OpenRice Index
  
missnl
This is missnl living in Cilandak. I am a graphic designer, work in Lebak Bulus. I like to hang out in Tanjung Duren, Pondok Indah, Senayan. Bali, Chinese, Itali, India are my favorite cuisines. I also love Street Foods, Kafe, Restaurant, lounge and Siomay / Batagor, Pizza & Pasta, sate lilit bali.
Member 10 First(s)
No. of Review67 Review(s)
編輯推介數目33 Editor's Choice
Recommended8 Recommended
Popularity3648 View(s)
Replies in Forum1 Comment(s)
Upload Photos1237 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant42 My Restaurant(s)
Follow58 Following
粉絲391 Follower(s)
missnl  Level 3
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 26 to 30 of 67 Reviews in Indonesia
Tempura Tendon Tenya Smile Oct 15, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga

Tempura merupakan jenis makanan Jepang yang cukup populer di Indonesia. Bagaimana di negara asalnya sendiri? Ternyata di Jepang sana tempura tergolong makanan mahal dengan harga ¥1500-2000 per porsinya. Mengapa bisa sedemikian mahal? Rupanya selain menggunakan bahan bermutu baik, pembuatan tempura membutuhkan keahlian tinggi untuk menghasilkan tempura yang crispy dengan tingkat kematangan sempurna. 

Tenya dapat menjual menu tempura berkualitas baik dengan harga hanya ¥500 sehingga dapat dinikmati lebih banyak kalangan. Bagaimana bisa menurunkan harga secara signifikan tanpa menurunkan kualitasnya? Jawabannya karena Tenya berhasil menciptakan mesin Auto-Fryer yang dapat menggoreng tempura dengan tingkat kematangan tepat dalam waktu relatif singkat. Mesin ini mengendalikan stabilitas temperatur dan waktu menggoreng secara otomatis yang menjaga konsistensi mutu tempura setiap kali menggoreng. Dengan adanya mesin Auto-Fryer, tempura baru akan digoreng saat ada pesanan sehingga tidak akan ada bahan terbuang (waste) namun customer tidak perlu menunggu lama karena hanya membutuhkan waktu sekitar 2 menit untuk setiap proses menggoreng.

Setelah 25 tahun beroperasi dan menjadi pelopor restoran tempura cepat saji yang sukses, Tenya telah memiliki lebih dari 140 outlet di Jepang dan kini memulai ekspansi secara internasional. Indonesia menjadi negara kedua setelah Thailand yang dipilih Tenya untuk perluasan bisnisnya. Cabang pertama Tenya di Indonesia memilih tempat di Cilandak Town Square (Citos), sebuah pusat perbelanjaan ternama di Jakarta Selatan. Bagi penduduk Jakarta wilayah lainnya jangan berkecil hati karena Tenya baru membuka cabang keduanya di Mall Grand Indonesia dan akan segera menyusul di Mall Taman Anggrek.
Tenya Ojisan

Tenya Ojisan

 
Outlet Tenya di Citos bergaya khas restoran cepat saji ala Jepang. Di bagian pintu masuk terkesan terang benderang dengan neon box besar berisi foto menu dan papan nama resto. Seperti umumnya restoran Jepang, di bagian depan dipajang dummy makanan yang selalu menarik minat saya untuk mengamatinya -terutama bukan untuk melihat menunya, melainkan seberapa detail pembuatan dummy itu sendiri. Dia atas dummy menu terdapat patung keramik Jepang, dialah Tenya Ojisan (uncle Tenya) sang maskot restoran. Patung ini harus selalu ada di setiap outlet Tenya, dan di Jepang sana juga dijadikan merchandise untuk promosi ~wah, kalau di Indonesia ada saya pun mau, soalnya patungnya lucuuu...
Tenya Citos

Tenya Citos

 
Area resto Tenya tidak terlalu luas, namun penataan interior yang baik menjadikannya tidak nampak "penuh" meskipun terdapat cukup banyak meja dan kursi makan bergaya food court di dalamnya. Material kayu dan lampu bercahaya kuning memberikan nuansa klasik khas Jepang, dipadukan dengan sedikit aksen bergaya modern kontemporer berupa garis-garis kuning terang di bagian atas hingga ke dinding belakang. Pada dinding tersebut terpampang poster-poster menu berdesain modern yang berfungsi sebagai elemen estetik sekaligus informatif.

Menu andalan Tenya adalah tempura dan tendon. Tempura pasti hampir semua orang sudah mengetahuinya, tetapi apa itu tendon?
Tendon terdiri dari tempura yang diletakkan di atas semangkuk nasi putih, kemudian disiram dengan don tare (saus tare). Saus tare ini berwarna coklat, sedikit kental, dan biasanya bercita rasa gurih agak manis karena terbuat dari campuran kecap asin Jepang dan saus manis unagi (belut panggang). Khusus di Tenya, saus tare lebih dominan rasa gurih ke arah asin dengan seberkas rasa manis yang minim, tetapi justru ini lebih cocok untuk lidah saya. Saus yang langsung didatangkan dari Jepang ini dapat kita tambahkan sesuka hati karena sudah tersedia di setiap meja. Bagi yang menyukai rasa spicy-pedas, Tenya akan segera meluncurkan don tare spicy, yang di-develop khusus oleh Tenya di Jepang untuk cabang di Indonesia. Rasa pedasnya pas menurut pendapat saya, tergolong medium, agak “menyengat” di awal, namun cepat hilang setelah makanan ditelan. Penasaran? Silakan cicipi langsung ke Tenya saja ya..

Selain tingkat kematangan dan warna golden brown yang perfect, satu lagi yang patut diacungi jempol dari Tenya adalah tempuranya tidak terlalu berminyak. Saya perhatikan, ketiga aspek ini konsisten/sama pada sekian banyak porsi tempura yang dihidangkan ketika itu. Thanks to Auto-Fryer!
Di bulan Oktober 2014 Tenya meluncurkan menu baru yang lebih lengkap untuk memanjakan selera konsumennya. Berbagai variasi tendon dan tempura set dapat dipilih sehingga tidak akan membuat bosan meskipun kita berkunjung ke Tenya untuk kedua, ketiga kali, dan seterusnya. Pada dasarnya terdapat sembilan macam menu tendon dengan variasi tempura yang dapat dipilih, yaitu:
Tendon (IDR 45k)
Terdiri dari udang (prawn), cumi (squid), ikan kisu (kisu fish), ubi (sweet potato), dan buncis (green beans). Variasi tempura yang tergolong standar tetapi khas Jepang. Jika sedang menginginkan tendon klasik maka menu ini akan jadi pilihan tepat.
Jo Tendon (IDR 50k)
Penggemar udang silakan pilih menu ini, karena Jo Tendon berisi dua buah tempura udang yang didampingi terong (eggplant), ubi, dan buncis. Udang yang menjadi primadona di sini memang enak sekali. Selain berukuran besar, rasanya gurih, dan kematangannya pas. Terasa jelas bahwa ebi tempura ini menggunakan bahan baku udang berkualitas dan pasti segar. 
For ebi lovers

For ebi lovers

 
All Star Tendon (IDR 65k)
Salah satu menu tendon favorit di Tenya karena memiliki variasi tempura yang cukup lengkap mulai dari udang, cumi, salmon, crab stick, paprika (bell pepper), dan buncis. Tidak mengherankan juga jika menu ini dibanderol dengan harga termahal diantara menu tendon lainnya, namun konsumen pun akan mendapatkan kepuasan yang sesuai dengan harganya.
Most Favorite

Most Favorite

 
Chicken Tendon (IDR 45k)
Berisi tempura daging dada ayam (chicken breast fillet) berbalut tepung tempura, ubi, dan buncis. Kebetulan daging dada ayam adalah satu-satunya bagian dari ayam yang saya suka, jadi saya sudah terbiasa dengan karakteristiknya yang cenderung hambar dan kesat. Memang akan lebih enak jika dada ayam dibumbui lebih banyak atau di-marinade lebih lama sehingga lebih kaya rasa, mengingat tepung tempuranya sendiri plain. Bagusnya chicken tempura ini tidak sampai terasa kering atau keras karena digoreng pada tingkat kematangan yang tepat.
Chicken & Chorizo Mayo Tendon (IDR 50k)
Chorizo bahasa Jepang berarti sosis (sausage). Berisi tempura daging dada ayam dan sosis, plus sweet corn dan potongan tipis kyuri dihidangkan dengan mayonnaise. Jika menginginkan tendon dengan sedikit western twist, menu ini sangat cocok dicoba.
Chicken Kakiage Tendon
Kakiage adalah tempura yang berisi potongan sayur atau daging digoreng dengan bentuk bundar. Konsepnya hampir seperti bakwan pada makanan Indonesia, hanya kakiage menggunakan tepung tempura. Chicken kakiage berisi potongan daging dada ayam dengan bawang bombay (onion) dan potongan cabai hijau besar (sliced green chilies).
Chicken Kakiage (above) & Shrimp Kakiage Tendon

Chicken Kakiage (above) & Shrimp Kakiage Tendon

 
Shrimp Kakiage Tendon (IDR 60k)
Masih kakiage yang sama dengan chicken kakiage, hanya yang ini menggunakan udang kupas sebagai isiannya yang terasa gurih dan masih juicy.
Fish Tendon
Penggemar ikan harus coba menu spesial yang menggabungkan tiga jenis ikan berbeda yaitu salmon, dory, dan gurame. Jenis ikan yang terakhir memang jarang digunakan dalam makanan Jepang, namun ketika saya coba ternyata cocok saja dijadikan tempura. 
Yasai Tendon (IDR 35k)
Sesuai namanya "yasai" yang dalam bahasa Jepang berarti sayuran, tendon ini terdiri dari ubi, terong, paprika, kakiage kecil, dan buncis.
Fried Veggies

Fried Veggies

 
Selain disajikan sebagai tendon, kesembilan variasi tempura tersebut kini tersedia sebagai Tempura Set dimana tempuranya disajikan terpisah dan tidak disiram saus. Sembilan variasi tersebut dapat dinikmati dengan lima macam pilihan karbohidrat, yaitu:
Tempura Set with rice/udon/soba

Tempura Set with rice/udon/soba

 
Tempura Rice Set

Terdiri dari tempura dan saus tentsuyu, nasi putih, miso soup, dan spicy tofu. Parutan lobak dan jahe tersedia sebagai pelengkap untuk tempura.

Tempura Udon Cold Set
Terdiri dari tempura, saus tentsuyu, lobak dan jahe, serta cold udon dan saus celupnya (mentsuyu) beserta parutan jahe dan irisan daun bawang. Tersedia juga chili oil pada cawan kecil untuk menambah rasa pedas pada udon.
Bagi yang baru pertama kali dan belum mengetahui cara makan cold udon, berikut caranya: Campurkan parutan jahe dan irisan daun bawang ke saus celup, lalu aduk hingga tercampur merata. Ambil udon dengan sumpit sebatas satu suapan dan celupkan sebentar ke dalam saus lalu segera dimakan. Jika masih ragu bertanyalah pada waiter/waitress, ya...

Udon di sini agak berbeda dengan yang biasa kita temukan di tempat lain. Bentuknya sedikit lebih kecil/tipis, dan teksturnya tidak terlalu kenyal seperti karet. Selain mudah dikunyah, juga terasa balance dengan saus celupnya. Cold udon sebaiknya segera disantap hingga habis agar sensasi rasa dinginnya tidak berkurang, karena disitulah keunikan menu ini.

Tempura Udon Hot Set
Tempura, saus tentsuyu, lobak dan jahe, serta chili oil masih sama seperti cold set, hanya udon di sini tersaji dalam kuah hangat dengan bersama wakame di dalamnya. Tak ketinggalan irisan daun bawang untuk ditambahkan ke dalam kuah sehingga aromanya lebih harum dan sedap. Kuahnya bening kecoklatan, terasa pas dan light.

Tempura Soba Cold Set
Berbeda dengan udon yang terbuat dari tepung terigu, soba terbuat dari tepung gandum. Isi set menunya hampir semua sama dengan cold udon, hanya ada berbeda pada komponen yang ditambahkan ke dalam saus celup. Jika pada udon menggunakan parutan jahe, pada cold soba diganti dengan wasabi. Saya pribadi lebih suka wasabi karena tidak suka jahe.

Tempura Soba Hot Set
Komposisi yang sama persis dengan hot udon, hanya menggunakan soba.

Ingin makan tendon sekaligus udon/soba tapi takut kekenyangan jika memesan 2 porsi sekaligus? Tenya punya solusinya!
One of Tenya's favourite menu

One of Tenya's favourite menu

 
Tenya Set (IDR 68k)
Tendon berisi udang, cumi, crab stick, terong, dan buncis, serta pendampingnya bisa dipilih udon/soba hot/cold. Meskipun kelihatannya double carbo, tetapi porsinya telah disesuaikan yaitu nasi dan udon/soba lebih sedikit dari porsi satuan. Tenya Set termasuk salah satu best seller di Tenya Jepang, dan di Indonesia pun ternyata cukup digemari.

Bagi yang ingin cemilan ringan untuk menemani ngobrol santai bersama teman atau kerabat, Tenya menghadirkan menu appetizer baru yaitu moriawase. Dalam bahasa Jepang, moriawase diartikan sebagai combination platter, yang biasanya merupakan menu untuk dinikmati bersama-sama. Ada tiga jenis moriawase yang dapat dipilih, masing-masing disajikan bersama saus tentsuyu dan parutan lobak:
L-R: Japanese Moriawase, Yasai Moriawase, Jakarta Moriawase

L-R: Japanese Moriawase, Yasai Moriawase, Jakarta Moriawase

 
Classic Japanese Moriawase
Berisi udang, cumi, ikan kisu, ubi, terong, dan buncis. Rasa dan kualitas tempuranya sama dengan yang terdapat pada tendon atau tempura set.
Yasai Moriawase
Selain ubi, kakiage kecil, dan buncis, ada jagung muda (baby corn) yang tampak menarik dan tidak biasa. Sayangnya rasa tempura jagung muda ini sama sekali hambar. Akan lebih enak jika jagung mudanya dibumbui atau di-marinade sebelum digoreng.

Jakarta Moriawase (IDR 45k)
Jenis combination platter ini hanya ada di Tendon Indonesia saja, lho! Isinya terdiri dari tempura tempe, tahu (tofu), cheddar cheese, dan ubi. Tempe dan tahu bagi orang Indonesia memang jadi terasa biasa saja, tidak jauh berbeda dengan gorengan tempe-tahu di penjual kaki lima, bahkan di sini tepung tempuranya plain tidak berbumbu. Tempura ubi di menu moriawase sedikit lebih baik karena ubinya dipotong kecil-kecil sehingga lebih crispy dan tidak keras seperti yang terdapat di menu tendon. Satu jenis tempura unik yang saya suka adalah cheddar cheese berbalut nori yang kemudian digoreng dengan tepung tempura. Meskipun keju cheddar terasa terlalu asin di lidah saya, namun tetap enak berpadu dengan aroma khas nori. Mungkin akan lebih netral jika jenis kejunya menggunakan mozarella yang tidak terlalu asin dan teksturnya akan menjadi lebih lunak/chewy setelah digoreng.

Ingin ngemil makanan yang tidak digoreng? Masih ada pilihan side dish yang disediakan Tenya, masing-masing dibanderol hanya IDR 10k saja:
Agedashi Tofu, Green Salad, Edamame, Wakame Cucumber with Kani salad

Agedashi Tofu, Green Salad, Edamame, Wakame Cucumber with Kani salad

 
Green Salad with Mayo Dressing
Salad ala western yang menyegarkan dengan sayuran segar dan mayonnaise.

Edamame (Salty)
Menurut pihak Tenya, edamame diimpor langsung dari Jepang untuk menjaga kualitas dan rasa. Setelah saya cicipi memang edamame-nya bermutu baik, namun menurut saya pribadi edamame yang ditaman di dalan negeri juga tidak kalah asalkan benar-benar dipilih yang berkualitas terbaik. Di menu disebutkan bahwa edamame ini asin, tetapi saat saya makan justru tidak terasa asin sama sekali.

Spicy Tofu

Tahu sutra dengan crab stick dan irisan cabai hijau. Menurut saya potongan tahunya terlalu besar untuk sekali suap sehingga rasa tahu sangat mendominasi, seperti makan tahu tanpa bumbu. Saya lebih suka menyantapnya dalam potongan kecil sehingga sausnya lebih terasa. Rasa pedas hanya berasal dari cabai hijaunya saja, maka masih aman bagi yang tidak suka pedas sekali pun.
Agedashi Tofu
The famous Japanese side dish, namun sayang tahu berbalut tepung tipis ini terlihat pucat seperti kurang lama waktu menggorengnya dan sama hambarnya dengan spicy tofu.

Wakame Cucumber Salad
Jika biasanya wakame salad memakai wafu dressing yang terasa asam segar, di Tenya dressingnya hanya terasa asin saja. Untuk saya pribadi asinnya tergolong over powering, dan sejujurnya saya tetap lebih suka wakame salad dengan wafu dressing.

Wakame Cucumber with Kani Salad
Isi dan dressing sama dengan wakame cucumber salad, hanya ditambah crab stick yang dipotong tipis memanjang. Rasa keseluruhan pun masih sama yaitu asiiinnn!

Puas makan tempura, kini saatnya menutup acara makan dengan dessert manis. Jika di resto Italia ada dessert pizza, Tenya pun punya menu dessert tempura!
Dingin & manis segar

Dingin & manis segar

 
Banana Tempura with Ice Cream
Agaknya menu baru ini terinspirasi dari pisang goreng ala Indonesia, hanya tepungnya memakai tempura batter. Berbeda dari beberapa teman yang mengeluhkan tebalnya lapisan tepung, saya justru suka -seperti ketika makan pisang goreng gerobakan pasti saya mencari yang lapisan tepungnya tebal. Meskipun pisangnya tidak terlalu manis, ketika dimakan dengan es krim vanilla dan saus coklat justru manisnya menjadi pas, tidak berlebihan, dan tidak membuat eneg. Jika tidak ingin saus coklat tersedia juga yang menggunakan saus karamel.

Jenis minuman yang tersedia di Tenya tergolong standar, pilihannya tidak banyak, dan tidak menjual minuman beralkohol. Berikut dua diantaranya yang saya coba:
Ocha (above) and Ice Lemon Tea

Ocha (above) and Ice Lemon Tea

 
Cold Ocha (IDR 10k, refillable)
Minuman andalan di resto Jepang pastinya adalah Ocha, dan seperti biasa pilihan saya adalah Ocha Dingin. Disajikan dalam gelas keramik hitam bermotif bunga sakura yang terlihat cantik dan stylish. Rasa ochanya pas, tidak terlalu pekat dan tidak terlalu pahit untuk saya, serta yang penting bisa refill sepuas hati.

Ice Lemon Tea
Kepekatan teh dan rasa lemonnya pas tidak terlalu asam, terasa dingin menyegarkan tenggorokan.

Puas sekali menikmati hidangan Jepang di Tenya. Selain rasa makanan yang enak dan porsi yang tidak pelit, harga makanan dan minuman di Tenya tidaklah menguras kantong. Kepuasan customer semakin lengkap dengan suasana resto yang nyaman dan bersih, serta tak kalah penting kualitas pelayanan yang prima. Memang demikianlah salah satu strategi bisnis Tenya yaitu menghadirkan makanan bermutu tinggi dengan harga terjangkau, plus pelayanan yang ramah dan profesional untuk menjamin kepuasan pelanggan. Tidak berlebihan jika Tenya menjadi "No. 1 Tempura Tendon in Japan".
Supplementary Information:
Sedikit banyaknya nasi pada menu tendon bisa di-adjust sesuai keinginan pelanggan dengan penyesuaian harga (nasi sedikit dikurangi 5000, nasi lebih banyak tambah 10000)
 
Recommended Dish(es):  All Star Tendon,Jo Tendon,Moriawase
 
Table Wait Time: 5 minute(s)


Spending per head: Approximately Rp100000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Sushi | Halal | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

Ketika teman saya mengajak makan-makan bareng di Sumo Sushi, saya langsung mengiyakan. Senangnya, berarti satu kesempatan lagi mencoba sushi karena saya memang agak jarang ke restoran Jepang dan pastinya belum pernah mencoba Sumo Sushi. 
Welcome!

Welcome!

 
Sumo!

Sumo!

 
Resto area

Resto area

 
Outlet Sumo Sushi terletak di Menteng Central yang berlokasi di Jalan HOS Cokroaminoto. Posisi Sumo Sushi berada di lantai dasar, di bagian belakang pojok. Tidak sulit menemukannya, karena Menteng Central tidak terlalu luas dan kita dengan mudah menjelajahi seluruh area lantai dasar untuk menemukan resto ini. Luas outletnya tidak terlalu besar, hanya menampung sekitar 20-30 orang saja. Dinding dan lantai outlet dominan kayu, demikian pula dengan meja dan kursi makannya. Ornamen-ornamen khas Jepang dan pohon sakura imitasi tampak menghiasi outlet restoran berlogo pesumo ini.
Some details

Some details

 
Menu yang kami dapat disajikan dalam porsi lebih kecil karena sudah dibuat set menu. Harga yang diinformasikan di sini adalah harga untuk porsi normal (ala carte) yang tentunya lebih besar/banyak.
Kimuchi Ramen (IDR 59k)
Weird!

Weird!

 
Sedari awal menu ini dihidangkan, kami semua agak heran, menu apakah ini? Tampilan luarnya kurang jelas karena bagian tengahnya tertutup taburan daun bawang dirajang halus, tetapi terlihat ada sawi putih dan serpihan cabai kemerahan seperti kimchi. Setelah bertanya pada waitress, ternyata benar ini adalah Kimchi Ramen. Dari namanya jelas ini menu fusion, tetapi sayangnya fusion yang gagal. Ramennya sendiri sebenarnya tidak ada masalah, dimasak dengan kematangan pas sehingga masih firm tidak mudah hancur. Potongan ikan yang diberikan cukup banyak dalam setiap porsi, ukuran dan tingkat kematangannya tepat, serta tidak amis. Lalu kenapa saya katakan gagal? Karena rasa keseluruhannya justru aneh dengan aroma kimchi yang terlalu kuat. Rasa asam dan sedikit pahit dari fermentasi kimchi jadi lebih mendominasi daripada kelezatan kuah kaldu ramen yang seharusnya menjadi andalan. Diantara 6 orang total grup kami, tidak seorangpun yang menyukai ramen ini, apalagi menghabiskannya. Kalau 6 orang sudah berpendapat sama begini, rasanya kesalahan bukan pada lidah kami, ya…

Chicken Katsu (IDR 60k)
Yummy and crunchy

Yummy and crunchy

 
Disajikan bersama salad yang terdiri dari kol dipotong tipis, kyuri, tomat, dan selada, dengan home made dressing semacam thousand island yang agak asam tetapi enak menurut selera saya. Chicken katsu berbalut tepung cukup tebal yang digoreng hingga pas berwarna golden brown. Ketika digigit, tepung di luarnya crispy, daging ayam di dalamnya empuk, dan yang terpenting matang sempurna. Lebih enak lagi dimakan bersama dengan saladnya sehingga ada perpaduan rasa asam, manis, segarnya salad dengan gurihnya daging ayam berbalut tepung. Chicken katsu ini bisa dimakan dengan nasi (sebagai lauk) atau tanpa nasi menjadi semacam appetizer. Enak dan  untuk dicoba.

Chicken Teriyaki (IDR 52k)
Diffrerent taste of teriyaki but still OK

Diffrerent taste of teriyaki but still OK

 
Daging ayam berbalut tepung tipis digoreng terlebih dahulu, kemudian dimasak sebentar dengan bumbu teriyaki. Disajikan masih dengan salad yang sama dengan menu chicken katsu, jika dimakan sekaligus semuanya menghasilkan perpaduan rasa yang lebih unik lagi di lidah saya. Dressing salad dan bumbu teriyakinya memang berbeda dengan yang pernah saya coba di tempat lain, dan bagusnya bisa berpadu dengan baik menjadi rasa yang enak.

Premium Salmon Kremes (IDR 59,5k)
A must try

A must try

 
Ini día fusion sushi yang saya nantikan. Setelah sebelumnya membaca-baca referensi online tentang Sumo Sushi, menu ini termasuk dijagokan dan banyak dipesan customer karena tampilan dan isinya berbeda. Dalam satu piring terdapat dua jenis sushi yang berbeda, tetapi keduanya sama-sama menggunakan raw salmon dan saus mayo di luarnya. Satu baris sushi dengan keju parut di luarnya dan satu baris lagi dengan telur asin sebagai isian sushinya. Unik bukan? Mari kita coba satu persatu…
Sushi with cheese

Sushi with cheese

 
Sushi with salted egg inside

Sushi with salted egg inside

 
Sushi yang bertabur keju parut memadukan salmon mentah dengan kremes dari tepung tempura sebagai isiannya. Rasanya unik dan enak dengan tekstur yang kompleks. Meskipun saya tidak suka salmon mentah, tetapi dalam menu ini rasa salmonnya tertutup oleh rasa keju dan saus mayo, serta crunchy dari kremes. Sushi yang satunya jelas menawarkan rasa berbeda yang belum pernah ada karena memadukan salmon dengan telur asin rebus sebagai isiannya. Ditambah bubuk nori dan saus mayo di bagian luarnya, ternyata rasanya enak dan cocok di lidah saya.

Pasta Ebi Awuk (IDR 69k)

 
Basically
menu yang simple yaitu sejenis spaghetti aglio olio dengan topping udang. Spaghetti yang ditumis dengan olive oil, bubuk cabai, dan herbs ini rasa pedasnya cukup nyata terasa, tapi sayang rasa yang lainnya hampir tidak ada alias too plain. Topping udangnya pun terasa hambar seperti tidak dibumbui. Agak disayangkan, karena sebenarnya penampilan menu ini cukup menarik dan menggiurkan dengan pasta yang terlihat berbumbu dan udang yang besar. Sedikit masukan, rasanya menu ini akan lebih enak jika bumbunya lebih banyak bawang putih untuk menambah aroma dan kelezatannya. Tak boleh ketinggalan, topping udangnya pun akan lebih enak jika dibumbui -minimal lada dan garam, agar tidak hambar.

Hot/Cold Ocha (IDR 15k)
Cold and fresh

Cold and fresh

 
Minuman andalan saat makan di restoran Jepang, tak lain dan tak bukan, pastinya ocha! Tersedia pilihan ocha dingin atau panas untuk set menu kami ketika itu, dan pastinya saya memilih ocha dingin di siang hari begini. Warna ocha-nya kuning kehijauan, agak pekat pada gelas pertama, terasa sedikit pahit tetapi masih bisa ditolerir. Ketika saya minta refill untuk gelas kedua dan ketiga, kepekatan dan rasa pahitnya berkurang menjadi lebih pas di lidah saya.

Pelayanan dan kecepatan menyajikan makanan menurut saya sedikit di bawah rata-rata. Pelayannya tergolong kurang sigap dan makanan lama keluar, padahal kedatangan grup kami yang tidak terlalu banyak jumlahnya ini sudah dikonfirmasi (reserved) sebelumnya, set menu sudah ditentukan dari pihak restoran, tambahan lagi saat itu kondisi resto sama sekali tidak ramai. Saat kami datang belum ada customer lain, dan selama kami makan pun hanya ada satu atau dua meja terisi.

Meskipun demikian, cukup menyenangkan mencoba fusion sushi di Sumo Sushi. Varian menu yang ditawarkan cukup banyak, terutama pilihan fusion sushinya yang unik dan tidak biasa. Oh ya, di Sumo Sushi ini customer bisa memilih isian sushinya mentah atau matang sesuai selera, jadi tidak perlu khawatir bagi yang tidak suka makanan mentah seperti saya. Bagi yang penasaran, tidak perlu ragu untuk mencoba karena dari segi harga tergolong affordable, sesuai dengan makanan yang kita dapatkan.
Supplementary Information:
Harus coba aneka fusion sushinya yang unik, dan bagi yang tidak suka ikan mentah bisa request untuk dibuat matang.
 
Recommended Dish(es):  Premium Salmon Kremes,Chicken Katsu
 
Table Wait Time: 15 minute(s)


Date of Visit: Aug 02, 2014 

Spending per head: Approximately Rp150000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Kembali ke Din Tai Fung Smile Aug 29, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Chinese | Restaurant | Bakmi/Kwetiau | Kumpul Keluarga

Dulu saya bersama keluarga cukup sering makan di Din Tai Fung, terutama di cabang PIM 2 ini. Setelah lama sekali tidak pernah ke sini lagi, akhirnya saya berkesempatan "kembali" ke sini untuk menikmati hidangan-hidangannya yang menjadi kesukaan sekeluarga.
Din Tai Fung welcomes you!

Din Tai Fung welcomes you!

 
Modern Chinese style

Modern Chinese style

 
Outlet Din Tai Fung di PIM 2 masih belum berubah sejak dulu dengan style modern chinese-nya. Untuk penataan interiornya terlihat modern dan clean dengan warna dominan hitam dan coklat serta permainan lighting yang ditata apik mendukung konsep keseluruhan. Perpaduan lampu putih dan kuning menjadikan ruangan tetap terang tetapi masih ada kesan hangat dan sedikit klasik dengan adanya cahaya kekuningan di beberapa bagian. Nuansa chinese restaurant terlihat dari beberapa ornamen khas yang paling banyak terdapat di area kasir.

 
Di bagian depan sebelah kiri terdapat bagian dapur khusus dim sum dimana customer bisa menyaksikan langsung pembuatan dim sum yang menjadi hidangan andalan Din Tai Fung. Dapur yang dibatasi dinding kaca itu terlihat teratur dan bersih, dengan beberapa personel yang selalu tampak sibuk dengan tugas masing-masing. Open kitchen ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi customer yang ingin mengetahui bagaimana sebuah Xiao Long Bao dibuat. 

Apa itu Xiao Long Bao? 
Mari dicoba saja!

Xiao Long Bao Ayam & Kepiting (4 pcs IDR 52k, 6 pcs IDR 75k, 10 pcs IDR 105k)
Steamed Crab Meat and Chicken Dumpling
A must try!

A must try!

 
Very delicious broth

Very delicious broth

 
Look inside my fav Xiao Long Bao!

Look inside my fav Xiao Long Bao!

 
Menjawab pertanyaan di atas, singkatnya Xiao Long Bao adalah jenis steamed dim sum dengan kuah kaldu di dalamnya. Isinya bisa bermacam-macam, dari yang klasik seperti daging ayam atau babi yang dibumbui, atau bisa juga dikreasikan menjadi aneka rupa isi seperti ayam dengan kepiting, keju, foie gras, beef, dan sebagainya. Din Tai Fung yang memang "menjagokan" menu Xiao Long Bao ini mempunyai beberapa kreasi isi yang dapat dipilih, dan semuanya halal. Di setiap meja terdapat petunjuk step by step cara makan Xiao Long Bao yang benar. Beberapa komponen pelengkap untuk makan Xiao Long Bao ini adalah irisan tipis jahe, cuka hitam, dan kecap asin. Adapun cara makannya yang benar sebagai berikut:
1. Tuangkan cuka hitam dan kecap asin di atas jahe dengan perbandingan 3:1 (cuka 3 bagian dan kecap 1 bagian)
2. Ambil Xiao Long Bao dengan sumpit dan letakkan di atas sendok, sobek sedikit kulitnya dengan sumpit hingga kuah di dalamnya keluar ke sendok, lalu minum kuahnya
3. Ambil sedikit jahe yang sudah dicampur cuka dan kecap asin, letakkan di atas Xiao Long Bao
4. Xiao Long Bao siap dinikmati kelezatannya

Meskipun ada standar dan tata caranya, saya pribadi tidak mengikuti semuanya. Saya tidak suka dengan cuka hitam dan jahe, maka saya hilangkan komponen itu. Cara makannya tetap saya ikuti, tetapi hanya menambahkan kecap asin dan sambal untuk memberi sedikit sensai rasa pedas. Kadang kala saya memilih menikmati rasa asli Xiao Long Bao dengan memakannya tanpa tambahan apa-apa, dan ternyata tetap enak. Sedapat mungkin Xiao Long Bao segera dimakan sesaat setelah dihidangkan, karena lebih enak dimakan saat masih hangat. Untuk variannya, favorit kami sekeluarga yang berisi ayam dan kepiting karena perpaduan rasanya klasik dan paling pas. Kami biasa memilih ukuran medium yang berisi 6 pcs karena saya suka sekali Xiao Long Bao ini. Untuk saya sendiri saja tidak akan pernah cukup hanya makan 1 buah Xiao Long Bao, minimal 2 buah atau lebih kalau bisa.. hehehe...

Ceker Ayam (IDR 23k)
Phoenix Claw

 
Saya pribadi tidak suka ceker ayam, tetapi saya sempat mencicip sedikit bumbunya yang agak berkuah dan ternyata rasanya enak. Tak heran jika anggota keluarga saya yang lain menyukainya dan selalu memesan menu ini setiap makan di Din Tai Fung. Menurut mereka, ceker ayamnya empuk, mudah memakannya, dan bumbunya meresap.

Tahu, Jamur Hioko dan Sayur Bayam Dengan Saus Spesial (IDR 66k)
Braised Home Made Tofu with Hioko Mushroom and Spinach Served with Special Sauce
My family's favorite menu!

My family's favorite menu!

 
Saya ingat dulu setiap kali makan di Din Tai Fung pasti pesan menu tahu spesial ini. Sejak pertama kali mencobanya memang kami sekeluarga jatuh cinta dengan rasanya yang lezat. Tahu home made dengan lapisan bayam di atasnya, dimasak dengan saus spesial ala Din Tai Fung dan jamur. Pada menu hanya disebutkan jamur hioko, tetapi di masakannya kami dapatkan ada pula sedikit jamur enoki. Tahunya lembut dan gurih, sausnya berwarna coklat gelap, dominan rasa saus tiram yang lezat dan agak kental. Satu porsi yang berisi empat potongan tahu pun kami habiskan dengan cepat dan rasanya masih ingin tambah lagi...

Kailan Dengan Saus Tiram (small IDR 52k, large IDR 65k)
Kailan with Oyster Sauce
Healthy and yummy

Healthy and yummy

 
Makan siang belum lengkap tanpa menu sayur. Kailan dengan saus tiram menjadi pilihan kami karena disukai semua anggota keluarga. Kailan dimasak dengan tingkat kematangan yang pas, tidak ada rasa pahit sama sekali, masih crunchy, dan warnanya hijau segar karena tidak overcooked. Kuah saus tiramnya kecoklatan dengan aroma bawang putih yang harum tapi tak berlebihan dan tidak sekental saus tahu jamur. Di atas kailan ditaburi bawang merah goreng yang cukup banyak sehingga menambah tekstur pada keseluruhan masakan. Menu ini enak dimakan dengan atau tanpa nasi, tergantung selera saja, tapi pastinya ingin tambah lagi dan lagi.

Nasi Goreng Udang (IDR 75k)
Fried Rice with Shrimp

 
Kami sekeluarga suka nasi goreng, terutama saya. Sekilas pandang, tampilan luarnya menarik menurut saya, berwarna kuning kecoklatan dengan udang berukuran sedang yang cukup banyak. Sayangnya nasi goreng udang ini rasanya kurang memenuhi ekspektasi kami dari sebuah restoran sekelas Din Tai Fung. Nasi gorengnya sebenarnya tidak terlalu berminyak, udangnya cukup banyak dan masih tergolong segar, hanya sayangnya tasteless. Bahkan bagi kami sekeluarga yang terbiasa mengurangi konsumsi garam, nasi goreng ini terasa kurang asin dan kurang tasty seperti kurang bumbu. Kami pun mengakalinya dengan menambahkan kecap asin dan sambal sehingga lebih kaya rasa.

Nasi Putih (IDR 10k)
Bukan menu yang istimewa tetapi harus ada, dan tidak boleh disepelekan juga karena nasi putih yang enak harus dimasak dengan benar. Saya pribadi kurang suka dengan nasi putih yang pera (dimasak dengan sedikit air sehingga agak keras) karena akan mengurangi kenikmatan makan, seenak apa pun lauknya. Nasi putih di sini dimasak dengan kadar air yang pas sehingga pulen dan rasanya enak. Apalagi dimakan saat masih hangat dengan tahu 3 jamur atau kailan saus tiram, rasanya nikmat dan pas sekali.

Lychee Mint Freeze (IDR 45k)
Lychee, peppermint leaf, and lime

 
Meskipun keluarga yang lain beranggapan rasanya aneh, tapi saya suka! Saya ingat ini bukan pertama kali saya memesannya, dulu sudah pernah coba dan rasanya asam manis segar. Ternyata tak salah ingatan saya, rasa minuman ini masih sama. Aroma dari daun peppermint segar yang diblender dengan es dan jeruk nipis terasa paling dominan, memberikan sensasi rasa asam yang dijamin mengusir kantuk. Sedikit rasa manis dari lychee kalengan menjadikan keseluruhan rasanya balance dan enak di lidah saya. Tampilan minuman ini juga tak kalah segar dengan warna dominan hijau plus garnish daun mint dan sebutir lychee di atasnya. Dingin dan segar!

Apple Juice (IDR 32k)

 
Dari beberapa pilihan juice yang terbuat dari buah segar (bukan dari juice botolan), hanya apple juice yang akhirnya ada. Secara keseluruhan tampak kurang menarik menurut saya pribadi, hanya di-garnish sangat sederhana dengan irisan apel di tepi gelas dan warnanya kuning tidak seperti apple juice pada umumnya yang biasa kehijauan atau coklat. Untunglah rasanya enak dan tetap terasa apel. Entah jenis apel apa yang digunakan, yang jelas fresh juice baik untuk kesehatan. Setuju?

Sungguh menyenangkan kembali ke restoran favorit keluarga yang satu ini! Kami sekeluarga tetap puas dengan rasa makanannya yang tidak berubah, hampir semuanya enak, dan menggunakan bahan-bahan berkualitas baik. Pelayanan para waitress-nya juga kami nilai masih sama seperti dulu, ramah dan cekatan dalam melayani permintaan kami. Satu hal kecil yang menyenangkan melihat waitress berinisiatif menawarkan tempat meletakkan tas wanita kepada tante saya tanpa harus diminta.

Soal harga... mungkin sebagian orang akan beranggapan mahal karena porsi makanannya termasuk kecil. Bagi keluarga kami, harga di Din Tai Fung masih sesuai dengan kualitas dan rasa makanan yang didapatkan. Ditambah dengan suasana yang nyaman dan pelayanan yang baik membuat kami tak hanya melihat dari harga tapi rasa puas secara menyeluruh yang dialami di sini. Jika menilik lebih dalam lagi, harga sedemikian tergolong wajar untuk sebuah restoran sekelas Din Tai Fung yang mempunyai tagline "Delicacy bestowed with MICHELIN star". Yup, it's a Michelin star resto... anyone?
Supplementary Information:
Bagi yang pertama kali makan di sini harus coba Xiao Long Bao ala Din Tai Fung yang menjadi andalan mereka. Ikuti cara makan Xiao Long Bao yang benar dan paling enak dimakan selagi masih hangat.
 
Recommended Dish(es):  Xiao Long Bao Ayam Kepiting,Tofu with Hioko Mushroom and Spinach,Kailan Saus Tiram
 
Table Wait Time: 10 minute(s)


Date of Visit: Aug 01, 2014 

Spending per head: Approximately Rp125000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Perancis | Restaurant | Steak & Grills | Kumpul Keluarga

Sore hari di mall, saya dan sahabat mampir sejenak ke Delifrance untuk duduk-duduk santai sambil menikmati kue ala Perancis di sini. 
Delifrance PIM 2

Delifrance PIM 2

 
A classic look

A classic look

 
Outlet Delifrance terletak di lantai dasar PIM 2, tepat di sebelah Pizza Marzano (sekarang Pizza Express) dan Rococo. Seingat saya outletnya sudah pernah berganti tampilan karena restoran ini sudah beroperasi cukup lama sejak PIM 2 dibuka. Tampilan outletnya yang sekarang bergaya Eropa klasik seperti sebuah kafe di kota Paris. Kesan hangat dan homey tercipta dari penataan interiornya yang harmonis dan lighting yang mendukung. Ada satu bagian agak di sudut dekat jendela yang sangat cantik menurut saya. Mulai dari desain lantai, meja kursi kayu bergaya klasik, hiasan di kaca jendela, hingga lampu dinding di dekatnya membuat sudut ini tampak romantis, bagus untuk spot berfoto ria atau candle light dinner berdua dengan pasangan.
Romantic corner

Romantic corner

 
Ketika kami datang, restoran yang sekaligus sebagai cafe dan bakery ini tidak terlalu ramai, maklum saat itu bulan Ramadhan dan masih jauh dari jam berbuka puasa. Memasuki restoran, kami langsung menuju etalase di bagian kanan untuk memilih cake. Jajaran cake lezat tampak sangat menarik untuk dicoba, rasanya ingin memesan semuanya! Sahabat saya merekomendasikan cake tempat ini karena ia sudah beberapa kali menikmati kelezatannya. Tak mengherankan, karena Delifrance mempunyai chef Rene Gazoti yang asli Perancis.
Iced Coffee with the cakes

Iced Coffee with the cakes

 
iced Coffee (IDR 30k)
Minuman simple yang menyegarkan di sore hari. Segelas kopi dingin cocok sebagai teman makan cake yang manis dan bisa menghalau kantuk atau lelah yang menyerang di sore hari begini. Disajikan dengan gula cair terpisah dalam sebuah cangkir mini, sehingga kita bisa menentukan sendiri tingkat kemanisannya sesuai selera.

Blueberry Cheese Cake (IDR 28k)
Yummy

Yummy

 
Yummy

Yummy

 
Pilihan teman saya ini ternyata enak sekali dan rasanya beda dari cheese cake di tempat lain. Cheese cake-nya sendiri tidak terlalu manis dan cukup firm, tidak terlalu lunak teksturnya sehingga tidak membuat machtig. Di bagian atas terdapat lapisan homemade blueberry jam yang masih bertekstur dengan rasa asam-manis pas dan aroma blueberry yang natural (karena terbuat dari blueberry segar tanpa artificial flavour). Di dalam cheese cake masih terdapat beberapa gumpalan semacam blueberry paste yang lebih padat, jadi rasa asam-manis blueberry tidak hanya didapatkan di bagian atas tetapi di dalam cake juga. Biscuit base yang melapisi bagian bawah dan luar cheese cake bertekstur seperti biscuit crumbs yang renyah dan agak mudah hancur seperti terlihat pada cake teman saya yang sedikit "runtuh" ketika dihidangkan di piring. Rasa biscuit base-nya cenderung plain, hanya ada sedikit rasa manis sehingga tidak mengganggu rasa cake, justru membuat tekstur keseluruhan cake menjadi kompleks. Yummy!

Black Velvet Truffle (IDR 28k)
For Choco Lovers

For Choco Lovers

 
Sebagai penggemar berat coklat, saya sudah "mengincar" cake ini sejak pandangan pertama. Penampilannya memang tidak terlalu mewah dan mungkin kurang menggugah selera, tetapi jangan dulu meremehkan kue ini sebelum mencobanya! Begitu potongan pertama masuk ke mulut, saya langsung jatuh cinta dan ingin segera makan sepotong lagi, lagi, dan lagi.. hingga habis. Black Velvet Truffle terdiri dari sponge sacher, lapisan chocolate cream, dan chocolate ganache bertabur bubuk coklat sebagai garnish di bagian paling atas. Saya suka sekali cake coklat ini karena rasa coklatnya benar-benar mantap, terutama chocolate ganache yang di atas.. Sponge sacher yang lembut tetapi masih bertekstur, berpadu dengan chocolate cream yang sedikit manis menjadi balance. Tanpa terasa cake ini habis dengan cepat...
Half left

Half left

 
Pelayanan di Delifrance menurut kami cukup baik, standar restoran pada umumnya. Waitress cukup komunikatif dan yang terpenting ramah dalam melayani customer. Pesanan kami keluar cukup cepat karena hanya berupa cake yang disajikan di piring tanpa garnish tambahan apa pun. Overall kami puas dengan Delifrance, mulai dari tempatnya yang cantik, pelayanan yang baik, cakes yang enak dan berkualitas, serta tak kalah penting adalah harga yang kami bayarkan sesuai dengan kepuasan yang didapat. Banyak tempat lain yang mempunyai cake enak tetapi harganya selangit, berbeda dengan Delifrance yang harganya affordable. Delifrance, I'll be back!
Supplementary Information:
Sisakan ruang di perut untuk mencicipi dessert atau kue-kue dari Delifrance yang tidak boleh dilewatkan.
 
Recommended Dish(es):  Blueberry Cheese Cake,Black Velvet Truffle
 
Table Wait Time: 5 minute(s)


Date of Visit: Jul 09, 2014 

Spending per head: Approximately Rp50000(Other)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Fusion Sushi di SushiGroove OK Aug 27, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Restaurant | Sushi | Halal | Kumpul Keluarga

Hari libur nasional, menyenangkan rasanya bisa berkumpul dengan sahabat baik saya yang sebentar lagi akan meninggalkan tanah air untuk bekerja di luar negeri. Selain jalan-jalan dan sekedar window shopping, kuliner pastinya menjadi acara wajib karena merupakan hobi kami berdua.
Welcome to Sushi groove PIM 2

Welcome to Sushi groove PIM 2

 
Pilihan kuliner kami kali ini jatuh pada Sushigroove. Saya yang memang jarang makan sushi menyetujui karena di sini banyak pilihan fusion sushi, sedangkan sahabatku pastinya suka karena dia penggemar makanan Jepang.

Resto Jepang yang berlokasi di Pondok Indah Mall 2 - Restaurant Row ini sudah cukup lama beroperasi. Sudah sering saya melewati resto ini dan tertarik dengan konsep desain outlet-nya yang tampak catchy di antara deretan resto tetangganya. Dimulai dari bagian depan, sebuah logo besar berwarna hijau di atas background kayu gelap terlihat simple dan modern. Beranjak ke dalam, terdapat meja dan kursi berbahan kayu ditata efektif memenuhi ruangan yang tidak terlalu luas. Tampilan outlet dibuat seperti di kedai dengan adanya meja-meja panjang yang sifatnya sharing, dimana customer bisa duduk bersebelahan dengan customer lain yang tidak saling kenal. Meja-meja terpisah untuk kelompok kecil masih tersedia, namun jumlahnya lebih sedikit. Ruangan terbagi dua bagian yaitu area smoking dan non smoking, dipisahkan oleh semacam service area tempat makanan disiapkan.

 
Penataan ruangan minimalis tanpa banyak pernik hiasan. Lighting resto temaram, kontras dengan dinding di salah satu sisi yang diberi lighting terang bermotif garis-garis abstrak. Dinding inilah yang terlihat sangat catchy dari luar ketika kita melewati resto. Di atas setiap meja panjang terdapat lampu sekaligus ornamen ruangan yang terbuat dari dua layer kain berwarna hijau tua dan hijau muda, ditambah efek cahaya lampu di dalamnya menghadirkan nuansa hijau sebagai aksen di tengah ruangan yang gelap. Di atas meja-meja yang lebih kecil juga terdapat lampu gantung berbahan sama namun kombinasi warnanya kebalikan dari yang panjang.

 
Catchy decor

Catchy decor

 
Ismaya Group yang menaungi Sushigroove memang terkenal tidak tanggung-tanggung dalam "mendandani" setiap restorannya. Tidak cukup hanya interiornya saja yang ditata apik, sampai ke peralatan makannya pun menyesuaikan konsep keseluruhan restonya. Untuk Sushigroove yang bercirikan warna hijau, peralatan makannya juga bernuansa hijau dipadukan beberapa pernik berwarna gelap.
Peralatan makan yang serasi

Peralatan makan yang serasi

 
Siap mulai makan?

Cold Ocha (refillable, IDR 13k)
Segar

Segar

 
Saat menikmati makanan Jepang, minuman yang paling pas memang cold ocha, my favorite! Tidak terlalu pekat, tidak terlalu pahit, dan yang penting bisa refill. Minum teh ini rasanya tidak jauh berbeda dengan minum air putih, dan bisa menetralisir rasa makanan di mulut. Pilihan dingin juga cocok untuk siang hari karena terasa lebih menyegarkan. Sebuah pilihan tepat, bukan?

Tako Yaki Udon (IDR 69k)
Sauteed udon with octopus
Enak tapi porsinya kecil sekali

Enak tapi porsinya kecil sekali

 
Sebuah menu simple pilihan sahabat saya, tentunya. Dia suka octopus, sedangkan saya tidak, tetapi tak apa karena saya tetap bisa mencicipinya. Potongan tako cukup besar sehingga mudah saya hindari agar jangan sampai terambil. Tingkat kematangan udon pas sesuai selera saya, yaitu sedikit melebihi al dente tetapi tidak sampai terlalu lunak juga. Udon dimasak dengan bawang putih yang cukup banyak, potongan tipis paprika, dan tako. Rasanya sedikit pedas dan enak meskipun tidak dapat dikatakan istimewa, hanya agak terlalu asin untuk standar lidah saya. Tersaji di atas piring bertepi cantik nan unik, namun garnish-nya sederhana hanya berupa irisan halus daun bawang yang diletakkan di atas tumpukan udon. Porsinya tergolong minimalis alias sedikit!

Krakatau Roll (half portion IDR 29k, full portion IDR 49k)
A delicious explosion of gindara and asparagus roll in Sushigroove's special mayo sauce
Too much mayo!

Too much mayo!

 
Kami memilih menu ini karena tertarik dengan kata "gindara and asparagus roll" yang tertera di menu. Rasanya asparagus jarang ada dalam ingredient sushi, maka kami pun jadi tetarik mengetahui seperti apa rasa fusion sushi yang satu ini. Terdapat dua pilihan porsi yaitu full portion yang terdiri dari 8 potong sushi, dan half portion yang berisi setengahnya yaitu 4 potong sushi. Kami memilih half portion agar masih ada cukup ruang di perut untuk menu-menu lainnya. Ketika menu ini datang, ternyata kecil sekali ya… Tiga potong sushi disusun merapat di tengah piring dan yang sepotong diletakkan di atasnya seperti puncak menara, kemudian dihiasi mayo dan saus sambal. Rupanya presentasi ini sesuai nama menunya "Krakatau", jadi tampilannya dibuat seperti gunung berapi tengah mengeluarkan lahar. Sushi-nya sendiri berbalut tepung tempura di bagian luar yang sebenarnya crunchy, tetapi sudah tidak garing lagi karena terkena lelehan saus di hampir seluruh permukaannya. Saya coba potongan pertama, langsung terasa sausnya yang terlalu mendominasi sehingga saya tidak begitu bisa merasakan gindara, apalagi asparagusnya. Penasaran, saya coba lagi potongan kedua. Ah, ternyata masih sama, seperti makan nasi dengan sedikit nori dan saus mayo saja. Sahabat saya pun berpendapat sama, dia tidak menemukan baik rasa maupun potongan asparagus di dalamnya. Bukan berarti menu ini tidak enak, tetapi agak mengecewakan karena saus mayo yang berlebihan menutup rasa dari komponen lainnya.

Princess Roll (half portion IDR 39k, full portion IDR 69k)
Baked tuna and dream sauce on top of our California Roll
Enak!

Enak!

 
Lain kali harus pesan full portion

Lain kali harus pesan full portion

 
Another fusion sushi yang kami pilih karena seluruh isinya pasti matang, dan kami penasaran dengan rasa dream sauce yang disebutkan di menu. Empat potong sushi tersaji di atas piring hitam karena kami kembali memilih half portion. Potongan sushinya lebih besar dari krakatau, bentuk roll-nya lebih rapi dan disusun berjajar memanjang. Tidak ada komplain untuk isi California roll yang soo basic (tapi enak), apalagi untuk topping baked tuna beserta dream sauce di atasnya yang soo perfect. Potongan tuna yang digunakan tipis dan dagingnya segar sehingga tidak ada rasa amis sama sekali. Dream sauce sendiri berbahan dasar mayo yang dibumbui ala Sushigroove, menghasilkan saus yang rasanya balance dan terasa lumer di mulut. Ditambah taburan caviar dan sedikit wijen goreng menjadikan sepotong sushi ini memiliki tekstur yang kompleks dan tentunya rasa yang membuat kita ingin makan sepotong lagi dan lagi. Duh, jadi menyesal hanya pesan half portion untuk berdua!

Soft Shell Crab Salad (IDR 49k)
Crispy soft shell crab on top of romaine lettuce, edamame, and carrot with wasabi mayo dressing
Segar, crunchy, dressignya pas!

Segar, crunchy, dressignya pas!

 
Edamame menjadikannya khas salad Jepang

Edamame menjadikannya khas salad Jepang

 
Menu salad yang seharusnya menjadi makanan pembuka justru keluar paling akhir di antara semua pesanan kami, maka jadilah salad penutup. Pada dasarnya isi salad ini standar seperti salad umumnya yaitu romaine lettuce, wortel parut, tomat, dan kyuri, namun menjadi "ala Jepang" dengan adanya edamame dan dressing wasabi mayo. Menjadi lebih berbeda lagi karena adanya satu ekor soft shell crab berbalut tepung tempura yang crunchy sebagai topping utama. Satu catatan saya, wasabi mayo dressing-nya enak karena rasa wasabi tidak sampai mendominasi, tetapi cukup memberikan seberkas rasa yang khas setelah dicampurkan dengan sayuran. Awalnya saya merasa dressing yang diberikan terlalu sedikit, ternyata setelah diaduk agak lama dengan sayuran justru pas komposisinya. Secara keseluruhan salad ini enak dan kami berdua menyukainya, tak heran jika porsinya yang tergolong kecil ini dapat kami habiskan dengan cepat.

Dari segi pelayanan, waitress di sini cukup responsif, ramah, dan menguasai menu. Makanan pesanan kami termasuk agak lama keluar mengingat kondisi resto sedang tidak ramai. Kami menunggu sekitar 20 menit hingga akhirnya menu pertama tersaji, namun bisa dimaklumi karena menu pilihan kami memang perlu waktu lebih untuk mempersiapkannya. Cita rasa makanan tergolong aman, kategori fusion-nya tidak ada yang terlalu "ajaib", hanya sedikit kekurangan semisal terlalu asin tetapi tidak sampai fatal.
Bicara soal harga, jujur saja, pricey. Jika dinilai dari rasa dan kualitas, mungkin masih worth it karena rasa makanan di sini enak (meskipun tidak semuanya) dan bahan makanan berkualitas baik, tetapi jika dilihat dari porsinya yang kecil jadi terasa mahal. Meskipun demikian, harga bukan segalanya. Suasana resto, pelayanan yang baik, terutama rasa dan kualitas makanan menjadikan customer tetap ingin datang lagi. Saya pribadi masih ingin kembali di kemudian hari untuk mencoba beberapa menu lain yang tampaknya menarik, karena Sushigroove menyediakan cukup banyak varian menu yang dapat dipilih.

------------------------------
Ulasan dan foto lebih lengkap di http://andrianiwiria.blogspot.com/2014/08/fusion-sushi-di-sushigroove.html
Supplementary Information:
Bagi yang tidak suka pedas, tidak perlu khawatir dengan label "spicy" yang tertera di buku menu karena rasa sebenarnya sangat jauh dari pedas, aman! Sebaliknya bagi yang suka pedas bisa ditambahkan bubuk cabai yang tersedia di meja.
 
Recommended Dish(es):  Soft Shell Crab Salad,Cold Ocha,Princess Roll
 
Table Wait Time: 20 minute(s)


Date of Visit: Jul 09, 2014 

Spending per head: Approximately Rp125000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0