OpenRice Index
  
missnl
This is missnl living in Cilandak. I am a graphic designer, work in Lebak Bulus. I like to hang out in Tanjung Duren, Pondok Indah, Senayan. Bali, Chinese, Itali, India are my favorite cuisines. I also love Street Foods, Kafe, Restaurant, lounge and Siomay / Batagor, Pizza & Pasta, sate lilit bali.
Member 10 First(s)
No. of Review67 Review(s)
編輯推介數目33 Editor's Choice
Recommended8 Recommended
Popularity3694 View(s)
Replies in Forum1 Comment(s)
Upload Photos1237 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant42 My Restaurant(s)
Follow58 Following
粉絲391 Follower(s)
missnl  Level 3
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 16 to 20 of 57 Reviews in Indonesia
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Chinese | Restaurant | Kumpul Keluarga

Soup Restaurant merupakan restoran franchise yang berasal dari Singapura. Konsep mereka adalah menghadirkan nuansa khas Chinatown baik dari ambience restoran maupun rasa dan jenis makanan yang tersedia.
Wlcome to Soup Restaurant

Wlcome to Soup Restaurant

 
Soup Restaurant telah mempunyai 3 cabang di Jakarta, dan salah satunya berada di Senayan City. Terletak di lantai 4, tepat di depan eskalator, bersebelahan dengan Spageddies, dan dekat dengan Best Denki menjadikan restoran ini mudah ditemukan dan strategis karena yang pastinya banyak dilalui pengunjung mall. Di bagian paling depan selalu ada usher yang menyambut dan siap membantu para customer.
Modern-classsical Chinese look

Modern-classsical Chinese look

 

Setelah melewati pintu masuk, restoran seakan terbagi menjadi bagian depan, tengah, dan belakang seperti pembagian ruangan sebuah rumah. Bagian depan seperti sebuah ruang tamu dengan meja yang tidak terlalu banyak. Bagian tengah yang paling luas dan terbuka memuat banyak meja berkapasitas 2-4 orang yang bisa juga digabungkan menjadi meja panjang sesuai kebutuhan. Di sisi kiri dan belakang terdapat semi private room dengan meja besar yang bagian tengahnya dapat diputar, berkapasitas 10-12 orang per meja. Saya menyebutnya semi private room karena masih berpenyekat namun tidak benar-benar tertutup rapat dan terpisah dari ruangan umum. Suasana Chinatown modern begitu terasa saat memasuki restoran, mulai dari desain interior ruangan, meja kursi makan, dan beberapa pernik seperti guci dan lukisan khas China yang menghiasi ruangan. Penggunaan material dominan kayu dan pencahayaan ruangan yang sedikit temaram menghadirkan kesan klasik, nyaman dan homey, menjadikan acara makan kita tenang dan santai, apalagi jika datang bersama teman atau keluarga.

MINUMAN
Sweet Ice Tea (IDR 12k)
Tidak ada yang spesial dengan es teh manis yang disajikan dalam gelas tinggi langsing ini. Tidak refillable, gula cair tidak disediakan terpisah, dan sejak awal disajikan tidak terlalu manis sehingga setelah es mencair rasanya pun menjadi seperti es teh saja. Bagi yang suka manis mungkin harus minta tambahan gula cair lagi.
Just an ordinary tea, no special

Just an ordinary tea, no special

 
SUP
Wintermelon Soup (small-IDR 40k, medium-IDR 80k, large-IDR 120k)
Salah satu menu andalan dalam daftar menu yang menurut keterangannya berkhasiat untuk detoksifikasi, sekaligus baik bagi yang sedang berdiet. Bagaimana dengan rasanya?Kuah kaldunya memang juara, sedap dan gurih tetapi tidak membuat eneg, namun saya kurang suka dengan wintermelon alias labu hijau yang ada di dalamnya. Wintermelon yang dimasak dalam kuah sup terasa aneh, selain itu potongannya terlalu besar sehingga agak sulit memakannya. Akan lebih baik jika dipotong lebih kecil sehingga muat dalam satu suapan, tapi... mungkin saya tetap lebih memilih kuahnya juga.
Delicious broth but weird wintermelon

Delicious broth but weird wintermelon

 
Tim Tien Chee dengan Sup Ayam (IDR 38k)
Double boiled Tien Chee with Chicken Soup
Dibuat dengan rempah-rempah yang asing bagi saya, sup ini rasanya pun ajaib di lidah. Bukan tidak enak, tetapi aroma herbalnya memang sangat kuat menjadikan sup ini lebih seperti sup obat. Daging ayam yang terdapat di dalamnya dimasak hingga empuk benar dan aroma herbalnya sudah meresap. Kuahnya kekuningan bening dan gurih dari kaldu ayam asli (tanpa bumbu penyedap), dengan seberkas rasa pahit yang tidak mengganggu. Sebuah pengalaman baru bagi saya mencicipi "sup obat" yang memang berkhasiat untuk melancarkan peredaran darah dan menambah daya tahan tubuh. Jika Anda tergolong adventurous dalam hal makanan, silakan cicipi menu ini, toh tidak ada ruginya juga karena baik untuk kesehatan tubuh. Berani mencoba?
Herbal soup

Herbal soup

 
MAKANAN
Ayam Jahe ala Samsui (IDR 95k)
Samsui Ginger Chicken
Signature dish dari Soup restaurant ini banyak direkomendasikan oleh beberapa sumber yang pernah saya baca, membuat saya penasaran akan rasanya. Sebuah menu tradisional China yang menurut tradisi Samsui hanya dimakan setahun sekali pada saat Imlek, berisi daging ayam kukus yang dimakan dengan saus jahe. Cara makannya, potongan daging ayam dicelup dalam saus jahe, dibungkus dengan lettuce, baru disantap (kalau bisa) sekaligus dalan satu suapan. Daun selada segar memberi tekstur crunchy dan melengkapi keseluruhan rasa. Asin, gurih, manis bercampur di dalam mulut dan pastinya ingin tambah lagi.
A must try menu!

A must try menu!

 
Daging ayamnya matang dengan sempurna, masih juicy, empuk, dan tidak hambar meskipun dikukus tanpa banyak bumbu. Lebih istimewa lagi sausnya yang cukup kuat menguarkan aroma jahe dan sedikit bawang putih, namun tidak ada rasa pahit ketika dimakan. Saya tidak suka jahe, dan biasanya menghindari masakan yang berbau jahe, tapi baru kali ini saya justru suka menambahkan saus jahe cukup banyak ke dalam lettuce wrap. Selain enak, menu ini sehat karena jahe dan sesame oil pada sausnya dipercaya dapat menghalau masuk angin menurut tradisi China. Tak salah jika Samsui Ginger Chicken menjadi the most recommended dish di sini dan rasanya memang wajib dipesan setiap kali berkunjung kemari. Enaaaakkk...

Tahu Claypot (IDR 40k)
Claypot Tofu
I love tofu, and I like this dish! Bumbunya sendiri memang tidak terlalu istimewa atau unik, namun saya suka kelezatannya yang terasa balance dan tekstur tahunya yang pas.
Could be a fav menu

Could be a fav menu

 
Stim San Yu Fillet (IDR 75k)
Steamed Garoupa Slices
Biasanya saya tidak bersemangat dengan masakan berjenis steamed fish, terkecuali setelah mencoba Steamed San Yu Fillet milik Soup Restaurant. Ikan kerapu tanpa tulang dimasak dengan cara dikukus terasa lembut, juicy, dan tidak amis. Saus cokelat encer yang menggenanginya terasa enak dan tidak terlalu asin, sepertinya dibuat dengan kecap asin. Irisan tipis daun bawang dan cabai merah yang ditaburkan di atas ikan juga turut memperkaya rasa ketika dimakan sekaligus, dan saya suka keseluruhan rasanya.
Like it!

Like it!

 
Sio Mak Cah Ikan Tausi (IDR 45k)
Yao Mak Chye Fried with Black Beans Dace Fish
Ketika mencocokkan nama menu dengan sepiring tumis sayuran yang terhidang, saya bertanya-tanya, "Mana ikannya?" Ternyata... kata "ikan" pada nama menu hanya karena penggunaan kaldu ikan saja, tidak ada dagingnya yang dimasukkan dalam masakan. Saya tidak ada masalah dengan bumbu tausinya, terasa enak, gurihnya tidak berlebihan, dan balance. Kalau pun ada masalah, ini karena antipati saya pada jenis sawi-sawian yang ditumis. Yup, saya tidak suka sio mak yang di lidah terasa pahit sekali itu, tapi bagi yang menyukainya pasti tidak ada masalah karena rasa masakannya sendiri enak. 

Selada Saus Tiram (IDR 45k)
Fried Lettuce with Oyster Sauce
Tidak ada yang spesial dari menu sayuran ini. Sepiring selada yang ditumis dengan bumbu saus tiram, terasa light dan cukup enak di lidah saya, namun tidak ada rasa atau aroma tertentu yang menonjol. Tekstur selada masih sedikit crunchy -dan itu bagus, saya suka- karena dimasak pada tingkat kematangan yang tepat.


Mie Goreng Dengan Fillet Ikan
(IDR 48k)
Fried Noodle with Fish Slices
Mie goreng yang dimaksud di sini ternyata seperti ifumie. Mie kuning digoreng kering hingga crispy, disajikan dengan sayuran dan fillet ikan yang dimasak dengan saus tiram (seperti cap cay). Dari segi rasa tidak terlalu "wow" dan saya lebih suka menyantapnya segera ketika mie masih crunchy dibandingkan ketika mie sudah lunak terkena kuah kecoklatan di bawahnya. That's all I can say about this dish.
Noodle just noodle

Noodle just noodle

 


Nasi Olive ala Teo Chew (IDR 48k)
Teo Chew Olive Rice
Nasi olive ini memiliki cita rasa unik menurut saya, tidak bisa dibilang enak sekali, tetapi bukan berarti saya tidak suka. Warna nasinya menjadi hijau gelap karena dibuat dengan campuran teochew preserved black olives. Menurut saya pribadi, nasi olive ini kurang "greget" karena sedikit hambar meskipun aromanya kuat. Untuk menyiasatinya saya menambahkan sambal yang tersedia di meja (bukan saus sambal botolan) dan benar saja rasanya menjadi lebih mantap. Bagi yang tidak suka pedas mungkin cukup menambahkan sedikit garam atau kecap asin untuk memperkaya rasa.
Unique taste yet healthy

Unique taste yet healthy

 
DESSERT
Kui Ling Kau (IDR 25k)
Herbal Jelly
Tampilannya menyerupai cincau hitam, dengan tekstur lebih kenyal, disajikan dengan madu cair terpisah di pot kecil. Awalnya saya hanya menambahkan sedikit madu, tapi ternyata herbal jelly ini rasanya pahit sekali! Jadilah saya tambahkan madunya banyak-banyak agar menutupi pahitnya.
Bitter jelly!

Bitter jelly!

 
Pir Dengan Jamur Putih dan Almond (IDR 25k)
Double Boiled Pear with Snow Fungus & Almonds
Dilihat dari warnanya tampak kurang menarik karena cenderung pucat dan tidak atraktif, namun ketika dicicipi ternyata enak. Jamu putihnya masih terasa crunchy, rasanya pas ketika dimakan bersama kuah bening yang sepertinya hanya merupakan simple syrup. Double boiled pear yang sudah dipotong kecil tingkat kematangannya pas tidak sampai terlalu lunak atau hancur. Saya suka karena keseluruhan rasanya tidak terlalu manis dan terasa light, cocok sebagai penutup setelah menyantap hidangan yang bercita rasa asin dan gurih.
I like the fungus' texture

I like the fungus' texture

 
Dari sekian banyak Chinese restaurant yang pernah saya coba, Soup Restaurant paling berbeda diantara yang lain karena mengutamakan kesehatan disamping rasa yang lezat. Chinese food yang disajikan di sini banyak menggunakan rempah herbal tradisional China yang baik bagi kesehatan dan cita rasanya unik/berbeda, serta tidak terlalu banyak memasukkan minyak ke dalam masakan. Bagi saya yang terbiasa mengurangi garam, rasa makanan justru pas karena rata-rata dibuat tidak terlalu asin. Salah satu nilai plus lain, makan di Soup Restaurant tidak perlu khawatir pada Chinese Restaurant Syndrome karena masakan tidak menggunakan MSG. Untuk semua keunggulan tersebut, harga yang harus dibayarkan sangat sesuai dengan kualitas bahan dan besarnya porsi yang kita dapatkan. Ditambah dengan pelayanan crew restoran yang baik dan ramah serta tempat yang nyaman, Soup Restaurant layak menjadi restoran favorit keluarga.
So, what are you waiting for?
Supplementary Information:
Harus coba Ayam Jahe ala Samsui yang menjadi favorit di sini, dan coba bertualang rasa dengan menu-menu herbal yang unik rasanya namun berkhasiat untuk kesehatan.
 
Recommended Dish(es):  Ayam Jahe ala Samsui,Tahu Claypot,Stim San Yu Fillet
 
Date of Visit: Nov 28, 2014 

Spending per head: Approximately Rp150000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant | Vegetarian | Halal | Kumpul Keluarga

Apa yang muncul di benak Anda tentang restoran vegetarian? Terbayang masakan yang hanya terdiri dari sayuran, rasa yang hambar, tidak enak, atau membosankan? Paradigma itu akan berubah ketika mengenal VMAD Vegetarian Madness yang menyediakan aneka menu vegetarian kaya rasa.
Saya pribadi sudah pernah mencicipi hidangan vegetarian dari salah satu restoran khusus vegetarian yang ada di Jakarta, dan tidak pernah punya pengalaman buruk dengan makanannya. Ketika mengetahui bahwa VMAD didominasi menu masakan India, saya lebih tertarik lagi karena memang menyukai cita rasa masakan India yang kaya rempah.

Beruntungnya saya berkesempatan untuk menyaksikan cooking class dari VMAD yang menampilkan dua hidangan andalan yang paling direkomendasikan bagi para customer yang baru pertama kali mencoba hidangan ala VMAD. Melalui acara ini customer bisa melihat langsung bahan-bahan yang digunakan semua segar dan cara memasaknya pun higienis. Tak sabar untuk segera mencoba?
Hakka Bakka Noodle (IDR 49k)
Yellow noodle mixed with sauteed vegetarian chicken, fresh vegetables, then gently mixed with black pepper sauce, vegetarian oyster sauce, and sesame oil
Hakka Bakka Ingredients

Hakka Bakka Ingredients

 
Cook the noodles

Cook the noodles

 
spicy and yummy

spicy and yummy

 
Rasa black pepper sangat mendominasi sehingga terasa pedas di mulut namun tidak membuat sakit perut. Tingkat kematangan mie tepat, termasuk juga paprika hijau dan wortel diiris tipis yang masih terasa crunchy namun tidak mentah. Bagi yang heran dengan vegetarian chicken, ini adalah bahan masakan dari kedelai yang diproses sedemikian rupa hingga teksturnya menyerupai daging ayam. Penggunaan minyak wijen memberikan aroma khas pada masakan sekaligus baik untuk kesehatan. Keseluruhan rasa hidangan masih tergolong netral, maka tepat dipesan oleh para "pemula" yang belum terbiasa dengan aroma rempah masakan India.

Murtabak Ceylon (IDR 29k)
Thin crust stuffed pancake carefully fried to get crunchiest layer and minced chicken filling, served with crispy potato fries, spicy curry, and fresh pickles
Murtabak's crust

Murtabak's crust

 
Ada yang menarik dari demo pembuatan martabak, karena saya berkesempatan belajar membuat martabak... langsung pada bagian yang paling menantang yaitu melebarkan adonan kulit martabak. Ternyata memang sulit! Meskipun telah diajarkan tekniknya, pelaksanaannya tidak semudah itu. Teknik "melempar" adonan kulit martabak yang tampak menarik (dan seolah mudah) nyatanya perlu latihan intensif agar dapat menghasilkan kulit martabak yang tipis merata, lebar, dan tidak bolong/sobek. Meskipun hasilnya tidak rapi dan belum menguasai teknik melempar, saya tidak menyesal telah mencoba.
Murtabak on progress

Murtabak on progress

 
I love spicy curry!

I love spicy curry!

 
Kembali ke masakannya, keistimewaan hidangan ini ada pada isinya. Jika martabak umumnya menggunakan daging sapi, di sini menggunakan vegetarian chicken dan bumbu kari. Cara pembuatannya sama dengan martabak biasa, namun bagusnya di sini saat menggoreng tidak menggunakan terlalu banyak minyak. Saya suka kulit martabak yang tipis renyah (meskipun mudah hancur), dan lebih suka lagi dengan rasa isiannya yang sangat didominasi bumbu kari. Martabak Ceylon dimakan dengan semacam saus kari merah yang agak kental dan kaya rempah di dalamnya. Awalnya saya coba makan martabak tanpa saus dan terasa agak terlalu asin. Ketika dimakan dengan saus kari justru menjadi balance karena rupanya saus itu sendiri tidak asin, hanya menambah rasa rempah saja. Well, bagi sebagian orang aroma rempahnya mungkin terasa over powering, tapi bagi saya ini super enak. Nomnom!

Selain makanan, VMAD menyajikan dua macam minuman yang disajikan dalam cup kertas mini untuk semua peserta. Salah satu minuman didemokan langsung pembuatannya yang ternyata mudah dan bisa dibuat sendiri di rumah.
Tester size

Tester size

 
Green Fantasy (IDR 35k)
Green Healthy!

Green Healthy!

 
Dari warna hijaunya kita dapat menebak bahwa ini adalah jus sayuran. Yup, Green Fantasy terbuat dari green mountain chicory, nanas, jeruk nipis (lime), dan simple syrup. Meskipun hanya di-garnish sederhana, warna hijaunya yang segar sangat menggugah selera dan rasanya pun tidak mengecewakan. Sebersit rasa sayuran masih dapat saya rasakan, namun sama sekali tidak mengganggu karena lebih didominasi paduan nanas dan jeruk nipis yang asam segar.

Jamaican Cooler (IDR 36k)
Cold and sweet

Cold and sweet

 
Terbuat dari mocha syrup, ice cream vanilla, susu, dan kacang mete (cashew) sangrai yang diblender bersama es batu. Saya suka perpaduan aroma mocha syrup dengan ice cream vanilla yang terasa enak, sedikit tekstur creamy dari kacang mete, dan yang terpenting rasa manisnya yang tidak berlebihan.

Two thumbs up VMAD fot its yummy-flavourful foods and decent drinks! Ditambah dengan para crew yang ramah dan helpful membuat customer akan berkunjung lagi dan lagi ke restoran vegetarian ini.
 
Recommended Dish(es):  Green Fantasy,Hakka Bakka Noodle,Jamaican Cooler,Murtabak Ceylon
 
Date of Visit: Nov 16, 2014 

Spending per head: Approximately Rp100000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant | Steak & Grills | Hang Out

Hog's breath Cafe adalah sebuah restoran franchise dari Australia yang pertama kali dibuka pada bulan Juli 1989 oleh Don Algie, sang founding father yang kemudian mempunyai nama populer Boss Hog. Hog's Breath Cafe telah mempunyai lebih dari 80 outlet di negara asalnya, plus ekspansi ke Singapura, Thailand, dan kini Indonesia.
Welcome!

Welcome!

 
A chic corner

A chic corner

 
A nice corner

A nice corner

 
Outlet pertama Hog's Breath Cafe di Indonesia berlokasi di Tribeca, Central Park Mall. Terdiri dari dua lantai yang cukup luas, interiornya menggunakan banyak unsur kayu dan dihias berbagai ornamen yang unik dan menarik. Area bar tergolong luas, dengan koleksi puluhan botol minuman terpajang rapi di bagian belakang. Sebuah TV berlayar besar terpasang di area ini, pas untuk acara nobar sambil bersantai menikmati minuman.
Bar area

Bar area

 
Executive Chef of Hog's Breath Cafe

Executive Chef of Hog's Breath Cafe

 
Senang sekali saya berkesempatan menyaksikan cooking demo dari executive chef Hog's Breath Cafe yaitu Chef Anto, yang telah memiliki pengalaman di dunia hospitality sejak tahun 1991. Dengan fasih beliau menjelaskan mengenai ingredients yang digunakan, terutama jenis dan cara pengolahan Prime Rib yang merupakan ciri khas Hog's Breath Cafe. Berbeda dari restoran steak lain, Prime Rib di sini diolah dengan metode slow roast selama 8 jam. Keistimewaannya, meskipun telah diproses sekian lama, customer tetap bisa memesan steak dengan tingkat kematangan sesuai selera dari rare hingga well done.
Fresh & high quality one!

Fresh & high quality one!

 
Special made plates

Special made plates

 
Prime rib and home-made all beef patty

Prime rib and home-made all beef patty

 
Pada kesempatan itu didemokan menu burger dan sandwich yang proses pembuatannya tergolong simple dan cepat. Sebagian bahan (terutama side dish) sudah diolah terlebih dahulu karena keterbatasan waktu acara. Step-by-step pembuatan burger maupun sandwich sebenarnya sama. Burger bun dan loaf yang sudah dioles salted butter di-toast hingga salah satu permukaannya kuning kecoklatan, lalu giliran bahan-bahan isiannya yang di-pan fried. Setelah semua siap, susun di piring bersama side dish, dan hidangan pun siap disantap. Mudah, bukan?

Aussie Burger (IDR 89k)
Hog's home-made all beef patty topped with sliced cheese, lettuce, tomato, red onion rings, crispy bacon, fried egg, pineapple rings, beetroot, BBQ sauce, and served with curly fries and salad garnish
Yummy Patty

Yummy Patty

 
Tidak akan menyesal mencoba burger spesial ini, terutama karena home-made burger patty-nya yang super tebal dan juicy. Daging untuk burger patty tidak berlemak dan bumbunya khas karena diracik secara khusus ala Hog's Breath Cafe. Burger bun meskipun bukan home-made tetapi dipilih yang berkualitas tinggi sehingga rasa dan empuknya pas, apalagi jika disantap langsung selagi hangat. Komponen burger yang begitu kompleks menjadikan keseluruhan rasa dan teksturnya unik, terutama beetroot yang sangat tidak lazim untuk sebuah menu burger. Di antara tumpukan burger setinggi hampir 15 cm itu, saya suka pineapple ring dengan rasa asam manis segar yang sangat cocok berpadu dengan burger patty dan BBQ sauce. Salad garnish yang menyertai burger terasa light dengan dressing yang tidak terlalu banyak/pekat dan curly fries yang renyah turut melengkapi kenikmatan Aussie Burger.

Prime Rib Steak Sandwich (IDR 149k)
Tender Prime Rib char-grilled steak with cheese, beetroot, tomato, lettuce, onions and Hickory BBQ sauce on a toasted Vienna Loaf, served with curly fries and salad garnish
A premium sandwich

A premium sandwich

 
Pecinta steak yang sedang tidak ingin makan terlalu banyak daging, silakan pilih menu ini sebagai salah satu alternatif terbaik. Kualitas daging yang prima menjadikan rasa sandwich ini begitu istimewa. Prime Rib yang merupakan andalan Hog's Breath Cafe mempunyai tingkat kematangan sempurna sehingga masih tetap juicy di bagian dalam. Hickory BBQ sauce dengan aroma smoked yang kuat terasa agak mendominasi sejak gigitan pertama, but I like it!

Selain makanan, Hog's Breath Cafe menyajikan dua macam minuman favoritnya. Penyajian yang terlihat di sini bukan porsi sebenarnya karena hanya sebagai tester untuk acara cooking demo saja.
Classic Virgin Mojito (IDR 40k)
Perfecto!

Perfecto!

 
Senang mengetahui cocktail klasik ini tersedia versi tanpa alkohol, dan rasanya cocok di lidah saya. Komposisi jeruk nipis dan mint terasa balance, sangat menyegarkan diminum setelah menyantap steak. Jika sedang bosan dengan mojito classic, bisa dicoba varian Flavour Virgin Mojito (IDR 45k) yang tersedia rasa strawberry, peach, passion fruit, dan green apple.

Strawberry Mixed Smoothies (IDR 38k)
Fresh and healthy

Fresh and healthy

 
I love strawberry, as I like this beverage! Kekentalan dan rasa asam manisnya pas, serta benar-benar terasa smooth saat diminum. Selain menyegarkan, minuman ini sehat karena terbuat dari campuran buah dan susu segar.

Melalui acara cooking demo ini customer bisa menyaksikan langsung pembuatan makanannya, serta melihat cara kerja sang chef yang rapi dan higienis membuat kita tidak ragu menyantap hidangan dari Hog's Breath Cafe. Pelayanan dari crew restoran yang sigap dan helpful juga membuat kita semakin yakin untuk datang berkunjung ke restorannya.
Supplementary Information:
Classic Virgin Mojito adalah pilihan tepat yang sangat menyegarkan dan aman karena bebas alkohol
 
Recommended Dish(es):  Aussie Burger,Classic Virgin Mojito,Prime Rib Steak Sandwich,Strawberry Mixed Smoothies
 
Date of Visit: Nov 16, 2014 

Spending per head: Approximately Rp150000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend

Kembali ke Din Tai Fung Smile Aug 29, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Chinese | Restaurant | Bakmi/Kwetiau | Kumpul Keluarga

Dulu saya bersama keluarga cukup sering makan di Din Tai Fung, terutama di cabang PIM 2 ini. Setelah lama sekali tidak pernah ke sini lagi, akhirnya saya berkesempatan "kembali" ke sini untuk menikmati hidangan-hidangannya yang menjadi kesukaan sekeluarga.
Din Tai Fung welcomes you!

Din Tai Fung welcomes you!

 
Modern Chinese style

Modern Chinese style

 
Outlet Din Tai Fung di PIM 2 masih belum berubah sejak dulu dengan style modern chinese-nya. Untuk penataan interiornya terlihat modern dan clean dengan warna dominan hitam dan coklat serta permainan lighting yang ditata apik mendukung konsep keseluruhan. Perpaduan lampu putih dan kuning menjadikan ruangan tetap terang tetapi masih ada kesan hangat dan sedikit klasik dengan adanya cahaya kekuningan di beberapa bagian. Nuansa chinese restaurant terlihat dari beberapa ornamen khas yang paling banyak terdapat di area kasir.

 
Di bagian depan sebelah kiri terdapat bagian dapur khusus dim sum dimana customer bisa menyaksikan langsung pembuatan dim sum yang menjadi hidangan andalan Din Tai Fung. Dapur yang dibatasi dinding kaca itu terlihat teratur dan bersih, dengan beberapa personel yang selalu tampak sibuk dengan tugas masing-masing. Open kitchen ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi customer yang ingin mengetahui bagaimana sebuah Xiao Long Bao dibuat. 

Apa itu Xiao Long Bao? 
Mari dicoba saja!

Xiao Long Bao Ayam & Kepiting (4 pcs IDR 52k, 6 pcs IDR 75k, 10 pcs IDR 105k)
Steamed Crab Meat and Chicken Dumpling
A must try!

A must try!

 
Very delicious broth

Very delicious broth

 
Look inside my fav Xiao Long Bao!

Look inside my fav Xiao Long Bao!

 
Menjawab pertanyaan di atas, singkatnya Xiao Long Bao adalah jenis steamed dim sum dengan kuah kaldu di dalamnya. Isinya bisa bermacam-macam, dari yang klasik seperti daging ayam atau babi yang dibumbui, atau bisa juga dikreasikan menjadi aneka rupa isi seperti ayam dengan kepiting, keju, foie gras, beef, dan sebagainya. Din Tai Fung yang memang "menjagokan" menu Xiao Long Bao ini mempunyai beberapa kreasi isi yang dapat dipilih, dan semuanya halal. Di setiap meja terdapat petunjuk step by step cara makan Xiao Long Bao yang benar. Beberapa komponen pelengkap untuk makan Xiao Long Bao ini adalah irisan tipis jahe, cuka hitam, dan kecap asin. Adapun cara makannya yang benar sebagai berikut:
1. Tuangkan cuka hitam dan kecap asin di atas jahe dengan perbandingan 3:1 (cuka 3 bagian dan kecap 1 bagian)
2. Ambil Xiao Long Bao dengan sumpit dan letakkan di atas sendok, sobek sedikit kulitnya dengan sumpit hingga kuah di dalamnya keluar ke sendok, lalu minum kuahnya
3. Ambil sedikit jahe yang sudah dicampur cuka dan kecap asin, letakkan di atas Xiao Long Bao
4. Xiao Long Bao siap dinikmati kelezatannya

Meskipun ada standar dan tata caranya, saya pribadi tidak mengikuti semuanya. Saya tidak suka dengan cuka hitam dan jahe, maka saya hilangkan komponen itu. Cara makannya tetap saya ikuti, tetapi hanya menambahkan kecap asin dan sambal untuk memberi sedikit sensai rasa pedas. Kadang kala saya memilih menikmati rasa asli Xiao Long Bao dengan memakannya tanpa tambahan apa-apa, dan ternyata tetap enak. Sedapat mungkin Xiao Long Bao segera dimakan sesaat setelah dihidangkan, karena lebih enak dimakan saat masih hangat. Untuk variannya, favorit kami sekeluarga yang berisi ayam dan kepiting karena perpaduan rasanya klasik dan paling pas. Kami biasa memilih ukuran medium yang berisi 6 pcs karena saya suka sekali Xiao Long Bao ini. Untuk saya sendiri saja tidak akan pernah cukup hanya makan 1 buah Xiao Long Bao, minimal 2 buah atau lebih kalau bisa.. hehehe...

Ceker Ayam (IDR 23k)
Phoenix Claw

 
Saya pribadi tidak suka ceker ayam, tetapi saya sempat mencicip sedikit bumbunya yang agak berkuah dan ternyata rasanya enak. Tak heran jika anggota keluarga saya yang lain menyukainya dan selalu memesan menu ini setiap makan di Din Tai Fung. Menurut mereka, ceker ayamnya empuk, mudah memakannya, dan bumbunya meresap.

Tahu, Jamur Hioko dan Sayur Bayam Dengan Saus Spesial (IDR 66k)
Braised Home Made Tofu with Hioko Mushroom and Spinach Served with Special Sauce
My family's favorite menu!

My family's favorite menu!

 
Saya ingat dulu setiap kali makan di Din Tai Fung pasti pesan menu tahu spesial ini. Sejak pertama kali mencobanya memang kami sekeluarga jatuh cinta dengan rasanya yang lezat. Tahu home made dengan lapisan bayam di atasnya, dimasak dengan saus spesial ala Din Tai Fung dan jamur. Pada menu hanya disebutkan jamur hioko, tetapi di masakannya kami dapatkan ada pula sedikit jamur enoki. Tahunya lembut dan gurih, sausnya berwarna coklat gelap, dominan rasa saus tiram yang lezat dan agak kental. Satu porsi yang berisi empat potongan tahu pun kami habiskan dengan cepat dan rasanya masih ingin tambah lagi...

Kailan Dengan Saus Tiram (small IDR 52k, large IDR 65k)
Kailan with Oyster Sauce
Healthy and yummy

Healthy and yummy

 
Makan siang belum lengkap tanpa menu sayur. Kailan dengan saus tiram menjadi pilihan kami karena disukai semua anggota keluarga. Kailan dimasak dengan tingkat kematangan yang pas, tidak ada rasa pahit sama sekali, masih crunchy, dan warnanya hijau segar karena tidak overcooked. Kuah saus tiramnya kecoklatan dengan aroma bawang putih yang harum tapi tak berlebihan dan tidak sekental saus tahu jamur. Di atas kailan ditaburi bawang merah goreng yang cukup banyak sehingga menambah tekstur pada keseluruhan masakan. Menu ini enak dimakan dengan atau tanpa nasi, tergantung selera saja, tapi pastinya ingin tambah lagi dan lagi.

Nasi Goreng Udang (IDR 75k)
Fried Rice with Shrimp

 
Kami sekeluarga suka nasi goreng, terutama saya. Sekilas pandang, tampilan luarnya menarik menurut saya, berwarna kuning kecoklatan dengan udang berukuran sedang yang cukup banyak. Sayangnya nasi goreng udang ini rasanya kurang memenuhi ekspektasi kami dari sebuah restoran sekelas Din Tai Fung. Nasi gorengnya sebenarnya tidak terlalu berminyak, udangnya cukup banyak dan masih tergolong segar, hanya sayangnya tasteless. Bahkan bagi kami sekeluarga yang terbiasa mengurangi konsumsi garam, nasi goreng ini terasa kurang asin dan kurang tasty seperti kurang bumbu. Kami pun mengakalinya dengan menambahkan kecap asin dan sambal sehingga lebih kaya rasa.

Nasi Putih (IDR 10k)
Bukan menu yang istimewa tetapi harus ada, dan tidak boleh disepelekan juga karena nasi putih yang enak harus dimasak dengan benar. Saya pribadi kurang suka dengan nasi putih yang pera (dimasak dengan sedikit air sehingga agak keras) karena akan mengurangi kenikmatan makan, seenak apa pun lauknya. Nasi putih di sini dimasak dengan kadar air yang pas sehingga pulen dan rasanya enak. Apalagi dimakan saat masih hangat dengan tahu 3 jamur atau kailan saus tiram, rasanya nikmat dan pas sekali.

Lychee Mint Freeze (IDR 45k)
Lychee, peppermint leaf, and lime

 
Meskipun keluarga yang lain beranggapan rasanya aneh, tapi saya suka! Saya ingat ini bukan pertama kali saya memesannya, dulu sudah pernah coba dan rasanya asam manis segar. Ternyata tak salah ingatan saya, rasa minuman ini masih sama. Aroma dari daun peppermint segar yang diblender dengan es dan jeruk nipis terasa paling dominan, memberikan sensasi rasa asam yang dijamin mengusir kantuk. Sedikit rasa manis dari lychee kalengan menjadikan keseluruhan rasanya balance dan enak di lidah saya. Tampilan minuman ini juga tak kalah segar dengan warna dominan hijau plus garnish daun mint dan sebutir lychee di atasnya. Dingin dan segar!

Apple Juice (IDR 32k)

 
Dari beberapa pilihan juice yang terbuat dari buah segar (bukan dari juice botolan), hanya apple juice yang akhirnya ada. Secara keseluruhan tampak kurang menarik menurut saya pribadi, hanya di-garnish sangat sederhana dengan irisan apel di tepi gelas dan warnanya kuning tidak seperti apple juice pada umumnya yang biasa kehijauan atau coklat. Untunglah rasanya enak dan tetap terasa apel. Entah jenis apel apa yang digunakan, yang jelas fresh juice baik untuk kesehatan. Setuju?

Sungguh menyenangkan kembali ke restoran favorit keluarga yang satu ini! Kami sekeluarga tetap puas dengan rasa makanannya yang tidak berubah, hampir semuanya enak, dan menggunakan bahan-bahan berkualitas baik. Pelayanan para waitress-nya juga kami nilai masih sama seperti dulu, ramah dan cekatan dalam melayani permintaan kami. Satu hal kecil yang menyenangkan melihat waitress berinisiatif menawarkan tempat meletakkan tas wanita kepada tante saya tanpa harus diminta.

Soal harga... mungkin sebagian orang akan beranggapan mahal karena porsi makanannya termasuk kecil. Bagi keluarga kami, harga di Din Tai Fung masih sesuai dengan kualitas dan rasa makanan yang didapatkan. Ditambah dengan suasana yang nyaman dan pelayanan yang baik membuat kami tak hanya melihat dari harga tapi rasa puas secara menyeluruh yang dialami di sini. Jika menilik lebih dalam lagi, harga sedemikian tergolong wajar untuk sebuah restoran sekelas Din Tai Fung yang mempunyai tagline "Delicacy bestowed with MICHELIN star". Yup, it's a Michelin star resto... anyone?
Supplementary Information:
Bagi yang pertama kali makan di sini harus coba Xiao Long Bao ala Din Tai Fung yang menjadi andalan mereka. Ikuti cara makan Xiao Long Bao yang benar dan paling enak dimakan selagi masih hangat.
 
Recommended Dish(es):  Xiao Long Bao Ayam Kepiting,Tofu with Hioko Mushroom and Spinach,Kailan Saus Tiram
 
Table Wait Time: 10 minute(s)


Date of Visit: Aug 01, 2014 

Spending per head: Approximately Rp125000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Chinese | Restaurant | Seafood | Halal | Kumpul Keluarga

Menempati lokasi baru di level 3A, satu lantai di bawah tempat lamanya di West Mall Grand Indonesia, Jun Njan yang baru lebih luas dan mempunyai beberapa private room. Ketika kami datang siang itu, antrian waiting list cukup ramai. Saya jadi agak menyesal karena tidak reservasi sebelumnya. Antrian panjang itu sempat membuat 'gentar', tapi saya mendaftar juga ke reception, dan katanya… tempat untuk 4 orang masih waiting list ke-5. Hadeuhh.. berapa lama nunggunya nih? Ya sudah, kami tunggu saja.. eh, tak berapa lama kami pun dipanggil! Ha, what a lucky moment! Rupanya memang meja untuk 4 orang sudah ada yg kosong lebih dahulu. Leganya kami bisa mendapat tempat, mengingat sudah lumayan laperrr.. hehe. Ketika awal duduk, meja kami masih kosong tanpa peralatan makan, rupanya memang baru saja dibersihkan, tapi tak lama beberapa waitress yang sigap telah menata meja kami. Tak membutuhkan waktu lama untuk memilih menu, karena kami sudah beberapa kali ke Jun Njan.

 
Sup Asparagus Telur Kepiting (IDR 32k)
Appetizer ini salah satu menu favorit kami di Jun Njan. Disajikan dalam porsi personal tapi cukup banyak jika dihabiskan sendirian, maka kami hanya pesan 2 porsi untuk berempat. Supnya kental dengan campuran putih telur dan warnanya orange kecoklatan yang larut dari telur kepiting, dan di dalamnya ada potongan-potongan asparagus kalengan. Sup harus dimakan saat masih hangat karena akan lebih enak rasanya, hangat di perut, dan gurih di lidah. Yummy!

 
Udang Rebus (Small = IDR 68k, Medium = IDR 98k, Large = IDR 138k) 
Merupakan 'menu wajib' kami kalau makan di sini, karena memang merupakan signature dish Jun Njan yang paling populer, bahkan sejak masa kecil saya. Menu ini tersedia dalam 3 ukuran yaitu S, M, L jadi bisa disesuaikan porsinya dengan jumlah orang. Kami pilih size M supaya bisa makan sepuasnya hehe.. Udangnya fresh seperti biasa, ditandai dengan teksturnya masih kenyal, warnanya orange cantik dan mudah dikupas. Udang rebus ini dimakan dengan cocolan sambal garlic racikan khas Jun Njan yang tidak terlalu pedas. Rasa manis alami dari udang segar berpadu dengan aroma garlic dari sambalnya terasa pas dan enak, jadi tak mau berhenti makan nih, kupas lagi, lagi, dan lagi... Satu kebiasaan pribadi yang mungkin berbeda dari orang lain, saya selalu mengupas udang di awal sampai terkumpul agak banyak, baru kemudian memakannya sekaligus. Buat saya jadi lebih fokus dalam menikmati rasa udangnya.

 
Tahu Spesial Jun Njan (IDR 46k)
Tahu sutra dimasak dengan saus tiram racikan spesial Jun Njan, rasanya hampir seperti sapo tahu. Tahunya lembut dan sedikit gurih, sedangkan kuah saus tiramnya kecoklatan agak kental dan pastinya enak.

 
Kailan Saus Tiram (IDR 48k)
Menu sayur harus ada untuk menyeimbangkan menu, maka kami pilih kailan yang dimasak dengan saus tiram. Meskipun sederhana, menu ini enak. Kami suka kailannya yang masih berwarna hijau segar tetapi renyah dan tingkat kematangannya pas, berarti nutrisinya tidak hilang atau rusak karena terlalu lama dimasak. Bumbu saus tiram yang disiramkan di atas kailan berwarna coklat gelap, kentalnya pas, dengan rasa asin, sedikit manis, dan pastinya gurih.. enak sekali. Rasanya sayang kalau bumbunya sampai bersisa… hehe..

 
Udang Telur Asin (IDR 88k)
Kami tahu menu ini berkolesterol tinggi, tapi rasanya yang enak sungguh menggoda, jadi guilty pleasure deh.. Udang yang cukup besar digoreng dengan tepung tipis sampai kulitnya crispy, lalu disiram saus yang terbuat dari kuning telur asin. Awalnya saya makan dengan mengupas kulit udangnya, tapi kata nyokap justru akan lebih enak jika dimakan sekaligus dengan kulitnya. Baiklah, saya coba makan dengan kulitnya (don't worry, setelah saya amati ternyata kaki udangnya sudah dibuang bersih). Benar juga… crispy-nya kulit udang, kenyalnya daging udang yang bercampur gurih saus telur asin menjadi perpaduan rasa dan tekstur yang top abiz, plus tidak perlu repot mengupas!

 
Gurame Goreng Garing (IDR 72k)
Ikan gurame digoreng kering dengan cara 'butterfly' sehingga mudah mengambil dagingnya. Sirip dan ekor ikannya crispy sekali sehingga enak dimakan juga. Saus asam manisnya berisi cukup banyak serutan wortel dan lobak yang sudah dibuat acar lebih dahulu, rasanya pas tidak terlalu asam ataupun manis. Isian wortel dan lobaknya memberikan aroma yang khas sehingga menjadikan saus asam manis ini lain dari yang lain.

 
Nasi Goreng Jun Njan (Small = IDR 35k, Medium = IDR 55k, Large = IDR 75k) 
Menu nasi goreng ini juga tersedia dalam 3 ukuran yaitu S, M, L dan kami memilih size M yang sekiranya pas untuk berempat. Sengaja kami tidak pesan nasi putih karena nasi goreng Jun Njan terkenal enak dan menjadi salah satu menu wajib kami juga. Nasi goreng chinese style berwarna kuning kecoklatan, dengan isian seafoodnya hanya udang saja, pas dengan kesukaan saya ;). Nasi goreng ini disukai oleh semua anggota keluarga karena rasanya pas dan lezat, tapi tidak sampai terlalu gurih karena kebanyakan MSG atau 'banjir' minyak.

 
Untuk minumannya kami hanya memesan Chinese Tea dan Strawberry Juice (IDR 25k) saja. Chinese tea-nya disajikan dalam poci dan refillable, sedangkan strawberry juice-nya dari fresh strawberry dan tanpa tambahan susu, tepat seperti kesukaan saya.

Makan di resto favorit keluarga pastinya menjadi "pilihan aman" karena sudah pasti semua suka, semua kenyang dan senang, termasuk saya juga. Menu yang sudah familiar, rasa makanan yang enak, serta pelayanan yang ramah dan cekatan menjadikan acara makan siang keluarga kami berakhir menyenangkan.

Jun Njan
Grand Indonesia Shopping Town
West Mall Lt. 3A Unit 8-9A (Entertainment District)
Jl. MH Thamrin No. 1 Jakarta
Phone: +62 21 23580647/48
Website: www.junnjan-seafood.com   Facebook: Jun Njan Seafood   Twitter: @JunNjan
 
Recommended Dish(es):  Udang Rebus,Nasi Goreng Jun Njan,Sup Asparagus Telur Kepiting
 
Spending per head: Approximately Rp80000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0