OpenRice Index
  
missnl
This is missnl living in Cilandak. I am a graphic designer, work in Lebak Bulus. I like to hang out in Tanjung Duren, Pondok Indah, Senayan. Bali, Chinese, Itali, India are my favorite cuisines. I also love Street Foods, Kafe, Restaurant, lounge and Siomay / Batagor, Pizza & Pasta, sate lilit bali.
Member 10 First(s)
No. of Review67 Review(s)
編輯推介數目33 Editor's Choice
Recommended8 Recommended
Popularity3689 View(s)
Replies in Forum1 Comment(s)
Upload Photos1237 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant42 My Restaurant(s)
Follow58 Following
粉絲391 Follower(s)
missnl  Level 3
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 21 to 25 of 67 Reviews in Indonesia
Tempura Tendon Tenya Smile Oct 15, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga

Tempura merupakan jenis makanan Jepang yang cukup populer di Indonesia. Bagaimana di negara asalnya sendiri? Ternyata di Jepang sana tempura tergolong makanan mahal dengan harga ¥1500-2000 per porsinya. Mengapa bisa sedemikian mahal? Rupanya selain menggunakan bahan bermutu baik, pembuatan tempura membutuhkan keahlian tinggi untuk menghasilkan tempura yang crispy dengan tingkat kematangan sempurna. 

Tenya dapat menjual menu tempura berkualitas baik dengan harga hanya ¥500 sehingga dapat dinikmati lebih banyak kalangan. Bagaimana bisa menurunkan harga secara signifikan tanpa menurunkan kualitasnya? Jawabannya karena Tenya berhasil menciptakan mesin Auto-Fryer yang dapat menggoreng tempura dengan tingkat kematangan tepat dalam waktu relatif singkat. Mesin ini mengendalikan stabilitas temperatur dan waktu menggoreng secara otomatis yang menjaga konsistensi mutu tempura setiap kali menggoreng. Dengan adanya mesin Auto-Fryer, tempura baru akan digoreng saat ada pesanan sehingga tidak akan ada bahan terbuang (waste) namun customer tidak perlu menunggu lama karena hanya membutuhkan waktu sekitar 2 menit untuk setiap proses menggoreng.

Setelah 25 tahun beroperasi dan menjadi pelopor restoran tempura cepat saji yang sukses, Tenya telah memiliki lebih dari 140 outlet di Jepang dan kini memulai ekspansi secara internasional. Indonesia menjadi negara kedua setelah Thailand yang dipilih Tenya untuk perluasan bisnisnya. Cabang pertama Tenya di Indonesia memilih tempat di Cilandak Town Square (Citos), sebuah pusat perbelanjaan ternama di Jakarta Selatan. Bagi penduduk Jakarta wilayah lainnya jangan berkecil hati karena Tenya baru membuka cabang keduanya di Mall Grand Indonesia dan akan segera menyusul di Mall Taman Anggrek.
Tenya Ojisan

Tenya Ojisan

 
Outlet Tenya di Citos bergaya khas restoran cepat saji ala Jepang. Di bagian pintu masuk terkesan terang benderang dengan neon box besar berisi foto menu dan papan nama resto. Seperti umumnya restoran Jepang, di bagian depan dipajang dummy makanan yang selalu menarik minat saya untuk mengamatinya -terutama bukan untuk melihat menunya, melainkan seberapa detail pembuatan dummy itu sendiri. Dia atas dummy menu terdapat patung keramik Jepang, dialah Tenya Ojisan (uncle Tenya) sang maskot restoran. Patung ini harus selalu ada di setiap outlet Tenya, dan di Jepang sana juga dijadikan merchandise untuk promosi ~wah, kalau di Indonesia ada saya pun mau, soalnya patungnya lucuuu...
Tenya Citos

Tenya Citos

 
Area resto Tenya tidak terlalu luas, namun penataan interior yang baik menjadikannya tidak nampak "penuh" meskipun terdapat cukup banyak meja dan kursi makan bergaya food court di dalamnya. Material kayu dan lampu bercahaya kuning memberikan nuansa klasik khas Jepang, dipadukan dengan sedikit aksen bergaya modern kontemporer berupa garis-garis kuning terang di bagian atas hingga ke dinding belakang. Pada dinding tersebut terpampang poster-poster menu berdesain modern yang berfungsi sebagai elemen estetik sekaligus informatif.

Menu andalan Tenya adalah tempura dan tendon. Tempura pasti hampir semua orang sudah mengetahuinya, tetapi apa itu tendon?
Tendon terdiri dari tempura yang diletakkan di atas semangkuk nasi putih, kemudian disiram dengan don tare (saus tare). Saus tare ini berwarna coklat, sedikit kental, dan biasanya bercita rasa gurih agak manis karena terbuat dari campuran kecap asin Jepang dan saus manis unagi (belut panggang). Khusus di Tenya, saus tare lebih dominan rasa gurih ke arah asin dengan seberkas rasa manis yang minim, tetapi justru ini lebih cocok untuk lidah saya. Saus yang langsung didatangkan dari Jepang ini dapat kita tambahkan sesuka hati karena sudah tersedia di setiap meja. Bagi yang menyukai rasa spicy-pedas, Tenya akan segera meluncurkan don tare spicy, yang di-develop khusus oleh Tenya di Jepang untuk cabang di Indonesia. Rasa pedasnya pas menurut pendapat saya, tergolong medium, agak “menyengat” di awal, namun cepat hilang setelah makanan ditelan. Penasaran? Silakan cicipi langsung ke Tenya saja ya..

Selain tingkat kematangan dan warna golden brown yang perfect, satu lagi yang patut diacungi jempol dari Tenya adalah tempuranya tidak terlalu berminyak. Saya perhatikan, ketiga aspek ini konsisten/sama pada sekian banyak porsi tempura yang dihidangkan ketika itu. Thanks to Auto-Fryer!
Di bulan Oktober 2014 Tenya meluncurkan menu baru yang lebih lengkap untuk memanjakan selera konsumennya. Berbagai variasi tendon dan tempura set dapat dipilih sehingga tidak akan membuat bosan meskipun kita berkunjung ke Tenya untuk kedua, ketiga kali, dan seterusnya. Pada dasarnya terdapat sembilan macam menu tendon dengan variasi tempura yang dapat dipilih, yaitu:
Tendon (IDR 45k)
Terdiri dari udang (prawn), cumi (squid), ikan kisu (kisu fish), ubi (sweet potato), dan buncis (green beans). Variasi tempura yang tergolong standar tetapi khas Jepang. Jika sedang menginginkan tendon klasik maka menu ini akan jadi pilihan tepat.
Jo Tendon (IDR 50k)
Penggemar udang silakan pilih menu ini, karena Jo Tendon berisi dua buah tempura udang yang didampingi terong (eggplant), ubi, dan buncis. Udang yang menjadi primadona di sini memang enak sekali. Selain berukuran besar, rasanya gurih, dan kematangannya pas. Terasa jelas bahwa ebi tempura ini menggunakan bahan baku udang berkualitas dan pasti segar. 
For ebi lovers

For ebi lovers

 
All Star Tendon (IDR 65k)
Salah satu menu tendon favorit di Tenya karena memiliki variasi tempura yang cukup lengkap mulai dari udang, cumi, salmon, crab stick, paprika (bell pepper), dan buncis. Tidak mengherankan juga jika menu ini dibanderol dengan harga termahal diantara menu tendon lainnya, namun konsumen pun akan mendapatkan kepuasan yang sesuai dengan harganya.
Most Favorite

Most Favorite

 
Chicken Tendon (IDR 45k)
Berisi tempura daging dada ayam (chicken breast fillet) berbalut tepung tempura, ubi, dan buncis. Kebetulan daging dada ayam adalah satu-satunya bagian dari ayam yang saya suka, jadi saya sudah terbiasa dengan karakteristiknya yang cenderung hambar dan kesat. Memang akan lebih enak jika dada ayam dibumbui lebih banyak atau di-marinade lebih lama sehingga lebih kaya rasa, mengingat tepung tempuranya sendiri plain. Bagusnya chicken tempura ini tidak sampai terasa kering atau keras karena digoreng pada tingkat kematangan yang tepat.
Chicken & Chorizo Mayo Tendon (IDR 50k)
Chorizo bahasa Jepang berarti sosis (sausage). Berisi tempura daging dada ayam dan sosis, plus sweet corn dan potongan tipis kyuri dihidangkan dengan mayonnaise. Jika menginginkan tendon dengan sedikit western twist, menu ini sangat cocok dicoba.
Chicken Kakiage Tendon
Kakiage adalah tempura yang berisi potongan sayur atau daging digoreng dengan bentuk bundar. Konsepnya hampir seperti bakwan pada makanan Indonesia, hanya kakiage menggunakan tepung tempura. Chicken kakiage berisi potongan daging dada ayam dengan bawang bombay (onion) dan potongan cabai hijau besar (sliced green chilies).
Chicken Kakiage (above) & Shrimp Kakiage Tendon

Chicken Kakiage (above) & Shrimp Kakiage Tendon

 
Shrimp Kakiage Tendon (IDR 60k)
Masih kakiage yang sama dengan chicken kakiage, hanya yang ini menggunakan udang kupas sebagai isiannya yang terasa gurih dan masih juicy.
Fish Tendon
Penggemar ikan harus coba menu spesial yang menggabungkan tiga jenis ikan berbeda yaitu salmon, dory, dan gurame. Jenis ikan yang terakhir memang jarang digunakan dalam makanan Jepang, namun ketika saya coba ternyata cocok saja dijadikan tempura. 
Yasai Tendon (IDR 35k)
Sesuai namanya "yasai" yang dalam bahasa Jepang berarti sayuran, tendon ini terdiri dari ubi, terong, paprika, kakiage kecil, dan buncis.
Fried Veggies

Fried Veggies

 
Selain disajikan sebagai tendon, kesembilan variasi tempura tersebut kini tersedia sebagai Tempura Set dimana tempuranya disajikan terpisah dan tidak disiram saus. Sembilan variasi tersebut dapat dinikmati dengan lima macam pilihan karbohidrat, yaitu:
Tempura Set with rice/udon/soba

Tempura Set with rice/udon/soba

 
Tempura Rice Set

Terdiri dari tempura dan saus tentsuyu, nasi putih, miso soup, dan spicy tofu. Parutan lobak dan jahe tersedia sebagai pelengkap untuk tempura.

Tempura Udon Cold Set
Terdiri dari tempura, saus tentsuyu, lobak dan jahe, serta cold udon dan saus celupnya (mentsuyu) beserta parutan jahe dan irisan daun bawang. Tersedia juga chili oil pada cawan kecil untuk menambah rasa pedas pada udon.
Bagi yang baru pertama kali dan belum mengetahui cara makan cold udon, berikut caranya: Campurkan parutan jahe dan irisan daun bawang ke saus celup, lalu aduk hingga tercampur merata. Ambil udon dengan sumpit sebatas satu suapan dan celupkan sebentar ke dalam saus lalu segera dimakan. Jika masih ragu bertanyalah pada waiter/waitress, ya...

Udon di sini agak berbeda dengan yang biasa kita temukan di tempat lain. Bentuknya sedikit lebih kecil/tipis, dan teksturnya tidak terlalu kenyal seperti karet. Selain mudah dikunyah, juga terasa balance dengan saus celupnya. Cold udon sebaiknya segera disantap hingga habis agar sensasi rasa dinginnya tidak berkurang, karena disitulah keunikan menu ini.

Tempura Udon Hot Set
Tempura, saus tentsuyu, lobak dan jahe, serta chili oil masih sama seperti cold set, hanya udon di sini tersaji dalam kuah hangat dengan bersama wakame di dalamnya. Tak ketinggalan irisan daun bawang untuk ditambahkan ke dalam kuah sehingga aromanya lebih harum dan sedap. Kuahnya bening kecoklatan, terasa pas dan light.

Tempura Soba Cold Set
Berbeda dengan udon yang terbuat dari tepung terigu, soba terbuat dari tepung gandum. Isi set menunya hampir semua sama dengan cold udon, hanya ada berbeda pada komponen yang ditambahkan ke dalam saus celup. Jika pada udon menggunakan parutan jahe, pada cold soba diganti dengan wasabi. Saya pribadi lebih suka wasabi karena tidak suka jahe.

Tempura Soba Hot Set
Komposisi yang sama persis dengan hot udon, hanya menggunakan soba.

Ingin makan tendon sekaligus udon/soba tapi takut kekenyangan jika memesan 2 porsi sekaligus? Tenya punya solusinya!
One of Tenya's favourite menu

One of Tenya's favourite menu

 
Tenya Set (IDR 68k)
Tendon berisi udang, cumi, crab stick, terong, dan buncis, serta pendampingnya bisa dipilih udon/soba hot/cold. Meskipun kelihatannya double carbo, tetapi porsinya telah disesuaikan yaitu nasi dan udon/soba lebih sedikit dari porsi satuan. Tenya Set termasuk salah satu best seller di Tenya Jepang, dan di Indonesia pun ternyata cukup digemari.

Bagi yang ingin cemilan ringan untuk menemani ngobrol santai bersama teman atau kerabat, Tenya menghadirkan menu appetizer baru yaitu moriawase. Dalam bahasa Jepang, moriawase diartikan sebagai combination platter, yang biasanya merupakan menu untuk dinikmati bersama-sama. Ada tiga jenis moriawase yang dapat dipilih, masing-masing disajikan bersama saus tentsuyu dan parutan lobak:
L-R: Japanese Moriawase, Yasai Moriawase, Jakarta Moriawase

L-R: Japanese Moriawase, Yasai Moriawase, Jakarta Moriawase

 
Classic Japanese Moriawase
Berisi udang, cumi, ikan kisu, ubi, terong, dan buncis. Rasa dan kualitas tempuranya sama dengan yang terdapat pada tendon atau tempura set.
Yasai Moriawase
Selain ubi, kakiage kecil, dan buncis, ada jagung muda (baby corn) yang tampak menarik dan tidak biasa. Sayangnya rasa tempura jagung muda ini sama sekali hambar. Akan lebih enak jika jagung mudanya dibumbui atau di-marinade sebelum digoreng.

Jakarta Moriawase (IDR 45k)
Jenis combination platter ini hanya ada di Tendon Indonesia saja, lho! Isinya terdiri dari tempura tempe, tahu (tofu), cheddar cheese, dan ubi. Tempe dan tahu bagi orang Indonesia memang jadi terasa biasa saja, tidak jauh berbeda dengan gorengan tempe-tahu di penjual kaki lima, bahkan di sini tepung tempuranya plain tidak berbumbu. Tempura ubi di menu moriawase sedikit lebih baik karena ubinya dipotong kecil-kecil sehingga lebih crispy dan tidak keras seperti yang terdapat di menu tendon. Satu jenis tempura unik yang saya suka adalah cheddar cheese berbalut nori yang kemudian digoreng dengan tepung tempura. Meskipun keju cheddar terasa terlalu asin di lidah saya, namun tetap enak berpadu dengan aroma khas nori. Mungkin akan lebih netral jika jenis kejunya menggunakan mozarella yang tidak terlalu asin dan teksturnya akan menjadi lebih lunak/chewy setelah digoreng.

Ingin ngemil makanan yang tidak digoreng? Masih ada pilihan side dish yang disediakan Tenya, masing-masing dibanderol hanya IDR 10k saja:
Agedashi Tofu, Green Salad, Edamame, Wakame Cucumber with Kani salad

Agedashi Tofu, Green Salad, Edamame, Wakame Cucumber with Kani salad

 
Green Salad with Mayo Dressing
Salad ala western yang menyegarkan dengan sayuran segar dan mayonnaise.

Edamame (Salty)
Menurut pihak Tenya, edamame diimpor langsung dari Jepang untuk menjaga kualitas dan rasa. Setelah saya cicipi memang edamame-nya bermutu baik, namun menurut saya pribadi edamame yang ditaman di dalan negeri juga tidak kalah asalkan benar-benar dipilih yang berkualitas terbaik. Di menu disebutkan bahwa edamame ini asin, tetapi saat saya makan justru tidak terasa asin sama sekali.

Spicy Tofu

Tahu sutra dengan crab stick dan irisan cabai hijau. Menurut saya potongan tahunya terlalu besar untuk sekali suap sehingga rasa tahu sangat mendominasi, seperti makan tahu tanpa bumbu. Saya lebih suka menyantapnya dalam potongan kecil sehingga sausnya lebih terasa. Rasa pedas hanya berasal dari cabai hijaunya saja, maka masih aman bagi yang tidak suka pedas sekali pun.
Agedashi Tofu
The famous Japanese side dish, namun sayang tahu berbalut tepung tipis ini terlihat pucat seperti kurang lama waktu menggorengnya dan sama hambarnya dengan spicy tofu.

Wakame Cucumber Salad
Jika biasanya wakame salad memakai wafu dressing yang terasa asam segar, di Tenya dressingnya hanya terasa asin saja. Untuk saya pribadi asinnya tergolong over powering, dan sejujurnya saya tetap lebih suka wakame salad dengan wafu dressing.

Wakame Cucumber with Kani Salad
Isi dan dressing sama dengan wakame cucumber salad, hanya ditambah crab stick yang dipotong tipis memanjang. Rasa keseluruhan pun masih sama yaitu asiiinnn!

Puas makan tempura, kini saatnya menutup acara makan dengan dessert manis. Jika di resto Italia ada dessert pizza, Tenya pun punya menu dessert tempura!
Dingin & manis segar

Dingin & manis segar

 
Banana Tempura with Ice Cream
Agaknya menu baru ini terinspirasi dari pisang goreng ala Indonesia, hanya tepungnya memakai tempura batter. Berbeda dari beberapa teman yang mengeluhkan tebalnya lapisan tepung, saya justru suka -seperti ketika makan pisang goreng gerobakan pasti saya mencari yang lapisan tepungnya tebal. Meskipun pisangnya tidak terlalu manis, ketika dimakan dengan es krim vanilla dan saus coklat justru manisnya menjadi pas, tidak berlebihan, dan tidak membuat eneg. Jika tidak ingin saus coklat tersedia juga yang menggunakan saus karamel.

Jenis minuman yang tersedia di Tenya tergolong standar, pilihannya tidak banyak, dan tidak menjual minuman beralkohol. Berikut dua diantaranya yang saya coba:
Ocha (above) and Ice Lemon Tea

Ocha (above) and Ice Lemon Tea

 
Cold Ocha (IDR 10k, refillable)
Minuman andalan di resto Jepang pastinya adalah Ocha, dan seperti biasa pilihan saya adalah Ocha Dingin. Disajikan dalam gelas keramik hitam bermotif bunga sakura yang terlihat cantik dan stylish. Rasa ochanya pas, tidak terlalu pekat dan tidak terlalu pahit untuk saya, serta yang penting bisa refill sepuas hati.

Ice Lemon Tea
Kepekatan teh dan rasa lemonnya pas tidak terlalu asam, terasa dingin menyegarkan tenggorokan.

Puas sekali menikmati hidangan Jepang di Tenya. Selain rasa makanan yang enak dan porsi yang tidak pelit, harga makanan dan minuman di Tenya tidaklah menguras kantong. Kepuasan customer semakin lengkap dengan suasana resto yang nyaman dan bersih, serta tak kalah penting kualitas pelayanan yang prima. Memang demikianlah salah satu strategi bisnis Tenya yaitu menghadirkan makanan bermutu tinggi dengan harga terjangkau, plus pelayanan yang ramah dan profesional untuk menjamin kepuasan pelanggan. Tidak berlebihan jika Tenya menjadi "No. 1 Tempura Tendon in Japan".
Supplementary Information:
Sedikit banyaknya nasi pada menu tendon bisa di-adjust sesuai keinginan pelanggan dengan penyesuaian harga (nasi sedikit dikurangi 5000, nasi lebih banyak tambah 10000)
 
Recommended Dish(es):  All Star Tendon,Jo Tendon,Moriawase
 
Table Wait Time: 5 minute(s)


Spending per head: Approximately Rp100000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Kembali ke Din Tai Fung Smile Aug 29, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Chinese | Restaurant | Bakmi/Kwetiau | Kumpul Keluarga

Dulu saya bersama keluarga cukup sering makan di Din Tai Fung, terutama di cabang PIM 2 ini. Setelah lama sekali tidak pernah ke sini lagi, akhirnya saya berkesempatan "kembali" ke sini untuk menikmati hidangan-hidangannya yang menjadi kesukaan sekeluarga.
Din Tai Fung welcomes you!

Din Tai Fung welcomes you!

 
Modern Chinese style

Modern Chinese style

 
Outlet Din Tai Fung di PIM 2 masih belum berubah sejak dulu dengan style modern chinese-nya. Untuk penataan interiornya terlihat modern dan clean dengan warna dominan hitam dan coklat serta permainan lighting yang ditata apik mendukung konsep keseluruhan. Perpaduan lampu putih dan kuning menjadikan ruangan tetap terang tetapi masih ada kesan hangat dan sedikit klasik dengan adanya cahaya kekuningan di beberapa bagian. Nuansa chinese restaurant terlihat dari beberapa ornamen khas yang paling banyak terdapat di area kasir.

 
Di bagian depan sebelah kiri terdapat bagian dapur khusus dim sum dimana customer bisa menyaksikan langsung pembuatan dim sum yang menjadi hidangan andalan Din Tai Fung. Dapur yang dibatasi dinding kaca itu terlihat teratur dan bersih, dengan beberapa personel yang selalu tampak sibuk dengan tugas masing-masing. Open kitchen ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi customer yang ingin mengetahui bagaimana sebuah Xiao Long Bao dibuat. 

Apa itu Xiao Long Bao? 
Mari dicoba saja!

Xiao Long Bao Ayam & Kepiting (4 pcs IDR 52k, 6 pcs IDR 75k, 10 pcs IDR 105k)
Steamed Crab Meat and Chicken Dumpling
A must try!

A must try!

 
Very delicious broth

Very delicious broth

 
Look inside my fav Xiao Long Bao!

Look inside my fav Xiao Long Bao!

 
Menjawab pertanyaan di atas, singkatnya Xiao Long Bao adalah jenis steamed dim sum dengan kuah kaldu di dalamnya. Isinya bisa bermacam-macam, dari yang klasik seperti daging ayam atau babi yang dibumbui, atau bisa juga dikreasikan menjadi aneka rupa isi seperti ayam dengan kepiting, keju, foie gras, beef, dan sebagainya. Din Tai Fung yang memang "menjagokan" menu Xiao Long Bao ini mempunyai beberapa kreasi isi yang dapat dipilih, dan semuanya halal. Di setiap meja terdapat petunjuk step by step cara makan Xiao Long Bao yang benar. Beberapa komponen pelengkap untuk makan Xiao Long Bao ini adalah irisan tipis jahe, cuka hitam, dan kecap asin. Adapun cara makannya yang benar sebagai berikut:
1. Tuangkan cuka hitam dan kecap asin di atas jahe dengan perbandingan 3:1 (cuka 3 bagian dan kecap 1 bagian)
2. Ambil Xiao Long Bao dengan sumpit dan letakkan di atas sendok, sobek sedikit kulitnya dengan sumpit hingga kuah di dalamnya keluar ke sendok, lalu minum kuahnya
3. Ambil sedikit jahe yang sudah dicampur cuka dan kecap asin, letakkan di atas Xiao Long Bao
4. Xiao Long Bao siap dinikmati kelezatannya

Meskipun ada standar dan tata caranya, saya pribadi tidak mengikuti semuanya. Saya tidak suka dengan cuka hitam dan jahe, maka saya hilangkan komponen itu. Cara makannya tetap saya ikuti, tetapi hanya menambahkan kecap asin dan sambal untuk memberi sedikit sensai rasa pedas. Kadang kala saya memilih menikmati rasa asli Xiao Long Bao dengan memakannya tanpa tambahan apa-apa, dan ternyata tetap enak. Sedapat mungkin Xiao Long Bao segera dimakan sesaat setelah dihidangkan, karena lebih enak dimakan saat masih hangat. Untuk variannya, favorit kami sekeluarga yang berisi ayam dan kepiting karena perpaduan rasanya klasik dan paling pas. Kami biasa memilih ukuran medium yang berisi 6 pcs karena saya suka sekali Xiao Long Bao ini. Untuk saya sendiri saja tidak akan pernah cukup hanya makan 1 buah Xiao Long Bao, minimal 2 buah atau lebih kalau bisa.. hehehe...

Ceker Ayam (IDR 23k)
Phoenix Claw

 
Saya pribadi tidak suka ceker ayam, tetapi saya sempat mencicip sedikit bumbunya yang agak berkuah dan ternyata rasanya enak. Tak heran jika anggota keluarga saya yang lain menyukainya dan selalu memesan menu ini setiap makan di Din Tai Fung. Menurut mereka, ceker ayamnya empuk, mudah memakannya, dan bumbunya meresap.

Tahu, Jamur Hioko dan Sayur Bayam Dengan Saus Spesial (IDR 66k)
Braised Home Made Tofu with Hioko Mushroom and Spinach Served with Special Sauce
My family's favorite menu!

My family's favorite menu!

 
Saya ingat dulu setiap kali makan di Din Tai Fung pasti pesan menu tahu spesial ini. Sejak pertama kali mencobanya memang kami sekeluarga jatuh cinta dengan rasanya yang lezat. Tahu home made dengan lapisan bayam di atasnya, dimasak dengan saus spesial ala Din Tai Fung dan jamur. Pada menu hanya disebutkan jamur hioko, tetapi di masakannya kami dapatkan ada pula sedikit jamur enoki. Tahunya lembut dan gurih, sausnya berwarna coklat gelap, dominan rasa saus tiram yang lezat dan agak kental. Satu porsi yang berisi empat potongan tahu pun kami habiskan dengan cepat dan rasanya masih ingin tambah lagi...

Kailan Dengan Saus Tiram (small IDR 52k, large IDR 65k)
Kailan with Oyster Sauce
Healthy and yummy

Healthy and yummy

 
Makan siang belum lengkap tanpa menu sayur. Kailan dengan saus tiram menjadi pilihan kami karena disukai semua anggota keluarga. Kailan dimasak dengan tingkat kematangan yang pas, tidak ada rasa pahit sama sekali, masih crunchy, dan warnanya hijau segar karena tidak overcooked. Kuah saus tiramnya kecoklatan dengan aroma bawang putih yang harum tapi tak berlebihan dan tidak sekental saus tahu jamur. Di atas kailan ditaburi bawang merah goreng yang cukup banyak sehingga menambah tekstur pada keseluruhan masakan. Menu ini enak dimakan dengan atau tanpa nasi, tergantung selera saja, tapi pastinya ingin tambah lagi dan lagi.

Nasi Goreng Udang (IDR 75k)
Fried Rice with Shrimp

 
Kami sekeluarga suka nasi goreng, terutama saya. Sekilas pandang, tampilan luarnya menarik menurut saya, berwarna kuning kecoklatan dengan udang berukuran sedang yang cukup banyak. Sayangnya nasi goreng udang ini rasanya kurang memenuhi ekspektasi kami dari sebuah restoran sekelas Din Tai Fung. Nasi gorengnya sebenarnya tidak terlalu berminyak, udangnya cukup banyak dan masih tergolong segar, hanya sayangnya tasteless. Bahkan bagi kami sekeluarga yang terbiasa mengurangi konsumsi garam, nasi goreng ini terasa kurang asin dan kurang tasty seperti kurang bumbu. Kami pun mengakalinya dengan menambahkan kecap asin dan sambal sehingga lebih kaya rasa.

Nasi Putih (IDR 10k)
Bukan menu yang istimewa tetapi harus ada, dan tidak boleh disepelekan juga karena nasi putih yang enak harus dimasak dengan benar. Saya pribadi kurang suka dengan nasi putih yang pera (dimasak dengan sedikit air sehingga agak keras) karena akan mengurangi kenikmatan makan, seenak apa pun lauknya. Nasi putih di sini dimasak dengan kadar air yang pas sehingga pulen dan rasanya enak. Apalagi dimakan saat masih hangat dengan tahu 3 jamur atau kailan saus tiram, rasanya nikmat dan pas sekali.

Lychee Mint Freeze (IDR 45k)
Lychee, peppermint leaf, and lime

 
Meskipun keluarga yang lain beranggapan rasanya aneh, tapi saya suka! Saya ingat ini bukan pertama kali saya memesannya, dulu sudah pernah coba dan rasanya asam manis segar. Ternyata tak salah ingatan saya, rasa minuman ini masih sama. Aroma dari daun peppermint segar yang diblender dengan es dan jeruk nipis terasa paling dominan, memberikan sensasi rasa asam yang dijamin mengusir kantuk. Sedikit rasa manis dari lychee kalengan menjadikan keseluruhan rasanya balance dan enak di lidah saya. Tampilan minuman ini juga tak kalah segar dengan warna dominan hijau plus garnish daun mint dan sebutir lychee di atasnya. Dingin dan segar!

Apple Juice (IDR 32k)

 
Dari beberapa pilihan juice yang terbuat dari buah segar (bukan dari juice botolan), hanya apple juice yang akhirnya ada. Secara keseluruhan tampak kurang menarik menurut saya pribadi, hanya di-garnish sangat sederhana dengan irisan apel di tepi gelas dan warnanya kuning tidak seperti apple juice pada umumnya yang biasa kehijauan atau coklat. Untunglah rasanya enak dan tetap terasa apel. Entah jenis apel apa yang digunakan, yang jelas fresh juice baik untuk kesehatan. Setuju?

Sungguh menyenangkan kembali ke restoran favorit keluarga yang satu ini! Kami sekeluarga tetap puas dengan rasa makanannya yang tidak berubah, hampir semuanya enak, dan menggunakan bahan-bahan berkualitas baik. Pelayanan para waitress-nya juga kami nilai masih sama seperti dulu, ramah dan cekatan dalam melayani permintaan kami. Satu hal kecil yang menyenangkan melihat waitress berinisiatif menawarkan tempat meletakkan tas wanita kepada tante saya tanpa harus diminta.

Soal harga... mungkin sebagian orang akan beranggapan mahal karena porsi makanannya termasuk kecil. Bagi keluarga kami, harga di Din Tai Fung masih sesuai dengan kualitas dan rasa makanan yang didapatkan. Ditambah dengan suasana yang nyaman dan pelayanan yang baik membuat kami tak hanya melihat dari harga tapi rasa puas secara menyeluruh yang dialami di sini. Jika menilik lebih dalam lagi, harga sedemikian tergolong wajar untuk sebuah restoran sekelas Din Tai Fung yang mempunyai tagline "Delicacy bestowed with MICHELIN star". Yup, it's a Michelin star resto... anyone?
Supplementary Information:
Bagi yang pertama kali makan di sini harus coba Xiao Long Bao ala Din Tai Fung yang menjadi andalan mereka. Ikuti cara makan Xiao Long Bao yang benar dan paling enak dimakan selagi masih hangat.
 
Recommended Dish(es):  Xiao Long Bao Ayam Kepiting,Tofu with Hioko Mushroom and Spinach,Kailan Saus Tiram
 
Table Wait Time: 10 minute(s)


Date of Visit: Aug 01, 2014 

Spending per head: Approximately Rp125000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Perancis | Restaurant | Steak & Grills | Kumpul Keluarga

Sore hari di mall, saya dan sahabat mampir sejenak ke Delifrance untuk duduk-duduk santai sambil menikmati kue ala Perancis di sini. 
Delifrance PIM 2

Delifrance PIM 2

 
A classic look

A classic look

 
Outlet Delifrance terletak di lantai dasar PIM 2, tepat di sebelah Pizza Marzano (sekarang Pizza Express) dan Rococo. Seingat saya outletnya sudah pernah berganti tampilan karena restoran ini sudah beroperasi cukup lama sejak PIM 2 dibuka. Tampilan outletnya yang sekarang bergaya Eropa klasik seperti sebuah kafe di kota Paris. Kesan hangat dan homey tercipta dari penataan interiornya yang harmonis dan lighting yang mendukung. Ada satu bagian agak di sudut dekat jendela yang sangat cantik menurut saya. Mulai dari desain lantai, meja kursi kayu bergaya klasik, hiasan di kaca jendela, hingga lampu dinding di dekatnya membuat sudut ini tampak romantis, bagus untuk spot berfoto ria atau candle light dinner berdua dengan pasangan.
Romantic corner

Romantic corner

 
Ketika kami datang, restoran yang sekaligus sebagai cafe dan bakery ini tidak terlalu ramai, maklum saat itu bulan Ramadhan dan masih jauh dari jam berbuka puasa. Memasuki restoran, kami langsung menuju etalase di bagian kanan untuk memilih cake. Jajaran cake lezat tampak sangat menarik untuk dicoba, rasanya ingin memesan semuanya! Sahabat saya merekomendasikan cake tempat ini karena ia sudah beberapa kali menikmati kelezatannya. Tak mengherankan, karena Delifrance mempunyai chef Rene Gazoti yang asli Perancis.
Iced Coffee with the cakes

Iced Coffee with the cakes

 
iced Coffee (IDR 30k)
Minuman simple yang menyegarkan di sore hari. Segelas kopi dingin cocok sebagai teman makan cake yang manis dan bisa menghalau kantuk atau lelah yang menyerang di sore hari begini. Disajikan dengan gula cair terpisah dalam sebuah cangkir mini, sehingga kita bisa menentukan sendiri tingkat kemanisannya sesuai selera.

Blueberry Cheese Cake (IDR 28k)
Yummy

Yummy

 
Yummy

Yummy

 
Pilihan teman saya ini ternyata enak sekali dan rasanya beda dari cheese cake di tempat lain. Cheese cake-nya sendiri tidak terlalu manis dan cukup firm, tidak terlalu lunak teksturnya sehingga tidak membuat machtig. Di bagian atas terdapat lapisan homemade blueberry jam yang masih bertekstur dengan rasa asam-manis pas dan aroma blueberry yang natural (karena terbuat dari blueberry segar tanpa artificial flavour). Di dalam cheese cake masih terdapat beberapa gumpalan semacam blueberry paste yang lebih padat, jadi rasa asam-manis blueberry tidak hanya didapatkan di bagian atas tetapi di dalam cake juga. Biscuit base yang melapisi bagian bawah dan luar cheese cake bertekstur seperti biscuit crumbs yang renyah dan agak mudah hancur seperti terlihat pada cake teman saya yang sedikit "runtuh" ketika dihidangkan di piring. Rasa biscuit base-nya cenderung plain, hanya ada sedikit rasa manis sehingga tidak mengganggu rasa cake, justru membuat tekstur keseluruhan cake menjadi kompleks. Yummy!

Black Velvet Truffle (IDR 28k)
For Choco Lovers

For Choco Lovers

 
Sebagai penggemar berat coklat, saya sudah "mengincar" cake ini sejak pandangan pertama. Penampilannya memang tidak terlalu mewah dan mungkin kurang menggugah selera, tetapi jangan dulu meremehkan kue ini sebelum mencobanya! Begitu potongan pertama masuk ke mulut, saya langsung jatuh cinta dan ingin segera makan sepotong lagi, lagi, dan lagi.. hingga habis. Black Velvet Truffle terdiri dari sponge sacher, lapisan chocolate cream, dan chocolate ganache bertabur bubuk coklat sebagai garnish di bagian paling atas. Saya suka sekali cake coklat ini karena rasa coklatnya benar-benar mantap, terutama chocolate ganache yang di atas.. Sponge sacher yang lembut tetapi masih bertekstur, berpadu dengan chocolate cream yang sedikit manis menjadi balance. Tanpa terasa cake ini habis dengan cepat...
Half left

Half left

 
Pelayanan di Delifrance menurut kami cukup baik, standar restoran pada umumnya. Waitress cukup komunikatif dan yang terpenting ramah dalam melayani customer. Pesanan kami keluar cukup cepat karena hanya berupa cake yang disajikan di piring tanpa garnish tambahan apa pun. Overall kami puas dengan Delifrance, mulai dari tempatnya yang cantik, pelayanan yang baik, cakes yang enak dan berkualitas, serta tak kalah penting adalah harga yang kami bayarkan sesuai dengan kepuasan yang didapat. Banyak tempat lain yang mempunyai cake enak tetapi harganya selangit, berbeda dengan Delifrance yang harganya affordable. Delifrance, I'll be back!
Supplementary Information:
Sisakan ruang di perut untuk mencicipi dessert atau kue-kue dari Delifrance yang tidak boleh dilewatkan.
 
Recommended Dish(es):  Blueberry Cheese Cake,Black Velvet Truffle
 
Table Wait Time: 5 minute(s)


Date of Visit: Jul 09, 2014 

Spending per head: Approximately Rp50000(Other)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Nostalgia Vietnam di Do An Smile Jul 14, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Vietnam | Restaurant | Bakmi/Kwetiau | Vegetarian | Kumpul Keluarga

Kali ini saya mencoba salah satu restoran khusus makanan Vietnam yang menurut rekomendasi seorang teman rasanya masih "Vietnam banget". Teman saya ini sudah sering bertualang kuliner di Vietnam, tentu bisa saya percaya rekomendasinya.
Đồ Án, sebuah restoran Vietnam yang outletnya sudah tersebar di beberapa area Jakarta, salah satunya di Area 51 Pondok Indah Mall. Outlet Do An terletak di ujung paling dalam lantai 1 Area 51, agak dekat dengan eskalator dan lift. Papan nama restoran terpampang besar dan sangat jelas di bagian atas outlet, beserta gambar seorang perempuan berbaju tradisional Ao Dai dan topi caping yang merupakan ciri khas Vietnam. Dari papan namanya saja kita sudah cukup dapat mengenali identitas Vietnam, ditambah lagi dengan tagline "Vietnamese Experience" di bawah namanya.
Do An Vietnamese Experience #myfood

Do An Vietnamese Experience #myfood

 
Warna merah terang seperti bendera negara Vietnam mendominasi tampilan outlet Do An. Bagian depan outlet tergolong sederhana dengan penataan modern minimalis, dipercantik beberapa lampion gantung. Dapur berada di bagian dalam, tertutup, dengan sebuah jendela kecil tempat mengeluarkan makanan yang siap dihidangkan. Di sebelah kiri depan terdapat papan merah besar berisi daftar menu. Seluruh nama menu masih menggunakan bahasa Vietnam dengan sedikit keterangan berbahasa Inggris di bawahnya. Bingung atau ragu? Jangan khawatir karena setiap menu dilengkapi dengan foto untuk memudahkan customer memilih menu. Jika malas membaca satu persatu menu di papan, masih ada beberapa menu andalan dan best seller yang terpampang dengan foto lebih besar pada neon box dan layar LCD di atas kasir.
Counter #myfood

Counter #myfood

 
Read menu here #myfood

Read menu here #myfood

 
Sebenarnya ada beberapa menu yang menjadi incaran untuk saya coba, namun apa daya, kebetulan saya datang sendiri dan sebelumnya sudah "ngemil" salad ketika menemani teman berbuka puasa. Jadilah saya hanya bisa memilih satu menu saja.
Bun Bo Hue (IDR 55,5k ++)
Spicy beef noodle soup "Hue" style
Malam ini saya sedang ingin makanan yang hangat, berkuah, namun sedikit spicy. Bun Bo Hue adalah pilihan tepat yang memenuhi semua kriteria tersebut. Semangkuk rice noodle berkuah kecoklatan berisi potongan daging sapi serta taburan daun bawang dan cilantro dirajang tipis. Di mangkuk terpisah disediakan pelengkap yang terdiri dari tauge (bean sprouts) mentah, selada, potongan jeruk nipis, dan sambal. Kuahnya yang masih mengepul sangat "mengundang" untuk segera dicicipi.
Main bowl and toppings #myfood

Main bowl and toppings #myfood

 
Seperti biasa saya pasti mencicip kuahnya terlebih dahulu, apa adanya sebelum ditambah pelengkap. Kuah kaldu yang tampak kecoklatan itu sebenarnya bening (clear soup), rasanya gurih tetapi masih light dan terasa tidak terlalu banyak menggunakan penyedap rasa. Saya lihat banyak potongan cabai merah halus di dalam kuah, tak heran kalau pedasnya cukup terasa sejak seruputan pertama. Selain cabai merah (jenis cabai keriting pedas atau bahkan rawit) terdapat juga potongan bawang bombay dan tentunya rajangan daun bawang dan cilantro yang seakan wajib ada dalam noodle soup Vietnam. Potongan bawang bombai sepertinya dimasukkan dalam keadaan mentah saat akan disajikan, lalu menjadi sedikit matang karena siraman kuah panas sehingga teksturnya masih agak crunchy dan terasa manis ketika dikunyah. Aroma cilantro memang sedikit over powering di lidah saya, tetapi memang demikianlah "standar" makanan di Vietnam sana.
Good quality of beef #myfood

Good quality of beef #myfood

 
Vietnamese rice noodle #myfood

Vietnamese rice noodle #myfood

 
Daging sapi yang digunakan seperti daging untuk sukiyaki. Potongannya tipis, empuk, dan tidak banyak lemak sesuai request saya ketika memesan tadi. Mie berasnya tidak lebar, agak tebal, dan berwarna putih pekat, agak berbeda dengan yang saya makan ketika di Vietnam dulu -lebih lebar, tipis, dan warnanya putih sedikit transparan. Tingkat kematangannya pas, tidak terlalu lunak ataupun kenyal.
fresh vegs, lime, and samba #myfood

fresh vegs, lime, and samba #myfood

 
Bahan pelengkap yang disajikan mentah saya masukkan semua ke dalam kuah selagi masih panas sehingga menjadi sedikit matang. Tauge yang digunakan berjenis besar, lebih crunchy dan terasa manis, menambah tekstur dan rasa pada noodle soup ini. Jangan lupa perasan jeruk nipis yang memberikan seberkas rasa asam segar harus ditambahkan agar keseluruhan rasanya menjadi mantap dan balance. Sambal dalam piring plastik kecil itu sebenarnya enak (dimasak dengan terasi atau mungkin semacam teri goreng ditumbuk halus sehingga aromanya sedap), tapi karena kuahnya sudah pedas maka tidak saya tambah sambal lagi.
Put all toppings to the bowl Main bowl and toppings #myfood

Put all toppings to the bowl Main bowl and toppings #myfood

 
Baiklah cukup berkata-kata, saatnya menghabiskan semangkuk Bub Bo Hue yang sudah lengkap dengan toppingnya!
Ready! #myfood

Ready! #myfood

 
Pelayanan di sini standar seperti umumnya food court, dimana customer harus menunggu makanannya disiapkan kemudian membawanya sendiri ke meja. Masalahnya, saya harus menunggu cukup lama untuk semangkuk noodle soup, padahal kondisi resto sedang sepi. Saya lihat customer yang baru memesan setelah saya selesai membayar di kasir justru makanannya tersaji duluan. Sedikit mengecewakan sad Dari segi harga tergolong agak mahal jika kita hanya melihat berdasarkan price list tanpa mencoba, tetapi jadi terasa worth it karena rasanya yang enak dan mirip dengan versi asli di Vietnamnya. Lebih murah jauh daripada terbang langsung ke Vietnam, lho...
Meskipun belum pernah mencoba Bun Bo Hue langsung di kota asalnya (ketika ke Vietnam saya belum sempat mengunjungi kota Hue) menurut saya pribadi rasanya enak dan mewakili cita rasa makanan khas Vietnam. Dari semua komponen yang ada, aroma cilantro pada kuahnya sangat mirip dengan semangkuk pho yang saya nikmati pertama kali di sebuah kedai kecil di kota Hanoi.
 
Recommended Dish(es):  Bun Bo Hue
 
Table Wait Time: 10 minute(s)


Date of Visit: Jul 04, 2014 

Spending per head: Approximately Rp63000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Martabak Naik Kelas ala D'Marco Smile Jun 30, 2014   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Food Court | Martabak | Hang Out

Jumat sore selepas jam kantor, ini saatnya melepas kepenatan yang menumpuk selama lima hari. Sudah menjadi semacam habit bagi warga Jakarta untuk hangout di Jumat sore hingga malam, sekedar makan malam sambil ngobrol santai bersama pasangan, teman, atau kolega.
Kali ini saya berkesempatan menyambangi Kampung Kemang, sebuah food court baru yang berlokasi sangat strategis di Jalan Kemang Raya, tepatnya di seberang Plaza Adorama. Kampung Kemang memiliki area yang luas, tempat parkir yang memadai, dan makanan enak dengan harga terjangkau sehingga cocok untuk sekedar kumpul bersama teman hingga mengadakan acara semisal gathering, launching produk, atau mini party.

Seperti umumnya food court, terdapat beberapa stand di Kampung Kemang, salah satunya adalah Martabak D'Marco

 
Welcome!

Welcome!

 
Ika Hendrani, the owner

Ika Hendrani, the owner

 
Sesuai namanya yang merupakan singkatan dari MARtabak dan COffee, D'Marco mengusung martabak sebagai bintang utamanya. D'Marco didirikan pada tanggal 10 Mei 2012 oleh tiga orang yaitu Ika Hendrani, Ira Lathief, dan Budiyono dengan outlet pertama berkonsep mini cafe di Sabang. Beliau bertiga mempunyai visi misi untuk menaikkan derajat martabak manis dari makanan kelas kaki lima yang biasa dijual di pinggir jalan menjadi makanan yang layak disajikan di cafe atau resto. Lebih jauh lagi, ke depannya mereka ingin menjadikan martabak manis sebagai kuliner khas asal Indonesia yang mendunia seperti halnya pizza dari Italia. Setelah mini cafe di Sabang mendapat sambutan baik, D'Marco membuka cabang kedua di daerah Tebet pada 20 November 2013 dengan konsep food court, dilanjutkan cabang ketiga di Kampung Kemang pada 1 Mei 2014 yang juga berkonsep food court.
Bagaimana dengan makanannya? Berbagai varian martabak disediakan di sini, mulai dari varian klasik martabak manis yang jadi menu standar di martabak kaki lima hingga menu modifikasi hasil kreasi ownernya. Penasaran? Mari kita coba…
The Kitchen

The Kitchen

 
Martabak Burger (IDR 30k)

 

 
Salah satu hasil kreasi terbaru dari sang owner yang menjadi menu favorit. Meskipun base-nya berbahan martabak manis, ternyata cocok saja dipadukan dengan topping asin dan savory seperti burger ini. Base martabaknya dibuat tidak terlalu tebal dan tidak ditaburi gula seperti martabak manis di luaran. Di atasnya diletakkan selada, keju, irisan tomat, dan patty burger di paling atas, kemudian digarnish dengan saus sambal dan mayones. Ketika dimakan sekaligus rasanya enak dengan perpaduan rasa dan tekstur dari semua komponennya. Ada rasa asin, sedikit pedas manis, dan gurih semua terasa balance di mulut. Base martabaknya sendiri enak, tidak hambar, ketebalannya pas sehingga tetap empuk, dan yang terpenting untuk saya adalah tidak terlalu berminyak. Tidak percuma jika sang owner sampai belajar langsung dari tukang martabak berpengalaman, sehingga bisa menghasilkan base martabak manis seenak ini. Besar porsinya tergolong mengenyangkan untuk satu orang seperti saya, kecuali jika kapasitas perutnya besar mungkin harus tambah seporsi lagi *wink*.

Martabak Nutella
(IDR 25k)

 

 
Penggemar coklat terutama Nutella pasti suka menu simple nan menggugah selera ini. Martabak manis dioles Nutella spread yang cukup "royal" sebagai pengganti coklat meises pada martabak manis standar, se-simple itu… tapi rasanya jangan ditanya! Saya pribadi suka karena meskipun olesan Nutella cukup tebal tetapi adonan martabaknya tidak manis (justru ada sedikit rasa asin) sehingga secara keseluruhan manisnya tidak berlebihan. Bagi yang ingin variasi rasa lebih, tersedia martabak Nutella dengan pisang, kacang, strawberry, atau Oreo crumbs. Daripada sibuk membayangkan rasanya dari penjelasan saya ini, lebih baik langsung dicoba saja, deh…

Martabak Ice Cheese Oreo

 

 
Ini dia menu baru kebanggaan sang owner, Ika Hendrani, yang pastinya masuk dalam daftar best seller di D'Marco. Martabak manis ditaburi parutan keju dan Oreo crumbs, kemudian diberi satu scoop es krim di atasnya. Tak ketinggalan sebuah biskuit Oreo utuh ditancapkan di puncak es krim sebagai pelengkap garnish. Disarankan untuk menyantapnya segera setelah dihidangkan agar es krim tidak semakin mencair. Ketika dimakan sekaligus semua komponennya, terdapat perpaduan rasa dan tekstur yang begitu kompleks namun balance. Ada rasa asin, manis, creamy, tekstur halus lembut dari es krim dan Oreo crumbs yang agak kasar, serta base martabak yang masih hangat dengan dinginnya es krim… lengkap! Meskipun kelihatannya mudah hanya menggabungkan beberapa topping saja, namun saya yakin resep ini sudah melalui trial & error sebelumnya sehingga menghasilkan komposisi tepat untuk rasa yang pas dan nikmat.
Jika boleh memberi sumbang saran, mungkin akan menarik jika ada menu "create your own martabak" dimana konsumen bisa memesan martabak dengan perpaduan topping yang dikreasikan sendiri. Realisasinya yaitu dengan menjual additional topping secara terpisah, jadi konsumen dapat memesan tambahan topping sesuai kemauannya. Menurut saya, konsumen akan lebih tertarik atau terpancing kreativitasnya membuat menu martabak baru yang belum pernah ada sebelumnya, sesuai selera pribadi masing-masing. Cara ini sekaligus bisa menjadi masukan atau tambahan ide untuk menghasilkan kreasi menu baru yang selanjutnya bisa menjadi menu tetap di D'Marco. Ide dari banyak orang terkadang lebih baik daripada satu atau beberapa orang saja, bukan?
Menu D'Marco

Menu D'Marco

 
Selain beraneka menu martabak, tersedia pula beberapa pilihan menu nasi dan ayam, serta appetizer berupa dimsum, chicken wings, dan french fries. Pilihan menu yang cukup bervariasi menjadikan Martabak D'Marco dapat menjangkau berbagai kalangan dan usia karena konsumen tidak akan cepat bosan datang kesini lagi dan lagi.

Dari segi pelayanan tergolong baik dan makanan disajikan tidak terlalu lama, tapi saya rasa jika akan order dalam jumlah banyak lebih baik memesan sebelumnya. Bisa dimaklumi dari area dapurnya yang terbatas memang tidak memungkinkan membuat martabak dalam jumlah banyak dengan waktu cepat, apalagi jika sedang ramai pesanan.

 
Martabak D'Marco juga membuka peluang untuk kemitraan bersistem waralaba dengan paket investasi menarik. Informasi lengkap bisa dilihat di website www.dmarcocafe.com

Sukses terus Martabak D'Marco, mari kita sama-sama menjadikan martabak manis sebagai kuliner khas Indonesia yang bisa dikenal dunia!
Supplementary Information:
Jika akan datang dalam rombongan besar atau mau order dalam jumlah banyak sebaiknya pesan dahulu agar tidak menunggu lama nantinya.
 
Recommended Dish(es):  Martabak Ice Cheese Oreo,Martabak Nutella,Martabak Burger
 
Date of Visit: Jun 27, 2014 

Dining Offers: Tasting Event


Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend