OpenRice Index
  
missnl
This is missnl living in Cilandak. I am a graphic designer, work in Lebak Bulus. I like to hang out in Tanjung Duren, Pondok Indah, Senayan. Bali, Chinese, Itali, India are my favorite cuisines. I also love Street Foods, Kafe, Restaurant, lounge and Siomay / Batagor, Pizza & Pasta, sate lilit bali.
Member 10 First(s)
No. of Review67 Review(s)
編輯推介數目33 Editor's Choice
Recommended8 Recommended
Popularity3692 View(s)
Replies in Forum1 Comment(s)
Upload Photos1237 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant42 My Restaurant(s)
Follow58 Following
粉絲391 Follower(s)
missnl  Level 3
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 46 to 50 of 57 Reviews in Indonesia
Ternyata Tak Sesuai Harapan Cry Apr 09, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kopitiam | Halal | Kumpul Keluarga

Jujur saya berharap banyak dengan resto ini, terutama karena nama besar sang empunya resto yang sudah malang melintang di dunia kuliner. Berkali2 pula saya sudah melewati resto di jalan sabang ini, akhirnya baru kesampaian mampir bersama sekelompok teman2 cewe. Siang itu kami datang untuk late lunch, karena kira2 sudah pk. 13.30. Kami pun sudah lapar berat sehabis ikut tour jalan2 keliling kota tua dari pagi hari.

Resto ini menempati satu kapling kecil yang berderet2 di jalan Sabang, sebuah kawasan pertokoan tua yang memang ramai dan sekarang terkenal sebagai salah satu pusat kuliner top di jakarta. Kopitiam Oey tampil menarik diantara toko2 di sebelahnya dengan cat bagian depan berwarna pink dan tulisan "Kopitiam Oey" menjadi nameplate yang sederhana dan terlihat old style. Pintu masuknya dan keseluruhan bagian depan resto bergaya kawasan chinatown di batavia kuno, sungguh menarik! Agak disayangkan bagian depan ini terhalang gerobak sate yang memang sengaja diletakkan di situ. Mungkin maksudnya agar benar2 seperti suasana resto tempo dulu yg di depannya sering ada penjual makanan kaki lima numpang mangkal, atau mungkin sekaligus sebagai "perluasan" dapur juga yah? mengingat kecilnya area resto ini.smile

Masuk ke dalam ruangan, terasa sejuknya AC, tentu melegakan bagi kami yang habis kepanasan di luar, pas siang2 begini...mad Interior dalam ruangan pun tak kalah cantik, kursi2 bergaya antik dari kayu, meja kayu dengan marmer di atasnya, dinding dipenuhi hiasan iklan2 kuno yang dipigura, dan beberapa pernak pernik old style lainnya.

Siang itu resto cukup penuh, beruntung kami bisa mendapat tempat yang cukup untuk kami berlima (beberapa meja kosong yg ada hanya untuk 2-3 orang saja). Segera kami memilih2 menu yang akan dipesan. Dua teman saya memilih sate ayam, satu memilih gado2, saya sendiri memilih Roti Cane dengan Kari Ayam. Satu teman saya tidak jadi pesan makanan, karena menu yang dia mau ternyata hanya ada saat breakfast time saja , jadilah dia hanya pesan minuman yang mengenyangkan saja seperti milkshake.. Tak terlalu lama makanan datang, kelihatannya menarik dari tampilan awalnya, berikut reviewnya:

 
Roti Cane dengan Kari Ayam
Tak salah saya pesan ini, karena kari ayamnya enak, gurih & creamy, hanya sayang kuahnya pelittttt banget. Hanya semangkuk mini kira2 seukuran cangkir teh, itu pun penuh karena potongan ayam di dalamnya. Jadi kuahnya sendiri benar2 sedikit, mesti saya hemat2 agar cukup untuk mencocol 2 lembar roti cane-nya. Roti canenya biasa saja, standar, dan lumayan berminyak.

Sate Ayam dgn lontong
Saya sempat mencicipi sedikit dari piring teman saya.. Lontongnya besar dan pulenny pas. Satenya sih lumayan besar2 dan berdaging, tidak banyak jerohan, tapiii... sayang sekali bumbunya tidak enak, rasanya terlalu manis dan terasa kacangnya seperti belum terlalu matang & tidak menyatu dengan minyak bumbunya. Dua teman saya yg memesan sate tentu saja kecewa berat, dan harganya pun tidak semurah sate2 gerobakan biasa. Gado2nya pun menurut teman saya biasa aja, dengan harga yang tentunya lebih mahal dari penjua gado2 kaki lima.

Overall kami agak kecewa makan di sini. Tempat oke, pelayanan standar resto/cafe, tampilan makanan oke, sayang justru rasanya yang tidak oke... Ternyata nama besar pemiliknya saja tidak cukup menjamin kami suka dengan makanannya. Meskipun tempatnya bagus, jujur, kami malas untuk kembali kedua kalinya.
 
Recommended Dish(es):  -
 
Spending per head: Approximately Rp50000

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Hidangan Filipina di Muffin House OK Apr 09, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Roti & Kue

Saya mengetahui resto ini hasil iseng2 browse di website Pacific Place karena kebetulan sedang mencari info sebuah toko. Selama ini karena termasuk jarang mengunjungi Pacific Place, meskipun sudah pernah melewatinya, tidak 'ngeh' dengan keberadaan resto ini. Dari referensi yang saya baca, tampaknya menarik dicoba, terutama karena resto ini menyediakan makanan Filipina yang agak jarang kita temui. Oleh karena itu ketika saya berkesempatan ke PP bersama seorang teman, kami pun mencoba resto ini.

Ternyata tempatnya kecil sekali ya... hanya ada 2 atau 3 meja kecil dengan beberapa kursi di depan counter tempat memesan & membayar (di belakangnya adalah area dapur), di luar nya masih ada 3 set meja, masing2 bisa memuat 4 orang dengan kursi empuk.. that's all, hanya itu tempat makannya, maksimal bisa menampung sekitar 20 orang saja. Ketika kami datang pun resto sepi hanya ada 1 customer selain kami. Tampilan resto ini jadi terlihat sangat sederhana di tengah mall mewah seperti PP, seharusnya jika ditata lebih apik lagi dengan detail2 dekor kecil mungkin akan membuatnya lebih menarik dan 'chic' meskipun kecil.

Untuk menunya saya hanya memilih 1 menu untuk dinner, dan teman saya tidak mau makan jadi hanya pesan blueberry yogurt saja. Menu pilihan yang tersedia tidak terlalu banyak, terutama menu2 Filipina.. ada menu2 main course dan juga kue2. Inilah pilihan saya:

 
Chicken Tapa
Set menu berisi ayam yang dibumbui ala Filipina, nasi, telur mata sapi, dilengkapi acar lobak dan sambal. Ayamnya lumayan enak, daging dada ayam yang dibumbui & digoreng terasa asin dan gurih, cuma agak terlalu berminyak (mungkin cara menggorengnya kurang tepat). Nasinya juga sedikit ada rasa asin seperti ditumis sebentar dengan minyak, terlihat ada beberapa butir yang kecoklatan & agak wangi nasi yg digoreng walaupun sebentar. Telur mata sapinya masih agak melted bagian kuning telurnya, pas seperti yang saya suka.

Overall makanannya enak, harganya juga tidak terlalu mahal, sepadan dengan apa yang didapatkan. Pelayanan standar, agak sedikit lama sih mengingat resto sepi dan menu yang saya pesan sebenarnya bukan masakan dengan tingkat kesulitan tinggi/cara pengerjaannya kompleks. Satu hal yang harus ditingkatkan adalah cara penyajian makanan. Menu yang saya pesan sebenarnya enak, hanya tampak fisiknya tidak menarik sama sekali, tidak ada bedanya dengan makanan sehari2 di rumah yang tidak di-garnish sama sekali.
 
Recommended Dish(es):  Chicken Tapa
 
Spending per head: Approximately Rp50000

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Super kenyang di Tokio Kitchen Smile Apr 09, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Food Court | Sushi | Kencan / Berpasangan

Tokio Kitchen masih satu management dengan Urban Kitchen, berkonsep sama yaitu food court, tapi khusus kumpulan counter2 makanan jepang. Pertama kali mengetahui tempat ini dari sahabat sy sesama penggemar kuliner yg tinggal di apt Medit sebelah CP, tentunya dia sudah pernah mencoba Tokio Kitchen & memberikan referensi bagus. Interior food court ini sungguh menarik, counter2 makanan ditata menyerupai food stall/counter2 kecil khas jepang. Di pojok kanan belakang ada satu mobil VW combi merah yang beralih fungsi jadi kasir. "Pintu keluar" ini langsung tersambung ke Urban Kitchen di sebelahnya. Area tempat duduk pun ada beberapa tema dari harajuku, tatami style (tapi tidak benar2 lesehan karena ternyata bagian tengah bolong & mejanya lebih dibawah), hingga yg bersekat seperti sebuah ruangan kecil dalam rumah jepang. Kami pun duduk di area harajuku dengan meja & kursi biasa, hanya di satu sisi dinding dekat kami dipenuhi poster2 khas harajuku style.

Berbekal voucher Disdus senilai 73rb (untuk 2 sushi & 1 pizza), saya pun datang bersama nyokap (sayangnya sahabat sy sedang di luar kota jadi tidak bisa ikut, dan hari ini hari terakhir berlakunya voucher). Setelah melihat2 sekeliling, kami pun menetapkan pilihan untuk makan malam kali ini.

 
Aburi Chilli Salmon Roll
Salmon roll sebenarnya tak terlalu spesial, tapi yang membedakan di sini adalah saus mayonnaise pedasnya yang memang racikan khusus, memberikan rasa yang pas berpadu dengan baked salmon di dalam gulungan sushi plus flamed salmon fillet on top. Kami yg bukan penggemar sushi (tapi kami penggemar salmon) pun langsung suka dgn yg satu ini.

 
Tokio Dragon Roll
dragon roll special ala Tokio Kitchen, dgn ebi tempura yang crunchy di dalam, kani, serta (seharusnya) unagi on top. Karena kami tidak makan unagi, dgn sedikit tawar menawar, kami sukses mendapat shrimp on top sebagai gantinya.

 
Shrimp n Cheese Pizza
Meskipun lama sekali menunggunya plus self service ambil sendiri ke counter pizza.. ternyata worth it karena rasanya yg unik tapi enak. Menu ini jadi menu "cross culture" yaitu pizza jepang. Toppingnya yg sederhana berupa shrimp tempura 'n lots of mozzarela cheese justru menjadikannya uenak! Perpaduan mozzarela yang empuk meleleh dgn crispy nya tempura udang memberi rasa & tekstur yg mantap. Saking kenyangnya, setengah pizza ini kami bawa pulang karena sudah tak muat lagi di perut.
Secara keseluruhan, makanannya memuaskan.. bagi kami yang bukan penggemar japanese food pun rasanya enak, juga porsinya cukup besar, terutama sushi yg terdiri dari 8 potongan besar per porsi. Pelayanannya standar sebagaimana yg berlaku di urban kitchen, hanya malam itu kami agak tidak beruntung karena cukup lama menunggu makanan datang, bahkan salah satunya sampai sy ambil sendiri ke counter saking lamanya menunggu. Soal harga, rasanya standar makanan jepang yang memang agak mahal, tapi karena pakai voucher bagi kami jadi murah. Thanks to Disdus!
 
Recommended Dish(es):  Shrimp n Cheese Pizza,Aburi Chilli Salmon Roll
 
Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 2  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : India | Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga

Lagi2 voucher Disdus membawa saya & nyokap bertualang kuliner! Kali ini giliran makanan India yang akan kami jajal, tak tanggung2, all you can eat!
thw gate

thw gate

 
Dilihat dari papan nama plus gerbang masuknya, ada sentuhan modern namun gerbang masuknya yang berbentuk setengah lingkaran terlihat menarik. Begitu melangkahkan kaki ke dalam gerbang itu, langsung disambut aroma dupa dan meja sembayang khas India, lengkap dengan pernak perniknya. Rupanya meja itu bukan sekedar pajangan, karena saya sempat melihat sang pengelola resto dan beberapa tamu yang masih asli orang India bersembayang sejenak di depannya.
Inside

Inside

 
Interior di dalam resto sendiri tenyata memang bersentuhan modern seperti tampak luarnya, terlihat dari meja tempat menyajikan buffet dengan lampu2 gantung di atasnya. Namun, kesan tradisional juga masih dipertahankan dengan meja2nya yang terbuat dari kayu berhiaskan ornamen2 khas India, serta peralatan makan yang tersedia pun dari stainless semua khas resto2 India.

Tak berlama2 lagi, kami pun mulai makan. Karena belum terlalu ramai, seorang waitress (yang kelihatannya sudah setengah baya, mungkin cukup senior di sini) menawarkan untuk memulai dengan sup dan melayani seperti jika kami memesan secara ala carte. Beberapa hidangan berikutnya pun terus datang, sambil diberi info nama makanan apa yang dihidangkan tersebut. Nice service! Belakangan setelah resto makin ramai oleh tamu2 India yang kebanyakan datang serombongan dan mereka pesan ala carte.. kami pun tidak dilayani seperti tadi lagi. Tak apa, kini saatnya kami melihat2 sendiri ke meja saji & mengambil makanan sesuka hati. Berikut hasil perualangan kuliner India kali ini:

 
Dal (lentil soup)
Sup bening India sebagai appetizer, cukup menyegarkan dengan aroma merica & rempah yang kuat, tapi tak masalah untuk saya.

 
Rujak India
Waiter yang mengantarkannya hanya bilang begitu ketika saya tanya makanan apa ini.. jadilah saya tak tahu nama aslinya.. tapi yang penting: rasanya enak! Isinya berupa semacam keripik tebal dari tepung yang digoreng, kentang kukus dipotong kecil2, sayuran mentah (diantaranya kol dan onion) lalu disiram yogurt dressing khas India plus saus asam (tamarind) yang membuat keseluruhan rasanya jadi enak dan segar. IMO, ini lebih ke arah salad daripada rujak.

 
Fish Tikka
Tikka, adalah jenis masakan India yang sangat umum dengan ciri khasnya berbumbu warna merah. Biasanya saya menemukan chicken tikka, kali ini fish.. wow, sebagai penggemar ikan pastinya saya suka. Awalnya ketika dihidangkan oleh waiter, fish tikka datang bersama saus hijau sebagai cocolannya, tapi ternyata saya tak suka perpaduan rasanya. Belakangan saya memakannya dengan saus yang lain, atau juga dengan kuah kari, buat kreasi sendiri hehelol Menu ini yang paling banyak saya ambil.. lagi dan lagiii...

 
Roti goreng dengan saus coklat
Lagi2 saya tak tahu namanya, tapi roti ini menarik sekali karena bentuknya menggelembung setelah digoreng. Untuk memakannya tentu harus dipecahkan, lalu dicocol ke saus coklat yang rasanya seperti chickpeas dihaluskan plus rempah2. Lagi2 roti ini pun enak juga dimakan dengan kuah kari.

 
Ini dia salad India hasil kreasi sesuai selera saya sendiri! Hanya berisi tomat, timun, campuran kol yang sudah di-marinate. Awalnya saya coba hanya dengan yogurt dressing saja seperti terlihat di foto, ternyata kurang enak karena too plain. Akhirnya saya minta lagi tamarind sauce yang memang tidak terhidang di meja buffet, harus spesial diminta ke waiter. Setelah pakai tamarin sauce barulah rasanya pas!

 
Jelebi
Dessert snack yang super duper manis, terbuat dari tepung singkong yang digoreng dengan lapisan gula seperti karamel (tapi tidak ada aroma gosong karamel). Dua potong kecil ini saja kami sharing berdua karena manisnya membuat perut terasa makin kenyang. Bagi penderita diabetes lebih baik jauhi yang satu ini yah...

Overall, puas makan disini, apalagi karena pakai voucher jadi murah. Lain kali masih ingin datang lagi untuk mencoba menu2 ala carte-nya yang pasti lebih banyak lagi jenisnya. Pastinya makanan di Royal Kitchen ini masih "India banget" dari segi citarasa, terbukti dengan banyaknya tamu asli India yang berkunjung ke sini & biasanya beramai2 dengan keluarga, beberapa dari mereka pun masih berpakaian sari khas India, menarik juga untuk diamati!
 
Recommended Dish(es):  fish tikka,mint raita
 
Spending per head: Approximately Rp70000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend

Girls' Dinner at Torigen OK Apr 08, 2012   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jepang | Restaurant | Kumpul Keluarga

Atas rekomendasi sahabat saya yang penggemar makanan Jepang, saya bersama 2 best friend mampir ke Torigen untuk makan malam bersama. Sebelumnya sih sudah sering mondar mandir lewat di depan resto ini, tapi baru kali ini mampir tongue

Tampilan luarnya khas rumah jepang dengan pintu geser dan jendela kotak2. Memasuki resto, interior nya pun jepang abiz dengan meja kayu serta ada juga area tatami. Terlihat banyak WNA jepang yang makan disitu. Sapaan ala jepang dari waiter/waitress selalu terdengar setiap kali ada tamu datang. Kami pun ditawarkan takoyaki yang menjadi signature item dari Torigen, karena customer bisa mencoba membuatnya sendiri jika memesan porsi besar. Khawatir terlalu kenyang nantinya, kami pun memutuskan tidak memesan takoyaki.

 
Cheese Chikuwa~ 39k
Kami mencoba simple appetizer ini karena tampaknya tidak terlalu mengeyangkan dan menarik untuk dicoba. Chikuwa ini diisi dengan cheddar cheese lalu digoreng dengan tepung tempura sehingga permukaannya crispy. Enak juga jika dimakan dengan menaburkan bubuk cabe jepang di atasnya.

 
Ebi Furai Bento~ 65k
Menu bento yang komplit bangets! ebi furainya sih cuma 2 ekor, tapi pelengkapnya yang bikin kenyang.. mulai dari chawan mushi, salad, miso shiru, hingga pickles. Saya suka chawan mushinya yang lembut dan gurih dalam porsi kecil itu. Seorang teman saya pun akhirnya memesan bento yang sama lol

Saya & kedua sahabat puas makan di sini. Menunya pas, harganya pun sesuai. Pelayannnya cukup baik, makanan pun cukup cepat keluar. Tentunya lain kali masih banyak menu yang ingin dicoba, terutama takoyaki nya yang terkenal.
 
Recommended Dish(es):  cheese chikuwa
 
Date of Visit: Jan 28, 2012 

Spending per head: Approximately Rp80000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0