OpenRice Index
  
missnl
This is missnl living in Cilandak. I am a graphic designer, work in Lebak Bulus. I like to hang out in Tanjung Duren, Pondok Indah, Senayan. Bali, Chinese, Itali, India are my favorite cuisines. I also love Street Foods, Kafe, Restaurant, lounge and Siomay / Batagor, Pizza & Pasta, sate lilit bali.
Member 10 First(s)
No. of Review67 Review(s)
編輯推介數目33 Editor's Choice
Recommended8 Recommended
Popularity3669 View(s)
Replies in Forum1 Comment(s)
Upload Photos1237 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant42 My Restaurant(s)
Follow58 Following
粉絲391 Follower(s)
missnl  Level 3
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 1 to 5 of 57 Reviews in Indonesia
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Perancis | Restaurant | Steak & Grills | Kumpul Keluarga

Sore hari di mall, saya dan sahabat mampir sejenak ke Delifrance untuk duduk-duduk santai sambil menikmati kue ala Perancis di sini. 
Delifrance PIM 2

Delifrance PIM 2

 
A classic look

A classic look

 
Outlet Delifrance terletak di lantai dasar PIM 2, tepat di sebelah Pizza Marzano (sekarang Pizza Express) dan Rococo. Seingat saya outletnya sudah pernah berganti tampilan karena restoran ini sudah beroperasi cukup lama sejak PIM 2 dibuka. Tampilan outletnya yang sekarang bergaya Eropa klasik seperti sebuah kafe di kota Paris. Kesan hangat dan homey tercipta dari penataan interiornya yang harmonis dan lighting yang mendukung. Ada satu bagian agak di sudut dekat jendela yang sangat cantik menurut saya. Mulai dari desain lantai, meja kursi kayu bergaya klasik, hiasan di kaca jendela, hingga lampu dinding di dekatnya membuat sudut ini tampak romantis, bagus untuk spot berfoto ria atau candle light dinner berdua dengan pasangan.
Romantic corner

Romantic corner

 
Ketika kami datang, restoran yang sekaligus sebagai cafe dan bakery ini tidak terlalu ramai, maklum saat itu bulan Ramadhan dan masih jauh dari jam berbuka puasa. Memasuki restoran, kami langsung menuju etalase di bagian kanan untuk memilih cake. Jajaran cake lezat tampak sangat menarik untuk dicoba, rasanya ingin memesan semuanya! Sahabat saya merekomendasikan cake tempat ini karena ia sudah beberapa kali menikmati kelezatannya. Tak mengherankan, karena Delifrance mempunyai chef Rene Gazoti yang asli Perancis.
Iced Coffee with the cakes

Iced Coffee with the cakes

 
iced Coffee (IDR 30k)
Minuman simple yang menyegarkan di sore hari. Segelas kopi dingin cocok sebagai teman makan cake yang manis dan bisa menghalau kantuk atau lelah yang menyerang di sore hari begini. Disajikan dengan gula cair terpisah dalam sebuah cangkir mini, sehingga kita bisa menentukan sendiri tingkat kemanisannya sesuai selera.

Blueberry Cheese Cake (IDR 28k)
Yummy

Yummy

 
Yummy

Yummy

 
Pilihan teman saya ini ternyata enak sekali dan rasanya beda dari cheese cake di tempat lain. Cheese cake-nya sendiri tidak terlalu manis dan cukup firm, tidak terlalu lunak teksturnya sehingga tidak membuat machtig. Di bagian atas terdapat lapisan homemade blueberry jam yang masih bertekstur dengan rasa asam-manis pas dan aroma blueberry yang natural (karena terbuat dari blueberry segar tanpa artificial flavour). Di dalam cheese cake masih terdapat beberapa gumpalan semacam blueberry paste yang lebih padat, jadi rasa asam-manis blueberry tidak hanya didapatkan di bagian atas tetapi di dalam cake juga. Biscuit base yang melapisi bagian bawah dan luar cheese cake bertekstur seperti biscuit crumbs yang renyah dan agak mudah hancur seperti terlihat pada cake teman saya yang sedikit "runtuh" ketika dihidangkan di piring. Rasa biscuit base-nya cenderung plain, hanya ada sedikit rasa manis sehingga tidak mengganggu rasa cake, justru membuat tekstur keseluruhan cake menjadi kompleks. Yummy!

Black Velvet Truffle (IDR 28k)
For Choco Lovers

For Choco Lovers

 
Sebagai penggemar berat coklat, saya sudah "mengincar" cake ini sejak pandangan pertama. Penampilannya memang tidak terlalu mewah dan mungkin kurang menggugah selera, tetapi jangan dulu meremehkan kue ini sebelum mencobanya! Begitu potongan pertama masuk ke mulut, saya langsung jatuh cinta dan ingin segera makan sepotong lagi, lagi, dan lagi.. hingga habis. Black Velvet Truffle terdiri dari sponge sacher, lapisan chocolate cream, dan chocolate ganache bertabur bubuk coklat sebagai garnish di bagian paling atas. Saya suka sekali cake coklat ini karena rasa coklatnya benar-benar mantap, terutama chocolate ganache yang di atas.. Sponge sacher yang lembut tetapi masih bertekstur, berpadu dengan chocolate cream yang sedikit manis menjadi balance. Tanpa terasa cake ini habis dengan cepat...
Half left

Half left

 
Pelayanan di Delifrance menurut kami cukup baik, standar restoran pada umumnya. Waitress cukup komunikatif dan yang terpenting ramah dalam melayani customer. Pesanan kami keluar cukup cepat karena hanya berupa cake yang disajikan di piring tanpa garnish tambahan apa pun. Overall kami puas dengan Delifrance, mulai dari tempatnya yang cantik, pelayanan yang baik, cakes yang enak dan berkualitas, serta tak kalah penting adalah harga yang kami bayarkan sesuai dengan kepuasan yang didapat. Banyak tempat lain yang mempunyai cake enak tetapi harganya selangit, berbeda dengan Delifrance yang harganya affordable. Delifrance, I'll be back!
Supplementary Information:
Sisakan ruang di perut untuk mencicipi dessert atau kue-kue dari Delifrance yang tidak boleh dilewatkan.
 
Recommended Dish(es):  Blueberry Cheese Cake,Black Velvet Truffle
 
Table Wait Time: 5 minute(s)


Date of Visit: Jul 09, 2014 

Spending per head: Approximately Rp50000(Other)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Thailand | Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga

Semakin terjangkaunya transportasi dan akomodasi ke Thailand menjadikan semakin banyak orang bisa "mencicipi" pesona Thailand dan tak ketinggalan tentu saja kulinernya yang sudah mendunia.
Bagaimana jika tiba-tiba kangen dengan makanan Thailand yang rasanya benar-benar seperti di tempat asalnya? Tenang, Thai Alley punya solusinya!
Thai Alley merupakan bagian dari F & B retailer Culinary Concepts yang didirikan pada tahun 2008. Culinary Concepts dengan tagline "Passion for Food, Obsession for Detail" telah mempunyai 5 dining concepts yaitu:
- Culinary Concept Catering
- Thai Alley
- Thai GoGo
- The Apartment Restaurant + Bar
- The Butcher

Thai Alley sendiri telah mempunyai 2 cabang yaitu di Pacific Place dan Gandaria City. Dengan konsep "Authentic Thai Street Food", Thai Alley bermaksud menghadirkan suasana asli Thailand baik melalui cita rasa makanan maupun suasana tempat makannya. Mengapa street food? Ya, karena real taste atau cita rasa otentik dari masakan Thailand memang berakar dari streed food-nya.
Saya dan teman-teman berkesempatan mengunjungi cabang Thai Alley di Gandaria City untuk mencoba menu-menu unggulan mereka. Sangat mudah menemukan letak Thai Alley yang berada di lantai dasar, tepat di sebelah pintu masuk South Lobby.

Interior resto dibuat seperti suasana sebuah sudut di jalan atau gang (alley) di Thailand dengan tembok yang dipenuhi coretan graffiti dan booth yang terbuat dari seng gelombang. Meja dan kursi makan terbuat dari kayu dicat warna-warni cerah tapi sudah berkesan usang. Sebagian tempat duduknya bahkan hanya berbentuk bangku tanpa sandaran, meskipun ada pula yang berbentuk sofa dengan bantalan empuk. Tak ketinggalan pepohonan dalam pot kaleng besar ikut melengkapi suasana sehingga makin menyerupai asli.
Like in Bangkok

Like in Bangkok

 
Di bagian depan terdapat Thai dessert booth yang terang benderang dengan hiasan deretan lampu bohlam. Sofa-sofa di sekitarnya memang pas sekali untuk tempat duduk-duduk santai, ngobrol bersama teman atau keluarga sambil menikmati Thai dessert yang dipesan dari booth tersebut.
Sebuah private room terdapat di bagian belakang, berkapasitas sekitar 25 seating seat. Dindingnya dipenuhi graffiti dan sebagian lagi berupa dinding kaca yang berbatasan langsung dengan dropping area Gandaria City sehingga dari dalam resto terlihat mobil lalu-lalang di luar. Suasananya jadi seperti benar-benar di pinggir jalan di Bangkok, loh...

Selain interior yang sudah dibuat semirip mungkin dengan di Thailand, cita rasa masakan pastinya menjadi perhatian utama. Tak tanggung-tanggung, chef-nya didatangkan langsung dari Thailand! Chef King, yang bertanggung jawab untuk Thai Alley cabang Gandaria City, saat itu mengadakan live demo pembuatan dua macam Thai salad yang sangat ngetop itu. Terdapat sebuah gerobak dipenuhi bahan-bahan pembuatan salad, dan Chef King meracik salad di belakang gerobak seperti penjual makanan kali lima.
Chef King presents Yam Mamuang

Chef King presents Yam Mamuang

 
Sambil meracik salad, Chef King yang sudah cukup lancar berbahasa Indonesia menerangkan tentang bahan-bahan yang digunakan dan langkah-langkah pembuatannya. Beberapa jenis bahan seperti kecap ikan masih didatangkan langsung dari Thailand untuk menjaga keaslian rasa. Tak ketinggalan semacam lumpang kayu tempat menumbuk saladnya juga masih impor dari Thailand. Meskipun dibuat ala street food, di Thai Alley kebersihan sangat diutamakan, salah satunya sang chef selalu memakai sarung tangan saat meracik makanan.

DRINK
Nam Bay Ma Khud (IDR 45k)
Orange leaves, lime, sugar
Daun jeruk yang dimaksud di sini adalah daun jeruk purut yang di Indonesia memang lazim digunakan untuk masakan ataupun minuman. Menurut saya paduan rasa antara daun jeruk purut dengan jeruk nipis ini menghasilkan aroma yang agak unik, segar, dan wangi. Penambahan gulanya pas, sehingga rasa asamnya cukup menyegarkan mata yang lagi ngantuk, tapi tidak akan membuat sakit perut.

SALADS

Yam Mamuang (IDR 45k)
Spicy mango salad with chill and lime juice

 


Bahan-bahannya simple saja yaitu serutan mangga muda, cabai, perasan jeruk nipis, plus saus racikan Thai Alley. Semua bahan ditumbuk kasar, diaduk rata, kemudian ditaburi kacang mete dan kacang tanah sangrai. Asam dan pedasnya mantap karena tadi sang chef memasukkan cabai cukup banyak. Jangan khawatir, customer bisa request tingkat kepedasannya, atau bahkan tidak pakai cabai sama sekali, walaupun menurut Chef King, "makanan Thailand tidak enak kalau tidak pedas."

Som Tam
(IDR 45k)
Spicy papaya salad

 

This is my favorite! Rasanya mirip som tam yang saya makan di Bangkok dulu. Serutan daging pepaya muda, wortel, tomat, dan kacang panjang mentah, ditumbuk dengan saus khas Thai Alley dan kecap ikan, plus taburan kacang tanah sangrai sebagai topping akhir. Rasa asam, manis, pedas, asin, dan gurih dari kecap ikan berpadu pas dan balance. Kalau tidak ingat masih banyak antrian menu lainnya, saya pasti makan salad ini lagi dan lagi…

APPETIZERS

Nang Krob Pad Heng (IDR 45k)
Crispy dried beef skin crackers with tom yum paste
Kerupuk kulit sapi atau yang di beberapa daerah di Indonesia dikenal sebagai kerupuk rambak, ternyata ada juga dalam hidangan Thailand. Di daftar menu disebutkan bahwa kerupuk ini dimasak dengan tom yum paste, tapi bagi saya pribadi hanya terasa dominan manis seperti rasa kecap. Kerupuk kulitnya juga menjadi agak keras dan alot karena siraman bumbu tersebut.

Tod Man Pla
(IDR 45k)
Light curry flavoured fish cake

 
I love fish cakes! Demikian juga cemilan satu ini, enak sekali dengan rasa curry yang agak malu-malu alias tidak terlalu terasa. Fish cake digoreng hingga berwarna kecoklatan yang pas dan merata di seluruh bagiannya, menjadikan bagian luarnya cukup kering tetapi bagian dalamnya masih empuk. Kalau tidak ingat teman-teman yang lain, seisi piring ini pasti akan berpindah ke perut saya.. *wink*

MAINS

Grand Seafood Tower (IDR 398k)
Freshly picked squid, prawn, crab, mussels, baby octopus served with Thai Alley's dipping sauce, Thai mango salad, and Thai papaya salad

 
Sebuah menu komplit bagi pecinta seafood karena di dalamnya tersedia lengkap dari udang besar yang di-grill maupun di-steam, baby octopus digoreng tepung, kepiting, cumi-cumi, dan kerang yang di-steam. Terdapat dua macam dipping sauce untuk menemani makan seafoodnya. Saus berwarna merah seperti sambal Bangkok yang diolah khusus menjadi khas Thai Alley, rasanya asam manis, tidak pedas, cocok untuk makan seafood yang digoreng. Satu saus lain berwarna putih kekuningan dengan aroma bawang putih yang kuat dan cenderung asin, cocok untuk makan seafood yang di-steam. Saya pribadi lebih menyukai saus putih beraroma garlic ini untuk semua jenis seafood, apalagi karena tepung yang membalut calamari cenderung plain, jadi memang memerlukan dipping sauce. Menu ini tidak diragukan lagi, besar sekali! Tiga sampai empat orang rasanya pas untuk menghabiskan satu tower penuh seafood lezat ini.
Tampilannya cantik sekali disusun dalam wadah bersusun dua tingkat dan di paling atas terdapat empat buah udang panggang berdiri tegak. Saya bersama teman-teman semeja malah asyik berfoto seru-seruan dengan seafood tower ini sementara yang lain sudah mulai makan. Boleh lah ya, narsis dikit sebelum towernya diacak-acak. Hihihi...

Neua Yang
(IDR 98k)
Grilled Australian rib eye seasoned with Thai herbs and served with spicy sauce

 

Dari penjelasan menunya saya membayangkan rasanya pedas dan khas Thailand karena ada kata "Thai herbs". Tampilan dagingnya menarik, terlihat tasty, warnanya coklat dengan beberapa bagian bakaran tetapi tidak sampai terlalu gosong. Saya yang tidak terlalu suka red meat pun kali ini tak sabar ingin mencoba. Ketika saya cicipi.. lho koq rasanya seperti sate? Benar-benar menurut saya pribadi ini seperti makan sate sapi kelas premium yang empuk dan enak sekali. Kualitas daging memang sangat berpengaruh, ditambah lagi bumbunya yang sangat meresap membuat saya tidak mau berhenti mengunyah sampai isi piringnya habis. Oh ya, tidak perlu takut dengan kata spicy-nya, karena ini sama sekali tidak pedas.

Pla Garupa Manaow
(IDR 249k)
Steamed grouper fish with fresh lime juice and chill sauce

 

Terhidang agak sedikit "heboh' dengan kompor pemanas di bagian bawahnya, sehingga kuahnya masih terus mengepul menguarkan aroma sedap. Kepala ikan kerapu yang cukup besar di-steam dengan kuah jeruk nipis dan bawang putih. Ikan kerapu memang paling enak dimasak dengan cara di-steam, terbukti di menu ini daging ikannya lembut dan juicy. Pada kuahnya terlihat banyak bawang putih baik yang sudah dicincang halus maupun masih berupa potongan, sehingga tidak mengherankan kalau rasa bawang putihnya dominan sekali dan agak "beradu" dengan aroma jeruk nipisnya. Beberapa potongan cabai rawit merah yang tersebar di kuah ternyata tidak perlu dikhawatirkan karena tidak membuat kuahnya menjadi pedas, kecuali jika potongan cabainya dimakan baru terasa mantap pedasnya.. Saya tetap suka menu ini, hanya saja bukan merupakan favorit saya karena rasa jeruk nipis dan bawang putih yang terlalu tajam di lidah saya.

Pad Thai
(IDR 55k)
Stir fried rice noodle with shrimps, eggs, tomatoes, bean sprouts, and chives

 

Menu basic yang dapat ditemui di hampir semua Thai resto, ibaratnya, kalau tidak ada menu pad thai jangan berani meng-klaim sebagai Thai resto, deh! Pad Thai di sini disajikan dengan beberapa komponen tambahan yang masih terpisah di tepi piring. Mungkin maksudnya jika ada customer yang tidak suka salah satu komponen tersebut bisa dengan mudah menyingkirkannya sebelum dicampur. Kebetulan saya dan teman-teman tidak ada keluhan atau pantangan dengan semua komponen tersebut, jadi kami campur saja semuanya. Tambahan komponen tersebut memberikan rasa dan tekstur yang lengkap pada masakan ini. Misalnya taoge (bean sprouts) mentah memberikan tekstur crunchy-nya sayuran segar dan rasa manis, demikian pula dengan perasan jeruk nipis menambah aroma plus sebersit rasa asam menyegarkan.

Goong Pad Met Mamuang Goong
(IDR 69k)
Stir fried shrimp with sweet and sour sauce, cashew nuts, and dried chill

 

Udangnya besar-besar dan segar, terlihat dari warnanya yang cantik, teksturnya kenyal, dan ada rasa manis ketika dikunyah. Komposisi bumbu asam manisnya pas tidak terlalu dominan, dan cukup meresap ke udangnya. Jika dimakan sekaligus bersama potongan bawang bombai, kacang mete, dan potongan cabai kering yang menyertainya akan menjadi perpaduan nikmat. Jangan takut bagi yang tidak suka pedas, karena tidak terasa pedas kalau tidak mengunyah cabai keringnya. Selain itu potongan cabai keringnya besar-besar sehingga mudah disisihkan. Penggemar udang pasti suka menu ini… that's me!

Broccoli Kratiam
(IDR 49k)
Stir fried broccoli with garlic
Menu sayuran ini terasa ligjt dibanding masakan lainnya, dan satu-satunya yang tidak ada cita rasa khas Thailand, tapi bukan berarti tidak enak. Broccoli tumis bawang putih ini umum kita temui di Chinese food resto, rasanya pun sama dengan aroma bawang putih yang cukup dominan seperti kesukaan saya. Broccolinya sudah dipotong dalam kuntum-kuntum kecil yang pas dalam sekali suap, sehingga kita tidak repot memakannya. Tingkat kematangan broccoli pas, warnanya masih hijau segar, dan ketika dikunyah terasa renyah. Penggemar sayuran terutama broccoli pasti suka menu ini, bahkan mungkin yang tadinya tidak suka broccoli bisa jadi suka karena rasanya enak.

DESSERT

Kati Sod Ma Praw Awn
Homemade fresh coconut ice cream with toppings

 

Menu terbaru dari Thai Alley yang bahkan belum dijual untuk umum. Suatu kehormatan kami menjadi customer pertama yang bisa mencobanya. Biasanya es krim kelapa tidak pernah menarik minat saya, tapi yang ini berbeda. Es krimnya tidak terlalu manis, lembut, dan terasa alami tanpa tambahan artificial flavor. Toppingnya cukup ramai mulai dari daging kelapa muda, sari kelapa, kolang kaling, kacang merah, manisan ubi, dan pipilan jagung manis. Mangkuk sajinya unik memakai batok kelapa muda yang isinya sudah dikeruk untuk topping. Penyajian yang bagus ya, bisa memanfaatkan "sampah" sebelum dibuang. Meskipun masih menu percobaan, tapi kami yakin pasti jadi best seller kelak, soalnya uenakkk! Untuk dessert seenak ini kami rela menjadi kelinci percobaan… yumm!

Sebelum pulang kami masih mendapat Goody Bag dari Thai Alley berupa voucher makan dan dua jenis take away menu dari Thai GoGo.

 
Thai GoGo merupakan salah satu dining concept dari Culinary Concepts yang ditujukan terutama bagi masyarakat urban yang sibuk. Dengan adanya Thai GoGo tidak perlu khawatir lagi kalau sedang tidak sempat makan di restoran, kita tetap bisa menikmati menu Thai yang lezat ini di rumah, di kantor, atau di perjalanan. Masih tidak sempat mampir untuk membeli take away menu? Tenang, tersedia pula GoGo Delivery yang siap mengantar pesanan Anda, cukup dengan menghubungi 021 5797 3139.

Foto-foto yang lebih lengkap dapat dilihat di: http://andrianiwiria.blogspot.com
Supplementary Information:
Thai Alley

Gandaria City, South Lobby

Jl. Sultan Iskandar Muda, Jakarta 12240

Tel. +62 21 2900 8038

Pacific Place, 5th Floor

Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190

Tel. +62 21 5797 3600

Email: thaialley@culinaryconcepts.asia

Facebook-Twitter-Instagram: @ThaiAlley

Thai GoGo

Pacific Place, B1 (BEI Underpass)

Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190

Tel. +62 21 5797 3139

Twitter-Instagram: @thai_gogo
 
Recommended Dish(es):  Tod Man Pla,Som Tam,Grand Seafood Tower,Kati Sod Ma Praw Awn
 
Date of Visit: Apr 11, 2014 

Spending per head: Approximately Rp150000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend

Love in Belgium Smile Feb 24, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Es Krim/Yogurt | Halal

chopstick Love in Belgium
Love in Belgium

Love in Belgium

 
Special X'mas/Year End menu dari Haagen Dasz ini enak banget.. tak hanya dinginnya es krim yang lembut, berpadu pula lava cake hangat dengan melted chocolate di dalamnya, soo yummy! tongue

Dengan harga 68rb, menu ini berisi 2 scoop es krim pilihan dan 1 lava cake, keseluruhannya disusun cantik dan di-garnish dengan strawberry segar & coklat hias. Untuk pilihan rasa es krim-nya recommended banget Belgian Chocolate yang sungguh terasa dark chocolate-nya. Untuk kombinasinya favorit sy adalah strawberry atau berries yg ada rasa asam-manis jadi tidak monoton manisnya coklat saja.

Untuk tempatnya sendiri, Haagen Dasz PIM2 favorit sy karena letaknya di sisi luar mall sehingga ruangannya terang, jadi bisa menikmati es krim sambil baca2 deh.. Outlet PIM ini ada indoor area & outdoor area juga bagi yg merokok. Indoor area-nya meskipun kecil tapi ditata baik, ada beberapa sofa juga. Untuk outdoor area-nya agak kurang nyaman karena outlet ini tepat di sebelah lobby mall jadi kendaraan pasti ramai terus lalu lalang sehingga asap kendaraan menganggu kenikmatan sad

Conclusion: Menu Love in belgium is very recommended! sayangnya ini menu limited yg hanya tersedia hingga awal tahun 2012 saja... Kalau untuk menu2 regular sih tetap ada & per scoop-nya bisa pilih rasa sesuai selera masing2.
 
Recommended Dish(es):  Paradise
 
Celebration:  Christmas 

Spending per head: Approximately Rp70000(Other)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   1 Vote(s)   View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kopitiam | Halal | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

Saat sedang mengunjungi teman di Karawaci, saya berkesempatan mencoba sebuah resto berkonsep unik yaitu PENJARA. Bong Kopitown sebenarnya sudah cukup lama beroperasi di Jakarta dengan beberapa cabang, hanya saya belum berkesempatan mengunjungi salah satunya. Ketika melihat Bong Kopitown telah buka di Supermall Karawaci, segera saya manfaatkan kesempatan ini untuk makan bersama sembari bernostalgia dengan teman-teman semasa kuliah dulu.

Tidak sulit menemukan resto ini di dalam Supermall Karawaci. Terletak di lantai 1 bagian tengah, resto ini sudah kelihatan dari lantai dasar dengan logo restoran besar yang menyala terang di atas dasar hitam.
Welcome to the jail!

Welcome to the jail!

 
bagian depan

bagian depan

 
Tampilan resto memang sudah sangat menarik perhatian karena konsepnya yang unik. Ruangan resto terbagi menjadi beberapa bagian dibatasi jeruji besi yang membentuk seperti sel-sel di penjara. Ada beberapa "ruangan" sel yang masing-masing bisa memuat 6-8 orang, dan sisanya berupa ruangan tanpa pembatas dengan meja-meja yang lebih kecil memuat 2-4 orang. Lantai dan dinding hanya berupa lapisan semen untuk lebih memperkuat kesan penjara. Beberapa bagian dinding digambari seolah graffiti yang dibuat para tahanan untuk menghabiskan waktu di penjara.
Suasana penjara

Suasana penjara

 
Grafitti

Grafitti

 
Saya datang bersama 2 orang teman sebelum jam makan malam. Resto masih agak sepi, sehingga kami pun masih bisa menempati ruangan sel yang seharusnya untuk 6-8 orang karena masih ada yang kosong. Ruangan sel ini memang paling favorit karena di tempat inilah suasana makan di dalam penjara benar-benar terasa, tak heran jika semua tamu ingin duduk di sini.

Kami sengaja tidak memesan makanan berat karena masih ada rencana lain setelah dari sini. Berikut adalah menu-menu pilihan kami untuk dinikmati di dalam "penjara":

Ham Pan (IDR 17k)

 
Tidak ada penjelasan pada daftar menu menjadikan kami agak menebak-nebak apa sebenarnya isi menu ini. Daripada penasaran maka kami memutuskan memesannya. Ternyata ini adalah semacam bubur sumsum dengan taburan topping sayuran yang dirajang halus di atasnya. Bubur sumsum berwarna putih terasa lembut dan rasanya tidak terlalu asin justru sedikit manis. Topping sayuran di atasnya seperti sudah diasinkan (semacam sawi asin) dan ditumis hingga berwarna kecoklatan dengan rasa asin yang lebih dominan. Saya pribadi suka dengan menu ini. Rasa toppingnya sedikit unik namun secara keseluruhan terasa enak, terutama jika dimakan selagi masih hangat.

Old Town Juhi (IDR 28k)
Yummy!

Yummy!

 
Mie keriting kuning dengan potongan selada dan suwiran juhi disiram bumbu kacang. Disajikan di atas piring kaleng ala penjara, namun secara tampilan tetap cantik ala cafe. Rasanya hampir seperti gado-gado, dengan bumbu kacang yang harum beraroma ebi. Mie kuningnya agak tebal dan sedikit kenyal, tetapi dengan tingkat kematangan yang pas menjadikannya tetap mudah dikunyah. Potongan selada segar dan suwiran juhi yang cukup banyak melengkapi rasa dan tekstur menu ini. Saya dan teman-teman pun sepakat bahwa ini yang terenak diantara menu-menu yang kami pesan saat itu.

HK Toast Mix (IDR 18k)

 
Menu ini sebenarnya sederhana saja berupa 4 potong roti bakar dengan varian topping berbeda yaitu kaya, peanut butter, nutella, dan polos (tanpa topping). Disajikan dalam loyang aluminium dan potongan roti yang berkesan sekadarnya menjadikan hidangan ini benar-benar seperti makanan untuk tahanan, namun rasanya tetap ala restoran. Roti bakarnya crunchy dengan aroma bakar yang harum, ditambah olesan topping yang cukup banyak meskipun hanya di satu sisinya saja. Favorit saya tentunya yang nutella, juga yang polos tanpa topping karena benar-benar terasa renyah dan wangi.

Ubi Goreng Bumbu Tabur (IDR 18k)

 
Semacam french fries, namun sedikit lebih sehat karena terbuat dari ubi. Berbalut tepung tipis namun crunchy dan taburan bumbu menjadikan menu ini cocok dimakan sambil ngobrol santai bersama teman. Tanpa terasa seporsi ubi goreng yang tersaji dalam loyang aluminium ini pun habis dan rasanya ingin tambah lagi... yummy!

Ngobrol sambil menikmati cemilan tentu tidak lengkap tanpa minuman. Setelah melihat-lihat menu, kami bertiga sepakat memilih minuman sehat berikut ini:

Green Healthy (IDR 17k)
Jus segar dan menyehatkan dari sayurah hijau ini terlihat menarik dari segi tampilan warnanya. Ketika dicoba, rasanya juga tidak mengecewakan. Masih sedikit terasa aroma sayurannya, namun tidak sampai terasa pahit dan masih bisa ditolerir. Kalau mau sehat kadang harus sedikit mengorbankan kenikmatan, ya? 
Sehat

Sehat

 
Soursop Juice (IDR 17k)
Jus sirsak di sini enak karena cukup kental, tidak terlalu banyak campuran es batu dan tambahan gulanya. Satu gelas jus porsinya pas untuk satu orang dan agak mengenyangkan juga karena kentalnya itu.
Segar dan tidak terlalu asam

Segar dan tidak terlalu asam

 
Strawberry Juice (IDR 17k)
Ini dia jus kesukaan saya. Rasa asam manisnya balance dan bagusnya tidak ditambah susu, tepat seperti keinginan saya. Kekentalannya pas sehingga konsistensi rasanya terjaga dari awal dihidangkan hingga minuman habis.
Enak dan menyegarkan

Enak dan menyegarkan

 
Pengalaman pertama makan di dalam penjara ternyata menyenangkan. Makanan dan minuman yang kami pesan semuanya memuaskan. Rasa yang enak dan dan penyajian yang menarik sesuai konsep resto menjadi daya tarik tersendiri. Dari segi harga tergolong sangat terjangkau, sepadan dengan besarnya porsi yang didapat. Di Bong Kopitown kita bisa makan puas di tempat yang unik dan nyaman tanpa khawatir menguras kantong.
Waitress berbaju tahanan

Waitress berbaju tahanan

 
Pelayanan di sini juga memuaskan menurut penilaian kami. Selain berpenampilan menarik sesuai konsep resto -yaitu berbaju garis-garis hitam putih ala tahanan, waiter dan waitress yang melayani kami semua ramah dan cekatan. Mereka pun tidak pernah keberatan membantu para tamu yang pastinya ingin berfoto ria di tempat makan unik ini.

Saya dan teman-teman benar-benar bisa merasakan menjadi "The Happiest Prisoner on Earth" sesuai tagline Bong Kopitown, dan tentunya ingin kembali lagi untuk mencicipi hidangan lainnya yang juga menjadi andalan mereka.
Supplementary Information:
Jika ingin menempati ruangan sel sebaiknya datang awal sebelum jam makan (sebelum ramaidan jumlah orang minimal lebih dari 2 orang
 
Recommended Dish(es):  strawberry Juice
 
Table Wait Time: 15 minute(s)


Spending per head: Approximately Rp55000(Night Snack)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Tahun Baru di Rakuzen Smile Apr 08, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Restaurant | Sushi | Wine | Fine Dining | Kencan / Berpasangan

Ini kunjungan kedua saya di Rakuzen, kali ini tujuannya lunch bersama ortu & tante untuk menyambut tahun 2012. Tante saya yang penyuka makanan Jepang yg memilih resto ini untuk tahun baru-an, tapi karena saya pun sudah pernah mencoba sebelumnya (dan memuaskan) maka kami setuju saja.

 
Dekor khas Rakuzen berupa kayu2 melengkung di bagian atas memang sungguh menarik perhatian, dalam imajinasi saya bentuknya seperti rangka tulang ikan besar.. kebetulan tema area makan di Pacific Place ini memang lautan dgn berbagai pernak perniknya. Karena masih suasana Natal & Tahun Baru, ada tambahan detail2 dekor yang berbeda di dalamnya, yaitu bunga2 kering untuk memberi tema White Christmas. Memang tidak banyak hiasannya, tapi justru berkesan mewah, berkelas, dan cukup memberi nuansa Natal.

Untuk makanannya, tante saya yang dominan memilih karena beliau memang sudah lebih sering makan makanan Jepang, juga paham ragam makanan Jepang karena pernah studi di Jepang. Berikut pilihan makanan kami siang itu:

 
Wakame & tofu salad with wafu & mayonnaise dressing
Wakame salad menjadi pilihan karena wafu dressing nya yang segar ada sedikit rasa asam, cocok sebagai appetizer yang ringan. Selain wafu, kami juga minta mayonnaise dressing, dan ternyata ketika dicampurkan rasanya enak & pas. Isi sayurannya (selain wakame) sebenarnya standar dari selada, kyuri, tomat, & tofu, namun segar dan berkualitas baik.

 
Happy Crabby Roll, 65k
Merupakan menu seasonal khusus Xmas 2011, hanya tersedia hingga bulan januari saja.. tentunya sayang jika tidak dicoba, apalagi semua isinya matang alias bebas bahan mentah. Sushi ini memanjakan penyuka kepiting karena di dalamnya berisi crab stick, lalu di luar pun terdapat deep fried crab patties sebagai topping atas-nya. Soooo yummy!

 
Beef Teriyaki Zen, 110k
Set menu yang sungguh lengkap! Selain Beef teriyaki sebagai bintang utamanya, menu ini berisi salad, nasi, buah potong, chawan mushi, miso shiru, acar jepang, dan beef black pepper. Beef teriyakinya empuk dan bebas lemak, jelas dagingnya merupakan daging bermutu bagus. Saya pun sangat suka chawan mushi nya yang gurih dan lembut, apalagi dalam porsi kecil yang pas sehingga tidak jadi eneg. Untuk set menu yang sedemikian lengkap dan bermutu baik, harga 110rb sangat worth-it.

 
Ebi Tempura Zen, 105k
Set menu yang sama dengan beef teriyaki, hanya bintang utamanya diganti ebi tempura. Udangnya besar2 dan segar, digoreng dengan kematangan yang pas, bisa terasa dari dagingnya yang masih kenyal tapi tidak keras dan warnanya merah orange cantik.

 
Untuk minumannya saya pesan juice strawberry-kiwi yang pastinya segar abiz. Tujuann saya adalah untuk menetralisir eneg (meskipun tidak terjadi, karena makannya enak bgt), selain itu sehat pula karena dari fresh juice menurut waiternya.

Kesimpulannya.. kunjungan kedua ini pun tetap memuaskan! Porsinya cukup besar bagi kami yang memang tidak bisa makan terlalu banyak, semua menu tersebut juga kami share rame2 dan hasilnya: kenyang! Pelayanannya baik dengan waitress2 yang sigap datang jika dipanggil. Kunjungan berikutnya harus coba menu yang lain lagi karena variasi menu Rakuzen pun cukup banyak.
 
Recommended Dish(es):  Wakame salad,ebi tempura zen,happy crabby roll
 
Date of Visit: Jan 01, 2012 

Spending per head: Approximately Rp100000

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0