OpenRice Index
  
Nena96
This is Nena96 living in Kenjeran. I am a -, work in Gubeng. I like to hang out in Rungkut, Tambaksari, Kenjeran. Jawa, Timur Tengah, Amerika, Chinnese food are my favorite cuisines. I also love Street Foods, Stand / Kios, Fast Food, - and Bebek, Dim Sum, Martabak, Fried Chicken.
Member 10 First(s)
No. of Review13 Review(s)
編輯推介數目0 Editor's Choice
Recommended0 Recommended
Popularity102 View(s)
Replies in Forum0 Comment(s)
Upload Photos47 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews0 Recommended Review(s)
My Restaurant12 My Restaurant(s)
Follow0 Following
粉絲1 Follower(s)
Nena96  Level 2
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 1 to 5 of 13 Reviews in Indonesia
Ayam Geprek Pedas (lagi) Smile Jun 03, 2016   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Indonesian | Restaurant | Bebek | Halal | Kumpul Keluarga

Siang ini (3/6), aku kembali makan di ayam geprek untuk kedua kalinya. Biasa, di rumah makan "Kakk Ayam Geprek" yang ada di jalan Dharmawangsa, Surabaya. Lagi ada waktu kosong menjelang kuliah, plus tempatnya dekat pula dengan kampus, jadi aku tak ragu untuk melipir kesana.

Aku datang jam 12 siang, dan tak semua meja dipenuhi orang. Aku memesan ayam geprek pedas bagian dada, plus air mineral dingin. Tak lebih dari 5 menit, pesananku diantarkan, tak lupa sup ayam sebagai pelengkap, disajikan dalam mangkuk plastik kecil.

Porsi nasinya termasuk kecil, jadi aku merasa kurang kenyang. Ayamnya digoreng tepung, lalu ditumbuk dengan cabe. Rasanya gurih berpadu dengan pedas. Mulanya tak terasa pedas, tapi di akhir-akhir cukup membuatku berkeringat. Porsi ayamnya termasuk banyak. Supnya berisi potongan sayur, dan porsinya cukup mini tapi lumayanlah rasanya.

As always, memuaskan!
Totalnya aku membayar 21.500 untuk ayam geprek bagian dada + nasi (18.000) + air mineral dingin (3500).

 

 
 
Table Wait Time: 5 minute(s)


Date of Visit: Jun 03, 2016 

Spending per head: Approximately Rp21500(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 4  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Makan Di Depot Slamet: Berkesan! Smile May 15, 2016   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jawa | Restaurant

Akhirnya, rasa penasaranku akan Depot Slamet yang fenomenal itu terwujud juga. Sabtu sore kemarin (14/5), aku beserta keluargaku pergi ke Depot Slamet di daerah Dharmawangsa untuk pertama kalinya. Kali ini, aku yang mentraktir, karena baru dapat rezeki, hehe.

Kami memesan pada pukul 16:35. Makanan yang kami pesan adalah nasi goreng udang (Rp. 30.000), kwetiaw goreng (Rp. 36.000) dan ayam goreng tepung (Rp. 38.000). Minumannya, kami pesan 3 gelas es teh manis jumbo (Rp. 8000/gelas, jadinya Rp. 24.000), es jeruk manis (Rp. 10.000) dan es kelengkeng (Rp. 14.000). Ditambah 2 kerupuk ikan seharga 6000/bungkus (jadi Rp. 12.000). Harga-harga itu ku hitung berdasarkan apa yang ada di buku menu. Totalnya semua habis Rp. 164.000

Jam 16:45, minuman baru datang. Dan setelah 30 menit menunggu, barulah makanan datang ke meja kami (jam 17:05). Cukup lama juga, tapi tak heran bila melihat orang yang datang banyak (walau tak semua meja penuh) ditambah pula pesanan orang yang dibawa pulang.

Kami langsung menyerbu satu persatu makanan. Yang pertama dicoba adalah ayam goreng tepung. Ayamnya dipotong kecil-kecil, diselimuti dengan tepung. Tepungnya empuk, daging ayamnya gurih. Jumlah ayamnya sekitar 13-14 potong. Ada saus taoco sebagai pelengkap, dan rasanya pun cocok sebagai cocolan pada ayam goreng tepung ini.

Nasi goreng udangnya enak, gurih, manis. Ada potongan telur orak-arik bercampur dalam nasi gorengnya, tapi potongan udangnya cukup sedikit. Sementara, kwetiaw gorengnya enak. Porsi mienya besar, begitu pula potongan daging, potongan udang dan telur orak-ariknya. Ada sayur sawi dan kecambah pula. Rasanya gurih. Es teh jumbonya tak terlalu manis, sementara es kelengkengnya agak asam. Es jeruknya manis, asli perasan buah jeruk.

Kami pulang jam 17:30 dengan perasaan puas dan kenyang. Bahkan, saking kenyangnya, kwetiaw dan ayam goreng tepungnya sampai dibungkus, padahal kami datang berlima, hehe. Lain kali bakal kesini lagi ah, mungkin saat traktiran ulang tahunku nanti, hehe.

yummy

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
 
Table Wait Time: 30 minute(s)


Date of Visit: May 14, 2016 

Celebration:  Anniversary 

Spending per head: Approximately Rp35000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Jawa | Restaurant | Kumpul Keluarga

Rabu malam (9/3) lalu aku mampir ke Spesial Belut Surabaya (SBS) cabang Kapas Krampung. SBS memang paling dikenal di Surabaya kalau kita bahas soal belut, dan paling disukai oleh keluarga dan teman-temanku. Mungkin karena SBS didirikan cukup awal dibanding pesaing lainnya, juga karena cabangnya cukup banyak dimana-mana dan cukup mudah ditemui di Surabaya.
Bagian dalam SBS Kapas Krampung

Bagian dalam SBS Kapas Krampung

 
Buka setiap hari!

Buka setiap hari!

 
Jadi, malam itu aku memesan Pecel Belut Elek (dengan sambal level paling pedas), yakni belut yang dimasak dengan cara digoreng setengah matang. Jadi, tidak garing, masih terasa kenyal dan lembek, namun tidak berasa amis sama sekali. Menu favorit keluargaku, selain belut goreng kering. Disajikan dengan sambal, lalapan timun dan kubis serta bawang putih goreng setengah matang. Rasanya? Jangan tanya, enak! Kombinasi belut yang basah namun gurih, sambal yang gurih dan tak terlalu pedas, dan rasa unik dari bawang putih goreng setengah matang. Ditambah nasi panas, makin menjadi nikmatnya. Meski begitu, ada yang kurang (bagiku) yakni sambal yang ku pesan tidak terlalu pedas, padahal level yang kupesan adalah yang paling pedas. Dan porsi sambalnya tak sebanyak dulu, waktu mampir kesini, 6 bulan yang lalu. Dan nasinya juga sedikit untuk ukuran harga 4500 rupiah.
Yumms

Yumms

 
Harganya 19.000 rupiah per porsi belut, belum termasuk nasi yang harganya 4500 rupiah per porsi. Oh ya, aku datang saat weekdays, setelah maghrib dan masih sepi, hanya ada tiga meja yang terisi. Namun, belutnya baru datang dua puluh menit kemudian. Termasuk lama juga sih untuk ukuran depot yang sepi saat itu. Satu lagi, kadang-kadang ada pengamen dan tempat parkir cukup kecil, tapi bisa diatasi soalnya ada tukang parkirnya.
 
Recommended Dish(es):  Pecel Belut Elek dan Pecel Belut Kering
 
Table Wait Time: 20 minute(s)


Date of Visit: Mar 09, 2016 

Spending per head: Approximately Rp25000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 2  |  
Higienis
 2  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Indonesian | Restaurant | Bebek | Halal | Kumpul Keluarga

Ternyata, ada makanan enak di sekitar kampusku, yang sering ku lewati, tapi tak pernah kujamah. Yep, rumah makan bernama “Kakkk, Ayam Geprek!!!” yang berlokasi di jalan Dharmawangsa No. 115, Surabaya, ini memang spesialisasi untuk urusan ayam geprek, ayam yang ditumbuk dan dicampuri oleh cabainya yang khas.

Pada mulanya, aku tak bisa membayangkan bagaimana wujud dari makanan bernama ayam geprek. Diapain, ya? batinku. Tetapi, ketika sudah berada disana (fyi, ceritanya lagi di traktir ama senior nih) dan memesan, barulah ku tahu gimana wujudnya. Ayamnya digoreng dengan tepung, ditumbuk dalam wadah, dicampur serta dengan cabai pesanan kita. Aku memesan ayam geprek bagian dada, dengan tingkat kepedasan tertinggi. Nekat as always, bro!
menu ayam geprek

menu ayam geprek

 
Tak lama, pesanan datang. Harganya 18.000, berwujud nasi + ayam + lalapan + sop. Daging ayam itu terlihat seperti disuwir-suwir dan bercampur rata dengan cabai-cabai. Aromanya pun menguarkan sensasi pedas, bahkan sebelum lidah sempat mencicipi. Wih.. Alamat bakal pedes banget ini. Dan ternyata benar. Dalam beberapa suapan, lidah ini terasa terbakar!
pedes dan nagih

pedes dan nagih

 
Hampir-hampir ku menyerah, tapi dengan “semangat baja” ku habiskan seluruh ayam geprek yang super pedas itu. Sebotol aqua dingin tandas ku habiskan saat itu juga. Diantara belasan anak yang ditraktir, sebagian besar dari mereka memesan level kepedasan sedang, dan hanya dua orang (aku dan seniorku) yang memesan super pedas. Entah memang doyan pedas, sok-sokan atau emang gak pernah makan disini, hehe.

Well, nice food. Kecuali sop-nya sih. Sopnya kayak gak niat gitu, masa isinya cuma kuah dan potongan kecil wortel, yang bisa dihitung jari. Untungnya, aku bukan maniak sop, jadi aku gak protes hehe.
 
Recommended Dish(es):  ayam geprek dada pedas
 
Table Wait Time: 10 minute(s)


Date of Visit: Dec 12, 2015 

Spending per head: Approximately Rp20000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Stand / Kios | Halal

Seusai melihat-lihat event tahunan (sekaligus nostalgia), DetEksi Convention 2k15, yang berlokasi di Supermall Pakuwon, Surabaya, aku dan temanku akhirnya kelaparan juga. Mau dine-in di foodcourt rasanya kantong kian menipis, alhasil, aku dan temanku memutuskan untuk membeli snack pengganjal lapar untuk malam ini. Lumayan lah, bisa kenyang sampai rumah (ntar dirumah bisa makan lagi and it’s free, hehe).
menu ayam pok pok

menu ayam pok pok

 
Setelah berkeliling, kami memutuskan untuk membeli snack Ayam Pok Pok, yang lagi hitz itu. Beli satu untuk berdua, kebayang kan betapa tipisnya kantong kami? Hehe. Tapi, ternyata satu kantong snack yang berisi ayam fillet yang ditepungi dan di deep-fried itu isinya banyak juga dan bisa mengenyangkan kami berdua untuk sementara. Aku dan temanku sepakat untuk memesan rasa Blackpepper-Keju.
enak

enak

 
yummm

yummm

 
Jadi, satu lembar daging ayam fillet itu ditumbuk sampai gepeng, dibalur tepung, lalu digoreng pakai teknik deep-frying. Setelahnya, daging ayam yang sudah matang itu digunting-gunting menjadi potongan kecil yang bisa dimakan sekali suap, baru diberi bumbu-bumbu tambahan sesuai selera pembeli. Penyajiannya, dimasukkan kedalam kantong kertas yang punya desain simple tapi bagus, dan makan menggunakan sebatang tusuk bambu. Hmm, sepertinya bumbu pesanan temanku (Blackpepper) agak salah, karena bumbu itu cukup “keras” dan nyegrak di tenggorokan dan lidah kami. Untungnya, diimbangi sama bumbu keju. Mungkin, lebih baik bila ada opsi saus, sambal dan mayones, karena pasti aku bakal lebih milih itu dibanding pakai bumbu yang kaya akan MSG, hehe.

Oh ya, harganya 13 ribu rupiah untuk satu porsi/satu kantong crispy chicken. Harganya beda lagi dengan menu yang lain, diantaranya adalah French Fries, Chicken Karage, Fried Tofu, Chicken Pokcorn, Crispy Dory, dan lain-lain. Semuanya dibawah harga 20 ribu rupiah kok, bahkan ada yang hanya 8 ribu (Fried Tofu), cukup murah juga untuk snack sejenis ini (karena yang ku tahu, ada merk lain harganya start dari 18-30 ribu).
 
Recommended Dish(es):  ayam fillet balut tepung rasa keju!
 
Takeaway Wait Time: 5 minute(s)


Date of Visit: Nov 19, 2015 

Spending per head: Approximately Rp15000(Night Snack)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 2  |  
Pelayanan
 2  |  
Higienis
 2  |  
Sesuai dengan harga
 4

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0