OpenRice Index
  
Nena96
This is Nena96 living in Kenjeran. I am a -, work in Gubeng. I like to hang out in Rungkut, Tambaksari, Kenjeran. Jawa, Timur Tengah, Amerika, Chinnese food are my favorite cuisines. I also love Street Foods, Stand / Kios, Fast Food, - and Bebek, Dim Sum, Martabak, Fried Chicken.
Member 10 First(s)
No. of Review13 Review(s)
編輯推介數目0 Editor's Choice
Recommended0 Recommended
Popularity102 View(s)
Replies in Forum0 Comment(s)
Upload Photos47 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant12 My Restaurant(s)
Follow0 Following
粉絲1 Follower(s)
Nena96  Level 2
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 1 to 5 of 13 Reviews in Indonesia
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Chinese | Stand / Kios | Bakmi/Kwetiau | Halal

Lagi-lagi melintas di jalanan dengan rasa kelaparan, Rabu (14/10). Entah kenapa aku memutuskan makan mie ayam siang siang ini? Spontan, aku membelokkan kendaraan ke salah satu rumah makan di jalan Dharmahusada, yang punya spesialisasi pangsit mie ayam. Pesan satu porsi mie ayam dengan es teh manis, juga dengan tambahan krupuk. Totalnya habis 25 ribu, cukup tinggi untuk kalangan mahasiswi sepertiku, hehe.
Interior-1

Interior-1

 
Interior-2

Interior-2

 
Cukup lama nunggu, ada sepuluh menitan mungkin, baru pesananku datang. Satu porsi mie ayam berisi : mie + dua buah siomay kukus + satu buah kulit pangsit + kuah, tentunya.

 
Pertama kali nyoba nyicip mie-nya...wah! Mie-nya kok seperti mie instan goreng, ya? Beda banget ama mie yang khusus buat mie ayam pada umumnya. Siomay kukusnya juga biasa banget, kulit pangsitnya juga biasa. Skor 6,5/10 lah. Not so good for me (and the price)  Yang paling parah...sambalnya! Uh.. Encer (cair) banget, rasanya kayak air, gak ada pedas-pedasnya sama sekali. Bahkan, aku sampai menghabiskan ½ botol sambal tapi tetap gak pedas. Bagi maniak pedas sepertiku, itu adalah hal yang paling menyedihkan.

 
Oh ya, kalau mau tahu lokasinya, ada di jalanan Dharmahusada, tepat di sebelah Bebek Telor Asin Pak Joss, sebelum pom bensin. Ada extra charge untuk parkir, FYI (padahal pas datang, gak ada siapa-siapa yang bantuin parkir motor, duh nyebelin).
 
Recommended Dish(es):  -
 
Table Wait Time: 10 minute(s)


Date of Visit: Oct 14, 2015 

Spending per head: Approximately Rp25000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 2  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 1  |  
Higienis
 2  |  
Sesuai dengan harga
 1

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Nasi Bebek Goreng: Yummy! OK May 12, 2016   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jawa | Street Foods | Bebek | Halal

Surabaya merupakan kota dengan "sejuta" buah warung nasi bebek. Aku percaya itu, sebab di setiap sudut jalan hampir selalu ada warung nasi bebek.

Kali ini, saya mampir ke sebuah warung nasi bebek didepan Alfamart Kedinding, Surabaya. "Cabang Purnama", begitu warung itu menamai dirinya. Warung itu memiliki ciri khas Warung Nasi Bebek "Cabang Purnama" : yakni kain spanduk yang berwarna kuning khas.

Saya memesan satu bungkus nasi bebek beserta nasi, Selasa malam (29/3). Harganya standar, 13 ribu rupiah. Nasi bebek itu tidak saya makan di tempat, melainkan saya bawa pulang.

Satu bungkus nasi bebek itu berisi: nasi, bebek goreng, poyah, lalapan dan sambal. Bebek gorengnya ditaburi dengan poyah/parutan kelapa yang juga digoreng. Sambalnya enak, sedikit asin, pedas, dan ada sedikit rasa manisnya.

Warung ini juga menjual makanan lain, seperti ayam goreng, lele goreng, serta penyetan tempe dan tahu. Area untuk makan di tempat kecil, begitu pula parkirannya (karena terletak di pinggir jalan)

 

 
 
Takeaway Wait Time: 10 minute(s)


Date of Visit: Mar 29, 2016 

Spending per head: Approximately Rp16000

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 2  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Fast Food | Halal

yummy

3 Mei 2016 lalu, sore hari menjelang maghrib, aku mengajak adik-adikku makan di KFC Manyar, Surabaya. Traktiran kecil karena cerpenku berhasil dimuat di majalah (lagi), hehe.

Disana, kami memesan 2 paket Super Besar seharga satu paket sekitar 28.000++ rupiah. Setelah ditotal beserta PPN, 2 paket Super Besar itu menjadi seharga 63.000 rupiah. Aku juga memesan satu rice box rasa Japanese Teriyaki, dengan harga awal 13.000++ dan setelah kena PPN jadi 15.000 rupiah.

Paket Super Besar itu berisi nasi, ayam bagian dada (rasa original) dan satu gelas Pepsi. Rasa ayamnya standar KFC, gurih, panas, dagingnya banyak dan kulitnya pun gurih. Sementara, Rice Box rasa Japanese Teriyaki itu berisi nasi, potongan ayam goreng tepung dan disiram oleh saus teriyaki. Rasa rice box-nya lumayan, bumbunya berasa manis-pedas, tetapi potongan ayamnya cukup sedikit.

Adikku juga memesan satu es krim, seharga 9000 rupiah. Es krim rasa vanila, dengan taburan kacang dan cokelat diatasnya. Totalnya, kami habis 87 ribu untuk makan, dan 2 ribu tambahan untuk parkir motor.

 

 

 
 
Table Wait Time: 2 minute(s)


Date of Visit: May 03, 2016 

Celebration:  Anniversary 

Spending per head: Approximately Rp30000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 5  |  
Sesuai dengan harga
 2

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Fast Food | Halal

Sabtu malam (12/3) aku sedang ingin makan ayam goreng tepung. Ada beberapa opsi yang terpikir yakni: 1) ayam goreng tepung yang dijual di gerobak pinggir jalan 2) ayam KFC dan 3) ayam goreng tepung lokal yang punya restoran franchise. Aku pilih nomor tiga, karena sudah bosan dengan nomor satu (dagingnya sedikit, bumbu kurang berasa) dan nomor dua kejauhan dan terlalu mahal.
ZFC Pogot Surabaya

ZFC Pogot Surabaya

 
Nah, didekat rumahku ada dua opsi restoran ayam goreng tepung lokal, yakni Zest Fried Chicken (ZFC) yang ada di jalan Pogot dan Win’s, ada di jalan Platuk. Dua-duanya berupa restoran kecil, dan dua-duanya tipe franchise. Tapi, aku lebih memilih ke ZFC karena ZFC lebih dikenal namanya. Zest Fried Chicken, sesuai namanya, memfokuskan diri pada hidangan fast food, dan menu andalannya adalah fried chicken, seperti yang akan ku pesan. Mampirlah aku kesana selepas maghrib, dan niatnya take away untuk dimakan di rumah.
Kotak take away berisi ayam dan nasi

Kotak take away berisi ayam dan nasi

 
Lumayan

Lumayan

 
Aku memesan paket ayam dada dan nasi, harganya 14.500 rupiah, ditambah biaya parkir motor 2000. Malam itu, ZFC cenderung sepi dengan meja yang hanya diisi oleh beberapa orang. Pelayanannya cepat dan ramah. Sesampainya di rumah, ku cicipi langsung. Nasinya punel dan panas. Ada dua sachet sambal dan dua sachet saus tomat. Sementara tepung ayamnya terasa agak keras, kulitnya tak terlalu banyak dan tak terlalu gurih. Tapi dagingnya lumayan enak. Lembut dan gurih! Potongan/ukuran ayamnya sedang. Well, lumayan di lidah, tapi tak terlalu nagih.
 
Takeaway Wait Time: 2 minute(s)


Date of Visit: Mar 12, 2016 

Spending per head: Approximately Rp20000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 2  |  
Sesuai dengan harga
 2

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jawa | Bakso | Halal

Jum’at (25/9), udara panas menderaku yang tengah berkendara dengan motor di bumi Surabaya. Ugh, lapar pula. Apa ya, yang enak di panas-panas begini? pikirku dalam hati, menyetir sembali menoleh kanan kiri untuk menemukan rumah makan yang pas dengan seleraku siang ini.
tampak depan

tampak depan

 
Tiba-tiba aku berpikir soal bakso. Lama sekali, gak makan bakso di tempatnya, biasanya juga makan bakso gerobak yang keliling di kampung-kampung. Terpikir tiga tempat penjual bakso yang kelihatannya enak didaerah sekitar Pacar Keling, Surabaya. Hm, yang satu cukup penuh. Yang satu, belum buka. Tinggal satu, yang berada di jalan Jolotundo, Surabaya. Aku memarkirkan motor dan memesan satu porsi bakso beserta es teh manis.

 
Satu porsi bakso seharga 11 ribu rupiah, berisi satu buah tahu bakso, empat pentol daging sapi campuran halus dan kasar. Rasa kuahnya gurih dan terasa. Ada bihunnya juga. Daging baksonya juga terasa sekali. Sayangnya, sambalnya gak terlalu pedas (taulah kalau aku maniak pedas), jadi rasanya ada yang kurang, hehe. Overall, memuaskan sih. Skornya, bagiku 7,5/10 lah.

Oh ya, lokasi ada di jalan Jolotundo, Surabaya, sebelah kiri jalan. Mudah ditandai kok, tulisan “Bakso Solo”-nya cukup besar kok, hehe. Jangan lupa eksplor wisata kuliner lain di sekitar sini (Pacar Keling, dkk) ya, soalnya buanyaakkkk banget kuliner asik yang beraneka ragam di sekitar sini, mulai dari Cafe, rumah makan sampai warung emperan, hehe.
 
Table Wait Time: 5 minute(s)


Date of Visit: Sep 25, 2015 

Spending per head: Approximately Rp15000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 2  |  
Higienis
 2  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0