gelar sebagai Raja Ramen setelah tiga kali berturut-turut menjuarai “TV Champion Ramen Chef” yang diproduksi oleh TV Tokyo. Keberhasilan beliau mengubah ramen gaya Hakata klasik menjadi lebih creamy sebagai ciri khas Ippudo, membuat Ippudo diakui secara nasional di Jepang. Kini Ippudo telah mempunyai 80 restoran di Jepang, dan lebih dari 40 restoran tersebar di kota-kota besar dunia, termasuk Indonesia.

 
Jakarta menjadi pilihan pertama Ippudo memperluas usahanya di Indonesia. Berlokasi di kawasan bisnis strategis dan bergengsi yaitu SCBD, tepatnya di Pacific Place. Outlet Ippudo berada di lantai 5, akses termudah melalui lift dan hanya perlu berbelok sedikit ke arah kanan setelah keluar lift. Neon sign besar bertuliskan Ippudo terpampang di atas pintu masuk, dan para usher ramah siap menyambut pengunjung untuk kemudian mengarahkannya ke tempat duduk. Tak jarang terlihat antrian pengunjung di depan restoran, terutama pada jam-jam makan siang atau malam, tentunya karena banyak orang menggemari ramen khas Jepang yang terkenal ini.

 

 

 

 
Memasuki area restoran, suasana khas Jepang sangat terasa. Meskipun interiornya lebih ke arah modern minimalis, namun pengaturan tempat duduk, seragam crew restoran, dan beberapa detil hiasan ruangan mampu menghadirkan suasana Jepang dengan baik. Ippudo menerapkan pengaturan tempat duduk yang smart sehingga dapat menampung cukup banyak customer di area yang tidak terlalu luas. Tersedia beberapa seating arrangement sesuai jumlah customer yang datang, misalnya untuk berdua, berempat, 6-10 orang, bahkan seorang diri. Layaknya ramen house di Jepang yang memiliki lahan terbatas, di sini terdapat single seat menyerupai area bar yang menghadap langsung ke open kitchen. Tak perlu khawatir bengong karena datang sendirian, karena kita bisa asyik menyaksikan proses pembuatan semangkuk ramen yang akan dihidangkan. Bagi rombongan yang berjumlah 8-10 orang tersedia juga semi private room yang agak terpisah di sebelah kanan pintu masuk. Lengkap, bukan?

 

 

 

 
“Terus berinovasi untuk tetap teguh” merupakan motto Ippudo, dan secara nyata terus diterapkan. Salah satunya dengan meluncurkan menu-menu baru disamping menu standar yang menjadi “pakem” Ippudo. Menu baru yang hanya tersedia untuk waktu tertentu (seasonal) menjadi daya tarik agar konsumen tetap loyal dengan Ippudo karena tidak akan bosan dengan menu yang itu-itu saja. Beruntung, atas undangan Ippudo Indonesia dan OpenRice Indonesia, saya mendapat kesempatan mencoba variasi seasonal menu baru, bahkan sebelum menu tersebut resmi diluncurkan untuk masyarakat umum. Menu apa sajakah itu? Mari kita coba…

 
Deep-Fried Squid with Nori

Makanan yang di-deep fried memang tak pernah gagal, terutama bagi orang Indonesia yang suka aneka gorengan. Saya salah satunya! Potongan cumi yang tetap empuk (tidak kenyal), dibalut tempura batter yang agak tebal dan renyah. Warna kehijauan berasal dari campuran nori yang memberi aroma tersendiri, terasa berbeda dari tempura biasa. Untuk saya pribadi lebih enak lagi setelah diberi perasan lemon kemudian dicocol dengan mayonnaise yang tersedia. Perfect!

 
Hot Potato Salad

Tampilan luarnya sangat menggiurkan, lihat saja lapisan melted cheese di bagian atasnya! Meskipun presentasinya sederhana, aromanya begitu harum membuat kita tak sabar ingin segera mengambil sendok untuk mencicip. Sebagai penggemar salad, saya menyukai potato salad ini, meskipun sebenarnya sedikit kurang asin. Kentang, brokoli, wortel, dan bawang bombay yang terdapat pada salad memiliki tingkat kematangan tepat sehingga tekstur masing-masing masih terjaga dengan baik. Sejumput tobiko sebagai topping akhir cukup berhasil memberi sentuhan khas Jepang pada salad ini. Besar porsi tergolong pas untuk satu orang, sehingga tidak membuat machtig meskipun terasa creamy.

 

 
Kushi Katsu

Kushi dalam bahasa Jepang berarti skewer atau tusuk sate, maka demikianlah menu ini sesuai namanya. Pork belly dipotong tipis memanjang, berbalut panko, digoreng, dan ditusuk seperti sate. Tampilannya sangat cantik dengan warna golden brown sempurna, besar potongannya pas, dan cara penyajian yang ditata serasi bersama komponen pelengkapnya. Ketika digigit, terasa crispy di bagian luar, namun bagian dalamnya justru terasa kenyal dan alot, cukup sulit dikunyah. Rasanya seperti mengunyah permen karet yang tidak kunjung habis, agak disayangkan! Semoga ke depannya Ippudo bisa memperbaiki ini, mungkin dengan lebih memperhatikan arah/cara memotong pork belly yang tepat agar mudah digigit. Saus cocolan berwarna coklat kehitaman pekat rasanya agak sedikit asam, namun terasa menyegarkan dan cocok dengan katsu yang gurih. Disediakan sepotong lemon jika ingin rasa lebih segar, tapi buat saya sudah cukup rasa asam dari sausnya saja. Malah akan lebih unik jika dicampur dengan sedikit saus berwarna kuning di tepi piring yang ternyata bercita rasa wasabi. Dare to try?

 

 
Khusus untuk acara pre-launching, Ippudo telah menyiapkan sampler plate yang berisi ketiga appetizer baru, masing-masing dibuat personal size. Meskipun hanya sebagai preview untuk undangan, menurut saya sampler menu adalah sebuah opsi yang bagus untuk dijual ke customer. Mengingat appetizer ini menu baru, pasti banyak yang ingin mencoba ketiganya sekaligus. Customer yang datang sendirian bisa mencoba ketiganya tanpa menjadi terlalu kenyang, pun yang datang beramai-ramai masing-masing bisa memesan sampler menu agar tidak perlu berebutan mencomot dari porsi ala carte. Barangkali ide ini bisa menjadi bahan pertimbangan untuk Ippudo.

 
Puas mencicip menu appetizer baru, saatnya masuk ke main course yang ditunggu-tunggu. Menu ramen baru yang dirilis Ippudo pada bulan April 2015 adalah Kakuni Special. Merupakan suatu kebanggan bagi Ippudo Indonesia karena tidak semua cabang Ippudo dapat menyajikan menu spesial, dan tentu saja menjadi privilege bagi customer Ippudo Indonesia karena dapat menikmati menu khusus yang hanya tersaji di cabang Ippudo terpilih.

Kakuni sendiri merupakan produk unggulan dari daerah Nagasaki, terbuat dari pork belly yang dimasak dalam waktu lama bersama dashi, soy sauce, mirin, gula, dan sake (informasi mengenai kakuni bisa dilihat disini). Kakuni versi Ippudo dimasak menggunakan pressure cooker selama beberapa jam dengan bumbu racikan Ippudo, sehingga menghasilkan tekstur yang lembut dan masih juicy, dengan rasa dan aroma yang tidak terlalu spesifik atau mendominasi, namun tidak hambar sama sekali. Demikian penjelasan dari Miyazaki Hideki, R&D Manager of Ippudo Asia. Semakin penasaran?

 

 
Miyazaki Hideki dan Ibu Amanda

Menu Kakuni Special tersedia untuk ketiga jenis ramen khas Ippudo yaitu Shiromaru, Akamaru, dan Karaka. Selain topping kakuni, komposisinya masih sama dengan ketiga jenis ramen yang biasa. Tingkat kematangan ramen juga dapat dipilih mulai dari soft-normal-hard-very hard. Sebelum mulai makan, Ibu Amanda perwakilan Ippudo Indonesia membagikan brosur mini berisi step-by-step makan ramen sebenar-benarnya sesuai tradisi Jepang. Wah, ternyata makan ramen saja ada caranya, ya...

Sip, yaitu menyeruput kuah ramen yang merupakan perpaduan rasa dari seluruh ingredient dan proses masak yang cukup lama.
Slurp. Yes, Slurp it! Makan ramen hingga berbunyi slurp (dalam bahasa Jepang, "zuzutto") melambangkan kenikmatan maksimum yang dirasakan seseorang ketika menikmati ramen.
Top, yaitu makan topping lainnya yang terdapat dalam ramen, tentunya bersama kuah dan ramen noodle-nya.

 
Sederhana bukan, hanya 3 langkah mudah. Yuk, ikuti cara makan yang benar!

Shiromaru Kakuni

Disajikan dalam mangkuk putih, karena shiro berarti putih dalam bahasa Jepang. Warna mangkuk merupakan satu lagi konsep unik yang ditawarkan Ippudo, menyesuaikan dengan warna broth (kuah) dari ramennya. Ramen bergaya Hakata klasik ini menggunakan kaldu tonkotsu original yang terasa mild, simple, dan gurihnya tidak berlebihan. Selain potongan besar kakuni, topping lainnya berupa irisan tipis kikurage (jenis jamur) dan daun bawang. Bagi yang baru pertama kali mencoba atau memang menyukai ramen klasik, disarankan memilih menu shiromaru.

 
Akamaru Kakuni

Sesuai namanya, aka yang dalam bahasa Jepang berarti merah, mangkuk sajinya juga berwarna merah sepenuhnya. Kaldu tonkotsu ditambah campuran miso dan garlic oil spesial memberikan rasa dan aroma yang khas, lebih spicy dari shiromaru. Selain kakuni, terdapat irisan tipis kikurage dan daun bawang di dalamnya, sama seperti shiromaru. Tingkat kepedasannya tergolong mild, tidak akan membuat kepedasan, dan bagusnya lagi tidak membuat kita lekas eneg mengingat porsinya yang besar itu.

 

 
Saya pribadi suka menambahkan sedikit crushed garlic yang memang disediakan sebagai condiment, meskipun di kuahnya sendiri sudah terdapat garlic oil. Jika Anda ada keturunan vampir, jangan coba-coba kreasi saya ini, ya! *grin*

 
Karaka Kakuni

Disajikan dalam mangkuk berwarna hitam di bagian luar dan merah-orange di bagian dalam, serta bentuk mangkuk yang berbeda dari shiro maupun akamaru. Kuah menggunakan kaldu tonkotsu dengan spicy miso. Warna kuah ramen tidak terlalu jauh berbeda dengan akamaru, hanya sedikit lebih merah, dan rasanya sedikit lebih spicy. Pada menu ini terdapat tambahan topping ground pork yaitu potongan kecil daging babi berbumbu kecoklatan. Jangan khawatir kepedasan, karena meskipun disebut “spicy” tetapi rasa pedasnya tidak sampai “menggigit”. Bagi orang Indonesia yang suka makanan pedas, Ippudo telah menyediakan racikan cabai yang dapat ditambahkan sesuai selera.

 
Khusus untuk teman kami yang tidak makan daging babi, Ippudo menyajikan salah satu dari beberapa menu halal-nya.

Beef Teppan Rice (IDR 65k)

Hot steamy rice/tonkotsu rice served on sizzling hot plate, topped with beef, egg, and cheese

 
Dari rincian komposisi yang disebutkan di menu, saya dapat membayangkan rasa gurih dan sedikit creamy dari keju. Tak meleset perkiraan saya, karena rasanya memang lezat, gurihnya pas, dan daging sapinya empuk. Menu disajikan di atas piring hot plate dengan telur yang masih mentah (cair) saat tiba di depan customer. Disarankan untuk segera mengaduk seluruh isinya, sehingga telur akan menjadi matang setelah bercampur dengan nasi dan potongan daging. Penampilannya memang menjadi messy setelah diaduk, tapi di sisi lain gurihnya telur akan “membalut” nasi dan seluruh isian lainnya. Taburan ramen yang di-deep fried memberi tambahan tekstur "krenyes" yang melengkapi kenikmatan hidangan. Jangan lupa untuk menyantapnya segera selagi masih hangat karena rasanya akan lebih enak.

Jika ingin rasa yang lebih rich bisa memilih tonkotsu rice, namun hati-hati bagi teman-teman Muslim karena tonkotsu berarti kaldu babi, maka hidangan ini tidak halal. Teman saya pernah “terjebak” dengan tonkotsu rice karena saat memesan sang waitress hanya menyebutkan “mau nasi putih atau nasi ramen?” tanpa penjelasan bahwa nasi ramen berarti tidak halal, sehingga ia tidak menyadarinya. Perhatikan baik-baik atau bertanyalah dengan detil saat memesan, ya!

Sedikit masukan untuk Ippudo, sebaiknya waiter/waitress lebih berinisiatif memberi penjelasan menu yang halal dan non halal, sehingga insiden seperti ini dapat dihindari.

Kabarnya Ippudo pun berencana meluncurkan Chicken Ramen yang halal, semoga dapat segera direalisasikan.

Hot/Cold Ocha (refillable, IDR 15k)

Pilihan minuman paling tepat pastinya ocha. Ippudo menyediakan ocha dingin atau panas, dan tentunya bisa di-refill. Ocha di sini rasanya pas di lidah saya, tidak terlalu pekat dan tidak terlalu pahit.

 
Sebelum acara usai, Ippudo mengeluarkan lagi seporsi Shiromaru Kakuni yang super spesial bagi para blogger. See?

 
Mengapa super spesial?

Porsi ini secara khusus disiapkan untuk difoto, tentunya dengan presentasi lebih rapi, dan potongan kakuni yang sengaja dipilih dengan bentuk terbaik. Belum cukup sampai disitu, Miyazaki Hideki dengan sukarela (tanpa kami minta, lho!) menjadi “model” untuk pose hands in frame yang sedang “hits” di kalangan Instagram-ers. Jarang-jarang ‘kan mendapat model tangan asli dari Jepang?

 
Domo arigato gozaimasu, Miyazaki Hideki-san, for understanding food blogger’s need.

Overall conclusion, Kakuni Special is a MUST TRY one! Bagi yang sudah pernah mencoba ramen Ippudo dan merasakan kelezatannya, harus coba menu baru ini karena rasanya sangat spesial. Bagi yang belum pernah mencoba sama sekali, sudah tentu harus segera mencobanya. Tempat yang nyaman dengan suasana ala Jepang, pelayanan yang ramah dan cepat, makanan berkualitas dan enak, serta harga yang sepadan, menjadikan Ippudo menyenangkan dan memberi kepuasan terutama dalam menyantap ramen. Tidak ada alasan untuk tidak mencoba, dan jangan ditunda-tunda, karena Kakuni termasuk Seasonal Chef’s Menu yang artinya hanya ada untuk waktu terbatas. Jangan sampai menyesal jika suatu saat menu ini tidak tersedia lagi.

Hey Oink lovers, what are you waiting for? *wink*

Ippudo Indonesia

Pacific Place 5th Floor, Unit 5.37

SCBD Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53

Jakarta

Tel: +62 21 5797 3339

Facebook: Ippudo Indonesia Twitter: @ippudoIDN Website: www.ippudo.co.id

Supplementary Information:
Harus coba menu-menu Kakuni Special, dijamin tidak menyesal. Bagi teman-teman Muslim harap lebih selektif & aktif bertanya ke waiter/waitress untuk pilihan menu yang halal.
 
Recommended Dish(es):  akamaru kakuni,shiromaru kakuni,karaka kakuni
 
Date of Visit: Mar 29, 2015 

Spending per head: Approximately Rp120000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Menu Baru Dill Gourmet Cafe Smile Mar 20, 2015   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Eropa | Kafe | Burger | Dessert | Pancakes / Waffle / Crepes | Kencan / Berpasangan | Hang Out

 
Setelah membaca banyak referensi tentang cafe ini, senang sekali saya berkesempatan berkunjung langsung ke Dill Gourmet Cafe yang berada di Plaza Indonesia. Lokasi tepatnya di Lower Basement, cukup strategis karena dekat dengan eskalator dan deretan ATM. Restoran ini terbuka di dua sisi, tanpa ada pintu pembatas, sehingga berkesan seperti mini foodcourt dimana pengunjung lebih bebas datang dan pergi. Penataan ini rupanya sesuai dengan konsep awal Dill Gourmet Cafe yang lebih ke arah grab-and go outlet. Ya, semula Dill Gourmet Cafe memang hanya menyediakan makanan dan minuman siap saji untuk menyasar konsumen pegawai kantoran yang sering kali memilih membeli take away menu karena tidak punya banyak waktu.

 
Kini Dill Gourmet Cafe mengubah konsepnya menjadi sebuah cafe atau restoran yang menyediakan menu-menu makanan a la minute. Konsep baru ini didukung dengan suasana restoran yang nyaman dan homey sehingga cocok untuk menikmati makanan bersama teman atau keluarga. Area cafe tidak terlalu besar, hanya memuat sekitar 30-35 orang, dengan interior didominasi material kayu yang berkesan hangat. Pernak-pernik cantik di berbagai sudut menjadikan suasana lebih "hidup" dan membuat kita betah di tempat itu. Selain itu keramahan dan sikap responsif dari kru restoran juga menjadi salah satu aspek penting yang saya nilai baik dari Dill Gourmet Cafe.
Berikut menu yang saya coba:

Dill's Chef Salad with Gochujang Dressing (IDR 55k)
Mixed greens with button mushrooms, boiled egg, chickpeas, kidney beans, and topped with creamy gochujang dressing

 
Saladnya enak, menggunakan bahan-bahan segar dan bermutu baik, namun tidak terasa istimewa di lidah saya. Mengapa?
Saya menggemari salad, terutama jika dressing-nya unik dan enak. Jujur saya berharap banyak melihat embel-embel "Gochujang dressing" pada menu. Saya bayangkan dressing yang benar-benar terasa ala Korea sehingga salad ini menjadi hidangan fusion western-Korea yang unik. Ternyata... dressing-nya justru hanya seperti spicy mayo biasa, dengan seberkas rasa Gochujang yang sangat malu-malu, hampir tidak terasa. Jika boleh memberi saran, sebaiknya di-improve lagi Gochujang dressing yang seharusnya menjadi "kekuatan" dari hidangan ini agar rasanya lebih mantap. Rasa yang mantap disini bukan berarti hanya ditambah pedas saja, namun citarasa Gochujang itu sendiri harus benar-benar terasa.

Nasi Goreng Maranggi (IDR 60k)
Indonesian fried rice paired with omelette, maranggi satay, ikan teri medan, rempeyek kacang, and pickles

 
Sebagai penggemar nasi goreng, saya cukup menyukai nasi goreng maranggi versi Dill Gourmet Cafe. Khusus nasi gorengnya ya, bukan pendampingnya. Bumbu nasi gorengnya enak, pas, dan nasinya sendiri tidak terlalu keras/kering. Justru telur dadarnya yang terlalu kering (dan tipis!), rempeyeknya agak hambar dak kurang renyah karena sesedikit terlalu tebal. Tiga tusuk sate maranggi cukup enak karena masih juicy dan tidak sampai kering karena saya lihat bagian tengahnya masih sedikit pink, sekitar tingkat kematangan medium-well. Secara keseluruhan nasi goreng ini terasa "Indonesia sekali" namun sebaiknya diperhatikan komponen pendampingnya agar semuanya terasa enak dan benar-benar melengkapi rasa nasi gorengnya yang sudah enak.

Three Treasure Noodle Soup (IDR 65k)
Taiwanese style noodle soup with beef shank, beef tendon, beef tripe and vegetables

 
Bagi saya pribadi, kuah mie terasa seperti bumbu soto, tetapi saya tidak ingat jenis soto apa atau pernah saya makan dimana. Rasa kuahnya sendiri enak dan pas, sedikit unik, meskipun belum dapat dikategorikan istimewa. Tingkat kematangan mie pas dengan selera saya, yaitu sedikit empuk tidak kenyal. Agar rasanya lebih mantap memang harus ditambahkan sambal yang menyertainya, -tentunya sesuai selera masing-masing, dan yang terpenting harus disantap selagi hangat.

Chicken Confit Penne with Soto Cream (IDR 54k)
Penne pasta tossed with the traditional soto ayam cream, eggs, and baby spinach

 
Menu perpaduan Italia-Indonesia yang menarik, dengan rasa bumbu soto yang cukup kuat terasa. Penne dimasak pada tingkat kematangan al dente, namun secara keseluruhan rasanya sedikit hambar. Jika ditambahkan sedikit garam dan perasan jeruk nipis baru terasa pas untuk selera saya, dan bagi yang suka pedas jangan lupa ditambahkan sambal soto yang menyertainya.

Miso Gindara with Potato Puree (IDR 95k)
Baked gindara paired with potato puree, grilled asparagus, grilled mushrooms, buttered peas, slow roast tomatoes, and pesto sauce
Highly recommended

Highly recommended

 
Dari kelima makanan yang saya cicipi hari ini, menu miso gindara menjadi juaranya! Semua komponen yang ada dalam hidangan terasa enak dan saling melengkapi, juga dimasak pada tingkat kematangan tepat. Dari segi presentasi, kombinasi warnanya terlihat menarik, namun tampilan asparagusnya memang agak mengganggu karena terlihat tidak segar lagi (walaupun ketika dimakan teksturnya masih terasa pas menurut saya pribadi). Potongan ikan gindara cukup besar, masih moist, tidak terlalu amis, dan dibumbui secukupnya. Mashed potatoes terasa lembut tetapi tidak sampai creamy sehingga tidak akan membuat machtig.

Cold Pressed Juice (IDR 35k)
Healthy & fresh!

Healthy & fresh!

 
Minuman segar yang menyehatkan karena dibuat dari buah segar, tanpa pengawet, dan tanpa tambahan gula. Cocok untuk segala usiaTersedia empat varian yang dapat dipilih:
- Happy Go Lucky (passsion fruit, strawberry, red apple)
- Power Booster (green apple, arugula, lime)
- Energy Charger (orange, carrot, pineapple)
- Forever Young (beetroot, green apple, pear)
Semua varian terasa menyegarkan dan terutama enak diminum dalam keadaan dingin.

Mango Island Cake (IDR 50k)

 
Potongan kue yang cukup besar, dan warnanya yang cerah ceria menarik perhatian saat pertama melihatnya. Ketika dicicipi, saya kecewa karena rasa mango yang diharapkan terasa segar dan harum justru tidak saya dapatkan. Penasaran, saya cicipi hanya krim di tengah cake saja dan baru terasa samar-samar aroma mangganya. Yah, tidak mengherankan jika dimakan keseluruhan jadi tidak terasa sama sekali. Cake-nya sendiri menurut saya kurang moist, agak terasa kering dan kurang lembut dari segi tekstur.

Coffee Pistachio (IDR 50k)

 
Cake terasa agak dry, kurang moist, dan teksturnya tidak tidak terlalu lembut. Manisnya pas, aroma kopi cukup jelas terasa meskipun tidak terlalu kuat, namun sayangnya rasa pistachio justru tidak keluar. Saya pribadi kurang menyukai cake ini, tapi bagi penggemar kopi mungkin akan memilihnya sebagai teman minum kopi.

Banana Nutella Cake (IDR 50k)

 
Nutella memang jarang mengecewakan, dan cake ini salah satunya. Perpaduan rasa nutella dan aroma pisang terasa balance. Tekstur cake yang ini lebih lembut dan lebih moist dari dua cake lainnya, sehingga rasanya lebih enak di lidah saya.

Black Diamond Waffle (IDR 48k)
Black inked waffle served with caramelized bananas and dark chocolate ice cream topped with caramel sauce and crushed peanuts

 
Dessert ini adalah bintangnya! Biasanya saya tidak begitu antusias dengan aneka waffle, tapi kali ini saya tak menyesal mencoba waffle buatan Dill Gourmet Cafe. Sekali suap, rasanya tak mau berhenti sebelum habis.. yup, it's incredibly delicious! Waffle yang masih hangat ketika disajikan terasa renyah di bagian luar dan empuk di dalam, cocok dipadukan dengan es krim coklat yang dingin. Bagusnya keseluruhan hidangan ini tidak terlalu manis dan memiliki beragam tekstur ketika dimakan semua komponennya dalam satu suapan. Highly recommended!

Kesan kunjungan pertama saya ke cukup memuaskan. Suasana restoran yang homey dan bersih, makanan tidak mengecewakan dan keluar cukup cepat, serta pelayanan yang baik menjadikan saya tidak kapok untuk datang lagi.
Supplementary Information:
Harus coba cold pressed juice, dan jika di-take away sebaiknya juice segera dihabiskan pada hari yang sama karena rasanya akan berubah jika sudah terlalu lama (keesokan harinya)
 
Recommended Dish(es):  Black Diamond Waffle,Miso Gindara with Potato Puree,Cold Pressed Juice
 
Table Wait Time: 10 minute(s)


Spending per head: Approximately Rp100000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Lin Es Krim Nitrogen Yang enak Smile Dec 31, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Es Krim/Yogurt

Mungkin saya termasuk terlambat mencoba nitrogen ice cream yang tengah menjadi trend hingga kini, namun tak apa... lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali 'kan? Meskipun saat ini telah banyak gerai nitrogen ice cream yang tersebar di penjuru kota, beruntung saya bisa mencoba dari pelopornya alias yang pertama memperkenalkan nitrogen ice cream di Indonesia yaitu Lin Artisan Ice Cream.
View at night

View at night

 

 
Outlet Lin Artisan Ice Cream berlokasi di daerah Kemang yang ramai, tepatnya di jalan Taman Kemang I yang tidak jauh di seberang Kem Chicks Kemang. Bagian depan outlet berpenampilan modern minimalis dengan kombinasi panel kaca dan aluminium hitam yang salah satunya bertulliskan tagline "I Scream Ice Cream!".Tampilan di dalam tak kalah menarik dengan detail-detail menarik yang berpadu dengan lantai finishing plesteran semen dan dinding bata ekspos yang dicat putih. Keseluruhan luas outlet memang tidak terlalu besar, sepertiganya merupakan dapur terbuka tempat membuat es krim dan sisanya diisi meja-kursi makan serta sebuah sofa panjang di dekat sudut. Di bagian belakang terdapat pintu penghubung ke area makan outdoor -semacam halaman kecil- yang bersambungan dengan restoran Stacks Burger di sebelahnya. Yup, Astrid Hadiwibowo sang pemilik Lin Artisan Ice Cream juga merupakan pemiilk restoran Stacks Burger dan Papabubble candy store. Tak mengherankan jika di setiap outletnya terpajang display permen-permen menarik produksi Papabubble (dan tentu saja dijual).

 

 
lil detail

lil detail

 
Di sini es krim baru dibuat saat ada pesanan, sehingga benar-benar fresh dan sehat tanpa bahan pengawet. Pembuatan es krim dapat disaksikan langsung dan menjadi suatu "tontonan wajib" bagi pengunjung, terutama bagi yang baru pertama kali datang seperti saya. Cara pembuatannya terlihat mudah, dan mungkin memang benar-benar mudah, hanya diperlukan pengetahuan dan pengalaman mengenai penggunaan alat dan takaran setiap bahan untuk membuat es krim yang enak. Pertama-tama bahan es krim seperti susu, cream, dan bahan lain (sesuai rasa yang dipilih) diaduk dengan mixer. Setelah tercampur baru ditambahkan liquid nitrogen lalu diaduk lagi dengan mixer dan.. voila! Es krim pun siap disantap! Penggunaan liquid nitrogen memang menjadikan proses pebuatan es krim menjadi lebih mudah dan cepat, juga tidak berbahaya bagi kesehatan karena mudah menguap di udara sehingga tidak masuk ke tubuh kita saat es krim dimakan.
the ''kitchen''

the ''kitchen''

 
liquid nitrogen

liquid nitrogen

 
Proses pembuatan es krim

Proses pembuatan es krim

 
Hasil es krim

Hasil es krim

 
Cheesy Cheese
 (IDR 41k)
yumyumyum

yumyumyum

 
Dalam daftar menu, varian Cheesy Cheese diberi tanda favorit, dan menurut waitress pun katanya memang paling sering dipesan. Ok, saya pun harus mencobanya! Sempat sedikit khawatir jika rasanya menjadi machtig seperti cheese cake, ternyata dugaan saya tak terbukti. Es krimnya masih terasa light dan segar dengan adanya potongan strawberry segar yang membeku dan bercampur dengan adonan es krim. Manisnya pas, teksturnya lembut dan creamy, serta seberkas rasa asam dan gurih dari cream cheese.

The Ultimate Dark Chocolate (IDR 39k)
choco lovers must try

choco lovers must try

 
If you're a chocolate lover, then you MUST try this one! Sebagai penggemar berat coklat, saya hampir selalu tergoda untuk mencicipi es krim coklat, meskipun kadang rasa es krim coklat tidak jauh berbeda dimana-mana. Ternyata, varian Choco Chips di Lin Artisan Ice Cream melebihi dugaan saya. Saya suka tampilan warnanya yang coklat gelap, membuat saya membayangkan rasa dark chocolate yang agak pahit namun enak. Rasa coklatnya pekat dan bagusnya tidak terlalu manis, justru lebih cenderung ke rasa dark chocolate Di dalam es krim terdapat serpihan dark chocolate yang sudah hancur dan menyatu dalam adonan sehingga menambah mantap keseluruhan rasa es krimnya.

Merry Strawberry (IDR 39k)
fresh

fresh

 
Saya sengaja memesan satu varian dari kategori sorbet sebagai "penyegar". Sorbet strawberry saya bayangkan asam manisnya cukup kuat dan tidak creamy, sehingga bisa menetralisir rasa susu dari kedua jenis es krim lainnya. Tepat seperti harapan saya, es krim yang dibuat tanpa susu dan cream ini rasa asam manisnya memang segar dan balance. Dari tampilan pun Merry Strawberry terlihat menarik dengan warna merah agak muda yang memberi kesan fresh.

Akhirnya kesampaian juga saya mencoba nitrogen ice cream yang sedang ngetrend ini. Puas rasanya karena bisa mencoba di pelopornya dan rasanya sungguh tidak mengecewakan. Harga es krim terbilang wajar, besar porsinya sesuai, serta pelayanan yang ramah dan komunikatif menjadikan customer tidak kapok untuk kembali lagi dan lagi ke outlet Lin Artisan Ice Cream yang nyaman dan menyenangkan untuk segala usia.

P.S. Saya masih penasaran dengan menu alcoholic ice cream-nya, jadi saya pasti akan kembali ke sini. C U!
Supplementary Information:
Harus menyaksikan pembuatan es krim menggunakan liquid nitrogen yang simple namun menarik.
 
Recommended Dish(es):  Cheesy Cheese,The Ultimate Dark Chocolate
 
Table Wait Time: 5 minute(s)


Spending per head: Approximately Rp40000(Night Snack)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0