OpenRice Index
  
missnl
This is missnl living in Cilandak. I am a graphic designer, work in Lebak Bulus. I like to hang out in Tanjung Duren, Pondok Indah, Senayan. Bali, Chinese, Itali, India are my favorite cuisines. I also love Street Foods, Kafe, Restaurant, lounge and Siomay / Batagor, Pizza & Pasta, sate lilit bali.
Member 10 First(s)
No. of Review67 Review(s)
編輯推介數目33 Editor's Choice
Recommended8 Recommended
Popularity3694 View(s)
Replies in Forum1 Comment(s)
Upload Photos1237 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant42 My Restaurant(s)
Follow58 Following
粉絲391 Follower(s)
missnl  Level 3
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 1 to 5 of 9 Reviews in Indonesia
Membeli Suasana di The Rock Bar Smile Apr 10, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Lounge/Bar | Wine | Pesta | Pemandangan Laut | Hang Out

Banyaknya review tentang Rock Bar di berbagai media, membuat saya sangat tertarik mengunjunginya. Meskipun sudah melihat foto2nya di internet dan majalah, tentu belum afdol jika belum datang langsung. Maka dari itu, jauh2 di ujung Jimbaran pun saya datangi tempat ini. The Rock Bar berada di Ayana Resort & Spa, sebuah hotel eksklusif di daerah Jimbaran. Rock Bar merupakan bar terbuka (open top bar) yang sangat terkenal karena lokasinya yang unik yaitu dibangun di karang terjal setinggi 14 meter di pantai Jimbaran oleh arsitek Jepang. Bar ini bergaya modern minimalis dengan lantai kayu, bertingkat-tingkat mengikuti kontur tanahnya. Lokasi ini menjadikan Rock Bar memiliki pemandangan fantastik ke laut lepas. Untuk mencapainya, harus turun dengan semacam cable car dari halaman belakang hotel Ayana. Cable car ini berfungsi sebagai lift yang mengantar tamu datang & pulang. Untuk tamu yang menginap di Ayana Resort sebenarnya ada jalan lain bertangga tanpa harus pakai cable car, tapi tentu lebih jauh mad Dalam perjalanan dengan cable car pun pemandangannya sudah indah. Sekali jalan cable car bisa mengangkut 4-5 orang dewasa dan memakan waktu sekitar 2-3 menit.

Sampai di area Rock Bar, setiap tamu yang datang langsung disambut reception desk untuk mendaftarkan nama baru kemudian diantar oleh usher ke tempat duduk. Jadi tamu tidak bisa masuk sembarangan sesuka hati. Tamu yang menginap di hotel Ayana mendapat privillege karena bisa menempati area bar yang posisinya paling tinggi sehingga view-nya paling baik untuk menyaksikan sunset. Area bar ini baru dibuka untuk umum setelah jam 6. Karena datang agak awal, saya masih bisa mendapat tempat yang cukup strategis di area umum, yang tidak terhalang orang untuk nanti memotret sunset. Di bawah area saya duduk, ada satu bagian yang lebih rendah dengan tempat duduk sofa rotan berpadding empuk dan meja rendah, ketika saya tanyakan, tempat itu hanya untuk tamu yang akan spending 600ribu ke atas. Wow... jadi semua tempat beda harganya di sini. Jika mau dapat tempat terbaik, ada harga yang harus dibayar. Ketika sudah gelap, laut tidak kelihatan lagi, hanya suara ombak saja yang terdengar. Sebagai gantinya, tamu bisa menikmati tata cahaya yang indah disini. Memang harus sedikit hari2 melangkah karena pencahayaannya temaram. Menjelang malam bar makin ramai, terutama tamunya para ekspatriat alias bule. Jika sedang ramai begini, tamu harus pasrah jika untuk naik atau turun ke bar harus mengantri panjang untuk naik cable car.

Saya datang sekitar pk. 16.00, saat matahari masih sangat terik. Sambil memberikan buku menu, waitress pun menawarkan payung untuk menghalau panas, rupanya memang sudah diantisipasi yah.. Saya pun tidak menolak, at least untuk menghalau silaunya matahari yang sangat tak nyaman di mata (karena saya berkaca mata silinder, jadi tidak pakai sunglasses). Saya memang hanya berencana untuk snacking saja disini, karena sudah ada jadwal makan malam sendiri di pantai Jimbaran nanti. Berikut menu snack yang saya pilih:

 
Mixed potato, 50k
Berisi potato wedges, curly fries & pita breads dengan cocolan hummus, curry mayonnaise, & saus tomat. Potato wedges & curly fries biasa saja seperti yang bisa didapat dimana2, tapi pita breads nya yang enak, kering dan renyah. Cocolannya saya paling suka curry mayonnaise yang paling enak. Menu yang sebenarnya sederhana ini tampil sangat menarik karena penyajiannya. Mixed potatoes ditata dalam gelas anyaman rotan, saus masing2 di cobek mini dari batu hitam, semuanya ditempatkan dalam baki kayu hitam dengan pinggiran logam sebagai bingkai. Mewah!

Virgin tropical tango, 80k
Mocktail yang diracik dari strawberry, mango, pineapple, & grenadine. Rasanya asam manis dan bersoda. Cocok diminum ditengah udara panas seperti ini. Warnanya cantik, rasanya enak, dan penyajiannya menarik di gelas pendek dengan garnish simple.

 
Inilah hasil foto yang saya dapatkan dari tempat duduk saya. Walaupun sunset-nya tidak sempurna karena ada awan, tetap menjadi pengalaman tak terlupakan bisa berada di tempat bagus ini. Kesimpulannya, Rock Bar memang 'menjual' tempat dan suasana sebagai yang utama.

 
Spending per head: Approximately Rp130000

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

The Famous BJ Cafe Smile Apr 09, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Bali | Kafe | Halal

Menurut referensi2 yang saya baca di internet, Cafe Batu Jimbar sudah terkenal sejak lama. Terletak di kawasan Sanur yang ramai, pastinya sebuah cafe yang sudah beroperasi sekian lama & tetap eksis, makanannya pun enak. Oleh karena itu, sengaja saya sempatkan mampir untuk mencicipi menu spesialnya.

 
Kebetulan hari itu kami (saya & nyokap) memang ke daerah Sanur untuk Sea Walker. Selesai Sea Walker sebenarnya kami sudah makan siang, tapi sengaja kami sisakan tempat di perut karena mau mampir sekalian ke Cafe BJ. Daerah Sanur yang dekat laut pastinya panas, apalagi hari itu pun cerah ceria, siang bolong pula... tapi memasuki area Cafe BJ suasana agak teduh karena banyaknya pohon. Cafe BJ terbagi menjadi dua area yaitu indoor dan outdoor. Area indoor beratap cukup tinggi sehingga udara terasa lebih sejuk daripada di luar karena sirkulasi udara yang bagus. Di langit2 bagian tengah digantungkan hiasan yang sangat menarik berupa cangkir2 teh beserta tatakannya (dilekatkan jadi satu) digantung terbalik dengan kabel2 hitam yang dirangkai dari tengah. Mungkin kalau malam ini berfungsi jadi lampu membentuk sebuah "chandelier" besar. Sungguh hiasan yag kreatif, sederhana, tapi eye catching! Interior di dalam didominasi warna gelap hitam, coklat tua, dengan meja2 dan kursi2 kayu.

 
Nyokap bergaya di area outdoor samping tempat kami duduk
Siang itu area indoor sudah penuh, terutama karena di tengah ada meja2 yang digabung jadi panjang penuh ibu2 bule seperti sedang arisan lol. Kami pun memilih area outdoor saja, tapi di teras samping bukan di depan. Di teras samping ini lebih teduh karena lebiih banyak pepohonan, dan tidak terlalu dekat dengan jalan. Sekelilingnya tembok tinggi dari susunan batu2 kecil, ada dua payung taman di ujung, tapi meja kami cukup barpayung pohon alami yang sudah pasti lebih sejuk.

 
Untuk makanannya, berhubung kami sudah makan sebelumnya, kami hanya memesan satu makanan saja untuk di-share berdua.. dan tentunya pilihan jatuh pada menu yang sudah terkenal ini (lagi2 hasil membaca2 referensi & berbagai food review di internet), yaitu BJ Salad (55k). Salad ini berisi berbagai macam sayuran diantaranya standar salad seperti wortel, buncis, lettuce, jagung pipilan. Selain itu isi spesialnya adalah terong yang di-grill, bit merah, dan asparagus. Terakhir, yang menarik adalah raspberry vinaigrette sebagai dressingnya. Dressing ini terasa asam manis, tapi tetap ada gurih creamy-nya, berpadu pas jika dicampurkan ke salad. Saladnya jadi makin menyegarkan dan berbeda dari salad2 biasa.. tak heran menu ini jadi favorit dan khas Cafe BJ, makan dinamai sama dengan nama cafenya. Harganya termasuk tidak mahal untuk seporsi salad kelas cafe, apalagi isinya pun fresh dan bermutu baik.

Di area indoor tengah dibawah hiasan cangkir2 itu ada area bar dan etalase berisi berbagai macam kue & dessert yang sebenarnya sungguh menggoda untuk dicicipi. Apa daya perut tak muat lagi, jadi kami tidak bisa mencobanya. Overall pelayanannya cukup baik dan cekatan dalam melayani customer, waiter/waitessnya cukup menguasai menu. Tak menyesal khusus menyambangi cafe ini, lain kali saya masih ingin mampir lagi untuk mencoba menu2 lainnya.
 
Recommended Dish(es):  BJ Salad
 
Spending per head: Approximately Rp60000

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Bali | Restaurant | Halal | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

Dulu sekali, Mykonos Taverna ada di Cilandak Town Square. Sayangnya saya belum kesampaian mencoba sudah keburu tutup & hingga sekarang hanya ada di Bali. Tentunya, ketika berkesempatan ke Bali saya sempatkan mencoba, apalagi lokasinya pun di daerah ramai yg strategis yaitu Oberoi. Restorannya sendiri sederhana, dan agak panas (gerah) padahal sy datang utk dinner, gimana kalo siang hari yah? Meskipun ruangannya tidak terlalu besar, tapi penuh dengan meja dan kursi sehingga dapat menampung banyak orang juga, namun malam itu sedang tidak ramai. Dekornya cenderung sederhana bernuansa homey, mungkin dibuat agar seperti rumah di yunani. Lampunya pun pakai bohlam kuning yang tak terlalu terang sehingga makin menyerupai suasana di rumah.
Karena lumayan 'buta' dgn makanan yunani, cukup lama kami membolak balik buku menu yang (untungnya) ada fotonya. Berikut pilihan kami:

 
Mykonos gyros, 55k
pocket pita bread berisi pork, dibungkus bersama lettuce, onion, tomat, dengan dressing tzatziki sauce, dihidangkan bersama french fries. Enak dan mengenyangkan! Porsinya besar, kalau sendirian saya tak akan sanggup menghabiskannya.

 
Sahanaki, 30k
melted feta cheese with tomato, oregano, garlic, dill, olive oil. Rasanya asin, gurih, creamy, juga harum rempah2. Penampilannya memang terlihat berantakan seperti bubur yang tak cantik, tapi ternyata rasanya enak.

 
Mixpikilia, 35k
mixed appetizer yang terdiri dari humus, melitzanes, tzatziki, dolmathes, feta cheese, greek olive & mix salad. Cocok sekali buat kami yang memang mau coba2 berbagai jenis makanan yunani ini. Dalam satu piring ada 7 macam appetizer khas yunani yang hampir semuanya enak. Berikut detail dari beberapa nama appetizer tsb sebagai informasi yang mungkin berguna:
- dolmathes: grape leaves w/ rice, dill, yoghurt&olive oil
- tzatziki: yoghurt w/cucumber, garlic, dill, olive oil
- humus: chick beans w/ tahini, lemon, dill, garlic, olive oil
- melitzanes: eggplant w/feta cheese, lemon, dill, garlic, olive oil

Overall, I love greek food! Enak dan cocok di lidah saya karena bahan2nya pun basically saya suka, misalnya feta cheese, olive, dan olive. Soal harga, very worth the price! Kalau dibandingkan dgn pasaran harga di jakarta, ini sungguh tidak mahal & sesuai dgn yg kita dapatkan. Pelayanannya memang masih perlu ditingkatkan, karena masih seperti kafe rumahan yang belum profesional.
 
Recommended Dish(es):  Mykonos gyros
 
Spending per head: Approximately Rp50000

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 2  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
   1 Vote(s)   View Results
Recommend
0

Menikmati Siang yang Sepi di Ubud Smile Aug 10, 2011   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kafe | Kencan / Berpasangan | Hang Out

Saya makin cinta Ubud setelah menemukan & membuktikan sendiri bahwa cafe ini memang istimewa. Siang2, baru sampai dari Jakarta ke Bali, langsung menuju Ubud & mencari cafe ini karena sebelumnya saya sudah "research" tempat2 kuliner yang recommended di Bali. Cafe ini incaran saya, karena meskipun letaknya bukan di jalan yang ramai (sopir kami yg orang Bali asli pun sempat nyasar) tapi sudah dikenal cukup lama terutama di kalangan expatriate.

Cafenya semi-outdoor yaitu terbuka di kedua sisi bangunannya, di sekitarnya banyak tanaman hijau sehingga terasa menyegarkan di siang bolong begini. Konsep ini cocok dengan Ubud yang sejuk udaranya (tak perlu AC lagi). Interiornya bernuansa natural dilengkapi pernik2 artistik sebagai penghias dinding. Saya pribadi suka sekali dgn tampilan bar area-nya, botol2 minuman ditata apik di atas lemari kayu.
Interior

Interior

 
Bar area

Bar area

 
Saya datang berdua dgn ibu saya, agak terlambat untuk lunch karena sudah lebih dari jam 1, lapar berat pastinya! Karena kami datang saat weekdays, lengkaplah sepinya.. selain kami hanya ada 1 meja lain yg terisi dengan 2 orang tamu. Kami pun langsung pilih2 menu & pesan.. dan pilihannya adalah:

chopstick Appetizer: Broccoli Cream Soup, served with french bread & butter, Rp 28.000,-
Broccoli Cream Soup

Broccoli Cream Soup

 
Porsinya cukup besar untuk appetizer, apalagi dihidangkan dgn roti jadi cukup mengenyangkan.. tapi, untuk 2 orang yang sedang kelaparan ini sih tak masalah tongue. Dari segi rasa lumayan enak, masih terasa broccoli-nya, tapi tak masalah karena kami suka broccoli.

chopstick Main: Grilled snapper fillet in hollandaise sauce, served with sauteed mushrooms, broccoli gratin & mashed potato, only Rp 78.000
Grilled snapper fillet in hollandaise sauce

Grilled snapper fillet in hollandaise sauce

 
Very worth the price & generous side dishes! Betul2 memuaskan, dari segi rasa maknyuss tenan, ikannya di-grill kering di luarnya tapi masih cukup juicy di dalamnya. Hollandaise sauce-nya pas (tidak bikin eneg) & masing2 side dish-nya juga enak2. Ikannya memang kelihatan tidak terlalu besar, tapi jika digabung dengan semua side dish, kenyang pol! Dengan harga kurang dari 80rb, tidak ada tandingannya deh..

chopstick Main: Grilled tuna steak on green herbs & garlic butter served with sauteed parsley potatoes & tomato salad, Rp 56.000
Grilled tuna steak on green herbs & garlic butter

Grilled tuna steak on green herbs & garlic butter

 
Very, very generous, also awesome taste! Ikan tuna yang 'ordinary' diolah jadi 'extraordinary' terutama dgn green herbs-nya.. tapi tentunya hanya bagi yang suka herbs ya.. karena terasa cukup dominan herbs-nya meskipun berpadu dgn garlic butter. Untuk side dish-nya kami pilih yang sederhana hanya kentang yang ditumis dgn parsley (herbs juga nih) & salad tomat supaya segar. FYI, side dishes ini bisa dipilih sesuai selera, ada lebih dari 5 macam pilihan side dishes untuk menu2 yg kami pesan ini. Sengaja kami pilih yg berbeda semuanya untuk mengetahui masing2 rasanya. Lagi2 untuk harganya: tergolong tak mahal untuk jumlah porsi, rasa & jenis makanan seperti ini.

Untuk minuman kami hanya memesan orange juice yg menyegarkan untuk mengimbangi rasa makanan yg asin & creamy, tidak ada yg istimewa sih..

Conclusion:
Kelebihan: rasa makanan OK, porsi cukup besar, harga sangat sesuai (tidak mahal sama sekali), suasana cafe cozy

Kekurangan: pelayanannya agak lama! padahal saat itu cafe sepi, yang pesan makanan berat pun cuma kami (tamu lain minum2 saja).. mungkin sistem/workflow di dapur masih ala rumahan jadi belum highly effective seperti di resto2 internasional di kota besar lol

Overall, puas banget! pasti balik ke sini lagi kalau ke Ubud & pasti saya recommend ke taman2/keluarga kalau ada yg mau ke Ubud.
 
Recommended Dish(es):  Grilled snapper fillet in hollandaise sauce, Grilled tuna steak on green herbs & garlic butter, broccoli gratin & mashed potato (for side dishes choice)
 
Spending per head: Approximately Rp110000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 2  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Bali | Restaurant | Kumpul Keluarga

 
Warung Satria termasuk salah satu warung tersohor di Bali yang telah beroperasi lebih dari 35 tahun lamanya. Warung Satria kini sudah buka di 3 tempat, dimana 2 cabangnya yang dibuka lebih belakangan tempatnya lebih bagus dari yang aslinya. Saya pun menyempatkan mampir untuk mencoba nasi campurnya yang terkenal itu ketika sedang keliling2 denpasar. Sang driver, teman saya yang asli orang Bali pun mengantar kami ke Warung Satria yang aslinya, terletak di jalan kecil yang sulit berpapasan 2 mobil.. alhasil mobil kami pun mesti parkir di tempat yang agak jauh.

 
Warung ini tempatnya sederhana, terlihat jelas semula merupakan rumah tinggal sang pemilik yang sekarang sudah digunakan seluruhnya untuk warung makan. Meja kursi di dalamnya pun sedernaha saja dan tidak terlalu banyak, tentunya ruangan tanpa AC yang hanya mengandalkan AC alam. Ketika kami datang siang itu, warung tidak terlalu ramai karena kami datang agak lebih awal dari jam makan.

 
Ketika datang, kami langsung memesan lauk pauk yang diinginkan di etalase makanan, bawa sendiri piringnya, baru kemudian duduk. Kami pilih meja di dekat jendela meskipun tidak membantu juga alias tetap kegerahan, apalagi setelah mulai makan dan mendapati beberapa lauk yang kami pilih ternyata cukup pedas. Lauk wajib yang pasti saya coba adalah sate lilitnya, cukup enak, bumbu rempahnya terasa, tapi masih kalah enak dengan sate lilit kaki lima di denpasar yang pernah masuk kompas itu (saya lupa namanya). Lawar pun wajib buat saya untuk mencobanya, ternyata cukup enak dan tidak pedas. Ayam suwip pilihan saya lah yang ternyata pedas, sesuai dengan warnanya yang merah. Sebagai pelengkap saya juga memilih urap agar tetap ada sayurnya. Urapnya not bad, tapi bumbu kelapanya tidak terlalu berasa.

Secara keseluruhan makanannya enak, tapi ketika membayar, saya pun teringat referensi2 di internet yang mengatakan bahwa warung ini tergolong mahal untuk "kelas" warung. Yah, tak apalah kalau hanya sekali2 demi menjajal warung legendaris yang tersohor ini. tongue
 
Recommended Dish(es):  nasi campur bali
 
Spending per head: Approximately Rp35000

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 2  |  
Sesuai dengan harga
 2

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0