OpenRice Index
  
missnl
This is missnl living in Cilandak. I am a graphic designer, work in Lebak Bulus. I like to hang out in Tanjung Duren, Pondok Indah, Senayan. Bali, Chinese, Itali, India are my favorite cuisines. I also love Street Foods, Kafe, Restaurant, lounge and Siomay / Batagor, Pizza & Pasta, sate lilit bali.
Member 10 First(s)
No. of Review67 Review(s)
編輯推介數目33 Editor's Choice
Recommended8 Recommended
Popularity3693 View(s)
Replies in Forum1 Comment(s)
Upload Photos1237 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant42 My Restaurant(s)
Follow58 Following
粉絲391 Follower(s)
missnl  Level 3
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 31 to 35 of 67 Reviews in Indonesia
Brunch at The House of Porridge OK Apr 05, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Chinese | Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga

Minggu siang habis beperahu ria di Ancol, kami sekeluarga + tante mampir ke Mall of Indonesia. Niatnya mau makan siang, tapi karena kami datang awal sekitar jam 11 dan sudah agak lapar jadilah memilih Ta wan untuk brunch, yaitu makan bubur yang menjadi speciality-nya, plus ngemil tahu dan jamur crispy nya yang jadi favorit tante saya, katanya paling enak daripada menu2 Ta Wan yang lainnya.

Suasana mall masih belum terlalu ramai, tapi ternyata di Ta Wan sudah cukup banyak yang makan, termasuk ramai lah.. Karena tidak dapat meja di area "balkon", jadilah kami duduk di area depan yang menghadap ke area mall dimana orang lalu lalang, dan persis di depan outlet Planet Surf. Seru juga jadinya Ta Wan yang satu ini makanannya lebih ke chinese cuisine, tapi musiknya up beat banget karena speaker Planet Surf memang mengarah ke luar. Saya sih tidak masalah, asik2 saja makannya.. tapi kalau orang2 tua yang ingin makan dengan tenang mungkin agak merasa terganggu tongue.

 
Interior Ta Wan cukup menarik, bernuansa chinese modern dengan lantai kayu, meja & bangku juga kayu bercat hitam, plus ornamen dari mangkuk2 yang dipajang di semacam lemari pajangan bersusun. Area resto tidak terlalu luas, tapi cukup banyak menampung meja2. Pelayanannya pun cukup baik dan cepat.

Untuk makanannya, karena memang niatnya bukan makan berat, kami hanya pesan 3 macam menu untuk di-share bersama.

 
Bubur Ayam, 13,5k
Sebenarnya bubur ayam standar, dilengkapi irisan cakwe goreng dan daun bawang yang dirajang halus. Enak disantap segera waktu masih panas, karena lama kelamaan akan makin encer jika sudah dingin. Bubur ini tersedia dalam 2 size yaitu regular & large, tapi antara 2 size itu harganya hanya terpaut Rp 500.. so pasti kami pilih yang large dan ternyata cukup pas dibagi ber4, masing2 mendapat satu mangkuk kecil penuh, bahkan masih ada sisa sedikit. Harga yang cukup murah untuk bubur sebanyak itu di kelas restoran.

Enoki Goreng Spesial, 23,5k
Soo yummy! Jamur enoki berbalut tepung crispy tebal, sangat renyah. Bisa dimakan sebagai cemilan atau ditaburkan ke bubur ayamnya juga enak, jadi buburnya punya tambahan tekstur crispy. Satu porsinya pun cukup banyak untuk di-share ber-4.

 
Tahu Lima Rasa, 26k
Perpaduan rasa asin, manis, gurih, pedas, dan tekstur crispy semuanya ada di menu ini. Tahu jepang digoreng hingga luarnya cukup kering (tapi dalamnya masih empuk), dibumbui dan diberi potongan kecil2 paprika serta oatmeal.. mka jadilah Tahu Lima Rasa. Ternyata benar kata tante saya bahwa menu yang satu ini memang layak jadi favorit.

Untuk minumannya biasa saja, kami hanya pesan ice tea & juice melon yang menyegarkan. Secara keseluruhan resto ini memuaskan, harganya sesuai dengan makanan yang disajikan, tempatnya bagus & pelayanannya ok. Tak menyesal deh makan di sini... smile
 
Date of Visit: Apr 01, 2012 

Spending per head: Approximately Rp50000(Breakfast)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   2 Vote(s)   View Results
Recommend

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Multinasional | Lounge/Bar | Steak & Grills | Wine | Kencan / Berpasangan

Berbekal voucher dari Disdus, akhirnya jadi juga kami (saya bersama ortu) menjajal resto bernuansa perpustakaan ini... Bagi yang baru pertama kali ke sampoerna strategic square memang agak membingungkan dari area parkir menuju ke Bibliotheque harus jalan lewat luar (outdoor) karena kalau lewat dalam hanya bisa bagi yg punya kartu karyawan saja.

 
Memasuki resto dari pintu utamanya yang tinggi menjulang (dan lumayan berat), langsung tampak area "perpustakaan" berupa rak buku besar hingga ke langit2, tapi palsu alias bukunya tidak bisa dibaca betulan. Resto terbagi menjadi 2 area yaitu lounge dengan sofa2nya yg cozy dan dining area yang mejanya lebih tinggi untuk makan besar. Area bar memanjang di satu sisi area dining, dengan hiasan susunan cermin2 ber-frame gold, tebal, berbentuk oval/bulat di bagian belakang bar yang didominasi warna hitam. IMO, area bar merupakan bagian yang paling menarik di antara keseluruhan ruangan. Di atas bar ada lantai mezanine yg juga merupakan area dining, tapi hanya dibuka jika di bawah sudah penuh. Kami memilih tempat di meja paling ujung area dining & cukup dekat dengan jendela. Dari tempat duduk kami, terlihat ada "lift makanan" berbentuk kotak kecil dari kayu dengan satu sisinya berjendela kaca, terpasang di tiang yang bisa dinaik-turunkan. Pasti menarik jika melihatnya naik turun mengantar makanan ke area mezzanine, sayang siang itu tidak beroperasi karena area mezzanine masih belum dibuka.

Untuk pengguna voucher Disdus rupanya sudah disediakan Daftar Menu khusus yang hanya memuat menu2 promo,. Pengguna voucher mendapatkan "jatah" 1 appetizer, 1 pasta, 2 main course, dan 2 dessert. Untuk appetizer kami memilih caesar salad (soo standard) karena pilihan lain yg tampaknya menarik semua kosong. Pilihan pasta jatuh pada Penne Arrabbiata. Maincourse kami pilih Jhon Dory Parcel dan Baby Chicken Rosemarry. Dua jenis dessert yang kami pilih untuk menutup makan siang ini adalah Baklava & Chocolate Profiteroles.

 
Caesar Salad
Tak disangka, caesar saladnya enak! Semula kami tak berharap banyak, paling2 sperti caesar salad standar yang banyak tersedia di resto2 lain.. ternyata melebihi ekspektasi kami. Yang membuat enak adalah dressing-nya.. komposisi dressing yg 'light' tapi gurih tentunya merupakan racikan spesial dari resto ini sehingga beda dari caesar salad lainnya. Untuk sayurannya standar, tetapi fresh & berkualitas baik.

 
Penne Arrabbiata
Enak tapi cenderung kuat rasa asamnya, tampak dari warnanya yang kemerahan karena campuran tomat pasta & tomat segar yang di-blend. Pastanya sendiri al dente & menyatu dgn bumbunya yang asin & gurih. Saya pribadi tidak masalah karena saya suka asamnya tomat, tapi jika kurang suka asam/tomat mungkin lebih baik menghindari menu ini.

 
Jhon Dory Parcel
Very recommended! Tampilannya pun menarik dengan 3 gundukan terpisah terdiri dari mashed potatoes, ratatouile & baked dory-nya yang dibungkus pastry. Dory-nya masih juicy di dalam pocket, bercampur jamur & saus putih. Dimakan bersama mashed potatoes & ratatouile memberi campuran rasa yang kompleks dari asin, gurih, sedikit manis dan asam. Mak nyuss!

 
Baby Chicken Rosemarry
Menu ini datang dengan tampilan yang sederhana, clean, tapi cantik dari perpaduan warnanya. Terdiri dari setengah ekor ayam kecil berlumur sauce diatasnya, di garnish dengan baked baby potatoes dan sayuran yang di-blanch sebentar sehingga warnanya masih cantik. Ayamnya sendiri masih juicy dan sauce-nya gurih.

 
Baklava Cashew Nut & Vanilla Ice Cream
Baklava-nya langsung jadi favorit kami karena rasanya yang enak dan tekstur crispy nya sangat pas... jika dimakan bersamaan dengan ice cream vanilla yang lembut menjadikan kombinasi rasa & tekstur yang pas dan kompleks.

 
Chocolate Profiteroles
Untuk dessert yang satu ini rasanya biasa saja, apalagi ice cream di dalamnya pun cepat sekali meleleh sehingga jadi seperti siraman susu dingin. Choux buns-nya memang empuk dan lembut, serta ada sedikit rasa asin yang cukup pas dipadukan dengan manisnya sauce coklat & es krim vanilla yang meleleh itu.

 
Berry Family (left) & Jungle Punch (right)
Tidak sia2 penantian panjang kami menunggu hadirnya dua minuman ini. Berry family yang terdiri dari campuran strawberry, blueberry & raspberry nya menyegarkan dengan sedikit rasa asam, sementara jungle punch agak lebih kuat rasa asamnya karena ada campuran pineapple di dalamnya. Tidak salah pilihan kami, karena keduanya menyegarkan, sehat, dan membuat tidak eneg setelah menyantap makanan2 yang gurih & dessert yg manis.

Secara keseluruhan, makanannya memuaskan, tempatnya bagus dengan interior yang tertata baik, hanya pelayanannya yang perlu ditingkatkan. Untuk kondiri resto yang tidak terlalu ramai, pelayanannya termasuk lambat.. bagaimana jika resto sedang penuh ya? Satu hal lagi yang aneh.. minuman yg kami pesan tidak kunjung datang, bahkan sampai salad & pasta yg sudah habis kami santap. Ketika kami tanyakan ke waiter (dengan nada komplain tetapi masih dgn cara baik2) mereka minta maaf sambil berkata bahwa bartendernya sedang limit (sepertinya maksudnya sedang istirahat karena saya lihat area bar memang kosong). Sungguh mengecewakan! Padahal kami datang pada jam2 makan siang, seharusnya at least ada 1 bartender yg jaga di bar sehingga customer tidak terlantar seperti ini. Kebetulan pula, kedua minuman yg kami pesan semuanya jenis juice2 campuran yg harus diracik oleh bartender (bukan hanya teh atau kopi) jadi benar2 tidak ada yg bisa dikeluarkan saat itu. Akhirnya si waiter menawarkan air putih, yang pastinya kami setujui karena memang sudah kehausan. Sangat disayangkan di restoran sekelas Bibliotheque bisa terjadi seperti ini. Memang tidak sampai membuat kami mem-black list resto ini, tapi akan jadi catatan yang selalu kami ingat sebagai pengalaman yg kurang baik.
 
Date of Visit: Feb 18, 2012 

Spending per head: Approximately Rp150000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 2  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   1 Vote(s)   View Results
Recommend
0

Menikmati Siang yang Sepi di Ubud Smile Aug 10, 2011   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kafe | Kencan / Berpasangan | Hang Out

Saya makin cinta Ubud setelah menemukan & membuktikan sendiri bahwa cafe ini memang istimewa. Siang2, baru sampai dari Jakarta ke Bali, langsung menuju Ubud & mencari cafe ini karena sebelumnya saya sudah "research" tempat2 kuliner yang recommended di Bali. Cafe ini incaran saya, karena meskipun letaknya bukan di jalan yang ramai (sopir kami yg orang Bali asli pun sempat nyasar) tapi sudah dikenal cukup lama terutama di kalangan expatriate.

Cafenya semi-outdoor yaitu terbuka di kedua sisi bangunannya, di sekitarnya banyak tanaman hijau sehingga terasa menyegarkan di siang bolong begini. Konsep ini cocok dengan Ubud yang sejuk udaranya (tak perlu AC lagi). Interiornya bernuansa natural dilengkapi pernik2 artistik sebagai penghias dinding. Saya pribadi suka sekali dgn tampilan bar area-nya, botol2 minuman ditata apik di atas lemari kayu.
Interior

Interior

 
Bar area

Bar area

 
Saya datang berdua dgn ibu saya, agak terlambat untuk lunch karena sudah lebih dari jam 1, lapar berat pastinya! Karena kami datang saat weekdays, lengkaplah sepinya.. selain kami hanya ada 1 meja lain yg terisi dengan 2 orang tamu. Kami pun langsung pilih2 menu & pesan.. dan pilihannya adalah:

chopstick Appetizer: Broccoli Cream Soup, served with french bread & butter, Rp 28.000,-
Broccoli Cream Soup

Broccoli Cream Soup

 
Porsinya cukup besar untuk appetizer, apalagi dihidangkan dgn roti jadi cukup mengenyangkan.. tapi, untuk 2 orang yang sedang kelaparan ini sih tak masalah tongue. Dari segi rasa lumayan enak, masih terasa broccoli-nya, tapi tak masalah karena kami suka broccoli.

chopstick Main: Grilled snapper fillet in hollandaise sauce, served with sauteed mushrooms, broccoli gratin & mashed potato, only Rp 78.000
Grilled snapper fillet in hollandaise sauce

Grilled snapper fillet in hollandaise sauce

 
Very worth the price & generous side dishes! Betul2 memuaskan, dari segi rasa maknyuss tenan, ikannya di-grill kering di luarnya tapi masih cukup juicy di dalamnya. Hollandaise sauce-nya pas (tidak bikin eneg) & masing2 side dish-nya juga enak2. Ikannya memang kelihatan tidak terlalu besar, tapi jika digabung dengan semua side dish, kenyang pol! Dengan harga kurang dari 80rb, tidak ada tandingannya deh..

chopstick Main: Grilled tuna steak on green herbs & garlic butter served with sauteed parsley potatoes & tomato salad, Rp 56.000
Grilled tuna steak on green herbs & garlic butter

Grilled tuna steak on green herbs & garlic butter

 
Very, very generous, also awesome taste! Ikan tuna yang 'ordinary' diolah jadi 'extraordinary' terutama dgn green herbs-nya.. tapi tentunya hanya bagi yang suka herbs ya.. karena terasa cukup dominan herbs-nya meskipun berpadu dgn garlic butter. Untuk side dish-nya kami pilih yang sederhana hanya kentang yang ditumis dgn parsley (herbs juga nih) & salad tomat supaya segar. FYI, side dishes ini bisa dipilih sesuai selera, ada lebih dari 5 macam pilihan side dishes untuk menu2 yg kami pesan ini. Sengaja kami pilih yg berbeda semuanya untuk mengetahui masing2 rasanya. Lagi2 untuk harganya: tergolong tak mahal untuk jumlah porsi, rasa & jenis makanan seperti ini.

Untuk minuman kami hanya memesan orange juice yg menyegarkan untuk mengimbangi rasa makanan yg asin & creamy, tidak ada yg istimewa sih..

Conclusion:
Kelebihan: rasa makanan OK, porsi cukup besar, harga sangat sesuai (tidak mahal sama sekali), suasana cafe cozy

Kekurangan: pelayanannya agak lama! padahal saat itu cafe sepi, yang pesan makanan berat pun cuma kami (tamu lain minum2 saja).. mungkin sistem/workflow di dapur masih ala rumahan jadi belum highly effective seperti di resto2 internasional di kota besar lol

Overall, puas banget! pasti balik ke sini lagi kalau ke Ubud & pasti saya recommend ke taman2/keluarga kalau ada yg mau ke Ubud.
 
Recommended Dish(es):  Grilled snapper fillet in hollandaise sauce, Grilled tuna steak on green herbs & garlic butter, broccoli gratin & mashed potato (for side dishes choice)
 
Spending per head: Approximately Rp110000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 2  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Es Krim/Yogurt | Halal

Häagen-Dazs, sebuah merek es krim premium yang telah mendunia dengan rasa dan kualitas bahan baku bermutu tinggi. Dengan reputasinya yang begitu baik, Häagen-Dazs pastinya selalu diminati oleh para penggemar es krim. Tak cukup hanya memanjakan ice cream lovers, kini menyasar para penggemar kopi dengan menggandeng Illy Coffee.
Ya, Illy dengan finest blended Arabica Coffee andalannya merupakan pilihan tepat untuk berkolaborasi dengan Häagen-Dazs. Keduanya sama-sama mengutamakan kualitas bahan baku, sejalan dengan filosofi Häagen-Dazs, "made like no other".
Sebagai penggemar Häagen-Dazs, saya cukup sering menikmati es krimnya baik dine-in di berbagai gerainya maupun take away untuk di-stock di rumah. Kini saya sangat tertarik mencoba penggabungan kedua brand ternama ini, sekalipun tidak terlalu menyukai kopi. Beruntung, saya berkesempatan mencoba beberapa menu baru kreasi Häagen-Dazs dengan Illy yang disajikan langsung oleh professional barista andalan Illy yaitu Pak Arief yang telah memiliki pengalaman lebih dari 14 tahun.
Mr. Arief & Mr. Angga

Mr. Arief & Mr. Angga

 
Acara bertempat di outlet Häagen-Dazs Senayan City Lantai 5 yang kini lebih luas dengan area cafe yang nyaman, dengan sofa panjang di bagian belakang. Nuansa elegan dan cozy terlihat dari interior cafe, cocok untuk ngobrol santai sambil menikmati es krim premium yang enak. Pak Arief selaku perwakilan dari Illy membuka acara dengan membagikan pengetahuan singkat mengenai asal usul dan manfaat minum kopi yang berguna sebagai tambahan wawasan.
Anda sudah pernah mencoba hasil kolaborasi Häagen-Dazs dengan Illy? Atau masih penasaran seperti saya? Yuk, mari kita coba!
Cookies and Cream Espresso (IDR 60k)

 

 
Perpaduan dari es krim Cookies and Cream dari Häagen-Dazs, double espresso, dan susu cair yang di-blend menjadi satu. Penyajiannya cukup sederhana dengan whip cream dan garnish choco chip cookies, menghasilkan warna dan tampilan yang terlihat elegan. Minuman ini disajikan hangat, namun sebenarnya dapat juga dibuat versi dingin. Rasa kopinya tidak terlalu kuat dan tidak terasa pahit, pas untuk orang yang tidak terlalu menyukai pahitnya kopi seperti saya. Dari segi tekstur terasa agak creamy, tetapi tingkat kemanisannya pas sehingga tidak membuat eneg.
Pak Arief mengatakan, seorang barista dikatakan berhasil jika bisa membuat customer yang minum kopi buatannya menjadi tersenyum bahkan tertawa senang. Well done, Mr. Barista! Saya bisa tersenyum setelah mencoba Cookies and Cream Espresso, meskipun sebenarnya senyum saya akan lebih lebar jika disajikan dalam keadaan dingin, pasti lebih enak!

Tiramisu Coffee
With latte art

With latte art

 
Sampler cup

Sampler cup

 
Dibuat dari es krim Tiramisu dari Häagen-Dazs, Illy Coffee, frothy milk, dan crumble cake menjadikan rasanya benar-benar seperti tiramisu, hanya saja berbentuk minuman. Di sini rasa dan aroma kopi lebih samar lagi, berpadu dengan baik bersama rasa manis dan tester crumble cake di dalamnya, serta yang terpenting disajikan dingin. Pak Arief juga berkesempatan menunjukkan kepiawaiannya membuat latte art pada minuman ini. Once again, you did it Mr. Barista! Can you see me gave my best smile for this creation?
Special demo

Special demo

 
Sungguh sayang, minuman ini khusus disajikan saat acara launching saja, tidak ada dalam daftar menu untuk customer. Padahal, hampir semua teman -termasuk saya, menjagokan varian satu ini. Semoga saja Häagen-Dazs dan Illy berubah pikiran ke depannya dan memasukkan menu Tiramisu Coffee ke daftar menu.

Iced Cafe Latte (IDR 26k)
For coffee lovers

For coffee lovers

 
Kopi espresso dan frothy milk yang disajikan dingin, se-simple itu. Memang demikianlah latte, apalagi disajikan tanpa tambahan gula sehingga rasa kopinya benar-benar mendominasi. Terasa pahit dan creamy, penggemar kopi pasti akan menikmatinya. Saya? Maaf ya, Mr. Barista, kali ini saya tak bisa tersenyum.
Latte Art Competition

Latte Art Competition

 
Untuk menambah keseruan acara, diadakan pula lomba kreasi latte art dengan 3 orang peserta yang sudah dipilih sebelumnya. Terlihat ketiga peserta antusias mencoba kreasinya masing-masing. Duh, saya pun sebenarnya penasaran sekali ingin mencobanya!

Mocha Dreamland (IDR 60k)

 

 
Satu lagi kolaborasi Häagen-Dazs dan Illy yang menarik, baik dari segi rasa maupun penampilan. Coffee jelly, campuran espresso dan es krim Coffee, serta whip cream di bagian atas. Garnish-nya tak kalah cantik dengan dua mini scoop es krim Belgian Chocolate dan Coffee, hiasan coklat, dan potongan coffee jelly. Rasa kopi di minuman ini tidak terlalu kuat, ada seberkas rasa pahit, namun manisnya pas. Topping berupa mini scoop es krim bisa langsung dimakan atau dicampurkan ke dalam minuman, terserah Anda. Yeayy, kali ini saya bisa tersenyum lagi. Thanks, Mr. Barista!

Brownies with Ice Cream
Not for sale

Not for sale

 
Not for sale

Not for sale

 
HIdangan terakhir pastinya menyenangkan dan disukai semua orang, terutama yang kurang menyukai kopi. Treat terakhir dari Häagen-Dazs ini memang tidak menggunakan kopi sama sekali. Sepotong brownies dengan rasa coklat yang pekat dan sedikit pahit amatlah cocok dipadukan dengan es krim yang manis lembut. Perpaduan hangatnya brownies dengan es krim yang dingin juga memberikan sensasi tersendiri. Untuk pilihan rasa es krim sebenarnya bisa dengan berbagai varian Häagen-Dazs, namun pada kesempatan ini tersedia rasa caramel, strawberry cheese cake, dan chocolate. Semuanya enak! Oh, ya.. menu ini belum tersedia di daftar menu, jadi jangan iri ya...

Bagaimana, apakah Anda jadi semakin penasaran dengan kolaborasi Häagen-Dazs dan Illy? Tak perlu berlama-lama membayangkan atau menebak-nebak rasanya. Segera kunjungi outlet Häagen-Dazs untuk mencobanya langsung, apalagi kini sedang berlaku promo-promo berikut:
- Buy 1 get 1 free setiap hari Selasa-Jumat, khusus menu kopi.
- Buy 1 get 1 free setiap hari Senin, untuk semua menu, dengan kartu kredit BCA (hingga 14 April 2015)
- Diskon 20% setiap hari Selasa-Minggu, untuk semua menu, dengan kartu kredit BCA (hingga 14 April 2015)
Tak perlu ragu untuk ke Häagen-Dazs karena es krim enak dan kopi pilihan siap memanjakan Anda, ditambah pelayanan yang ramah dan tempat yang nyaman.
Supplementary Information:
Harus coba Mocha Dreamland, dan jangan lupa manfaatkan promo but 1 get 1 (bukan promo kartu kredit, jadi bisa dinikmati semua orang)
 
Recommended Dish(es):  Mocha Dreamland
 
Date of Visit: Mar 21, 2015 

Spending per head: Approximately Rp80000(Night Snack)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant | Vegetarian | Halal | Kumpul Keluarga

Apa yang muncul di benak Anda tentang restoran vegetarian? Terbayang masakan yang hanya terdiri dari sayuran, rasa yang hambar, tidak enak, atau membosankan? Paradigma itu akan berubah ketika mengenal VMAD Vegetarian Madness yang menyediakan aneka menu vegetarian kaya rasa.
Saya pribadi sudah pernah mencicipi hidangan vegetarian dari salah satu restoran khusus vegetarian yang ada di Jakarta, dan tidak pernah punya pengalaman buruk dengan makanannya. Ketika mengetahui bahwa VMAD didominasi menu masakan India, saya lebih tertarik lagi karena memang menyukai cita rasa masakan India yang kaya rempah.

Beruntungnya saya berkesempatan untuk menyaksikan cooking class dari VMAD yang menampilkan dua hidangan andalan yang paling direkomendasikan bagi para customer yang baru pertama kali mencoba hidangan ala VMAD. Melalui acara ini customer bisa melihat langsung bahan-bahan yang digunakan semua segar dan cara memasaknya pun higienis. Tak sabar untuk segera mencoba?
Hakka Bakka Noodle (IDR 49k)
Yellow noodle mixed with sauteed vegetarian chicken, fresh vegetables, then gently mixed with black pepper sauce, vegetarian oyster sauce, and sesame oil
Hakka Bakka Ingredients

Hakka Bakka Ingredients

 
Cook the noodles

Cook the noodles

 
spicy and yummy

spicy and yummy

 
Rasa black pepper sangat mendominasi sehingga terasa pedas di mulut namun tidak membuat sakit perut. Tingkat kematangan mie tepat, termasuk juga paprika hijau dan wortel diiris tipis yang masih terasa crunchy namun tidak mentah. Bagi yang heran dengan vegetarian chicken, ini adalah bahan masakan dari kedelai yang diproses sedemikian rupa hingga teksturnya menyerupai daging ayam. Penggunaan minyak wijen memberikan aroma khas pada masakan sekaligus baik untuk kesehatan. Keseluruhan rasa hidangan masih tergolong netral, maka tepat dipesan oleh para "pemula" yang belum terbiasa dengan aroma rempah masakan India.

Murtabak Ceylon (IDR 29k)
Thin crust stuffed pancake carefully fried to get crunchiest layer and minced chicken filling, served with crispy potato fries, spicy curry, and fresh pickles
Murtabak's crust

Murtabak's crust

 
Ada yang menarik dari demo pembuatan martabak, karena saya berkesempatan belajar membuat martabak... langsung pada bagian yang paling menantang yaitu melebarkan adonan kulit martabak. Ternyata memang sulit! Meskipun telah diajarkan tekniknya, pelaksanaannya tidak semudah itu. Teknik "melempar" adonan kulit martabak yang tampak menarik (dan seolah mudah) nyatanya perlu latihan intensif agar dapat menghasilkan kulit martabak yang tipis merata, lebar, dan tidak bolong/sobek. Meskipun hasilnya tidak rapi dan belum menguasai teknik melempar, saya tidak menyesal telah mencoba.
Murtabak on progress

Murtabak on progress

 
I love spicy curry!

I love spicy curry!

 
Kembali ke masakannya, keistimewaan hidangan ini ada pada isinya. Jika martabak umumnya menggunakan daging sapi, di sini menggunakan vegetarian chicken dan bumbu kari. Cara pembuatannya sama dengan martabak biasa, namun bagusnya di sini saat menggoreng tidak menggunakan terlalu banyak minyak. Saya suka kulit martabak yang tipis renyah (meskipun mudah hancur), dan lebih suka lagi dengan rasa isiannya yang sangat didominasi bumbu kari. Martabak Ceylon dimakan dengan semacam saus kari merah yang agak kental dan kaya rempah di dalamnya. Awalnya saya coba makan martabak tanpa saus dan terasa agak terlalu asin. Ketika dimakan dengan saus kari justru menjadi balance karena rupanya saus itu sendiri tidak asin, hanya menambah rasa rempah saja. Well, bagi sebagian orang aroma rempahnya mungkin terasa over powering, tapi bagi saya ini super enak. Nomnom!

Selain makanan, VMAD menyajikan dua macam minuman yang disajikan dalam cup kertas mini untuk semua peserta. Salah satu minuman didemokan langsung pembuatannya yang ternyata mudah dan bisa dibuat sendiri di rumah.
Tester size

Tester size

 
Green Fantasy (IDR 35k)
Green Healthy!

Green Healthy!

 
Dari warna hijaunya kita dapat menebak bahwa ini adalah jus sayuran. Yup, Green Fantasy terbuat dari green mountain chicory, nanas, jeruk nipis (lime), dan simple syrup. Meskipun hanya di-garnish sederhana, warna hijaunya yang segar sangat menggugah selera dan rasanya pun tidak mengecewakan. Sebersit rasa sayuran masih dapat saya rasakan, namun sama sekali tidak mengganggu karena lebih didominasi paduan nanas dan jeruk nipis yang asam segar.

Jamaican Cooler (IDR 36k)
Cold and sweet

Cold and sweet

 
Terbuat dari mocha syrup, ice cream vanilla, susu, dan kacang mete (cashew) sangrai yang diblender bersama es batu. Saya suka perpaduan aroma mocha syrup dengan ice cream vanilla yang terasa enak, sedikit tekstur creamy dari kacang mete, dan yang terpenting rasa manisnya yang tidak berlebihan.

Two thumbs up VMAD fot its yummy-flavourful foods and decent drinks! Ditambah dengan para crew yang ramah dan helpful membuat customer akan berkunjung lagi dan lagi ke restoran vegetarian ini.
 
Recommended Dish(es):  Green Fantasy,Hakka Bakka Noodle,Jamaican Cooler,Murtabak Ceylon
 
Date of Visit: Nov 16, 2014 

Spending per head: Approximately Rp100000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0