OpenRice Index
  
missnl
This is missnl living in Cilandak. I am a graphic designer, work in Lebak Bulus. I like to hang out in Tanjung Duren, Pondok Indah, Senayan. Bali, Chinese, Itali, India are my favorite cuisines. I also love Street Foods, Kafe, Restaurant, lounge and Siomay / Batagor, Pizza & Pasta, sate lilit bali.
Member 10 First(s)
No. of Review67 Review(s)
編輯推介數目33 Editor's Choice
Recommended8 Recommended
Popularity3694 View(s)
Replies in Forum1 Comment(s)
Upload Photos1237 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant42 My Restaurant(s)
Follow58 Following
粉絲391 Follower(s)
missnl  Level 3
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 41 to 45 of 57 Reviews in Indonesia
Ramen Hangat di Ikkudo Ichi OK Oct 17, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Restaurant | Ramen | Kumpul Keluarga

Setelah hampir 3 jam perjalanan menembus macet parah di sepanjang Slipi, sampai juga saya ke Central Park. Hari sudah cukup larut dan sebenarnya saya dalam keadaan kkurang sehat, tetapi karena ada keperluan mengharuskan saya ke mall yang satu ini. Untunglah seperti biasa ada teman saya yang menemani, dan tujuan pertama saya setiba di sini adalah mengisi perut agar tidak semakin sakit.

AC di mall terasa semakin dingin karena sore tadi turun hujan cukup lebat, maka saya pun ingin makan sesuatu yang hangat dan berkuah, serta cepat saji karena saya ada keperluan yang harus segera diselesaikan segera. Teman saya pun menyarankan Ikkudo Ichi yang menurut dia memenuhi semua "kriteria" tersebut.
Beautiful!

Beautiful!

 
Unique ornament

Unique ornament

 
Outletnya tidak terlalu besar, namun ditata cantik dengan lampion-lampion dan rangkaian sakura imitasi pada langit-langitnya, senada dengan lighting seluruh ruangan yang berwarna kuning agak temaram. Pada salah satu dinding samping terdapat hiasan menarik yang terbuat dari susunan sendok di atas background merah dengan aksara kanji super besar. Hiasan yang sederhana, namun idenya menarik dan perpaduan warna merah-hitamnya sangat eye catching. Keseluruhan desain interiornya bertema modern minimalis dengan sentuhan khas Jepang di sana-sini. Di setiap meja terdapat tempat menaruh peralatan makan dan saus berbahan kayu yang desainnya compact dan unik. Di bagian atas tempat meletakkan botol-botol saus, di samping ada tempat untuk sedotan, dan di bawahnya ada laci kecil tempat untuk sumpit.
Details

Details

 
Ikkudo Ichi tampaknya selalu ramai, termasuk saat kami datang meskipun sudah cukup larut dan lewat dari jam makan malam. Outlet selalu ramai dan sebagian besar mejanya terisi customer yang datang dan pergi silih berganti. Bagusnya ketika kami masuk masih ada tempat kosong sehingga tidak perlu menunggu. Buku menu telah tersedia di setiap meja sehingga customer bisa langsung memilih menu. Tak lama seorang waitress menghampiri untuk menanyakan menu yang akan kami pesan. Bingung menentukan menu, saya pun menerima rekomendasi teman tercinta yang tentunya sudah pernah makan di sini.

Uniknya Ikkudo Ichi, selain beberapa macam kuah ramen yang tersedia, kita bisa meng-customize lagi menunya sesuai selera:
- Noodle Firmness: Soft, Normal, Hard
- Flavour Strength: Weak, Normal, Strong
- Richness (the amount of oil filtered from the soup): Light, Normal, Heavy
- Choices of Noodles: Small Noodle, Curvy Noodle

Tori/Buta Tantan (IDR 59k)
Chicken/pork ramen served with minced meat & homemade spicy tantan sauce
Yummy

Yummy

 

 

 
Sebenarnya ini pilihan teman saya, berhubung tidak berminat dengan menu lainnya, saya pun memilih menu yang sama, hanya berbeda pada pilihan customize yang sudah disebutkan di atas. Tertera di menu, bagi yang baru pertama kali atau untuk rasa terbaik disarankan memilih tingkat "Normal" pada ketiga aspek tersebut, tetapi karena saat itu selera makan sedang tidak terlalu baik maka saya memilih tingkat Soft-Weak-Light dengan small noodles.

Semangkuk ramen berisi sebutir telur yang dibelah dua, dua buah pork slices, dan masih ada potongan daging babi berbentuk dadu kecil. Potongan daging yang kecil tidak ada masalah buat saya, tetapi pork slices-nya agak banyak lemak sehingga saya kurang suka. Ramennya empuk dan tidak kenyal sesuai pilihan dan ekspektasi saya, tetapi kuahnya terasa terlalu asin di lidah saya saat itu. Entah apakah ini karena saya yang sedang tidak sehat atau memang keasinan, tetapi teman saya mengatakan ramen pesanannya pas tidak terlalu asin. Okay, mungkin memang lidah saya yang sedang error.

Pork Bun (IDR 15k)
Homemade bun with pork belly on Ikkudo's special sauce (1 bun per serving)

 
Bun-nya empuk dan moist, pork belly garing di bagian luar. Disajikan dengan selembar daun selada dan saus putih seperti mayonnaise yang sudah diolah khusus ala ikkudo. Satu porsinya tidak terlalu besar, tetapi cukup mengenyangkan sebagai appetizer.

Cold Ocha

 
Minuman standar namun tetap merupakan pilihan terbaik di resto Jepang. Meskipun sedang kurang sehat, tetap saja saya memilih cold ocha karena memang tidak suka teh hangat. Ocha-nya berwarna kuning kehijauan, tidak pekat, dan tidak pahit.

Pelayanan di sini menurut saya standar. Waiter/waitress tergolong cekatan meng-handle customer yang terus berdatangan, dan makanan standar seperti ramen (yang tidak perlu dimasak dari awal/scratch) terhidang cukup cepat meskipun outlet sedang ramai. Dari segi harga masih sesuai dengan besar porsi yang kita dapatkan, serta yang penting rasanya enak.

Saya percaya ramen Ikkudo Ichi sebenarnya lebih enak dari yang saya rasakan ketika itu. Memang salah saya yang sedang dalam keadaan kurang sehat, sehingga indera pengecap pun pastinya tidak sebaik biasanya. Pastinya saya ingin kembali lagi untuk mencicipi kelezatan sebenarnya ramen Ikkudo Ichi.
 
Recommended Dish(es):  Cold Ocha,Buta Tantan
 
Table Wait Time: 10 minute(s)


Spending per head: Approximately Rp75000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Lunch di Cimory Riverside Smile Oct 16, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant | Es Krim/Yogurt | Camilan | Halal | Kumpul Keluarga

Pergi rame-rame bersama teman-teman pasti seru dan menyenangkan, apalagi kali ini kami akan mengunjungi sebuah tempat yang menarik yaitu Cimory Riverside. Tempatnya mudah ditemukan karena terletak di pinggir jalan Raya Puncak yang ramai itu. Sebuah papan petunjuk menyambut kami di depan pagar tempat kendaraan berhenti, dan tampaklah lokasi Cimory Riverside yang luas.
Welcome to Cimory Riverside!

Welcome to Cimory Riverside!

 
Nice, eh?

Nice, eh?

 
Me likey!

Me likey!

 
Open Kitchen

Open Kitchen

 
Memasuki area restonya yang luas, tampak pernak-pernik bertema sapi tersebar di beberapa spot, berpadu dengan dekornya yang bertema natural-modern. Unsur natural terlihat dari penggunaan material kayu dan batu alam, sedangkan unsur modern terlihat dari dekor lampu di bagian atas yang sangat menarik perhatian saya. Pemandangannya tidak kalah menawan, karena letaknya tepat di pinggir sungai. Area resto terbagi menjadi dua tingkat, dan pengunjung juga bisa berjalan-jalan di sepanjang sungai yang sudah dibuat jalan setapak rapi dan aman. Jika ingin duduk santai di bagian atas saja, kita akan disuguhi pemandangan sungai yang cantik dengan air jernih mengalir diantara batu-batu besar yang tersebar alami. Nice view!
Nice view!

Nice view!

 
Tak berlama-lama, santapan pun rupanya sudah selesai diolah di dapur berkonsep open kitchen. Mari kita nikmati!
Menu

Menu

 
Ring Kanzler Sausage (IDR 43.900)
served with potato wedges, salad, lavos, and BBQ sauce
I love Kanzler sausages

I love Kanzler sausages

 
Sosis sapi sepanjang 30 cm di-grilled, dihidangkan dengan potato wedges, simple salad dengan mayonnaise, sepotong lavos, dan saus BBQ. Sosis yang digunakan adalah merk Kanzler yang merupakan produksi Cimory group. Saya sudah cukup sering mengkonsumsi sosis Kanzler, jadi untuk kualitas saya tidak ragu lagi, hanya jenis sosis panjang ini memang belum pernah saya coba karena jarang tersedia di supermarket. Sosisnya ada sedikit aroma smoke tapi tidak terlalu tajam, dan herbs-nya juga tidak terlalu terasa/dominan. Potato wedges-nya enak, crunchy di lapisan luarnya dan lembutnya pas di bagian dalam. Penampilannya juga golden brown cantik, menandakan tingkat kematangan yang pas. Saus BBQ-nya cukup enak, tapi tergolong standar tidak terlalu spesial. Lavosnya tidak ada rasa yang dominan, cenderung hambar, hanya menambah tekstur crunchy pada menu ini. Overall menu ini enak, b'coz I like sausages.. jadi penilaian utama ada di sosisnya tongue

Spiral Kanzler Sausage (IDR 44.900)
served with potato wedges, salad, lavos, and BBQ sauce
Uniquely shaped

Uniquely shaped

 
Serupa dengan ring sausage, hanya ini memakai sosis ayam yang bentuknya lebih menarik lagi yaitu spiral. Personally saya memang lebih suka sosis ayam, baik dari tekstur dan aroma dagingnya. Untuk side dishes-nya semua sama dengan menu sebelumnya.

Chicken Cordon Bleu (IDR 44.900)
served with potato wedges/french fries, salad, and white/orange sauce
Best!

Best!

 
Chicken cordon bleu dihidangkan dengan french fries, simple salad dengan mayonnaise, dan orange sauce. Chicken cordon bleu-nya juara!! Dari penampilan luarnya sudah terlihat cantik, berbalut breadcrumbs dengan warna golden brown. Ketika dibelah, isinya masih melted.. so yummy! Dada ayamnya empuk, matang sempurna (ini penting banget, karena saya trauma dengan daging ayam yang kurang matang), dan kejunya terasa gurih and a bit creamy. Khusus menu yang satu ini maunya satu porsi hanya untuk sendiri deh, tak mau berbagi.. hehe…

Nasi Goreng Chicken BBQ (IDR 32.500)
Don't judge by its look

Don't judge by its look

 
Nasi goreng dengan potongan chicken BBQ sebagai topping, disajikan dengan acar dan kerupuk. Sebagai penggemar segala jenis nasi goreng, saya nyatakan nasi goreng ala Cimory Riverside ini ENAK! Selain ada topping chicken BBQ-nya, nasi gorengnya sendiri memang lezat, tidak pelit bumbu, sehingga rasanya jadi spesial meskipun tampilannya tergolong sederhana menyerupai nasi goreng gerobakan kaki lima. Seperti kata pepatah, jangan hanya menilai dari penampilannya, harus coba dulu rasanya!

Blueberry Yogurt Shake
Manis dan enak

Manis dan enak

 
Minuman yogurt dingin yang manis menyegarkan. Saya pribadi memang suka dan sudah sering mengkonsumsi yogurt blueberry dari Cimory, jadi sudah familiar dengan rasanya. Sedikit perbedaannya, yogurt shake disini rasanya agak lebih manis dari yogurt Cimory botolan yang biasa saya beli di supermarket, mungkin karena sudah diolah lagi dan kemungkinan ditambah gula.

Puas makan di sini karena makanannya enak dan tempatnya bagus. Disarankan untuk tidak datang pada saat "rush hours" karena dengan area seluas ini dan karyawan yang tidak terlalu banyak jumlahnya, pasti pelayanan akan lama/menurun saat ramai.

Setelah puas makan dan minum, kita masih bisa berbelanja coklat di Chocomory Shop dan produk-produk keluaran Cimory lainnya di Cimory Shop yang letaknya berdampingan. Penataan tokonya juga cantik dan menarik, membuat kita jadi betah berlama-lama memilih belanjaan dan ingin memborong semuanya. Hati-hati "kalap" yaaa...
Chocomory Shop

Chocomory Shop

 
Supplementary Information:
Pilih tempat di lantai atas untuk best view, makan sambil menikmati pemandangan cantik rasanya jadi lebih enak.
 
Recommended Dish(es):  Blueberry Yogurt Shake,Chicken Cordon Bleu,Nasi Goreng Chicken BBQ,Spiral Kanzler Sausage
 
Table Wait Time: 15 minute(s)


Spending per head: Approximately Rp85000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Lunch Escape at Delicato Smile May 28, 2013   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Itali | Kafe | Pizza & Pasta | Kencan / Berpasangan

Pas si bos tugas ke luar kota, pas ada undangan lunch gathering dari Openrice nih… lucky me! Jarang sekali saya bisa ikutan gathering siang karena jamnya terlalu lama melewati standard lunch hour, makanya kesempatan langka ini takkan saya sia-siakan.
Delicato, sebuah resto cozy yang berlokasi strategis di Tarogong, Jakarta Selatan. Kebetulan lokasi ini memang sudah familiar buat saya karena tidak jauh dari kantor maupun rumah. Bagi yang kurang familiar dengan area ini, sebagai patokannya tinggal cari Hero Supermarket atau Starbucks Tarogong yang mengapit Delicato, di seberangnya juga ada pom bensin, dan dekat dengan Hotel Kristal.

Inside The Restaurant
Kapasitas Delicato tidak terlalu besar hanya sekitar 30-35 orang dengan area indoor & outdoor. Jika datang di siang hari saat matahari sedang bersinar terik, duduk di dalam resto ini jadi terasa sangat nyaman karena suasananya yang cozy, homey, dan tentunya sejuk dengan bantuan AC. Interiornya dibuat seperti trattoria di italia dengan taplak kotak-kotak merah-putih, meja dan kursi kayu, hiasan vintage poster di dinding, dan lighting yang temaram. Di salah satu dinding bagian samping ada papan tulis besar tempat menuliskan menu-menu "Special Chef" yang berganti setiap bulannya. Sisi dinding satunya dipasang cermin besar sehingga memberi kesan lebih luas pada ruangan. Tak ketinggalan ada musik ala Italia yang menambah nyaman suasana di dalam resto.
Interiors

Interiors

 
The Foods
Special Chef's Menu

Special Chef's Menu

 
Setelah menunggu (para Openricers yang telat) cukup lama, dimulai juga gathering ini dengan dikeluarkannya makanan-makanan lezat nan menggugah selera. Berikut liputannya:
Pastas

Pastas

 
Tortelloni (45k) - Fresh pasta stuffed with minced beef
Sebagai hidangan yang keluar nomor satu, ternyata rasanya nomor satu juga loh! Konsepnya mirip dengan ravioli yaitu pasta yang di dalamnya ada isinya, tapi bentuk dan isinya berbeda. Pastanya sudah tentu home made, dengan ketebalan yang pas sehingga rasanya balance dengan isi dan saus cream-nya. Isian daging sapi cincangnya empuk, dibumbui dengan pas.. dan akhirnya.. saus cream bersama keju mozarella serta taburan parmesan yang menyatukan hidangan ini menjadi enak, creamy dan gurih. This is my favorite one!

Penne Gamberi (48k) - Penne with shrimp in tomato sauce
Penne dengan udang yang dimasak dengan saus marinara. Menurut sang chef, herbs yang digunakan adalah basil dan oregano, dengan home made tomato sauce yang rasanya pas tidak terlalu asam. Topping udangnya cukup besar, lumayan banyak jumlahnya, dan kualitas udangnya baik. Pastanya sendiri dimasak dengan pas, meskipun tidak bisa dibilang al dente karena terasa cukup empuk, melebihi al dente tapi tidak sampai overcooked. Not bad, tapi secara keseluruhan rasanya tidak terlalu istimewa untuk saya, just a penne dish with shrimp in tomato sauce, that's all.
Italian Pizza

Italian Pizza

 
Deluxe Pizza (regular 65k, large 85k)
Thin crispy pizza has Italia yang berisi beef pepperoni, beef sausage, sliced black olive, mushroom, red & green paprika, onion, tomato sauce, and mozzarella. Pizza dough-nya benar-benar tipis dan crispy, ketika dimakan bagian pinggirannya sampai bunyi kriuk-kriuk gitu.. Untuk keseluruhan rasanya enak, khas home made Italian pizza. Semua pizza disini tersedia dalam 2 ukuran yaitu regular dan large, jadi bisa disesuaikan dengan jumlah orang. Pastinya untuk Openricers dihidangkan yang ukuran large (8 slices)… baik hati yah Delicato ini, mungkin ownernya tau kalau Openricers memang jagonya makan semua yah.. hehehe...
Chix n Fish

Chix n Fish

 
Pollo ala Diavolla (85k) - Half chicken with roast potato and vegetables
Setengah ekor ayam yang dipanggang dengan bumbu chilli flakes di bagian luarnya, dimakan dengan mushroom gravy sauce. Side dish berupa roast potato dengan taburan herbs dan mix salad dengan dressing thousand island. Kata salah satu Openricers yang pernah tinggal di Italia, 'diavolla' artinya setan, maksudnya hidangan ini pedas/panas. Setelah dicoba, ternyata ga pedas tuh.. hahaha.. ternyata beda standar pedasnya lidah eropa dengan Indonesia yah. Ayamnya cukup besar, empuk, matang sempurna, hanya sayang kalau menurut saya marinasi dasar (salt & pepper) kurang meresap sehingga daging bagian dalam tidak ada rasanya. Mungkin kurang lama marinasinya, apalagi ayamnya cukup besar dan tebal dagingnya. Roast potato dan salad tidak ada masalah, tapi mushroom gravy-nya asin parah! Saya yang sudah terbiasa mengurangi garam sungguh tersiksa kalau harus makan dengan saus ini.

Petto Valdostana (50k) - Chicken breast stuffed with smoked beef
Satu lagi hidangan ayam, berupa dada ayam utuh yang di-stuffed dengan smoked beef dan mozarella. Konsepnya sama dengan cordon blue, hanya finishingnya berbeda. Jika cordon blue dilapisi breadcrumbs, yang ini hanya di-pan seared lalu disiram mushroom sauce. Side dish hanya berupa mashed potato dengan taburan herbs. Tidak ada masalah dengan stuffed chicken, standar seperti cordon blue, tapiiii mushroom sauce sama asinnya dengan hidangan sebelumnya. Lebih parah lagi, yang ini mashed potatonya juga asin! Sebenarnya saya suka tekstur mashed potatonya yang masih agak sedikit kasar tapi tetap lembut dimakan, hanya ga kuat dengan asinnya. Semua Openricers pun berpendapat sama soal asinnya.

Grilled Fish - Grilled dory with mix salad
Fillet ikan dory di-grill dengan garlic lemon butter, disajikan bersama mix salad dengan balsamic vinaigrette dan olive oil. Sebenarnya ikan dory merupakan kesukaan saya, namun sayang di menu ini ikannya terlalu asin, mungkin karena ikan dory sendiri sudah agak asin dengan garlic butter yang mungkin asin juga, jadinya berlipat ganda asinnya. Sangat disayangkan karena saya jadi tidak bisa menikmati fillet ikannya, justru mixed saladnya yang enak karena saya suka balsamic vinaigrette yang segar dan kaya rasa.
The Beef

The Beef

 
Tagliatta Dimanzo (115k) - Sliced sirloin steak with butter rice
Sirloin steak yang di-sliced dengan topping sauted sliced mushroom dihidangkan bersama butter rice bercampur potongan-potongan kecil sayuran. Sirloin steak dimasak dalam tingkat medium, namun karena hidangan ini sudah cukup lama keluar baru akhirnya kami makan, dagingnya sudah seperti medium-well. Daging yang digunakan juga daging lokal, jadi memang agak sedikit keras/alot. Tidak ada yang spesial untuk butter rice, hanya nasi ditumis dengan sayuran sampai agak kecoklatan, tanpa bumbu tertentu hanya salt & pepper saja. Waitress yang mengantarkan hidangan ini mengatakan, seharusnya ada mushroom sauce untuk makan steaknya, yang akan menyusul keluar. Tapi sampai akhirnya menu ini habis dikeroyok Opernricers, ga datang juga tuh sausnya.

Filleto Con Gamberi (78k) - Grilled tenderloin and shrimp
Grilled tenderloin yang disajikan dengan udang, menurut sang head chef memang hidangan ini sengaja memadukan daging (red meat) yang bersaus creamy dengan seafood sehingga menjadi variasi baru. Daging dihidangkan pada tingkat kematangan well done (meskipun kata chef-nya medium well) tetapi masih cukup empuk dan tidak sampai jadi kering/keras meskipun sama-sama daging lokal juga. Saus zingara yang diletakkan dibawah tenderloin terasa enak dan bagusnya tidak keasinan seperti mushroom sauce di dua hidangan sebelumnya. Side dish berupa mashed potato yang lembut (untungnya yang ini tidak keasinan, leganya!) dan sauted vegetables yang kematangannya pas. Semua komponen hidangan ini menurut saya yang paling pas perpaduannya, juga pas rasanya. Kalau mau dicari kekurangannya cuma satu, yaitu udangnya yang pelit karena cuma seekor saja jadi seperti garnish belaka.

The Drinks
Drinks

Drinks

 
Italian Soda: Mojito & Cherry Cola
Italian soda basically soda water dengan sirup yah.. untuk cherry cola saya kurang suka karena rasa sirup cherry-nya agak aneh, seperti airnya manisan cherry dalam botol gitu x(. Kalau mojito memang sudah banyak dikenal ya, dengan campuran mint dan lemon. Ketika mengantarkan mojito, waitress nya berpesan, mojito ini lebih enak kalau ditambahkan beberapa tetes Tabasco. Kami semua terheran-heran dengarnya. Tabasco, beneran nih? Ga kebayang kayak apa jadinya ya… Awalnya kami semua mencicipi versi aslinya sebagaimana dihidangkan, agak asam dan sedikit wangi aroma mint dan bersoda. Baru ketika di akhir setelah selesai makan, karena masih banyak mojitonya, kami coba juga dituangi beberapa tetes Tabasco. Tak disangka, enak lho! IMO yah.. kalo saya sih suka karena rasanya jadi unik banget, ada sedikit asin, pedas, bahkan jadi ada sebersit rasa manisnya. Meskipun enak, tapi mesti hati-hati meminumnya karena agak pedas, kalo sampai tersedak bahaya nih hehe.. Beberapa Openricers yang lain ga suka sih, apalagi yang ga suka pedas dan mungkin terlalu aneh buat mereka.

Oreo Strawberry Ice
Terbuat dari strawberry ice cream di-blend dengan susu dan biskuit oreo, jadinya seperti milkshake sih sebenarnya. Meskipun ice cream yang digunakan bukan home made Delicato sendiri, tapi katanya es krim impor lho.. makanya rasanya enak, tidak eneg karena ada aroma ice cream strawberry dan tekstur dari biskuit oreo. Manisnya pas, dan tidak terlalu kental. Garnish-nya simple berupa biskuit oreo yang mengambang di bagian atas. Minuman ini yang paling laris dan habis duluan, soalnya memang paling enak diantara yang lain.

Lychee & Peach Ice Tea
Ice tea yang diberi sirup lychee dan peach. Tidak terlalu istimewa sih, apalagi basically saya bukan penggemar teh. Ketika diminum di awal pas baru disajikan masih lumayan berasa aroma sirup lychee & peach, namun ketika sudah selesai makan, si teh ini rasanya sudah benar-benar jadi hambar bahkan aroma teh pun sudah memudar, mirip air putih saja…
Chocoate Cake

Chocoate Cake

 
Chocolate Melt (30k)
Chocolate cake yang terbuat dari terigu, coklat, butter, dan telur. Topping ice cream bisa dipilih antara coklat, strawberry, atau vanilla. Cake coklatnya lembut, empuk dan hangat dengan bagian tengah yang melted (seperti lava cake kurang lebih), jadi perpaduan panas-dingin jika dimakan bersamaan dengan ice cream vanilla yang manis. Sayang ketika dihidangkan es krimnya sudah meleleh, difoto pun tampaknya tidak bagus lagi.. rupanya dessert ini sudah disiapkan agak lama sebelum dihidangkan. Garnishnya simple banget hanya sebatang pocky coklat dan daun mint, se-simple kuenya. Dessert ini enak, terasa cukup kuat coklatnya, tapi untuk saya pribadi terlalu manis meskipun warnanya gelap seperti dark chocolate. Dan.. si hitam manis ini pun menjadi penutup yang manis buat kami para Openricers yang hadir siang itu.

Delicato Crew & Service
Dalam hal service tentunya kami dilayani dengan baik karena memang ada acara khusus yaitu gathering dari Openrice, dan setiap makanan yang keluar dijelaskan ingredient/cara memasaknya. Terlebih lagi siang itu memang resto cukup sepi, selain kami yang 'menguasai' satu meja panjang, hanya ada 3 meja lain yang terisi. Dari yang saya lihat di meja customer lain, waitress dan waiternya sigap dan ramah. Hidangan pun tidak terlalu lama keluar. Untuk kami para Openricers, berkesempatan berbincang dan sedikit tanya jawab dengan sang head chef di akhir acara. Head chef Mulyadi memang piawai meracik hidangan bercita rasa Italia karena sebelumnya berpengalaman bekerja di kapal pesiar Italia. Untuk di Delicato ini, beliau memadukan taste asli Italia dengan citarasa yang disesuaikan untuk lidah orang Indonesia, menghasilkan makanan Italia yang lebih kaya rasa dan pastinya mammamia lezato.

Summary
Delicato sungguh terasa nuansa Italia-nya, baik dari makanan maupun suasana restonya. Berhubung saya belum pernah ke Italia langsung, mungkin ini bisa jadi gambaran seperti apa suasana disana yah.. Satu hal lagi, harga makanannya affordable, ga menguras kantong dan sesuai dengan jenis/kualitas makanan yang kita dapatkan.. jadi jangan ragu datang ke Delicato yah! Saya pribadi puas banget dengan acara gathering Openrice kali ini, it's a real 'escape' for me.
 
Recommended Dish(es):  Tortelloni,Filleto Con Gamberi,Mojito with Tabasco
 
Spending per head: Approximately Rp75000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Ternyata Tak Sesuai Harapan Cry Apr 09, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kopitiam | Halal | Kumpul Keluarga

Jujur saya berharap banyak dengan resto ini, terutama karena nama besar sang empunya resto yang sudah malang melintang di dunia kuliner. Berkali2 pula saya sudah melewati resto di jalan sabang ini, akhirnya baru kesampaian mampir bersama sekelompok teman2 cewe. Siang itu kami datang untuk late lunch, karena kira2 sudah pk. 13.30. Kami pun sudah lapar berat sehabis ikut tour jalan2 keliling kota tua dari pagi hari.

Resto ini menempati satu kapling kecil yang berderet2 di jalan Sabang, sebuah kawasan pertokoan tua yang memang ramai dan sekarang terkenal sebagai salah satu pusat kuliner top di jakarta. Kopitiam Oey tampil menarik diantara toko2 di sebelahnya dengan cat bagian depan berwarna pink dan tulisan "Kopitiam Oey" menjadi nameplate yang sederhana dan terlihat old style. Pintu masuknya dan keseluruhan bagian depan resto bergaya kawasan chinatown di batavia kuno, sungguh menarik! Agak disayangkan bagian depan ini terhalang gerobak sate yang memang sengaja diletakkan di situ. Mungkin maksudnya agar benar2 seperti suasana resto tempo dulu yg di depannya sering ada penjual makanan kaki lima numpang mangkal, atau mungkin sekaligus sebagai "perluasan" dapur juga yah? mengingat kecilnya area resto ini.smile

Masuk ke dalam ruangan, terasa sejuknya AC, tentu melegakan bagi kami yang habis kepanasan di luar, pas siang2 begini...mad Interior dalam ruangan pun tak kalah cantik, kursi2 bergaya antik dari kayu, meja kayu dengan marmer di atasnya, dinding dipenuhi hiasan iklan2 kuno yang dipigura, dan beberapa pernak pernik old style lainnya.

Siang itu resto cukup penuh, beruntung kami bisa mendapat tempat yang cukup untuk kami berlima (beberapa meja kosong yg ada hanya untuk 2-3 orang saja). Segera kami memilih2 menu yang akan dipesan. Dua teman saya memilih sate ayam, satu memilih gado2, saya sendiri memilih Roti Cane dengan Kari Ayam. Satu teman saya tidak jadi pesan makanan, karena menu yang dia mau ternyata hanya ada saat breakfast time saja , jadilah dia hanya pesan minuman yang mengenyangkan saja seperti milkshake.. Tak terlalu lama makanan datang, kelihatannya menarik dari tampilan awalnya, berikut reviewnya:

 
Roti Cane dengan Kari Ayam
Tak salah saya pesan ini, karena kari ayamnya enak, gurih & creamy, hanya sayang kuahnya pelittttt banget. Hanya semangkuk mini kira2 seukuran cangkir teh, itu pun penuh karena potongan ayam di dalamnya. Jadi kuahnya sendiri benar2 sedikit, mesti saya hemat2 agar cukup untuk mencocol 2 lembar roti cane-nya. Roti canenya biasa saja, standar, dan lumayan berminyak.

Sate Ayam dgn lontong
Saya sempat mencicipi sedikit dari piring teman saya.. Lontongnya besar dan pulenny pas. Satenya sih lumayan besar2 dan berdaging, tidak banyak jerohan, tapiii... sayang sekali bumbunya tidak enak, rasanya terlalu manis dan terasa kacangnya seperti belum terlalu matang & tidak menyatu dengan minyak bumbunya. Dua teman saya yg memesan sate tentu saja kecewa berat, dan harganya pun tidak semurah sate2 gerobakan biasa. Gado2nya pun menurut teman saya biasa aja, dengan harga yang tentunya lebih mahal dari penjua gado2 kaki lima.

Overall kami agak kecewa makan di sini. Tempat oke, pelayanan standar resto/cafe, tampilan makanan oke, sayang justru rasanya yang tidak oke... Ternyata nama besar pemiliknya saja tidak cukup menjamin kami suka dengan makanannya. Meskipun tempatnya bagus, jujur, kami malas untuk kembali kedua kalinya.
 
Recommended Dish(es):  -
 
Spending per head: Approximately Rp50000

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Makan Sate di Pasar Sate Samarra OK Apr 08, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Sate | Wine | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

Saya lebih dahulu mencoba resto di sebelahnya yang notabene satu management yaitu Warung Shanghai Blue, dan waktu itu sudah sempat melihat2 venue Samarra, sungguh menarik dengan dekor timur tengahnya. Akhirnya sekarang saya pun jadi menjajal makanan di sini berbekal voucher dari Dealkeren. Asyik juga nih bisa berpetualang kuliner tapi tetap hemat. Saya datang siang hari bersama nyokap, karena nyokap yang paling fleksibel diajak makan 'genre' apa saja tongue

Interior Samarra tidak berubah dari yang pernah saya lihat dulu... ada ruangan2 bersekat ala lesehan timur tengah, ada pula yang mejanya ada di punggung unta yang sedang duduk, sungguh unik.. tapi akhirnya kami memilih ruangan bersekat lainnya yang berjendela di ujungnya sehingga tempat ini cukup terang. Meja dan kursinya panjang, dari kayu, dilengkapi bantal2 berhias khas timteng. Area ini bisa jadi semi private room (tanpa pintu, jadi tidak benar2 private) yang bisa muat 8-10 orang sebenarnya. Karena siang itu sepi, maka tak masalah kami pun menempati area itu.

 
Casablanca Crab Salad, 50k
Appetizer yang memiliki nama menarik, salad kepiting ini disajikan dingin dengan es batu di bawah selada yang mengalasi daging kepiting bercampur mayonnaise. Sebenarnya isinya merupakan bahan2 caesar salad, hanya topping nya kepiting yang tidak biasa dijumpai sebagai topping caesar salad. Ternyata daging kepiting dingin pun enak smile

 
Sate Moko Gendrang, 68k
Menu ini yang saya dapat dari voucher diskon Dealkeren, berupa set menu vegetarian yang berisi sate tempe bacem, nasi putih, tumis bayam & chickpeas, opor ayam, dan taburan serundeng, serta kerupuk beras sebagai pelengkap. Penyajiannya sangat menarik di mangkuk tanah liat berlapis daun pisang. Meskipun sebenarnya dari ingredients yang biasa saja, tapii perpaduan semuanya jika dimakan bersamaan jadi enak karena ada perpaduan rasa & tekstur.

 
Fish Green Curry, 65k
Kari hijau ini membuat kami penasaran hingga memutuskan untuk mencobanya. Berbeda dengan kari kuning atau merah yang biasa, kari hijau ini memakai daun kaffir lime, daun mint, belimbing wuluh, tomat hijau & cabe hijau. Daging ikannya pun sudah lebih dahulu digoreng sebentar sehingga tidak lembek dan rasanya enak. Rasanya asam, sedikit pedas, gurih, spicy, dan pastinya.. mak nyusss!

Sebenarnya masih banyak menu lain yang menarik dicoba, sayangnya kami hanya datang berdua jadi tak sanggup makan lebih banyak lagi. Secara keseluruhan makanannya enak, tempat unik, tapi siang itu pelayanan agak kurang cekatan & makanan cukup lama keluarnya padahal resto sedang sepi. Jika suka sate, sesuai namanya "pasar sate" disini tersedia berbagai macam sate khas berbagai daerah di indoneia yang dapat dicoba, dan tentunya koleksi wine bagi yang suka...
 
Recommended Dish(es):  casablanca crab salad
 
Date of Visit: Feb 04, 2012 

Spending per head: Approximately Rp80000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0