OpenRice Index
  
missnl
This is missnl living in Cilandak. I am a graphic designer, work in Lebak Bulus. I like to hang out in Tanjung Duren, Pondok Indah, Senayan. Bali, Chinese, Itali, India are my favorite cuisines. I also love Street Foods, Kafe, Restaurant, lounge and Siomay / Batagor, Pizza & Pasta, sate lilit bali.
Member 10 First(s)
No. of Review67 Review(s)
編輯推介數目33 Editor's Choice
Recommended8 Recommended
Popularity3665 View(s)
Replies in Forum1 Comment(s)
Upload Photos1237 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant42 My Restaurant(s)
Follow58 Following
粉絲391 Follower(s)
missnl  Level 3
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 6 to 10 of 67 Reviews in Indonesia
Lin Es Krim Nitrogen Yang enak Smile Dec 31, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Es Krim/Yogurt

Mungkin saya termasuk terlambat mencoba nitrogen ice cream yang tengah menjadi trend hingga kini, namun tak apa... lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali 'kan? Meskipun saat ini telah banyak gerai nitrogen ice cream yang tersebar di penjuru kota, beruntung saya bisa mencoba dari pelopornya alias yang pertama memperkenalkan nitrogen ice cream di Indonesia yaitu Lin Artisan Ice Cream.
View at night

View at night

 

 
Outlet Lin Artisan Ice Cream berlokasi di daerah Kemang yang ramai, tepatnya di jalan Taman Kemang I yang tidak jauh di seberang Kem Chicks Kemang. Bagian depan outlet berpenampilan modern minimalis dengan kombinasi panel kaca dan aluminium hitam yang salah satunya bertulliskan tagline "I Scream Ice Cream!".Tampilan di dalam tak kalah menarik dengan detail-detail menarik yang berpadu dengan lantai finishing plesteran semen dan dinding bata ekspos yang dicat putih. Keseluruhan luas outlet memang tidak terlalu besar, sepertiganya merupakan dapur terbuka tempat membuat es krim dan sisanya diisi meja-kursi makan serta sebuah sofa panjang di dekat sudut. Di bagian belakang terdapat pintu penghubung ke area makan outdoor -semacam halaman kecil- yang bersambungan dengan restoran Stacks Burger di sebelahnya. Yup, Astrid Hadiwibowo sang pemilik Lin Artisan Ice Cream juga merupakan pemiilk restoran Stacks Burger dan Papabubble candy store. Tak mengherankan jika di setiap outletnya terpajang display permen-permen menarik produksi Papabubble (dan tentu saja dijual).

 

 
lil detail

lil detail

 
Di sini es krim baru dibuat saat ada pesanan, sehingga benar-benar fresh dan sehat tanpa bahan pengawet. Pembuatan es krim dapat disaksikan langsung dan menjadi suatu "tontonan wajib" bagi pengunjung, terutama bagi yang baru pertama kali datang seperti saya. Cara pembuatannya terlihat mudah, dan mungkin memang benar-benar mudah, hanya diperlukan pengetahuan dan pengalaman mengenai penggunaan alat dan takaran setiap bahan untuk membuat es krim yang enak. Pertama-tama bahan es krim seperti susu, cream, dan bahan lain (sesuai rasa yang dipilih) diaduk dengan mixer. Setelah tercampur baru ditambahkan liquid nitrogen lalu diaduk lagi dengan mixer dan.. voila! Es krim pun siap disantap! Penggunaan liquid nitrogen memang menjadikan proses pebuatan es krim menjadi lebih mudah dan cepat, juga tidak berbahaya bagi kesehatan karena mudah menguap di udara sehingga tidak masuk ke tubuh kita saat es krim dimakan.
the ''kitchen''

the ''kitchen''

 
liquid nitrogen

liquid nitrogen

 
Proses pembuatan es krim

Proses pembuatan es krim

 
Hasil es krim

Hasil es krim

 
Cheesy Cheese
 (IDR 41k)
yumyumyum

yumyumyum

 
Dalam daftar menu, varian Cheesy Cheese diberi tanda favorit, dan menurut waitress pun katanya memang paling sering dipesan. Ok, saya pun harus mencobanya! Sempat sedikit khawatir jika rasanya menjadi machtig seperti cheese cake, ternyata dugaan saya tak terbukti. Es krimnya masih terasa light dan segar dengan adanya potongan strawberry segar yang membeku dan bercampur dengan adonan es krim. Manisnya pas, teksturnya lembut dan creamy, serta seberkas rasa asam dan gurih dari cream cheese.

The Ultimate Dark Chocolate (IDR 39k)
choco lovers must try

choco lovers must try

 
If you're a chocolate lover, then you MUST try this one! Sebagai penggemar berat coklat, saya hampir selalu tergoda untuk mencicipi es krim coklat, meskipun kadang rasa es krim coklat tidak jauh berbeda dimana-mana. Ternyata, varian Choco Chips di Lin Artisan Ice Cream melebihi dugaan saya. Saya suka tampilan warnanya yang coklat gelap, membuat saya membayangkan rasa dark chocolate yang agak pahit namun enak. Rasa coklatnya pekat dan bagusnya tidak terlalu manis, justru lebih cenderung ke rasa dark chocolate Di dalam es krim terdapat serpihan dark chocolate yang sudah hancur dan menyatu dalam adonan sehingga menambah mantap keseluruhan rasa es krimnya.

Merry Strawberry (IDR 39k)
fresh

fresh

 
Saya sengaja memesan satu varian dari kategori sorbet sebagai "penyegar". Sorbet strawberry saya bayangkan asam manisnya cukup kuat dan tidak creamy, sehingga bisa menetralisir rasa susu dari kedua jenis es krim lainnya. Tepat seperti harapan saya, es krim yang dibuat tanpa susu dan cream ini rasa asam manisnya memang segar dan balance. Dari tampilan pun Merry Strawberry terlihat menarik dengan warna merah agak muda yang memberi kesan fresh.

Akhirnya kesampaian juga saya mencoba nitrogen ice cream yang sedang ngetrend ini. Puas rasanya karena bisa mencoba di pelopornya dan rasanya sungguh tidak mengecewakan. Harga es krim terbilang wajar, besar porsinya sesuai, serta pelayanan yang ramah dan komunikatif menjadikan customer tidak kapok untuk kembali lagi dan lagi ke outlet Lin Artisan Ice Cream yang nyaman dan menyenangkan untuk segala usia.

P.S. Saya masih penasaran dengan menu alcoholic ice cream-nya, jadi saya pasti akan kembali ke sini. C U!
Supplementary Information:
Harus menyaksikan pembuatan es krim menggunakan liquid nitrogen yang simple namun menarik.
 
Recommended Dish(es):  Cheesy Cheese,The Ultimate Dark Chocolate
 
Table Wait Time: 5 minute(s)


Spending per head: Approximately Rp40000(Night Snack)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Kemang Steak Yang Bukan Di Kemang Smile Dec 24, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Amerika | Restaurant | Steak & Grills

Saya sempat bertanya-tanya dalam hati,
"Kemang Steak 'koq lokasinya bukan di Kemang?"
Beruntung saya segera mendapat jawaban yang pasti akurat, karena berasal dari pemiliknya langsung.
Adalah Ibu Hj. Henny, pendiri Kemang Steak, yang awalnya bereksperimen mmbuat steak bermodalkan demo masak makanan Eropa dan hobi beliau memasak. Dari tangan beliau tercipta resep steak legendaris yang khas dan sesuai selera orang Indonesia. Lokasi pertama restoran yang dibuka Ibu Hj. Henny pada tahun 1992 memang berada di daerah Kemang, maka dinamakanlah Kemang Steak.
Setahun kemudian Kemang Steak berpindah lokasi ke Jl. Haji Nawi Raya, dan sukses beroperasi selama bertahun-tahun di sini. Saya sebut sukses, karena saya ingat dulu setiap kali melewati jalan tersebut -baik pada siang, sore, maupun malam hari, restoran ini selalu ramai pengunjung. Sebuah restoran yang tampak sederhana dengan papan nama bertuliskan "Pondok Kemang Steak", namun parkirannya selalu penuh dan dapurnya terus mengepulkan asap bakaran beraroma sedap.
The owners, Ibu Hj. Henny, dua putrinya, dan Bp. David Very

The owners, Ibu Hj. Henny, dua putrinya, dan Bp. David Very

 
Sempat tutup di tahun 2009 dan vakum dari bisnis kuliner selama lima tahun, Ibu Hj. Henny membuka kembali Kemang Steak di tahun 2014 dengan konsep baru. Resep steak tetap sama, karena disitulah keistimewaannya, namun "kemasan" restoran kini "naik kelas". Bekerja sama dengan Bapak David Very Susanto sebagai managing director, Kemang Steak yang sekarang benar-benar sebuah restoran, bukan sekedar pondok makan ala rumahan. Lokasinya dipilih Pantai Indah Kapuk yang belakangan ini terkenal sebagai pusat kuliner kekinian di Jakarta.

 
Di paling depan, tamu "disambut" oleh Moo Moo, patung sapi lucu maskot Kemang Steak yang menjadi spot foto favorit. Area restoran terbagi menjadi 2 yaitu outdoor (tentunya sekaligus smoking area) dan indoor (non smoking) yang nyaman dengan pendingin ruangan. Keseluruhan desain interiornya bertema rustic dengan bata ekspos di dinding lantai bawah dan finishing semen di dinding lantai atas. Berbagai pernik menarik menghiasi ruangan restoran, termasuk koleksi testimoni para selebriti dan pejabat yang pernah menikmati kelezatan Kemang Steak sejak outlet lamanya di Kemang dan Haji Nawi. Meja dan kursi makan berbentuk simple dari bahan kayu dengan model kursi tanpa sandaran seperti di bangku di warung makan.
Kemang Steak's details

Kemang Steak's details

 
Mempertahankan konsep outlet lamanya, dapur masih terletak di bagian depan restoran. Asap bakaran steak seakan tak berhenti "ngebul" sejak restoran dibuka, dan ini bisa menjadi daya tarik bagi pengunjung yang tadinya sekedar lewat menjadi akhirnya mampir.
Untuk menjaga originalitas resep keluarga sekaligus regenerasi, dua putri Ibu Hj. Henny yaitu Asih Winarsih dan Endah Nur Pratamasari bergabung mengelola restoran. Tak tanggung-tanggung, mereka turun tangan langsung di bagian dapur, untuk memastikan semua menu dibuat sesuai resep keluarga sehingga kualitas rasa senantiasa terjaga.
Berbicara rasa, keunggulan Kemang Steak terletak pada signature BBQ sauce dari resep rahasia keluarga Ibu Hj. Henny yang tak ada duanya. Di Kemang Steak, daging tidak dimarinasi melainkan langsung dibakar di atas bara arang batok kelapa sambil diolesi bumbu BBQ. Tersedia berbagai pilihan daging steak sapi impor dan lokal, lamb chop, ikan, dan chicken filllet yang lezat dan 100% halal.
Jika saus BBQ di daging masih terasa kurang, tidak perlu repot meminta tambahan ke waiter karena di setiap meja telah tersedia sebotol saus yang bisa ditambahkan sepuasnya. Saya pribadi lebih suka mencocolkan kentang goreng ke saus ini daripada ke saus sambal botolan. Aroma rempah yang khas, perpaduan rasa asin-manis-asam yang balance, serta sedikit pedas dari black pepper menjadikan saus BBQ ini sungguh istimewa. 
Setiap porsi steak dihidangkan bersama side dish salad sayuran dan kentang goreng. Salad sayuran yang diberikan di sini ala Indonesia yaitu wortel, buncis, dan jagung pipilan yang ditumis dengan sedikit minyak. Semua sayuran fresh (bukan frozen vegetables) dan tingkat kematangan pas sehingga rasa, warna, dan teksturnya terjaga baik. Untuk kentang gorengnya, waaahh.. ini saya suka sekali! Kentang goreng home made yang rupanya juga dibuat dengan resep rahasia keluarga karena belum pernah saya temukan di tempat lain. Bagian luarnya sangat garing dengan semacam lapisan tepung berbumbu yang cukup tebal sehingga agak keras, namun ketika digigit bagian dalamnya tetap empuk dan lembut. Saya justru lebih suka kentang goreng seperti ini dibandingkan french fries biasa, tak heran jika dalam waktu singkat kentangnya habis duluan.

Beef Ribs (IDR 55k)
Empuk

Empuk

 
Sepotong tulang iga sapi berbalut daging tersaji di piring bersama kentang goreng dan salad sayuran. Besar porsinya pas untuk ukuran saya, dan sangat sesuai dengan harganya. Jika dinilai dari rasa dan kualitas daging, harga itu bahkan tergolong murah untuk seporsi steak ala restoran. Daging di sekitar tulang cukup banyak, empuk, dan masih sedikit juicy meskipun di-grill hingga tingkat kematangan well done. Baluran saus BBQ pada daging terasa nikmat membuat kita tak ingin menyisakan sedikit daging pun dari potongan tulang. Eitss.. di Kemang Steak tidak perlu jaim untuk makan menggunakan tangan. Jadi.. silakan digerigiti sepuasnya hingga bersih!

Australian T-Bone (150gr IDR 65k, regular IDR 90k)

 
Porsi yang terhitung cukup besar untuk daging impor Australia dengan mutu yang baik. Khusus ketika itu, pihak Kemang Steak hanya menyediakan tingkat kematangan well done untuk semua porsi T-Bone, meskipun demikian ketika saya cicipi dagingnya masih cukup empuk tidak sampai bertekstur dry atau keras.

Red Snapper (IDR 75k)
yummy

yummy

 
Fillet kakap merah yang tersaji di piring saya cukup besar dan tebalnya pas. Berbeda dengan teman yang katanya mendapatkan fillet ikan kurang segar, fillet di piring saya masih segar dengan aroma daging ikan kakap yang wajar. Ketika dipotong dengan pisau pun teksturnya masih baik tidak hancur, menandakan kualitas yang masih baik. Tingkat kematangan tepat dengan salah satu sisi agak kering tetapi daging masih lembut dan juicy. Beberapa teman yang mencicip fillet ikan dari piring saya juga berpendapat sama dan tidak ada komplain mengenai kualitas atau kesegaran ikan. Well, mungkin teman saya sedang bernasib kurang baik, tetapi hal ini perlu diperhatikan juga oleh Kemang Steak agar ke depannya jangan sampai terulang kembali.

Salmon (IDR 75k)
Definitely delicious

Definitely delicious

 
Potongan salmon cukup besar dan tebal, ketika dipotong dagingnya masih juicy dan tidak mudah hancur. Warna orange cantik dan tekstur daging yang masih firm menandakan kualitas daging yang baik dan segar, serta pastinya di-grill pada tingkat kematangan sempurna sehingga tidak sampai kering/keras. Sebagai pecinta salmon, saya pasti akan pesan menu ini pada kunjungan berikutnya... HARUS!

Australian Tenderloin (135gr IDR 55k, regular IDR 90k)
love it so much

love it so much

 
Satu-satunye jenis red meat yang paling saya suka adalah tenderloin, maka tak saya lewatkan kesempatan mencicipinya. Ketika dipotong, bagian tengah daging terlihat masih berwarna pink kemerahan, kira-kira pada tingkat kematangan medium. Meskipun tebal, teksturnya dagingnya empuk dan masih juicy, serta yang terpenting tidak berlemak. Daging impor berkualitas ini terasa semakin lezat dengan baluran saus BBQ istimewa dari Kemang Steak. I love it!

Mashed Potatoes (IDR 25k)
Creamy 'n yummy

Creamy 'n yummy

 
Penyajiannya cute sekali dengan tampilan seperti wajah snowman (atau potatoman? ;P) yang disusun dari potongan buncis dan wortel. Dari bahan yang sederhana namun menghasilkan tampilan yang menarik karena ide kreatif. Awalnya agak sayang "merusak" snowman lucu ini, namun sekali coba saya pun tak sabar segera menyendoknya lagi sampai habis, karenaaa... rasanya super enak! Tekstur yang lembut, creamy, dan campuran rasa kentang dengan susunya pas sesuai selera saya.

Selain aneka steak menggiurkan, Kemang Steak mempunyai beberapa minuman khas yang patut dicoba.
Fresh Lime Kemang (IDR 20k)
Segar

Segar

 
Dari awal saya sudah tertarik mencobanya, karena dari namanya saya membayangkan rasanya pasti segar dan cocok diminum setelah menyantap steak yang gurih dan "berat". Tak meleset dugaan saya, rasanya tepat seperti yang diharapkan. Asam jeruk nipisnya masih terasa segar namun tidak membuat kita sampai mengernyitkan mata karena terlalu asam. Terdapat sepotong batang serai dalam gelas sebagai alat pengaduk sekaligus memberi aroma tambahan pada minuman. Sempat agak khawatir jika aromanya terlalu kuat (karena saya tidak suka aroma serai pada minuman), ternyata justru hampir tidak ada pengaruhnya sama sekali. Syukurlah! Saya pun bisa menikmati segelas fresh lime ini hingga tuntas.

Mixed Juice
(IDR 20k)
Segar dan sehat

Segar dan sehat

 
Perpaduan dari broccoli, kiwi, dan nanas, ditambah buah kalengan sebagai topping. Warna hijaunya cantik, serasi dengan warna-warni buah kalengan sebagai aksen. Saya sempat mencicip sedikit pesanan teman, ternyata rasanya enak, semenarik tampilannya. Aroma sayur sama sekail tidak terasa, juga asam manisnya pas, dan pastinya sehat karena dibuat dari bahan-bahan segar. Jika berkesempatan ke sini lagi sudah pasti saya akan memesan mixed juice sebagai pilihan pertama.

Es Kemang Cincau
(IDR 25k)

 
Home made cincau hijau disajikan dengan sirup dan selasih (basil seeds). Irisan jeruk nipis dan daun pandan rupanya bukan sekedar menjadi hiasan (garnish), melainkan bisa dicampurkan ke dalam minuman sehingga memberikan aroma wangi dan seberkas rasa asam segar. Keseluruhan rasa memang tidak terlalu istimewa, seperti es cincau pada umumnya, namun cukup memberikan kesegaran sekaligus sebagai dessert untuk menutup acara makan.

Makan di Kemang Steak terasa menyenangkan dengan tempat yang nyaman dan suasana homey, terasa seperti di rumah. Pilihan makanan cukup beragam, rasanya enak, bermutu baik, dan semuanya bisa dinikmati dengan harga yang sangat affordable. Pelayanan yang ramah dan cekatan juga membuat kita semakin puas makan di sini. Khusus untuk area PIK tersedia layanan delivery sehingga steak lezat juga bisa dinikmati di rumah.
Supplementary Information:
Area lantai 2 lebih nyaman terutama jika datang dalam rombongan besar, bisa juga dijadikan private room untuk acara pesta, arisan, atau lunch meeting
 
Recommended Dish(es):  Australian Tenderloin Steak,Mixed Juice,Fresh Lime Kemang,Salmon Steak,Mashed Potatoes
 
Table Wait Time: 15 minute(s)


Spending per head: Approximately Rp100000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Timur Tengah | Kafe | Restaurant | Kumpul Keluarga

Sebuah email masuk ke inbox saya, dari Foodpanda, berisi voucher diskon untuk pemesanan makanan. Nominalnya memang tidak besar, tetapi cukup membuat saya tertarik melihatnya lebih lanjut. Saya memang berlangganan newsletter dan terdaftar menjadi member Foodpanda, entah sejak kapan saya pun lupa, dan belakangan memang agak sering mendapat email promo-promonya. Biasanya hanya saya baca sekilas bahkan hanya membaca subject emailnya saja lalu menekan tombol delete. Kali ini saya teringat, nanti sore akan lembur di kantor yang artinya harus sedia makan malam agar tidak kelaparan. Sebuah ide pun terbersit... pesan makanan online!

 
Di kota besar dengan level kemacetan parah seperti Jakarta, delivery service makanan sangat membantu, bahkan menjadi solusi di saat lapar, sibuk, dan malas... (malas masak, malas naik-turun lift di kantor, malas berjalan atau berkendara ke restoran, dan terutama malas bermacet ria hanya untuk membeli makanan). Kebetulan saya sedang memenuhi ketiga "kriteria" tersebut, maka tak ada salahnya mencoba pesan makanan menggunakan Foodpanda.

Bagi Anda yang belum tahu, Foodpanda adalah penyedia jasa pemesanan makanan secara online yang telah beroperasi sejak tahun 2012 di lebih dari 40 negara di dunia. Di Indonesia sendiri, luas cakupan Foodpanda meliputi Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Bali, Medan, dan Makasar. Melalui Foodpanda, kita bisa memesan makanan dari berbagai restoran pilihan secara online atau melalui aplikasi mobile yang dapat diunduh dari Apple AppStore, Google Play, dan Microsoft Phone Store. Dengan berlangganan newsletter, keuntungannya kita akan selalu update dengan berbagai penawaran yang ada, misalnya diskon atau voucher pada hari-hari tertentu. Saat akan memesan makanan pertama kali, barulah diharuskan
untuk register karena Foodpanda memerlukan data-data untuk validasi pesanan kita.

Berikut langkah-langkah MUDAH memesan makanan di Foodpanda:

1. Tak perlu bingung jika Anda belum memiliki pilihan restoran yang akan dipesan, cukup mengakses www.foodpanda.co.id dari browser atau langsung dari email blast dengan klik button hijau "Pesan Sekarang". Pilih kota, masukkan nama area atau kode pos tempat Anda berada saat itu, dan pilih dari scroll down list yang paling tepat/mendekati. Klik button hijau "Find restaurants".

 
2. Di halaman selanjutnya akan tampil nama-nama restoran yang melayani delivery ke daerah Anda. Pilihan bisa di-filter berdasarkan jenis makanan atau kategori lain yang diinginkan, misalnya restoran yang gratis biaya delivery, menerima online payment, atau yang menerima voucher (seperti yang saya pilih). Klik "Go to menu" pada restoran yang Anda inginkan.

ATAU
Bagi Anda pengguna OpenRice bisa memilih restoran seperti biasa dari website atau mobile app OpenRice. Temukan dan klik button merah dengan logo Foodpanda di sebelah kiri agak bawah, maka Anda akan langsung terhubung dengan laman restoran tersebut di Foodpanda. Anda belum tahu OpenRice? Aww, you're soo yesterday!!. OpenRice adalah situs informasi restoran dan panduan kuliner terdepan di indonesia. Berbagai informasi restoran tersedia di OpenRice, lengkap dengan review pengalaman pengunjung mengenai suatu restoran. Sangat berguna agar Anda tidak salah pilih restoran.

 
3. Pilih menu makanan yang ingin dipesan dengan menekan button hijau "+" di samping harga, kemudian otomatis akan masuk pada daftar pesanan di kanan atas, lengkap dengan perincian harga, biaya delivery, pajak, dan service (jika ada). Setelah selesai memilih, klik button "Proceed to checkout".

 
4. Teliti sekali lagi pesanan Anda, pastikan tidak ada yang kurang atau salah. Jika masih ada yang belum sesuai, bisa kembali ke halaman sebelumnya dengan tombol back pada browser dan perbaiki pesanan Anda. Jika semua pilihan sudah benar, pilih tanggal dan jam pengiriman yang dikehendaki. Bagi yang memiliki voucher diskon/promo, masukkan kode voucher dan tekan button "+" agar nilai voucher masuk (mengurangi) ke perhitungan harga total. Jangan lupa perhatikan masa berlaku dan syarat ketentuan untuk setiap promo agar tidak ada masalah ketika menggunakannya. Klik "Checkout" untuk melanjutkan proses pemesanan.

5. Selanjutnya, masukkan data-data Anda seperti nama, nomor telepon, email, dan alamat pengiriman. Jika sudah mempunyai account Foodpanda sebelumnya, cukup Log In dengan username dan password Anda, namun jika belum, bisa langsung register melalui link di bagian ini. Pilih cara pembayaran dan jumlah uang kembalian yang diinginkan jika Anda membayar tidak dengan uang pas. Pastikan semua data sudah akurat dan sesuai keinginan Anda, lalu klik button hijau "Place order now" untuk men-submit pesanan Anda.

 
6. Pemesanan selesai! Tibalah pada bagian akhir yaitu halaman konfirmasi. Jika proses berhasil maka akan tampil review pesanan Anda beserta Nomor Order. Sebaiknya catat nomor ini sebagai antisipasi jika dibutuhkan untuk konfirmasi atau seandainya ada masalah pada pesanan Anda.

Sekitar satu jam sebelum waktu pengiriman yang dikehendaki, saya ditelepon oleh Customer Service Foodpanda yang mengkonfirmasi pesanan. CS tersebut juga akan menginformasikan seandainya ada keterlambatan pengiriman karena situasi jalan atau alasan lainnya. Untuk pesanan saya dikonfirmasi dapat tiba tepat waktu (karena lokasi restoran memang tidak terlalu jauh dan tidak melewati daerah macet). Secara hampir bersamaan, masuk email konfirmasi ke inbox saya yang sekali lagi merangkum daftar pesanan dan alamat pengiriman. Ok, semua beres, saya tinggal menunggu makanan diantar.

Mendekati waktu pengiriman, kurir Foodpanda sudah datang membawakan pesanan saya. Kurirnya ramah dan sopan, berseragam rapi, lengkap dengan delivery box beridentitas Foodpanda. Makanan terbungkus rapi dan masih hangat saat dikeluarkan dari delivery box. Setelah pesanan saya terima dengan lengkap, kurir menyerahkan bon (nota) dan saya membayarnya. Simple, cepat, dan makanan siap disantap. Saya salut dengan ketepatan waktu pengantaran yang justru lebih cepat dari seharusnya. Sangat berbeda dengan layanan delivery langsung dari restoran yang pernah mengecewakan saya karena super telat.
Kurir & bon Foodpanda

Kurir & bon Foodpanda

 
Tanpa menunggu lama, saya membongkar paket makanan dari Istanbul Turkey Restaurant & Cafe. Agak heran dengan restoran pilihan saya? Hahaha.. selera saya kadang memang agak nyeleneh bagi sebagian orang. Kebetulan restoran ini masuk dalam area pengantaran plus berlaku voucher Foodpanda, dan saya belum pernah mencoba hidangan khas Turki atau makan di restoran Turki sebelumnya. Lokasi restoran di daerah Ampera yang terkenal sering macet pun membuat saya agak malas datang langsung untuk dine in atau take away. Nah, disinilah "kegunaan" Foodpanda, bukan? 
Food packaging

Food packaging

 
Semua menu pesanan saya dikemas rapi dan terpisah. Tak ketinggalan disertakan sendok garpu plastik, tissue, dan tissue basah. Benar-benar lengkap dan well prepared.
Baiklah, saya sudah cukup lapar, saatnya mencicipi!

Sambosa Cheese (IDR 30k)
Baked pastry with savory fillings, spiced potatoes, onions, peas, and cheese
Cheese all the way

Cheese all the way

 
Lima buah sambosa ditempatkan dalam kotak styrofoam dengan taburan parsley yang dicincang halus. Bagian luarnya berwarna golden brown cantik, terlihat menggiurkan untuk segera dimakan. Pada gigitan pertama, terasa bagian kulitnya masih crunchy dan tidak terlalu berminyak, serta langsung terasa isian kejunya. Saya mengharapkan menemukan isian lainnya pada gigitan berikut, tetapi hanya keju dan keju saja yang saya rasakan sampai habis. Ok, fine, saya suka keju dan rasanya memang enak, namun saya mengharapkan sambosa yang lebih kaya rasa dan spicy seperti tertulis pada menu.

Lentil Soup (IDR 35k)
Creamy soup made of lentils
Served with bread and tastes ok

Served with bread and tastes ok

 
Saya sampai harus googling dahulu karena penasaran apa itu lentil. Setelah mengetahui bahwa itu sejenis biji-bijian, tertariklah saya mencoba sup lentil. Sup dikemas rapi dalam wadah plastik transparan tahan panas, lalu dibungkus lagi dengan plastic wrap bersama sepotong jeruk nipis (lime) sebagai pelengkap sup. Di kantung kertas terpisah terdapat empat potong roti (dari satu roti bundar yang dibelah menjadi 4) untuk dimakan dengan sup. Lentil soup creamy dan agak kental dengan warna kuning yang tampak lezat. Ketika saya mencicip supnya saja (belum dengan roti), cita rasanya sedikit gurih namun agak kurang asin. Akhirnya saya menambahkan garam, jeruk nipis, dan sedikit bubuk cabai sehingga rasanya menjadi mantap di lidah saya. Roti yang menyertainya adalah sejenis roti pita khas Turki yang disebut roti pide. Termasuk jenis flatbread namun masih menggunakan sedikit ragi (yeast) sehingga teksturnya sedikit empuk meskipun lebih dominan alot/keras. Roti ini enak dimakan dengan dicelupkan ke dalam sup yang masih hangat sehingga lebih lunak lagi dan mudah dikunyah.

Olive Salad (IDR 45k)
Green olives, black olives, olive oil, celery, cauliflower, carrots, sweet peppers, onions, capers, parsley, pepperoncini, oregano, garilc, vinegar, herbs and spices
Only green olives with tomatoes

Only green olives with tomatoes

 
Saya langsung memilih menu ini karena sangat tertarik dengan komposisi yang tertera di menu. Ketika membuka kotak styrofoam, saya kecewa karena tampak hanya ada green olives dipotong tipis dengan campuran potongan kecil tomat dan herbs. Duh, jauh sekali bedanya dengan yang dijanjikan di menu, ya? Ketika saya cicipi, rasa asin dan aroma olive agak mendominasi, dengan sedikit rasa asam dan pahit sebagai after taste. Sebenarnya saya tidak ada masalah dengan rasa seperti ini karena memang menyukai olive, namun saya keburu kecewa karena tidak mendapatkan salad dengan isi seperti yang "dijanjikan" di deskripsi menu. Sungguh sangat disayangkan!

Shawarma Chicken Sandwich (IDR 30k)
Chicken meat grilled and shaved then wrapped with bread
Yummooo!!

Yummooo!!

 
Dari semua pesanan saya, inilah highlight-nya! Terbungkus rapi dalam aluminium foil untuk menjaga suhunya, menjadikan saya bisa menikmati chicken wrap ini masih dalam keadaan hangat. Meskipun nama menunya "sandwich", menurut saya lebih tepat disebut "wrap" karena semua isinya dibungkus dalam gulungan flatbread. Aroma grilled chicken-nya enak, dagingnya empuk dan matang dengan baik, serta di-shaved dalam ukuran yang tepat. Isian lainnya enak namun saya tidak dapat mengenali masing-masing bahan karena semuanya telah dicampur semacam bumbu atau saus, namun yang pasti ada french fries di dalamnya! Agak aneh, unik, namun tidak sampai mengganggu keseluruhan rasa.

Overall untuk rasa makanan dari Istanbul Turkey Restaurant & Cafe saya suka. Hampir semuanya enak dan rasanya sesuai selera, kekurangannya hanya pada salad dan sambosa yang mengecewakan karena yang didapat tidak sesuai deskripsi di menu. Semoga pihak restoran lebih teliti lagi dengan komposisi bahan masakan, dan kalau memang ada perubahan harap deskripsi menunya segera di-update. Jika boleh memberi saran, kemasan makanan yang berupa styrofoam baiknya diganti dengan kotak dari bahan foodgrade paper yang saat ini sudah banyak dipakai. Selain lebih praktis jika perlu menghangatkan makanan (bisa langsung masuk microwave), juga lebih aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. Tentunya ini bisa meningkatkan value dari restoran yaitu lebih concern pada kesehatan dan lingkungan hidup.

Keesokan harinya ada email dari Foodpanda lagi di inbox saya, isinya survei kepuasan pelanggan. Di email itu kita diminta klik rate dari skala 1-5, kemudian akan langsung terhubung ke survei yang lebih lengkap lagi mengenai pengalaman memesan makanan di Foodpanda. Saya senang dengan adanya survei semacam ini karena berguna untuk meningkatkan kualitas pelayanan ke depannya, oleh karena itu pelanggan diharapkan mengisinya dengan jujur dan apa adanya, ya...

 
Saya sangat puas menggunakan jasa Foodpanda. Sebagai first timer saya tidak mendapat kesulitan dari mulai memesan hingga menerima makanan, semuanya lancar dan sesuai harapan. Penggunaan website simple dan mudah, layanan customer care yang ramah, delivery tepat waktu, dan kondisi makanan masih hangat/fresh saat diterima. Biaya delivery sebesar rata-rata IDR 15k (ada yang kurang atau lebih) terbilang wajar dan sesuai dengan kualitas pelayanan yang saya dapatkan. Rasa dan mutu makanan dari restoran pun tergolong baik, karena saya percaya Foodpanda tidak sembarangan memilih restoran yang berafiliasi dengannya.

Sedikit masukan untuk Foodpanda, mungkin akan menarik jika diadakan loyalty programme bagi pengguna setia Foodpanda. Misalnya setiap transaksi akan mendapat loyalty points yang otomatis tercatat di account pelanggan, kemudian setelah terkumpul sejumlah poin bisa ditukarkan free voucher Foodpanda. It's something simple but will attract customer to order from Foodpanda again and again.

As a conclusion, I
#xperiencebig with Foodpanda, and would definitely use it again in the future. It's really good value for money, you should try it!

Nomor order: i8np-t9tg/1
Supplementary Information:
Waktu delivery minimal 60 menit, namun sebaiknya diantisipasi memesan lebih awal agar nantinya makanan bisa dikirim tepat pada jam yang kita inginkan (apalagi jika memesan di jam sibuk seperti saat makan siang/malam). Jika membayar tidak dengan uang pas, jangan lupa cantumkan uang kembalian yang diperlukan saat pesan online agar tidak menyulitkan kurir yang mengantar makanan.
 
Recommended Dish(es):  Shawarma Chicken Sandwich
 
Delivery Wait Time: 50 minute(s)


Date of Visit: Dec 15, 2014 

Spending per head: Approximately Rp120000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga

Sudah cukup lama saya mengenal Ten Ten, dan selalu ada cerita pada beberapa kali kunjungan saya ke restoran Jepang ini. Pertama kali mencoba saat outlet-nya yang berada di Pondok Indah Mall 1 baru dibuka. Dengan menu andalan tempura dan tendon, kala itu saya bersama beberapa sahabat menikmati menu-menu tersebut. Seorang sahabat saya yang penggemar makanan Jepang pun berpendapat bahwa tempura di Ten Ten termasuk paling enak dari yang pernah dia coba di tempat lain. Kunjungan pertama pun berakhir memuaskan dan tidak membuat kami kapok untuk kembali ke Ten Ten.
Ketika outlet di PIM 1 akhirnya tutup, saya mencoba Ten Ten lagi di outlet-nya yang berlokasi di Plaza Indonesia, dan kali ini untuk sebuah acara berbeda yaitu cooking class. Sebuah pengalaman baru yang mengasyikkan, bisa belajar membuat tempura langsung dari ahlinya. Lebih menyenangkan lagi karena saya bersama beberapa teman foodies memenangkan lomba membuat tempura karena tingkat kematangan tempura kelompok kami dinilai yang paling mendekati sempurna.
Kunjungan saya yang terakhir ke Ten Ten kali ini pun mempunyai cerita. Rupanya, Ten Ten belum lama meluncurkan deretan menu baru yang sungguh menarik. Anyway, saya suka sekali buku menu barunya yang memuat beberapa ilustrasi cute para maskot Ten Ten. Ingin rasanya saya memasukkan satu ke dalam tas, sayangnya tas saya kurang besar ketika itu *wink*.
Desain outlet restoran yang berada di bawah naungan Boga Group ini belum berubah sejak kunjungan saya sebelumnya. Interiornya masih didominasi unsur kayu yang ditata dengan nuansa modern minimalis namun tetap berkesan hangat dan nyaman. Open kitchen yang dibatasi kaca menjadi salah satu "pemandangan" menarik dimana kita bisa melihat proses pembuatan makanan, terutama tempura.

 
Jadi, menu baru apa yang saya coba pada kunjungan saya ke Ten Ten kali ini?
Ten Ten Signature Stone Rice (IDR 68k)
Japanese mixed rice with ebi sakura topped with grilled fish, ebi tempura, and squid
Menu-menu stone rice adalah salad satu jenis hidangan baru yang menjadi highlight. Konsepnya menyerupai tendon (nasi di bawah, topping lauk pauk di atasnya), namun penyajiannya menggunakan mangkuk batu yang fungsinya menyimpan panas sehingga makanan di dalamnya tetap hangat dari awal hingga akhir disantap.

 
Adanya kata "signature" di menu langsung mengingatkan pada menu andalan Ten Ten yaitu tempura, dan benar adanya di menu memang terdapat tempura. Ebi dan obha tempura dipadukan dengan grilled seafood (salmon, cumi, crabstick), serta sunny side up diletakkan di atas nasi yang sudah dibumbui. Tempuranya crispy dan matang dengan baik, rasanya masih sama seperti yang pernah saya makan di Ten Ten dulu. Demikian pula grilled seafood dan nasi dibumbui secara pas sehingga terasa enak di lidah.

Salmon Obha Pesto Stone Rice
(IDR 68k)
Salmon with obha pesto sauce on rice
Potongan salmon, jagung, wakame, dan tomat cherry dihidangkan di atas nasi, dan diberi saus pesto yang terbuat dari daun obha. Potongan tipis nori selain sebagai garnish juga melengkapi tekstur makanan. Nasinya pulen, namun tidak terlalu berbumbu seperti menu stone rice sebelumnya. Rasa secara keseluruhan enak, dengan saus pesto yang aromatik dan fresh, serta terutama saya suka salmonnya yang dimasak dengan baik.

 
Tori Momo Stone Rice (IDR 58k)
Dari segi tampilan dan nama menu, tori momo memang sangat menarik perhatian. Namanya sendiri sudah terdengar unik dan lucu, sedangkan tampilannya sangat eye catching dengan perpaduan warna komponennya yang enak dilihat. Daging ayam yang dibumbui hingga berwarna coklat kemerahan itu selain rasanya enak dan pas, warnanya pun cantik berpadu dengan butiran edamame kupas berwarna hijau. Irisan sayuran, wakame, dan bawang putih goreng turut melengkapi rasa dan tekstur tori momo.
Attractive look yet yummy taste

Attractive look yet yummy taste

 
Premium Saikoro Steak (IDR 68k)
Premium beef with sautéed vegetables
Tidak salah penggunaan nama "premium" di sini, karena daging sapi yang digunakan berkualitas tinggi. Rasanya enak sekali, empuk, juicy, dan tingkat kematangan tepat. Disajikan dengan tumis sayuran dan jamur shitake, saus pesto, serta irisan tipis bawang putih goreng yang menambah kelezatan hidangan. Satu porsi saikoro steak tidak terlalu besar sehingga tidak akan kesulitan menghabiskannya, justru tanpa terasa sudah ludesss...
A must try!

A must try!

 
Grilled Fish Obha Cream Sauce (IDR 68k)
Choice of fish: salmon/red snapper
Menu pilihan saya ternyata memiliki rasa seenak tampilannya yang menarik. Sejak awal melihat fotonya di buku menu saya langsung tertarik dengan warna hijau muda sausnya yang lembut nan cantik. Ketika dicoba, saya pun langsung suka dengan rasa saus berbahan dasar daun obha (atau ohba) yang creamy dan gurih namun tidak berlebihan. Akibat lupa mencantumkan pilihan jenis ikan ketika memesan, saya pun mendapatkan red snapper. Tingkat kematangan ikan tepat sehingga bagian luar sedikit kering mengarah ke crispy namun di dalam masih juicy. Disajikan dengan jamur shiitake dan shimeji yang dimasak sempurna menjadikan hidangan ini favorit saya dan sangat saya rekomendasikan untuk dicoba. Love it so much!
Super love it!

Super love it!

 


Beef Hamburg with Cheese (IDR 50k)
Saya belum pernah menemukan hamburg steak dengan isian mozzarella cheese di tempat lain, menjadikan hidangan ini unik dan benar-benar baru. Daging sapinya empuk dan juicy, dengan bumbu yang pas serta meresap ke dalam daging.

 
Salmon Miso Soup (IDR 68k)
Sebuah menu baru dari kategori nabemono yang ternyata enak. Sup miso Jepang ini berisi salmon, tofu, wakame, jamur shitake, irisan daun bawang, dan sedikit wortel sebagai garnish. Aroma sup misonya harum, rasanya balance dan tidak terlalu pekat, serta tingkat kematangan semua komponen isinya tepat.
Healthy soup

Healthy soup

 
Selain makanan, menu dessert baru juga diluncurkan oleh Ten Ten. 
Fruit Kakigori (IDR 32k)
Milk snow ice with assorted fruit
Tekstur snow ice yang lembut dan rasanya yang tidak terlalu manis membuat saya suka fruit kakigori di Ten Ten. Dipadukan dengan potongan buah segar semakin melengkapi kenikmatannya sehingga tanpa terasa mangkuk pun sudah kosong...
Smooth and silky

Smooth and silky

 
Hot Plate Brownies Chocolate Ice Cream (IDR 32k)
Penyajian dessert ini menjadi menarik karena menggunakan hot plate. Saus akan dituangkan langsung di hadapan customer saat dihidangkan, sehingga ada sensasi tersendiri ketika saus bergolak di atas hot plate. Customer yang membawa anak-anak harap berhati-hati, ya.. karena hot plate yang digunakan sangat panas.

 
Dari segi rasa, sebagai penggemar coklat saya suka browniesnya karena cukup nyata terasa coklat, empuk, dan tidak terlalu padat. Disajikan dengan satu scoop vanilla ice cream bertabur sejumput choco chips di bagian atas dan saus coklat, menghadirkan sensasi dingin dan panas yang kompleks dan unik di lidah. Harus coba!

Hot Plate Red Velvet Cream Cheese Ice Cream (IDR 32k)
Meskipun bukan termasuk penggemar red velvet, menurut saya rasa red velvet-nya sendiri enak meskipun masih sedikit terlalu manis. Cream cheese ice cream juga tidak ada masalah, tidak terlalu manis dengan seberkas rasa asin yang agak unik. Satu komponen yang tidak saya sukai yaitu saus putih yang agak manis dan sangat nyata berbau susu. Jika di menu sebelumnya ada matcha ice cream yang dapat "menutupi" rasa alami susu, di sini cream cheese ice cream justu membuat semakin machtig menurut selera saya. Well, it's personal.

 
Matcha Lava Cake (IDR 28k)
Japanese style lava cake with green tea ice cream
Matcha lovers MUST try this one, b'coz it's all about matcha! Cake, lava, dan ice cream semuanya green tea. Rasa dan aroma green tea sangat mendominasi (dan mantap!) namun tidak sampai berlebihan atau pun pahit. Lava green tea yang "mengalir" ketika cake dibelah selain terlihat menarik juga sangat enak dan konsistensinya pas.

 
Demikianlah cerita saya bersama menu-menu terbaru yang dihadirkan Ten Ten Tempura House. Saya akui menu baru ini sangat menarik, lebih variatif dan kreatif dibandingkan sebelumnya. Jika biasanya pilihan hanya berkisar pada tempura dan tendon, kini tak ada lagi alasan untuk bosan datang ke Ten Ten. Anda pun bisa mempunyai cerita sendiri bersama Ten Ten dan hidangannya yang semakin variatif. Selamat mencoba!
Supplementary Information:
Menu-menu barunya sangat layak dicoba
 
Recommended Dish(es):  Salmon Obha Pesto Stone Rice,Premium Saikoro Steak,Grilled Fish Obha Cream Sauce,Fruit Kakigori,Hot Plate Brownies Chocolate Ice Cream,Matcha Lava Cake
 
Table Wait Time: 20 minute(s)


Spending per head: Approximately Rp120000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Chinese | Restaurant | Kumpul Keluarga

Soup Restaurant merupakan restoran franchise yang berasal dari Singapura. Konsep mereka adalah menghadirkan nuansa khas Chinatown baik dari ambience restoran maupun rasa dan jenis makanan yang tersedia.
Wlcome to Soup Restaurant

Wlcome to Soup Restaurant

 
Soup Restaurant telah mempunyai 3 cabang di Jakarta, dan salah satunya berada di Senayan City. Terletak di lantai 4, tepat di depan eskalator, bersebelahan dengan Spageddies, dan dekat dengan Best Denki menjadikan restoran ini mudah ditemukan dan strategis karena yang pastinya banyak dilalui pengunjung mall. Di bagian paling depan selalu ada usher yang menyambut dan siap membantu para customer.
Modern-classsical Chinese look

Modern-classsical Chinese look

 

Setelah melewati pintu masuk, restoran seakan terbagi menjadi bagian depan, tengah, dan belakang seperti pembagian ruangan sebuah rumah. Bagian depan seperti sebuah ruang tamu dengan meja yang tidak terlalu banyak. Bagian tengah yang paling luas dan terbuka memuat banyak meja berkapasitas 2-4 orang yang bisa juga digabungkan menjadi meja panjang sesuai kebutuhan. Di sisi kiri dan belakang terdapat semi private room dengan meja besar yang bagian tengahnya dapat diputar, berkapasitas 10-12 orang per meja. Saya menyebutnya semi private room karena masih berpenyekat namun tidak benar-benar tertutup rapat dan terpisah dari ruangan umum. Suasana Chinatown modern begitu terasa saat memasuki restoran, mulai dari desain interior ruangan, meja kursi makan, dan beberapa pernik seperti guci dan lukisan khas China yang menghiasi ruangan. Penggunaan material dominan kayu dan pencahayaan ruangan yang sedikit temaram menghadirkan kesan klasik, nyaman dan homey, menjadikan acara makan kita tenang dan santai, apalagi jika datang bersama teman atau keluarga.

MINUMAN
Sweet Ice Tea (IDR 12k)
Tidak ada yang spesial dengan es teh manis yang disajikan dalam gelas tinggi langsing ini. Tidak refillable, gula cair tidak disediakan terpisah, dan sejak awal disajikan tidak terlalu manis sehingga setelah es mencair rasanya pun menjadi seperti es teh saja. Bagi yang suka manis mungkin harus minta tambahan gula cair lagi.
Just an ordinary tea, no special

Just an ordinary tea, no special

 
SUP
Wintermelon Soup (small-IDR 40k, medium-IDR 80k, large-IDR 120k)
Salah satu menu andalan dalam daftar menu yang menurut keterangannya berkhasiat untuk detoksifikasi, sekaligus baik bagi yang sedang berdiet. Bagaimana dengan rasanya?Kuah kaldunya memang juara, sedap dan gurih tetapi tidak membuat eneg, namun saya kurang suka dengan wintermelon alias labu hijau yang ada di dalamnya. Wintermelon yang dimasak dalam kuah sup terasa aneh, selain itu potongannya terlalu besar sehingga agak sulit memakannya. Akan lebih baik jika dipotong lebih kecil sehingga muat dalam satu suapan, tapi... mungkin saya tetap lebih memilih kuahnya juga.
Delicious broth but weird wintermelon

Delicious broth but weird wintermelon

 
Tim Tien Chee dengan Sup Ayam (IDR 38k)
Double boiled Tien Chee with Chicken Soup
Dibuat dengan rempah-rempah yang asing bagi saya, sup ini rasanya pun ajaib di lidah. Bukan tidak enak, tetapi aroma herbalnya memang sangat kuat menjadikan sup ini lebih seperti sup obat. Daging ayam yang terdapat di dalamnya dimasak hingga empuk benar dan aroma herbalnya sudah meresap. Kuahnya kekuningan bening dan gurih dari kaldu ayam asli (tanpa bumbu penyedap), dengan seberkas rasa pahit yang tidak mengganggu. Sebuah pengalaman baru bagi saya mencicipi "sup obat" yang memang berkhasiat untuk melancarkan peredaran darah dan menambah daya tahan tubuh. Jika Anda tergolong adventurous dalam hal makanan, silakan cicipi menu ini, toh tidak ada ruginya juga karena baik untuk kesehatan tubuh. Berani mencoba?
Herbal soup

Herbal soup

 
MAKANAN
Ayam Jahe ala Samsui (IDR 95k)
Samsui Ginger Chicken
Signature dish dari Soup restaurant ini banyak direkomendasikan oleh beberapa sumber yang pernah saya baca, membuat saya penasaran akan rasanya. Sebuah menu tradisional China yang menurut tradisi Samsui hanya dimakan setahun sekali pada saat Imlek, berisi daging ayam kukus yang dimakan dengan saus jahe. Cara makannya, potongan daging ayam dicelup dalam saus jahe, dibungkus dengan lettuce, baru disantap (kalau bisa) sekaligus dalan satu suapan. Daun selada segar memberi tekstur crunchy dan melengkapi keseluruhan rasa. Asin, gurih, manis bercampur di dalam mulut dan pastinya ingin tambah lagi.
A must try menu!

A must try menu!

 
Daging ayamnya matang dengan sempurna, masih juicy, empuk, dan tidak hambar meskipun dikukus tanpa banyak bumbu. Lebih istimewa lagi sausnya yang cukup kuat menguarkan aroma jahe dan sedikit bawang putih, namun tidak ada rasa pahit ketika dimakan. Saya tidak suka jahe, dan biasanya menghindari masakan yang berbau jahe, tapi baru kali ini saya justru suka menambahkan saus jahe cukup banyak ke dalam lettuce wrap. Selain enak, menu ini sehat karena jahe dan sesame oil pada sausnya dipercaya dapat menghalau masuk angin menurut tradisi China. Tak salah jika Samsui Ginger Chicken menjadi the most recommended dish di sini dan rasanya memang wajib dipesan setiap kali berkunjung kemari. Enaaaakkk...

Tahu Claypot (IDR 40k)
Claypot Tofu
I love tofu, and I like this dish! Bumbunya sendiri memang tidak terlalu istimewa atau unik, namun saya suka kelezatannya yang terasa balance dan tekstur tahunya yang pas.
Could be a fav menu

Could be a fav menu

 
Stim San Yu Fillet (IDR 75k)
Steamed Garoupa Slices
Biasanya saya tidak bersemangat dengan masakan berjenis steamed fish, terkecuali setelah mencoba Steamed San Yu Fillet milik Soup Restaurant. Ikan kerapu tanpa tulang dimasak dengan cara dikukus terasa lembut, juicy, dan tidak amis. Saus cokelat encer yang menggenanginya terasa enak dan tidak terlalu asin, sepertinya dibuat dengan kecap asin. Irisan tipis daun bawang dan cabai merah yang ditaburkan di atas ikan juga turut memperkaya rasa ketika dimakan sekaligus, dan saya suka keseluruhan rasanya.
Like it!

Like it!

 
Sio Mak Cah Ikan Tausi (IDR 45k)
Yao Mak Chye Fried with Black Beans Dace Fish
Ketika mencocokkan nama menu dengan sepiring tumis sayuran yang terhidang, saya bertanya-tanya, "Mana ikannya?" Ternyata... kata "ikan" pada nama menu hanya karena penggunaan kaldu ikan saja, tidak ada dagingnya yang dimasukkan dalam masakan. Saya tidak ada masalah dengan bumbu tausinya, terasa enak, gurihnya tidak berlebihan, dan balance. Kalau pun ada masalah, ini karena antipati saya pada jenis sawi-sawian yang ditumis. Yup, saya tidak suka sio mak yang di lidah terasa pahit sekali itu, tapi bagi yang menyukainya pasti tidak ada masalah karena rasa masakannya sendiri enak. 

Selada Saus Tiram (IDR 45k)
Fried Lettuce with Oyster Sauce
Tidak ada yang spesial dari menu sayuran ini. Sepiring selada yang ditumis dengan bumbu saus tiram, terasa light dan cukup enak di lidah saya, namun tidak ada rasa atau aroma tertentu yang menonjol. Tekstur selada masih sedikit crunchy -dan itu bagus, saya suka- karena dimasak pada tingkat kematangan yang tepat.


Mie Goreng Dengan Fillet Ikan
(IDR 48k)
Fried Noodle with Fish Slices
Mie goreng yang dimaksud di sini ternyata seperti ifumie. Mie kuning digoreng kering hingga crispy, disajikan dengan sayuran dan fillet ikan yang dimasak dengan saus tiram (seperti cap cay). Dari segi rasa tidak terlalu "wow" dan saya lebih suka menyantapnya segera ketika mie masih crunchy dibandingkan ketika mie sudah lunak terkena kuah kecoklatan di bawahnya. That's all I can say about this dish.
Noodle just noodle

Noodle just noodle

 


Nasi Olive ala Teo Chew (IDR 48k)
Teo Chew Olive Rice
Nasi olive ini memiliki cita rasa unik menurut saya, tidak bisa dibilang enak sekali, tetapi bukan berarti saya tidak suka. Warna nasinya menjadi hijau gelap karena dibuat dengan campuran teochew preserved black olives. Menurut saya pribadi, nasi olive ini kurang "greget" karena sedikit hambar meskipun aromanya kuat. Untuk menyiasatinya saya menambahkan sambal yang tersedia di meja (bukan saus sambal botolan) dan benar saja rasanya menjadi lebih mantap. Bagi yang tidak suka pedas mungkin cukup menambahkan sedikit garam atau kecap asin untuk memperkaya rasa.
Unique taste yet healthy

Unique taste yet healthy

 
DESSERT
Kui Ling Kau (IDR 25k)
Herbal Jelly
Tampilannya menyerupai cincau hitam, dengan tekstur lebih kenyal, disajikan dengan madu cair terpisah di pot kecil. Awalnya saya hanya menambahkan sedikit madu, tapi ternyata herbal jelly ini rasanya pahit sekali! Jadilah saya tambahkan madunya banyak-banyak agar menutupi pahitnya.
Bitter jelly!

Bitter jelly!

 
Pir Dengan Jamur Putih dan Almond (IDR 25k)
Double Boiled Pear with Snow Fungus & Almonds
Dilihat dari warnanya tampak kurang menarik karena cenderung pucat dan tidak atraktif, namun ketika dicicipi ternyata enak. Jamu putihnya masih terasa crunchy, rasanya pas ketika dimakan bersama kuah bening yang sepertinya hanya merupakan simple syrup. Double boiled pear yang sudah dipotong kecil tingkat kematangannya pas tidak sampai terlalu lunak atau hancur. Saya suka karena keseluruhan rasanya tidak terlalu manis dan terasa light, cocok sebagai penutup setelah menyantap hidangan yang bercita rasa asin dan gurih.
I like the fungus' texture

I like the fungus' texture

 
Dari sekian banyak Chinese restaurant yang pernah saya coba, Soup Restaurant paling berbeda diantara yang lain karena mengutamakan kesehatan disamping rasa yang lezat. Chinese food yang disajikan di sini banyak menggunakan rempah herbal tradisional China yang baik bagi kesehatan dan cita rasanya unik/berbeda, serta tidak terlalu banyak memasukkan minyak ke dalam masakan. Bagi saya yang terbiasa mengurangi garam, rasa makanan justru pas karena rata-rata dibuat tidak terlalu asin. Salah satu nilai plus lain, makan di Soup Restaurant tidak perlu khawatir pada Chinese Restaurant Syndrome karena masakan tidak menggunakan MSG. Untuk semua keunggulan tersebut, harga yang harus dibayarkan sangat sesuai dengan kualitas bahan dan besarnya porsi yang kita dapatkan. Ditambah dengan pelayanan crew restoran yang baik dan ramah serta tempat yang nyaman, Soup Restaurant layak menjadi restoran favorit keluarga.
So, what are you waiting for?
Supplementary Information:
Harus coba Ayam Jahe ala Samsui yang menjadi favorit di sini, dan coba bertualang rasa dengan menu-menu herbal yang unik rasanya namun berkhasiat untuk kesehatan.
 
Recommended Dish(es):  Ayam Jahe ala Samsui,Tahu Claypot,Stim San Yu Fillet
 
Date of Visit: Nov 28, 2014 

Spending per head: Approximately Rp150000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0