OpenRice Index
  
missnl
This is missnl living in Cilandak. I am a graphic designer, work in Lebak Bulus. I like to hang out in Tanjung Duren, Pondok Indah, Senayan. Bali, Chinese, Itali, India are my favorite cuisines. I also love Street Foods, Kafe, Restaurant, lounge and Siomay / Batagor, Pizza & Pasta, sate lilit bali.
Member 10 First(s)
No. of Review67 Review(s)
編輯推介數目33 Editor's Choice
Recommended8 Recommended
Popularity3669 View(s)
Replies in Forum1 Comment(s)
Upload Photos1237 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant42 My Restaurant(s)
Follow58 Following
粉絲391 Follower(s)
missnl  Level 3
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 16 to 20 of 57 Reviews in Indonesia
Bakmi Legendaris Yong Yam Smile Oct 20, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Chinese | Stand / Kios | Bakmi/Kwetiau

Mumpung sedang jalan-jalan ke daerah Mangga Besar, tidak saya lewatkan kesempatan menyambangi sebuah restoran bakmi legendaris yaitu Bakmi Yong Yam yang sudah ada sejak tahun 1928. Wow, it must be a legend!
Bakmi legendaris

Bakmi legendaris

 
Terletak di tepi jalan Mangga Besar Raya yang selalu ramai, gampang-gampang susah menemukan restoran ini. Untuk patokan mudahnya, Bakmi Yong Yam terletak di seberang RS Husada, namun kita harus sedikit cermat untuk menemukan papan nama resto yang tergolong kecil di antara jajaran ruko, hotel, dan kantor di sepanjang jalan. Papan nama yang tidak besar itu masih sedikit "tersamarkan" oleh daun dari pohon rindang tepat di depan resto, namun pohon itu berjasa memberi keteduhan saat kita akan memasuki resto.
Area dapur di depan

Area dapur di depan

 
Dari gerbang depan kita akan melewati area open kitchen alias dapur tempat mie diracik. Jika mau, pengunjung bisa menyaksikan langsung saat bakmi pesanannya disiapkan, namun tempatnya memang sempit karena lebar keseluruhan resto hanya sekitar 3 meter saja. Memasuki ruang makan sedikit lebih nyaman dengan adanya pendingin ruangan, tetapi jika resto penuh maka dinginnya tidak akan terlalu terasa lagi. Bentuk ruangan resto yang memanjang ke belakang kira-kira dapat menampung 35-40 orang saja, dan pada jam makan siang biasanya akan penuh dengan pengunjung. Tampilan resto sederhana dengan dinding, langit-langit, dan lantai berwarna putih serta meja kursi makan berbahan plastik. Satu poster besar berisi foto dan nama menu terpasang di salah satu sisi dinding membuat customer lebih mudah memilih menu, tentunya sangat efektif di saat resto sedang ramai.
Resto yang selalu ramai

Resto yang selalu ramai

 
Pelayanan tergolong memuaskan karena para waitress semuanya ramah dan sigap, terlihat sudah terbiasa menghadapi banyak customer pada jam-jam restoran ramai. Makanan dan minuman terhidang cukup cepat meskipun saat itu kami datang dalam jumlah cukup banyak. Dalam hal kebersihan, meskipun Bakmi Yong Yam menyebut dirinya sebagai warung, namun kebersihannya terjaga baik. Setidaknya para waitress dengan cekatan membersihkan meja kotor agar bisa segera ditempati oleh customer berikutnya.
Menu

Menu

 
Menu yang tersedia tidak terlalu banyak, terutama bakmi dengan berbagai variasi dikombinasikan dengan bakso dan pangsit. Selain bakmi keriting, tersedia pula pilihan bihun, kwetiaw, dan lochupan. Dikarenakan kami datang beramai-ramai, agar penyajiannya cepat kami pun memilih Bakmi Yong Yam yang menjadi menu spesial/khas di sini. Bakmi Yong Yam sendiri ada 3 jenis, yaitu Bakmi Yong Yam Biasa, Special, dan Jumbo. Apa bedanya? Setelah kami tanyakan ke waitress, Yong Yam Jumbo baik topping dan mie-nya lebih banyak dari Yong Yam Biasa, sedangkan Yong Yam Special hanya toppingnya saja yang lebih banyak. Semuanya enak, tinggal disesuaikan saja dengan selera dan keinginan kita. Nah, pilih yang mana ya?

 
Bakmi Yong Yam Spesial Babi (IDR 22k)
mantap

mantap

 
Bakmi ala Singkawang ini terdiri dari mie keriting, sawi hijau dan tauge rebus, udang rebus, potongan daging ayam masak kecap, pangsit isi, dan daging babi cincang. Kuah kaldu disajikan terpisah dalam mangkuk kecil. Bakmi keriting di sini lebih halus teksturnya dan tidak sekenyal bakmi keriting pada umumnya, dan saya justru lebih suka yang seperti ini. Bakminya sudah diaduk dengan minyak berbumbu sehingga tidak hambar, namun tidak sampai terlalu berminyak juga. Udang hanya direbus tanpa bumbu, namun terlihat segar dengan warna yang cantik dan tekstur firm karena dimasak pada tingkat kematangan tepat. Daging ayam dicincang kasar dan dimasak dengan kecap sehingga warnanya coklat dan rasanya dominan manis. Pangsit isi disajikan kering bersama mie, namun jika suka bisa dicelupkan ke kuah saat masih panas sehingga menjadi seperti pangsit rebus. Topping paling khas yang membedakan dari bakmi babi di tempat lain adalah daging babi cincang yang sudah dibumbui dan dikukus menjadi satu adonan besar, lalu disajikan dalam potongan-potongan tipis. Dagingnya empuk dan tidak terlalu banyak bagian berlemak, serta bumbunya tidak terlalu menonjol dengan rasa asin yang samar, menjadikan topping ini pas melengkapi keseluruhan rasa bakmi jika dimakan semuanya sekaligus.

Bakmi Yong Yam Special memang paling pas untuk orang yang "kapasitas" perutnya tidak terlalu besar seperti saya. Puas dengan topping yang lebih banyak, namun tidak sampai kekenyangan karena porsi mie yang terlalu besar. Jika dinilai dari harganya, IDR 22k untuk mie berisi daging ayam, babi, dan udang rasanya sangat sesuai dan terjangkau. 

Bakmi Yong Yam Spesial Ayam (IDR 22k)
yummy

yummy

 
Bagi yang tidak makan daging babi, jangan khawatir karena bisa memesan Bakmi Yong Yam yang sama, hanya special request tanpa topping daging babi dan tanpa pangsit yang rupanya berisi daging babi. Sebagai gantinya akan ditambah udang dan potongan ayamnya sedikit lebih banyak. Dengan komposisi yang sama, rasanya pun tidak jauh berbeda dengan bakmi babi, sama-sama enak!

Es Jeruk Sonkit (IDR 5k)
Asam manis segar

Asam manis segar

 
Minuman khas yang selalu ada di restoran ala Kalimantan ini tak boleh dilewatkan. Rasa asam dan aroma jeruk sonkit ini khas sehingga terasa berbeda dari jeruk lainnya. Es jeruk sonkit di sini warnanya kuning pucat memang kurang menarik kelihatannya, namun rasa asam manisnya balance, dan pastinya segar dinikmati pada tengah hari yang super panas saat itu. Penambahan es batunya juga tidak berlebihan sehingga rasanya masih tetap enak (tidak menjadi hambar seperti tinggal air putih saja) sampai terakhir saat minuman habis. Satu gelas es jeruk sonkit porsinya menurut saya pas untuk satu orang (kecuali kalau sedang sangat kehausan) dan harganya tergolong sangat terjangkau dan sesuai.

Saya dan teman-teman puas makan di Bakmi Yong Yam. Rasa makanan yang enak, pelayanan baik dan cepat, serta harga yang terjangkau pastinya membuat kami ingin kembali lagi menikmati bakmi ala Singkawang nan legendaris ini. 
Supplementary Information:
Pilih menu Spesial untuk topping yang lebih banyak, sedangkan banyaknya mie tidak berbeda jauh dari yang biasa jadi tidak perlu takut terlalu kenyang. Bakmi Yong Yam mempunyai cabang di Jl. Jembatan Lima Raya yang masih terletak di kawasan Kota.
 
Recommended Dish(es):  Bakmi spesial ayam,Bakmi spesial babi,Es Jeruk Sonkit
 
Spending per head: Approximately Rp30000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Ramen Hangat di Ikkudo Ichi OK Oct 17, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Restaurant | Ramen | Kumpul Keluarga

Setelah hampir 3 jam perjalanan menembus macet parah di sepanjang Slipi, sampai juga saya ke Central Park. Hari sudah cukup larut dan sebenarnya saya dalam keadaan kkurang sehat, tetapi karena ada keperluan mengharuskan saya ke mall yang satu ini. Untunglah seperti biasa ada teman saya yang menemani, dan tujuan pertama saya setiba di sini adalah mengisi perut agar tidak semakin sakit.

AC di mall terasa semakin dingin karena sore tadi turun hujan cukup lebat, maka saya pun ingin makan sesuatu yang hangat dan berkuah, serta cepat saji karena saya ada keperluan yang harus segera diselesaikan segera. Teman saya pun menyarankan Ikkudo Ichi yang menurut dia memenuhi semua "kriteria" tersebut.
Beautiful!

Beautiful!

 
Unique ornament

Unique ornament

 
Outletnya tidak terlalu besar, namun ditata cantik dengan lampion-lampion dan rangkaian sakura imitasi pada langit-langitnya, senada dengan lighting seluruh ruangan yang berwarna kuning agak temaram. Pada salah satu dinding samping terdapat hiasan menarik yang terbuat dari susunan sendok di atas background merah dengan aksara kanji super besar. Hiasan yang sederhana, namun idenya menarik dan perpaduan warna merah-hitamnya sangat eye catching. Keseluruhan desain interiornya bertema modern minimalis dengan sentuhan khas Jepang di sana-sini. Di setiap meja terdapat tempat menaruh peralatan makan dan saus berbahan kayu yang desainnya compact dan unik. Di bagian atas tempat meletakkan botol-botol saus, di samping ada tempat untuk sedotan, dan di bawahnya ada laci kecil tempat untuk sumpit.
Details

Details

 
Ikkudo Ichi tampaknya selalu ramai, termasuk saat kami datang meskipun sudah cukup larut dan lewat dari jam makan malam. Outlet selalu ramai dan sebagian besar mejanya terisi customer yang datang dan pergi silih berganti. Bagusnya ketika kami masuk masih ada tempat kosong sehingga tidak perlu menunggu. Buku menu telah tersedia di setiap meja sehingga customer bisa langsung memilih menu. Tak lama seorang waitress menghampiri untuk menanyakan menu yang akan kami pesan. Bingung menentukan menu, saya pun menerima rekomendasi teman tercinta yang tentunya sudah pernah makan di sini.

Uniknya Ikkudo Ichi, selain beberapa macam kuah ramen yang tersedia, kita bisa meng-customize lagi menunya sesuai selera:
- Noodle Firmness: Soft, Normal, Hard
- Flavour Strength: Weak, Normal, Strong
- Richness (the amount of oil filtered from the soup): Light, Normal, Heavy
- Choices of Noodles: Small Noodle, Curvy Noodle

Tori/Buta Tantan (IDR 59k)
Chicken/pork ramen served with minced meat & homemade spicy tantan sauce
Yummy

Yummy

 

 

 
Sebenarnya ini pilihan teman saya, berhubung tidak berminat dengan menu lainnya, saya pun memilih menu yang sama, hanya berbeda pada pilihan customize yang sudah disebutkan di atas. Tertera di menu, bagi yang baru pertama kali atau untuk rasa terbaik disarankan memilih tingkat "Normal" pada ketiga aspek tersebut, tetapi karena saat itu selera makan sedang tidak terlalu baik maka saya memilih tingkat Soft-Weak-Light dengan small noodles.

Semangkuk ramen berisi sebutir telur yang dibelah dua, dua buah pork slices, dan masih ada potongan daging babi berbentuk dadu kecil. Potongan daging yang kecil tidak ada masalah buat saya, tetapi pork slices-nya agak banyak lemak sehingga saya kurang suka. Ramennya empuk dan tidak kenyal sesuai pilihan dan ekspektasi saya, tetapi kuahnya terasa terlalu asin di lidah saya saat itu. Entah apakah ini karena saya yang sedang tidak sehat atau memang keasinan, tetapi teman saya mengatakan ramen pesanannya pas tidak terlalu asin. Okay, mungkin memang lidah saya yang sedang error.

Pork Bun (IDR 15k)
Homemade bun with pork belly on Ikkudo's special sauce (1 bun per serving)

 
Bun-nya empuk dan moist, pork belly garing di bagian luar. Disajikan dengan selembar daun selada dan saus putih seperti mayonnaise yang sudah diolah khusus ala ikkudo. Satu porsinya tidak terlalu besar, tetapi cukup mengenyangkan sebagai appetizer.

Cold Ocha

 
Minuman standar namun tetap merupakan pilihan terbaik di resto Jepang. Meskipun sedang kurang sehat, tetap saja saya memilih cold ocha karena memang tidak suka teh hangat. Ocha-nya berwarna kuning kehijauan, tidak pekat, dan tidak pahit.

Pelayanan di sini menurut saya standar. Waiter/waitress tergolong cekatan meng-handle customer yang terus berdatangan, dan makanan standar seperti ramen (yang tidak perlu dimasak dari awal/scratch) terhidang cukup cepat meskipun outlet sedang ramai. Dari segi harga masih sesuai dengan besar porsi yang kita dapatkan, serta yang penting rasanya enak.

Saya percaya ramen Ikkudo Ichi sebenarnya lebih enak dari yang saya rasakan ketika itu. Memang salah saya yang sedang dalam keadaan kurang sehat, sehingga indera pengecap pun pastinya tidak sebaik biasanya. Pastinya saya ingin kembali lagi untuk mencicipi kelezatan sebenarnya ramen Ikkudo Ichi.
 
Recommended Dish(es):  Cold Ocha,Buta Tantan
 
Table Wait Time: 10 minute(s)


Spending per head: Approximately Rp75000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Green Tea Cake from Delika OK Oct 16, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Roti & Kue

Lelah berjalan-jalan keliling Central Park sambil menunggu mulainya sebuah acara, saya memutuskan mampir ke Delika setelah melihat jajaran kuenya yang tampak menggiurkan di di display. Setelah mengamati kue-kuenya sambil bertanya ke waitress, akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada kue green tea.

Waitress mempersilakan saya masuk dan duduk sambil menunggu kue pilihan saya dihidangkan. Awalnya saya memilih duduk di kursi makan biasa, kemudian saya bertanya ke salah satu waitress apakah ada stop kontak untuk men-charge handphone. Waitress itu mengatakan hanya ada di dalam area service di dekat meja bar, tetapi ia mempersilakan saya memakainya jika mau. Akhirnya saya pun pindah duduk di depan meja bar sehingga bisa makan sambil menunggui HP yang sedang di-charge.
HKC Entrance look

HKC Entrance look

 
Sambil menikmati kue saya mengamati suasana sekitar. Delika terletak di area yang sama dengan Hongkong Cafe (HKC), tepatnya di bagian depan HKC. Saat saya datang resto sedang tidak ramai, khususnya di area Delika sendiri memang sangat sepi karena kebanyakan pengunjung memilih duduk di dalam HKC. 
Mirror mirror on the wall

Mirror mirror on the wall

 
Nice details

Nice details

 
Pencahayaan di ruangan memang dibuat temaram di seluruh bagian resto, tetapi Delika sedikit lebih terang karena di bagian terluar yang masih mendapat cahaya tambahan dari lampu mall di luar area resto. Kursi tinggi di area bar tempat saya duduk sedikit memberi keleluasaan untuk mengamati beberapa detail cantik yang terdapat di area ini.
Menu

Menu

 
Untuk menunya, Deilka memang mengkhususkan pada bakery dan dessert seperti ice cream, crepes, dan cake. Berikut adalah cake yang saya coba:

Green Tea Slice Cake (IDR 17k)

 

 
Cake yang terdiri dari tiga layer berwarna hijau muda, dengan lapisan cream tipis di antaranya. Di paling atas ditaburi bubuk green tea yang cukup tebal sehingga terasa kuat aroma green tea-nya dan sedikit pahit. Di salah satu ujungnya ditaburkan gula halus yang beraroma vanila dan terlihat seperti salju di atas hamparan rumput hijau. Cake-nya sendiri empuk, bertekstur lembut tetapi tidak spongy, dan rasanya tidak terlalu manis dengan aroma green tea yang pas. Kue ini terasa enak dan balance jika dimakan sekaligus semua komponennya dalam satu suapan. Ketika rasa manis, pahit green tea, dan seberkas asin disatukan dengan tekstur yang lembut dan creamy, maka perpaduan rasa semuanya akan terasa balance dan pastinya enak. Dari segi harga, menurut saya sangat sesuai dan tergolong tidak mahal.

Pelayanan yang saya dapatkan ketika itu sangat memuaskan. Waitress-nya ramah dan mereka membiarkan saya duduk berlama-lama -sendirian- di meja bar tanpa banyak mengganggu saya (misalnya dengan menawarkan tambahan menu atau minuman untuk dipesan). Meskipun hanya memesan satu slice kue saja, saya tetap dilayani dengan baik dan ramah. Excellent!
 
Recommended Dish(es):  Green Tea Slice Cake
 
Table Wait Time: 5 minute(s)


Spending per head: Approximately Rp20000(Other)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Lunch di Cimory Riverside Smile Oct 16, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant | Es Krim/Yogurt | Camilan | Halal | Kumpul Keluarga

Pergi rame-rame bersama teman-teman pasti seru dan menyenangkan, apalagi kali ini kami akan mengunjungi sebuah tempat yang menarik yaitu Cimory Riverside. Tempatnya mudah ditemukan karena terletak di pinggir jalan Raya Puncak yang ramai itu. Sebuah papan petunjuk menyambut kami di depan pagar tempat kendaraan berhenti, dan tampaklah lokasi Cimory Riverside yang luas.
Welcome to Cimory Riverside!

Welcome to Cimory Riverside!

 
Nice, eh?

Nice, eh?

 
Me likey!

Me likey!

 
Open Kitchen

Open Kitchen

 
Memasuki area restonya yang luas, tampak pernak-pernik bertema sapi tersebar di beberapa spot, berpadu dengan dekornya yang bertema natural-modern. Unsur natural terlihat dari penggunaan material kayu dan batu alam, sedangkan unsur modern terlihat dari dekor lampu di bagian atas yang sangat menarik perhatian saya. Pemandangannya tidak kalah menawan, karena letaknya tepat di pinggir sungai. Area resto terbagi menjadi dua tingkat, dan pengunjung juga bisa berjalan-jalan di sepanjang sungai yang sudah dibuat jalan setapak rapi dan aman. Jika ingin duduk santai di bagian atas saja, kita akan disuguhi pemandangan sungai yang cantik dengan air jernih mengalir diantara batu-batu besar yang tersebar alami. Nice view!
Nice view!

Nice view!

 
Tak berlama-lama, santapan pun rupanya sudah selesai diolah di dapur berkonsep open kitchen. Mari kita nikmati!
Menu

Menu

 
Ring Kanzler Sausage (IDR 43.900)
served with potato wedges, salad, lavos, and BBQ sauce
I love Kanzler sausages

I love Kanzler sausages

 
Sosis sapi sepanjang 30 cm di-grilled, dihidangkan dengan potato wedges, simple salad dengan mayonnaise, sepotong lavos, dan saus BBQ. Sosis yang digunakan adalah merk Kanzler yang merupakan produksi Cimory group. Saya sudah cukup sering mengkonsumsi sosis Kanzler, jadi untuk kualitas saya tidak ragu lagi, hanya jenis sosis panjang ini memang belum pernah saya coba karena jarang tersedia di supermarket. Sosisnya ada sedikit aroma smoke tapi tidak terlalu tajam, dan herbs-nya juga tidak terlalu terasa/dominan. Potato wedges-nya enak, crunchy di lapisan luarnya dan lembutnya pas di bagian dalam. Penampilannya juga golden brown cantik, menandakan tingkat kematangan yang pas. Saus BBQ-nya cukup enak, tapi tergolong standar tidak terlalu spesial. Lavosnya tidak ada rasa yang dominan, cenderung hambar, hanya menambah tekstur crunchy pada menu ini. Overall menu ini enak, b'coz I like sausages.. jadi penilaian utama ada di sosisnya tongue

Spiral Kanzler Sausage (IDR 44.900)
served with potato wedges, salad, lavos, and BBQ sauce
Uniquely shaped

Uniquely shaped

 
Serupa dengan ring sausage, hanya ini memakai sosis ayam yang bentuknya lebih menarik lagi yaitu spiral. Personally saya memang lebih suka sosis ayam, baik dari tekstur dan aroma dagingnya. Untuk side dishes-nya semua sama dengan menu sebelumnya.

Chicken Cordon Bleu (IDR 44.900)
served with potato wedges/french fries, salad, and white/orange sauce
Best!

Best!

 
Chicken cordon bleu dihidangkan dengan french fries, simple salad dengan mayonnaise, dan orange sauce. Chicken cordon bleu-nya juara!! Dari penampilan luarnya sudah terlihat cantik, berbalut breadcrumbs dengan warna golden brown. Ketika dibelah, isinya masih melted.. so yummy! Dada ayamnya empuk, matang sempurna (ini penting banget, karena saya trauma dengan daging ayam yang kurang matang), dan kejunya terasa gurih and a bit creamy. Khusus menu yang satu ini maunya satu porsi hanya untuk sendiri deh, tak mau berbagi.. hehe…

Nasi Goreng Chicken BBQ (IDR 32.500)
Don't judge by its look

Don't judge by its look

 
Nasi goreng dengan potongan chicken BBQ sebagai topping, disajikan dengan acar dan kerupuk. Sebagai penggemar segala jenis nasi goreng, saya nyatakan nasi goreng ala Cimory Riverside ini ENAK! Selain ada topping chicken BBQ-nya, nasi gorengnya sendiri memang lezat, tidak pelit bumbu, sehingga rasanya jadi spesial meskipun tampilannya tergolong sederhana menyerupai nasi goreng gerobakan kaki lima. Seperti kata pepatah, jangan hanya menilai dari penampilannya, harus coba dulu rasanya!

Blueberry Yogurt Shake
Manis dan enak

Manis dan enak

 
Minuman yogurt dingin yang manis menyegarkan. Saya pribadi memang suka dan sudah sering mengkonsumsi yogurt blueberry dari Cimory, jadi sudah familiar dengan rasanya. Sedikit perbedaannya, yogurt shake disini rasanya agak lebih manis dari yogurt Cimory botolan yang biasa saya beli di supermarket, mungkin karena sudah diolah lagi dan kemungkinan ditambah gula.

Puas makan di sini karena makanannya enak dan tempatnya bagus. Disarankan untuk tidak datang pada saat "rush hours" karena dengan area seluas ini dan karyawan yang tidak terlalu banyak jumlahnya, pasti pelayanan akan lama/menurun saat ramai.

Setelah puas makan dan minum, kita masih bisa berbelanja coklat di Chocomory Shop dan produk-produk keluaran Cimory lainnya di Cimory Shop yang letaknya berdampingan. Penataan tokonya juga cantik dan menarik, membuat kita jadi betah berlama-lama memilih belanjaan dan ingin memborong semuanya. Hati-hati "kalap" yaaa...
Chocomory Shop

Chocomory Shop

 
Supplementary Information:
Pilih tempat di lantai atas untuk best view, makan sambil menikmati pemandangan cantik rasanya jadi lebih enak.
 
Recommended Dish(es):  Blueberry Yogurt Shake,Chicken Cordon Bleu,Nasi Goreng Chicken BBQ,Spiral Kanzler Sausage
 
Table Wait Time: 15 minute(s)


Spending per head: Approximately Rp85000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Yummy Pasta from Palem Cafe OK Oct 16, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Barat | Kafe | Steak & Grills | Pizza & Pasta | Wine

Untuk urusan makanan, teman saya yang satu ini memang tergolong "penguasa" CP, alias sudah pernah mencoba hampir semua makanan disana. Oleh karena itu saya manut saja dengan pilihannya, biasanya dia tidak salah pilih dan seleranya cocok dengan saya.
Kali ini Palem Cafe menjadi pilihannya, katanya karena baru pernah mencoba sekali dan masih penasaran dengan menu-menunya.
Welcome!

Welcome!

 
Resto yang berlokasi di dalam Sogo Department Store ini cukup luas dengan bentuk memanjang. Penataan interiornya cukup cantik dan elegan, serta berkesan hangat. Ada beberapa macam tempat duduk tersedia di sini, sofa berbentuk setengah lingkaran yang terlihat sangat comfy, sofa panjang yang lebih classy, dan kursi kayu berdesain modern minimalis. Satu sisi dindingnya dilapisi kaca besar untuk kesan ruangan lebih luas, tak hanya itu, cerminnya dihiasi cutting sticker putih berbentuk daun palem yang terlihat cantik menurut pendapat saya. Di atas sederetan meja di bagian tengah terdapat hiasan lampu-lampu gantung kecil yang cute menambah cantiknya ruangan.
Nice ambiance

Nice ambiance

 
Simple & modern look

Simple & modern look

 
Semula kami ingin duduk di sofa melingkar yang terlihat sangat nyaman itu, tetapi sayang letaknya berdekatan dengan smoking area tak berpembatas dan tak berpenutup -jadi asap rokoknya masih bebas berkeliaran- sehingga kami langsung mengurungkan niat duduk di situ. Pilihan jatuh di meja terjauh dari smoking area yaitu di depan bar tempat meracik minuman.
Di sebelah kanan bar terdapat sebuah jendela yang memperlihatkan area dapur, sekaligus tempat makanan keluar. Saya lihat dapurnya bernuansa modern, rapi, teratur, dan yang terpenting bersih. Suasana kerja di dalam dapur nampaknya terorganisasi baik dan efisien dengan tidak terlalu banyak personil.
Bar Area

Bar Area

 
Kitchen

Kitchen

 
Saat kami datang resto masih agak sepi, hanya ada 3 atau 4 meja terisi. Waiter segera memberikan buku menu bercover kayu. Waiter yang melayani kami ramah dan cukup menguasai tentang menu. Setelah sedikit bertanya-tanya tentang menu incaran, kami berdua ternyata kompak memilih menu pasta, hanya berbeda saus dan topping. Karena resto sedang tidak ramai, bagusnya kami tidak perlu menunggu terlalu lama. Yuk, langsung diserbu…
Chunky Mushroom Pasta (IDR 55k)
Chunks of mushrooms in olive oil and garlic, sprinkled with parmesan cheese
Me likey!

Me likey!

 

Menu pilihan saya ini termasuk dalam kategori "plain pasta". Yup, it IS that simple! Ini adalah spaghetti aglio olio yang ditambah jamur saja, dengan side dish (sekaligus sebagai garnish) berupa jamur enoki goreng tepung dan sepotong garlic bread. Spaghetti dimasak pada tingkat kematangan al dente dan olive oil-nya pas sehingga membuat pastanya tidak saling menempel tetapi tidak sampai terlalu berminyak juga. Aroma garlic dan parmesan cheese cukup membuat hidangan ini menjadi lezat, meskipun untuk saya pribadi sebenarnya kurang nendang. Kebetulan saya memang penyuka bawang putih dan keju, jadi akan lebih enak jika bawang putih dan kejunya lebih banyak. Untuk mengakali rasa yang cenderung plain ini, saya tambahkan garam dan merica (yang sudah tersedia di meja) plus saya minta tambahan cabe bubuk. Setelah ditambahkan semua barulah mantap rasanya. Jamur enoki gorengnya enak dan tampilannya cantik seperti bunga karang. Tepung pelapisnya crispy, hanya sayang pada tangkai bagian bawah jamur masih dibiarkan menyatu sehingga agak basah karena bagian tangkai lebih tebal. Sepotong garlic bread tipis dipanggang hingga crunchy, dengan olesan garlic butter yang merata menjadi pelengkap yang menambah tekstur hidangan. Mangkuk saji yang besar membuat menu ini seakan terlihat besar pula porsinya. Sedikit mengintimidasi saya di awal mulai makan, tetapi ternyata habis juga.

Marinara Pasta Pesto (IDR 65k)
Seafood combination of prawns, clams and squid in a herb-based tomato sauce

 

Menu pilihan teman saya dengan special request tanpa kerang karena rupanya dia juga tidak suka kerang. Jenis pastanya sama dengan menu saya yaitu spaghetti, hanya yang ini menggunakan saus marinara. Seperti biasa saya mencicip sedikit menu pesanannya dan demikian pula sebaliknya. Tingkat kematangan spaghetti sama dengan menu saya (pasti dimasaknya bersamaan, nih), saus marinara tergolong pas tidak terlalu asam, dan herbs tidak over powering. Untuk topping seafood saya memang tidak mencicipi langsung, tapi menurut dia udangnya tidak ada masalah hanya cuminya kenyal sehingga dia agak malas memakannya. Saya agak heran dengan kata "pesto" pada nama menu ini, karena tidak terlihat maupun terasa pesto sama sekali. Kalaupun ada sedikit campuran herbs di saus marinaranya, bukan berarti otomatis disebut pesto, bukan? Keseluruhan rasa masih OK, tetapi kalau harus memilih atau membandingkan, saya lebih suka menu pesanan saya. teman saya pun berpendapat sama, katanya lebih enak pasta pesananku.. hehehe.

Spring Breeze (IDR 20k)
Tampilan cantik di depan bar

Tampilan cantik di depan bar

 
Segar

Segar

 
Minuman berbahan dasar teh yang di-shake dengan strawberry dan pineapple. Rasanya cukup unik, perpaduan yang tidak "biasa" tetapi masih ok di lidah saya. Rasa strawberry lebih dominan dengan buah strawberry segar yang ditumbuk agak kasar (bukan diblender)

Saya cukup puas dengan pelayanan di Palem Cafe ini. Waiternya ramah dan cekatan, sehingga customer terlayani dengan baik meskipun jumlah pekerja tidak terlalu banyak. Saya juga sempat melihat seorang chef de partie turun tangan mencatat pesanan customer ketika resto bertambah ramai. Well, an efficient workflow!
Dari segi makanannya sendiri, walaupun tidak bisa dibilang excellent, tetapi tidak sampai mengecewakan juga. Rasa makanan sebenarnya enak, hanya agak kurang mantap karena kurang berani bumbu. Porsinya termasuk besar (untuk ukuran kami) dan harganya affordable. Kami yang semula sudah agak kelaparan langsung kenyang puas usai menghabiskan porsi pasta masing-masing.
Supplementary Information:
Pelayanannya ramah dan efisien sehingga semua customer bisa terlayani dengan baik.
 
Recommended Dish(es):  Chunky Mushroom Pasta,Spring Breeze
 
Spending per head: Approximately Rp100000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0