OpenRice Index
  
ina.rakhmawati
This is ina.rakhmawati . I am a PegawaiI like to hang out in Tanah Abang, Botani Square, Cileungsi. Indonesian, Jepang, Barat are my favorite cuisines. I also love Street Foods, Kafe, Food Court and Bakso, Es Krim/Yogurt, Dessert, Indonesian Food, Japanese Food.
Member 8 First(s)
No. of Review22 Review(s)
編輯推介數目0 Editor's Choice
Recommended1 Recommended
Popularity140 View(s)
Replies in Forum0 Comment(s)
Upload Photos104 Photo(s)
Upload Videos0 Video(s)
My Recommended Reviews1 Recommended Review(s)
My Restaurant21 My Restaurant(s)
Follow0 Following
粉絲7 Follower(s)
ina.rakhmawati  Level 2
Follow Follow  Comment Leave a Message 
Sort By:  Date Smile Smile Cry Cry  Editor's Choice  Overall Score 
 
 
 
 
 
  Full View Full View   |   Map View Map View
Showing 1 to 5 of 7 Reviews in Indonesia
Nongkrong di House of Raminten Smile Feb 26, 2016   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Kafe | Halal | Kumpul Keluarga

Foto-foto ini diambil di Cafe House Of Raminten JL.FM Noto No.7 Kotabaru. Konsepnya cafe tapi menunya banyak yang tradisional kayak jamu-jamuan minuman khas jawa dan makanan tradisional. Musik-musik yang mengalun juga musik tradisonal Jawa. Nggak heran kalo cafe ini sangat ramai didatangi orang dari berbagai usia, bahkan bule-bule juga. Harga menu yang paling murah 1000 rupiah, yaitu nasi kucing. Ada juga nasi liwet 2000-an dan nasi bakar 6000-an. Yang unik lagi tempat menghidangkannya. Gelas untuk wedhang sere itu tinggi banget. Kalau pesan es klapa muda juga ati-ati, pesen 1 aja bisa buat ramai-ramai karena gelasnya hapir segede baskom. Nah, pas saya pesen teh susu, bentuk cangkirnya seperti...........namanya.
Ngga heran klo Raminten jadi salah satu tempat favorit saya di Jogja.
Pokoknya letaknya strategis. Deket ma Kalicode, Mirota Bakery, dan shelter Trans Jogja. Kalau mau ke Tugu atau Malioboro juga enggak jauh lah dari situ.
Bisa dibilang House Of Raminten ini unik banget. Semacam angkringan tapi bergaya ala cafe atau semi restoran. Buat nongkrong juga oke banget. Buka 24 jam dan kalau malam suasananya lebih asik daripada siang. Yang nongkrong di sini juga bervariasi mulai dari remaja, mahasiswa, orang kantoran, bule dan kalangan menengah.
Waktu itu tempatnya full, jadi kami berempat nunggu dulu di tempat reservasi. Pesen tempat buat berempat. Sambil nunggu, disediain layar TV gede yang nayangin stasiun TV luar negeri (HBO). Lumayanlah dihibur dengan suasana sekitar. Ada juga kereta kuda yang dijadiin pajangan di depan pelataran HOR. Trus, HOR ini juga ber wi-fi. Jadi kalo mo bawa laptop bisa-bisa aja nih.
Setengah jam kemudian, barulah kami mendapat tempat dan masuk. Kami duduk di lesehan lantai dasar. Suasana HOR begitu apik dengan lampu kelip-kelip dan temaram. Ternyata para pelayan HOR berpakaian eksotis ala Jogja banget. Menu yang tersedia macam-macam ada mie instan, nasi kucing, kentang goreng, gorengan, sate keong, ayam, aneka jenis wedangan ala Jawa, kelapa muda, dll. Harga nasi kucingnya sama dengan angkringan pinggir jalan. 1000 perak! Kalo pesen double jadinya 2000 rupiah. Aku juga pesen minumai serai seharga 9000 rupiah. Gelas buat penyajiannya tinggi banget. I’m sitting and the glass is taller than my head when it served in my table. Kebayang kan minumnya susah? Nggak ada sedotannya lagi hihihi. Temenku yang pesen es kelapa muda, gelasnya hampir segede baskom kecil. Jadi, segelas minuman bisa buat dua orang.

 

 

 
 
Table Wait Time: 30 minute(s)


Date of Visit: Nov 25, 2014 

Celebration:  Anniversary 

Spending per head: Approximately Rp15000(Dinner)

Other Ratings:
Rasa
 4  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 3  |  
Sesuai dengan harga
 5

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Kuliner di Rumah Pohon Smile Feb 26, 2016   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant | Halal

 
Rumah
Pohon....ups tunggu duluuuu. Jangan bayangin kedai ini sekecil
rumah-rumahan yang dibangun di atas pohon. Aslinya, tempatnya luas
banget dan bertingkat-tingkat. Kalo naik ke tingkat paling atas, bakalan
nemu gardu pandang. Gunung Merapi bisa keliatan dari kejauhan kalo
diliat dari gardu pandang ini, tentunya pas cuaca cerah.

Kedai
ini disebut Rumah Pohon karena dinding-dindingnya itu dari bambu. Juga
banyak ditanami pepohonan di sekitarnya. Lokasinya agak ‘nyempil’ di
daerah Jetis. Dekat SMKN 3 Yogyakarta. Tapi meskipun begitu, nggak sulit
dicari kok. Jadi bangunan ini yang menjadikan Kedai Rumah Pohon khas
dan unik.

Menu yang tersedia juga beragam, tapi harganya agak mahal kalau untuk ukuran kantong mahasiswa biasa. Ada Brongkos kraton, aneka minuman herbal, gurameh, Sate udang, Es teller, Aneka jus buah, Aneka jus kecantikan, Es soda gembira, Pepesan & penyetan, Bakso Jawa, Sate kambing, Gulai Goreng dll.
Siang
itu, Agrit mentraktir saya& Erma di Kedai Rumah Pohon. Menu yang
saya coba adalah udang bakar dan es teller. Rasanya enak (setara dengan
harganya). Kedai Rumah Pohon ini asik buat dijadikan tempat makan bareng
teman-teman atau keluarga. Menurut saya sih, suasananya lebih asik pas
siang hari daripada malam hari.

 
 
Table Wait Time: 20 minute(s)


Date of Visit: Feb 23, 2015 

Celebration:  Birthday 

Spending per head: Approximately Rp25000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 4  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Thailand | Restaurant | Halal


Phuket??? Kayaknya pernah
denger.

Yak. Phuket adalah sebuah
nama daerah yang terkenal di Thailand. Nah...sedangkan Phuket yang saya maksud
di judul postingan ini adalah sebuah warung makanan khas Thailand yang memiliki
banyak cabang di Jogja.

Sebenernya udah lama
penasaran pengen makan di Phuket, sejak menjelang masa wisuda. Gara-gara
beberapa rekan merekomendasikan tempat makan tersebut .

“Murah lho Na, uenak!”

“Harga mahasiswa!”

“Ah dijamin ora nyesel
kowe maem ning kono....”

Kalau sore hingga malam
hari warung makan tersebut ramai pengunjung. Hingga bulan Februari 2013
lalu, kebetulan saya berkesempatan untuk icip-icip ke situ. Saya sih jauh lebih
suka masakan tradisional Indonesia tercinta, bukan masakan internasional. Hmmm
tapi nggak apa-apalah sekali-kali nyoba.

Kami berdua makan siang di
warung makan Phuket cabang Jln.Taman Siswa , Jogja. Kami berdua sama-sama belum
pernah makan di Phuket. Seorang sahabat bilang, chef yang di cabang TamSis ini
piawai masak sehingga masakannya lezat pake banget.

 
Warung Makan Khas Thailand "Phuket"

Waktu kami berdua tiba di
sana ,suasana masih sepi. Iyalah kan baru buka jam segitu! Hahaha.

Kesan pertama begitu
menggoda pas nyampe, apalagi lihat daftar menu plus harganya: waahhh tempat
kayak gini nggak cocok dengan tulisan di baliho-nya “Warung Makan”. Mestinya
diganti “Resto”. Daftar menunya sangat beragam dengan harga bervariasi. Minuman
mulai Rp.3000-Rp.20.000 dan makanan Rp.8000-Rp.40.000. Untuk makanan ada
Ayam Goreng Nanas, Aneka Tom Yam, Capcay Ala Bangkok, PadThai, Salad, Roti
canai, Sapi Kari Ala Phuket, Roti Naan Ala Phuket Style, Singkong Manis, Ayam
Goreng Sambal Bangkok, dan masih banyak lagi.
Untuk minuman ada teh biasa, teh khas thailand, Kratingdaeng Leci, Kopi
khas Thailand, dan lain-lain. Kalau pesannya sekedar ayam, nasi, teh maka
kerusakan dompet yang terjadi sekitar 20.000-an per porsi. Berhubung kami
penasaran dengan menu khas Thailand, jadi kami memesan menu khas Thailand.

Pilihan kami jatuh pada Kwetiau PadThai
Seafood, Tom Yam Ayam, 2 porsi nasi putih, Teh Hitam Tradisional Ala Thailand
dan Green Tea Phuket Style. So pasti, kami berdua saling nyicipin makanan donk
hahaha *trik kuliner.

 
Makanan yang Atas : Tom Yam Ayam . Makanan yang bawah : Kwetiau PadThai Seafood

 
Minuman Atas : Green Tea. Minuman Bawah : Teh Hitam Tradisional. Kanan: Harga

Begitu menu pesanan
datang...whoaaaa ini kok porsi Tom Yam nya banyak banget yaaakkk...disajikan
panas dalam wadah gedeee. Habis nggak nih buat berdua??? Hahaha ternyata isinya
dikit, Cuma kuahnya doang yang bikin terlihat jumbo. Namanya aja makanan ala
Thailand, tentu aja menimbulkan sensasi rasa yang baru di lidah saya. Tom
Yamnya enak meskipun asam, agak kecut dan kental. Isi tom yam-nya kami makan sampai habis, tapi
nggak dengan kuahnya yang masih tersisa banyak. Karena kuahnya banyak banget. Hehehe. Kalau green tea-nya enak meskipun manis banget
nget nget. Sedangkan Teh Hitam Tradisional Thailand-nya...wahhh ini kami cuma habis
setegah gelas aja. Soalnya rasanya gimanaaaa gitu...agak pahit. Kalau untuk
kwetiau PadThai Seafoodnya, sekilas mirip dengan mie goreng. Ada potongan
daging seafood kayak cumi-cumi dan udang, plus sambal hijau Thailand yang khas
dengan rasa pedas kecutnya (pake potongan jeruk nipis) . Ah, kwetiau padthai seafood-nya yummy!

Bagi anda penggemar
masakan luar khususnya Thailand, saya merekomendasikan Phuket sebagai spesialis
makanan khas Thailand yang bisa dicoba. Khususnya Tom Yam, Roti Naan dan
Padthai-nya itu khas banget. Berbeda dari rekomendasi banyak orang yang sangat menyukai
makanan di Phuket, kalau saya sih tetap aja lebih suka menggoyang lidah dengan
masakan tradisional: bukan Tom Yam, tapi sop ayam bikinan sendiri. Bukan minum teh
hitam Thailand, melainkan cukup teh poci aja. Nggak perlu kwetiau padthai seafood,
cukup indomie goreng biasa plus telur aja. Nggak perlu Green Tea, ahhh cukup
minum Jus Alpukat aja juga mirip. Hihihihi. Ah, dasar Ina!

Warung
Makan Khas Thailand “Phuket”

Cabang
Jalan Taman Siswa Yogyakarta

Jam
buka 12.00 WIB-22.00 WIB (Koreksi jika salah ya)

Berhubung
ada pembaca blog yang ngasih saran, katanya Ina kalau nulis referensi kuliner
dan wisata harap dicantumkan harga (cost-nya). Baiklah sobat, mulai sekarang
Ina cantumkan :-)

Harga
(untuk menu yang kami coba):

Tom
Yam Ayam = Rp. 29.000

Teh
Hitam Tradisional Thailand = Rp. 8500

2
Porsi Nasi Putih = Rp.7000

Kwetiau
PadThai Seafood = Rp.19500

Green
Tea Thailand = Rp.10.000

Total
= Rp.74.000 (Saya heran, kok banyak orang bilang harganya sesuai kantong
mahasiswa ya? Menurut saya, kurang sesuai. Hahaha.)

 
Table Wait Time: 10 minute(s)


Date of Visit: Feb 20, 2013 

Celebration:  Anniversary 

Spending per head: Approximately Rp40000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 3  |  
Lingkungan
 3  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 5  |  
Sesuai dengan harga
 3

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Zuppa Soup Ala Zupparela Smile Dec 30, 2015   
Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant


Pernah
nyobain Zuppa Soup? Sup khas Prancis ini bisa dibikin sendiri di rumah, tetapi
tingkat kerumitannya tinggi. Supnya kental, lebih mirip bubur. Keunikannya
terletak pada penyajiannya yang menggunakan mangkuk mungil yang mirip cangkir
dan tahan panas. Soalnya masuk oven dan di atas cangkir itu ada kulit roti
(pastry) yang mengembang. Isi supnya beragam, bisa ditambahin potongan daging
bahkan cokelat dan krim strawberry.

Zuppa
soup adalah salah satu cemilan favorit saya. Kalau di Jogja, biasanya beli di
Zupparela, kedai yang menyulap gerobak angkringan sebagai tempat jualannya.
Cabangnya ada dua, yaitu Zupparela Jalan Kaliurang km 5,5 Jogja dan Zupparela
di Taman Kuliner Pringwulung, Condongcatur, Jogja.

Nah,
siang itu kami mendatangi Zupparela yang berada di Taman Kuliner Pringwulung.
Berhubung masih siang, tentu saja sepi. Nggak kayak malam yang selain
pengunjungnya rame banget, tentu didukung suasana yang romantis. Berbeda dengan
konsep Zupparela yang di Jalan Kaliurang lebih mirip angkringan, kalo Zupparela
yang di Taman Kuliner Pringwulung ini berkonsep cafe.

 
Zupparela Kampung Wisata Kuliner Pringwulung

Menu
yang disajikan enggak melulu zuppa soup. Ada camilan seperti : Krokeroni
(kroket), Pastro Stico (pastry stick dengan saus coklat), Garlic Bread.
Ada dessert seperti pinaberry dan mango caramelo. Nggak ketinggalan
aneka pasta, aneka menu pembuka (appetizer), bermacam steak bahkan
tomyam dan aneka minuman yang sangat variatif mulai dari koktail, es,
milkshake, hingga aneka minuman hangat. Kalau menu andalan tetaplah aneka daily
zuppa seperti Delicious Zuppa, Zuppa Coklat, Zuppa Kepiting, Zuppa Mangga,
Zuppa Strawberry, dan lain-lain. Wah pokoknya komplit ada 20 variasi zuppa.
Soal harga, wah tenang aja. Variasi harganya terjangkau kok. Minuman berkisar
dari Rp.2000-Rp.20.000. Sedangkan untuk cemilan,dessert, pasta , appetizer,
steak, daily zuppa, dan lain-lain
berkisar antara
Rp.6000-Rp.40.0000.

 
Daftar Menu

 
Me+ Zuppa Kepiting + Virgin Cocktail

 
Pesanan kami

Kami
memesan Segelas teh hangat, segelas virgin cocktail, zuppa kepiting dan zuppa
udang. Wow..tampilan Zuppanya cantik,disajikan hangat di dalam mangkuk dengan
penutup kulit roti yang mengembang di atasnya. Yang membedakan antara zuppa
satu dan zuppa lainnya itu adalah variasi isinya. Ada tambahan keju serut yang
menambah kelezatan zuppa ini. Dari segi rasa, meskipun resepnya khas Prancis,
tetapi rasanya nggak asing alias cocok di lidah saya yang penyuka makanan
tradisional ini.

Nggak
hanya sekedar tempat makan, Zupparela juga asyik buat tempat nongkrong atau
nge-date. Kalo nggak ingin makan di tempat, zuppa soup juga bisa dibawa pulang
kok! ^^

Zupparela

Lokasi :Kampung
Wisata/Taman Kuliner Pringwulung, Condongcatur, Jogja

Jam buka
: 12.00-22.00 WIB

Price
(yang kami pesan):

Teh
hangat = Rp.2000

Virgin
Cocktail = Rp.11.500

Zuppa
Kepiting = Rp.13.000

Zuppa
Udang= Rp.13.000

 
Table Wait Time: 10 minute(s)


Date of Visit: Feb 21, 2014 

Celebration:  Anniversary 

Spending per head: Approximately Rp20000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 4  |  
Pelayanan
 3  |  
Higienis
 5  |  
Sesuai dengan harga
 5

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0

Share on TwitterShare on Facebook
Categories : Restaurant | Halal | Kumpul Keluarga


Sudah lama saya nggak bikin postingan
tentang kuliner nih. Kebetulan belum lama ini saya nyobain makan jamur (jamur
tanaman, bukan jamur penyakit hehe) yang enak di jemuran jeJamuran Resto yang berlokasi di Jalan
Magelang km.10,5 Yogyakarta. Sebenarnya udah lama pengin ke sini, tapi belum kesampaian. Jadi ini wisata kuliner pertama saya di 2014
(halah...). jeJamuran resto populer di kalangan beberapa rekan saya.

Ceritanya Fikri ngajakin wisata kuliner
sekaligus makan siang. Kami sepakat milih jeJamuran Resto. Untuk menuju ke sana
ngelewati alun-alun kota Sleman, terus sampai perempatan setelah alun-alun
tersebut. Di sana ada papan penunjuk arah ke jeJamuran Resto yaitu belok kanan.
Gampang nyarinya. Wah ternyata rame banget sampai harus reservasi tempat (alias
ngantri tempat segala). Udah restonya laris di hari biasa, sekarang pas momen
tahun baru tentu yang datang tambah banyak.

Terus saya BBM-an sama Rizma yang rupanya
juga abis dari situ. Katanya emang dari agak pagi udah rame banget. Apalagi
sekarang ya jam makan siang. Hadeh...

Saat kami hendak beranjak, eh dipanggil
dan dapat nomor meja 82. Apakah cukup nunggu 30 menit saja? Ternyata nggak.
Setelah pesen, nunggu pesanannya datang tuh 30 menit. Udah gitu tehnya datang
duluan, sampai teh nya mau abis baru deh makanannya datang.

 
Sate Jamur Tiram dan Jamur Tiram Asam Manis ala jeJamuran Resto

Oya, di daftar makanan yang kita pesan itu
nggak tercantum daftar harganya dan hanya tercantum nama makanan dan minumannya.
Jadi sebaiknya kalo mau kesini emang bawa duit cash lebih. Waktu ngeliat
daftar menunya wah...tersedia banyak banget variasi olahan makanan berbahan
dasar jamur. Nggak sekedar jamur kuping dan tiram yang biasa saya dengar, ini
banyak nama jamur-jamur asing juga. Banyak
menu makanan dan minuman yang tercoret alias sudah habis. Akhirnya kami memesan
teh, nasi, sate jamur tiram ( dibatasi 1 porsi aja karena stoknya udah
terbatas. 1 porsinya isi 5 tusuk), pepes jamur shitake dan jamur tiram asam
manis.

 
Pepes Jamur Shitake

Nah, selesai makan baru deh bayar di
kasir dengan membawa bon yang belum tertera harganya. Setelah bayar, baru deh tertera harga per menunya. Fiqri bilang : “Ow, Cuma 50
ribu. Standar sih. Hehehe..kirain lebih.”

Harganya memang sesuai dengan taste
masakannya yang khas. Variasi olahan jamurnya bisa dibilang istimewa dan lain
daripada yang lain. jeJamuran mengolah aneka jamur dengan variatif sehingga
menghasilkan cita rasa yang pas di lidah. Tampak restoran ini ramai dikunjungi
orang dari berbagai usia, dari kecil sampai manula. Mungkin bagi mereka yang
vegetarian, makanan jamur yang diolah dengan menarik ini bisa dijadikan alternatif
variasi makanan agar tidak jemu.

Di dekat kasir ada beberapa contoh atau display
tanaman jamur yang dikembangbiakkan dan ditata dengan manis. Pengunjung bisa
melihat bentuk jamur-jamur tersebut. Banyak dari mereka mengabadikan foto di
sana, termasuk saya. *nyengir* . Hmmm kalau dilihat-lihat bentuk jamur-jamur
itu sepintas mirip dengan bentuk kembang deh. Add caption

 
Ini yang saya bilang sepintas mirip kembang

Setelah beranjak dari sana, Ibu saya
telepon,

Mom :”Wah kalau pergi makan keluar jangan
Fiqri terus yang bayarin. Gantian kamu dong!”

Me : “Iya kadang-kadang Ina kok yang
bayar. Tapi jarang heeheee...abisnya Fikrinya yang lebih suka nraktir Ina sih.”

Heeehee Fiqri kan baeekkk :-)

Tertarik dengan hidangan aneka jamur
lezat? jeJamuran Resto di Jogja bisa dijadikan referensi kuliner jamur bagi Anda yang ingin mencoba.

 
Table Wait Time: 30 minute(s)


Date of Visit: Jan 01, 2014 

Celebration:  Anniversary 

Spending per head: Approximately Rp25000(Lunch)

Other Ratings:
Rasa
 5  |  
Lingkungan
 5  |  
Pelayanan
 5  |  
Higienis
 5  |  
Sesuai dengan harga
 5

  • Keep it up!

  • Looking Forward

  • Interesting

  • Touched

  • Envy

  • Cool Photo
      View Results
Recommend
0