OpenRice Index
  
missnl
This is missnl living in Cilandak. I am a graphic designer, work in Lebak Bulus. I like to hang out in Tanjung Duren, Pondok Indah, Senayan. Bali, Chinese, Itali, India are my favorite cuisines. I also love Street Foods, Kafe, Restaurant, lounge and Siomay / Batagor, Pizza & Pasta, sate lilit bali.
Member 10 First(s)
No. of Review67 Review(s)
編輯推介數目33 Editor's Choice
Recommended8 Recommended
Popularity3656 View(s)
Replies in Forum1 Comment(s)
Upload Photos1237 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant42 My Restaurant(s)
Follow58 Following
粉絲391 Follower(s)
missnl  Level 3
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 46 to 50 of 67 Reviews in Indonesia
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Thailand | Restaurant | Kumpul Keluarga

Makan malam bersama my best friend ever di PIM.. kami ingin yg agak beda nih, lalu muncul ide untuk makan Thai yang & sampailah kami ke Restaurant Row. Jittlada tampaknya menarik, kami pun memutuskan makan di situ. Areanya tidak terlalu besar, standar ukuran satu kapling di Restaurant Row. Dekorasinya khas thailand dengan adanya patung2 seperti di kuil2 yang pernah saya kunjungi di bangkok, namun perabotannya bergaya modern minimalis dengan meja kursi berwarna coklat kehitaman. Nuansa gelap memang lebih dominan di sini, selain perabotannya, warna dinding pun dibuat mendukung gelapnya ruangan, kemudian di beberapa spot diberi lighting yang menciptakan suasana temaram tapi elegan.

Setelah beberapa saat membolak balik buku menu, berikut pilihan kami:

 
Pad Thai
Semacam mie khas Thailand ini biasanya memang selalu ada di resto Thai, tapi rasanya pun bisa bebeda2 di tiap resto. Maka kami pun ingin mencoba Pad Thai milik Jittlada. Satu porsi ternyata cukup banyak isinya, masih cukup kami share berdua karena kapasitas perut kami memng tidak terlalu besar juga, apalagi ini makan malam (jangan banyak2 makan malam supaya tidak ndut tonguelol). Rasa Pad Thai-nya pas, ada rasa asin, manis, dan gurih dengan taburan kacang tumbuk. Kekenyalan mie-nya pas dan menyatu dengan bumbunya. Satu hal lagi yang kami suka, tidak terlalu banyak minyak.

 
Som Tam
Salad pepaya muda khas Thailand ini juga sebuah menu yang terkenal danbiasa ada di resto2 Thai. Seharusnya som tam memang menjadi appetizer, tapi ketika itu malah datang belakangan setelah pad thai.. tak apalah, jadi kami pun memakannya selang-seling dgn pad thai. Sesuai yang diharapkan, rasanya asam manis menyegarkan dan pedasnya sedang. Pepaya muda-nya pas tidak terlalu empuk atau terlalu keras. Porsinya pun pas untuk kami share berdua.

 
Jittlada Surprise
Salah satu minuman racikan spesial Jittlada rupanya.. terdiri dari peach & orange juice plus blue curacao. Awalnya ketika datang, minuman ini masih terpisah 2 lapisan warna biru & kuning, sayang saya lupa memotretnya ketika baru datang, baru ingat setelah dicampur jadi terlihat hanya berwarna hijau seluruhnya. shocked Rasanya manis, sedikit asam menyegarkan dan bersoda.

Kami berdua puas makan malam di sini.. makanannya enak & pas porsinya untuk kami berdua. Soal harga masih termasuk affordable, sesuai dengan mutunya. Pelayanannya cukup baik, waitress nya sigap & makanan pun cepat keluar meskipun saat itu resto cukup ramai.
 
Recommended Dish(es):  som tam,pad thai
 
Spending per head: Approximately Rp80000

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Kecewa di Churreria Cry Apr 09, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Eropa | Kafe | Kencan / Berpasangan

Saya mengetahui Churreria dari promo Disdus dan tertarik mencobanya karena resto ini menawarkan dessert khas spanyol yang jarang ada. Mumpung ada promo, tentunya jadi kesempatan bagus untuk mencoba2 sesuatu yang baru.

Saya pun datang di hari terakhir masa berlaku promo sesuai yang tercantum di vouchernya. Saya sampai di Central Park sudah cukup malam, sudah lewat dari jam makan malam. Churreria berlokasi di Tribeca di lantai atas, letaknya di dekat eskalator jadi tak sulit menemukannya. Restonya berpintu kaca, sehingga bagian dalam bisa terlihat jelas dari luar. Area makannya selain di dalam yang ber AC ada juga di luar yang non AC dan smoking area. Untunglah saya lihat masih ada meja kosong di dalam, sehingga saya aman dari asap rokok. Saya menempati meja di bagian terjauh dari kasir/pantry, tapi karena tempatnya memang kecil yah masih bisa terlihat jelas seisi ruangan itu. Area indoor didominasi warna coklat kayu, dengan meja dan kursi kayu pula.

Ketika saya datang, seorang waitress segera menghampiri & memberikan buku menu. Saya pun segera mengatakan bahwa saya mau pakai voucher Disdus. Waiter itu pun mengiyakan, tampaknya memang sudah banyak yang menggunakan voucher sejenis. Dia pun menjelaskan meu apa yang saya bisa dapatkan, yaitu menu churros isi 4 dengan 1 dip sauce dan 1 menu dessert pilihan. Sayangnya dari tiga piilihan yang ada semuanya habis, jadi katanya bisa diganti dgn jenis dessert yg lain yaitu churros juga dengan topping ice cream. Dia juga menawarkan alternatif jika tidak mau pakai vouchernya sekarang, karena ternyata masa berlaku voucher diperpanjang hingga 12 Februari. Wah, sudah jauh2 saya ke CP, jadi sia2 kalau tidak jadi..maka saya pun menyetujui menu pengganti itu. Berikut menu yang saya dapatkan dengan voucher:

Churros isi 4 + dipping
Churros itu sendiri semacam adonan dari tepung (fluor base) sepanjang kira2 30 cm, rasanya manis, kering seperti kue dengan sedikit rasa asin samar2. Rupanya inilah dessert khas spanyol specialities resto ini. Dipping sauce nya saya pilih dark chocolate sauce. Enak juga churos dicocol saus coklat, hanya sayang jatah seporsi dipping nya tergolong pelit. Kalau kurang harus beli dipping tambahan lagi.

 
Caramello
Sebenarnya sama saja isinya churros yang dipotong jadi 2 disusun ke atas dan diberi topping es krim vanilla, siraman madu, dan sedikit taburan almond. Saya pribadi justru tidak suka menu ini, karena rasa madu-nya malah bikin eneg karena terlalu manis. Masih lebih baik churros saja dengan dip sauce.

Meskipun bukan selera saya banget, sebenarnya tidak ada masalah dengan makanannya. Satu hal yang membuat saya sungguh kecewa adalah lamanya menunggu pesanan datang! Churros dgn dip sauce itu sangat sederhana (dibanding menu masakan yang harus dibuat dari awal) itu pun baru keluar setelah 2x saya menanyakan ke waiter karena mulai tak sabar menunggu. Saya lihat tamu yang datang lebih belakangan dari saya sudah keluar pesanannya, sama2 churros juga. Rupanya ada yang tidak beres dalam urutan bon pesanan yang masuk, atau memang buruk mengorganisirnya sehingga waiter yang bagian menghidangkan menu tidak tahu mana pesanan yang lebih dulu masuk? Lebih mengesalkan lagi menunggu Caramello saya keluar. Saya sampai harus menanyakan 2x lagi untuk menu kedua ini. Memang saya lihat di bagian dapurnya (yang dapat terlihat dengan jelas) agak berantakan cara kerjanya, terkesan rush. Sangat disayangkan untuk resto sekelas ini, di mall besar pula. Bahkan, saya pernah membaca ulasan customer yang kecewa karena pihak restoran menghidangkan minuman di gelas yang masih ada bekas cap bibirnya ke tamu yang baru datang. Wow, rupanya kekesalan saya menunggu lama ini masih belum apa2. Sorry to say, saya mem-black list Churreria untuk ke depannya.
 
Date of Visit: Feb 06, 2012 

Spending per head: Approximately Rp50000

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 1  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Bali | Restaurant | Kumpul Keluarga

 
Warung Satria termasuk salah satu warung tersohor di Bali yang telah beroperasi lebih dari 35 tahun lamanya. Warung Satria kini sudah buka di 3 tempat, dimana 2 cabangnya yang dibuka lebih belakangan tempatnya lebih bagus dari yang aslinya. Saya pun menyempatkan mampir untuk mencoba nasi campurnya yang terkenal itu ketika sedang keliling2 denpasar. Sang driver, teman saya yang asli orang Bali pun mengantar kami ke Warung Satria yang aslinya, terletak di jalan kecil yang sulit berpapasan 2 mobil.. alhasil mobil kami pun mesti parkir di tempat yang agak jauh.

 
Warung ini tempatnya sederhana, terlihat jelas semula merupakan rumah tinggal sang pemilik yang sekarang sudah digunakan seluruhnya untuk warung makan. Meja kursi di dalamnya pun sedernaha saja dan tidak terlalu banyak, tentunya ruangan tanpa AC yang hanya mengandalkan AC alam. Ketika kami datang siang itu, warung tidak terlalu ramai karena kami datang agak lebih awal dari jam makan.

 
Ketika datang, kami langsung memesan lauk pauk yang diinginkan di etalase makanan, bawa sendiri piringnya, baru kemudian duduk. Kami pilih meja di dekat jendela meskipun tidak membantu juga alias tetap kegerahan, apalagi setelah mulai makan dan mendapati beberapa lauk yang kami pilih ternyata cukup pedas. Lauk wajib yang pasti saya coba adalah sate lilitnya, cukup enak, bumbu rempahnya terasa, tapi masih kalah enak dengan sate lilit kaki lima di denpasar yang pernah masuk kompas itu (saya lupa namanya). Lawar pun wajib buat saya untuk mencobanya, ternyata cukup enak dan tidak pedas. Ayam suwip pilihan saya lah yang ternyata pedas, sesuai dengan warnanya yang merah. Sebagai pelengkap saya juga memilih urap agar tetap ada sayurnya. Urapnya not bad, tapi bumbu kelapanya tidak terlalu berasa.

Secara keseluruhan makanannya enak, tapi ketika membayar, saya pun teringat referensi2 di internet yang mengatakan bahwa warung ini tergolong mahal untuk "kelas" warung. Yah, tak apalah kalau hanya sekali2 demi menjajal warung legendaris yang tersohor ini. tongue
 
Recommended Dish(es):  nasi campur bali
 
Spending per head: Approximately Rp35000

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 2  |  
Sesuai dengan harga
 2

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Yummy Mexican Food at TJ Smile Apr 09, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Meksiko | Restaurant | Kencan / Berpasangan | Hang Out

Tak disangka, resto yang sedemikian terkenal, masuk food review dimana2, letaknya berada di jalan kecil yang lebih menyerupai gang. Anw, Poppies Lane merupakan gang yang ngetop di Bali, jadi meskipun kecil tetap ramai oleh turis lokal maupun internasional. Demikian halnya dengan resto Mexico yang satu ini. TJ, sudah beroperasi lebih dari 25 tahun lamanya, dan tetap eksis sampai sekarang. Bangunannya dari rumah pribadi pemiliknya yang kini telah dibuka full untuk resto. Pengelolanya pun sepertinya masih dijalankan oleh keluarga secara turun temurun, tentunya dengan dibantu karyawan juga.

Suasana asri dan homey sangat terasa di dalam resto, meja & kursinya dari kayu. Di salah satu sudut ada kolam ikan yang atasnya terbuka, di sisi2nya digantungkan beberapa sangkar burung membuat makin terasa seperti di rumah. Kami pun memilih meja yang paling dekat dengan kolam, di bagian rumah yang lantainya lebih tinggi dari lainnya, jadi posisi meja kami pun lebih tinggi dari kolam sehingga pemandangannya lebih bagus lagi. Kami membayangkan nikmatnya makan sambil menghadap kolam yang asri dengan kicauan burung menemani.

Agak lama kami memilih2 menu, terutama melihat2 fotonya karena kami masih "buta" makanan meksiko. Sering dengar namanya sih iya, tapi belum pernah mencoba sama sekali... jad kami pun dengan cermat membaca ingredients-nya agar dapat membayangkan kira2 rasanya seperti apa nanti. Berikut pilihan kami:

 
TJ's nachos, 30k
Tortilla chips yang di-grilled, dengan topping refried beans, melted cheese, salsa & mild jalapeno... Kami suka sekali appetizer yang satu ini. Rasanya sungguh pas dari asin, manis, sedikit asam, sedikit pedas, dan crunchy nya tortilla chips benar2 mak nyus!

 
TJ combination plate, 50k
Gabungan dari 2 menu yaitu Chicken taco (crisp corn tortilla) & beef enchilada (soft flour tortilla) dihidangkan bersama mexican rice & refried beans. Sebetulnya chicken taco & beef enchilada ada menu terpisahnya masing2, tapi buat kami yang memang ingin coba2, tentunya menu kombinasi ini adalah pilihan tepat. Saya pribadi lebih suka chicken taco karena crunchy-nya, juga karena saya lebih suka ayam dibanding beef.. tapi bukan berarti beef enchilada nya tidak enak loh... Nasi mexico-nya terasa agak keras (pera) untuk saya yang lebih suka nasi lembek tongue

 
Mango cheese cake with raspberry coulis, 25k
Sebagai penutup, dari awal tadi kami sudah mengincar mango cheese cake ini. Kami membayangkan cheese cake yang segar dengan rasa buah mangga, apalagi ada raspberry juga... ternyata memang benar! Cheese cake-nya sama sekali tidak eneg karena segarnya rasa buah. Rasanya ingin tambah lagi, hanya sayang sudah kekenyangan lol

Kami sangat puas makan di sini, ternyata nama besar TJ sesuai dengan cita rasanya. Harga makanan pun sangat affordable, sesuai dengan kualitas yang kami dapat. Pelayanannya ramah dan cukup cekatan. Oh ya, di area depan dekat pintu masuk juga ada semacam toko kecil yang menjual bumbu2 mexico dalam botol, siap dipakai masak. Kmi pun akhirnya membeli satu botol bumbu taco untuk nanti coba2 masak ala mexico di jakarta lol.
 
Recommended Dish(es):  TJ's nachos,Mango cheese cake with raspberry coulis
 
Spending per head: Approximately Rp80000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Pie Enak di Aroma's Cafe OK Apr 09, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Bali | Restaurant | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

Cafe ini letaknya tak jauh dari hotel tempat saya menginap di jl. Legian. Pada malam terakhir di Bali sebelum pulang keesokan harinya, kami (saya & nyokap, again!) sempatkan makan di sini, terutama untuk mencoba Provencale Pie-nya yang direkomendasikan di beberapa food review yang saya baca di internet. Cafe ini sudah beroperasi cukup lama, dan katanya memang Pie ini menu jagoannya. Di bagian depan ada toko kue sekaligus tempat memesan/bayar, dan beberapa meja. Ketika kami datang, waitress nya menawarkan bisa juga duduk di bagian belakang, kami pikir boleh juga nih, karena di belakang pasti tidak terlalu terganggu dengan keramaian Legian plus club2nya. Di bagian belakang tempatnya seperti pendopo, sekelilingnya terbuka dengan pagar tanaman, atap cukup tinggi. Lebih terasa sejuk di sini, tapi lebih gelap dan banyak nyamuk! Area ini juga lebih dekat dengan dapur yang letaknya di paling belakang. Dari tempat kami duduk masih bisa terdengar suara2 kesibukan di dapur.lol

Untuk menunya, inilah plihan kami:

 
Provencale Pie, 42,5k
Tentunya, ini menu incaran. Cukup lama menunggunya terhidang di meja kami, rupanya memang benar2 dibuat dari awal. Rasanya tidak mengecewakan. Bentuk luarnya menyerupai zuppa soup tapi pastry-nya lebih tebal. Isinya mushroom dengan cheddar cheese & herbs, dimasak menjadi seperti cream agak kental yang rasanya asin, gurih, dan enak. Sebagai pendampingnya ada semacam acar timun (tapi tidak asam, melainkan sedikit asin) dengan taburan kacang mete. Rasanya unik juga ketika dimakan berbarengan dengan pie-nya. Di menunya disebutkan pie ini mengunakan resep perancis kuno. hmm, yummy!

 
Punjabi Thali, 46,5k
Menu satunya lagi sengaja kami pilih yang benar2 beda 'genre'nya. Set menu North indian & Nepalese Specialities ini dihidangkan dengan Thali style. Satu menu isinya beberapa jenis masakan, yang kami tidak tahu namanya satu persatu. Yang jelas, sangat mengeyangkan! Soal rasa, masih bisa kami terima walaupun tak semuanya terasa enak tongue

Overall, kami cukup puas makan di sini. Harga affordable, rasa enak, pelayanan standar, meskipun tempat kurang nyaman. Menurut waiternya, cafe ini sebentar lagi akan ditutup sementara untuk renovasi habis2an, bahkan katanya akan ada hotelnya. Kita tunggu saja seperti apa nanti jadinya.
 
Recommended Dish(es):  Provencale Pie
 
Spending per head: Approximately Rp50000

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 2  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0