OpenRice Index
  
missnl
This is missnl living in Cilandak. I am a graphic designer, work in Lebak Bulus. I like to hang out in Tanjung Duren, Pondok Indah, Senayan. Bali, Chinese, Itali, India are my favorite cuisines. I also love Street Foods, Kafe, Restaurant, lounge and Siomay / Batagor, Pizza & Pasta, sate lilit bali.
Member 10 First(s)
No. of Review67 Review(s)
編輯推介數目33 Editor's Choice
Recommended8 Recommended
Popularity3665 View(s)
Replies in Forum1 Comment(s)
Upload Photos1237 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant42 My Restaurant(s)
Follow58 Following
粉絲391 Follower(s)
missnl  Level 3
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 11 to 15 of 67 Reviews in Indonesia
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant | Vegetarian | Halal | Kumpul Keluarga

Apa yang muncul di benak Anda tentang restoran vegetarian? Terbayang masakan yang hanya terdiri dari sayuran, rasa yang hambar, tidak enak, atau membosankan? Paradigma itu akan berubah ketika mengenal VMAD Vegetarian Madness yang menyediakan aneka menu vegetarian kaya rasa.
Saya pribadi sudah pernah mencicipi hidangan vegetarian dari salah satu restoran khusus vegetarian yang ada di Jakarta, dan tidak pernah punya pengalaman buruk dengan makanannya. Ketika mengetahui bahwa VMAD didominasi menu masakan India, saya lebih tertarik lagi karena memang menyukai cita rasa masakan India yang kaya rempah.

Beruntungnya saya berkesempatan untuk menyaksikan cooking class dari VMAD yang menampilkan dua hidangan andalan yang paling direkomendasikan bagi para customer yang baru pertama kali mencoba hidangan ala VMAD. Melalui acara ini customer bisa melihat langsung bahan-bahan yang digunakan semua segar dan cara memasaknya pun higienis. Tak sabar untuk segera mencoba?
Hakka Bakka Noodle (IDR 49k)
Yellow noodle mixed with sauteed vegetarian chicken, fresh vegetables, then gently mixed with black pepper sauce, vegetarian oyster sauce, and sesame oil
Hakka Bakka Ingredients

Hakka Bakka Ingredients

 
Cook the noodles

Cook the noodles

 
spicy and yummy

spicy and yummy

 
Rasa black pepper sangat mendominasi sehingga terasa pedas di mulut namun tidak membuat sakit perut. Tingkat kematangan mie tepat, termasuk juga paprika hijau dan wortel diiris tipis yang masih terasa crunchy namun tidak mentah. Bagi yang heran dengan vegetarian chicken, ini adalah bahan masakan dari kedelai yang diproses sedemikian rupa hingga teksturnya menyerupai daging ayam. Penggunaan minyak wijen memberikan aroma khas pada masakan sekaligus baik untuk kesehatan. Keseluruhan rasa hidangan masih tergolong netral, maka tepat dipesan oleh para "pemula" yang belum terbiasa dengan aroma rempah masakan India.

Murtabak Ceylon (IDR 29k)
Thin crust stuffed pancake carefully fried to get crunchiest layer and minced chicken filling, served with crispy potato fries, spicy curry, and fresh pickles
Murtabak's crust

Murtabak's crust

 
Ada yang menarik dari demo pembuatan martabak, karena saya berkesempatan belajar membuat martabak... langsung pada bagian yang paling menantang yaitu melebarkan adonan kulit martabak. Ternyata memang sulit! Meskipun telah diajarkan tekniknya, pelaksanaannya tidak semudah itu. Teknik "melempar" adonan kulit martabak yang tampak menarik (dan seolah mudah) nyatanya perlu latihan intensif agar dapat menghasilkan kulit martabak yang tipis merata, lebar, dan tidak bolong/sobek. Meskipun hasilnya tidak rapi dan belum menguasai teknik melempar, saya tidak menyesal telah mencoba.
Murtabak on progress

Murtabak on progress

 
I love spicy curry!

I love spicy curry!

 
Kembali ke masakannya, keistimewaan hidangan ini ada pada isinya. Jika martabak umumnya menggunakan daging sapi, di sini menggunakan vegetarian chicken dan bumbu kari. Cara pembuatannya sama dengan martabak biasa, namun bagusnya di sini saat menggoreng tidak menggunakan terlalu banyak minyak. Saya suka kulit martabak yang tipis renyah (meskipun mudah hancur), dan lebih suka lagi dengan rasa isiannya yang sangat didominasi bumbu kari. Martabak Ceylon dimakan dengan semacam saus kari merah yang agak kental dan kaya rempah di dalamnya. Awalnya saya coba makan martabak tanpa saus dan terasa agak terlalu asin. Ketika dimakan dengan saus kari justru menjadi balance karena rupanya saus itu sendiri tidak asin, hanya menambah rasa rempah saja. Well, bagi sebagian orang aroma rempahnya mungkin terasa over powering, tapi bagi saya ini super enak. Nomnom!

Selain makanan, VMAD menyajikan dua macam minuman yang disajikan dalam cup kertas mini untuk semua peserta. Salah satu minuman didemokan langsung pembuatannya yang ternyata mudah dan bisa dibuat sendiri di rumah.
Tester size

Tester size

 
Green Fantasy (IDR 35k)
Green Healthy!

Green Healthy!

 
Dari warna hijaunya kita dapat menebak bahwa ini adalah jus sayuran. Yup, Green Fantasy terbuat dari green mountain chicory, nanas, jeruk nipis (lime), dan simple syrup. Meskipun hanya di-garnish sederhana, warna hijaunya yang segar sangat menggugah selera dan rasanya pun tidak mengecewakan. Sebersit rasa sayuran masih dapat saya rasakan, namun sama sekali tidak mengganggu karena lebih didominasi paduan nanas dan jeruk nipis yang asam segar.

Jamaican Cooler (IDR 36k)
Cold and sweet

Cold and sweet

 
Terbuat dari mocha syrup, ice cream vanilla, susu, dan kacang mete (cashew) sangrai yang diblender bersama es batu. Saya suka perpaduan aroma mocha syrup dengan ice cream vanilla yang terasa enak, sedikit tekstur creamy dari kacang mete, dan yang terpenting rasa manisnya yang tidak berlebihan.

Two thumbs up VMAD fot its yummy-flavourful foods and decent drinks! Ditambah dengan para crew yang ramah dan helpful membuat customer akan berkunjung lagi dan lagi ke restoran vegetarian ini.
 
Recommended Dish(es):  Green Fantasy,Hakka Bakka Noodle,Jamaican Cooler,Murtabak Ceylon
 
Date of Visit: Nov 16, 2014 

Spending per head: Approximately Rp100000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant | Steak & Grills | Hang Out

Hog's breath Cafe adalah sebuah restoran franchise dari Australia yang pertama kali dibuka pada bulan Juli 1989 oleh Don Algie, sang founding father yang kemudian mempunyai nama populer Boss Hog. Hog's Breath Cafe telah mempunyai lebih dari 80 outlet di negara asalnya, plus ekspansi ke Singapura, Thailand, dan kini Indonesia.
Welcome!

Welcome!

 
A chic corner

A chic corner

 
A nice corner

A nice corner

 
Outlet pertama Hog's Breath Cafe di Indonesia berlokasi di Tribeca, Central Park Mall. Terdiri dari dua lantai yang cukup luas, interiornya menggunakan banyak unsur kayu dan dihias berbagai ornamen yang unik dan menarik. Area bar tergolong luas, dengan koleksi puluhan botol minuman terpajang rapi di bagian belakang. Sebuah TV berlayar besar terpasang di area ini, pas untuk acara nobar sambil bersantai menikmati minuman.
Bar area

Bar area

 
Executive Chef of Hog's Breath Cafe

Executive Chef of Hog's Breath Cafe

 
Senang sekali saya berkesempatan menyaksikan cooking demo dari executive chef Hog's Breath Cafe yaitu Chef Anto, yang telah memiliki pengalaman di dunia hospitality sejak tahun 1991. Dengan fasih beliau menjelaskan mengenai ingredients yang digunakan, terutama jenis dan cara pengolahan Prime Rib yang merupakan ciri khas Hog's Breath Cafe. Berbeda dari restoran steak lain, Prime Rib di sini diolah dengan metode slow roast selama 8 jam. Keistimewaannya, meskipun telah diproses sekian lama, customer tetap bisa memesan steak dengan tingkat kematangan sesuai selera dari rare hingga well done.
Fresh & high quality one!

Fresh & high quality one!

 
Special made plates

Special made plates

 
Prime rib and home-made all beef patty

Prime rib and home-made all beef patty

 
Pada kesempatan itu didemokan menu burger dan sandwich yang proses pembuatannya tergolong simple dan cepat. Sebagian bahan (terutama side dish) sudah diolah terlebih dahulu karena keterbatasan waktu acara. Step-by-step pembuatan burger maupun sandwich sebenarnya sama. Burger bun dan loaf yang sudah dioles salted butter di-toast hingga salah satu permukaannya kuning kecoklatan, lalu giliran bahan-bahan isiannya yang di-pan fried. Setelah semua siap, susun di piring bersama side dish, dan hidangan pun siap disantap. Mudah, bukan?

Aussie Burger (IDR 89k)
Hog's home-made all beef patty topped with sliced cheese, lettuce, tomato, red onion rings, crispy bacon, fried egg, pineapple rings, beetroot, BBQ sauce, and served with curly fries and salad garnish
Yummy Patty

Yummy Patty

 
Tidak akan menyesal mencoba burger spesial ini, terutama karena home-made burger patty-nya yang super tebal dan juicy. Daging untuk burger patty tidak berlemak dan bumbunya khas karena diracik secara khusus ala Hog's Breath Cafe. Burger bun meskipun bukan home-made tetapi dipilih yang berkualitas tinggi sehingga rasa dan empuknya pas, apalagi jika disantap langsung selagi hangat. Komponen burger yang begitu kompleks menjadikan keseluruhan rasa dan teksturnya unik, terutama beetroot yang sangat tidak lazim untuk sebuah menu burger. Di antara tumpukan burger setinggi hampir 15 cm itu, saya suka pineapple ring dengan rasa asam manis segar yang sangat cocok berpadu dengan burger patty dan BBQ sauce. Salad garnish yang menyertai burger terasa light dengan dressing yang tidak terlalu banyak/pekat dan curly fries yang renyah turut melengkapi kenikmatan Aussie Burger.

Prime Rib Steak Sandwich (IDR 149k)
Tender Prime Rib char-grilled steak with cheese, beetroot, tomato, lettuce, onions and Hickory BBQ sauce on a toasted Vienna Loaf, served with curly fries and salad garnish
A premium sandwich

A premium sandwich

 
Pecinta steak yang sedang tidak ingin makan terlalu banyak daging, silakan pilih menu ini sebagai salah satu alternatif terbaik. Kualitas daging yang prima menjadikan rasa sandwich ini begitu istimewa. Prime Rib yang merupakan andalan Hog's Breath Cafe mempunyai tingkat kematangan sempurna sehingga masih tetap juicy di bagian dalam. Hickory BBQ sauce dengan aroma smoked yang kuat terasa agak mendominasi sejak gigitan pertama, but I like it!

Selain makanan, Hog's Breath Cafe menyajikan dua macam minuman favoritnya. Penyajian yang terlihat di sini bukan porsi sebenarnya karena hanya sebagai tester untuk acara cooking demo saja.
Classic Virgin Mojito (IDR 40k)
Perfecto!

Perfecto!

 
Senang mengetahui cocktail klasik ini tersedia versi tanpa alkohol, dan rasanya cocok di lidah saya. Komposisi jeruk nipis dan mint terasa balance, sangat menyegarkan diminum setelah menyantap steak. Jika sedang bosan dengan mojito classic, bisa dicoba varian Flavour Virgin Mojito (IDR 45k) yang tersedia rasa strawberry, peach, passion fruit, dan green apple.

Strawberry Mixed Smoothies (IDR 38k)
Fresh and healthy

Fresh and healthy

 
I love strawberry, as I like this beverage! Kekentalan dan rasa asam manisnya pas, serta benar-benar terasa smooth saat diminum. Selain menyegarkan, minuman ini sehat karena terbuat dari campuran buah dan susu segar.

Melalui acara cooking demo ini customer bisa menyaksikan langsung pembuatan makanannya, serta melihat cara kerja sang chef yang rapi dan higienis membuat kita tidak ragu menyantap hidangan dari Hog's Breath Cafe. Pelayanan dari crew restoran yang sigap dan helpful juga membuat kita semakin yakin untuk datang berkunjung ke restorannya.
Supplementary Information:
Classic Virgin Mojito adalah pilihan tepat yang sangat menyegarkan dan aman karena bebas alkohol
 
Recommended Dish(es):  Aussie Burger,Classic Virgin Mojito,Prime Rib Steak Sandwich,Strawberry Mixed Smoothies
 
Date of Visit: Nov 16, 2014 

Spending per head: Approximately Rp150000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kopitiam | Halal | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

Saat sedang mengunjungi teman di Karawaci, saya berkesempatan mencoba sebuah resto berkonsep unik yaitu PENJARA. Bong Kopitown sebenarnya sudah cukup lama beroperasi di Jakarta dengan beberapa cabang, hanya saya belum berkesempatan mengunjungi salah satunya. Ketika melihat Bong Kopitown telah buka di Supermall Karawaci, segera saya manfaatkan kesempatan ini untuk makan bersama sembari bernostalgia dengan teman-teman semasa kuliah dulu.

Tidak sulit menemukan resto ini di dalam Supermall Karawaci. Terletak di lantai 1 bagian tengah, resto ini sudah kelihatan dari lantai dasar dengan logo restoran besar yang menyala terang di atas dasar hitam.
Welcome to the jail!

Welcome to the jail!

 
bagian depan

bagian depan

 
Tampilan resto memang sudah sangat menarik perhatian karena konsepnya yang unik. Ruangan resto terbagi menjadi beberapa bagian dibatasi jeruji besi yang membentuk seperti sel-sel di penjara. Ada beberapa "ruangan" sel yang masing-masing bisa memuat 6-8 orang, dan sisanya berupa ruangan tanpa pembatas dengan meja-meja yang lebih kecil memuat 2-4 orang. Lantai dan dinding hanya berupa lapisan semen untuk lebih memperkuat kesan penjara. Beberapa bagian dinding digambari seolah graffiti yang dibuat para tahanan untuk menghabiskan waktu di penjara.
Suasana penjara

Suasana penjara

 
Grafitti

Grafitti

 
Saya datang bersama 2 orang teman sebelum jam makan malam. Resto masih agak sepi, sehingga kami pun masih bisa menempati ruangan sel yang seharusnya untuk 6-8 orang karena masih ada yang kosong. Ruangan sel ini memang paling favorit karena di tempat inilah suasana makan di dalam penjara benar-benar terasa, tak heran jika semua tamu ingin duduk di sini.

Kami sengaja tidak memesan makanan berat karena masih ada rencana lain setelah dari sini. Berikut adalah menu-menu pilihan kami untuk dinikmati di dalam "penjara":

Ham Pan (IDR 17k)

 
Tidak ada penjelasan pada daftar menu menjadikan kami agak menebak-nebak apa sebenarnya isi menu ini. Daripada penasaran maka kami memutuskan memesannya. Ternyata ini adalah semacam bubur sumsum dengan taburan topping sayuran yang dirajang halus di atasnya. Bubur sumsum berwarna putih terasa lembut dan rasanya tidak terlalu asin justru sedikit manis. Topping sayuran di atasnya seperti sudah diasinkan (semacam sawi asin) dan ditumis hingga berwarna kecoklatan dengan rasa asin yang lebih dominan. Saya pribadi suka dengan menu ini. Rasa toppingnya sedikit unik namun secara keseluruhan terasa enak, terutama jika dimakan selagi masih hangat.

Old Town Juhi (IDR 28k)
Yummy!

Yummy!

 
Mie keriting kuning dengan potongan selada dan suwiran juhi disiram bumbu kacang. Disajikan di atas piring kaleng ala penjara, namun secara tampilan tetap cantik ala cafe. Rasanya hampir seperti gado-gado, dengan bumbu kacang yang harum beraroma ebi. Mie kuningnya agak tebal dan sedikit kenyal, tetapi dengan tingkat kematangan yang pas menjadikannya tetap mudah dikunyah. Potongan selada segar dan suwiran juhi yang cukup banyak melengkapi rasa dan tekstur menu ini. Saya dan teman-teman pun sepakat bahwa ini yang terenak diantara menu-menu yang kami pesan saat itu.

HK Toast Mix (IDR 18k)

 
Menu ini sebenarnya sederhana saja berupa 4 potong roti bakar dengan varian topping berbeda yaitu kaya, peanut butter, nutella, dan polos (tanpa topping). Disajikan dalam loyang aluminium dan potongan roti yang berkesan sekadarnya menjadikan hidangan ini benar-benar seperti makanan untuk tahanan, namun rasanya tetap ala restoran. Roti bakarnya crunchy dengan aroma bakar yang harum, ditambah olesan topping yang cukup banyak meskipun hanya di satu sisinya saja. Favorit saya tentunya yang nutella, juga yang polos tanpa topping karena benar-benar terasa renyah dan wangi.

Ubi Goreng Bumbu Tabur (IDR 18k)

 
Semacam french fries, namun sedikit lebih sehat karena terbuat dari ubi. Berbalut tepung tipis namun crunchy dan taburan bumbu menjadikan menu ini cocok dimakan sambil ngobrol santai bersama teman. Tanpa terasa seporsi ubi goreng yang tersaji dalam loyang aluminium ini pun habis dan rasanya ingin tambah lagi... yummy!

Ngobrol sambil menikmati cemilan tentu tidak lengkap tanpa minuman. Setelah melihat-lihat menu, kami bertiga sepakat memilih minuman sehat berikut ini:

Green Healthy (IDR 17k)
Jus segar dan menyehatkan dari sayurah hijau ini terlihat menarik dari segi tampilan warnanya. Ketika dicoba, rasanya juga tidak mengecewakan. Masih sedikit terasa aroma sayurannya, namun tidak sampai terasa pahit dan masih bisa ditolerir. Kalau mau sehat kadang harus sedikit mengorbankan kenikmatan, ya? 
Sehat

Sehat

 
Soursop Juice (IDR 17k)
Jus sirsak di sini enak karena cukup kental, tidak terlalu banyak campuran es batu dan tambahan gulanya. Satu gelas jus porsinya pas untuk satu orang dan agak mengenyangkan juga karena kentalnya itu.
Segar dan tidak terlalu asam

Segar dan tidak terlalu asam

 
Strawberry Juice (IDR 17k)
Ini dia jus kesukaan saya. Rasa asam manisnya balance dan bagusnya tidak ditambah susu, tepat seperti keinginan saya. Kekentalannya pas sehingga konsistensi rasanya terjaga dari awal dihidangkan hingga minuman habis.
Enak dan menyegarkan

Enak dan menyegarkan

 
Pengalaman pertama makan di dalam penjara ternyata menyenangkan. Makanan dan minuman yang kami pesan semuanya memuaskan. Rasa yang enak dan dan penyajian yang menarik sesuai konsep resto menjadi daya tarik tersendiri. Dari segi harga tergolong sangat terjangkau, sepadan dengan besarnya porsi yang didapat. Di Bong Kopitown kita bisa makan puas di tempat yang unik dan nyaman tanpa khawatir menguras kantong.
Waitress berbaju tahanan

Waitress berbaju tahanan

 
Pelayanan di sini juga memuaskan menurut penilaian kami. Selain berpenampilan menarik sesuai konsep resto -yaitu berbaju garis-garis hitam putih ala tahanan, waiter dan waitress yang melayani kami semua ramah dan cekatan. Mereka pun tidak pernah keberatan membantu para tamu yang pastinya ingin berfoto ria di tempat makan unik ini.

Saya dan teman-teman benar-benar bisa merasakan menjadi "The Happiest Prisoner on Earth" sesuai tagline Bong Kopitown, dan tentunya ingin kembali lagi untuk mencicipi hidangan lainnya yang juga menjadi andalan mereka.
Supplementary Information:
Jika ingin menempati ruangan sel sebaiknya datang awal sebelum jam makan (sebelum ramaidan jumlah orang minimal lebih dari 2 orang
 
Recommended Dish(es):  strawberry Juice
 
Table Wait Time: 15 minute(s)


Spending per head: Approximately Rp55000(Night Snack)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Mencicipi Galette ala Kitchenette Smile Oct 23, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Barat | Restaurant | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

Kembali berkunjung ke Central Park Mall, sekali lagi saya mengikuti "arahan" teman tercinta untuk pilihan tempat makan malam. Melintasi Tribeca Park, akhirnya kaki pun melangkah menuju Kitchenette yang berada di area tersebut, tepatnya di ujung kolam ikan. Neon sign Kitchenette menyala terang bersebelahan dengan Pizza E Birra, karena kedua restoran besutan Ismaya Group ini memang berbagi tempat di area yang sama.
Welcome

Welcome

 
Untuk memasuki resto kita harus melewati semacam jembatan berlantai kayu yang agak menanjak. Di ujung jembatan itu kita langsung disambut crew restoran yang berfungsi sebagai usher. Mereka akan menanyakan apakah akan ke Kitchenette atau Pizza E Birra, untuk berapa orang, dan apakah ingin duduk di area smoking atau non smoking. Jika tempat tersedia, maka kita akan diantar ke tempat duduk sesuai permintaan. Jika sedang penuh, mereka akan menyusun waiting list dan menginformasikan masih harus menunggu berapa tamu lagi. Sistem seperti ini memang menjadikan restoran berkesan eksklusif dimana tamu tidak bisa bebas masuk, namun sisi baiknya tamu tidak akan kecewa karena tidak mendapat tempat duduk saat sudah memasuki restoran. Jika memang harus menunggu waiting list juga sudah diberitahukan di awal, jadi tamu bisa memutuskan apakah mau menunggu atau cancel.

 
Dari pintu masuk, Kitchenette terletak di sebelah kanan, sedangkan Pizza E Birra di sebelah kiri. Kami pun ke bagian kanan karena memang bertujuan makan di Kitchenette, meskipun katanya dari tempat Kitchenette kita pun bisa memesan menu dari Pizza E Birra dan sebaliknya. Memasuki resto, saya lihat tampilan interior dari resto-resto Ismaya Group memang tidak pernah mengecewakan, semuanya di-design dengan apik dan berkonsep. Kitchenette rupanya menerapkan konsep seperti sebuah dapur besar dimana tamu bisa memilih menu dengan memesan langsung di booth makanan. Di bagian atas terpampang nama-nama menu andalan, dan ada pula satu bagian salad bar dimana tamu bisa langsung memilih isi salad yang diinginkannya. Meja dan kursi makan bergaya simple seperti suasana sebuah food court, namun terlihat hangat dan nyaman karena penggunaan material kayu.
Nice corner

Nice corner

 
Cute frames

Cute frames

 
Attractive floor

Attractive floor

 
Pernak-pernik cantik tampak menghiasi beberapa bagian resto, seperti salah satu sudut ruangan di dekat meja yang saya tempati dihiasi susunan perabot sederhana namun berkesan homey seperti di rumah sendiri. Bagian tiang pun tak lepas dimanfaatkan dengan dihiasi susunan frame yang tampak cute dan menarik. Satu lagi yang saya suka adalah lantainya yang berkesan vintage, dibuat seperti tegel kuno dengan perpaduan warna hitam-putih-hijau yang terlihat modern-klasik, plus tegel khusus berlogo Kitchenette. Tak lupa lighting dibuat sedikit temaram dengan cahaya kekuningan, menambah kesan bersahabat dan homey.

Dari awal disodorkan menu, saya pribadi sudah tertarik dengan menu Galette yang ada di "papan menu" dua sisi tersebut. Galette sebenarnya hampir sama dengan crepe, namun bercita rasa gurih-asin. Satu sisi berisi aneka menu crepe (manis) dengan nama-nama perempuan, dan satu sisi lagi menu galette (savory) dengan nama-nama laki-laki. Unik!
Logo

Logo

 
Menu

Menu

 
Untuk pilihan tempat makan memang teman saya yang menentukan, tetapi untuk menu giliran dia yang mengikuti saya. Kami pun sama-sama memilih galette dengan varian yang berbeda.

Michel (IDR 65k)
Traditional galette with chicken/pork ham, egg, and mozarella cheese
Like it so much

Like it so much

 

 
Galette pilihan saya isinya memang sederhana dan klasik ala Eropa. Sengaja saya pilih ini karena ingin rasa yang basic saja, dan ternyata memang tidak salah. Keju mozarella dan ham sudah tercampur menjadi satu di dalam lipatan galette, sedangkan telur mata sapinya ditambahkan di atas sebagai topping. Keseluruhan rasanya pas, tidak terlalu asin, dan kuning telurnya masih sedikit meleleh ketika dipotong. Galette ini kelihatannya tipis berkesan tidak mengenyangkan, tepi kenyataannya perut terasa full setelah saya menghabiskan suapan terakhir. Yummy and I like it!

Raul (IDR 75k)
Sauteed dory aglio olio with mozarella, black olives, chilli peppers, and fresh greens
Yummy

Yummy

 

 
Saya mencicipi sedikit menu pesanan teman saya ini, karena kami memang biasa bertukar menu saat makan bersama. Dory aglio olio terasa dominan bawang putih, mengalahkan rasa komponen lain yang hanya seperti sedikit topping tambahan saja. Menu ini memang lebih kaya rasa dan komponen, tetapi entah mengapa bagi saya rasa gurihnya cenderung berlebihan. 

Freshly Squeezed Strawberry Juice (IDR 35k)
Fresh

Fresh

 
Untuk minuman, kami sedang kompak memilih fresh strawberry juice. Kekentalannya pas, demikian pula penambahan gulanya sehingga masih terasa asam segarnya buah strawberry yang kami sukai. Jus buah segar memang tidak pernah mengecewakan, dan pastinya sehat. Good choice, 'rite?

Pelayanan tergolong cepat untuk kondisi resto yang cukup ramai. Setidaknya kami tidak sulit memanggil waiter/waitress saat memerlukannya. Makanan yang kami pesan memang keluar agak lama, mungkin karena galette harus dibuat dari awal. Dari segi harga kelihatannya sedikit overprice, namun jika sudah sering makan di restoran-restoran di bawah naungan Ismaya Group, harga tersebut tergolong "standar". Terkadang kita membayar suatu makanan tidak melulu karena rasanya saja, namun untuk kenyamanan, suasana restoran, pelayanan, dan penyajian makanannya yang menarik. Untuk semua aspek tersebut, kami menilai harga yang dibayarkan masih affordable.

Kami cukup puas mencicipi makanan tradisional asal Brittany, Perancis di Kitchenette ini, dan sepertinya ingin segera kembali untuk mencoba crepe manisnya di lain waktu. See U!
Supplementary Information:
Seluruh area restoran akan menjadi smoking room di atas pk. 21.00, jadi jika Anda ingin benar-benar bebas dari asap rokok bisa menghindari jam tersebut.
 
Recommended Dish(es):  Michel Galette,Raul Galette,Freshly Squeezed Strawberry Juice
 
Table Wait Time: 15 minute(s)


Spending per head: Approximately Rp100000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Lomie Pinangsia Di Tempat Aslinya Smile Oct 23, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Chinese | Restaurant | Bakmi/Kwetiau

Mengikuti "tour kuliner" bersama teman-teman yang mempunyai minat sama memang mengasyikkan dan seru, salah satunya saya bisa menyambangi sebuah restoran kecil namun legendaris di daerah Pinangsia. 

Ada banyak restoran atau warung yang menggunakan nama Lomie Pinangsia, namun Lomie "Amen" Pinangsia ini disebut-sebut sebagai pelopor lomie khas Pinangsia yang berkuah coklat kental bening, bukan kuah putih keruh seperti lomie pada umumnya. Di kemudian hari memang ada juga yang meniru kuah coklat seperti ini, namun jika ingin mencicipi cita rasa yang asli tentu kita harus mencoba dari pelopornya.
Lomie Amen Pinangsia yang asli

Lomie Amen Pinangsia yang asli

 
Tampak depan restoran

Tampak depan restoran

 
Lomie "Amen" Pinangsia tempatnya sangat sederhana, terletak di lantai 1 dari rumah pemiliknya yang berbentuk memanjang ke belakang. Logo restoran hanya berupa spanduk yang dipasang di atas pagar depan, namun cukup eye catching dengan huruf berwarna merah di atas background kuning terang. Di sebelah kiri tulisan terdapat foto sang pemilik yaitu Bapak Amen yang juga kami temui secara langsung di restoran saat itu. Bangunannya terlihat sudah lama, tetapi di dalamnya cukup bersih dengan meja-kursi makan yang sederhana pula. Dapur tempat meracik makanan berada di bagian depan dengan pembatas kaca yang fungsinya jadi seperti etalase. Setiap pengunjung yang datang pasti akan melewati bagian dapur ini sebelum masuk dan duduk di ruang makan. Dapurnya memang tidak bisa disebut rapi ala restoran, lebih seperti dapur di rumah biasa, tetapi tergolong bersih. Sang pemilik sendiri langsung turun tangan meracik lomie pesanan customer dengan dibantu karyawan atau anggota keluarganya.

Pelayanan di restoran yang dikelola oleh keluarga ini juga tidak mengecewakan. Ketika customer datang dan duduk, langsung ditanya ingin pesan makanan dan minuman apa. Tak lama setelah memesan, minuman sudah diantarkan, dan tak lama kemudian lomie pun terhidang. Baik anggota keluarga maupun karyawan semuanya sigap dan cekatan melayani customer, terlihat mereka sudah biasa melayani banyak orang saat restoran ramai.

Tak perlu lama-lama memilih karena menu utama di sini hanya lomie saja, dengan pilihan memakai daging babi, ayam, atau campuran keduanya. Daging babi panggang dan ayam rebus yang akan dijadikan topping sudah tersedia di dapur, jadi jika customer ada special request ingin bagian daging tertentu bisa minta langsung saat memesan.
Topping Lomie

Topping Lomie

 
Lomie Ayam (IDR 40k)
Lomie dengan potongan daging dada ayam rebus

Lomie dengan potongan daging dada ayam rebus

 
Saya bersama beberapa teman sepakat berbagi (sharing) karena sebelumnya kami sudah makan di tempat lain sehingga "kapasitas" perut sudah berkurang. Seporsi Lomie terhidang di depan kami tanpa menunggu lama. Kami memilih topping daging ayam karena beberapa di antara kami tidak makan daging babi.
Lezat!

Lezat!

 
Yummy

Yummy

 
Porsi lomie cukup besar berisi mie, sayuran, topping daging, dan kuah coklat bening yang terlihat kental. Bentuk mie agak tebal dan teksturnya firm, tetapi tidak terlalu kenyal -dan saya suka mie yang seperti ini. Sayuran berupa bayam dan tauge yang direbus sebentar terasa masih "crunchy" dengan tingkat kematangan yang pas. Topping daging ayam yang diberikan cukup generous, dan saya senang sekali karena mendapat bagian dada yang empuk dan tebal -tepat seperti kesukaan saya. Semua komponen tersebut disiram kuah coklat bening yang sepintas terlihat sangat kental. Setelah diaduk beberapa saat, ternyata kuahnya tidak sekental kelihatannya, dan yang lebih penting rasanya enak sekali! Ini melebihi ekspektasi saya pribadi, karena biasanya saya tidak suka kuah lomie yang putih keruh agak kental. Kuah coklat ini rasanya balance dan ada seberkas aroma jeruk limau yang menjadikannya segar, tidak membuat eneg.

Es Teh Manis (IDR 4k)
Siang hari yang terik di daerah Jakarta Utara begini paling enak minum sesuatu yang dingin. Es teh manis menjadi pilihan tepat yang menyegarkan. Kepekatan dan rasa manisnya pas menghalau dahaga sekaligus menetralisir rasa gurih-asin setelah makan lomie.

Saya merasa puas dan senang bisa makan Lomie Pinangsia di tempat aslinya, langsung diracik oleh pemiliknya sendiri pula. Meskipun tempatnya sederhana dan cukup jauh dari keramaian, semuanya terbayar dengan cita rasa lomie yang istimewa. Tidak heran jika restoran lomie yang sudah beroperasi sejak tahun 1945 ini tetap eksis hingga sekarang, bahkan sudah membuka cabang di salah satu mall besar. Ya, bagi yang ingin menikmati Lomie "Amen" Pinangsia dengan lebih mudah dan nyaman bisa mengunjungi Eat & Eat di Mall Kelapa Gading dan mencari booth Lomie "Amen" Pinangsia di sana.
Supplementary Information:
Lomie sebaiknya segera dihabiskan selagi masih hangat karena akan lebih enak rasanya dibanding jika sudah mulai dingin. Ada cabang di Eat & Eat Mall Kelapa Gading.
 
Recommended Dish(es):  Lomie Ayam
 
Table Wait Time: 7 minute(s)


Spending per head: Approximately Rp45000

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0