OpenRice Index
  
missnl
This is missnl living in Cilandak. I am a graphic designer, work in Lebak Bulus. I like to hang out in Tanjung Duren, Pondok Indah, Senayan. Bali, Chinese, Itali, India are my favorite cuisines. I also love Street Foods, Kafe, Restaurant, lounge and Siomay / Batagor, Pizza & Pasta, sate lilit bali.
Member 10 First(s)
No. of Review67 Review(s)
編輯推介數目33 Editor's Choice
Recommended8 Recommended
Popularity3694 View(s)
Replies in Forum1 Comment(s)
Upload Photos1237 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant42 My Restaurant(s)
Follow58 Following
粉絲391 Follower(s)
missnl  Level 3
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 21 to 25 of 57 Reviews in Indonesia
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Roti & Kue

Suatu siang di bulan Februari 2013, teman kantor saya memberi info bahwa ada toko kue yang baru dibuka di area tidak jauh dari kantor, bisa dicapai dengan berjalan kaki saja dari kantor kami di Lebak Bulus. Bahkan teman saya membawakan business card toko kue tersebut yang berdesain simple tapi cukup cantik. Teman saya baru saja dari sana, dan katanya cake shop ini sedang memberikan free trial untuk semua tamu selama 2 hari. Well, sungguh menarik sebenarnya.. tapi berhubung jam istirahat sudah habis, saya pun berencana untuk mengunjunginya keesokan hari saja, toh memang free trial-nya berlangsung sampai besok.

Keesokan harinya, dengan excited saya berkunjung ke Jakarta Cake House yang dimaksud itu. Saya mengajak seorang teman kantor lainnya yang kebetulan berminat juga (bukan teman yang memberi info kemarin). Cukup berjalan kaki sekitar 5 menit saja, sampailah kami di tempat tersebut. Lokasinya sudah cukup familiar untuk kami, yaitu di bagian depan (teras) dari resto Warung Abah yang sudah cukup dikenal. Tokonya benar-benar 'minimalis' karena memang hanya menempati bagian teras dari resto, dengan satu etalase kaca, satu steamer untuk makanan hangat dan meja panjang tempat meletakkan display kue-kue kering atau makanan yang bisa dipajang di display terbuka. Meja untuk customer hanya ada dua saja, kecil, dengan dua atau tiga kursi masing-masingnya. Minimalis ya? Kalau sedang ramai, customer harus pasrah menunggu atau pesan take away saja nih...

Beruntung saat kami datang cake shop sedang benar-benar sepi. Kami disambut sapaan ramah dua orang waiter dan seorang bapak yang rupanya adalah 'chef' cake shop ini. Waiternya menjelaskan bahwa setiap customer bisa mencoba maksimal dua macam hidangan yang tersedia. Ketika kami tanyakan apakah bisa membeli jika ingin mencoba varian yang lainnya, mereka menjawab bahwa selama masa free trial ini semua makanan tidak dijual.. jadi khusus untuk icip-icip saja. Baiklah... kami datang berdua, berarti seharusnya bisa mencoba maksimal empat varian. Sambil memilih-milih makanan yang mau dicoba, saya sedikit 'melobi' bapak chef tadi. Alhasil, saya pun mendapatkan dua jenis makanan tambahan lagi... senangnya!

http://static1.id.orstatic.com/UserPhoto/photopending/0/KC/0040NQ4EC58385B3E0A2BBc.jpg
Siomay Jamur
Siomay adalah salah satu makanan favorit saya. Kapan pun di mana pun, setiap ada siomay pasti ingin saya coba. Sejak awal datang saya sudah melihat siomay ini tertata di steamer transparan, pastinya jadi pilihan pertama saya! Siomay jamur ini menjadi satu alternatif yang akan menyenangkan para vegetarian atau bahkan vegan sekalipun, karena sama sekali tanpa daging dan ikan. Siomay disajikan lengkap dengan bumbu kacang dan saus-kecap-jeruk limau dalam wadah terpisah. Saya suka dengan plating-nya yang minimalis dan cantik ala resto bintang lima ini. Tampilan sudah ok, lalu bagaimana dengan rasanya, ya? Rasa jamurnya masih cukup terasa, tekstur siomaynya lembut dan tidak terlalu banyak campuran tepungnya. Bentuknya rapi cantik dengan sebutir kacang polong sebagai pemanis di bagian atasnya. Siomay enak belum lengkap tanpa bumbu kacang yang lezat, tapi sayang bumbu kacang disini tidak bisa dibilang enak karena masih terasa aroma kacang yang diblender. Saya pernah mencoba membuat bumbu siomay sendiri di rumah dengan mengikuti resep dari majalah, dan gagal alias tidak enak... nah seperti itulah rasanya bumbu siomay di JCH ini. Mungkin buat orang lain bumbu siomay tidak masalah, tapi bagi penggemar siomay seperti saya, JCH perlu improve lebih banyak lagi untuk bumbu siomaynya.

http://static1.id.orstatic.com/UserPhoto/photopending/0/KC/0040NO439A7E4988C3C7ACc.jpg
http://static4.id.orstatic.com/UserPhoto/photopending/0/KC/0040NP6CBABD67BD194134c.jpg
Pudak Jagung
Penganan tradisional dari Manado ini baru pertama kali saya coba di JCH. Bentuknya sederhana tapi cukup menarik, tampilannya di foto ini jadi seperti mini pocong tapi berwarna kuning ya... hihihi... *imajinasi yang agak berlebihan*. Penganan ini sebenarnya sederhana baik dari bentuk, bahan-bahan, dan cara membuatnya. Bahannya hanya terdiri dari jagung pipilan, kelapa parut, dan santan.. that's all! Jika suka manis bisa ditambahkan gula pasir dan essence vanilla agar lebih harum. Semua bahan diaduk merata, kemudian dibungkus dalam klobot (kulit) jagung lalu dikukus. Sesederhana itu, tapi rasanya enak lho! Pudak jangung yang masih hangat akan terasa manis, legit, seberkas asin, dan ada unsur creamy dari santannya, tetapi keseluruhan tetap light. Tadinya saya mengira penganan ini memakai sedikit susu pada bahannya, tapi ternyata sama sekali tidak. Kulit jagung selain sebagai pembungkus juga berperan memberikan aroma khas yang tidak tergantikan.

Kroket Mini
Ini adalah pilihan teman saya, dan karena bentuknya sudah mini maka saya tidak ikutan mencicipinya.. sekali caplok juga habis, sih.. Menurut teman saya rasanya enak dan kentangnya lembut.

http://static4.id.orstatic.com/UserPhoto/photopending/0/KC/0040NN0DFA2B3167E1C74Cc.jpg
Klappertaart Mocca
Sebuah inovasi yang simple tapi berhasil. Klappertaart original untuk saya pribadi biasanya terasa agak 'berat' dan kadang bikin eneg. Disinilah peran aroma mocca untuk menetralisir rasa eneg tersebut. Klappertaartnya enak, kelapa mudanya pas (tidak terlalu muda atau terlalu tua), di bagian atas bertabur kismis dan kenari cincang yang menambah tekstur, dan yang penting tidak ada aroma cinnamon yang tidak saya sukai itu. Aroma mocca itulah yang menggantikan cinnamon.. hmm, harumnya pas, tidak terlalu kuat tapi masih jelas terasa. Porsinya memang terbilang kecil, tapi justru pas untuk saya.. kalau mau makan lebih banyak tinggal order dua buah atau lebih, fleksibel kan?

Carrot Cake
Awalnya saya ragu mencoba cake yang satu ini, karena saya tidak suka aroma wortel yang diblender atau di-juice. Antara ragu dan penasaran akan rasanya, untung saya beranikan diri juga untuk mencobanya. Ternyata enak! Manisnya pas dan aroma wortelnya masih terasa tapi tidak terlalu kuat seperti yang saya takutkan. Rupanya wortelnya diparut bukan diblender, terlihat di dalam cake masih terdapat serpihan-serpihan orange tipis. Tekstur cake terasa agak kasar, tidak terlalu moist tapi tidak sampai keras juga, mengingatkan pada old fashioned cake yang dulu saya makan di masa kecil. Rasanya jadi sedikit bernostalgia ke masa lalu ketika makan cake ini...

Demikianlah cemilan saya kali ini, cukup memuaskan dan kapan-kapan pasti mampir lagi untuk mencoba yang lain. Jakarta Cake House juga menerima pesanan untuk pesta, acara kantor, arisan, dll dengan varian sesuai request, tidak terbatas pada varian yang di-display di toko saja. Selamat mencoba...

Jakarta Cake House
Jl. Lebak Bulus Raya 1 No. 10
Phone: +62 21 7515983

 

 

 

 
 
Recommended Dish(es):  Pudak Jagung,Klapertaart Mocca
 
Spending per head: Approximately Rp20000(Night Snack)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Thailand | Restaurant | Kumpul Keluarga

Makan malam bersama my best friend ever di PIM.. kami ingin yg agak beda nih, lalu muncul ide untuk makan Thai yang & sampailah kami ke Restaurant Row. Jittlada tampaknya menarik, kami pun memutuskan makan di situ. Areanya tidak terlalu besar, standar ukuran satu kapling di Restaurant Row. Dekorasinya khas thailand dengan adanya patung2 seperti di kuil2 yang pernah saya kunjungi di bangkok, namun perabotannya bergaya modern minimalis dengan meja kursi berwarna coklat kehitaman. Nuansa gelap memang lebih dominan di sini, selain perabotannya, warna dinding pun dibuat mendukung gelapnya ruangan, kemudian di beberapa spot diberi lighting yang menciptakan suasana temaram tapi elegan.

Setelah beberapa saat membolak balik buku menu, berikut pilihan kami:

 
Pad Thai
Semacam mie khas Thailand ini biasanya memang selalu ada di resto Thai, tapi rasanya pun bisa bebeda2 di tiap resto. Maka kami pun ingin mencoba Pad Thai milik Jittlada. Satu porsi ternyata cukup banyak isinya, masih cukup kami share berdua karena kapasitas perut kami memng tidak terlalu besar juga, apalagi ini makan malam (jangan banyak2 makan malam supaya tidak ndut tonguelol). Rasa Pad Thai-nya pas, ada rasa asin, manis, dan gurih dengan taburan kacang tumbuk. Kekenyalan mie-nya pas dan menyatu dengan bumbunya. Satu hal lagi yang kami suka, tidak terlalu banyak minyak.

 
Som Tam
Salad pepaya muda khas Thailand ini juga sebuah menu yang terkenal danbiasa ada di resto2 Thai. Seharusnya som tam memang menjadi appetizer, tapi ketika itu malah datang belakangan setelah pad thai.. tak apalah, jadi kami pun memakannya selang-seling dgn pad thai. Sesuai yang diharapkan, rasanya asam manis menyegarkan dan pedasnya sedang. Pepaya muda-nya pas tidak terlalu empuk atau terlalu keras. Porsinya pun pas untuk kami share berdua.

 
Jittlada Surprise
Salah satu minuman racikan spesial Jittlada rupanya.. terdiri dari peach & orange juice plus blue curacao. Awalnya ketika datang, minuman ini masih terpisah 2 lapisan warna biru & kuning, sayang saya lupa memotretnya ketika baru datang, baru ingat setelah dicampur jadi terlihat hanya berwarna hijau seluruhnya. shocked Rasanya manis, sedikit asam menyegarkan dan bersoda.

Kami berdua puas makan malam di sini.. makanannya enak & pas porsinya untuk kami berdua. Soal harga masih termasuk affordable, sesuai dengan mutunya. Pelayanannya cukup baik, waitress nya sigap & makanan pun cepat keluar meskipun saat itu resto cukup ramai.
 
Recommended Dish(es):  som tam,pad thai
 
Spending per head: Approximately Rp80000

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : India | Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga

Lagi2 voucher Disdus membawa saya & nyokap bertualang kuliner! Kali ini giliran makanan India yang akan kami jajal, tak tanggung2, all you can eat!
thw gate

thw gate

 
Dilihat dari papan nama plus gerbang masuknya, ada sentuhan modern namun gerbang masuknya yang berbentuk setengah lingkaran terlihat menarik. Begitu melangkahkan kaki ke dalam gerbang itu, langsung disambut aroma dupa dan meja sembayang khas India, lengkap dengan pernak perniknya. Rupanya meja itu bukan sekedar pajangan, karena saya sempat melihat sang pengelola resto dan beberapa tamu yang masih asli orang India bersembayang sejenak di depannya.
Inside

Inside

 
Interior di dalam resto sendiri tenyata memang bersentuhan modern seperti tampak luarnya, terlihat dari meja tempat menyajikan buffet dengan lampu2 gantung di atasnya. Namun, kesan tradisional juga masih dipertahankan dengan meja2nya yang terbuat dari kayu berhiaskan ornamen2 khas India, serta peralatan makan yang tersedia pun dari stainless semua khas resto2 India.

Tak berlama2 lagi, kami pun mulai makan. Karena belum terlalu ramai, seorang waitress (yang kelihatannya sudah setengah baya, mungkin cukup senior di sini) menawarkan untuk memulai dengan sup dan melayani seperti jika kami memesan secara ala carte. Beberapa hidangan berikutnya pun terus datang, sambil diberi info nama makanan apa yang dihidangkan tersebut. Nice service! Belakangan setelah resto makin ramai oleh tamu2 India yang kebanyakan datang serombongan dan mereka pesan ala carte.. kami pun tidak dilayani seperti tadi lagi. Tak apa, kini saatnya kami melihat2 sendiri ke meja saji & mengambil makanan sesuka hati. Berikut hasil perualangan kuliner India kali ini:

 
Dal (lentil soup)
Sup bening India sebagai appetizer, cukup menyegarkan dengan aroma merica & rempah yang kuat, tapi tak masalah untuk saya.

 
Rujak India
Waiter yang mengantarkannya hanya bilang begitu ketika saya tanya makanan apa ini.. jadilah saya tak tahu nama aslinya.. tapi yang penting: rasanya enak! Isinya berupa semacam keripik tebal dari tepung yang digoreng, kentang kukus dipotong kecil2, sayuran mentah (diantaranya kol dan onion) lalu disiram yogurt dressing khas India plus saus asam (tamarind) yang membuat keseluruhan rasanya jadi enak dan segar. IMO, ini lebih ke arah salad daripada rujak.

 
Fish Tikka
Tikka, adalah jenis masakan India yang sangat umum dengan ciri khasnya berbumbu warna merah. Biasanya saya menemukan chicken tikka, kali ini fish.. wow, sebagai penggemar ikan pastinya saya suka. Awalnya ketika dihidangkan oleh waiter, fish tikka datang bersama saus hijau sebagai cocolannya, tapi ternyata saya tak suka perpaduan rasanya. Belakangan saya memakannya dengan saus yang lain, atau juga dengan kuah kari, buat kreasi sendiri hehelol Menu ini yang paling banyak saya ambil.. lagi dan lagiii...

 
Roti goreng dengan saus coklat
Lagi2 saya tak tahu namanya, tapi roti ini menarik sekali karena bentuknya menggelembung setelah digoreng. Untuk memakannya tentu harus dipecahkan, lalu dicocol ke saus coklat yang rasanya seperti chickpeas dihaluskan plus rempah2. Lagi2 roti ini pun enak juga dimakan dengan kuah kari.

 
Ini dia salad India hasil kreasi sesuai selera saya sendiri! Hanya berisi tomat, timun, campuran kol yang sudah di-marinate. Awalnya saya coba hanya dengan yogurt dressing saja seperti terlihat di foto, ternyata kurang enak karena too plain. Akhirnya saya minta lagi tamarind sauce yang memang tidak terhidang di meja buffet, harus spesial diminta ke waiter. Setelah pakai tamarin sauce barulah rasanya pas!

 
Jelebi
Dessert snack yang super duper manis, terbuat dari tepung singkong yang digoreng dengan lapisan gula seperti karamel (tapi tidak ada aroma gosong karamel). Dua potong kecil ini saja kami sharing berdua karena manisnya membuat perut terasa makin kenyang. Bagi penderita diabetes lebih baik jauhi yang satu ini yah...

Overall, puas makan disini, apalagi karena pakai voucher jadi murah. Lain kali masih ingin datang lagi untuk mencoba menu2 ala carte-nya yang pasti lebih banyak lagi jenisnya. Pastinya makanan di Royal Kitchen ini masih "India banget" dari segi citarasa, terbukti dengan banyaknya tamu asli India yang berkunjung ke sini & biasanya beramai2 dengan keluarga, beberapa dari mereka pun masih berpakaian sari khas India, menarik juga untuk diamati!
 
Recommended Dish(es):  fish tikka,mint raita
 
Spending per head: Approximately Rp70000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend

Girls' Dinner at Torigen OK Apr 08, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Restaurant | Kumpul Keluarga

Atas rekomendasi sahabat saya yang penggemar makanan Jepang, saya bersama 2 best friend mampir ke Torigen untuk makan malam bersama. Sebelumnya sih sudah sering mondar mandir lewat di depan resto ini, tapi baru kali ini mampir tongue

Tampilan luarnya khas rumah jepang dengan pintu geser dan jendela kotak2. Memasuki resto, interior nya pun jepang abiz dengan meja kayu serta ada juga area tatami. Terlihat banyak WNA jepang yang makan disitu. Sapaan ala jepang dari waiter/waitress selalu terdengar setiap kali ada tamu datang. Kami pun ditawarkan takoyaki yang menjadi signature item dari Torigen, karena customer bisa mencoba membuatnya sendiri jika memesan porsi besar. Khawatir terlalu kenyang nantinya, kami pun memutuskan tidak memesan takoyaki.

 
Cheese Chikuwa~ 39k
Kami mencoba simple appetizer ini karena tampaknya tidak terlalu mengeyangkan dan menarik untuk dicoba. Chikuwa ini diisi dengan cheddar cheese lalu digoreng dengan tepung tempura sehingga permukaannya crispy. Enak juga jika dimakan dengan menaburkan bubuk cabe jepang di atasnya.

 
Ebi Furai Bento~ 65k
Menu bento yang komplit bangets! ebi furainya sih cuma 2 ekor, tapi pelengkapnya yang bikin kenyang.. mulai dari chawan mushi, salad, miso shiru, hingga pickles. Saya suka chawan mushinya yang lembut dan gurih dalam porsi kecil itu. Seorang teman saya pun akhirnya memesan bento yang sama lol

Saya & kedua sahabat puas makan di sini. Menunya pas, harganya pun sesuai. Pelayannnya cukup baik, makanan pun cukup cepat keluar. Tentunya lain kali masih banyak menu yang ingin dicoba, terutama takoyaki nya yang terkenal.
 
Recommended Dish(es):  cheese chikuwa
 
Date of Visit: Jan 28, 2012 

Spending per head: Approximately Rp80000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Multinasional | Lounge/Bar | Steak & Grills | Wine | Kencan / Berpasangan

Berbekal voucher dari Disdus, akhirnya jadi juga kami (saya bersama ortu) menjajal resto bernuansa perpustakaan ini... Bagi yang baru pertama kali ke sampoerna strategic square memang agak membingungkan dari area parkir menuju ke Bibliotheque harus jalan lewat luar (outdoor) karena kalau lewat dalam hanya bisa bagi yg punya kartu karyawan saja.

 
Memasuki resto dari pintu utamanya yang tinggi menjulang (dan lumayan berat), langsung tampak area "perpustakaan" berupa rak buku besar hingga ke langit2, tapi palsu alias bukunya tidak bisa dibaca betulan. Resto terbagi menjadi 2 area yaitu lounge dengan sofa2nya yg cozy dan dining area yang mejanya lebih tinggi untuk makan besar. Area bar memanjang di satu sisi area dining, dengan hiasan susunan cermin2 ber-frame gold, tebal, berbentuk oval/bulat di bagian belakang bar yang didominasi warna hitam. IMO, area bar merupakan bagian yang paling menarik di antara keseluruhan ruangan. Di atas bar ada lantai mezanine yg juga merupakan area dining, tapi hanya dibuka jika di bawah sudah penuh. Kami memilih tempat di meja paling ujung area dining & cukup dekat dengan jendela. Dari tempat duduk kami, terlihat ada "lift makanan" berbentuk kotak kecil dari kayu dengan satu sisinya berjendela kaca, terpasang di tiang yang bisa dinaik-turunkan. Pasti menarik jika melihatnya naik turun mengantar makanan ke area mezzanine, sayang siang itu tidak beroperasi karena area mezzanine masih belum dibuka.

Untuk pengguna voucher Disdus rupanya sudah disediakan Daftar Menu khusus yang hanya memuat menu2 promo,. Pengguna voucher mendapatkan "jatah" 1 appetizer, 1 pasta, 2 main course, dan 2 dessert. Untuk appetizer kami memilih caesar salad (soo standard) karena pilihan lain yg tampaknya menarik semua kosong. Pilihan pasta jatuh pada Penne Arrabbiata. Maincourse kami pilih Jhon Dory Parcel dan Baby Chicken Rosemarry. Dua jenis dessert yang kami pilih untuk menutup makan siang ini adalah Baklava & Chocolate Profiteroles.

 
Caesar Salad
Tak disangka, caesar saladnya enak! Semula kami tak berharap banyak, paling2 sperti caesar salad standar yang banyak tersedia di resto2 lain.. ternyata melebihi ekspektasi kami. Yang membuat enak adalah dressing-nya.. komposisi dressing yg 'light' tapi gurih tentunya merupakan racikan spesial dari resto ini sehingga beda dari caesar salad lainnya. Untuk sayurannya standar, tetapi fresh & berkualitas baik.

 
Penne Arrabbiata
Enak tapi cenderung kuat rasa asamnya, tampak dari warnanya yang kemerahan karena campuran tomat pasta & tomat segar yang di-blend. Pastanya sendiri al dente & menyatu dgn bumbunya yang asin & gurih. Saya pribadi tidak masalah karena saya suka asamnya tomat, tapi jika kurang suka asam/tomat mungkin lebih baik menghindari menu ini.

 
Jhon Dory Parcel
Very recommended! Tampilannya pun menarik dengan 3 gundukan terpisah terdiri dari mashed potatoes, ratatouile & baked dory-nya yang dibungkus pastry. Dory-nya masih juicy di dalam pocket, bercampur jamur & saus putih. Dimakan bersama mashed potatoes & ratatouile memberi campuran rasa yang kompleks dari asin, gurih, sedikit manis dan asam. Mak nyuss!

 
Baby Chicken Rosemarry
Menu ini datang dengan tampilan yang sederhana, clean, tapi cantik dari perpaduan warnanya. Terdiri dari setengah ekor ayam kecil berlumur sauce diatasnya, di garnish dengan baked baby potatoes dan sayuran yang di-blanch sebentar sehingga warnanya masih cantik. Ayamnya sendiri masih juicy dan sauce-nya gurih.

 
Baklava Cashew Nut & Vanilla Ice Cream
Baklava-nya langsung jadi favorit kami karena rasanya yang enak dan tekstur crispy nya sangat pas... jika dimakan bersamaan dengan ice cream vanilla yang lembut menjadikan kombinasi rasa & tekstur yang pas dan kompleks.

 
Chocolate Profiteroles
Untuk dessert yang satu ini rasanya biasa saja, apalagi ice cream di dalamnya pun cepat sekali meleleh sehingga jadi seperti siraman susu dingin. Choux buns-nya memang empuk dan lembut, serta ada sedikit rasa asin yang cukup pas dipadukan dengan manisnya sauce coklat & es krim vanilla yang meleleh itu.

 
Berry Family (left) & Jungle Punch (right)
Tidak sia2 penantian panjang kami menunggu hadirnya dua minuman ini. Berry family yang terdiri dari campuran strawberry, blueberry & raspberry nya menyegarkan dengan sedikit rasa asam, sementara jungle punch agak lebih kuat rasa asamnya karena ada campuran pineapple di dalamnya. Tidak salah pilihan kami, karena keduanya menyegarkan, sehat, dan membuat tidak eneg setelah menyantap makanan2 yang gurih & dessert yg manis.

Secara keseluruhan, makanannya memuaskan, tempatnya bagus dengan interior yang tertata baik, hanya pelayanannya yang perlu ditingkatkan. Untuk kondiri resto yang tidak terlalu ramai, pelayanannya termasuk lambat.. bagaimana jika resto sedang penuh ya? Satu hal lagi yang aneh.. minuman yg kami pesan tidak kunjung datang, bahkan sampai salad & pasta yg sudah habis kami santap. Ketika kami tanyakan ke waiter (dengan nada komplain tetapi masih dgn cara baik2) mereka minta maaf sambil berkata bahwa bartendernya sedang limit (sepertinya maksudnya sedang istirahat karena saya lihat area bar memang kosong). Sungguh mengecewakan! Padahal kami datang pada jam2 makan siang, seharusnya at least ada 1 bartender yg jaga di bar sehingga customer tidak terlantar seperti ini. Kebetulan pula, kedua minuman yg kami pesan semuanya jenis juice2 campuran yg harus diracik oleh bartender (bukan hanya teh atau kopi) jadi benar2 tidak ada yg bisa dikeluarkan saat itu. Akhirnya si waiter menawarkan air putih, yang pastinya kami setujui karena memang sudah kehausan. Sangat disayangkan di restoran sekelas Bibliotheque bisa terjadi seperti ini. Memang tidak sampai membuat kami mem-black list resto ini, tapi akan jadi catatan yang selalu kami ingat sebagai pengalaman yg kurang baik.
 
Date of Visit: Feb 18, 2012 

Spending per head: Approximately Rp150000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 2  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   1 Vote(s)   View Results
Recommend
0