OpenRice Index
  
missnl
This is missnl living in Cilandak. I am a graphic designer, work in Lebak Bulus. I like to hang out in Tanjung Duren, Pondok Indah, Senayan. Bali, Chinese, Itali, India are my favorite cuisines. I also love Street Foods, Kafe, Restaurant, lounge and Siomay / Batagor, Pizza & Pasta, sate lilit bali.
Member 10 First(s)
No. of Review67 Review(s)
編輯推介數目33 Editor's Choice
Recommended8 Recommended
Popularity3694 View(s)
Replies in Forum1 Comment(s)
Upload Photos1237 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant42 My Restaurant(s)
Follow58 Following
粉絲391 Follower(s)
missnl  Level 3
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 11 to 15 of 57 Reviews in Indonesia
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Barat | Restaurant | Pizza & Pasta | Halal | Kumpul Keluarga

Banyak pengunjung yang heran bahkan meragukan, "Ini Pizza Hut atau bukan, ya?"

Yup! The Kitchen by Pizza Hut is the same Pizza Hut outlet with totally NEW concept. Jadi, jangan bimbang dan ragu, ini masih tetap Pizza Hut yang sudah kita kenal lama namun kini "naik kelas".

 
Menempati lokasi lama di Pondok Indah Mall 2 lantai 3, outlet The Kitchen terlihat benar-benar berbeda layaknya restoran baru. Area resto terlihat lebih luas, modern, dan nyaman. Konsepnya kini ala restoran siap saji dimana customer langsung memilih makanan dan minuman yang tersaji di display, membayar di kasir, kemudian duduk untuk makan. Hmm, kalau saya pribadi merasa seperti sedang berada di sebuah kantin yang nyaman, di luar negeri *wink*. Perubahan ini sengaja dibuat untuk menyasar konsumen yang tidak punya banyak waktu untuk makan, misalnya para karyawan yang jam makan siangnya terbatas.

 

 

 
Konsep open kitchen menjadi salah satu daya tarik dimana pengunjung bisa melihat proses pembuatan makanan beserta bahan baku yang digunakan. Dengan cara ini The Kitchen hendak membuktikan kualitas premium yang ditawarkannya bukan sekedar ucapan belaka. Bahan baku yang digunakan amat terjaga mutunya, dan langsung dimasak atau diracik untuk segera dihidangkan.

 

 
Tak hanya berbeda tampilan resto, perubahan paling signifikan tentu pada makanan. Ada 3 "lebih" pada hidangan The Kitchen dibandingkan konsep lama: lebih premium, lebih cepat, dan lebih enak. Premium terutama pada bahan baku yang digunakan, semisal bratwurst dan jalapeno. Lebih cepat karena kita bisa langsung tunjuk atau ambil sendiri menu yang diinginkan. Tak perlu lagi tunggu 15-17 menit untuk seporsi pizza. Lebih enak, sudah tentu, mengingat bahan premium yang digunakan. Tidak percaya? Silakan baca terus ulasan di bawah, ya!

 
Pizza

Makan di Pizza Hut, adalah “keharusan” makan pizza-nya. Apalagi dengan konsep baru The Kitchen, pizza kini bisa dipesan per slice sesuai selera. Hal yang pertama terlihat bedanya adalah ukuran. Di bagian terdepan saat kita masuk sudah terlihat jajaran pizza BESAR yang siap disantap. Iya, besar, dengan diameter 18 inci (bandingkan dengan large pizza yang hanya 14 inci) dan hanya terbagi menjadi enam slice saja. Karena bertujuan untuk pelayanan cepat ala resto siap saji, jenis pizza yang tersedia kini hanya lima macam. Pizza base kini lebih tipis, dan semuanya tanpa variasi pinggiran pizza. Say goodbye to cheesy bites, cheese crust, etc.

Margherita Pizza (whole IDR 165k, slice IDR 28k)

The simple, the better. Pizza "basic" ini rasanya selalu ada di tiap resto pizza ala Italia. Perpaduan pasta tomat, keju, dan daun basil menghasilkan rasa yang nikmat dan tidak neko-neko. Pizza Margherita di The Kitchen ditambah topping tomat cherry yang manis dan crunchy, serta saus pesto yang menjadikannya lebih beraroma.

 
Hawaii Aloha Pizza (whole IDR 182k, slice IDR 30k)

Sedang ingin makan pizza yang terasa segar ga bikin eneg, harus coba varian Hawaii Aloha yang totally new kreasi The Kitchen. Alih-alih dipotong kecil-kecil, di sini potongan nanasnya bulat besar namun cukup tipis sehingga setelah dipanggang bersama seluruh topping pizza justru terasa lebih enak. Secara tampilan juga menarik dengan potongan nanas yang seolah seperti bunga kuning segar. Yum!

 

 
Bratwurst Pizza (whole IDR 198k, slice IDR 33k)

Agak mirip dengan Meat Lovers di versi lama, sesuai namanya Pizza Bratwurst menggunakan sosis jenis bratwurst yang pasti lebih nampol lezatnya. Benar saja, varian satu ini segera menjadi favorit saya yang memang menggemari aneka sosis.

 

 
Salami Jalapeno Pizza (whole IDR 198k, slice IDR 33k)

I love jalapeño! Pastinya saya suka varian pizza ini. Salami yang gurih dipadukan dengan jalapeno yang asam pedas sudah pasti maknyus. Sesuai harapan, salaminya memang terasa lebih enak daripada salami yang ada di Pizza Hut biasa, berarti memang benar lebih premium, ya. Jalapeno di sini tidak terlalu pedas sehingga cukup bersahabat bagi yang tidak suka pedas sekali pun.

 
La Gourmet Pizza (whole IDR 198k, slice IDR 33k)

Bagi yang sudah mengenal Super Supreme dari Pizza Hut, ini adalah versi naik kelas-nya. Topping sekilas hampir sama, terlihat potongan paprika merah hijau bersama potongan nanas kuning yang jadinya seperti lampu lalu lintas *kidding*.. yang benar terlihat segar dan menggugah selera. Ketika dicoba, benar ‘sih agak mirip Super Supreme secara garis besar, namun La Gourmet lebih lezat dan harum aromanya.

 
Pasta

Khusus menu pasta di sini dibuat a la minute atau baru dibuat saat ada pesanan demi menjaga cita rasanya. Bagaimana pun, pasta paling enak jika dihidangkan segera setelah dimasak. Pilihan menu pasta tidak sebanyak dulu, kini lebih ke basic Italian pasta saja.

 

 
Kiri: Spaghetti Aglio Olio (IDR 27k), Kanan: Beef Lasagna (IDR 55k)

Fettuccine Pesto Bratwurst (IDR 33k)

Sekali lagi, bratwurst-nya enak! Pastanya sendiri al dente, pestonya harum, namun di lidah saya terasa sedikit kurang garam. Tak apa, cukup tambahkan sejumput garam dan lada hitam agar rasa lebih mantap.

 

 
Appetizer

Jajaran pot merah kecil berisi aneka gorengan berderet rapi di display, sungguh menggoda untuk dicoba satu-persatu. Aneka appetizer itu bisa langsung kita ambil sendiri, bayar, dan siap disantap. Self service salad bar ala Pizza Hut lama memang dihilangkan, namun kita tetap bisa melihat saat salad pesanan diracik di open kitchen.

 

 
Dari kiri ke kanan: Sausage In A Blanket (IDR 36k), Chicken Wings (IDR 33k), Shrimp Balls (IDR 35k)

 

 

 
Dari atas: Green Salad (IDR 25k), Potato Salad (IDR 20k), Caesar Salad (IDR 35k), Fruit Salad (IDR 25k)

Caesar Salad (IDR 35k)

Saya suka sekali varian salad baru dari The Kitchen ini, terutama Caesar dressing-nya. Sayuran segar ditambah topping potongan ham dan parutan keju menambah rasa dan aroma salad menjadi lebih mantap. Penggemar salad harus coba, nih!

 
Beverage

Tersedia hot and cold drinks. Untuk minuman hangat ada Americano, Cafe Latte, dan Cappucino, sedangkan minuman dingin semuanya berupa minuman kemasan. Air mineral, juice, atau minuman bersoda, tinggal pilih yang tersedia di display, cepat dan praktis.

 
Dessert

Sama halnya dengan minuman, beberapa jenis makanan penutup bisa langsung dipilih dari display, siap santap!

Berhubung masih banyak menu yang belum dicoba, pastinya saya penasaran ingin segera kembali lagi ke The Kitchen by Pizza Hut. Kebetulan lokasi pertamanya di PIM dekat dengan rumah dan kantor saya. Untuk area lain jangan khawatir karena ke depannya outlet Pizza Hut akan diubah menjadi The Kitchen by Pizza Hut, terutama yang berada di dalam mall. Jika sudah tak sabar ingin mencoba, langsung saja datang ke PIM, yuk!

The Kitchen by Pizza Hut

Pondok Indah Mall 2, 3rd Floor, unit 317-319

Jl. Metro Pondok Indah Blok 3B, Pondok Indah, Jakarta

Tel. +62 21 7592 0582

Facebook: PizzaHut Kitchen Twitter: @mykitchenph Instagram: mykitchenph

 
Recommended Dish(es):  Hawaii Aloha Pizza,Margherita Pizza,Bratwurst Pizza
 
Date of Visit: Oct 15, 2015 

Spending per head: Approximately Rp100000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Lin Es Krim Nitrogen Yang enak Smile Dec 31, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Es Krim/Yogurt

Mungkin saya termasuk terlambat mencoba nitrogen ice cream yang tengah menjadi trend hingga kini, namun tak apa... lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali 'kan? Meskipun saat ini telah banyak gerai nitrogen ice cream yang tersebar di penjuru kota, beruntung saya bisa mencoba dari pelopornya alias yang pertama memperkenalkan nitrogen ice cream di Indonesia yaitu Lin Artisan Ice Cream.
View at night

View at night

 

 
Outlet Lin Artisan Ice Cream berlokasi di daerah Kemang yang ramai, tepatnya di jalan Taman Kemang I yang tidak jauh di seberang Kem Chicks Kemang. Bagian depan outlet berpenampilan modern minimalis dengan kombinasi panel kaca dan aluminium hitam yang salah satunya bertulliskan tagline "I Scream Ice Cream!".Tampilan di dalam tak kalah menarik dengan detail-detail menarik yang berpadu dengan lantai finishing plesteran semen dan dinding bata ekspos yang dicat putih. Keseluruhan luas outlet memang tidak terlalu besar, sepertiganya merupakan dapur terbuka tempat membuat es krim dan sisanya diisi meja-kursi makan serta sebuah sofa panjang di dekat sudut. Di bagian belakang terdapat pintu penghubung ke area makan outdoor -semacam halaman kecil- yang bersambungan dengan restoran Stacks Burger di sebelahnya. Yup, Astrid Hadiwibowo sang pemilik Lin Artisan Ice Cream juga merupakan pemiilk restoran Stacks Burger dan Papabubble candy store. Tak mengherankan jika di setiap outletnya terpajang display permen-permen menarik produksi Papabubble (dan tentu saja dijual).

 

 
lil detail

lil detail

 
Di sini es krim baru dibuat saat ada pesanan, sehingga benar-benar fresh dan sehat tanpa bahan pengawet. Pembuatan es krim dapat disaksikan langsung dan menjadi suatu "tontonan wajib" bagi pengunjung, terutama bagi yang baru pertama kali datang seperti saya. Cara pembuatannya terlihat mudah, dan mungkin memang benar-benar mudah, hanya diperlukan pengetahuan dan pengalaman mengenai penggunaan alat dan takaran setiap bahan untuk membuat es krim yang enak. Pertama-tama bahan es krim seperti susu, cream, dan bahan lain (sesuai rasa yang dipilih) diaduk dengan mixer. Setelah tercampur baru ditambahkan liquid nitrogen lalu diaduk lagi dengan mixer dan.. voila! Es krim pun siap disantap! Penggunaan liquid nitrogen memang menjadikan proses pebuatan es krim menjadi lebih mudah dan cepat, juga tidak berbahaya bagi kesehatan karena mudah menguap di udara sehingga tidak masuk ke tubuh kita saat es krim dimakan.
the ''kitchen''

the ''kitchen''

 
liquid nitrogen

liquid nitrogen

 
Proses pembuatan es krim

Proses pembuatan es krim

 
Hasil es krim

Hasil es krim

 
Cheesy Cheese
 (IDR 41k)
yumyumyum

yumyumyum

 
Dalam daftar menu, varian Cheesy Cheese diberi tanda favorit, dan menurut waitress pun katanya memang paling sering dipesan. Ok, saya pun harus mencobanya! Sempat sedikit khawatir jika rasanya menjadi machtig seperti cheese cake, ternyata dugaan saya tak terbukti. Es krimnya masih terasa light dan segar dengan adanya potongan strawberry segar yang membeku dan bercampur dengan adonan es krim. Manisnya pas, teksturnya lembut dan creamy, serta seberkas rasa asam dan gurih dari cream cheese.

The Ultimate Dark Chocolate (IDR 39k)
choco lovers must try

choco lovers must try

 
If you're a chocolate lover, then you MUST try this one! Sebagai penggemar berat coklat, saya hampir selalu tergoda untuk mencicipi es krim coklat, meskipun kadang rasa es krim coklat tidak jauh berbeda dimana-mana. Ternyata, varian Choco Chips di Lin Artisan Ice Cream melebihi dugaan saya. Saya suka tampilan warnanya yang coklat gelap, membuat saya membayangkan rasa dark chocolate yang agak pahit namun enak. Rasa coklatnya pekat dan bagusnya tidak terlalu manis, justru lebih cenderung ke rasa dark chocolate Di dalam es krim terdapat serpihan dark chocolate yang sudah hancur dan menyatu dalam adonan sehingga menambah mantap keseluruhan rasa es krimnya.

Merry Strawberry (IDR 39k)
fresh

fresh

 
Saya sengaja memesan satu varian dari kategori sorbet sebagai "penyegar". Sorbet strawberry saya bayangkan asam manisnya cukup kuat dan tidak creamy, sehingga bisa menetralisir rasa susu dari kedua jenis es krim lainnya. Tepat seperti harapan saya, es krim yang dibuat tanpa susu dan cream ini rasa asam manisnya memang segar dan balance. Dari tampilan pun Merry Strawberry terlihat menarik dengan warna merah agak muda yang memberi kesan fresh.

Akhirnya kesampaian juga saya mencoba nitrogen ice cream yang sedang ngetrend ini. Puas rasanya karena bisa mencoba di pelopornya dan rasanya sungguh tidak mengecewakan. Harga es krim terbilang wajar, besar porsinya sesuai, serta pelayanan yang ramah dan komunikatif menjadikan customer tidak kapok untuk kembali lagi dan lagi ke outlet Lin Artisan Ice Cream yang nyaman dan menyenangkan untuk segala usia.

P.S. Saya masih penasaran dengan menu alcoholic ice cream-nya, jadi saya pasti akan kembali ke sini. C U!
Supplementary Information:
Harus menyaksikan pembuatan es krim menggunakan liquid nitrogen yang simple namun menarik.
 
Recommended Dish(es):  Cheesy Cheese,The Ultimate Dark Chocolate
 
Table Wait Time: 5 minute(s)


Spending per head: Approximately Rp40000(Night Snack)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Brunch at The House of Porridge OK Apr 05, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Chinese | Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga

Minggu siang habis beperahu ria di Ancol, kami sekeluarga + tante mampir ke Mall of Indonesia. Niatnya mau makan siang, tapi karena kami datang awal sekitar jam 11 dan sudah agak lapar jadilah memilih Ta wan untuk brunch, yaitu makan bubur yang menjadi speciality-nya, plus ngemil tahu dan jamur crispy nya yang jadi favorit tante saya, katanya paling enak daripada menu2 Ta Wan yang lainnya.

Suasana mall masih belum terlalu ramai, tapi ternyata di Ta Wan sudah cukup banyak yang makan, termasuk ramai lah.. Karena tidak dapat meja di area "balkon", jadilah kami duduk di area depan yang menghadap ke area mall dimana orang lalu lalang, dan persis di depan outlet Planet Surf. Seru juga jadinya Ta Wan yang satu ini makanannya lebih ke chinese cuisine, tapi musiknya up beat banget karena speaker Planet Surf memang mengarah ke luar. Saya sih tidak masalah, asik2 saja makannya.. tapi kalau orang2 tua yang ingin makan dengan tenang mungkin agak merasa terganggu tongue.

 
Interior Ta Wan cukup menarik, bernuansa chinese modern dengan lantai kayu, meja & bangku juga kayu bercat hitam, plus ornamen dari mangkuk2 yang dipajang di semacam lemari pajangan bersusun. Area resto tidak terlalu luas, tapi cukup banyak menampung meja2. Pelayanannya pun cukup baik dan cepat.

Untuk makanannya, karena memang niatnya bukan makan berat, kami hanya pesan 3 macam menu untuk di-share bersama.

 
Bubur Ayam, 13,5k
Sebenarnya bubur ayam standar, dilengkapi irisan cakwe goreng dan daun bawang yang dirajang halus. Enak disantap segera waktu masih panas, karena lama kelamaan akan makin encer jika sudah dingin. Bubur ini tersedia dalam 2 size yaitu regular & large, tapi antara 2 size itu harganya hanya terpaut Rp 500.. so pasti kami pilih yang large dan ternyata cukup pas dibagi ber4, masing2 mendapat satu mangkuk kecil penuh, bahkan masih ada sisa sedikit. Harga yang cukup murah untuk bubur sebanyak itu di kelas restoran.

Enoki Goreng Spesial, 23,5k
Soo yummy! Jamur enoki berbalut tepung crispy tebal, sangat renyah. Bisa dimakan sebagai cemilan atau ditaburkan ke bubur ayamnya juga enak, jadi buburnya punya tambahan tekstur crispy. Satu porsinya pun cukup banyak untuk di-share ber-4.

 
Tahu Lima Rasa, 26k
Perpaduan rasa asin, manis, gurih, pedas, dan tekstur crispy semuanya ada di menu ini. Tahu jepang digoreng hingga luarnya cukup kering (tapi dalamnya masih empuk), dibumbui dan diberi potongan kecil2 paprika serta oatmeal.. mka jadilah Tahu Lima Rasa. Ternyata benar kata tante saya bahwa menu yang satu ini memang layak jadi favorit.

Untuk minumannya biasa saja, kami hanya pesan ice tea & juice melon yang menyegarkan. Secara keseluruhan resto ini memuaskan, harganya sesuai dengan makanan yang disajikan, tempatnya bagus & pelayanannya ok. Tak menyesal deh makan di sini... smile
 
Date of Visit: Apr 01, 2012 

Spending per head: Approximately Rp50000(Breakfast)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   2 Vote(s)   View Results
Recommend

Kemang Steak Yang Bukan Di Kemang Smile Dec 24, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Amerika | Restaurant | Steak & Grills

Saya sempat bertanya-tanya dalam hati,
"Kemang Steak 'koq lokasinya bukan di Kemang?"
Beruntung saya segera mendapat jawaban yang pasti akurat, karena berasal dari pemiliknya langsung.
Adalah Ibu Hj. Henny, pendiri Kemang Steak, yang awalnya bereksperimen mmbuat steak bermodalkan demo masak makanan Eropa dan hobi beliau memasak. Dari tangan beliau tercipta resep steak legendaris yang khas dan sesuai selera orang Indonesia. Lokasi pertama restoran yang dibuka Ibu Hj. Henny pada tahun 1992 memang berada di daerah Kemang, maka dinamakanlah Kemang Steak.
Setahun kemudian Kemang Steak berpindah lokasi ke Jl. Haji Nawi Raya, dan sukses beroperasi selama bertahun-tahun di sini. Saya sebut sukses, karena saya ingat dulu setiap kali melewati jalan tersebut -baik pada siang, sore, maupun malam hari, restoran ini selalu ramai pengunjung. Sebuah restoran yang tampak sederhana dengan papan nama bertuliskan "Pondok Kemang Steak", namun parkirannya selalu penuh dan dapurnya terus mengepulkan asap bakaran beraroma sedap.
The owners, Ibu Hj. Henny, dua putrinya, dan Bp. David Very

The owners, Ibu Hj. Henny, dua putrinya, dan Bp. David Very

 
Sempat tutup di tahun 2009 dan vakum dari bisnis kuliner selama lima tahun, Ibu Hj. Henny membuka kembali Kemang Steak di tahun 2014 dengan konsep baru. Resep steak tetap sama, karena disitulah keistimewaannya, namun "kemasan" restoran kini "naik kelas". Bekerja sama dengan Bapak David Very Susanto sebagai managing director, Kemang Steak yang sekarang benar-benar sebuah restoran, bukan sekedar pondok makan ala rumahan. Lokasinya dipilih Pantai Indah Kapuk yang belakangan ini terkenal sebagai pusat kuliner kekinian di Jakarta.

 
Di paling depan, tamu "disambut" oleh Moo Moo, patung sapi lucu maskot Kemang Steak yang menjadi spot foto favorit. Area restoran terbagi menjadi 2 yaitu outdoor (tentunya sekaligus smoking area) dan indoor (non smoking) yang nyaman dengan pendingin ruangan. Keseluruhan desain interiornya bertema rustic dengan bata ekspos di dinding lantai bawah dan finishing semen di dinding lantai atas. Berbagai pernik menarik menghiasi ruangan restoran, termasuk koleksi testimoni para selebriti dan pejabat yang pernah menikmati kelezatan Kemang Steak sejak outlet lamanya di Kemang dan Haji Nawi. Meja dan kursi makan berbentuk simple dari bahan kayu dengan model kursi tanpa sandaran seperti di bangku di warung makan.
Kemang Steak's details

Kemang Steak's details

 
Mempertahankan konsep outlet lamanya, dapur masih terletak di bagian depan restoran. Asap bakaran steak seakan tak berhenti "ngebul" sejak restoran dibuka, dan ini bisa menjadi daya tarik bagi pengunjung yang tadinya sekedar lewat menjadi akhirnya mampir.
Untuk menjaga originalitas resep keluarga sekaligus regenerasi, dua putri Ibu Hj. Henny yaitu Asih Winarsih dan Endah Nur Pratamasari bergabung mengelola restoran. Tak tanggung-tanggung, mereka turun tangan langsung di bagian dapur, untuk memastikan semua menu dibuat sesuai resep keluarga sehingga kualitas rasa senantiasa terjaga.
Berbicara rasa, keunggulan Kemang Steak terletak pada signature BBQ sauce dari resep rahasia keluarga Ibu Hj. Henny yang tak ada duanya. Di Kemang Steak, daging tidak dimarinasi melainkan langsung dibakar di atas bara arang batok kelapa sambil diolesi bumbu BBQ. Tersedia berbagai pilihan daging steak sapi impor dan lokal, lamb chop, ikan, dan chicken filllet yang lezat dan 100% halal.
Jika saus BBQ di daging masih terasa kurang, tidak perlu repot meminta tambahan ke waiter karena di setiap meja telah tersedia sebotol saus yang bisa ditambahkan sepuasnya. Saya pribadi lebih suka mencocolkan kentang goreng ke saus ini daripada ke saus sambal botolan. Aroma rempah yang khas, perpaduan rasa asin-manis-asam yang balance, serta sedikit pedas dari black pepper menjadikan saus BBQ ini sungguh istimewa. 
Setiap porsi steak dihidangkan bersama side dish salad sayuran dan kentang goreng. Salad sayuran yang diberikan di sini ala Indonesia yaitu wortel, buncis, dan jagung pipilan yang ditumis dengan sedikit minyak. Semua sayuran fresh (bukan frozen vegetables) dan tingkat kematangan pas sehingga rasa, warna, dan teksturnya terjaga baik. Untuk kentang gorengnya, waaahh.. ini saya suka sekali! Kentang goreng home made yang rupanya juga dibuat dengan resep rahasia keluarga karena belum pernah saya temukan di tempat lain. Bagian luarnya sangat garing dengan semacam lapisan tepung berbumbu yang cukup tebal sehingga agak keras, namun ketika digigit bagian dalamnya tetap empuk dan lembut. Saya justru lebih suka kentang goreng seperti ini dibandingkan french fries biasa, tak heran jika dalam waktu singkat kentangnya habis duluan.

Beef Ribs (IDR 55k)
Empuk

Empuk

 
Sepotong tulang iga sapi berbalut daging tersaji di piring bersama kentang goreng dan salad sayuran. Besar porsinya pas untuk ukuran saya, dan sangat sesuai dengan harganya. Jika dinilai dari rasa dan kualitas daging, harga itu bahkan tergolong murah untuk seporsi steak ala restoran. Daging di sekitar tulang cukup banyak, empuk, dan masih sedikit juicy meskipun di-grill hingga tingkat kematangan well done. Baluran saus BBQ pada daging terasa nikmat membuat kita tak ingin menyisakan sedikit daging pun dari potongan tulang. Eitss.. di Kemang Steak tidak perlu jaim untuk makan menggunakan tangan. Jadi.. silakan digerigiti sepuasnya hingga bersih!

Australian T-Bone (150gr IDR 65k, regular IDR 90k)

 
Porsi yang terhitung cukup besar untuk daging impor Australia dengan mutu yang baik. Khusus ketika itu, pihak Kemang Steak hanya menyediakan tingkat kematangan well done untuk semua porsi T-Bone, meskipun demikian ketika saya cicipi dagingnya masih cukup empuk tidak sampai bertekstur dry atau keras.

Red Snapper (IDR 75k)
yummy

yummy

 
Fillet kakap merah yang tersaji di piring saya cukup besar dan tebalnya pas. Berbeda dengan teman yang katanya mendapatkan fillet ikan kurang segar, fillet di piring saya masih segar dengan aroma daging ikan kakap yang wajar. Ketika dipotong dengan pisau pun teksturnya masih baik tidak hancur, menandakan kualitas yang masih baik. Tingkat kematangan tepat dengan salah satu sisi agak kering tetapi daging masih lembut dan juicy. Beberapa teman yang mencicip fillet ikan dari piring saya juga berpendapat sama dan tidak ada komplain mengenai kualitas atau kesegaran ikan. Well, mungkin teman saya sedang bernasib kurang baik, tetapi hal ini perlu diperhatikan juga oleh Kemang Steak agar ke depannya jangan sampai terulang kembali.

Salmon (IDR 75k)
Definitely delicious

Definitely delicious

 
Potongan salmon cukup besar dan tebal, ketika dipotong dagingnya masih juicy dan tidak mudah hancur. Warna orange cantik dan tekstur daging yang masih firm menandakan kualitas daging yang baik dan segar, serta pastinya di-grill pada tingkat kematangan sempurna sehingga tidak sampai kering/keras. Sebagai pecinta salmon, saya pasti akan pesan menu ini pada kunjungan berikutnya... HARUS!

Australian Tenderloin (135gr IDR 55k, regular IDR 90k)
love it so much

love it so much

 
Satu-satunye jenis red meat yang paling saya suka adalah tenderloin, maka tak saya lewatkan kesempatan mencicipinya. Ketika dipotong, bagian tengah daging terlihat masih berwarna pink kemerahan, kira-kira pada tingkat kematangan medium. Meskipun tebal, teksturnya dagingnya empuk dan masih juicy, serta yang terpenting tidak berlemak. Daging impor berkualitas ini terasa semakin lezat dengan baluran saus BBQ istimewa dari Kemang Steak. I love it!

Mashed Potatoes (IDR 25k)
Creamy 'n yummy

Creamy 'n yummy

 
Penyajiannya cute sekali dengan tampilan seperti wajah snowman (atau potatoman? ;P) yang disusun dari potongan buncis dan wortel. Dari bahan yang sederhana namun menghasilkan tampilan yang menarik karena ide kreatif. Awalnya agak sayang "merusak" snowman lucu ini, namun sekali coba saya pun tak sabar segera menyendoknya lagi sampai habis, karenaaa... rasanya super enak! Tekstur yang lembut, creamy, dan campuran rasa kentang dengan susunya pas sesuai selera saya.

Selain aneka steak menggiurkan, Kemang Steak mempunyai beberapa minuman khas yang patut dicoba.
Fresh Lime Kemang (IDR 20k)
Segar

Segar

 
Dari awal saya sudah tertarik mencobanya, karena dari namanya saya membayangkan rasanya pasti segar dan cocok diminum setelah menyantap steak yang gurih dan "berat". Tak meleset dugaan saya, rasanya tepat seperti yang diharapkan. Asam jeruk nipisnya masih terasa segar namun tidak membuat kita sampai mengernyitkan mata karena terlalu asam. Terdapat sepotong batang serai dalam gelas sebagai alat pengaduk sekaligus memberi aroma tambahan pada minuman. Sempat agak khawatir jika aromanya terlalu kuat (karena saya tidak suka aroma serai pada minuman), ternyata justru hampir tidak ada pengaruhnya sama sekali. Syukurlah! Saya pun bisa menikmati segelas fresh lime ini hingga tuntas.

Mixed Juice
(IDR 20k)
Segar dan sehat

Segar dan sehat

 
Perpaduan dari broccoli, kiwi, dan nanas, ditambah buah kalengan sebagai topping. Warna hijaunya cantik, serasi dengan warna-warni buah kalengan sebagai aksen. Saya sempat mencicip sedikit pesanan teman, ternyata rasanya enak, semenarik tampilannya. Aroma sayur sama sekail tidak terasa, juga asam manisnya pas, dan pastinya sehat karena dibuat dari bahan-bahan segar. Jika berkesempatan ke sini lagi sudah pasti saya akan memesan mixed juice sebagai pilihan pertama.

Es Kemang Cincau
(IDR 25k)

 
Home made cincau hijau disajikan dengan sirup dan selasih (basil seeds). Irisan jeruk nipis dan daun pandan rupanya bukan sekedar menjadi hiasan (garnish), melainkan bisa dicampurkan ke dalam minuman sehingga memberikan aroma wangi dan seberkas rasa asam segar. Keseluruhan rasa memang tidak terlalu istimewa, seperti es cincau pada umumnya, namun cukup memberikan kesegaran sekaligus sebagai dessert untuk menutup acara makan.

Makan di Kemang Steak terasa menyenangkan dengan tempat yang nyaman dan suasana homey, terasa seperti di rumah. Pilihan makanan cukup beragam, rasanya enak, bermutu baik, dan semuanya bisa dinikmati dengan harga yang sangat affordable. Pelayanan yang ramah dan cekatan juga membuat kita semakin puas makan di sini. Khusus untuk area PIK tersedia layanan delivery sehingga steak lezat juga bisa dinikmati di rumah.
Supplementary Information:
Area lantai 2 lebih nyaman terutama jika datang dalam rombongan besar, bisa juga dijadikan private room untuk acara pesta, arisan, atau lunch meeting
 
Recommended Dish(es):  Australian Tenderloin Steak,Mixed Juice,Fresh Lime Kemang,Salmon Steak,Mashed Potatoes
 
Table Wait Time: 15 minute(s)


Spending per head: Approximately Rp100000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga

Sudah cukup lama saya mengenal Ten Ten, dan selalu ada cerita pada beberapa kali kunjungan saya ke restoran Jepang ini. Pertama kali mencoba saat outlet-nya yang berada di Pondok Indah Mall 1 baru dibuka. Dengan menu andalan tempura dan tendon, kala itu saya bersama beberapa sahabat menikmati menu-menu tersebut. Seorang sahabat saya yang penggemar makanan Jepang pun berpendapat bahwa tempura di Ten Ten termasuk paling enak dari yang pernah dia coba di tempat lain. Kunjungan pertama pun berakhir memuaskan dan tidak membuat kami kapok untuk kembali ke Ten Ten.
Ketika outlet di PIM 1 akhirnya tutup, saya mencoba Ten Ten lagi di outlet-nya yang berlokasi di Plaza Indonesia, dan kali ini untuk sebuah acara berbeda yaitu cooking class. Sebuah pengalaman baru yang mengasyikkan, bisa belajar membuat tempura langsung dari ahlinya. Lebih menyenangkan lagi karena saya bersama beberapa teman foodies memenangkan lomba membuat tempura karena tingkat kematangan tempura kelompok kami dinilai yang paling mendekati sempurna.
Kunjungan saya yang terakhir ke Ten Ten kali ini pun mempunyai cerita. Rupanya, Ten Ten belum lama meluncurkan deretan menu baru yang sungguh menarik. Anyway, saya suka sekali buku menu barunya yang memuat beberapa ilustrasi cute para maskot Ten Ten. Ingin rasanya saya memasukkan satu ke dalam tas, sayangnya tas saya kurang besar ketika itu *wink*.
Desain outlet restoran yang berada di bawah naungan Boga Group ini belum berubah sejak kunjungan saya sebelumnya. Interiornya masih didominasi unsur kayu yang ditata dengan nuansa modern minimalis namun tetap berkesan hangat dan nyaman. Open kitchen yang dibatasi kaca menjadi salah satu "pemandangan" menarik dimana kita bisa melihat proses pembuatan makanan, terutama tempura.

 
Jadi, menu baru apa yang saya coba pada kunjungan saya ke Ten Ten kali ini?
Ten Ten Signature Stone Rice (IDR 68k)
Japanese mixed rice with ebi sakura topped with grilled fish, ebi tempura, and squid
Menu-menu stone rice adalah salad satu jenis hidangan baru yang menjadi highlight. Konsepnya menyerupai tendon (nasi di bawah, topping lauk pauk di atasnya), namun penyajiannya menggunakan mangkuk batu yang fungsinya menyimpan panas sehingga makanan di dalamnya tetap hangat dari awal hingga akhir disantap.

 
Adanya kata "signature" di menu langsung mengingatkan pada menu andalan Ten Ten yaitu tempura, dan benar adanya di menu memang terdapat tempura. Ebi dan obha tempura dipadukan dengan grilled seafood (salmon, cumi, crabstick), serta sunny side up diletakkan di atas nasi yang sudah dibumbui. Tempuranya crispy dan matang dengan baik, rasanya masih sama seperti yang pernah saya makan di Ten Ten dulu. Demikian pula grilled seafood dan nasi dibumbui secara pas sehingga terasa enak di lidah.

Salmon Obha Pesto Stone Rice
(IDR 68k)
Salmon with obha pesto sauce on rice
Potongan salmon, jagung, wakame, dan tomat cherry dihidangkan di atas nasi, dan diberi saus pesto yang terbuat dari daun obha. Potongan tipis nori selain sebagai garnish juga melengkapi tekstur makanan. Nasinya pulen, namun tidak terlalu berbumbu seperti menu stone rice sebelumnya. Rasa secara keseluruhan enak, dengan saus pesto yang aromatik dan fresh, serta terutama saya suka salmonnya yang dimasak dengan baik.

 
Tori Momo Stone Rice (IDR 58k)
Dari segi tampilan dan nama menu, tori momo memang sangat menarik perhatian. Namanya sendiri sudah terdengar unik dan lucu, sedangkan tampilannya sangat eye catching dengan perpaduan warna komponennya yang enak dilihat. Daging ayam yang dibumbui hingga berwarna coklat kemerahan itu selain rasanya enak dan pas, warnanya pun cantik berpadu dengan butiran edamame kupas berwarna hijau. Irisan sayuran, wakame, dan bawang putih goreng turut melengkapi rasa dan tekstur tori momo.
Attractive look yet yummy taste

Attractive look yet yummy taste

 
Premium Saikoro Steak (IDR 68k)
Premium beef with sautéed vegetables
Tidak salah penggunaan nama "premium" di sini, karena daging sapi yang digunakan berkualitas tinggi. Rasanya enak sekali, empuk, juicy, dan tingkat kematangan tepat. Disajikan dengan tumis sayuran dan jamur shitake, saus pesto, serta irisan tipis bawang putih goreng yang menambah kelezatan hidangan. Satu porsi saikoro steak tidak terlalu besar sehingga tidak akan kesulitan menghabiskannya, justru tanpa terasa sudah ludesss...
A must try!

A must try!

 
Grilled Fish Obha Cream Sauce (IDR 68k)
Choice of fish: salmon/red snapper
Menu pilihan saya ternyata memiliki rasa seenak tampilannya yang menarik. Sejak awal melihat fotonya di buku menu saya langsung tertarik dengan warna hijau muda sausnya yang lembut nan cantik. Ketika dicoba, saya pun langsung suka dengan rasa saus berbahan dasar daun obha (atau ohba) yang creamy dan gurih namun tidak berlebihan. Akibat lupa mencantumkan pilihan jenis ikan ketika memesan, saya pun mendapatkan red snapper. Tingkat kematangan ikan tepat sehingga bagian luar sedikit kering mengarah ke crispy namun di dalam masih juicy. Disajikan dengan jamur shiitake dan shimeji yang dimasak sempurna menjadikan hidangan ini favorit saya dan sangat saya rekomendasikan untuk dicoba. Love it so much!
Super love it!

Super love it!

 


Beef Hamburg with Cheese (IDR 50k)
Saya belum pernah menemukan hamburg steak dengan isian mozzarella cheese di tempat lain, menjadikan hidangan ini unik dan benar-benar baru. Daging sapinya empuk dan juicy, dengan bumbu yang pas serta meresap ke dalam daging.

 
Salmon Miso Soup (IDR 68k)
Sebuah menu baru dari kategori nabemono yang ternyata enak. Sup miso Jepang ini berisi salmon, tofu, wakame, jamur shitake, irisan daun bawang, dan sedikit wortel sebagai garnish. Aroma sup misonya harum, rasanya balance dan tidak terlalu pekat, serta tingkat kematangan semua komponen isinya tepat.
Healthy soup

Healthy soup

 
Selain makanan, menu dessert baru juga diluncurkan oleh Ten Ten. 
Fruit Kakigori (IDR 32k)
Milk snow ice with assorted fruit
Tekstur snow ice yang lembut dan rasanya yang tidak terlalu manis membuat saya suka fruit kakigori di Ten Ten. Dipadukan dengan potongan buah segar semakin melengkapi kenikmatannya sehingga tanpa terasa mangkuk pun sudah kosong...
Smooth and silky

Smooth and silky

 
Hot Plate Brownies Chocolate Ice Cream (IDR 32k)
Penyajian dessert ini menjadi menarik karena menggunakan hot plate. Saus akan dituangkan langsung di hadapan customer saat dihidangkan, sehingga ada sensasi tersendiri ketika saus bergolak di atas hot plate. Customer yang membawa anak-anak harap berhati-hati, ya.. karena hot plate yang digunakan sangat panas.

 
Dari segi rasa, sebagai penggemar coklat saya suka browniesnya karena cukup nyata terasa coklat, empuk, dan tidak terlalu padat. Disajikan dengan satu scoop vanilla ice cream bertabur sejumput choco chips di bagian atas dan saus coklat, menghadirkan sensasi dingin dan panas yang kompleks dan unik di lidah. Harus coba!

Hot Plate Red Velvet Cream Cheese Ice Cream (IDR 32k)
Meskipun bukan termasuk penggemar red velvet, menurut saya rasa red velvet-nya sendiri enak meskipun masih sedikit terlalu manis. Cream cheese ice cream juga tidak ada masalah, tidak terlalu manis dengan seberkas rasa asin yang agak unik. Satu komponen yang tidak saya sukai yaitu saus putih yang agak manis dan sangat nyata berbau susu. Jika di menu sebelumnya ada matcha ice cream yang dapat "menutupi" rasa alami susu, di sini cream cheese ice cream justu membuat semakin machtig menurut selera saya. Well, it's personal.

 
Matcha Lava Cake (IDR 28k)
Japanese style lava cake with green tea ice cream
Matcha lovers MUST try this one, b'coz it's all about matcha! Cake, lava, dan ice cream semuanya green tea. Rasa dan aroma green tea sangat mendominasi (dan mantap!) namun tidak sampai berlebihan atau pun pahit. Lava green tea yang "mengalir" ketika cake dibelah selain terlihat menarik juga sangat enak dan konsistensinya pas.

 
Demikianlah cerita saya bersama menu-menu terbaru yang dihadirkan Ten Ten Tempura House. Saya akui menu baru ini sangat menarik, lebih variatif dan kreatif dibandingkan sebelumnya. Jika biasanya pilihan hanya berkisar pada tempura dan tendon, kini tak ada lagi alasan untuk bosan datang ke Ten Ten. Anda pun bisa mempunyai cerita sendiri bersama Ten Ten dan hidangannya yang semakin variatif. Selamat mencoba!
Supplementary Information:
Menu-menu barunya sangat layak dicoba
 
Recommended Dish(es):  Salmon Obha Pesto Stone Rice,Premium Saikoro Steak,Grilled Fish Obha Cream Sauce,Fruit Kakigori,Hot Plate Brownies Chocolate Ice Cream,Matcha Lava Cake
 
Table Wait Time: 20 minute(s)


Spending per head: Approximately Rp120000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0