OpenRice Index
  
missnl
This is missnl living in Cilandak. I am a graphic designer, work in Lebak Bulus. I like to hang out in Tanjung Duren, Pondok Indah, Senayan. Bali, Chinese, Itali, India are my favorite cuisines. I also love Street Foods, Kafe, Restaurant, lounge and Siomay / Batagor, Pizza & Pasta, sate lilit bali.
Member 10 First(s)
No. of Review67 Review(s)
編輯推介數目33 Editor's Choice
Recommended8 Recommended
Popularity3694 View(s)
Replies in Forum1 Comment(s)
Upload Photos1237 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant42 My Restaurant(s)
Follow58 Following
粉絲391 Follower(s)
missnl  Level 3
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 46 to 50 of 57 Reviews in Indonesia
Menu Baru Dill Gourmet Cafe Smile Mar 20, 2015   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Eropa | Kafe | Burger | Dessert | Pancakes / Waffle / Crepes | Kencan / Berpasangan | Hang Out

 
Setelah membaca banyak referensi tentang cafe ini, senang sekali saya berkesempatan berkunjung langsung ke Dill Gourmet Cafe yang berada di Plaza Indonesia. Lokasi tepatnya di Lower Basement, cukup strategis karena dekat dengan eskalator dan deretan ATM. Restoran ini terbuka di dua sisi, tanpa ada pintu pembatas, sehingga berkesan seperti mini foodcourt dimana pengunjung lebih bebas datang dan pergi. Penataan ini rupanya sesuai dengan konsep awal Dill Gourmet Cafe yang lebih ke arah grab-and go outlet. Ya, semula Dill Gourmet Cafe memang hanya menyediakan makanan dan minuman siap saji untuk menyasar konsumen pegawai kantoran yang sering kali memilih membeli take away menu karena tidak punya banyak waktu.

 
Kini Dill Gourmet Cafe mengubah konsepnya menjadi sebuah cafe atau restoran yang menyediakan menu-menu makanan a la minute. Konsep baru ini didukung dengan suasana restoran yang nyaman dan homey sehingga cocok untuk menikmati makanan bersama teman atau keluarga. Area cafe tidak terlalu besar, hanya memuat sekitar 30-35 orang, dengan interior didominasi material kayu yang berkesan hangat. Pernak-pernik cantik di berbagai sudut menjadikan suasana lebih "hidup" dan membuat kita betah di tempat itu. Selain itu keramahan dan sikap responsif dari kru restoran juga menjadi salah satu aspek penting yang saya nilai baik dari Dill Gourmet Cafe.
Berikut menu yang saya coba:

Dill's Chef Salad with Gochujang Dressing (IDR 55k)
Mixed greens with button mushrooms, boiled egg, chickpeas, kidney beans, and topped with creamy gochujang dressing

 
Saladnya enak, menggunakan bahan-bahan segar dan bermutu baik, namun tidak terasa istimewa di lidah saya. Mengapa?
Saya menggemari salad, terutama jika dressing-nya unik dan enak. Jujur saya berharap banyak melihat embel-embel "Gochujang dressing" pada menu. Saya bayangkan dressing yang benar-benar terasa ala Korea sehingga salad ini menjadi hidangan fusion western-Korea yang unik. Ternyata... dressing-nya justru hanya seperti spicy mayo biasa, dengan seberkas rasa Gochujang yang sangat malu-malu, hampir tidak terasa. Jika boleh memberi saran, sebaiknya di-improve lagi Gochujang dressing yang seharusnya menjadi "kekuatan" dari hidangan ini agar rasanya lebih mantap. Rasa yang mantap disini bukan berarti hanya ditambah pedas saja, namun citarasa Gochujang itu sendiri harus benar-benar terasa.

Nasi Goreng Maranggi (IDR 60k)
Indonesian fried rice paired with omelette, maranggi satay, ikan teri medan, rempeyek kacang, and pickles

 
Sebagai penggemar nasi goreng, saya cukup menyukai nasi goreng maranggi versi Dill Gourmet Cafe. Khusus nasi gorengnya ya, bukan pendampingnya. Bumbu nasi gorengnya enak, pas, dan nasinya sendiri tidak terlalu keras/kering. Justru telur dadarnya yang terlalu kering (dan tipis!), rempeyeknya agak hambar dak kurang renyah karena sesedikit terlalu tebal. Tiga tusuk sate maranggi cukup enak karena masih juicy dan tidak sampai kering karena saya lihat bagian tengahnya masih sedikit pink, sekitar tingkat kematangan medium-well. Secara keseluruhan nasi goreng ini terasa "Indonesia sekali" namun sebaiknya diperhatikan komponen pendampingnya agar semuanya terasa enak dan benar-benar melengkapi rasa nasi gorengnya yang sudah enak.

Three Treasure Noodle Soup (IDR 65k)
Taiwanese style noodle soup with beef shank, beef tendon, beef tripe and vegetables

 
Bagi saya pribadi, kuah mie terasa seperti bumbu soto, tetapi saya tidak ingat jenis soto apa atau pernah saya makan dimana. Rasa kuahnya sendiri enak dan pas, sedikit unik, meskipun belum dapat dikategorikan istimewa. Tingkat kematangan mie pas dengan selera saya, yaitu sedikit empuk tidak kenyal. Agar rasanya lebih mantap memang harus ditambahkan sambal yang menyertainya, -tentunya sesuai selera masing-masing, dan yang terpenting harus disantap selagi hangat.

Chicken Confit Penne with Soto Cream (IDR 54k)
Penne pasta tossed with the traditional soto ayam cream, eggs, and baby spinach

 
Menu perpaduan Italia-Indonesia yang menarik, dengan rasa bumbu soto yang cukup kuat terasa. Penne dimasak pada tingkat kematangan al dente, namun secara keseluruhan rasanya sedikit hambar. Jika ditambahkan sedikit garam dan perasan jeruk nipis baru terasa pas untuk selera saya, dan bagi yang suka pedas jangan lupa ditambahkan sambal soto yang menyertainya.

Miso Gindara with Potato Puree (IDR 95k)
Baked gindara paired with potato puree, grilled asparagus, grilled mushrooms, buttered peas, slow roast tomatoes, and pesto sauce
Highly recommended

Highly recommended

 
Dari kelima makanan yang saya cicipi hari ini, menu miso gindara menjadi juaranya! Semua komponen yang ada dalam hidangan terasa enak dan saling melengkapi, juga dimasak pada tingkat kematangan tepat. Dari segi presentasi, kombinasi warnanya terlihat menarik, namun tampilan asparagusnya memang agak mengganggu karena terlihat tidak segar lagi (walaupun ketika dimakan teksturnya masih terasa pas menurut saya pribadi). Potongan ikan gindara cukup besar, masih moist, tidak terlalu amis, dan dibumbui secukupnya. Mashed potatoes terasa lembut tetapi tidak sampai creamy sehingga tidak akan membuat machtig.

Cold Pressed Juice (IDR 35k)
Healthy & fresh!

Healthy & fresh!

 
Minuman segar yang menyehatkan karena dibuat dari buah segar, tanpa pengawet, dan tanpa tambahan gula. Cocok untuk segala usiaTersedia empat varian yang dapat dipilih:
- Happy Go Lucky (passsion fruit, strawberry, red apple)
- Power Booster (green apple, arugula, lime)
- Energy Charger (orange, carrot, pineapple)
- Forever Young (beetroot, green apple, pear)
Semua varian terasa menyegarkan dan terutama enak diminum dalam keadaan dingin.

Mango Island Cake (IDR 50k)

 
Potongan kue yang cukup besar, dan warnanya yang cerah ceria menarik perhatian saat pertama melihatnya. Ketika dicicipi, saya kecewa karena rasa mango yang diharapkan terasa segar dan harum justru tidak saya dapatkan. Penasaran, saya cicipi hanya krim di tengah cake saja dan baru terasa samar-samar aroma mangganya. Yah, tidak mengherankan jika dimakan keseluruhan jadi tidak terasa sama sekali. Cake-nya sendiri menurut saya kurang moist, agak terasa kering dan kurang lembut dari segi tekstur.

Coffee Pistachio (IDR 50k)

 
Cake terasa agak dry, kurang moist, dan teksturnya tidak tidak terlalu lembut. Manisnya pas, aroma kopi cukup jelas terasa meskipun tidak terlalu kuat, namun sayangnya rasa pistachio justru tidak keluar. Saya pribadi kurang menyukai cake ini, tapi bagi penggemar kopi mungkin akan memilihnya sebagai teman minum kopi.

Banana Nutella Cake (IDR 50k)

 
Nutella memang jarang mengecewakan, dan cake ini salah satunya. Perpaduan rasa nutella dan aroma pisang terasa balance. Tekstur cake yang ini lebih lembut dan lebih moist dari dua cake lainnya, sehingga rasanya lebih enak di lidah saya.

Black Diamond Waffle (IDR 48k)
Black inked waffle served with caramelized bananas and dark chocolate ice cream topped with caramel sauce and crushed peanuts

 
Dessert ini adalah bintangnya! Biasanya saya tidak begitu antusias dengan aneka waffle, tapi kali ini saya tak menyesal mencoba waffle buatan Dill Gourmet Cafe. Sekali suap, rasanya tak mau berhenti sebelum habis.. yup, it's incredibly delicious! Waffle yang masih hangat ketika disajikan terasa renyah di bagian luar dan empuk di dalam, cocok dipadukan dengan es krim coklat yang dingin. Bagusnya keseluruhan hidangan ini tidak terlalu manis dan memiliki beragam tekstur ketika dimakan semua komponennya dalam satu suapan. Highly recommended!

Kesan kunjungan pertama saya ke cukup memuaskan. Suasana restoran yang homey dan bersih, makanan tidak mengecewakan dan keluar cukup cepat, serta pelayanan yang baik menjadikan saya tidak kapok untuk datang lagi.
Supplementary Information:
Harus coba cold pressed juice, dan jika di-take away sebaiknya juice segera dihabiskan pada hari yang sama karena rasanya akan berubah jika sudah terlalu lama (keesokan harinya)
 
Recommended Dish(es):  Black Diamond Waffle,Miso Gindara with Potato Puree,Cold Pressed Juice
 
Table Wait Time: 10 minute(s)


Spending per head: Approximately Rp100000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Gudeg Adem Ayem OK Oct 15, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jawa | Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga

Kebetulan ada saudara yang datang membawakan oleh-oleh dua porsi gudeg untuk Oma saya. Gudeg itu di-package dalam kotak hijau yang cukup menarik perhatian saya. Pertama, kotaknya berbahan kardus bukan styrofoam. Kedua, design kotaknya terlihat "vintage" dengan warna hijau yang eye catching. Tertarik?
A vintage packaging

A vintage packaging

 
Kalau dilihat dari packagingnya, Rumah Makan Adem Ayem bisa dikategorikan sebagai resto masakan Indonesia "old fashioned" di Jakarta yang sudah ada sejak tahun 1969. Penilaian ini memang masih sangat subyektif dari saya pribadi, mengingat saya tidak mengunjungi restonya langsung, hanya melihat dari logo dan packagingnya saja. Nama restonya tercetak dengan warna hitam solid, flat, dan menggunakan jenis font yang simple. Nah, logogram-nya lumayan "seru" nih… ada gambar ayam berwarna merah terang di atas huruf A berwarna kuning, kemudian di belakangnya ada warna putih, hitam, dan biru gradasi beberapa lapis. Rame dan kontras!
Tak perlu berlama-lama dengan kemasan, saatnya meninjau isi di dalamnya. Satu kotak berisi satu porsi gudeg lengkap dengan sambal goreng krecek, sepotong ayam, sebutir telur, areh dan sambal. Arehnya dibungkus plastik terpisah dan sambalnya ditempatkan dalam plastik ziplock rapi. Dilihat dari tampilan sekilas cukup menjanjikan, semoga demikian juga dengan rasanya.

 

 
Sebagai penyuka gudeg yang tidak terlalu manis, gudeg Adem Ayem ini pas dengan selera saya. Dari tampilan warna coklatnya memang terlihat tidak terlalu banyak kecap, coklatnya merata tapi tidak terlalu gelap. Nangka mudanya dipotong dalam ukuran sedang dan tingkat kematangannya pas, empuk tapi tidak sampai terlalu lunak atau hancur. Sambal goreng kreceknya tidak terlalu pedas, sedap, dan yang penting kreceknya empuk/lembut, tidak kenyal seperti permen karet. Telurnya berwarna coklat di bagian luar dan cukup meresap hingga ke dalam, tandanya bumbu cukup meresap jadi rasanya tidak hambar seperti telur rebus biasa. Sepotong ayam yang menyertai setiap porsi sudah dibuang tulang dan dimasak bersama bumbu hingga empuk. Arehnya berwarna putih kekuningan, tidak terlalu kental, gurihnya pas, dan santannya tidak pecah (split) meskipun dipanaskan. Areh ini dahulunya terbuat hanya dari santan yang dikentalkan hingga jadi gurih dan asin, namun belakangan lazimnya justru santan ditambah putih telur yang diaduk merata sehingga lebih praktis dan menghemat pemakaian santan. Demikian pula areh dari resto Adem Ayem ini sepertinya memakai putih telur tetapi tidak terlalu banyak dan tercampur dengan sangat baik. Satu hal yang saya suka, resto ini tidak pelit areh seperti resto gudeg ternama yang pernah saya coba. Kalau arehnya cuma seiprit sih mana berasa ya? hehehe… Tak ketinggalan, sambalnya yang memiliki citarasa cenderung manis dan tingkat kepedasan menengah melengkapi menu gudeg ini.
Kalau boleh jujur, dari segi rasa gudegnya sendiri buat saya terasa kurang mantap, bisa dibilang "kurang berani bumbu". Rasa gudegnya baru pas dan mantap jika dimakan sekaligus dengan sambal goreng krecek, telur, siraman areh (harus agak banyak), dan tentunya ditambah sambalnya yang agak manis itu. Saya jadi berpikir, mungkin gudegnya sendiri memang sengaja dibuat tidak terlalu dominan agar rasanya justru menyatu pas ketika dimakan dengan pelengkapnya.
Bagi yang penasaran, silakan dicoba saja lho...
 
Recommended Dish(es):  Gudeg Komplit
 
Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Ayam Presto Empuk OK Oct 15, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga

Sebenarnya saya sudah cukup lama mengetahui tentang resto ayam yang telah memiliki banyak cabang di Jakarta dan Bali ini, tetapi memang belum pernah mampir, padahal ada juga satu cabangnya yang berlokasi dekat rumah saya. Akhirnya pada satu kesempatan saya pun menyambangi salah satu cabangnya yang berlokasi di Jl. Wolter Monginsidi, Jakarta Selatan.
Menu

Menu

 

 
Memasuki resto berdekor modern minimalis ini, suasana resto fast food terasa "kental" dengan penggunaan meja dan kursi berbahan plastik. Area resto tergolong cukup besar untuk ukuran kavling di tepi jalan raya yang ramai di kawasan elit Kebayoran Baru. Di sebelah kanan pintu masuk resto terdapat smoking room yang dibatasi kaca dan berpintu sehingga asap rokok tidak akan mengganggu pengunjung lainnya.
Resto sedang tidak ramai saat kami datang, hanya ada beberapa meja saja yang terisi. Menu yang tersedia di sini sebenarnya cukup bervariasi, ada pula ragam menu bebek dan bandeng tetapi memang menu ayam yang paling digemari. Tante saya yang sudah beberapa kali makan di resto ini (di beberapa cabang yang berbeda) langsung memilih menu sekaligus membantu memilihkan untuk kami semua.
Makanan tersaji di meja kami dalam waktu yang tidak terlalu lama, selain karena sedang tidak ramai, jenis pesanan kami pun tidak terlalu beragam dan bukan menu yang harus dimasak dalam waktu lama. Oke, berhubung kami sudah cukup lapar, langsung diserbu saja. Selamat menikmati!
Ayam Goreng (1 ekor IDR 68.182, 1/2 ekor IDR 34.545, 1 potong IDR 17.273, 1 paket nasi IDR 22.727)
Comes with Crunchy Kremes

Comes with Crunchy Kremes

 

Di resto ini kita dapat memilih porsi ayam antara satu ekor, setengah ekor, per potong (dada/paha), dan paket. Setiap porsi disajikan dengan lalapan ketimun-daun kemangi dan sambal yang sudah tersedia dalam mangkuk kecil di setiap meja. Menu paket terdiri dari satu potong ayam dengan nasi putih, serta bisa mendapat tambahan menu sayur (plecing kangkung/karedok/pecel sayur) hanya dengan menambah IDR 5.000 saja.
Dikarenakan keluarga kami cenderung lebih menyukai bagian dada ayam, maka kami memesan yang per potong. Satu potong dada ayamnya termasuk cukup besar, porsinya pas untuk seporsi nasi yang mengenyangkan satu orang. Sesuai nama restonya, ayam di sini sudah dipresto sehingga tulangnya lunak dan dapat dimakan seluruhnya hingga tak bersisa. Potongan ayam goreng ini disajikan dengan taburan kremes yang terbuat dari tepung. Kremesnya cukup banyak dan crispy, hanya sayang tidak dibumbui alias hambar, sehingga harus dimakan bersama potongan daging ayam dan sambal supaya ada rasanya. Rasa ayam gorengnya sendiri enak, asinnya pas, dan meresap sampai ke seluruh bagian dada ayam yang cenderung tebal dan padat, serta digoreng dengan tingkat kematangan yang pas hingga crispy tapi tidak sampai menjadi keras.

Ayam Bakar Bumbu Manis (1 ekor IDR 71.818, 1/2 ekor IDR 36.364, 1 potong IDR 18.182, 1 paket nasi IDR 23.636)
Well seasoned

Well seasoned

 

 

Untunglah selain ayam goreng masih ada menu ayam bakar, sehingga saya masih punya pilihan. Untuk menu ini dapat dipilih antara bumbu manis dan manis pedas, sedangkan jenis porsinya sama dengan ayam goreng yaitu seekor, setengah ekor, per potong, dan paket. Kami memilih bumbu manis dengan pertimbangan untuk rasa pedas bisa di-adjust sendiri dengan sambal nantinya, lebih aman daripada memilih bumbu manis pedas dan nantinya kepedasan. Tadinya kami khawatir menu ayam bakar akan tersaji lebih lama, tetapi waiternya mengatakan sama saja waktu memasaknya dengan ayam goreng. Ah, rupanya semua ayam sudah dimatangkan lebih dahulu, hanya tinggal digoreng atau dibakar sebentar jika ada pesanan. Benar saja, semua menu ayam tersaji hampir bersamaan di meja kami.
Ayam bakar bumbu manis ini berpenampilan coklat dan glazy, terlihat berbumbu dan lezat, sangat mengundang untuk segera dimakan. Benarkah rasanya demikian? Ternyata… dominan maniiiiis! Bumbunya hampir seperti dari kecap seluruhnya, tidak ada rasa bumbu racikan yang khas atau unik menurut pendapat saya. Bumbunya memang meresap hingga ke dalam daging, tetapi bagi saya yang kurang menyukai kecap dan rasa manis, menu ini jadi tidak istimewa. Untuk menyeimbangkan rasa manis yang dominan ini saya tambahkan sambal dan sambal mangga sehingga keseluruhan rasanya lebih enak ketika dimakan bersama nasi hangat.

Nasi Putih (IDR 5.455)
Nasi putihnya cukup pulen dan dimasak pas sehingga tidak pera. Satu porsi nasi tergolong pas untuk kami, tetapi bagi yang terbiasa makan nasi banyak sepertinya tidak cukup hanya satu porsi untuk sekali makan. Nasi putih ini dicetak berbentuk memanjang seperti bentuk daun, sedikit lebih cantik daripada bentuk setengah lingkaran yang umum ditemui di resto lain.

Tahu Telur (IDR 22.727)

 

Kami memesan menu ini untuk di-share beramai-ramai sebagai "selingan" diantara menu utama ayam goreng dan bakar. Kami semua sudah familiar dan menyukai tahu telur karena termasuk menu yang simple dan light. Ekspektasi kami pun sebenarnya tidak terlalu tinggi, karena menu se-simple tahu telur memang jarang dimodifikasi bumbunya, jadi rasanya pasti begitu-begitu saja. Porsinya sedang dengan penampilan standar ber-topping kol rebus diiris tipis, tauge rebus, dan kacang tanah goreng. Ketika dicicipi… kenapa ada rasa asam yang cukup kuat, yaaa? Belum pernah kami makan tahu telur dengan rasa asam begini, karena setahu kami memang bumbunya tidak memakai jeruk nipis ataupun asam jawa. Sebenarnya tahu telurnya sendiri cukup tasty, bumbu kecapnya terasa, dan teksturnya kering agak crispy di luar dan lembut di bagian dalam. Bumbu kecapnya pun enak, hanya seharusnya tanpa rasa asam yang merusak keseluruhan rasa. 

Sambal Mangga (IDR 6.818)

 

Saya suka sekali sambal dengan potongan mangga muda atau pencit, maka ketika melihat di menu ada jenis sambal ini, langsung saya pesan. Saya sudah membayangkan sambal yang pedas-asam-segar, tetapi agak kecewa ketika akhirnya mencicipinya. Mangga mudanya sangat lunak seperti sudah dimasak sehingga tidak terasa lagi asam segarnya. Keseluruhan rasa sambalnya cenderung kurang sedap dibanding sambal standar untuk ayam presto yang sudah tersedia di meja dan bisa diambil sepuasnya. Akhirnya saya campurkan sambal mangga dengan sambal standar tersebut sehingga bisa "memperbaiki" keseluruhan rasanya.

Juice Strawberry (IDR 15.455)

 

Usai menyantap ayam goreng yang gurih dan berbumbu, paling enak minum yang segar sekaligus menyehatkan. Pilihan saya jatuh pada fresh strawberry juice yang merupakan minuman favorit saya. Bagusnya, strawberry juice di sini tidak ditambah susu, tepat seperti yang saya inginkan. Ketika saya coba, rasanya tidak mengecewakan. Juice tidak terlalu encer dan penambahan gulanya sudah pas, segar dan enak!

Pelayanan di resto ini cukup baik dan cekatan, makanan pun terhidang cukup cepat sehingga customer tidak bete menunggu terlalu lama. Justru agak disayangkan beberapa menunya dibawah harapan kami -terutama saya- dan di luar dugaan justru saya cukup menikmati menu ayam gorengnya dibanding yang lain. Jarang saya bisa menikmati menu ayam goreng sedemikian ini. Ternyata menu Ayam Goreng Presto Ny. Nita memang layak menjadi primadona!
Supplementary Information:
Menu ayamnya patut dicoba, dan tidak perlu khawatir terlalu lama menunggu karena ayamnya sudah diproses sebelumnya sehingga baik ayam bakar & goreng bisa disajikan bersamaan.
 
Recommended Dish(es):  Ayam Bakar Bumbu Manis,Ayam Goreng
 
Table Wait Time: 10 minute(s)


Spending per head: Approximately Rp50000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Sushi | Halal | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

Ketika teman saya mengajak makan-makan bareng di Sumo Sushi, saya langsung mengiyakan. Senangnya, berarti satu kesempatan lagi mencoba sushi karena saya memang agak jarang ke restoran Jepang dan pastinya belum pernah mencoba Sumo Sushi. 
Welcome!

Welcome!

 
Sumo!

Sumo!

 
Resto area

Resto area

 
Outlet Sumo Sushi terletak di Menteng Central yang berlokasi di Jalan HOS Cokroaminoto. Posisi Sumo Sushi berada di lantai dasar, di bagian belakang pojok. Tidak sulit menemukannya, karena Menteng Central tidak terlalu luas dan kita dengan mudah menjelajahi seluruh area lantai dasar untuk menemukan resto ini. Luas outletnya tidak terlalu besar, hanya menampung sekitar 20-30 orang saja. Dinding dan lantai outlet dominan kayu, demikian pula dengan meja dan kursi makannya. Ornamen-ornamen khas Jepang dan pohon sakura imitasi tampak menghiasi outlet restoran berlogo pesumo ini.
Some details

Some details

 
Menu yang kami dapat disajikan dalam porsi lebih kecil karena sudah dibuat set menu. Harga yang diinformasikan di sini adalah harga untuk porsi normal (ala carte) yang tentunya lebih besar/banyak.
Kimuchi Ramen (IDR 59k)
Weird!

Weird!

 
Sedari awal menu ini dihidangkan, kami semua agak heran, menu apakah ini? Tampilan luarnya kurang jelas karena bagian tengahnya tertutup taburan daun bawang dirajang halus, tetapi terlihat ada sawi putih dan serpihan cabai kemerahan seperti kimchi. Setelah bertanya pada waitress, ternyata benar ini adalah Kimchi Ramen. Dari namanya jelas ini menu fusion, tetapi sayangnya fusion yang gagal. Ramennya sendiri sebenarnya tidak ada masalah, dimasak dengan kematangan pas sehingga masih firm tidak mudah hancur. Potongan ikan yang diberikan cukup banyak dalam setiap porsi, ukuran dan tingkat kematangannya tepat, serta tidak amis. Lalu kenapa saya katakan gagal? Karena rasa keseluruhannya justru aneh dengan aroma kimchi yang terlalu kuat. Rasa asam dan sedikit pahit dari fermentasi kimchi jadi lebih mendominasi daripada kelezatan kuah kaldu ramen yang seharusnya menjadi andalan. Diantara 6 orang total grup kami, tidak seorangpun yang menyukai ramen ini, apalagi menghabiskannya. Kalau 6 orang sudah berpendapat sama begini, rasanya kesalahan bukan pada lidah kami, ya…

Chicken Katsu (IDR 60k)
Yummy and crunchy

Yummy and crunchy

 
Disajikan bersama salad yang terdiri dari kol dipotong tipis, kyuri, tomat, dan selada, dengan home made dressing semacam thousand island yang agak asam tetapi enak menurut selera saya. Chicken katsu berbalut tepung cukup tebal yang digoreng hingga pas berwarna golden brown. Ketika digigit, tepung di luarnya crispy, daging ayam di dalamnya empuk, dan yang terpenting matang sempurna. Lebih enak lagi dimakan bersama dengan saladnya sehingga ada perpaduan rasa asam, manis, segarnya salad dengan gurihnya daging ayam berbalut tepung. Chicken katsu ini bisa dimakan dengan nasi (sebagai lauk) atau tanpa nasi menjadi semacam appetizer. Enak dan  untuk dicoba.

Chicken Teriyaki (IDR 52k)
Diffrerent taste of teriyaki but still OK

Diffrerent taste of teriyaki but still OK

 
Daging ayam berbalut tepung tipis digoreng terlebih dahulu, kemudian dimasak sebentar dengan bumbu teriyaki. Disajikan masih dengan salad yang sama dengan menu chicken katsu, jika dimakan sekaligus semuanya menghasilkan perpaduan rasa yang lebih unik lagi di lidah saya. Dressing salad dan bumbu teriyakinya memang berbeda dengan yang pernah saya coba di tempat lain, dan bagusnya bisa berpadu dengan baik menjadi rasa yang enak.

Premium Salmon Kremes (IDR 59,5k)
A must try

A must try

 
Ini día fusion sushi yang saya nantikan. Setelah sebelumnya membaca-baca referensi online tentang Sumo Sushi, menu ini termasuk dijagokan dan banyak dipesan customer karena tampilan dan isinya berbeda. Dalam satu piring terdapat dua jenis sushi yang berbeda, tetapi keduanya sama-sama menggunakan raw salmon dan saus mayo di luarnya. Satu baris sushi dengan keju parut di luarnya dan satu baris lagi dengan telur asin sebagai isian sushinya. Unik bukan? Mari kita coba satu persatu…
Sushi with cheese

Sushi with cheese

 
Sushi with salted egg inside

Sushi with salted egg inside

 
Sushi yang bertabur keju parut memadukan salmon mentah dengan kremes dari tepung tempura sebagai isiannya. Rasanya unik dan enak dengan tekstur yang kompleks. Meskipun saya tidak suka salmon mentah, tetapi dalam menu ini rasa salmonnya tertutup oleh rasa keju dan saus mayo, serta crunchy dari kremes. Sushi yang satunya jelas menawarkan rasa berbeda yang belum pernah ada karena memadukan salmon dengan telur asin rebus sebagai isiannya. Ditambah bubuk nori dan saus mayo di bagian luarnya, ternyata rasanya enak dan cocok di lidah saya.

Pasta Ebi Awuk (IDR 69k)

 
Basically
menu yang simple yaitu sejenis spaghetti aglio olio dengan topping udang. Spaghetti yang ditumis dengan olive oil, bubuk cabai, dan herbs ini rasa pedasnya cukup nyata terasa, tapi sayang rasa yang lainnya hampir tidak ada alias too plain. Topping udangnya pun terasa hambar seperti tidak dibumbui. Agak disayangkan, karena sebenarnya penampilan menu ini cukup menarik dan menggiurkan dengan pasta yang terlihat berbumbu dan udang yang besar. Sedikit masukan, rasanya menu ini akan lebih enak jika bumbunya lebih banyak bawang putih untuk menambah aroma dan kelezatannya. Tak boleh ketinggalan, topping udangnya pun akan lebih enak jika dibumbui -minimal lada dan garam, agar tidak hambar.

Hot/Cold Ocha (IDR 15k)
Cold and fresh

Cold and fresh

 
Minuman andalan saat makan di restoran Jepang, tak lain dan tak bukan, pastinya ocha! Tersedia pilihan ocha dingin atau panas untuk set menu kami ketika itu, dan pastinya saya memilih ocha dingin di siang hari begini. Warna ocha-nya kuning kehijauan, agak pekat pada gelas pertama, terasa sedikit pahit tetapi masih bisa ditolerir. Ketika saya minta refill untuk gelas kedua dan ketiga, kepekatan dan rasa pahitnya berkurang menjadi lebih pas di lidah saya.

Pelayanan dan kecepatan menyajikan makanan menurut saya sedikit di bawah rata-rata. Pelayannya tergolong kurang sigap dan makanan lama keluar, padahal kedatangan grup kami yang tidak terlalu banyak jumlahnya ini sudah dikonfirmasi (reserved) sebelumnya, set menu sudah ditentukan dari pihak restoran, tambahan lagi saat itu kondisi resto sama sekali tidak ramai. Saat kami datang belum ada customer lain, dan selama kami makan pun hanya ada satu atau dua meja terisi.

Meskipun demikian, cukup menyenangkan mencoba fusion sushi di Sumo Sushi. Varian menu yang ditawarkan cukup banyak, terutama pilihan fusion sushinya yang unik dan tidak biasa. Oh ya, di Sumo Sushi ini customer bisa memilih isian sushinya mentah atau matang sesuai selera, jadi tidak perlu khawatir bagi yang tidak suka makanan mentah seperti saya. Bagi yang penasaran, tidak perlu ragu untuk mencoba karena dari segi harga tergolong affordable, sesuai dengan makanan yang kita dapatkan.
Supplementary Information:
Harus coba aneka fusion sushinya yang unik, dan bagi yang tidak suka ikan mentah bisa request untuk dibuat matang.
 
Recommended Dish(es):  Premium Salmon Kremes,Chicken Katsu
 
Table Wait Time: 15 minute(s)


Date of Visit: Aug 02, 2014 

Spending per head: Approximately Rp150000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Hidangan Filipina di Muffin House OK Apr 09, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Roti & Kue

Saya mengetahui resto ini hasil iseng2 browse di website Pacific Place karena kebetulan sedang mencari info sebuah toko. Selama ini karena termasuk jarang mengunjungi Pacific Place, meskipun sudah pernah melewatinya, tidak 'ngeh' dengan keberadaan resto ini. Dari referensi yang saya baca, tampaknya menarik dicoba, terutama karena resto ini menyediakan makanan Filipina yang agak jarang kita temui. Oleh karena itu ketika saya berkesempatan ke PP bersama seorang teman, kami pun mencoba resto ini.

Ternyata tempatnya kecil sekali ya... hanya ada 2 atau 3 meja kecil dengan beberapa kursi di depan counter tempat memesan & membayar (di belakangnya adalah area dapur), di luar nya masih ada 3 set meja, masing2 bisa memuat 4 orang dengan kursi empuk.. that's all, hanya itu tempat makannya, maksimal bisa menampung sekitar 20 orang saja. Ketika kami datang pun resto sepi hanya ada 1 customer selain kami. Tampilan resto ini jadi terlihat sangat sederhana di tengah mall mewah seperti PP, seharusnya jika ditata lebih apik lagi dengan detail2 dekor kecil mungkin akan membuatnya lebih menarik dan 'chic' meskipun kecil.

Untuk menunya saya hanya memilih 1 menu untuk dinner, dan teman saya tidak mau makan jadi hanya pesan blueberry yogurt saja. Menu pilihan yang tersedia tidak terlalu banyak, terutama menu2 Filipina.. ada menu2 main course dan juga kue2. Inilah pilihan saya:

 
Chicken Tapa
Set menu berisi ayam yang dibumbui ala Filipina, nasi, telur mata sapi, dilengkapi acar lobak dan sambal. Ayamnya lumayan enak, daging dada ayam yang dibumbui & digoreng terasa asin dan gurih, cuma agak terlalu berminyak (mungkin cara menggorengnya kurang tepat). Nasinya juga sedikit ada rasa asin seperti ditumis sebentar dengan minyak, terlihat ada beberapa butir yang kecoklatan & agak wangi nasi yg digoreng walaupun sebentar. Telur mata sapinya masih agak melted bagian kuning telurnya, pas seperti yang saya suka.

Overall makanannya enak, harganya juga tidak terlalu mahal, sepadan dengan apa yang didapatkan. Pelayanan standar, agak sedikit lama sih mengingat resto sepi dan menu yang saya pesan sebenarnya bukan masakan dengan tingkat kesulitan tinggi/cara pengerjaannya kompleks. Satu hal yang harus ditingkatkan adalah cara penyajian makanan. Menu yang saya pesan sebenarnya enak, hanya tampak fisiknya tidak menarik sama sekali, tidak ada bedanya dengan makanan sehari2 di rumah yang tidak di-garnish sama sekali.
 
Recommended Dish(es):  Chicken Tapa
 
Spending per head: Approximately Rp50000

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0