OpenRice Index
  
missnl
This is missnl living in Cilandak. I am a graphic designer, work in Lebak Bulus. I like to hang out in Tanjung Duren, Pondok Indah, Senayan. Bali, Chinese, Itali, India are my favorite cuisines. I also love Street Foods, Kafe, Restaurant, lounge and Siomay / Batagor, Pizza & Pasta, sate lilit bali.
Member 10 First(s)
No. of Review67 Review(s)
編輯推介數目33 Editor's Choice
Recommended8 Recommended
Popularity3694 View(s)
Replies in Forum1 Comment(s)
Upload Photos1237 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant42 My Restaurant(s)
Follow58 Following
粉絲391 Follower(s)
missnl  Level 3
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 6 to 9 of 9 Reviews in Indonesia
Menikmati Siang yang Sepi di Ubud Smile Aug 10, 2011   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kafe | Kencan / Berpasangan | Hang Out

Saya makin cinta Ubud setelah menemukan & membuktikan sendiri bahwa cafe ini memang istimewa. Siang2, baru sampai dari Jakarta ke Bali, langsung menuju Ubud & mencari cafe ini karena sebelumnya saya sudah "research" tempat2 kuliner yang recommended di Bali. Cafe ini incaran saya, karena meskipun letaknya bukan di jalan yang ramai (sopir kami yg orang Bali asli pun sempat nyasar) tapi sudah dikenal cukup lama terutama di kalangan expatriate.

Cafenya semi-outdoor yaitu terbuka di kedua sisi bangunannya, di sekitarnya banyak tanaman hijau sehingga terasa menyegarkan di siang bolong begini. Konsep ini cocok dengan Ubud yang sejuk udaranya (tak perlu AC lagi). Interiornya bernuansa natural dilengkapi pernik2 artistik sebagai penghias dinding. Saya pribadi suka sekali dgn tampilan bar area-nya, botol2 minuman ditata apik di atas lemari kayu.
Interior

Interior

 
Bar area

Bar area

 
Saya datang berdua dgn ibu saya, agak terlambat untuk lunch karena sudah lebih dari jam 1, lapar berat pastinya! Karena kami datang saat weekdays, lengkaplah sepinya.. selain kami hanya ada 1 meja lain yg terisi dengan 2 orang tamu. Kami pun langsung pilih2 menu & pesan.. dan pilihannya adalah:

chopstick Appetizer: Broccoli Cream Soup, served with french bread & butter, Rp 28.000,-
Broccoli Cream Soup

Broccoli Cream Soup

 
Porsinya cukup besar untuk appetizer, apalagi dihidangkan dgn roti jadi cukup mengenyangkan.. tapi, untuk 2 orang yang sedang kelaparan ini sih tak masalah tongue. Dari segi rasa lumayan enak, masih terasa broccoli-nya, tapi tak masalah karena kami suka broccoli.

chopstick Main: Grilled snapper fillet in hollandaise sauce, served with sauteed mushrooms, broccoli gratin & mashed potato, only Rp 78.000
Grilled snapper fillet in hollandaise sauce

Grilled snapper fillet in hollandaise sauce

 
Very worth the price & generous side dishes! Betul2 memuaskan, dari segi rasa maknyuss tenan, ikannya di-grill kering di luarnya tapi masih cukup juicy di dalamnya. Hollandaise sauce-nya pas (tidak bikin eneg) & masing2 side dish-nya juga enak2. Ikannya memang kelihatan tidak terlalu besar, tapi jika digabung dengan semua side dish, kenyang pol! Dengan harga kurang dari 80rb, tidak ada tandingannya deh..

chopstick Main: Grilled tuna steak on green herbs & garlic butter served with sauteed parsley potatoes & tomato salad, Rp 56.000
Grilled tuna steak on green herbs & garlic butter

Grilled tuna steak on green herbs & garlic butter

 
Very, very generous, also awesome taste! Ikan tuna yang 'ordinary' diolah jadi 'extraordinary' terutama dgn green herbs-nya.. tapi tentunya hanya bagi yang suka herbs ya.. karena terasa cukup dominan herbs-nya meskipun berpadu dgn garlic butter. Untuk side dish-nya kami pilih yang sederhana hanya kentang yang ditumis dgn parsley (herbs juga nih) & salad tomat supaya segar. FYI, side dishes ini bisa dipilih sesuai selera, ada lebih dari 5 macam pilihan side dishes untuk menu2 yg kami pesan ini. Sengaja kami pilih yg berbeda semuanya untuk mengetahui masing2 rasanya. Lagi2 untuk harganya: tergolong tak mahal untuk jumlah porsi, rasa & jenis makanan seperti ini.

Untuk minuman kami hanya memesan orange juice yg menyegarkan untuk mengimbangi rasa makanan yg asin & creamy, tidak ada yg istimewa sih..

Conclusion:
Kelebihan: rasa makanan OK, porsi cukup besar, harga sangat sesuai (tidak mahal sama sekali), suasana cafe cozy

Kekurangan: pelayanannya agak lama! padahal saat itu cafe sepi, yang pesan makanan berat pun cuma kami (tamu lain minum2 saja).. mungkin sistem/workflow di dapur masih ala rumahan jadi belum highly effective seperti di resto2 internasional di kota besar lol

Overall, puas banget! pasti balik ke sini lagi kalau ke Ubud & pasti saya recommend ke taman2/keluarga kalau ada yg mau ke Ubud.
 
Recommended Dish(es):  Grilled snapper fillet in hollandaise sauce, Grilled tuna steak on green herbs & garlic butter, broccoli gratin & mashed potato (for side dishes choice)
 
Spending per head: Approximately Rp110000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 2  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Bali | Restaurant | Kumpul Keluarga

 
Warung Satria termasuk salah satu warung tersohor di Bali yang telah beroperasi lebih dari 35 tahun lamanya. Warung Satria kini sudah buka di 3 tempat, dimana 2 cabangnya yang dibuka lebih belakangan tempatnya lebih bagus dari yang aslinya. Saya pun menyempatkan mampir untuk mencoba nasi campurnya yang terkenal itu ketika sedang keliling2 denpasar. Sang driver, teman saya yang asli orang Bali pun mengantar kami ke Warung Satria yang aslinya, terletak di jalan kecil yang sulit berpapasan 2 mobil.. alhasil mobil kami pun mesti parkir di tempat yang agak jauh.

 
Warung ini tempatnya sederhana, terlihat jelas semula merupakan rumah tinggal sang pemilik yang sekarang sudah digunakan seluruhnya untuk warung makan. Meja kursi di dalamnya pun sedernaha saja dan tidak terlalu banyak, tentunya ruangan tanpa AC yang hanya mengandalkan AC alam. Ketika kami datang siang itu, warung tidak terlalu ramai karena kami datang agak lebih awal dari jam makan.

 
Ketika datang, kami langsung memesan lauk pauk yang diinginkan di etalase makanan, bawa sendiri piringnya, baru kemudian duduk. Kami pilih meja di dekat jendela meskipun tidak membantu juga alias tetap kegerahan, apalagi setelah mulai makan dan mendapati beberapa lauk yang kami pilih ternyata cukup pedas. Lauk wajib yang pasti saya coba adalah sate lilitnya, cukup enak, bumbu rempahnya terasa, tapi masih kalah enak dengan sate lilit kaki lima di denpasar yang pernah masuk kompas itu (saya lupa namanya). Lawar pun wajib buat saya untuk mencobanya, ternyata cukup enak dan tidak pedas. Ayam suwip pilihan saya lah yang ternyata pedas, sesuai dengan warnanya yang merah. Sebagai pelengkap saya juga memilih urap agar tetap ada sayurnya. Urapnya not bad, tapi bumbu kelapanya tidak terlalu berasa.

Secara keseluruhan makanannya enak, tapi ketika membayar, saya pun teringat referensi2 di internet yang mengatakan bahwa warung ini tergolong mahal untuk "kelas" warung. Yah, tak apalah kalau hanya sekali2 demi menjajal warung legendaris yang tersohor ini. tongue
 
Recommended Dish(es):  nasi campur bali
 
Spending per head: Approximately Rp35000

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 2  |  
Sesuai dengan harga
 2

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Pie Enak di Aroma's Cafe OK Apr 09, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Bali | Restaurant | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

Cafe ini letaknya tak jauh dari hotel tempat saya menginap di jl. Legian. Pada malam terakhir di Bali sebelum pulang keesokan harinya, kami (saya & nyokap, again!) sempatkan makan di sini, terutama untuk mencoba Provencale Pie-nya yang direkomendasikan di beberapa food review yang saya baca di internet. Cafe ini sudah beroperasi cukup lama, dan katanya memang Pie ini menu jagoannya. Di bagian depan ada toko kue sekaligus tempat memesan/bayar, dan beberapa meja. Ketika kami datang, waitress nya menawarkan bisa juga duduk di bagian belakang, kami pikir boleh juga nih, karena di belakang pasti tidak terlalu terganggu dengan keramaian Legian plus club2nya. Di bagian belakang tempatnya seperti pendopo, sekelilingnya terbuka dengan pagar tanaman, atap cukup tinggi. Lebih terasa sejuk di sini, tapi lebih gelap dan banyak nyamuk! Area ini juga lebih dekat dengan dapur yang letaknya di paling belakang. Dari tempat kami duduk masih bisa terdengar suara2 kesibukan di dapur.lol

Untuk menunya, inilah plihan kami:

 
Provencale Pie, 42,5k
Tentunya, ini menu incaran. Cukup lama menunggunya terhidang di meja kami, rupanya memang benar2 dibuat dari awal. Rasanya tidak mengecewakan. Bentuk luarnya menyerupai zuppa soup tapi pastry-nya lebih tebal. Isinya mushroom dengan cheddar cheese & herbs, dimasak menjadi seperti cream agak kental yang rasanya asin, gurih, dan enak. Sebagai pendampingnya ada semacam acar timun (tapi tidak asam, melainkan sedikit asin) dengan taburan kacang mete. Rasanya unik juga ketika dimakan berbarengan dengan pie-nya. Di menunya disebutkan pie ini mengunakan resep perancis kuno. hmm, yummy!

 
Punjabi Thali, 46,5k
Menu satunya lagi sengaja kami pilih yang benar2 beda 'genre'nya. Set menu North indian & Nepalese Specialities ini dihidangkan dengan Thali style. Satu menu isinya beberapa jenis masakan, yang kami tidak tahu namanya satu persatu. Yang jelas, sangat mengeyangkan! Soal rasa, masih bisa kami terima walaupun tak semuanya terasa enak tongue

Overall, kami cukup puas makan di sini. Harga affordable, rasa enak, pelayanan standar, meskipun tempat kurang nyaman. Menurut waiternya, cafe ini sebentar lagi akan ditutup sementara untuk renovasi habis2an, bahkan katanya akan ada hotelnya. Kita tunggu saja seperti apa nanti jadinya.
 
Recommended Dish(es):  Provencale Pie
 
Spending per head: Approximately Rp50000

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 2  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant | Halal

Satu lagi tempat incaran yang sudah di-research sebelumnya. Warung Mak Beng konon sudah buka sejak lama, turun temurun sampai generasi ketiga. Kabarnya pula, warung ini selalu ramai, yang berarti layak dicoba!
Sop Ikan & ikan goreng

Sop Ikan & ikan goreng

 
Kuah sop ikannya bening, 'light', asam, pedas, spicy.. segar & mantap abis! Ditambah potongan ketimun yang jadi layu karena dimasukkan ke kuah panas.. wah itu kesukaan saya banget! Potongan kepala ikannya besar, banyak dagingnya & bumbu kuahnya sudah meresap jadi ga hambar ikannya.

Ikan gorengnya pun gurih biarpun hanya digoreng sederhana.. ditemani sambalnya yang pedassss tapi enak, seporsi pun habis dengan sukses (dibantu kucing di bawah meja sih, yang kebagian kulit2 ikan-nya tongue)

Dengan harga yang ga mahal, pantesan warung ini rame banget, apalagi pas jam makan siang begini, terlihat banyak karyawan2 yang mampir lunch disini. Cari kursi kosong pun mesti agak rebutan lol
 
Recommended Dish(es):  sop ikan, ikan goreng
 
Spending per head: Approximately Rp30.000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 2  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0