OpenRice Index
  
missnl
This is missnl living in Cilandak. I am a graphic designer, work in Lebak Bulus. I like to hang out in Tanjung Duren, Pondok Indah, Senayan. Bali, Chinese, Itali, India are my favorite cuisines. I also love Street Foods, Kafe, Restaurant, lounge and Siomay / Batagor, Pizza & Pasta, sate lilit bali.
Member 10 First(s)
No. of Review67 Review(s)
編輯推介數目33 Editor's Choice
Recommended8 Recommended
Popularity3664 View(s)
Replies in Forum1 Comment(s)
Upload Photos1237 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant42 My Restaurant(s)
Follow58 Following
粉絲391 Follower(s)
missnl  Level 3
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 21 to 25 of 67 Reviews in Indonesia
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Roti & Kue

Kebetulan kakak sepupu berkunjung ke rumah saya untuk menengok Oma karena mereka sudah lama tidak bertemu. Nah, kakak sepupu saya ini membawa dua kotak cake dari Cheese Cake Factory sebagai oleh-oleh.
Vanilla Fruit (10 x 20 cm, IDR 120k)
Tampilan kuenya menarik dan 'fresh' karena bagian atasnya dipenuhi potongan buah warna-warni yaitu strawberry, kiwi, mandarin orange, dan anggur red globe. Sekeliling sampingnya dibalut dengan roasted almond flakes yang masih crunchy. Di dalamnya terdiri dari vanilla sponge cake yang lembut dan moist, berselang-seling dengan cheese cake. Keseluruhan rasa dari varian yang satu ini tidak terlalu manis dan tidak membuat 'eneg', apalagi jika dimakan bersamaan dengan buah-buahan segar yang menjadi toppingnya itu… yang lagi ngantuk pun langsung segar lagi deh! Varian Vanilla Fruit ini merupakan pilihan tepat bagi mereka yang tidak terlalu suka aroma keju yang kuat, sehingga bisa tetap menikmati cheese cake dengan rasa yang tergolong mild.
Fruity

Fruity

 
Fresh!

Fresh!

 
Yummy

Yummy

 
Hanya ada satu kelemahannya, cake bertopping buah ini sebaiknya dihabiskan sesegera mungkin, kalau bisa di hari yang sama setelah pembelian. Topping buah di bagian atasnya itu sangat mudah basi dan akan mempengaruhi rasa cheese cake-nya juga. Kalaupun terpaksa harus disimpan lebih dari sehari, sebaiknya dimasukkan ke freezer tanpa topping buahnya, hanya saja tekstur cheese cake-nya tentu akan berubah jadi tidak seenak semula. Choice is yours!

Rainbow Cake (10 x 20 cm, IDR 140k)
Tampilannya cukup menarik dengan tiga lapisan berbeda warna, merah-kuning-hijau, seperti lampu lalu lintas yakk.. hehehe… Bagian atasnya dihias minimalis dengan taburan gula halus, rice krispies, dan potongan cake 3 warna (bahan dan warna yang sama dengan isinya) dan sebutir strawberry utuh. Cake-nya agak padat seperti bolu, diantara tiap lapisan cake terdapat cheese cake lembut yang cukup tebal sebagai pelekatnya.
Keseluruhan rasa Rainbow Cake ini lebih manis jika dibandingkan dengan Vanilla Fruit. Ketika saya coba memakan cake-nya saja (garnish potongan cake di atas kue) ternyata memang sudah manis.. ya pantaslah kalau jadi dominan rasa manisnya, apalagi ketika dimakan sekaligus dengan lapisan cheese cake plus taburan gula halus di atasnya. Hey diabetics, beware!

 

 
Like a traffic light

Like a traffic light

 
Cake dari Cheese Cake Factory yang didirikan sejak tahun 2004 ini memang jarang yang mengecewakan. Saya sendiri sudah pernah mencicipi beberapa varian cake lainnya. Rata-rata cakenya enak, hanya memang saya pribadi tidak bisa makan banyak karena tidak terlalu menyukai cake atau kue yang terlalu manis. Satu atau dua slice cheese cake masih bisa diterima, lah.. hehehe. Kedua jenis cake yang saya cicipi kali ini merupakan alternatif lain bagi yang ingin menikmati cheese cake tetapi tidak suka full cheese cake yang kadang membuat eneg bagi sebagian orang. 
CCF

CCF

 
Sesuai dengan tagline-nya "We Are More Than Just A Cake Shop", kini Cheese Cake Factory dengan delapan gerainya yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya mempunyai produk yang lengkap selain dessert yaitu dine in restaurant dengan menu makanan, minuman, hingga wine yang beragam. Tersedia juga layanan delivery dan online order yang sangat praktis dan memudahkan konsumen memesan kue.
 
Recommended Dish(es):  Vanilla Fruit
 
Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Gudeg Adem Ayem OK Oct 15, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jawa | Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga

Kebetulan ada saudara yang datang membawakan oleh-oleh dua porsi gudeg untuk Oma saya. Gudeg itu di-package dalam kotak hijau yang cukup menarik perhatian saya. Pertama, kotaknya berbahan kardus bukan styrofoam. Kedua, design kotaknya terlihat "vintage" dengan warna hijau yang eye catching. Tertarik?
A vintage packaging

A vintage packaging

 
Kalau dilihat dari packagingnya, Rumah Makan Adem Ayem bisa dikategorikan sebagai resto masakan Indonesia "old fashioned" di Jakarta yang sudah ada sejak tahun 1969. Penilaian ini memang masih sangat subyektif dari saya pribadi, mengingat saya tidak mengunjungi restonya langsung, hanya melihat dari logo dan packagingnya saja. Nama restonya tercetak dengan warna hitam solid, flat, dan menggunakan jenis font yang simple. Nah, logogram-nya lumayan "seru" nih… ada gambar ayam berwarna merah terang di atas huruf A berwarna kuning, kemudian di belakangnya ada warna putih, hitam, dan biru gradasi beberapa lapis. Rame dan kontras!
Tak perlu berlama-lama dengan kemasan, saatnya meninjau isi di dalamnya. Satu kotak berisi satu porsi gudeg lengkap dengan sambal goreng krecek, sepotong ayam, sebutir telur, areh dan sambal. Arehnya dibungkus plastik terpisah dan sambalnya ditempatkan dalam plastik ziplock rapi. Dilihat dari tampilan sekilas cukup menjanjikan, semoga demikian juga dengan rasanya.

 

 
Sebagai penyuka gudeg yang tidak terlalu manis, gudeg Adem Ayem ini pas dengan selera saya. Dari tampilan warna coklatnya memang terlihat tidak terlalu banyak kecap, coklatnya merata tapi tidak terlalu gelap. Nangka mudanya dipotong dalam ukuran sedang dan tingkat kematangannya pas, empuk tapi tidak sampai terlalu lunak atau hancur. Sambal goreng kreceknya tidak terlalu pedas, sedap, dan yang penting kreceknya empuk/lembut, tidak kenyal seperti permen karet. Telurnya berwarna coklat di bagian luar dan cukup meresap hingga ke dalam, tandanya bumbu cukup meresap jadi rasanya tidak hambar seperti telur rebus biasa. Sepotong ayam yang menyertai setiap porsi sudah dibuang tulang dan dimasak bersama bumbu hingga empuk. Arehnya berwarna putih kekuningan, tidak terlalu kental, gurihnya pas, dan santannya tidak pecah (split) meskipun dipanaskan. Areh ini dahulunya terbuat hanya dari santan yang dikentalkan hingga jadi gurih dan asin, namun belakangan lazimnya justru santan ditambah putih telur yang diaduk merata sehingga lebih praktis dan menghemat pemakaian santan. Demikian pula areh dari resto Adem Ayem ini sepertinya memakai putih telur tetapi tidak terlalu banyak dan tercampur dengan sangat baik. Satu hal yang saya suka, resto ini tidak pelit areh seperti resto gudeg ternama yang pernah saya coba. Kalau arehnya cuma seiprit sih mana berasa ya? hehehe… Tak ketinggalan, sambalnya yang memiliki citarasa cenderung manis dan tingkat kepedasan menengah melengkapi menu gudeg ini.
Kalau boleh jujur, dari segi rasa gudegnya sendiri buat saya terasa kurang mantap, bisa dibilang "kurang berani bumbu". Rasa gudegnya baru pas dan mantap jika dimakan sekaligus dengan sambal goreng krecek, telur, siraman areh (harus agak banyak), dan tentunya ditambah sambalnya yang agak manis itu. Saya jadi berpikir, mungkin gudegnya sendiri memang sengaja dibuat tidak terlalu dominan agar rasanya justru menyatu pas ketika dimakan dengan pelengkapnya.
Bagi yang penasaran, silakan dicoba saja lho...
 
Recommended Dish(es):  Gudeg Komplit
 
Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Ayam Presto Empuk OK Oct 15, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga

Sebenarnya saya sudah cukup lama mengetahui tentang resto ayam yang telah memiliki banyak cabang di Jakarta dan Bali ini, tetapi memang belum pernah mampir, padahal ada juga satu cabangnya yang berlokasi dekat rumah saya. Akhirnya pada satu kesempatan saya pun menyambangi salah satu cabangnya yang berlokasi di Jl. Wolter Monginsidi, Jakarta Selatan.
Menu

Menu

 

 
Memasuki resto berdekor modern minimalis ini, suasana resto fast food terasa "kental" dengan penggunaan meja dan kursi berbahan plastik. Area resto tergolong cukup besar untuk ukuran kavling di tepi jalan raya yang ramai di kawasan elit Kebayoran Baru. Di sebelah kanan pintu masuk resto terdapat smoking room yang dibatasi kaca dan berpintu sehingga asap rokok tidak akan mengganggu pengunjung lainnya.
Resto sedang tidak ramai saat kami datang, hanya ada beberapa meja saja yang terisi. Menu yang tersedia di sini sebenarnya cukup bervariasi, ada pula ragam menu bebek dan bandeng tetapi memang menu ayam yang paling digemari. Tante saya yang sudah beberapa kali makan di resto ini (di beberapa cabang yang berbeda) langsung memilih menu sekaligus membantu memilihkan untuk kami semua.
Makanan tersaji di meja kami dalam waktu yang tidak terlalu lama, selain karena sedang tidak ramai, jenis pesanan kami pun tidak terlalu beragam dan bukan menu yang harus dimasak dalam waktu lama. Oke, berhubung kami sudah cukup lapar, langsung diserbu saja. Selamat menikmati!
Ayam Goreng (1 ekor IDR 68.182, 1/2 ekor IDR 34.545, 1 potong IDR 17.273, 1 paket nasi IDR 22.727)
Comes with Crunchy Kremes

Comes with Crunchy Kremes

 

Di resto ini kita dapat memilih porsi ayam antara satu ekor, setengah ekor, per potong (dada/paha), dan paket. Setiap porsi disajikan dengan lalapan ketimun-daun kemangi dan sambal yang sudah tersedia dalam mangkuk kecil di setiap meja. Menu paket terdiri dari satu potong ayam dengan nasi putih, serta bisa mendapat tambahan menu sayur (plecing kangkung/karedok/pecel sayur) hanya dengan menambah IDR 5.000 saja.
Dikarenakan keluarga kami cenderung lebih menyukai bagian dada ayam, maka kami memesan yang per potong. Satu potong dada ayamnya termasuk cukup besar, porsinya pas untuk seporsi nasi yang mengenyangkan satu orang. Sesuai nama restonya, ayam di sini sudah dipresto sehingga tulangnya lunak dan dapat dimakan seluruhnya hingga tak bersisa. Potongan ayam goreng ini disajikan dengan taburan kremes yang terbuat dari tepung. Kremesnya cukup banyak dan crispy, hanya sayang tidak dibumbui alias hambar, sehingga harus dimakan bersama potongan daging ayam dan sambal supaya ada rasanya. Rasa ayam gorengnya sendiri enak, asinnya pas, dan meresap sampai ke seluruh bagian dada ayam yang cenderung tebal dan padat, serta digoreng dengan tingkat kematangan yang pas hingga crispy tapi tidak sampai menjadi keras.

Ayam Bakar Bumbu Manis (1 ekor IDR 71.818, 1/2 ekor IDR 36.364, 1 potong IDR 18.182, 1 paket nasi IDR 23.636)
Well seasoned

Well seasoned

 

 

Untunglah selain ayam goreng masih ada menu ayam bakar, sehingga saya masih punya pilihan. Untuk menu ini dapat dipilih antara bumbu manis dan manis pedas, sedangkan jenis porsinya sama dengan ayam goreng yaitu seekor, setengah ekor, per potong, dan paket. Kami memilih bumbu manis dengan pertimbangan untuk rasa pedas bisa di-adjust sendiri dengan sambal nantinya, lebih aman daripada memilih bumbu manis pedas dan nantinya kepedasan. Tadinya kami khawatir menu ayam bakar akan tersaji lebih lama, tetapi waiternya mengatakan sama saja waktu memasaknya dengan ayam goreng. Ah, rupanya semua ayam sudah dimatangkan lebih dahulu, hanya tinggal digoreng atau dibakar sebentar jika ada pesanan. Benar saja, semua menu ayam tersaji hampir bersamaan di meja kami.
Ayam bakar bumbu manis ini berpenampilan coklat dan glazy, terlihat berbumbu dan lezat, sangat mengundang untuk segera dimakan. Benarkah rasanya demikian? Ternyata… dominan maniiiiis! Bumbunya hampir seperti dari kecap seluruhnya, tidak ada rasa bumbu racikan yang khas atau unik menurut pendapat saya. Bumbunya memang meresap hingga ke dalam daging, tetapi bagi saya yang kurang menyukai kecap dan rasa manis, menu ini jadi tidak istimewa. Untuk menyeimbangkan rasa manis yang dominan ini saya tambahkan sambal dan sambal mangga sehingga keseluruhan rasanya lebih enak ketika dimakan bersama nasi hangat.

Nasi Putih (IDR 5.455)
Nasi putihnya cukup pulen dan dimasak pas sehingga tidak pera. Satu porsi nasi tergolong pas untuk kami, tetapi bagi yang terbiasa makan nasi banyak sepertinya tidak cukup hanya satu porsi untuk sekali makan. Nasi putih ini dicetak berbentuk memanjang seperti bentuk daun, sedikit lebih cantik daripada bentuk setengah lingkaran yang umum ditemui di resto lain.

Tahu Telur (IDR 22.727)

 

Kami memesan menu ini untuk di-share beramai-ramai sebagai "selingan" diantara menu utama ayam goreng dan bakar. Kami semua sudah familiar dan menyukai tahu telur karena termasuk menu yang simple dan light. Ekspektasi kami pun sebenarnya tidak terlalu tinggi, karena menu se-simple tahu telur memang jarang dimodifikasi bumbunya, jadi rasanya pasti begitu-begitu saja. Porsinya sedang dengan penampilan standar ber-topping kol rebus diiris tipis, tauge rebus, dan kacang tanah goreng. Ketika dicicipi… kenapa ada rasa asam yang cukup kuat, yaaa? Belum pernah kami makan tahu telur dengan rasa asam begini, karena setahu kami memang bumbunya tidak memakai jeruk nipis ataupun asam jawa. Sebenarnya tahu telurnya sendiri cukup tasty, bumbu kecapnya terasa, dan teksturnya kering agak crispy di luar dan lembut di bagian dalam. Bumbu kecapnya pun enak, hanya seharusnya tanpa rasa asam yang merusak keseluruhan rasa. 

Sambal Mangga (IDR 6.818)

 

Saya suka sekali sambal dengan potongan mangga muda atau pencit, maka ketika melihat di menu ada jenis sambal ini, langsung saya pesan. Saya sudah membayangkan sambal yang pedas-asam-segar, tetapi agak kecewa ketika akhirnya mencicipinya. Mangga mudanya sangat lunak seperti sudah dimasak sehingga tidak terasa lagi asam segarnya. Keseluruhan rasa sambalnya cenderung kurang sedap dibanding sambal standar untuk ayam presto yang sudah tersedia di meja dan bisa diambil sepuasnya. Akhirnya saya campurkan sambal mangga dengan sambal standar tersebut sehingga bisa "memperbaiki" keseluruhan rasanya.

Juice Strawberry (IDR 15.455)

 

Usai menyantap ayam goreng yang gurih dan berbumbu, paling enak minum yang segar sekaligus menyehatkan. Pilihan saya jatuh pada fresh strawberry juice yang merupakan minuman favorit saya. Bagusnya, strawberry juice di sini tidak ditambah susu, tepat seperti yang saya inginkan. Ketika saya coba, rasanya tidak mengecewakan. Juice tidak terlalu encer dan penambahan gulanya sudah pas, segar dan enak!

Pelayanan di resto ini cukup baik dan cekatan, makanan pun terhidang cukup cepat sehingga customer tidak bete menunggu terlalu lama. Justru agak disayangkan beberapa menunya dibawah harapan kami -terutama saya- dan di luar dugaan justru saya cukup menikmati menu ayam gorengnya dibanding yang lain. Jarang saya bisa menikmati menu ayam goreng sedemikian ini. Ternyata menu Ayam Goreng Presto Ny. Nita memang layak menjadi primadona!
Supplementary Information:
Menu ayamnya patut dicoba, dan tidak perlu khawatir terlalu lama menunggu karena ayamnya sudah diproses sebelumnya sehingga baik ayam bakar & goreng bisa disajikan bersamaan.
 
Recommended Dish(es):  Ayam Bakar Bumbu Manis,Ayam Goreng
 
Table Wait Time: 10 minute(s)


Spending per head: Approximately Rp50000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Palembang | Pempek | Kumpul Keluarga

Berkat bantuan seorang teman, akhirnya saya bisa mencicipi Pempek Candy dari Palembang yang katanya terkenal itu. Teman kantor saya yang sering tugas ke luar kota tidak selalu bisa dititipi, kadang saya terlambat mengetahui kalau dia sedang tugas ke Palembang (karena kami beda divisi, jadi saya tidak tahu jadwal kerjanya), atau terkadang kuota bagasinya sudah penuh karena banyak yang nitip juga. Memang rupanya baru kali ini giliran saya, tak apa!

Menurut teman saya, Pempek Candy sudah menyediakan paket-paket pempek dengan isi yang bisa dipilih. Untuk mempermudah karena banyak yang nitip, teman saya hanya memesankan satu macam paket saja tetapi tetap bisa request pilihan isinya. Saya khusus request hanya 2 jenis pempek yang menjadi favorit keluarga yaitu pempek kapal selam dan pempek adaan.

 
Singkat cerita, Pempek Candy dari Palembang sampai di tangan saya. Dikemas rapi dalam sebuah kotak kardus yang khusus dibuat untuk paket pesanan. Rupanya merk pempek ini memang sudah biasa melayani pesanan untuk dibawa hingga ke luar kota atau dikirim sebagai oleh-oleh.

Paket Pempek Rp 75.000,-

Isi 4 pempek telor (kapal selam) besar dan 8 pempek adaan

 

 

 
Untuk pempek yang akan dibawa ke luar kota sudah dilumuri tepung kanji (aci) agar tidak mudah basi. Ini memang sudah menjadi "standar pengemasan" pempek agar bisa bertahan lebih lama tanpa disimpan dalam pendingin. Pempek dan kuah cuko masing-masing dibungkus dalam plastik dua lapis tertutup rapat, terbukti tidak ada yang bocor saat sampai di tujuan. Di dalam dus terdapat pula sepotong kertas berisi informasi mengenai tepung aci yang melumuri pempek dan cara penyimpanan jika tidak langsung dikonsumsi yaitu harus disimpan dalam freezer. Bagaimana dengan rasanya? Mari kita telusuri lebih lanjut:

Pempek Telor Besar
Dikenal juga sebagai pempek Kapal Selam, dan biasanya terdapat dua ukuran yaitu yang besar dan kecil. Biasanya saya lebih memilih makan satu pempek kapal selam besar daripada beberapa pempek kapal selam kecil. Apa pasal? Kapal selam besar lebih mantap dengan isi kuning telur di dalamnya yang juga besar. Ketika memesan, saya tidak request yang besar maupun kecil agar tidak merepotkan teman yang membelikan, ternyata… di paket isinya pempek kapal selam besar, tepat seperti keinginan saya.

 

 
Pempek Adaan
Si pempek berbentuk bola ini merupakan favorit saya dan keluarga karena paling kuat terasa ikannya dan bertekstur lebih lembut dari yang lain. Setiap mencoba pempek di mana pun pasti saya mencari jenis adaan jika tersedia. Sesuai harapan, adaan dari Pempek Candy ternyata memang enak rasanya. Aroma ikan tenggiri nyata terasa, teksturnya kenyal empuk, dan lebih enak lagi setelah digoreng sebentar sehingga bagian luarnya agak kering kecoklatan.

 
Cuko
Pempek dan cuko adalah satu kesatuan. Oleh karena itu tidak bisa disepelekan pula rasa cuko pempek yang menyertainya. Saya sering harap-harap cemas dengan rasa cuko setiap mencoba pempek baru. Untuk Pempek Candy ini ternyata cuko-nya tidak mengecewakan. Aroma bawang putih dari cuko sangat kuat, bahkan sudah tercium sejak kardus packaging-nya belum dibuka. Sebagai penggemar bawang putih tentu saya suka, apalagi perpaduan rasanya secara keseluruhan balance antara asam, manis, pedas, dan bawang putihnya.

 
Pempek ini dapat bertahan cukup lama jika disimpan di dalam freezer dan masih dilumuri aci. Saya membuktikannya sendiri, kira-kira sehari semalam sejak teman saya membawanya dari Palembang hingga sampai ke tangan saya plus 4 hari di freezer di rumah. Ketika dikeluarkan dari freezer, langsung saya cuci bersih untuk menghilangkan tepung aci, dikukus sebentar, kemudian digoreng dalam minyak panas. Hasilnya… pempek tetap empuk, teksturnya lembut, dan yang terpenting rasanya tetap enak. Kuah cuko pun cukup dipanaskan hingga mencair dan rasanya tetap mantap.

 
Di dalam dus paket memang tidak terdapat pelengkap lain seperti potongan ketimun, bubuk ebi, mie, ataupun tambahan sambal. Bisa dimengerti, karena paket ini lebih diutamakan untuk dibawa keluar kota, jadi bahan-bahan yang mudah basi/rusak tidak mungkin disertakan. Jadi, jika ingin makan pempek dengan lengkap harus menambahkan sendiri pelengkapnya. Untuk saya pribadi minimal harus ada potongan ketimun yang memberikan rasa segar. Jika ingin lebih kenyang bisa ditambahkan pula mie kuning rebus. Kuah cuko yang diberikan cukup pekat sehingga masih mencukupi jika kita menambahkan sedikit bahan pelengkap tersebut.

 

 
Selesai menikmati sepiring pempek hingga tuntas, saya berkesimpulan bahwa Pempek Candy ini memang enak. Rasa ikan tenggiri dan perpaduan bumbunya pas, tidak berlebihan, dan tidak banyak menggunakan penyedap rasa. Dari segi harga menurut saya sesuai dengan kualitas pempek, bahkan tergolong lebih murah dibandingkan pasaran harga pempek di Jakarta dengan kualitas yang setara. Harga Rp 75.000,- untuk 4 buah pempek kapal selam besar dan 8 buah pempek adaan, that's really a good deal! Tak mengherankan jika Pempek Candy sudah dikenal luas dan menjadi salah satu oleh-oleh "incaran" dari Palembang.

Iseng, saya coba browsing mengenai merk pempek ini dan menemukan sebuah web page pemesanan Pempek Candy langsung dari toko pusatnya di Palembang. Web page ini resmi dari Pempek Candy dan menjamin harga jualnya sama dengan di Palembang. Harga dan rincian isi setiap paket tertera dengan jelas, lengkap dengan cara order, ongkos kirim dengan JNE ke setiap kota, serta nomor resi setiap paket yang telah dikirim. Ketika saya cocokkan dengan paket yang dibelikan teman saya, ternyata harganya memang sesuai. Bagi Anda yang ingin menikmati pempek asli Palembang tanpa harus ke kota asalnya, pemesanan online ini sangat praktis dan membantu. Penasaran? Silakan dicoba saja...

Meskipun sudah ada fasilitas pemesanan online, suatu saat bila berkesempatan mengunjungi Palembang saya tetap ingin menyambangi salah satu cabangnya untuk menikmati seporsi pempek lezat, langsung di tempat asalnya!

Pempek Candy
Online order: http://pesan.pempekcandyonline.com

Supplementary Information:
Tersedia fasilitas pesan online dan dapat dikirim ke seluruh Indonesia yang sangat memudahkan siapa saja mencicipi Pempek Candy.
 
Recommended Dish(es):  Pempek Kapal Selam,Pempek Adaan
 
Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Stand / Kios | Bakmi/Kwetiau

Ketika berkesempatan ke daerah Kota, sengaja saya mampir ke Bakmi Kemurnian yang sudah terkenal ini. Lokasinya terletak di Jalan Kemurnian IV, tepatnya di Gang Mangga, maka  warung bakmi ini dulunya lebih terkenal dengan sebutan Bakmi Gang Mangga.
Welcome!

Welcome!

 
Bagi yang menggunakan moda transportasi umum atau tidak mau direpotkan dengan parkir kendaraan, bisa menggunakan bus trasjakarta koridor 1 (Blok M-Kota) dan turun di halte Olimo. Dari halte ini kita bisa berjalan kaki tidak terlalu jauh menuju ke Jalan Kemurnian seperti yang waktu itu saya lakukan. Menurut saya cara ini lebih praktis karena di sekitar restonya sendiri cukup sulit parkir kendaraan mengingat jalan yang sempit dan padat rumah penduduk.
Resto dua generasi

Resto dua generasi

 
Inside

Inside

 
Inside

Inside

 
Bangunan restonya sendiri tidak besar, tidak bertingkat, terlihat sebuah bangunan lama yang sudah direnovasi sedikit-sedikit. Bagian pintu masuknya jelas sudah diganti dengan pintu kaca rayban ala toko/kantor untuk menghadang teriknya sinar matahari. Memasuki resto, nuansa "old style" semakin terlihat dari meja-meja kayu panjang dan bangku plastik sederhana yang mengisi ruangan. Di belakang ruang makan terletak dapur yang berkonsep open kitchen dengan jendela kaca besar. Melalui jendela ini pengunjung dapat melihat seluruh bagian dapur dan menyaksikan sang pemilik meracik menu bakmi. Meskipun resto ini terkesan "jadul" tetapi tidak demikian dengan dapurnya. Menurut saya dapurnya jauh dari kesan "seadanya" dan tergolong modern, serta yang penting bersih dan teratur. Kondisi keseluruhan restonya pun bersih dan nyaman karena sudah dilengkapi pendingin ruangan -sesuatu yang sangat penting ada di daerah utara Jakarta yang terkenal panas, apalagi di siang hari!
Open kitchen

Open kitchen

 
Kitchen

Kitchen

 
Menurut Bapak Alex sang pemilik, warung bakmi ini sudah beroperasi lebih dari 60 tahun dan beliau merupakan pemilik generasi kedua yang menjalankannya. Menu yang tersedia memang hanya bakmi saja, dengan dua pilihan topping yaitu daging ayam dan babi. Bagi teman-teman yang muslim tidak perlu khawatir karena Bapak Alex sangat concern akan hal ini. Jika ada pesanan bakmi ayam dan bakmi babi pada saat bersamaan, maka yang akan diracik lebih dahulu adalah bakmi ayamnya, setelah selesai baru meracik bakmi babi. Dengan cara ini, sangat minim kemungkinan bakmi ayam terkena topping daging babi dari sendok atau sumpit yang digunakan saat meracik. Bagi yang memesan bakmi babi harus sedikit bersabar menunggu, apalagi jika pesanan bakmi ayamnya lebih banyak seperti yang saya alami saat itu.

 
Bakmi Ayam (IDR 24k)
Bakminya sudah pasti home made dan dimasak dengan tingkat kematangan yang pas. Bentuk mie tidak terlalu tipis/halus, keriting, dengan tekstur agak kenyal tetapi enak. Bakmi disajikan kering tidak berkuah dengan topping daging ayam cincang dan sawi hijau rebus, sedangkan kuah kaldu disajikan terpisah dalam mangkuk kecil. Daging ayam yang dicincang kasar sudah dimasak sehingga warnanya sedikit kecoklatan dan tentu tidak hambar. Kuah kaldunya gurih namun dibuat tidak terlalu asin sehingga light dan pas jika dicampurkan dengan mie. 

 

 
Bakmi Babi (IDR 24k)
Sama seperti bakmi ayam, disajikan kering di mangkuk dengan topping daging babi dan sawi hijau, plus kuah kaldu di mangkuk kecil terpisah. Topping daging babi cukup banyak, dimasak dengan sedikit bumbu sehingga dagingnya sudah ada rasanya tidak hambar. Cincangan cukup halus (atau mungkin digiling?), bumbunya meresap ke daging, dan bagusnya tidak banyak daging yang berlemak sehingga saya bisa menikmatinya. Kalau boleh jujur, bakmi babi ini lebih harum dan yummy dari bakmi ayamnya... 
superb!

superb!

 

 
Pelayanan di sini tergolong baik dan cepat. Staff-nya cukup sigap dan terlihat sudah terbiasa menangani banyak pembeli saat resto sedang ramai. Rombongan kami tidak perlu menunggu terlalu lama hingga makanan tersaji. Peralatan makan beserta bumbu pelengkap sudah tersedia di meja sehingga dapat kita tambahkan sendiri sesuai selera. Teman-teman yang menyukai rasa pedas umumnya menambahkan sambal supaya rasanya lebih "nendang", tetapi saya sengaja ingin menikmatinya tanpa tambahan bumbu apa pun sehingga dapat mengetahui cita rasa aslinya. Terbukti Bakmi Kemurnian ini rasanya sudah pas mantap tanpa tambahan apa pun.

Harga makanan tergolong wajar dan sesuai untuk seporsi bakmi dengan topping daging yang cukup banyak, dan yang penting rasanya enak. Tak heran jika Bakmi Kemurnian bisa terus bertahan hingga dua generasi dan selalu ramai pengunjung. Recommended!
Supplementary Information:
Bagi pengunjung muslim tidak perlu khawatir bakminya tercampur topping babi karena sang pemilik sangat berhati-hati dalam memisahkan topping bakminya, dan proses meraciknya bisa disaksikan langsung oleh pengunjung.
 
Recommended Dish(es):  Bakmi Ayam,Bakmi Babi
 
Table Wait Time: 10 minute(s)


Spending per head: Approximately Rp30000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0