OpenRice Index
  
dema88
This is dema88 living in Tangerang Kota. I am a Consultant, work in Kebon Jeruk. I like to hang out in Kebon Jeruk, Kota, Karawaci. Betawi, Chinese, Itali are my favorite cuisines. I also love Roti & Kue and Burger, Pizza & Pasta.
Member 91 First(s)
No. of Review415 Review(s)
編輯推介數目18 Editor's Choice
Recommended18 Recommended
Popularity3622 View(s)
Replies in Forum1 Comment(s)
Upload Photos487 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews1 Recommended Review(s)
My Restaurant29 My Restaurant(s)
Follow1 Following
粉絲319 Follower(s)
dema88  Level 4
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 6 to 10 of 415 Reviews in Indonesia
Gathering With Thailand Foods Smile May 04, 2015   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Thailand | Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga

Hallo Openricers!

Sabtu, 25 April 2015 saya mengikuti Gathering yang diadakan oleh Openrice di Thai Alley yang berlokasi di Gandaria City. Ini pertama kalinya saya mencoba makanan Thailand, so excited dengan rasanya. Selama ini makanan Thailand yang pernah saya coba hanya kuah tom yam tongue. Thai Alley adalah resto yang menyediakan makanan Thailand dengan mengusung street food sebagai konsepnya dimana rasa makanannya sangat otentik. Chefnya didatangkan langsung dari Thailand, tidak hanya itu segala bahan makanan sampai bumbu juga didatangkan langsung dari Thailand. Untuk gathering kali ini pihak Thai Alley menyajikan 7 macam makanan yang terbagi dalam kategori premium menu, main course, dan dessert. Sebagai menu pembuka Thai Alley menyajika Rayong sebagai welcome drink.

 
Minuman ini adalah soda yang didalamnya terdapat potongan buah peach dan daun mint. Rasanya segar sekali dan buah peachnya sangat banyak jadi puas makannya.

Untuk premium menu Thai Alley menyajikan menu sebagai berikut:

Ciaw Hon Neua
Thai Alley steamboat with wagyu 5+

Thai Alley steamboat with wagyu 5+

 
Menu ini merupakan steamboat yang berisikan berbagai jenis sayuran seperti kangkung, sawi putih, jamur, wortel dan daging wagyu 5+. Cara memakannya adalah dengan merebus semua bahan tersebut ke dalam tempat yang sudah berisikan kuah kaldu yang di dalamnya terdapat berbagai macam rempah-rempah. Rasa kuahnya segar sekali karena begitu banyak rempah-rempah. Daging wagyu nya pun sangat lembut sekali.

Tom Yam Goong Ma Praw Awn Con
Special traditional Thai soup with giant prawn, mushroom & lemongrass served in coconut

Special traditional Thai soup with giant prawn, mushroom & lemongrass served in coconut

 
Menu yang satu ini sangat unik penyajiannya. Ini merupakan soup yang berisikan udang jumbo dengan jamur yang disajikan di dalam batok kelapa. Di dalamnya terdapat kuah tom yam yang sangat segar sekali. Untuk memakannya sedikit kesulitan karena harus mengupas udang yang super besar tetapi rasanya memang enak.

Khao Ohb Sapparod Goong
Special pineapple fried rice with giant prawn and cashew nut served in pineapple

Special pineapple fried rice with giant prawn and cashew nut served in pineapple

 
Menu ini adalah yang menjadi favorit saya diantara semua menu yang ada. Ini merupakan nasi goreng yang disajikan di dalam buah nanas. Di dalamnya terdapat cashew nut dan udang jumbo. Rasa nasi gorengnya sangat berbeda dengan nasi goreng pada umumnya karena tidak ada rasa kecap sama sekali, rasanya sangat unik.

Nok Tod
Stir fried marinated quail with Thai specialty sauce

Stir fried marinated quail with Thai specialty sauce

 
Menu ini salah satu menu unik yang disajikan. Kalau biasa kita memakan burung dara, kali ini adalah burung puyuh yang sudah dipotong-potong kecil dan digoreng crispy. Di atasnya disiram saus yang rasanya merupakan campuran pedas asin manis. Rasanya gurih sekali tetapi karena terlalu crispy daging burungnya jadi tidak terasa lagi.

Phink Talay
Braised sea cucumber (hoisom) with mushroom and brocoli

Braised sea cucumber (hoisom) with mushroom and brocoli

 
Menu ini adalah menu sayuran berupa brocoli yang dimasak dengan jamur, hoisom, dan bawang putih utuh yang digoreng. Ini pertama kalinya saya mencoba rasanya hoisom. Rasanya unik karena teksturnya yang lembut dan sangat licin di mulut. Brocolinya pun masih terasa segar karena dimasaknya tidak sampai lunak sekali.

Untuk main course Thai Alley menyajikan 2 menu berupa:

Gai Tod
Deep fried chicken with sweet basil leaves

Deep fried chicken with sweet basil leaves

 
Menu ini enak banget rasanya. Walaupun tampilannya seperti chicken wings pada umumnya tapi rasanya sangat gurih jika dimakan bersamaan dengan daun basil.

Pad Kraprao Neua
Stirred fried beef, chili & basil leaves

Stirred fried beef, chili & basil leaves

 
Menu yang satu ini seperti kornet. Ini merupakan daging sapi cincang yang dimasak dengan cabai dan daun basil. Teksturnya agak basah dan rasanya asin gurih. Enak dimakan dengan daun basil karena cita rasanya semakin kuat.

Untuk menu dessert Thai Alley menyajikan menu dessert yang menjadi andalan resto itu, yaitu Kati Sod Tapai
Thai coconut ice cream served with caramelized tapai

Thai coconut ice cream served with caramelized tapai

 
Menu yang menjadi dessert ini adalah penutup yang sangat manis untuk gathering kali ini. 3 scoop ice cream rasa coconut disajikan dengan tapai yang sudah diberi gula karamel. Rasanya sangat nikmat, gurihnya es kelapa bercampur dengan tapai manis.

Conclusion, saya sangat puas mencicipi semua makanan yang disajikan pada gathering kali ini. Jika ingin merasakan makanan Thailand dengan cita rasa otentik, please come to Thai Alley yummy

 
Recommended Dish(es):  Khao Ohb Sapparod Goong
 
Date of Visit: Apr 25, 2015 

Dining Offers: Tasting Event


Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend

Soto Mie Favourite Smile Feb 17, 2015   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant | Soto/Rawon | Kumpul Keluarga

Dear Openricers!

Minggu siang saya diajak oleh pacar saya untuk makan soto mie Bang Mamat yang letaknya tidak jauh dari Restoran Happy. Soto Mie ini adanya di dalam gang kecil dan jualannya di gerobak. Tempat makannya hanya 2 meja panjang dengan pelindung tenda di atasnya. Di seberang soto mie terdapat orang yang berjualan minuman seperti es jeruk, es kelapa dan lainnya. Jadi yang makan di sini pesan minumnya sama pedagang lain.

Saat saya makan di situ pengunjungnya lagi lumayan sepi sehingga masih bisa mendapatkan bangku. Kami memesan 2 porsi soto mie tanpa nasi. Tidak perlu menunggu terlalu lama 2 mangkuk soto mie sudah tersaji di meja kami. Tampilannya sebenarnya sama seperti soto mie pada umumnya tapi yang membedakan sudah pasti rasanya. Isian dari soto mie ini adalah bihun, mie kuning, risol, daging, kikil, kol dan tomat. Untuk menambah cita rasa tambahkan kecap manis, sambal dan jeruk limau. Menurut saya 1 porsi terlalu sedikit untuk keadaan lapar saat itu tapi rasanya memang enak, kuahnya gurih dan segar. Harga semangkuk soto mie hanya Rp 12.000 saja. Kalau mau makan di sini jangan datang terlalu sore karena biasa sudah tutup tempatnya. Silahkan mencoba.

 
 
Date of Visit: Jan 25, 2015 

Spending per head: Approximately Rp12000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 1  |  
Pelayanan
 1  |  
Higienis
 1  |  
Sesuai dengan harga
 1

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Nice Taste Smile Feb 16, 2015   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga

Dear Openricers!

Ceritanya saya dan pacar saya berencana makan di PIK. Sebelum pergi ke daerah sana saya sudah membaca review orang mengenai beberapa resto di PIK dan saya tertarik untuk mencobanya. Pilihan jatuh ke resto Bumbu Moyang. Agak bingung mencari tempatnya akhirnya ketemu juga setelah tanya ke satpam.

Tampilan dari luar resto ini bernuansa kayu, terdapat indoor dan outdoor. Saat itu pengunjungnya sedang banyak, di outdoor saja penuh sekali. Kami memilih untuk makan di indoor. Begitu masuk ke dalam resto, suasana jaman dulu begitu terasa dari dekorasi ruangannya. Ruangan bernuansa warna merah dengan pajangan alat-alat masak menghiasi ruangan. Tetapi saya seperti merasakan suasana mistis karena gorden merah yang menjuntai di dekat tangga. Untung kami masih mendapatkan tempat kosong sehingga bisa makan. Meja dan kursi terbuat dari meja dan sengaja teksturnya kasar.
Menu yang ditawarkan di tempat ini adalah menu nusantara. Kami memesan beberapa menu yang menurut review yang saya baca katanya enak. Kami memesan Nasi Goreng Kampung, Sop Iga Asam Pedas, Ayam madu Wijen dan Kembang Tahu. Karena saat itu pengunjungnya sedang ramai sehingga pelayannya sedikit kelabakan untuk melayani kami tetapi tetap ramah. Akhirnya pesanan kami datang. Nasi Goreng Kampung disajikan dengan telor ceplok di atasnya dalam porsi yang banyak, rasanya ternyata lumayan enak dan pedasnya saya suka. Sop iga asam pedas yang disajikan di dalam clay pot, dagingnya melimpah sekali dan kuahnya terasa asam sekali tetapi itu yang membuat rasanya segar. Dagingnya empuk sekali saya suka. Ayam Madu Wijen sangat enak rasanya, bumbunya itu sangat menyatu dengan ayamnya dan yummy banget. Untuk penutup kembang tahu menjadi dessert yang menyehatkan. Teksturnya lembut dan rasa manisnya pas.

Jika sedang berada di PIK silahkan mencoba untuk makan di sini, rasanya enak dan harganya juga tidak terlalu mahal.

 

 

 

 
 
Recommended Dish(es):  Ayam Madu Wijen
 
Date of Visit: Jan 24, 2015 

Spending per head: Approximately Rp90000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Valentines Day Dinner Smile Feb 16, 2015   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant | Kencan / Berpasangan | Kumpul Keluarga

Dear Openricers!

Waktu moment Valentines Day Sabtu kemarin, saya dan pacar saya merayakannya di Bandung. Rencana awalnya kami mau dinner di The Peak. Waktu sampai The Peak sudah full booked sehingga kami batal dinner di sana. Selanjutnya kami mencoba untuk dinner di Maja House tetapi kami harus menelan kekecewaan untuk kedua kalinya karena di situ full booked juga. Akhirnya kami mencari resto lain untuk dinner. Karena tidak ada tujuan yang jelas kami cari resto di sekitar Setiabudi saja. Tidak sengaja ketemu di pinggir jalan resto Chef’s Table. Dari plang namanya terdapat beberapa menu dimsum yang sepertinya enak dengan tagline Free MSG, jadi kami akhirnya memutuskan untuk makan di situ.

Dari luar tempatnya seperti rumah dimana ada terasnya. Areanya terbagi menjadi indoor dan outdoor. Karena kami ingin merasakan udara Bandung yang sejuk kami memilih untuk makan di outdoor. Dekorasi di dalam ruangan sama sekali saya tidak tahu karena saya tidak ke dalam. Tapi dekorasi di teras bernuansa kayu dimana kursinya dari kayu dengan bantal di setiap kursinya. Cocok sekali untuk bersantai. Pemandangannya langsung ke parkiran dan jalanan.

Pelayannya dengan ramah memberikan buku menu kepada kami. Ternyata tidak hanya dimsum yang ditawarkan resto ini, tetapi ada menu western juga seperti steak (daging import dan local) dan pasta. Karena kami tidak terlalu lapar kami hanya memesan steak Rib Eye Steak Import seharga Rp 136.000 dan dimsum Tim Siew Long Pao isi 4 potong seharga Rp 16.800. Tidak terlalu lama menunggu pesanan kami pun datang. Rib Eye yang kami pesan disajikan dengan tampilan yang cukup menarik, dagingnya lumayan besar dan tebal. Saus barbeque disajikan terpisah dengan mashed potato dan tumis sayuran. Tingkat kematangan yang saya pilih adalah medium rare sehingga warna dagingnya masih sedikit kemerahan. Dagingnya sendiri cukup empuk walaupun masih banyak lemak tetapi rasanya itu enak, sausnya meresap sampai ke daging. Mashed potato dan tumis sayurannya juga enak, berasa gurih. Untuk Tim Siew Long Paonya sebenarnya isinya enak dengan kuahnya yang keluar sewaktu digigit tetapi sayang kulitnya terlalu tebal jadi waktu dimakan terasa terigu sekali. Untuk minuman kami memesan lychee ice tea seharga Rp 15.000. Pelayanan di sini juga cukup cepat dan ramah.

Walaupun sempat kecewa tidak bisa makan di tempat yang diinginkan, tetapi pengalaman dinner di Chef’s Table cukup mengesankan apalagi bersama orang yang disayang smile

 

 
 
Recommended Dish(es):  Tenderloin Import
 
Table Wait Time: 15 minute(s)


Date of Visit: Feb 14, 2015 

Celebration:  Valentine's Day 

Spending per head: Approximately Rp100000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jawa | Restaurant | Sate | Kumpul Keluarga

Dear Openricers!

Seperti sudah tradisi setiap kali pergi ke Bandung wajib mampir ke tempat yang satu ini, yaitu Sate Maranggi Cibungur. Saya sampai di situ jam 10 pagi dan pengunjungnya sudah banyak. Pelayannya terlihat sangat sibuk sekali melayani pengunjung. Asap bakaran sate sudah mengepul dan membuat perut menjadi lapar. Tempatnya sendiri terletak di pinggir jalan, kalau dari Jakarta bisa exit tol Dawuan untuk sampai ke tempat ini. Tempatnya seperti terdapat di lapangan luas dengan jalanan tanah berbatu dan pohon tinggi menggelilingi area parkir. Yang menjadi khas tempat ini adalah meja panjang dengan kursi panjang, jadi sesama pengunjung ya harus berbagi tempat.

Begitu saya datang pelayannya sudah siap dengan kertas menu untuk mencatat pesanan saya. Saya memesan sate maranggi 15 tusuk, 1 porsi isi 10 tusuk dihargai Rp 45.000, sop daging sapi, karedok dan tidak ketinggalan es kelapanya yang terkenal. Sambil menungggu makanan datang, pelayan lain memberikan nasi yang dibungkus daun pisang. Tidak begitu lama menunggu pesanan saya datang. Sate sapi disini khas disajikan dengan irisan tomat dan bawang jadi bukan dengan bumbu kacang. Supaya lebih gurih bsia ditambahkan kecap manis. Daging sapi yang ditusuk menjadi satenya itu sebenarnya kecil, 1 tusuk terdiri dari 3 potong. Daging sapinya tidak susah untuk dikunyah karena cukup lembut dengan tekstur kering. Rasa satenya sendiri memang tidak perlu diragukan lagi karena sudah jelas memang enak, bumbunya meresap sampai ke dalam dagingnya. Untuk sop sapinya sendiri dagingnya tidak terlalu banyak tapi kuahnya lumayan membuat segar dengan isian wortel, kol dan daun bawang. Daging sapinya menurut saya lebih banyak lemaknya ketimbang dagingnya. Untuk karedok saya tidak terlalu suka karena ada bumbu yang terlalu kuat rasanya sehinggga membuat agak mual. Sebagai penutup es kelapa membuat santap siang menjadi lengkap. Daging kelapa mudanya sangat lembut walaupun agak terlalu manis, seporsi es kelapa dihargai Rp 4.000 saja. Oh ya selain menu sapi ada juga menu kambing seperti sate kambing dan sop kambing.

Nah bagi yang penasaran ingin mencoba sate yang fenomenal itu silahkan mampir dan rasakan sendiri sensasi makan di sini. Selain yang di Cibungur ada juga cabangnya yang di Purwakarta.

 
 
Recommended Dish(es):  Sate Sapi
 
Date of Visit: Feb 14, 2015 

Spending per head: Approximately Rp55000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0