OpenRice Index
  
missnl
This is missnl living in Cilandak. I am a graphic designer, work in Lebak Bulus. I like to hang out in Tanjung Duren, Pondok Indah, Senayan. Bali, Chinese, Itali, India are my favorite cuisines. I also love Street Foods, Kafe, Restaurant, lounge and Siomay / Batagor, Pizza & Pasta, sate lilit bali.
Member 10 First(s)
No. of Review67 Review(s)
編輯推介數目33 Editor's Choice
Recommended8 Recommended
Popularity3689 View(s)
Replies in Forum1 Comment(s)
Upload Photos1237 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant42 My Restaurant(s)
Follow58 Following
粉絲391 Follower(s)
missnl  Level 3
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 46 to 50 of 67 Reviews in Indonesia
Ramen Hangat di Ikkudo Ichi OK Oct 17, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Restaurant | Ramen | Kumpul Keluarga

Setelah hampir 3 jam perjalanan menembus macet parah di sepanjang Slipi, sampai juga saya ke Central Park. Hari sudah cukup larut dan sebenarnya saya dalam keadaan kkurang sehat, tetapi karena ada keperluan mengharuskan saya ke mall yang satu ini. Untunglah seperti biasa ada teman saya yang menemani, dan tujuan pertama saya setiba di sini adalah mengisi perut agar tidak semakin sakit.

AC di mall terasa semakin dingin karena sore tadi turun hujan cukup lebat, maka saya pun ingin makan sesuatu yang hangat dan berkuah, serta cepat saji karena saya ada keperluan yang harus segera diselesaikan segera. Teman saya pun menyarankan Ikkudo Ichi yang menurut dia memenuhi semua "kriteria" tersebut.
Beautiful!

Beautiful!

 
Unique ornament

Unique ornament

 
Outletnya tidak terlalu besar, namun ditata cantik dengan lampion-lampion dan rangkaian sakura imitasi pada langit-langitnya, senada dengan lighting seluruh ruangan yang berwarna kuning agak temaram. Pada salah satu dinding samping terdapat hiasan menarik yang terbuat dari susunan sendok di atas background merah dengan aksara kanji super besar. Hiasan yang sederhana, namun idenya menarik dan perpaduan warna merah-hitamnya sangat eye catching. Keseluruhan desain interiornya bertema modern minimalis dengan sentuhan khas Jepang di sana-sini. Di setiap meja terdapat tempat menaruh peralatan makan dan saus berbahan kayu yang desainnya compact dan unik. Di bagian atas tempat meletakkan botol-botol saus, di samping ada tempat untuk sedotan, dan di bawahnya ada laci kecil tempat untuk sumpit.
Details

Details

 
Ikkudo Ichi tampaknya selalu ramai, termasuk saat kami datang meskipun sudah cukup larut dan lewat dari jam makan malam. Outlet selalu ramai dan sebagian besar mejanya terisi customer yang datang dan pergi silih berganti. Bagusnya ketika kami masuk masih ada tempat kosong sehingga tidak perlu menunggu. Buku menu telah tersedia di setiap meja sehingga customer bisa langsung memilih menu. Tak lama seorang waitress menghampiri untuk menanyakan menu yang akan kami pesan. Bingung menentukan menu, saya pun menerima rekomendasi teman tercinta yang tentunya sudah pernah makan di sini.

Uniknya Ikkudo Ichi, selain beberapa macam kuah ramen yang tersedia, kita bisa meng-customize lagi menunya sesuai selera:
- Noodle Firmness: Soft, Normal, Hard
- Flavour Strength: Weak, Normal, Strong
- Richness (the amount of oil filtered from the soup): Light, Normal, Heavy
- Choices of Noodles: Small Noodle, Curvy Noodle

Tori/Buta Tantan (IDR 59k)
Chicken/pork ramen served with minced meat & homemade spicy tantan sauce
Yummy

Yummy

 

 

 
Sebenarnya ini pilihan teman saya, berhubung tidak berminat dengan menu lainnya, saya pun memilih menu yang sama, hanya berbeda pada pilihan customize yang sudah disebutkan di atas. Tertera di menu, bagi yang baru pertama kali atau untuk rasa terbaik disarankan memilih tingkat "Normal" pada ketiga aspek tersebut, tetapi karena saat itu selera makan sedang tidak terlalu baik maka saya memilih tingkat Soft-Weak-Light dengan small noodles.

Semangkuk ramen berisi sebutir telur yang dibelah dua, dua buah pork slices, dan masih ada potongan daging babi berbentuk dadu kecil. Potongan daging yang kecil tidak ada masalah buat saya, tetapi pork slices-nya agak banyak lemak sehingga saya kurang suka. Ramennya empuk dan tidak kenyal sesuai pilihan dan ekspektasi saya, tetapi kuahnya terasa terlalu asin di lidah saya saat itu. Entah apakah ini karena saya yang sedang tidak sehat atau memang keasinan, tetapi teman saya mengatakan ramen pesanannya pas tidak terlalu asin. Okay, mungkin memang lidah saya yang sedang error.

Pork Bun (IDR 15k)
Homemade bun with pork belly on Ikkudo's special sauce (1 bun per serving)

 
Bun-nya empuk dan moist, pork belly garing di bagian luar. Disajikan dengan selembar daun selada dan saus putih seperti mayonnaise yang sudah diolah khusus ala ikkudo. Satu porsinya tidak terlalu besar, tetapi cukup mengenyangkan sebagai appetizer.

Cold Ocha

 
Minuman standar namun tetap merupakan pilihan terbaik di resto Jepang. Meskipun sedang kurang sehat, tetap saja saya memilih cold ocha karena memang tidak suka teh hangat. Ocha-nya berwarna kuning kehijauan, tidak pekat, dan tidak pahit.

Pelayanan di sini menurut saya standar. Waiter/waitress tergolong cekatan meng-handle customer yang terus berdatangan, dan makanan standar seperti ramen (yang tidak perlu dimasak dari awal/scratch) terhidang cukup cepat meskipun outlet sedang ramai. Dari segi harga masih sesuai dengan besar porsi yang kita dapatkan, serta yang penting rasanya enak.

Saya percaya ramen Ikkudo Ichi sebenarnya lebih enak dari yang saya rasakan ketika itu. Memang salah saya yang sedang dalam keadaan kurang sehat, sehingga indera pengecap pun pastinya tidak sebaik biasanya. Pastinya saya ingin kembali lagi untuk mencicipi kelezatan sebenarnya ramen Ikkudo Ichi.
 
Recommended Dish(es):  Cold Ocha,Buta Tantan
 
Table Wait Time: 10 minute(s)


Spending per head: Approximately Rp75000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Green Tea Cake from Delika OK Oct 16, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Roti & Kue

Lelah berjalan-jalan keliling Central Park sambil menunggu mulainya sebuah acara, saya memutuskan mampir ke Delika setelah melihat jajaran kuenya yang tampak menggiurkan di di display. Setelah mengamati kue-kuenya sambil bertanya ke waitress, akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada kue green tea.

Waitress mempersilakan saya masuk dan duduk sambil menunggu kue pilihan saya dihidangkan. Awalnya saya memilih duduk di kursi makan biasa, kemudian saya bertanya ke salah satu waitress apakah ada stop kontak untuk men-charge handphone. Waitress itu mengatakan hanya ada di dalam area service di dekat meja bar, tetapi ia mempersilakan saya memakainya jika mau. Akhirnya saya pun pindah duduk di depan meja bar sehingga bisa makan sambil menunggui HP yang sedang di-charge.
HKC Entrance look

HKC Entrance look

 
Sambil menikmati kue saya mengamati suasana sekitar. Delika terletak di area yang sama dengan Hongkong Cafe (HKC), tepatnya di bagian depan HKC. Saat saya datang resto sedang tidak ramai, khususnya di area Delika sendiri memang sangat sepi karena kebanyakan pengunjung memilih duduk di dalam HKC. 
Mirror mirror on the wall

Mirror mirror on the wall

 
Nice details

Nice details

 
Pencahayaan di ruangan memang dibuat temaram di seluruh bagian resto, tetapi Delika sedikit lebih terang karena di bagian terluar yang masih mendapat cahaya tambahan dari lampu mall di luar area resto. Kursi tinggi di area bar tempat saya duduk sedikit memberi keleluasaan untuk mengamati beberapa detail cantik yang terdapat di area ini.
Menu

Menu

 
Untuk menunya, Deilka memang mengkhususkan pada bakery dan dessert seperti ice cream, crepes, dan cake. Berikut adalah cake yang saya coba:

Green Tea Slice Cake (IDR 17k)

 

 
Cake yang terdiri dari tiga layer berwarna hijau muda, dengan lapisan cream tipis di antaranya. Di paling atas ditaburi bubuk green tea yang cukup tebal sehingga terasa kuat aroma green tea-nya dan sedikit pahit. Di salah satu ujungnya ditaburkan gula halus yang beraroma vanila dan terlihat seperti salju di atas hamparan rumput hijau. Cake-nya sendiri empuk, bertekstur lembut tetapi tidak spongy, dan rasanya tidak terlalu manis dengan aroma green tea yang pas. Kue ini terasa enak dan balance jika dimakan sekaligus semua komponennya dalam satu suapan. Ketika rasa manis, pahit green tea, dan seberkas asin disatukan dengan tekstur yang lembut dan creamy, maka perpaduan rasa semuanya akan terasa balance dan pastinya enak. Dari segi harga, menurut saya sangat sesuai dan tergolong tidak mahal.

Pelayanan yang saya dapatkan ketika itu sangat memuaskan. Waitress-nya ramah dan mereka membiarkan saya duduk berlama-lama -sendirian- di meja bar tanpa banyak mengganggu saya (misalnya dengan menawarkan tambahan menu atau minuman untuk dipesan). Meskipun hanya memesan satu slice kue saja, saya tetap dilayani dengan baik dan ramah. Excellent!
 
Recommended Dish(es):  Green Tea Slice Cake
 
Table Wait Time: 5 minute(s)


Spending per head: Approximately Rp20000(Other)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Yummy Pasta from Palem Cafe OK Oct 16, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Barat | Kafe | Steak & Grills | Pizza & Pasta | Wine

Untuk urusan makanan, teman saya yang satu ini memang tergolong "penguasa" CP, alias sudah pernah mencoba hampir semua makanan disana. Oleh karena itu saya manut saja dengan pilihannya, biasanya dia tidak salah pilih dan seleranya cocok dengan saya.
Kali ini Palem Cafe menjadi pilihannya, katanya karena baru pernah mencoba sekali dan masih penasaran dengan menu-menunya.
Welcome!

Welcome!

 
Resto yang berlokasi di dalam Sogo Department Store ini cukup luas dengan bentuk memanjang. Penataan interiornya cukup cantik dan elegan, serta berkesan hangat. Ada beberapa macam tempat duduk tersedia di sini, sofa berbentuk setengah lingkaran yang terlihat sangat comfy, sofa panjang yang lebih classy, dan kursi kayu berdesain modern minimalis. Satu sisi dindingnya dilapisi kaca besar untuk kesan ruangan lebih luas, tak hanya itu, cerminnya dihiasi cutting sticker putih berbentuk daun palem yang terlihat cantik menurut pendapat saya. Di atas sederetan meja di bagian tengah terdapat hiasan lampu-lampu gantung kecil yang cute menambah cantiknya ruangan.
Nice ambiance

Nice ambiance

 
Simple & modern look

Simple & modern look

 
Semula kami ingin duduk di sofa melingkar yang terlihat sangat nyaman itu, tetapi sayang letaknya berdekatan dengan smoking area tak berpembatas dan tak berpenutup -jadi asap rokoknya masih bebas berkeliaran- sehingga kami langsung mengurungkan niat duduk di situ. Pilihan jatuh di meja terjauh dari smoking area yaitu di depan bar tempat meracik minuman.
Di sebelah kanan bar terdapat sebuah jendela yang memperlihatkan area dapur, sekaligus tempat makanan keluar. Saya lihat dapurnya bernuansa modern, rapi, teratur, dan yang terpenting bersih. Suasana kerja di dalam dapur nampaknya terorganisasi baik dan efisien dengan tidak terlalu banyak personil.
Bar Area

Bar Area

 
Kitchen

Kitchen

 
Saat kami datang resto masih agak sepi, hanya ada 3 atau 4 meja terisi. Waiter segera memberikan buku menu bercover kayu. Waiter yang melayani kami ramah dan cukup menguasai tentang menu. Setelah sedikit bertanya-tanya tentang menu incaran, kami berdua ternyata kompak memilih menu pasta, hanya berbeda saus dan topping. Karena resto sedang tidak ramai, bagusnya kami tidak perlu menunggu terlalu lama. Yuk, langsung diserbu…
Chunky Mushroom Pasta (IDR 55k)
Chunks of mushrooms in olive oil and garlic, sprinkled with parmesan cheese
Me likey!

Me likey!

 

Menu pilihan saya ini termasuk dalam kategori "plain pasta". Yup, it IS that simple! Ini adalah spaghetti aglio olio yang ditambah jamur saja, dengan side dish (sekaligus sebagai garnish) berupa jamur enoki goreng tepung dan sepotong garlic bread. Spaghetti dimasak pada tingkat kematangan al dente dan olive oil-nya pas sehingga membuat pastanya tidak saling menempel tetapi tidak sampai terlalu berminyak juga. Aroma garlic dan parmesan cheese cukup membuat hidangan ini menjadi lezat, meskipun untuk saya pribadi sebenarnya kurang nendang. Kebetulan saya memang penyuka bawang putih dan keju, jadi akan lebih enak jika bawang putih dan kejunya lebih banyak. Untuk mengakali rasa yang cenderung plain ini, saya tambahkan garam dan merica (yang sudah tersedia di meja) plus saya minta tambahan cabe bubuk. Setelah ditambahkan semua barulah mantap rasanya. Jamur enoki gorengnya enak dan tampilannya cantik seperti bunga karang. Tepung pelapisnya crispy, hanya sayang pada tangkai bagian bawah jamur masih dibiarkan menyatu sehingga agak basah karena bagian tangkai lebih tebal. Sepotong garlic bread tipis dipanggang hingga crunchy, dengan olesan garlic butter yang merata menjadi pelengkap yang menambah tekstur hidangan. Mangkuk saji yang besar membuat menu ini seakan terlihat besar pula porsinya. Sedikit mengintimidasi saya di awal mulai makan, tetapi ternyata habis juga.

Marinara Pasta Pesto (IDR 65k)
Seafood combination of prawns, clams and squid in a herb-based tomato sauce

 

Menu pilihan teman saya dengan special request tanpa kerang karena rupanya dia juga tidak suka kerang. Jenis pastanya sama dengan menu saya yaitu spaghetti, hanya yang ini menggunakan saus marinara. Seperti biasa saya mencicip sedikit menu pesanannya dan demikian pula sebaliknya. Tingkat kematangan spaghetti sama dengan menu saya (pasti dimasaknya bersamaan, nih), saus marinara tergolong pas tidak terlalu asam, dan herbs tidak over powering. Untuk topping seafood saya memang tidak mencicipi langsung, tapi menurut dia udangnya tidak ada masalah hanya cuminya kenyal sehingga dia agak malas memakannya. Saya agak heran dengan kata "pesto" pada nama menu ini, karena tidak terlihat maupun terasa pesto sama sekali. Kalaupun ada sedikit campuran herbs di saus marinaranya, bukan berarti otomatis disebut pesto, bukan? Keseluruhan rasa masih OK, tetapi kalau harus memilih atau membandingkan, saya lebih suka menu pesanan saya. teman saya pun berpendapat sama, katanya lebih enak pasta pesananku.. hehehe.

Spring Breeze (IDR 20k)
Tampilan cantik di depan bar

Tampilan cantik di depan bar

 
Segar

Segar

 
Minuman berbahan dasar teh yang di-shake dengan strawberry dan pineapple. Rasanya cukup unik, perpaduan yang tidak "biasa" tetapi masih ok di lidah saya. Rasa strawberry lebih dominan dengan buah strawberry segar yang ditumbuk agak kasar (bukan diblender)

Saya cukup puas dengan pelayanan di Palem Cafe ini. Waiternya ramah dan cekatan, sehingga customer terlayani dengan baik meskipun jumlah pekerja tidak terlalu banyak. Saya juga sempat melihat seorang chef de partie turun tangan mencatat pesanan customer ketika resto bertambah ramai. Well, an efficient workflow!
Dari segi makanannya sendiri, walaupun tidak bisa dibilang excellent, tetapi tidak sampai mengecewakan juga. Rasa makanan sebenarnya enak, hanya agak kurang mantap karena kurang berani bumbu. Porsinya termasuk besar (untuk ukuran kami) dan harganya affordable. Kami yang semula sudah agak kelaparan langsung kenyang puas usai menghabiskan porsi pasta masing-masing.
Supplementary Information:
Pelayanannya ramah dan efisien sehingga semua customer bisa terlayani dengan baik.
 
Recommended Dish(es):  Chunky Mushroom Pasta,Spring Breeze
 
Spending per head: Approximately Rp100000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Gudeg Adem Ayem OK Oct 15, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jawa | Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga

Kebetulan ada saudara yang datang membawakan oleh-oleh dua porsi gudeg untuk Oma saya. Gudeg itu di-package dalam kotak hijau yang cukup menarik perhatian saya. Pertama, kotaknya berbahan kardus bukan styrofoam. Kedua, design kotaknya terlihat "vintage" dengan warna hijau yang eye catching. Tertarik?
A vintage packaging

A vintage packaging

 
Kalau dilihat dari packagingnya, Rumah Makan Adem Ayem bisa dikategorikan sebagai resto masakan Indonesia "old fashioned" di Jakarta yang sudah ada sejak tahun 1969. Penilaian ini memang masih sangat subyektif dari saya pribadi, mengingat saya tidak mengunjungi restonya langsung, hanya melihat dari logo dan packagingnya saja. Nama restonya tercetak dengan warna hitam solid, flat, dan menggunakan jenis font yang simple. Nah, logogram-nya lumayan "seru" nih… ada gambar ayam berwarna merah terang di atas huruf A berwarna kuning, kemudian di belakangnya ada warna putih, hitam, dan biru gradasi beberapa lapis. Rame dan kontras!
Tak perlu berlama-lama dengan kemasan, saatnya meninjau isi di dalamnya. Satu kotak berisi satu porsi gudeg lengkap dengan sambal goreng krecek, sepotong ayam, sebutir telur, areh dan sambal. Arehnya dibungkus plastik terpisah dan sambalnya ditempatkan dalam plastik ziplock rapi. Dilihat dari tampilan sekilas cukup menjanjikan, semoga demikian juga dengan rasanya.

 

 
Sebagai penyuka gudeg yang tidak terlalu manis, gudeg Adem Ayem ini pas dengan selera saya. Dari tampilan warna coklatnya memang terlihat tidak terlalu banyak kecap, coklatnya merata tapi tidak terlalu gelap. Nangka mudanya dipotong dalam ukuran sedang dan tingkat kematangannya pas, empuk tapi tidak sampai terlalu lunak atau hancur. Sambal goreng kreceknya tidak terlalu pedas, sedap, dan yang penting kreceknya empuk/lembut, tidak kenyal seperti permen karet. Telurnya berwarna coklat di bagian luar dan cukup meresap hingga ke dalam, tandanya bumbu cukup meresap jadi rasanya tidak hambar seperti telur rebus biasa. Sepotong ayam yang menyertai setiap porsi sudah dibuang tulang dan dimasak bersama bumbu hingga empuk. Arehnya berwarna putih kekuningan, tidak terlalu kental, gurihnya pas, dan santannya tidak pecah (split) meskipun dipanaskan. Areh ini dahulunya terbuat hanya dari santan yang dikentalkan hingga jadi gurih dan asin, namun belakangan lazimnya justru santan ditambah putih telur yang diaduk merata sehingga lebih praktis dan menghemat pemakaian santan. Demikian pula areh dari resto Adem Ayem ini sepertinya memakai putih telur tetapi tidak terlalu banyak dan tercampur dengan sangat baik. Satu hal yang saya suka, resto ini tidak pelit areh seperti resto gudeg ternama yang pernah saya coba. Kalau arehnya cuma seiprit sih mana berasa ya? hehehe… Tak ketinggalan, sambalnya yang memiliki citarasa cenderung manis dan tingkat kepedasan menengah melengkapi menu gudeg ini.
Kalau boleh jujur, dari segi rasa gudegnya sendiri buat saya terasa kurang mantap, bisa dibilang "kurang berani bumbu". Rasa gudegnya baru pas dan mantap jika dimakan sekaligus dengan sambal goreng krecek, telur, siraman areh (harus agak banyak), dan tentunya ditambah sambalnya yang agak manis itu. Saya jadi berpikir, mungkin gudegnya sendiri memang sengaja dibuat tidak terlalu dominan agar rasanya justru menyatu pas ketika dimakan dengan pelengkapnya.
Bagi yang penasaran, silakan dicoba saja lho...
 
Recommended Dish(es):  Gudeg Komplit
 
Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Ayam Presto Empuk OK Oct 15, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga

Sebenarnya saya sudah cukup lama mengetahui tentang resto ayam yang telah memiliki banyak cabang di Jakarta dan Bali ini, tetapi memang belum pernah mampir, padahal ada juga satu cabangnya yang berlokasi dekat rumah saya. Akhirnya pada satu kesempatan saya pun menyambangi salah satu cabangnya yang berlokasi di Jl. Wolter Monginsidi, Jakarta Selatan.
Menu

Menu

 

 
Memasuki resto berdekor modern minimalis ini, suasana resto fast food terasa "kental" dengan penggunaan meja dan kursi berbahan plastik. Area resto tergolong cukup besar untuk ukuran kavling di tepi jalan raya yang ramai di kawasan elit Kebayoran Baru. Di sebelah kanan pintu masuk resto terdapat smoking room yang dibatasi kaca dan berpintu sehingga asap rokok tidak akan mengganggu pengunjung lainnya.
Resto sedang tidak ramai saat kami datang, hanya ada beberapa meja saja yang terisi. Menu yang tersedia di sini sebenarnya cukup bervariasi, ada pula ragam menu bebek dan bandeng tetapi memang menu ayam yang paling digemari. Tante saya yang sudah beberapa kali makan di resto ini (di beberapa cabang yang berbeda) langsung memilih menu sekaligus membantu memilihkan untuk kami semua.
Makanan tersaji di meja kami dalam waktu yang tidak terlalu lama, selain karena sedang tidak ramai, jenis pesanan kami pun tidak terlalu beragam dan bukan menu yang harus dimasak dalam waktu lama. Oke, berhubung kami sudah cukup lapar, langsung diserbu saja. Selamat menikmati!
Ayam Goreng (1 ekor IDR 68.182, 1/2 ekor IDR 34.545, 1 potong IDR 17.273, 1 paket nasi IDR 22.727)
Comes with Crunchy Kremes

Comes with Crunchy Kremes

 

Di resto ini kita dapat memilih porsi ayam antara satu ekor, setengah ekor, per potong (dada/paha), dan paket. Setiap porsi disajikan dengan lalapan ketimun-daun kemangi dan sambal yang sudah tersedia dalam mangkuk kecil di setiap meja. Menu paket terdiri dari satu potong ayam dengan nasi putih, serta bisa mendapat tambahan menu sayur (plecing kangkung/karedok/pecel sayur) hanya dengan menambah IDR 5.000 saja.
Dikarenakan keluarga kami cenderung lebih menyukai bagian dada ayam, maka kami memesan yang per potong. Satu potong dada ayamnya termasuk cukup besar, porsinya pas untuk seporsi nasi yang mengenyangkan satu orang. Sesuai nama restonya, ayam di sini sudah dipresto sehingga tulangnya lunak dan dapat dimakan seluruhnya hingga tak bersisa. Potongan ayam goreng ini disajikan dengan taburan kremes yang terbuat dari tepung. Kremesnya cukup banyak dan crispy, hanya sayang tidak dibumbui alias hambar, sehingga harus dimakan bersama potongan daging ayam dan sambal supaya ada rasanya. Rasa ayam gorengnya sendiri enak, asinnya pas, dan meresap sampai ke seluruh bagian dada ayam yang cenderung tebal dan padat, serta digoreng dengan tingkat kematangan yang pas hingga crispy tapi tidak sampai menjadi keras.

Ayam Bakar Bumbu Manis (1 ekor IDR 71.818, 1/2 ekor IDR 36.364, 1 potong IDR 18.182, 1 paket nasi IDR 23.636)
Well seasoned

Well seasoned

 

 

Untunglah selain ayam goreng masih ada menu ayam bakar, sehingga saya masih punya pilihan. Untuk menu ini dapat dipilih antara bumbu manis dan manis pedas, sedangkan jenis porsinya sama dengan ayam goreng yaitu seekor, setengah ekor, per potong, dan paket. Kami memilih bumbu manis dengan pertimbangan untuk rasa pedas bisa di-adjust sendiri dengan sambal nantinya, lebih aman daripada memilih bumbu manis pedas dan nantinya kepedasan. Tadinya kami khawatir menu ayam bakar akan tersaji lebih lama, tetapi waiternya mengatakan sama saja waktu memasaknya dengan ayam goreng. Ah, rupanya semua ayam sudah dimatangkan lebih dahulu, hanya tinggal digoreng atau dibakar sebentar jika ada pesanan. Benar saja, semua menu ayam tersaji hampir bersamaan di meja kami.
Ayam bakar bumbu manis ini berpenampilan coklat dan glazy, terlihat berbumbu dan lezat, sangat mengundang untuk segera dimakan. Benarkah rasanya demikian? Ternyata… dominan maniiiiis! Bumbunya hampir seperti dari kecap seluruhnya, tidak ada rasa bumbu racikan yang khas atau unik menurut pendapat saya. Bumbunya memang meresap hingga ke dalam daging, tetapi bagi saya yang kurang menyukai kecap dan rasa manis, menu ini jadi tidak istimewa. Untuk menyeimbangkan rasa manis yang dominan ini saya tambahkan sambal dan sambal mangga sehingga keseluruhan rasanya lebih enak ketika dimakan bersama nasi hangat.

Nasi Putih (IDR 5.455)
Nasi putihnya cukup pulen dan dimasak pas sehingga tidak pera. Satu porsi nasi tergolong pas untuk kami, tetapi bagi yang terbiasa makan nasi banyak sepertinya tidak cukup hanya satu porsi untuk sekali makan. Nasi putih ini dicetak berbentuk memanjang seperti bentuk daun, sedikit lebih cantik daripada bentuk setengah lingkaran yang umum ditemui di resto lain.

Tahu Telur (IDR 22.727)

 

Kami memesan menu ini untuk di-share beramai-ramai sebagai "selingan" diantara menu utama ayam goreng dan bakar. Kami semua sudah familiar dan menyukai tahu telur karena termasuk menu yang simple dan light. Ekspektasi kami pun sebenarnya tidak terlalu tinggi, karena menu se-simple tahu telur memang jarang dimodifikasi bumbunya, jadi rasanya pasti begitu-begitu saja. Porsinya sedang dengan penampilan standar ber-topping kol rebus diiris tipis, tauge rebus, dan kacang tanah goreng. Ketika dicicipi… kenapa ada rasa asam yang cukup kuat, yaaa? Belum pernah kami makan tahu telur dengan rasa asam begini, karena setahu kami memang bumbunya tidak memakai jeruk nipis ataupun asam jawa. Sebenarnya tahu telurnya sendiri cukup tasty, bumbu kecapnya terasa, dan teksturnya kering agak crispy di luar dan lembut di bagian dalam. Bumbu kecapnya pun enak, hanya seharusnya tanpa rasa asam yang merusak keseluruhan rasa. 

Sambal Mangga (IDR 6.818)

 

Saya suka sekali sambal dengan potongan mangga muda atau pencit, maka ketika melihat di menu ada jenis sambal ini, langsung saya pesan. Saya sudah membayangkan sambal yang pedas-asam-segar, tetapi agak kecewa ketika akhirnya mencicipinya. Mangga mudanya sangat lunak seperti sudah dimasak sehingga tidak terasa lagi asam segarnya. Keseluruhan rasa sambalnya cenderung kurang sedap dibanding sambal standar untuk ayam presto yang sudah tersedia di meja dan bisa diambil sepuasnya. Akhirnya saya campurkan sambal mangga dengan sambal standar tersebut sehingga bisa "memperbaiki" keseluruhan rasanya.

Juice Strawberry (IDR 15.455)

 

Usai menyantap ayam goreng yang gurih dan berbumbu, paling enak minum yang segar sekaligus menyehatkan. Pilihan saya jatuh pada fresh strawberry juice yang merupakan minuman favorit saya. Bagusnya, strawberry juice di sini tidak ditambah susu, tepat seperti yang saya inginkan. Ketika saya coba, rasanya tidak mengecewakan. Juice tidak terlalu encer dan penambahan gulanya sudah pas, segar dan enak!

Pelayanan di resto ini cukup baik dan cekatan, makanan pun terhidang cukup cepat sehingga customer tidak bete menunggu terlalu lama. Justru agak disayangkan beberapa menunya dibawah harapan kami -terutama saya- dan di luar dugaan justru saya cukup menikmati menu ayam gorengnya dibanding yang lain. Jarang saya bisa menikmati menu ayam goreng sedemikian ini. Ternyata menu Ayam Goreng Presto Ny. Nita memang layak menjadi primadona!
Supplementary Information:
Menu ayamnya patut dicoba, dan tidak perlu khawatir terlalu lama menunggu karena ayamnya sudah diproses sebelumnya sehingga baik ayam bakar & goreng bisa disajikan bersamaan.
 
Recommended Dish(es):  Ayam Bakar Bumbu Manis,Ayam Goreng
 
Table Wait Time: 10 minute(s)


Spending per head: Approximately Rp50000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0