OpenRice Index
  
missnl
This is missnl living in Cilandak. I am a graphic designer, work in Lebak Bulus. I like to hang out in Tanjung Duren, Pondok Indah, Senayan. Bali, Chinese, Itali, India are my favorite cuisines. I also love Street Foods, Kafe, Restaurant, lounge and Siomay / Batagor, Pizza & Pasta, sate lilit bali.
Member 10 First(s)
No. of Review67 Review(s)
編輯推介數目33 Editor's Choice
Recommended8 Recommended
Popularity3669 View(s)
Replies in Forum1 Comment(s)
Upload Photos1237 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant42 My Restaurant(s)
Follow58 Following
粉絲391 Follower(s)
missnl  Level 3
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 26 to 30 of 57 Reviews in Indonesia
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Sushi | Halal | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

Ketika teman saya mengajak makan-makan bareng di Sumo Sushi, saya langsung mengiyakan. Senangnya, berarti satu kesempatan lagi mencoba sushi karena saya memang agak jarang ke restoran Jepang dan pastinya belum pernah mencoba Sumo Sushi. 
Welcome!

Welcome!

 
Sumo!

Sumo!

 
Resto area

Resto area

 
Outlet Sumo Sushi terletak di Menteng Central yang berlokasi di Jalan HOS Cokroaminoto. Posisi Sumo Sushi berada di lantai dasar, di bagian belakang pojok. Tidak sulit menemukannya, karena Menteng Central tidak terlalu luas dan kita dengan mudah menjelajahi seluruh area lantai dasar untuk menemukan resto ini. Luas outletnya tidak terlalu besar, hanya menampung sekitar 20-30 orang saja. Dinding dan lantai outlet dominan kayu, demikian pula dengan meja dan kursi makannya. Ornamen-ornamen khas Jepang dan pohon sakura imitasi tampak menghiasi outlet restoran berlogo pesumo ini.
Some details

Some details

 
Menu yang kami dapat disajikan dalam porsi lebih kecil karena sudah dibuat set menu. Harga yang diinformasikan di sini adalah harga untuk porsi normal (ala carte) yang tentunya lebih besar/banyak.
Kimuchi Ramen (IDR 59k)
Weird!

Weird!

 
Sedari awal menu ini dihidangkan, kami semua agak heran, menu apakah ini? Tampilan luarnya kurang jelas karena bagian tengahnya tertutup taburan daun bawang dirajang halus, tetapi terlihat ada sawi putih dan serpihan cabai kemerahan seperti kimchi. Setelah bertanya pada waitress, ternyata benar ini adalah Kimchi Ramen. Dari namanya jelas ini menu fusion, tetapi sayangnya fusion yang gagal. Ramennya sendiri sebenarnya tidak ada masalah, dimasak dengan kematangan pas sehingga masih firm tidak mudah hancur. Potongan ikan yang diberikan cukup banyak dalam setiap porsi, ukuran dan tingkat kematangannya tepat, serta tidak amis. Lalu kenapa saya katakan gagal? Karena rasa keseluruhannya justru aneh dengan aroma kimchi yang terlalu kuat. Rasa asam dan sedikit pahit dari fermentasi kimchi jadi lebih mendominasi daripada kelezatan kuah kaldu ramen yang seharusnya menjadi andalan. Diantara 6 orang total grup kami, tidak seorangpun yang menyukai ramen ini, apalagi menghabiskannya. Kalau 6 orang sudah berpendapat sama begini, rasanya kesalahan bukan pada lidah kami, ya…

Chicken Katsu (IDR 60k)
Yummy and crunchy

Yummy and crunchy

 
Disajikan bersama salad yang terdiri dari kol dipotong tipis, kyuri, tomat, dan selada, dengan home made dressing semacam thousand island yang agak asam tetapi enak menurut selera saya. Chicken katsu berbalut tepung cukup tebal yang digoreng hingga pas berwarna golden brown. Ketika digigit, tepung di luarnya crispy, daging ayam di dalamnya empuk, dan yang terpenting matang sempurna. Lebih enak lagi dimakan bersama dengan saladnya sehingga ada perpaduan rasa asam, manis, segarnya salad dengan gurihnya daging ayam berbalut tepung. Chicken katsu ini bisa dimakan dengan nasi (sebagai lauk) atau tanpa nasi menjadi semacam appetizer. Enak dan  untuk dicoba.

Chicken Teriyaki (IDR 52k)
Diffrerent taste of teriyaki but still OK

Diffrerent taste of teriyaki but still OK

 
Daging ayam berbalut tepung tipis digoreng terlebih dahulu, kemudian dimasak sebentar dengan bumbu teriyaki. Disajikan masih dengan salad yang sama dengan menu chicken katsu, jika dimakan sekaligus semuanya menghasilkan perpaduan rasa yang lebih unik lagi di lidah saya. Dressing salad dan bumbu teriyakinya memang berbeda dengan yang pernah saya coba di tempat lain, dan bagusnya bisa berpadu dengan baik menjadi rasa yang enak.

Premium Salmon Kremes (IDR 59,5k)
A must try

A must try

 
Ini día fusion sushi yang saya nantikan. Setelah sebelumnya membaca-baca referensi online tentang Sumo Sushi, menu ini termasuk dijagokan dan banyak dipesan customer karena tampilan dan isinya berbeda. Dalam satu piring terdapat dua jenis sushi yang berbeda, tetapi keduanya sama-sama menggunakan raw salmon dan saus mayo di luarnya. Satu baris sushi dengan keju parut di luarnya dan satu baris lagi dengan telur asin sebagai isian sushinya. Unik bukan? Mari kita coba satu persatu…
Sushi with cheese

Sushi with cheese

 
Sushi with salted egg inside

Sushi with salted egg inside

 
Sushi yang bertabur keju parut memadukan salmon mentah dengan kremes dari tepung tempura sebagai isiannya. Rasanya unik dan enak dengan tekstur yang kompleks. Meskipun saya tidak suka salmon mentah, tetapi dalam menu ini rasa salmonnya tertutup oleh rasa keju dan saus mayo, serta crunchy dari kremes. Sushi yang satunya jelas menawarkan rasa berbeda yang belum pernah ada karena memadukan salmon dengan telur asin rebus sebagai isiannya. Ditambah bubuk nori dan saus mayo di bagian luarnya, ternyata rasanya enak dan cocok di lidah saya.

Pasta Ebi Awuk (IDR 69k)

 
Basically
menu yang simple yaitu sejenis spaghetti aglio olio dengan topping udang. Spaghetti yang ditumis dengan olive oil, bubuk cabai, dan herbs ini rasa pedasnya cukup nyata terasa, tapi sayang rasa yang lainnya hampir tidak ada alias too plain. Topping udangnya pun terasa hambar seperti tidak dibumbui. Agak disayangkan, karena sebenarnya penampilan menu ini cukup menarik dan menggiurkan dengan pasta yang terlihat berbumbu dan udang yang besar. Sedikit masukan, rasanya menu ini akan lebih enak jika bumbunya lebih banyak bawang putih untuk menambah aroma dan kelezatannya. Tak boleh ketinggalan, topping udangnya pun akan lebih enak jika dibumbui -minimal lada dan garam, agar tidak hambar.

Hot/Cold Ocha (IDR 15k)
Cold and fresh

Cold and fresh

 
Minuman andalan saat makan di restoran Jepang, tak lain dan tak bukan, pastinya ocha! Tersedia pilihan ocha dingin atau panas untuk set menu kami ketika itu, dan pastinya saya memilih ocha dingin di siang hari begini. Warna ocha-nya kuning kehijauan, agak pekat pada gelas pertama, terasa sedikit pahit tetapi masih bisa ditolerir. Ketika saya minta refill untuk gelas kedua dan ketiga, kepekatan dan rasa pahitnya berkurang menjadi lebih pas di lidah saya.

Pelayanan dan kecepatan menyajikan makanan menurut saya sedikit di bawah rata-rata. Pelayannya tergolong kurang sigap dan makanan lama keluar, padahal kedatangan grup kami yang tidak terlalu banyak jumlahnya ini sudah dikonfirmasi (reserved) sebelumnya, set menu sudah ditentukan dari pihak restoran, tambahan lagi saat itu kondisi resto sama sekali tidak ramai. Saat kami datang belum ada customer lain, dan selama kami makan pun hanya ada satu atau dua meja terisi.

Meskipun demikian, cukup menyenangkan mencoba fusion sushi di Sumo Sushi. Varian menu yang ditawarkan cukup banyak, terutama pilihan fusion sushinya yang unik dan tidak biasa. Oh ya, di Sumo Sushi ini customer bisa memilih isian sushinya mentah atau matang sesuai selera, jadi tidak perlu khawatir bagi yang tidak suka makanan mentah seperti saya. Bagi yang penasaran, tidak perlu ragu untuk mencoba karena dari segi harga tergolong affordable, sesuai dengan makanan yang kita dapatkan.
Supplementary Information:
Harus coba aneka fusion sushinya yang unik, dan bagi yang tidak suka ikan mentah bisa request untuk dibuat matang.
 
Recommended Dish(es):  Premium Salmon Kremes,Chicken Katsu
 
Table Wait Time: 15 minute(s)


Date of Visit: Aug 02, 2014 

Spending per head: Approximately Rp150000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Kembali ke Din Tai Fung Smile Aug 29, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Chinese | Restaurant | Bakmi/Kwetiau | Kumpul Keluarga

Dulu saya bersama keluarga cukup sering makan di Din Tai Fung, terutama di cabang PIM 2 ini. Setelah lama sekali tidak pernah ke sini lagi, akhirnya saya berkesempatan "kembali" ke sini untuk menikmati hidangan-hidangannya yang menjadi kesukaan sekeluarga.
Din Tai Fung welcomes you!

Din Tai Fung welcomes you!

 
Modern Chinese style

Modern Chinese style

 
Outlet Din Tai Fung di PIM 2 masih belum berubah sejak dulu dengan style modern chinese-nya. Untuk penataan interiornya terlihat modern dan clean dengan warna dominan hitam dan coklat serta permainan lighting yang ditata apik mendukung konsep keseluruhan. Perpaduan lampu putih dan kuning menjadikan ruangan tetap terang tetapi masih ada kesan hangat dan sedikit klasik dengan adanya cahaya kekuningan di beberapa bagian. Nuansa chinese restaurant terlihat dari beberapa ornamen khas yang paling banyak terdapat di area kasir.

 
Di bagian depan sebelah kiri terdapat bagian dapur khusus dim sum dimana customer bisa menyaksikan langsung pembuatan dim sum yang menjadi hidangan andalan Din Tai Fung. Dapur yang dibatasi dinding kaca itu terlihat teratur dan bersih, dengan beberapa personel yang selalu tampak sibuk dengan tugas masing-masing. Open kitchen ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi customer yang ingin mengetahui bagaimana sebuah Xiao Long Bao dibuat. 

Apa itu Xiao Long Bao? 
Mari dicoba saja!

Xiao Long Bao Ayam & Kepiting (4 pcs IDR 52k, 6 pcs IDR 75k, 10 pcs IDR 105k)
Steamed Crab Meat and Chicken Dumpling
A must try!

A must try!

 
Very delicious broth

Very delicious broth

 
Look inside my fav Xiao Long Bao!

Look inside my fav Xiao Long Bao!

 
Menjawab pertanyaan di atas, singkatnya Xiao Long Bao adalah jenis steamed dim sum dengan kuah kaldu di dalamnya. Isinya bisa bermacam-macam, dari yang klasik seperti daging ayam atau babi yang dibumbui, atau bisa juga dikreasikan menjadi aneka rupa isi seperti ayam dengan kepiting, keju, foie gras, beef, dan sebagainya. Din Tai Fung yang memang "menjagokan" menu Xiao Long Bao ini mempunyai beberapa kreasi isi yang dapat dipilih, dan semuanya halal. Di setiap meja terdapat petunjuk step by step cara makan Xiao Long Bao yang benar. Beberapa komponen pelengkap untuk makan Xiao Long Bao ini adalah irisan tipis jahe, cuka hitam, dan kecap asin. Adapun cara makannya yang benar sebagai berikut:
1. Tuangkan cuka hitam dan kecap asin di atas jahe dengan perbandingan 3:1 (cuka 3 bagian dan kecap 1 bagian)
2. Ambil Xiao Long Bao dengan sumpit dan letakkan di atas sendok, sobek sedikit kulitnya dengan sumpit hingga kuah di dalamnya keluar ke sendok, lalu minum kuahnya
3. Ambil sedikit jahe yang sudah dicampur cuka dan kecap asin, letakkan di atas Xiao Long Bao
4. Xiao Long Bao siap dinikmati kelezatannya

Meskipun ada standar dan tata caranya, saya pribadi tidak mengikuti semuanya. Saya tidak suka dengan cuka hitam dan jahe, maka saya hilangkan komponen itu. Cara makannya tetap saya ikuti, tetapi hanya menambahkan kecap asin dan sambal untuk memberi sedikit sensai rasa pedas. Kadang kala saya memilih menikmati rasa asli Xiao Long Bao dengan memakannya tanpa tambahan apa-apa, dan ternyata tetap enak. Sedapat mungkin Xiao Long Bao segera dimakan sesaat setelah dihidangkan, karena lebih enak dimakan saat masih hangat. Untuk variannya, favorit kami sekeluarga yang berisi ayam dan kepiting karena perpaduan rasanya klasik dan paling pas. Kami biasa memilih ukuran medium yang berisi 6 pcs karena saya suka sekali Xiao Long Bao ini. Untuk saya sendiri saja tidak akan pernah cukup hanya makan 1 buah Xiao Long Bao, minimal 2 buah atau lebih kalau bisa.. hehehe...

Ceker Ayam (IDR 23k)
Phoenix Claw

 
Saya pribadi tidak suka ceker ayam, tetapi saya sempat mencicip sedikit bumbunya yang agak berkuah dan ternyata rasanya enak. Tak heran jika anggota keluarga saya yang lain menyukainya dan selalu memesan menu ini setiap makan di Din Tai Fung. Menurut mereka, ceker ayamnya empuk, mudah memakannya, dan bumbunya meresap.

Tahu, Jamur Hioko dan Sayur Bayam Dengan Saus Spesial (IDR 66k)
Braised Home Made Tofu with Hioko Mushroom and Spinach Served with Special Sauce
My family's favorite menu!

My family's favorite menu!

 
Saya ingat dulu setiap kali makan di Din Tai Fung pasti pesan menu tahu spesial ini. Sejak pertama kali mencobanya memang kami sekeluarga jatuh cinta dengan rasanya yang lezat. Tahu home made dengan lapisan bayam di atasnya, dimasak dengan saus spesial ala Din Tai Fung dan jamur. Pada menu hanya disebutkan jamur hioko, tetapi di masakannya kami dapatkan ada pula sedikit jamur enoki. Tahunya lembut dan gurih, sausnya berwarna coklat gelap, dominan rasa saus tiram yang lezat dan agak kental. Satu porsi yang berisi empat potongan tahu pun kami habiskan dengan cepat dan rasanya masih ingin tambah lagi...

Kailan Dengan Saus Tiram (small IDR 52k, large IDR 65k)
Kailan with Oyster Sauce
Healthy and yummy

Healthy and yummy

 
Makan siang belum lengkap tanpa menu sayur. Kailan dengan saus tiram menjadi pilihan kami karena disukai semua anggota keluarga. Kailan dimasak dengan tingkat kematangan yang pas, tidak ada rasa pahit sama sekali, masih crunchy, dan warnanya hijau segar karena tidak overcooked. Kuah saus tiramnya kecoklatan dengan aroma bawang putih yang harum tapi tak berlebihan dan tidak sekental saus tahu jamur. Di atas kailan ditaburi bawang merah goreng yang cukup banyak sehingga menambah tekstur pada keseluruhan masakan. Menu ini enak dimakan dengan atau tanpa nasi, tergantung selera saja, tapi pastinya ingin tambah lagi dan lagi.

Nasi Goreng Udang (IDR 75k)
Fried Rice with Shrimp

 
Kami sekeluarga suka nasi goreng, terutama saya. Sekilas pandang, tampilan luarnya menarik menurut saya, berwarna kuning kecoklatan dengan udang berukuran sedang yang cukup banyak. Sayangnya nasi goreng udang ini rasanya kurang memenuhi ekspektasi kami dari sebuah restoran sekelas Din Tai Fung. Nasi gorengnya sebenarnya tidak terlalu berminyak, udangnya cukup banyak dan masih tergolong segar, hanya sayangnya tasteless. Bahkan bagi kami sekeluarga yang terbiasa mengurangi konsumsi garam, nasi goreng ini terasa kurang asin dan kurang tasty seperti kurang bumbu. Kami pun mengakalinya dengan menambahkan kecap asin dan sambal sehingga lebih kaya rasa.

Nasi Putih (IDR 10k)
Bukan menu yang istimewa tetapi harus ada, dan tidak boleh disepelekan juga karena nasi putih yang enak harus dimasak dengan benar. Saya pribadi kurang suka dengan nasi putih yang pera (dimasak dengan sedikit air sehingga agak keras) karena akan mengurangi kenikmatan makan, seenak apa pun lauknya. Nasi putih di sini dimasak dengan kadar air yang pas sehingga pulen dan rasanya enak. Apalagi dimakan saat masih hangat dengan tahu 3 jamur atau kailan saus tiram, rasanya nikmat dan pas sekali.

Lychee Mint Freeze (IDR 45k)
Lychee, peppermint leaf, and lime

 
Meskipun keluarga yang lain beranggapan rasanya aneh, tapi saya suka! Saya ingat ini bukan pertama kali saya memesannya, dulu sudah pernah coba dan rasanya asam manis segar. Ternyata tak salah ingatan saya, rasa minuman ini masih sama. Aroma dari daun peppermint segar yang diblender dengan es dan jeruk nipis terasa paling dominan, memberikan sensasi rasa asam yang dijamin mengusir kantuk. Sedikit rasa manis dari lychee kalengan menjadikan keseluruhan rasanya balance dan enak di lidah saya. Tampilan minuman ini juga tak kalah segar dengan warna dominan hijau plus garnish daun mint dan sebutir lychee di atasnya. Dingin dan segar!

Apple Juice (IDR 32k)

 
Dari beberapa pilihan juice yang terbuat dari buah segar (bukan dari juice botolan), hanya apple juice yang akhirnya ada. Secara keseluruhan tampak kurang menarik menurut saya pribadi, hanya di-garnish sangat sederhana dengan irisan apel di tepi gelas dan warnanya kuning tidak seperti apple juice pada umumnya yang biasa kehijauan atau coklat. Untunglah rasanya enak dan tetap terasa apel. Entah jenis apel apa yang digunakan, yang jelas fresh juice baik untuk kesehatan. Setuju?

Sungguh menyenangkan kembali ke restoran favorit keluarga yang satu ini! Kami sekeluarga tetap puas dengan rasa makanannya yang tidak berubah, hampir semuanya enak, dan menggunakan bahan-bahan berkualitas baik. Pelayanan para waitress-nya juga kami nilai masih sama seperti dulu, ramah dan cekatan dalam melayani permintaan kami. Satu hal kecil yang menyenangkan melihat waitress berinisiatif menawarkan tempat meletakkan tas wanita kepada tante saya tanpa harus diminta.

Soal harga... mungkin sebagian orang akan beranggapan mahal karena porsi makanannya termasuk kecil. Bagi keluarga kami, harga di Din Tai Fung masih sesuai dengan kualitas dan rasa makanan yang didapatkan. Ditambah dengan suasana yang nyaman dan pelayanan yang baik membuat kami tak hanya melihat dari harga tapi rasa puas secara menyeluruh yang dialami di sini. Jika menilik lebih dalam lagi, harga sedemikian tergolong wajar untuk sebuah restoran sekelas Din Tai Fung yang mempunyai tagline "Delicacy bestowed with MICHELIN star". Yup, it's a Michelin star resto... anyone?
Supplementary Information:
Bagi yang pertama kali makan di sini harus coba Xiao Long Bao ala Din Tai Fung yang menjadi andalan mereka. Ikuti cara makan Xiao Long Bao yang benar dan paling enak dimakan selagi masih hangat.
 
Recommended Dish(es):  Xiao Long Bao Ayam Kepiting,Tofu with Hioko Mushroom and Spinach,Kailan Saus Tiram
 
Table Wait Time: 10 minute(s)


Date of Visit: Aug 01, 2014 

Spending per head: Approximately Rp125000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Perancis | Restaurant | Steak & Grills | Kumpul Keluarga

Sore hari di mall, saya dan sahabat mampir sejenak ke Delifrance untuk duduk-duduk santai sambil menikmati kue ala Perancis di sini. 
Delifrance PIM 2

Delifrance PIM 2

 
A classic look

A classic look

 
Outlet Delifrance terletak di lantai dasar PIM 2, tepat di sebelah Pizza Marzano (sekarang Pizza Express) dan Rococo. Seingat saya outletnya sudah pernah berganti tampilan karena restoran ini sudah beroperasi cukup lama sejak PIM 2 dibuka. Tampilan outletnya yang sekarang bergaya Eropa klasik seperti sebuah kafe di kota Paris. Kesan hangat dan homey tercipta dari penataan interiornya yang harmonis dan lighting yang mendukung. Ada satu bagian agak di sudut dekat jendela yang sangat cantik menurut saya. Mulai dari desain lantai, meja kursi kayu bergaya klasik, hiasan di kaca jendela, hingga lampu dinding di dekatnya membuat sudut ini tampak romantis, bagus untuk spot berfoto ria atau candle light dinner berdua dengan pasangan.
Romantic corner

Romantic corner

 
Ketika kami datang, restoran yang sekaligus sebagai cafe dan bakery ini tidak terlalu ramai, maklum saat itu bulan Ramadhan dan masih jauh dari jam berbuka puasa. Memasuki restoran, kami langsung menuju etalase di bagian kanan untuk memilih cake. Jajaran cake lezat tampak sangat menarik untuk dicoba, rasanya ingin memesan semuanya! Sahabat saya merekomendasikan cake tempat ini karena ia sudah beberapa kali menikmati kelezatannya. Tak mengherankan, karena Delifrance mempunyai chef Rene Gazoti yang asli Perancis.
Iced Coffee with the cakes

Iced Coffee with the cakes

 
iced Coffee (IDR 30k)
Minuman simple yang menyegarkan di sore hari. Segelas kopi dingin cocok sebagai teman makan cake yang manis dan bisa menghalau kantuk atau lelah yang menyerang di sore hari begini. Disajikan dengan gula cair terpisah dalam sebuah cangkir mini, sehingga kita bisa menentukan sendiri tingkat kemanisannya sesuai selera.

Blueberry Cheese Cake (IDR 28k)
Yummy

Yummy

 
Yummy

Yummy

 
Pilihan teman saya ini ternyata enak sekali dan rasanya beda dari cheese cake di tempat lain. Cheese cake-nya sendiri tidak terlalu manis dan cukup firm, tidak terlalu lunak teksturnya sehingga tidak membuat machtig. Di bagian atas terdapat lapisan homemade blueberry jam yang masih bertekstur dengan rasa asam-manis pas dan aroma blueberry yang natural (karena terbuat dari blueberry segar tanpa artificial flavour). Di dalam cheese cake masih terdapat beberapa gumpalan semacam blueberry paste yang lebih padat, jadi rasa asam-manis blueberry tidak hanya didapatkan di bagian atas tetapi di dalam cake juga. Biscuit base yang melapisi bagian bawah dan luar cheese cake bertekstur seperti biscuit crumbs yang renyah dan agak mudah hancur seperti terlihat pada cake teman saya yang sedikit "runtuh" ketika dihidangkan di piring. Rasa biscuit base-nya cenderung plain, hanya ada sedikit rasa manis sehingga tidak mengganggu rasa cake, justru membuat tekstur keseluruhan cake menjadi kompleks. Yummy!

Black Velvet Truffle (IDR 28k)
For Choco Lovers

For Choco Lovers

 
Sebagai penggemar berat coklat, saya sudah "mengincar" cake ini sejak pandangan pertama. Penampilannya memang tidak terlalu mewah dan mungkin kurang menggugah selera, tetapi jangan dulu meremehkan kue ini sebelum mencobanya! Begitu potongan pertama masuk ke mulut, saya langsung jatuh cinta dan ingin segera makan sepotong lagi, lagi, dan lagi.. hingga habis. Black Velvet Truffle terdiri dari sponge sacher, lapisan chocolate cream, dan chocolate ganache bertabur bubuk coklat sebagai garnish di bagian paling atas. Saya suka sekali cake coklat ini karena rasa coklatnya benar-benar mantap, terutama chocolate ganache yang di atas.. Sponge sacher yang lembut tetapi masih bertekstur, berpadu dengan chocolate cream yang sedikit manis menjadi balance. Tanpa terasa cake ini habis dengan cepat...
Half left

Half left

 
Pelayanan di Delifrance menurut kami cukup baik, standar restoran pada umumnya. Waitress cukup komunikatif dan yang terpenting ramah dalam melayani customer. Pesanan kami keluar cukup cepat karena hanya berupa cake yang disajikan di piring tanpa garnish tambahan apa pun. Overall kami puas dengan Delifrance, mulai dari tempatnya yang cantik, pelayanan yang baik, cakes yang enak dan berkualitas, serta tak kalah penting adalah harga yang kami bayarkan sesuai dengan kepuasan yang didapat. Banyak tempat lain yang mempunyai cake enak tetapi harganya selangit, berbeda dengan Delifrance yang harganya affordable. Delifrance, I'll be back!
Supplementary Information:
Sisakan ruang di perut untuk mencicipi dessert atau kue-kue dari Delifrance yang tidak boleh dilewatkan.
 
Recommended Dish(es):  Blueberry Cheese Cake,Black Velvet Truffle
 
Table Wait Time: 5 minute(s)


Date of Visit: Jul 09, 2014 

Spending per head: Approximately Rp50000(Other)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Fusion Sushi di SushiGroove OK Aug 27, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Restaurant | Sushi | Halal | Kumpul Keluarga

Hari libur nasional, menyenangkan rasanya bisa berkumpul dengan sahabat baik saya yang sebentar lagi akan meninggalkan tanah air untuk bekerja di luar negeri. Selain jalan-jalan dan sekedar window shopping, kuliner pastinya menjadi acara wajib karena merupakan hobi kami berdua.
Welcome to Sushi groove PIM 2

Welcome to Sushi groove PIM 2

 
Pilihan kuliner kami kali ini jatuh pada Sushigroove. Saya yang memang jarang makan sushi menyetujui karena di sini banyak pilihan fusion sushi, sedangkan sahabatku pastinya suka karena dia penggemar makanan Jepang.

Resto Jepang yang berlokasi di Pondok Indah Mall 2 - Restaurant Row ini sudah cukup lama beroperasi. Sudah sering saya melewati resto ini dan tertarik dengan konsep desain outlet-nya yang tampak catchy di antara deretan resto tetangganya. Dimulai dari bagian depan, sebuah logo besar berwarna hijau di atas background kayu gelap terlihat simple dan modern. Beranjak ke dalam, terdapat meja dan kursi berbahan kayu ditata efektif memenuhi ruangan yang tidak terlalu luas. Tampilan outlet dibuat seperti di kedai dengan adanya meja-meja panjang yang sifatnya sharing, dimana customer bisa duduk bersebelahan dengan customer lain yang tidak saling kenal. Meja-meja terpisah untuk kelompok kecil masih tersedia, namun jumlahnya lebih sedikit. Ruangan terbagi dua bagian yaitu area smoking dan non smoking, dipisahkan oleh semacam service area tempat makanan disiapkan.

 
Penataan ruangan minimalis tanpa banyak pernik hiasan. Lighting resto temaram, kontras dengan dinding di salah satu sisi yang diberi lighting terang bermotif garis-garis abstrak. Dinding inilah yang terlihat sangat catchy dari luar ketika kita melewati resto. Di atas setiap meja panjang terdapat lampu sekaligus ornamen ruangan yang terbuat dari dua layer kain berwarna hijau tua dan hijau muda, ditambah efek cahaya lampu di dalamnya menghadirkan nuansa hijau sebagai aksen di tengah ruangan yang gelap. Di atas meja-meja yang lebih kecil juga terdapat lampu gantung berbahan sama namun kombinasi warnanya kebalikan dari yang panjang.

 
Catchy decor

Catchy decor

 
Ismaya Group yang menaungi Sushigroove memang terkenal tidak tanggung-tanggung dalam "mendandani" setiap restorannya. Tidak cukup hanya interiornya saja yang ditata apik, sampai ke peralatan makannya pun menyesuaikan konsep keseluruhan restonya. Untuk Sushigroove yang bercirikan warna hijau, peralatan makannya juga bernuansa hijau dipadukan beberapa pernik berwarna gelap.
Peralatan makan yang serasi

Peralatan makan yang serasi

 
Siap mulai makan?

Cold Ocha (refillable, IDR 13k)
Segar

Segar

 
Saat menikmati makanan Jepang, minuman yang paling pas memang cold ocha, my favorite! Tidak terlalu pekat, tidak terlalu pahit, dan yang penting bisa refill. Minum teh ini rasanya tidak jauh berbeda dengan minum air putih, dan bisa menetralisir rasa makanan di mulut. Pilihan dingin juga cocok untuk siang hari karena terasa lebih menyegarkan. Sebuah pilihan tepat, bukan?

Tako Yaki Udon (IDR 69k)
Sauteed udon with octopus
Enak tapi porsinya kecil sekali

Enak tapi porsinya kecil sekali

 
Sebuah menu simple pilihan sahabat saya, tentunya. Dia suka octopus, sedangkan saya tidak, tetapi tak apa karena saya tetap bisa mencicipinya. Potongan tako cukup besar sehingga mudah saya hindari agar jangan sampai terambil. Tingkat kematangan udon pas sesuai selera saya, yaitu sedikit melebihi al dente tetapi tidak sampai terlalu lunak juga. Udon dimasak dengan bawang putih yang cukup banyak, potongan tipis paprika, dan tako. Rasanya sedikit pedas dan enak meskipun tidak dapat dikatakan istimewa, hanya agak terlalu asin untuk standar lidah saya. Tersaji di atas piring bertepi cantik nan unik, namun garnish-nya sederhana hanya berupa irisan halus daun bawang yang diletakkan di atas tumpukan udon. Porsinya tergolong minimalis alias sedikit!

Krakatau Roll (half portion IDR 29k, full portion IDR 49k)
A delicious explosion of gindara and asparagus roll in Sushigroove's special mayo sauce
Too much mayo!

Too much mayo!

 
Kami memilih menu ini karena tertarik dengan kata "gindara and asparagus roll" yang tertera di menu. Rasanya asparagus jarang ada dalam ingredient sushi, maka kami pun jadi tetarik mengetahui seperti apa rasa fusion sushi yang satu ini. Terdapat dua pilihan porsi yaitu full portion yang terdiri dari 8 potong sushi, dan half portion yang berisi setengahnya yaitu 4 potong sushi. Kami memilih half portion agar masih ada cukup ruang di perut untuk menu-menu lainnya. Ketika menu ini datang, ternyata kecil sekali ya… Tiga potong sushi disusun merapat di tengah piring dan yang sepotong diletakkan di atasnya seperti puncak menara, kemudian dihiasi mayo dan saus sambal. Rupanya presentasi ini sesuai nama menunya "Krakatau", jadi tampilannya dibuat seperti gunung berapi tengah mengeluarkan lahar. Sushi-nya sendiri berbalut tepung tempura di bagian luar yang sebenarnya crunchy, tetapi sudah tidak garing lagi karena terkena lelehan saus di hampir seluruh permukaannya. Saya coba potongan pertama, langsung terasa sausnya yang terlalu mendominasi sehingga saya tidak begitu bisa merasakan gindara, apalagi asparagusnya. Penasaran, saya coba lagi potongan kedua. Ah, ternyata masih sama, seperti makan nasi dengan sedikit nori dan saus mayo saja. Sahabat saya pun berpendapat sama, dia tidak menemukan baik rasa maupun potongan asparagus di dalamnya. Bukan berarti menu ini tidak enak, tetapi agak mengecewakan karena saus mayo yang berlebihan menutup rasa dari komponen lainnya.

Princess Roll (half portion IDR 39k, full portion IDR 69k)
Baked tuna and dream sauce on top of our California Roll
Enak!

Enak!

 
Lain kali harus pesan full portion

Lain kali harus pesan full portion

 
Another fusion sushi yang kami pilih karena seluruh isinya pasti matang, dan kami penasaran dengan rasa dream sauce yang disebutkan di menu. Empat potong sushi tersaji di atas piring hitam karena kami kembali memilih half portion. Potongan sushinya lebih besar dari krakatau, bentuk roll-nya lebih rapi dan disusun berjajar memanjang. Tidak ada komplain untuk isi California roll yang soo basic (tapi enak), apalagi untuk topping baked tuna beserta dream sauce di atasnya yang soo perfect. Potongan tuna yang digunakan tipis dan dagingnya segar sehingga tidak ada rasa amis sama sekali. Dream sauce sendiri berbahan dasar mayo yang dibumbui ala Sushigroove, menghasilkan saus yang rasanya balance dan terasa lumer di mulut. Ditambah taburan caviar dan sedikit wijen goreng menjadikan sepotong sushi ini memiliki tekstur yang kompleks dan tentunya rasa yang membuat kita ingin makan sepotong lagi dan lagi. Duh, jadi menyesal hanya pesan half portion untuk berdua!

Soft Shell Crab Salad (IDR 49k)
Crispy soft shell crab on top of romaine lettuce, edamame, and carrot with wasabi mayo dressing
Segar, crunchy, dressignya pas!

Segar, crunchy, dressignya pas!

 
Edamame menjadikannya khas salad Jepang

Edamame menjadikannya khas salad Jepang

 
Menu salad yang seharusnya menjadi makanan pembuka justru keluar paling akhir di antara semua pesanan kami, maka jadilah salad penutup. Pada dasarnya isi salad ini standar seperti salad umumnya yaitu romaine lettuce, wortel parut, tomat, dan kyuri, namun menjadi "ala Jepang" dengan adanya edamame dan dressing wasabi mayo. Menjadi lebih berbeda lagi karena adanya satu ekor soft shell crab berbalut tepung tempura yang crunchy sebagai topping utama. Satu catatan saya, wasabi mayo dressing-nya enak karena rasa wasabi tidak sampai mendominasi, tetapi cukup memberikan seberkas rasa yang khas setelah dicampurkan dengan sayuran. Awalnya saya merasa dressing yang diberikan terlalu sedikit, ternyata setelah diaduk agak lama dengan sayuran justru pas komposisinya. Secara keseluruhan salad ini enak dan kami berdua menyukainya, tak heran jika porsinya yang tergolong kecil ini dapat kami habiskan dengan cepat.

Dari segi pelayanan, waitress di sini cukup responsif, ramah, dan menguasai menu. Makanan pesanan kami termasuk agak lama keluar mengingat kondisi resto sedang tidak ramai. Kami menunggu sekitar 20 menit hingga akhirnya menu pertama tersaji, namun bisa dimaklumi karena menu pilihan kami memang perlu waktu lebih untuk mempersiapkannya. Cita rasa makanan tergolong aman, kategori fusion-nya tidak ada yang terlalu "ajaib", hanya sedikit kekurangan semisal terlalu asin tetapi tidak sampai fatal.
Bicara soal harga, jujur saja, pricey. Jika dinilai dari rasa dan kualitas, mungkin masih worth it karena rasa makanan di sini enak (meskipun tidak semuanya) dan bahan makanan berkualitas baik, tetapi jika dilihat dari porsinya yang kecil jadi terasa mahal. Meskipun demikian, harga bukan segalanya. Suasana resto, pelayanan yang baik, terutama rasa dan kualitas makanan menjadikan customer tetap ingin datang lagi. Saya pribadi masih ingin kembali di kemudian hari untuk mencoba beberapa menu lain yang tampaknya menarik, karena Sushigroove menyediakan cukup banyak varian menu yang dapat dipilih.

------------------------------
Ulasan dan foto lebih lengkap di http://andrianiwiria.blogspot.com/2014/08/fusion-sushi-di-sushigroove.html
Supplementary Information:
Bagi yang tidak suka pedas, tidak perlu khawatir dengan label "spicy" yang tertera di buku menu karena rasa sebenarnya sangat jauh dari pedas, aman! Sebaliknya bagi yang suka pedas bisa ditambahkan bubuk cabai yang tersedia di meja.
 
Recommended Dish(es):  Soft Shell Crab Salad,Cold Ocha,Princess Roll
 
Table Wait Time: 20 minute(s)


Date of Visit: Jul 09, 2014 

Spending per head: Approximately Rp125000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Nostalgia Vietnam di Do An Smile Jul 14, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Vietnam | Restaurant | Bakmi/Kwetiau | Vegetarian | Kumpul Keluarga

Kali ini saya mencoba salah satu restoran khusus makanan Vietnam yang menurut rekomendasi seorang teman rasanya masih "Vietnam banget". Teman saya ini sudah sering bertualang kuliner di Vietnam, tentu bisa saya percaya rekomendasinya.
Đồ Án, sebuah restoran Vietnam yang outletnya sudah tersebar di beberapa area Jakarta, salah satunya di Area 51 Pondok Indah Mall. Outlet Do An terletak di ujung paling dalam lantai 1 Area 51, agak dekat dengan eskalator dan lift. Papan nama restoran terpampang besar dan sangat jelas di bagian atas outlet, beserta gambar seorang perempuan berbaju tradisional Ao Dai dan topi caping yang merupakan ciri khas Vietnam. Dari papan namanya saja kita sudah cukup dapat mengenali identitas Vietnam, ditambah lagi dengan tagline "Vietnamese Experience" di bawah namanya.
Do An Vietnamese Experience #myfood

Do An Vietnamese Experience #myfood

 
Warna merah terang seperti bendera negara Vietnam mendominasi tampilan outlet Do An. Bagian depan outlet tergolong sederhana dengan penataan modern minimalis, dipercantik beberapa lampion gantung. Dapur berada di bagian dalam, tertutup, dengan sebuah jendela kecil tempat mengeluarkan makanan yang siap dihidangkan. Di sebelah kiri depan terdapat papan merah besar berisi daftar menu. Seluruh nama menu masih menggunakan bahasa Vietnam dengan sedikit keterangan berbahasa Inggris di bawahnya. Bingung atau ragu? Jangan khawatir karena setiap menu dilengkapi dengan foto untuk memudahkan customer memilih menu. Jika malas membaca satu persatu menu di papan, masih ada beberapa menu andalan dan best seller yang terpampang dengan foto lebih besar pada neon box dan layar LCD di atas kasir.
Counter #myfood

Counter #myfood

 
Read menu here #myfood

Read menu here #myfood

 
Sebenarnya ada beberapa menu yang menjadi incaran untuk saya coba, namun apa daya, kebetulan saya datang sendiri dan sebelumnya sudah "ngemil" salad ketika menemani teman berbuka puasa. Jadilah saya hanya bisa memilih satu menu saja.
Bun Bo Hue (IDR 55,5k ++)
Spicy beef noodle soup "Hue" style
Malam ini saya sedang ingin makanan yang hangat, berkuah, namun sedikit spicy. Bun Bo Hue adalah pilihan tepat yang memenuhi semua kriteria tersebut. Semangkuk rice noodle berkuah kecoklatan berisi potongan daging sapi serta taburan daun bawang dan cilantro dirajang tipis. Di mangkuk terpisah disediakan pelengkap yang terdiri dari tauge (bean sprouts) mentah, selada, potongan jeruk nipis, dan sambal. Kuahnya yang masih mengepul sangat "mengundang" untuk segera dicicipi.
Main bowl and toppings #myfood

Main bowl and toppings #myfood

 
Seperti biasa saya pasti mencicip kuahnya terlebih dahulu, apa adanya sebelum ditambah pelengkap. Kuah kaldu yang tampak kecoklatan itu sebenarnya bening (clear soup), rasanya gurih tetapi masih light dan terasa tidak terlalu banyak menggunakan penyedap rasa. Saya lihat banyak potongan cabai merah halus di dalam kuah, tak heran kalau pedasnya cukup terasa sejak seruputan pertama. Selain cabai merah (jenis cabai keriting pedas atau bahkan rawit) terdapat juga potongan bawang bombay dan tentunya rajangan daun bawang dan cilantro yang seakan wajib ada dalam noodle soup Vietnam. Potongan bawang bombai sepertinya dimasukkan dalam keadaan mentah saat akan disajikan, lalu menjadi sedikit matang karena siraman kuah panas sehingga teksturnya masih agak crunchy dan terasa manis ketika dikunyah. Aroma cilantro memang sedikit over powering di lidah saya, tetapi memang demikianlah "standar" makanan di Vietnam sana.
Good quality of beef #myfood

Good quality of beef #myfood

 
Vietnamese rice noodle #myfood

Vietnamese rice noodle #myfood

 
Daging sapi yang digunakan seperti daging untuk sukiyaki. Potongannya tipis, empuk, dan tidak banyak lemak sesuai request saya ketika memesan tadi. Mie berasnya tidak lebar, agak tebal, dan berwarna putih pekat, agak berbeda dengan yang saya makan ketika di Vietnam dulu -lebih lebar, tipis, dan warnanya putih sedikit transparan. Tingkat kematangannya pas, tidak terlalu lunak ataupun kenyal.
fresh vegs, lime, and samba #myfood

fresh vegs, lime, and samba #myfood

 
Bahan pelengkap yang disajikan mentah saya masukkan semua ke dalam kuah selagi masih panas sehingga menjadi sedikit matang. Tauge yang digunakan berjenis besar, lebih crunchy dan terasa manis, menambah tekstur dan rasa pada noodle soup ini. Jangan lupa perasan jeruk nipis yang memberikan seberkas rasa asam segar harus ditambahkan agar keseluruhan rasanya menjadi mantap dan balance. Sambal dalam piring plastik kecil itu sebenarnya enak (dimasak dengan terasi atau mungkin semacam teri goreng ditumbuk halus sehingga aromanya sedap), tapi karena kuahnya sudah pedas maka tidak saya tambah sambal lagi.
Put all toppings to the bowl Main bowl and toppings #myfood

Put all toppings to the bowl Main bowl and toppings #myfood

 
Baiklah cukup berkata-kata, saatnya menghabiskan semangkuk Bub Bo Hue yang sudah lengkap dengan toppingnya!
Ready! #myfood

Ready! #myfood

 
Pelayanan di sini standar seperti umumnya food court, dimana customer harus menunggu makanannya disiapkan kemudian membawanya sendiri ke meja. Masalahnya, saya harus menunggu cukup lama untuk semangkuk noodle soup, padahal kondisi resto sedang sepi. Saya lihat customer yang baru memesan setelah saya selesai membayar di kasir justru makanannya tersaji duluan. Sedikit mengecewakan sad Dari segi harga tergolong agak mahal jika kita hanya melihat berdasarkan price list tanpa mencoba, tetapi jadi terasa worth it karena rasanya yang enak dan mirip dengan versi asli di Vietnamnya. Lebih murah jauh daripada terbang langsung ke Vietnam, lho...
Meskipun belum pernah mencoba Bun Bo Hue langsung di kota asalnya (ketika ke Vietnam saya belum sempat mengunjungi kota Hue) menurut saya pribadi rasanya enak dan mewakili cita rasa makanan khas Vietnam. Dari semua komponen yang ada, aroma cilantro pada kuahnya sangat mirip dengan semangkuk pho yang saya nikmati pertama kali di sebuah kedai kecil di kota Hanoi.
 
Recommended Dish(es):  Bun Bo Hue
 
Table Wait Time: 10 minute(s)


Date of Visit: Jul 04, 2014 

Spending per head: Approximately Rp63000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0