OpenRice Index
  
missnl
This is missnl living in Cilandak. I am a graphic designer, work in Lebak Bulus. I like to hang out in Tanjung Duren, Pondok Indah, Senayan. Bali, Chinese, Itali, India are my favorite cuisines. I also love Street Foods, Kafe, Restaurant, lounge and Siomay / Batagor, Pizza & Pasta, sate lilit bali.
Member 10 First(s)
No. of Review67 Review(s)
編輯推介數目33 Editor's Choice
Recommended8 Recommended
Popularity3694 View(s)
Replies in Forum1 Comment(s)
Upload Photos1237 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant42 My Restaurant(s)
Follow58 Following
粉絲391 Follower(s)
missnl  Level 3
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 36 to 40 of 57 Reviews in Indonesia
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Timur Tengah | Kafe | Restaurant | Kumpul Keluarga

Sebuah email masuk ke inbox saya, dari Foodpanda, berisi voucher diskon untuk pemesanan makanan. Nominalnya memang tidak besar, tetapi cukup membuat saya tertarik melihatnya lebih lanjut. Saya memang berlangganan newsletter dan terdaftar menjadi member Foodpanda, entah sejak kapan saya pun lupa, dan belakangan memang agak sering mendapat email promo-promonya. Biasanya hanya saya baca sekilas bahkan hanya membaca subject emailnya saja lalu menekan tombol delete. Kali ini saya teringat, nanti sore akan lembur di kantor yang artinya harus sedia makan malam agar tidak kelaparan. Sebuah ide pun terbersit... pesan makanan online!

 
Di kota besar dengan level kemacetan parah seperti Jakarta, delivery service makanan sangat membantu, bahkan menjadi solusi di saat lapar, sibuk, dan malas... (malas masak, malas naik-turun lift di kantor, malas berjalan atau berkendara ke restoran, dan terutama malas bermacet ria hanya untuk membeli makanan). Kebetulan saya sedang memenuhi ketiga "kriteria" tersebut, maka tak ada salahnya mencoba pesan makanan menggunakan Foodpanda.

Bagi Anda yang belum tahu, Foodpanda adalah penyedia jasa pemesanan makanan secara online yang telah beroperasi sejak tahun 2012 di lebih dari 40 negara di dunia. Di Indonesia sendiri, luas cakupan Foodpanda meliputi Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Bali, Medan, dan Makasar. Melalui Foodpanda, kita bisa memesan makanan dari berbagai restoran pilihan secara online atau melalui aplikasi mobile yang dapat diunduh dari Apple AppStore, Google Play, dan Microsoft Phone Store. Dengan berlangganan newsletter, keuntungannya kita akan selalu update dengan berbagai penawaran yang ada, misalnya diskon atau voucher pada hari-hari tertentu. Saat akan memesan makanan pertama kali, barulah diharuskan
untuk register karena Foodpanda memerlukan data-data untuk validasi pesanan kita.

Berikut langkah-langkah MUDAH memesan makanan di Foodpanda:

1. Tak perlu bingung jika Anda belum memiliki pilihan restoran yang akan dipesan, cukup mengakses www.foodpanda.co.id dari browser atau langsung dari email blast dengan klik button hijau "Pesan Sekarang". Pilih kota, masukkan nama area atau kode pos tempat Anda berada saat itu, dan pilih dari scroll down list yang paling tepat/mendekati. Klik button hijau "Find restaurants".

 
2. Di halaman selanjutnya akan tampil nama-nama restoran yang melayani delivery ke daerah Anda. Pilihan bisa di-filter berdasarkan jenis makanan atau kategori lain yang diinginkan, misalnya restoran yang gratis biaya delivery, menerima online payment, atau yang menerima voucher (seperti yang saya pilih). Klik "Go to menu" pada restoran yang Anda inginkan.

ATAU
Bagi Anda pengguna OpenRice bisa memilih restoran seperti biasa dari website atau mobile app OpenRice. Temukan dan klik button merah dengan logo Foodpanda di sebelah kiri agak bawah, maka Anda akan langsung terhubung dengan laman restoran tersebut di Foodpanda. Anda belum tahu OpenRice? Aww, you're soo yesterday!!. OpenRice adalah situs informasi restoran dan panduan kuliner terdepan di indonesia. Berbagai informasi restoran tersedia di OpenRice, lengkap dengan review pengalaman pengunjung mengenai suatu restoran. Sangat berguna agar Anda tidak salah pilih restoran.

 
3. Pilih menu makanan yang ingin dipesan dengan menekan button hijau "+" di samping harga, kemudian otomatis akan masuk pada daftar pesanan di kanan atas, lengkap dengan perincian harga, biaya delivery, pajak, dan service (jika ada). Setelah selesai memilih, klik button "Proceed to checkout".

 
4. Teliti sekali lagi pesanan Anda, pastikan tidak ada yang kurang atau salah. Jika masih ada yang belum sesuai, bisa kembali ke halaman sebelumnya dengan tombol back pada browser dan perbaiki pesanan Anda. Jika semua pilihan sudah benar, pilih tanggal dan jam pengiriman yang dikehendaki. Bagi yang memiliki voucher diskon/promo, masukkan kode voucher dan tekan button "+" agar nilai voucher masuk (mengurangi) ke perhitungan harga total. Jangan lupa perhatikan masa berlaku dan syarat ketentuan untuk setiap promo agar tidak ada masalah ketika menggunakannya. Klik "Checkout" untuk melanjutkan proses pemesanan.

5. Selanjutnya, masukkan data-data Anda seperti nama, nomor telepon, email, dan alamat pengiriman. Jika sudah mempunyai account Foodpanda sebelumnya, cukup Log In dengan username dan password Anda, namun jika belum, bisa langsung register melalui link di bagian ini. Pilih cara pembayaran dan jumlah uang kembalian yang diinginkan jika Anda membayar tidak dengan uang pas. Pastikan semua data sudah akurat dan sesuai keinginan Anda, lalu klik button hijau "Place order now" untuk men-submit pesanan Anda.

 
6. Pemesanan selesai! Tibalah pada bagian akhir yaitu halaman konfirmasi. Jika proses berhasil maka akan tampil review pesanan Anda beserta Nomor Order. Sebaiknya catat nomor ini sebagai antisipasi jika dibutuhkan untuk konfirmasi atau seandainya ada masalah pada pesanan Anda.

Sekitar satu jam sebelum waktu pengiriman yang dikehendaki, saya ditelepon oleh Customer Service Foodpanda yang mengkonfirmasi pesanan. CS tersebut juga akan menginformasikan seandainya ada keterlambatan pengiriman karena situasi jalan atau alasan lainnya. Untuk pesanan saya dikonfirmasi dapat tiba tepat waktu (karena lokasi restoran memang tidak terlalu jauh dan tidak melewati daerah macet). Secara hampir bersamaan, masuk email konfirmasi ke inbox saya yang sekali lagi merangkum daftar pesanan dan alamat pengiriman. Ok, semua beres, saya tinggal menunggu makanan diantar.

Mendekati waktu pengiriman, kurir Foodpanda sudah datang membawakan pesanan saya. Kurirnya ramah dan sopan, berseragam rapi, lengkap dengan delivery box beridentitas Foodpanda. Makanan terbungkus rapi dan masih hangat saat dikeluarkan dari delivery box. Setelah pesanan saya terima dengan lengkap, kurir menyerahkan bon (nota) dan saya membayarnya. Simple, cepat, dan makanan siap disantap. Saya salut dengan ketepatan waktu pengantaran yang justru lebih cepat dari seharusnya. Sangat berbeda dengan layanan delivery langsung dari restoran yang pernah mengecewakan saya karena super telat.
Kurir & bon Foodpanda

Kurir & bon Foodpanda

 
Tanpa menunggu lama, saya membongkar paket makanan dari Istanbul Turkey Restaurant & Cafe. Agak heran dengan restoran pilihan saya? Hahaha.. selera saya kadang memang agak nyeleneh bagi sebagian orang. Kebetulan restoran ini masuk dalam area pengantaran plus berlaku voucher Foodpanda, dan saya belum pernah mencoba hidangan khas Turki atau makan di restoran Turki sebelumnya. Lokasi restoran di daerah Ampera yang terkenal sering macet pun membuat saya agak malas datang langsung untuk dine in atau take away. Nah, disinilah "kegunaan" Foodpanda, bukan? 
Food packaging

Food packaging

 
Semua menu pesanan saya dikemas rapi dan terpisah. Tak ketinggalan disertakan sendok garpu plastik, tissue, dan tissue basah. Benar-benar lengkap dan well prepared.
Baiklah, saya sudah cukup lapar, saatnya mencicipi!

Sambosa Cheese (IDR 30k)
Baked pastry with savory fillings, spiced potatoes, onions, peas, and cheese
Cheese all the way

Cheese all the way

 
Lima buah sambosa ditempatkan dalam kotak styrofoam dengan taburan parsley yang dicincang halus. Bagian luarnya berwarna golden brown cantik, terlihat menggiurkan untuk segera dimakan. Pada gigitan pertama, terasa bagian kulitnya masih crunchy dan tidak terlalu berminyak, serta langsung terasa isian kejunya. Saya mengharapkan menemukan isian lainnya pada gigitan berikut, tetapi hanya keju dan keju saja yang saya rasakan sampai habis. Ok, fine, saya suka keju dan rasanya memang enak, namun saya mengharapkan sambosa yang lebih kaya rasa dan spicy seperti tertulis pada menu.

Lentil Soup (IDR 35k)
Creamy soup made of lentils
Served with bread and tastes ok

Served with bread and tastes ok

 
Saya sampai harus googling dahulu karena penasaran apa itu lentil. Setelah mengetahui bahwa itu sejenis biji-bijian, tertariklah saya mencoba sup lentil. Sup dikemas rapi dalam wadah plastik transparan tahan panas, lalu dibungkus lagi dengan plastic wrap bersama sepotong jeruk nipis (lime) sebagai pelengkap sup. Di kantung kertas terpisah terdapat empat potong roti (dari satu roti bundar yang dibelah menjadi 4) untuk dimakan dengan sup. Lentil soup creamy dan agak kental dengan warna kuning yang tampak lezat. Ketika saya mencicip supnya saja (belum dengan roti), cita rasanya sedikit gurih namun agak kurang asin. Akhirnya saya menambahkan garam, jeruk nipis, dan sedikit bubuk cabai sehingga rasanya menjadi mantap di lidah saya. Roti yang menyertainya adalah sejenis roti pita khas Turki yang disebut roti pide. Termasuk jenis flatbread namun masih menggunakan sedikit ragi (yeast) sehingga teksturnya sedikit empuk meskipun lebih dominan alot/keras. Roti ini enak dimakan dengan dicelupkan ke dalam sup yang masih hangat sehingga lebih lunak lagi dan mudah dikunyah.

Olive Salad (IDR 45k)
Green olives, black olives, olive oil, celery, cauliflower, carrots, sweet peppers, onions, capers, parsley, pepperoncini, oregano, garilc, vinegar, herbs and spices
Only green olives with tomatoes

Only green olives with tomatoes

 
Saya langsung memilih menu ini karena sangat tertarik dengan komposisi yang tertera di menu. Ketika membuka kotak styrofoam, saya kecewa karena tampak hanya ada green olives dipotong tipis dengan campuran potongan kecil tomat dan herbs. Duh, jauh sekali bedanya dengan yang dijanjikan di menu, ya? Ketika saya cicipi, rasa asin dan aroma olive agak mendominasi, dengan sedikit rasa asam dan pahit sebagai after taste. Sebenarnya saya tidak ada masalah dengan rasa seperti ini karena memang menyukai olive, namun saya keburu kecewa karena tidak mendapatkan salad dengan isi seperti yang "dijanjikan" di deskripsi menu. Sungguh sangat disayangkan!

Shawarma Chicken Sandwich (IDR 30k)
Chicken meat grilled and shaved then wrapped with bread
Yummooo!!

Yummooo!!

 
Dari semua pesanan saya, inilah highlight-nya! Terbungkus rapi dalam aluminium foil untuk menjaga suhunya, menjadikan saya bisa menikmati chicken wrap ini masih dalam keadaan hangat. Meskipun nama menunya "sandwich", menurut saya lebih tepat disebut "wrap" karena semua isinya dibungkus dalam gulungan flatbread. Aroma grilled chicken-nya enak, dagingnya empuk dan matang dengan baik, serta di-shaved dalam ukuran yang tepat. Isian lainnya enak namun saya tidak dapat mengenali masing-masing bahan karena semuanya telah dicampur semacam bumbu atau saus, namun yang pasti ada french fries di dalamnya! Agak aneh, unik, namun tidak sampai mengganggu keseluruhan rasa.

Overall untuk rasa makanan dari Istanbul Turkey Restaurant & Cafe saya suka. Hampir semuanya enak dan rasanya sesuai selera, kekurangannya hanya pada salad dan sambosa yang mengecewakan karena yang didapat tidak sesuai deskripsi di menu. Semoga pihak restoran lebih teliti lagi dengan komposisi bahan masakan, dan kalau memang ada perubahan harap deskripsi menunya segera di-update. Jika boleh memberi saran, kemasan makanan yang berupa styrofoam baiknya diganti dengan kotak dari bahan foodgrade paper yang saat ini sudah banyak dipakai. Selain lebih praktis jika perlu menghangatkan makanan (bisa langsung masuk microwave), juga lebih aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. Tentunya ini bisa meningkatkan value dari restoran yaitu lebih concern pada kesehatan dan lingkungan hidup.

Keesokan harinya ada email dari Foodpanda lagi di inbox saya, isinya survei kepuasan pelanggan. Di email itu kita diminta klik rate dari skala 1-5, kemudian akan langsung terhubung ke survei yang lebih lengkap lagi mengenai pengalaman memesan makanan di Foodpanda. Saya senang dengan adanya survei semacam ini karena berguna untuk meningkatkan kualitas pelayanan ke depannya, oleh karena itu pelanggan diharapkan mengisinya dengan jujur dan apa adanya, ya...

 
Saya sangat puas menggunakan jasa Foodpanda. Sebagai first timer saya tidak mendapat kesulitan dari mulai memesan hingga menerima makanan, semuanya lancar dan sesuai harapan. Penggunaan website simple dan mudah, layanan customer care yang ramah, delivery tepat waktu, dan kondisi makanan masih hangat/fresh saat diterima. Biaya delivery sebesar rata-rata IDR 15k (ada yang kurang atau lebih) terbilang wajar dan sesuai dengan kualitas pelayanan yang saya dapatkan. Rasa dan mutu makanan dari restoran pun tergolong baik, karena saya percaya Foodpanda tidak sembarangan memilih restoran yang berafiliasi dengannya.

Sedikit masukan untuk Foodpanda, mungkin akan menarik jika diadakan loyalty programme bagi pengguna setia Foodpanda. Misalnya setiap transaksi akan mendapat loyalty points yang otomatis tercatat di account pelanggan, kemudian setelah terkumpul sejumlah poin bisa ditukarkan free voucher Foodpanda. It's something simple but will attract customer to order from Foodpanda again and again.

As a conclusion, I
#xperiencebig with Foodpanda, and would definitely use it again in the future. It's really good value for money, you should try it!

Nomor order: i8np-t9tg/1
Supplementary Information:
Waktu delivery minimal 60 menit, namun sebaiknya diantisipasi memesan lebih awal agar nantinya makanan bisa dikirim tepat pada jam yang kita inginkan (apalagi jika memesan di jam sibuk seperti saat makan siang/malam). Jika membayar tidak dengan uang pas, jangan lupa cantumkan uang kembalian yang diperlukan saat pesan online agar tidak menyulitkan kurir yang mengantar makanan.
 
Recommended Dish(es):  Shawarma Chicken Sandwich
 
Delivery Wait Time: 50 minute(s)


Date of Visit: Dec 15, 2014 

Spending per head: Approximately Rp120000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Mencicipi Galette ala Kitchenette Smile Oct 23, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Barat | Restaurant | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

Kembali berkunjung ke Central Park Mall, sekali lagi saya mengikuti "arahan" teman tercinta untuk pilihan tempat makan malam. Melintasi Tribeca Park, akhirnya kaki pun melangkah menuju Kitchenette yang berada di area tersebut, tepatnya di ujung kolam ikan. Neon sign Kitchenette menyala terang bersebelahan dengan Pizza E Birra, karena kedua restoran besutan Ismaya Group ini memang berbagi tempat di area yang sama.
Welcome

Welcome

 
Untuk memasuki resto kita harus melewati semacam jembatan berlantai kayu yang agak menanjak. Di ujung jembatan itu kita langsung disambut crew restoran yang berfungsi sebagai usher. Mereka akan menanyakan apakah akan ke Kitchenette atau Pizza E Birra, untuk berapa orang, dan apakah ingin duduk di area smoking atau non smoking. Jika tempat tersedia, maka kita akan diantar ke tempat duduk sesuai permintaan. Jika sedang penuh, mereka akan menyusun waiting list dan menginformasikan masih harus menunggu berapa tamu lagi. Sistem seperti ini memang menjadikan restoran berkesan eksklusif dimana tamu tidak bisa bebas masuk, namun sisi baiknya tamu tidak akan kecewa karena tidak mendapat tempat duduk saat sudah memasuki restoran. Jika memang harus menunggu waiting list juga sudah diberitahukan di awal, jadi tamu bisa memutuskan apakah mau menunggu atau cancel.

 
Dari pintu masuk, Kitchenette terletak di sebelah kanan, sedangkan Pizza E Birra di sebelah kiri. Kami pun ke bagian kanan karena memang bertujuan makan di Kitchenette, meskipun katanya dari tempat Kitchenette kita pun bisa memesan menu dari Pizza E Birra dan sebaliknya. Memasuki resto, saya lihat tampilan interior dari resto-resto Ismaya Group memang tidak pernah mengecewakan, semuanya di-design dengan apik dan berkonsep. Kitchenette rupanya menerapkan konsep seperti sebuah dapur besar dimana tamu bisa memilih menu dengan memesan langsung di booth makanan. Di bagian atas terpampang nama-nama menu andalan, dan ada pula satu bagian salad bar dimana tamu bisa langsung memilih isi salad yang diinginkannya. Meja dan kursi makan bergaya simple seperti suasana sebuah food court, namun terlihat hangat dan nyaman karena penggunaan material kayu.
Nice corner

Nice corner

 
Cute frames

Cute frames

 
Attractive floor

Attractive floor

 
Pernak-pernik cantik tampak menghiasi beberapa bagian resto, seperti salah satu sudut ruangan di dekat meja yang saya tempati dihiasi susunan perabot sederhana namun berkesan homey seperti di rumah sendiri. Bagian tiang pun tak lepas dimanfaatkan dengan dihiasi susunan frame yang tampak cute dan menarik. Satu lagi yang saya suka adalah lantainya yang berkesan vintage, dibuat seperti tegel kuno dengan perpaduan warna hitam-putih-hijau yang terlihat modern-klasik, plus tegel khusus berlogo Kitchenette. Tak lupa lighting dibuat sedikit temaram dengan cahaya kekuningan, menambah kesan bersahabat dan homey.

Dari awal disodorkan menu, saya pribadi sudah tertarik dengan menu Galette yang ada di "papan menu" dua sisi tersebut. Galette sebenarnya hampir sama dengan crepe, namun bercita rasa gurih-asin. Satu sisi berisi aneka menu crepe (manis) dengan nama-nama perempuan, dan satu sisi lagi menu galette (savory) dengan nama-nama laki-laki. Unik!
Logo

Logo

 
Menu

Menu

 
Untuk pilihan tempat makan memang teman saya yang menentukan, tetapi untuk menu giliran dia yang mengikuti saya. Kami pun sama-sama memilih galette dengan varian yang berbeda.

Michel (IDR 65k)
Traditional galette with chicken/pork ham, egg, and mozarella cheese
Like it so much

Like it so much

 

 
Galette pilihan saya isinya memang sederhana dan klasik ala Eropa. Sengaja saya pilih ini karena ingin rasa yang basic saja, dan ternyata memang tidak salah. Keju mozarella dan ham sudah tercampur menjadi satu di dalam lipatan galette, sedangkan telur mata sapinya ditambahkan di atas sebagai topping. Keseluruhan rasanya pas, tidak terlalu asin, dan kuning telurnya masih sedikit meleleh ketika dipotong. Galette ini kelihatannya tipis berkesan tidak mengenyangkan, tepi kenyataannya perut terasa full setelah saya menghabiskan suapan terakhir. Yummy and I like it!

Raul (IDR 75k)
Sauteed dory aglio olio with mozarella, black olives, chilli peppers, and fresh greens
Yummy

Yummy

 

 
Saya mencicipi sedikit menu pesanan teman saya ini, karena kami memang biasa bertukar menu saat makan bersama. Dory aglio olio terasa dominan bawang putih, mengalahkan rasa komponen lain yang hanya seperti sedikit topping tambahan saja. Menu ini memang lebih kaya rasa dan komponen, tetapi entah mengapa bagi saya rasa gurihnya cenderung berlebihan. 

Freshly Squeezed Strawberry Juice (IDR 35k)
Fresh

Fresh

 
Untuk minuman, kami sedang kompak memilih fresh strawberry juice. Kekentalannya pas, demikian pula penambahan gulanya sehingga masih terasa asam segarnya buah strawberry yang kami sukai. Jus buah segar memang tidak pernah mengecewakan, dan pastinya sehat. Good choice, 'rite?

Pelayanan tergolong cepat untuk kondisi resto yang cukup ramai. Setidaknya kami tidak sulit memanggil waiter/waitress saat memerlukannya. Makanan yang kami pesan memang keluar agak lama, mungkin karena galette harus dibuat dari awal. Dari segi harga kelihatannya sedikit overprice, namun jika sudah sering makan di restoran-restoran di bawah naungan Ismaya Group, harga tersebut tergolong "standar". Terkadang kita membayar suatu makanan tidak melulu karena rasanya saja, namun untuk kenyamanan, suasana restoran, pelayanan, dan penyajian makanannya yang menarik. Untuk semua aspek tersebut, kami menilai harga yang dibayarkan masih affordable.

Kami cukup puas mencicipi makanan tradisional asal Brittany, Perancis di Kitchenette ini, dan sepertinya ingin segera kembali untuk mencoba crepe manisnya di lain waktu. See U!
Supplementary Information:
Seluruh area restoran akan menjadi smoking room di atas pk. 21.00, jadi jika Anda ingin benar-benar bebas dari asap rokok bisa menghindari jam tersebut.
 
Recommended Dish(es):  Michel Galette,Raul Galette,Freshly Squeezed Strawberry Juice
 
Table Wait Time: 15 minute(s)


Spending per head: Approximately Rp100000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Green Tea Cake from Delika OK Oct 16, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Roti & Kue

Lelah berjalan-jalan keliling Central Park sambil menunggu mulainya sebuah acara, saya memutuskan mampir ke Delika setelah melihat jajaran kuenya yang tampak menggiurkan di di display. Setelah mengamati kue-kuenya sambil bertanya ke waitress, akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada kue green tea.

Waitress mempersilakan saya masuk dan duduk sambil menunggu kue pilihan saya dihidangkan. Awalnya saya memilih duduk di kursi makan biasa, kemudian saya bertanya ke salah satu waitress apakah ada stop kontak untuk men-charge handphone. Waitress itu mengatakan hanya ada di dalam area service di dekat meja bar, tetapi ia mempersilakan saya memakainya jika mau. Akhirnya saya pun pindah duduk di depan meja bar sehingga bisa makan sambil menunggui HP yang sedang di-charge.
HKC Entrance look

HKC Entrance look

 
Sambil menikmati kue saya mengamati suasana sekitar. Delika terletak di area yang sama dengan Hongkong Cafe (HKC), tepatnya di bagian depan HKC. Saat saya datang resto sedang tidak ramai, khususnya di area Delika sendiri memang sangat sepi karena kebanyakan pengunjung memilih duduk di dalam HKC. 
Mirror mirror on the wall

Mirror mirror on the wall

 
Nice details

Nice details

 
Pencahayaan di ruangan memang dibuat temaram di seluruh bagian resto, tetapi Delika sedikit lebih terang karena di bagian terluar yang masih mendapat cahaya tambahan dari lampu mall di luar area resto. Kursi tinggi di area bar tempat saya duduk sedikit memberi keleluasaan untuk mengamati beberapa detail cantik yang terdapat di area ini.
Menu

Menu

 
Untuk menunya, Deilka memang mengkhususkan pada bakery dan dessert seperti ice cream, crepes, dan cake. Berikut adalah cake yang saya coba:

Green Tea Slice Cake (IDR 17k)

 

 
Cake yang terdiri dari tiga layer berwarna hijau muda, dengan lapisan cream tipis di antaranya. Di paling atas ditaburi bubuk green tea yang cukup tebal sehingga terasa kuat aroma green tea-nya dan sedikit pahit. Di salah satu ujungnya ditaburkan gula halus yang beraroma vanila dan terlihat seperti salju di atas hamparan rumput hijau. Cake-nya sendiri empuk, bertekstur lembut tetapi tidak spongy, dan rasanya tidak terlalu manis dengan aroma green tea yang pas. Kue ini terasa enak dan balance jika dimakan sekaligus semua komponennya dalam satu suapan. Ketika rasa manis, pahit green tea, dan seberkas asin disatukan dengan tekstur yang lembut dan creamy, maka perpaduan rasa semuanya akan terasa balance dan pastinya enak. Dari segi harga, menurut saya sangat sesuai dan tergolong tidak mahal.

Pelayanan yang saya dapatkan ketika itu sangat memuaskan. Waitress-nya ramah dan mereka membiarkan saya duduk berlama-lama -sendirian- di meja bar tanpa banyak mengganggu saya (misalnya dengan menawarkan tambahan menu atau minuman untuk dipesan). Meskipun hanya memesan satu slice kue saja, saya tetap dilayani dengan baik dan ramah. Excellent!
 
Recommended Dish(es):  Green Tea Slice Cake
 
Table Wait Time: 5 minute(s)


Spending per head: Approximately Rp20000(Other)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Yummy Pasta from Palem Cafe OK Oct 16, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Barat | Kafe | Steak & Grills | Pizza & Pasta | Wine

Untuk urusan makanan, teman saya yang satu ini memang tergolong "penguasa" CP, alias sudah pernah mencoba hampir semua makanan disana. Oleh karena itu saya manut saja dengan pilihannya, biasanya dia tidak salah pilih dan seleranya cocok dengan saya.
Kali ini Palem Cafe menjadi pilihannya, katanya karena baru pernah mencoba sekali dan masih penasaran dengan menu-menunya.
Welcome!

Welcome!

 
Resto yang berlokasi di dalam Sogo Department Store ini cukup luas dengan bentuk memanjang. Penataan interiornya cukup cantik dan elegan, serta berkesan hangat. Ada beberapa macam tempat duduk tersedia di sini, sofa berbentuk setengah lingkaran yang terlihat sangat comfy, sofa panjang yang lebih classy, dan kursi kayu berdesain modern minimalis. Satu sisi dindingnya dilapisi kaca besar untuk kesan ruangan lebih luas, tak hanya itu, cerminnya dihiasi cutting sticker putih berbentuk daun palem yang terlihat cantik menurut pendapat saya. Di atas sederetan meja di bagian tengah terdapat hiasan lampu-lampu gantung kecil yang cute menambah cantiknya ruangan.
Nice ambiance

Nice ambiance

 
Simple & modern look

Simple & modern look

 
Semula kami ingin duduk di sofa melingkar yang terlihat sangat nyaman itu, tetapi sayang letaknya berdekatan dengan smoking area tak berpembatas dan tak berpenutup -jadi asap rokoknya masih bebas berkeliaran- sehingga kami langsung mengurungkan niat duduk di situ. Pilihan jatuh di meja terjauh dari smoking area yaitu di depan bar tempat meracik minuman.
Di sebelah kanan bar terdapat sebuah jendela yang memperlihatkan area dapur, sekaligus tempat makanan keluar. Saya lihat dapurnya bernuansa modern, rapi, teratur, dan yang terpenting bersih. Suasana kerja di dalam dapur nampaknya terorganisasi baik dan efisien dengan tidak terlalu banyak personil.
Bar Area

Bar Area

 
Kitchen

Kitchen

 
Saat kami datang resto masih agak sepi, hanya ada 3 atau 4 meja terisi. Waiter segera memberikan buku menu bercover kayu. Waiter yang melayani kami ramah dan cukup menguasai tentang menu. Setelah sedikit bertanya-tanya tentang menu incaran, kami berdua ternyata kompak memilih menu pasta, hanya berbeda saus dan topping. Karena resto sedang tidak ramai, bagusnya kami tidak perlu menunggu terlalu lama. Yuk, langsung diserbu…
Chunky Mushroom Pasta (IDR 55k)
Chunks of mushrooms in olive oil and garlic, sprinkled with parmesan cheese
Me likey!

Me likey!

 

Menu pilihan saya ini termasuk dalam kategori "plain pasta". Yup, it IS that simple! Ini adalah spaghetti aglio olio yang ditambah jamur saja, dengan side dish (sekaligus sebagai garnish) berupa jamur enoki goreng tepung dan sepotong garlic bread. Spaghetti dimasak pada tingkat kematangan al dente dan olive oil-nya pas sehingga membuat pastanya tidak saling menempel tetapi tidak sampai terlalu berminyak juga. Aroma garlic dan parmesan cheese cukup membuat hidangan ini menjadi lezat, meskipun untuk saya pribadi sebenarnya kurang nendang. Kebetulan saya memang penyuka bawang putih dan keju, jadi akan lebih enak jika bawang putih dan kejunya lebih banyak. Untuk mengakali rasa yang cenderung plain ini, saya tambahkan garam dan merica (yang sudah tersedia di meja) plus saya minta tambahan cabe bubuk. Setelah ditambahkan semua barulah mantap rasanya. Jamur enoki gorengnya enak dan tampilannya cantik seperti bunga karang. Tepung pelapisnya crispy, hanya sayang pada tangkai bagian bawah jamur masih dibiarkan menyatu sehingga agak basah karena bagian tangkai lebih tebal. Sepotong garlic bread tipis dipanggang hingga crunchy, dengan olesan garlic butter yang merata menjadi pelengkap yang menambah tekstur hidangan. Mangkuk saji yang besar membuat menu ini seakan terlihat besar pula porsinya. Sedikit mengintimidasi saya di awal mulai makan, tetapi ternyata habis juga.

Marinara Pasta Pesto (IDR 65k)
Seafood combination of prawns, clams and squid in a herb-based tomato sauce

 

Menu pilihan teman saya dengan special request tanpa kerang karena rupanya dia juga tidak suka kerang. Jenis pastanya sama dengan menu saya yaitu spaghetti, hanya yang ini menggunakan saus marinara. Seperti biasa saya mencicip sedikit menu pesanannya dan demikian pula sebaliknya. Tingkat kematangan spaghetti sama dengan menu saya (pasti dimasaknya bersamaan, nih), saus marinara tergolong pas tidak terlalu asam, dan herbs tidak over powering. Untuk topping seafood saya memang tidak mencicipi langsung, tapi menurut dia udangnya tidak ada masalah hanya cuminya kenyal sehingga dia agak malas memakannya. Saya agak heran dengan kata "pesto" pada nama menu ini, karena tidak terlihat maupun terasa pesto sama sekali. Kalaupun ada sedikit campuran herbs di saus marinaranya, bukan berarti otomatis disebut pesto, bukan? Keseluruhan rasa masih OK, tetapi kalau harus memilih atau membandingkan, saya lebih suka menu pesanan saya. teman saya pun berpendapat sama, katanya lebih enak pasta pesananku.. hehehe.

Spring Breeze (IDR 20k)
Tampilan cantik di depan bar

Tampilan cantik di depan bar

 
Segar

Segar

 
Minuman berbahan dasar teh yang di-shake dengan strawberry dan pineapple. Rasanya cukup unik, perpaduan yang tidak "biasa" tetapi masih ok di lidah saya. Rasa strawberry lebih dominan dengan buah strawberry segar yang ditumbuk agak kasar (bukan diblender)

Saya cukup puas dengan pelayanan di Palem Cafe ini. Waiternya ramah dan cekatan, sehingga customer terlayani dengan baik meskipun jumlah pekerja tidak terlalu banyak. Saya juga sempat melihat seorang chef de partie turun tangan mencatat pesanan customer ketika resto bertambah ramai. Well, an efficient workflow!
Dari segi makanannya sendiri, walaupun tidak bisa dibilang excellent, tetapi tidak sampai mengecewakan juga. Rasa makanan sebenarnya enak, hanya agak kurang mantap karena kurang berani bumbu. Porsinya termasuk besar (untuk ukuran kami) dan harganya affordable. Kami yang semula sudah agak kelaparan langsung kenyang puas usai menghabiskan porsi pasta masing-masing.
Supplementary Information:
Pelayanannya ramah dan efisien sehingga semua customer bisa terlayani dengan baik.
 
Recommended Dish(es):  Chunky Mushroom Pasta,Spring Breeze
 
Spending per head: Approximately Rp100000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Fusion Sushi di SushiGroove OK Aug 27, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Restaurant | Sushi | Halal | Kumpul Keluarga

Hari libur nasional, menyenangkan rasanya bisa berkumpul dengan sahabat baik saya yang sebentar lagi akan meninggalkan tanah air untuk bekerja di luar negeri. Selain jalan-jalan dan sekedar window shopping, kuliner pastinya menjadi acara wajib karena merupakan hobi kami berdua.
Welcome to Sushi groove PIM 2

Welcome to Sushi groove PIM 2

 
Pilihan kuliner kami kali ini jatuh pada Sushigroove. Saya yang memang jarang makan sushi menyetujui karena di sini banyak pilihan fusion sushi, sedangkan sahabatku pastinya suka karena dia penggemar makanan Jepang.

Resto Jepang yang berlokasi di Pondok Indah Mall 2 - Restaurant Row ini sudah cukup lama beroperasi. Sudah sering saya melewati resto ini dan tertarik dengan konsep desain outlet-nya yang tampak catchy di antara deretan resto tetangganya. Dimulai dari bagian depan, sebuah logo besar berwarna hijau di atas background kayu gelap terlihat simple dan modern. Beranjak ke dalam, terdapat meja dan kursi berbahan kayu ditata efektif memenuhi ruangan yang tidak terlalu luas. Tampilan outlet dibuat seperti di kedai dengan adanya meja-meja panjang yang sifatnya sharing, dimana customer bisa duduk bersebelahan dengan customer lain yang tidak saling kenal. Meja-meja terpisah untuk kelompok kecil masih tersedia, namun jumlahnya lebih sedikit. Ruangan terbagi dua bagian yaitu area smoking dan non smoking, dipisahkan oleh semacam service area tempat makanan disiapkan.

 
Penataan ruangan minimalis tanpa banyak pernik hiasan. Lighting resto temaram, kontras dengan dinding di salah satu sisi yang diberi lighting terang bermotif garis-garis abstrak. Dinding inilah yang terlihat sangat catchy dari luar ketika kita melewati resto. Di atas setiap meja panjang terdapat lampu sekaligus ornamen ruangan yang terbuat dari dua layer kain berwarna hijau tua dan hijau muda, ditambah efek cahaya lampu di dalamnya menghadirkan nuansa hijau sebagai aksen di tengah ruangan yang gelap. Di atas meja-meja yang lebih kecil juga terdapat lampu gantung berbahan sama namun kombinasi warnanya kebalikan dari yang panjang.

 
Catchy decor

Catchy decor

 
Ismaya Group yang menaungi Sushigroove memang terkenal tidak tanggung-tanggung dalam "mendandani" setiap restorannya. Tidak cukup hanya interiornya saja yang ditata apik, sampai ke peralatan makannya pun menyesuaikan konsep keseluruhan restonya. Untuk Sushigroove yang bercirikan warna hijau, peralatan makannya juga bernuansa hijau dipadukan beberapa pernik berwarna gelap.
Peralatan makan yang serasi

Peralatan makan yang serasi

 
Siap mulai makan?

Cold Ocha (refillable, IDR 13k)
Segar

Segar

 
Saat menikmati makanan Jepang, minuman yang paling pas memang cold ocha, my favorite! Tidak terlalu pekat, tidak terlalu pahit, dan yang penting bisa refill. Minum teh ini rasanya tidak jauh berbeda dengan minum air putih, dan bisa menetralisir rasa makanan di mulut. Pilihan dingin juga cocok untuk siang hari karena terasa lebih menyegarkan. Sebuah pilihan tepat, bukan?

Tako Yaki Udon (IDR 69k)
Sauteed udon with octopus
Enak tapi porsinya kecil sekali

Enak tapi porsinya kecil sekali

 
Sebuah menu simple pilihan sahabat saya, tentunya. Dia suka octopus, sedangkan saya tidak, tetapi tak apa karena saya tetap bisa mencicipinya. Potongan tako cukup besar sehingga mudah saya hindari agar jangan sampai terambil. Tingkat kematangan udon pas sesuai selera saya, yaitu sedikit melebihi al dente tetapi tidak sampai terlalu lunak juga. Udon dimasak dengan bawang putih yang cukup banyak, potongan tipis paprika, dan tako. Rasanya sedikit pedas dan enak meskipun tidak dapat dikatakan istimewa, hanya agak terlalu asin untuk standar lidah saya. Tersaji di atas piring bertepi cantik nan unik, namun garnish-nya sederhana hanya berupa irisan halus daun bawang yang diletakkan di atas tumpukan udon. Porsinya tergolong minimalis alias sedikit!

Krakatau Roll (half portion IDR 29k, full portion IDR 49k)
A delicious explosion of gindara and asparagus roll in Sushigroove's special mayo sauce
Too much mayo!

Too much mayo!

 
Kami memilih menu ini karena tertarik dengan kata "gindara and asparagus roll" yang tertera di menu. Rasanya asparagus jarang ada dalam ingredient sushi, maka kami pun jadi tetarik mengetahui seperti apa rasa fusion sushi yang satu ini. Terdapat dua pilihan porsi yaitu full portion yang terdiri dari 8 potong sushi, dan half portion yang berisi setengahnya yaitu 4 potong sushi. Kami memilih half portion agar masih ada cukup ruang di perut untuk menu-menu lainnya. Ketika menu ini datang, ternyata kecil sekali ya… Tiga potong sushi disusun merapat di tengah piring dan yang sepotong diletakkan di atasnya seperti puncak menara, kemudian dihiasi mayo dan saus sambal. Rupanya presentasi ini sesuai nama menunya "Krakatau", jadi tampilannya dibuat seperti gunung berapi tengah mengeluarkan lahar. Sushi-nya sendiri berbalut tepung tempura di bagian luar yang sebenarnya crunchy, tetapi sudah tidak garing lagi karena terkena lelehan saus di hampir seluruh permukaannya. Saya coba potongan pertama, langsung terasa sausnya yang terlalu mendominasi sehingga saya tidak begitu bisa merasakan gindara, apalagi asparagusnya. Penasaran, saya coba lagi potongan kedua. Ah, ternyata masih sama, seperti makan nasi dengan sedikit nori dan saus mayo saja. Sahabat saya pun berpendapat sama, dia tidak menemukan baik rasa maupun potongan asparagus di dalamnya. Bukan berarti menu ini tidak enak, tetapi agak mengecewakan karena saus mayo yang berlebihan menutup rasa dari komponen lainnya.

Princess Roll (half portion IDR 39k, full portion IDR 69k)
Baked tuna and dream sauce on top of our California Roll
Enak!

Enak!

 
Lain kali harus pesan full portion

Lain kali harus pesan full portion

 
Another fusion sushi yang kami pilih karena seluruh isinya pasti matang, dan kami penasaran dengan rasa dream sauce yang disebutkan di menu. Empat potong sushi tersaji di atas piring hitam karena kami kembali memilih half portion. Potongan sushinya lebih besar dari krakatau, bentuk roll-nya lebih rapi dan disusun berjajar memanjang. Tidak ada komplain untuk isi California roll yang soo basic (tapi enak), apalagi untuk topping baked tuna beserta dream sauce di atasnya yang soo perfect. Potongan tuna yang digunakan tipis dan dagingnya segar sehingga tidak ada rasa amis sama sekali. Dream sauce sendiri berbahan dasar mayo yang dibumbui ala Sushigroove, menghasilkan saus yang rasanya balance dan terasa lumer di mulut. Ditambah taburan caviar dan sedikit wijen goreng menjadikan sepotong sushi ini memiliki tekstur yang kompleks dan tentunya rasa yang membuat kita ingin makan sepotong lagi dan lagi. Duh, jadi menyesal hanya pesan half portion untuk berdua!

Soft Shell Crab Salad (IDR 49k)
Crispy soft shell crab on top of romaine lettuce, edamame, and carrot with wasabi mayo dressing
Segar, crunchy, dressignya pas!

Segar, crunchy, dressignya pas!

 
Edamame menjadikannya khas salad Jepang

Edamame menjadikannya khas salad Jepang

 
Menu salad yang seharusnya menjadi makanan pembuka justru keluar paling akhir di antara semua pesanan kami, maka jadilah salad penutup. Pada dasarnya isi salad ini standar seperti salad umumnya yaitu romaine lettuce, wortel parut, tomat, dan kyuri, namun menjadi "ala Jepang" dengan adanya edamame dan dressing wasabi mayo. Menjadi lebih berbeda lagi karena adanya satu ekor soft shell crab berbalut tepung tempura yang crunchy sebagai topping utama. Satu catatan saya, wasabi mayo dressing-nya enak karena rasa wasabi tidak sampai mendominasi, tetapi cukup memberikan seberkas rasa yang khas setelah dicampurkan dengan sayuran. Awalnya saya merasa dressing yang diberikan terlalu sedikit, ternyata setelah diaduk agak lama dengan sayuran justru pas komposisinya. Secara keseluruhan salad ini enak dan kami berdua menyukainya, tak heran jika porsinya yang tergolong kecil ini dapat kami habiskan dengan cepat.

Dari segi pelayanan, waitress di sini cukup responsif, ramah, dan menguasai menu. Makanan pesanan kami termasuk agak lama keluar mengingat kondisi resto sedang tidak ramai. Kami menunggu sekitar 20 menit hingga akhirnya menu pertama tersaji, namun bisa dimaklumi karena menu pilihan kami memang perlu waktu lebih untuk mempersiapkannya. Cita rasa makanan tergolong aman, kategori fusion-nya tidak ada yang terlalu "ajaib", hanya sedikit kekurangan semisal terlalu asin tetapi tidak sampai fatal.
Bicara soal harga, jujur saja, pricey. Jika dinilai dari rasa dan kualitas, mungkin masih worth it karena rasa makanan di sini enak (meskipun tidak semuanya) dan bahan makanan berkualitas baik, tetapi jika dilihat dari porsinya yang kecil jadi terasa mahal. Meskipun demikian, harga bukan segalanya. Suasana resto, pelayanan yang baik, terutama rasa dan kualitas makanan menjadikan customer tetap ingin datang lagi. Saya pribadi masih ingin kembali di kemudian hari untuk mencoba beberapa menu lain yang tampaknya menarik, karena Sushigroove menyediakan cukup banyak varian menu yang dapat dipilih.

------------------------------
Ulasan dan foto lebih lengkap di http://andrianiwiria.blogspot.com/2014/08/fusion-sushi-di-sushigroove.html
Supplementary Information:
Bagi yang tidak suka pedas, tidak perlu khawatir dengan label "spicy" yang tertera di buku menu karena rasa sebenarnya sangat jauh dari pedas, aman! Sebaliknya bagi yang suka pedas bisa ditambahkan bubuk cabai yang tersedia di meja.
 
Recommended Dish(es):  Soft Shell Crab Salad,Cold Ocha,Princess Roll
 
Table Wait Time: 20 minute(s)


Date of Visit: Jul 09, 2014 

Spending per head: Approximately Rp125000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0